PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA ANAK SEKOLAH DASAR Fajar Akbar. Ridhayani Adiningsih. Nurhidayah DN. Fahrul Islam Jurusan Kesehatan Lingkungan/Poltekkes Kemenkes Mamuju Email: fajarpoltekkes@gmail. Abstract: School children are one of the targets for Clean and Healthy Behavior (PHBS) in educational institutions and need to get attention besides the large population of school-age children in a community. The role of behaviour on the level of health, then promoting a healthy lifestyle in the elementary school students is very necessary. PHBS is very important to appyin everyday life, especially elementary school-age children. This study aims to determine the description of clean and healthy living behaviour in elementary schools. This research method is descriptive research. The research location was carried out at Bone-Bone Pantai Elementary School. Bambu Village. Mamuju District. Research time in June 2021. The samples in thi study were 27 students in grade 4, 30 stundents in grade 5 and 30 stundents in grade 6. The research instrument was to use a questionnaire containing questions and stationery and presenting data in the form of tables and narratives. Based on the results of this study, it showed that elementary school children had a high level of knowledge about good PHBS 94,3% and elementary school students actions that fulfilled the requirements 91,1%. Keywords : behavior. PHBS, elementary school students Abstrak: Anak sekolah yang merupakan salah satu sasaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di institusi pendidikan dan perlu mendapatkan perhatian disamping populasi anak usia sekolah dalam suatu komunitas cukup besar. Peranan perilaku terhadap tingkat kesehatan, maka penggalakkan pola hidup sehat pada tatanan siswa SD sangat diperlukan PHBS sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Lokasi penelitiandilaksanakan di SD Bone-Bone Pantai Desa Bambu Kec. Mamuju. Waktu penelitian bulan Juni 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 sebanyak 27 siswa , kelas 5 sebanyak 30 siswa dan kelas 6 sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan serta alat tulis dan menyajikan data dalam bentuk tabel dan narasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak sekolah dasar memiliki tingkat pengetahuan tinggi tentang PHBS Baik 93,1%, sikap siswa sekolah dasar tentang PHBS baik 94,3% dan tindakan siswa sekolah dasar kategori memenuhi syarat 91,1%. Kata Kunci : perilaku. PHBS, siswa SD Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia. Volume 4 Nomor 1. Juni 2023 | PENDAHULUAN Indonesia adalah anak usia sekolah Sehat merupakan hak setiap yang potensial tetapi rawan karena segala aktivitas hidup sehari-hari. berada dalam periode pertumbuhan Untuk bisa hidup sehat, kita harus dan perkembangan (Kemenkes RI, mempunyai Perilaku Hidup Bersih yang merupakan investasi bangsa Sehat (PHBS). PHBS Masa pertumbuhan pada anak adalah saat anak berusia antara 6-12 tahun dan ini merupakan usia yang Pola perilaku hidup sehat merupakan menolong diri sendiri di bidang bagian penting dari pembinaan usia kesehatan dan berperan aktif dalam lebih mudah dari pada mengobati, (Chandra Mencegah mengusahakan agar pada anak usia Masa sekolah dasar adalah masa 6-12 tahun supaya orang tua dan keemasan untuk menanamkan nilai- guru dapat berbuat dan melakukan nilai PHBS dan berpotensi sebagai PHBS (Fatmawati. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. Nasional tahun 2013 tercipta sumber daya manusia yang berkualitas nantinya. Akibat Anak usia sekolah merupakan generasi penerus sebagai sumber perhatian terhadap kebersihan ini, daya manusia pada masa yang akan maka masih banyak penyakit yang Dari jumlahnya yang besar timbul seperti diare, kecacingan, fi Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia. Volume 4 Nomor 1. Juni 2023 | muntaber. Masalah kebersihan yang pengetahuan baik tentang Perilaku masih banyak dialami oleh siswa SD Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu, masalah pada gigi sebanyak sebanyak 79 responden . ,7%) dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 53%, tidak bisa menggosok gigi sebanyak 42% dan tidak mencuci . ,3%), responden yang memilki tangan sebelum makan sebanyak 8%. sikap baik tentang Perilaku Hidup Sedangkan penyakit yang banyak Bersih dan Sehat (PHBS) sebanyak 123 responden . %) dan yang penyakit cacingan sebesar 60-80%, memiliki sikap kurang baik sebanyak dan caries gigi sebanyak 74,4%. 27 responden . %). Responden Oleh sebab itu, untuk mengatasi yang memilki tindakan baik tentang masalah tersebut perlu adanya upaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat secara komprehensif dari berbagai (PHBS) sebanyak 91 responden sektor (Kementrian Kesehatan RI, . ,7%) dan yang memiliki tindakan kurang baik sebanyak 59 responden Hasil penelitian (Lina, 2. ,3%). menunjukkan bahwa pengetahuan Berdasarkan data diatas melihat terendah terdapat pada penggunaan dari latar belakang permasalahan jamban bersih dan sehat, yaitu sebesar 67,6%, sebesar 56,3% siswa bersikap tidak menerima untuk jajan Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) sehat di kantin sekolahdan sebanyak 100% siswa tidak melaksanakan Kabupaten Mamuju. METODE PENELITIAN Gambaran Perilaku Berdasarkan hasil penelitian yang Jenis penelitian yang dilakukan dilakukan oleh (Janis et al. , 2. di adalah penelitian secara deskriptif Sekolah Dasar Negeri 30 Manado untuk mengetahui gamabaran PHBS pada bulan Juli 2014 pada siswa pada anak sekolah dasar di SD Bone- kelas IV- VI yang berjumlah 150 Bone orang, responden yang memiliki Responden penelitian sebanyak yaitu Pantai Kec. Mamuju. Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia. Volume 4 Nomor 1. Juni 2023 | 87 siswa secara Stratified Random . ,1%) dan yang cukup sebesar 6 Sampling. ,9%). Tabel 2 Distibusi Sikap Siswa Kelas 4,5 dan 6 SD Bone-Bone Pantai HASIL DAN Tabel 1 Distibusi Pengetahun Siswa Kelas 4,5 dan 6 SD Bone-Bone Pantai Pengetahuan Sikap Baik Cukup Jumlah Baik Cukup Berdasarkan Tabel 2. Jumlah siswa kelas 4&5enunjukkan siswa . ,3%) memiliki sikap yang Berdasarkan Tabel 1, tingkat pengetahuan siswa kelas 4,5 dan 6 baik dan 5 siswa . ,7%) memiliki sikap yang kurang baik. tentang PHBS menunjukkan 81 ,1%) pengetahuan yang baik dan 6 siswa ,9%) Pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat di SD BoneBone Pantai No Tindakan Baik Cukup Jumlah Bambu Berdasarkan Tabel 18, tindakan Kec. Mamuju menunjukkan bahwa siswa kelas 4,5 dan 6 tentang PHBS pengetahuan kelas 4 dikatakan baik menunjukkan 80 siswa . ,9%) . ,2%), memiliki tindakan yang baik dan 7 pegetahuan kelas 5 dikatakan baik siswa . ,1%) memiliki tindakan sebanyak 28 orang . ,3%) dan yang kurang baik Desa Tabel 3. Distribusi Tindakan Siswa Kelas 4, 5 dan 6 SD Bone-Bone Pantai pengetahuan kelas 6 dikatakan baik sebanyak 30 orang . %). Adapun hasil penelitian tentang pengetahuan dari kelas 4,5 dan 6 menunjukkan bahwa pengetahuan siswa/siswi di kategori baik sebesar 81 orang Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia. Volume 4 Nomor 1. Juni 2023 | PEMBAHASAN Pengetahuan Responden terhadap PHBS pemicu terhadap perilaku Hasil penelitian yang dilakukan terkait pengetahuan per kelas bahwa (Notoatmodjo, 2. Semakin tinggi tingkat pendidikan tambahan informasi dan pemahaman dan status sosial seseorang maka yang diterima dan juga karena faktor Pada masa ini terjadi awal semakin tinggi pula. Begitu juga perubahan pada diri anak dengan umur, semakin bertambahnya secara fisik maupun psikis yang menerima informasi (Dirgahayu. Menurut (Notoatmodjo, (Hamdalah, 2. , usia seseorang seseorang terhadap stimulus yang (Kurniawan et al. , 2. Didukung atau daya tangkap dan pola pikir seseorang terhadap sebuah informasi yang diberikan. Semakin tua umur maka semakin cepat manangkap suatu pemahaman PHBS merupakan salah satu Dari hasil tersebut pengetahuan siswa SD Bone-Bone Pantai Desa Pengetahuan yang sangat baik ini Bambu Kec. Mamuju dikategorikan Seperti yang kita ketahui misalnya televisi, majalah, poster. Pengetahuan dan penyuluhan tentang PHBS dari pemudah . redisposing fakto. bagi Puskesmas. anak- anak untuk terlaksananya PHBS. Dengan demikian faktor ini . resdisposising facto. bagi anak- Pengetahuan Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia. Volume 4 Nomor 1. Juni 2023 | anak untuk terlaksananya Perilaku yang dapat dilakukan oleh tenaga Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pengajar dari pihak sekolah. Sekolah. Faktor ini menjadi pemicu Hal ini pula diungkapkan dalam terhadap perilaku yang menjadi penelitian yang dilakukan oleh (Sari et al. , 2. mengungkapkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat tentang menggosok gigi harus terus ekonomi (Notoatmodjo, 2. Penelitian yang dilakukan di SD Bone-Bone Pantai Desa Bambu Kec orangtua, dan petugas kesehatan di Mamuju tentang PHBS dapat dilihat wilayah tersebut. pengetahuan anak SD yang paling Namun, perilaku menggosok tinggi yaitu 79 siswa . ,8%) tentang gigi tidak hanya diamati disekolah, mandi harus pakai sabun dan air perilaku menggosok gigi sebenarnya bersih karna rata-rata siswa berusia 12 tahun sehingga paham akan sehingga diperlukan bantuan para pentingnya mandi pakai sabun dan orangtua dalam hal meningkatkan air bersih, semakin bertambahnya perilaku menggosok gigi siswa di rumah karena orang tua dapat menjadi role model yang dapat Pengetahuan anak SD diamati seorang anak dirumah. Hasil penelitian yang telah dilakukan di menggosok gigi yaitu 21 siswa SDN Gunung Sari I Kota Makassar, . ,1%) hal ini dipengaruhi karna kebiasaan anak untuk berperilaku permainan simulasi ular tangga dapat yang baik dalam menggosok gigi berpengaruh terhadap pengetahuan dibutuhkan dukungan dari berbagai kesehatan gigi dan mulut pada anak pihak salah satunya yaitu dukungan usia sekolah dasar (Sitanaya et al. dari orang tua siswa dan juga pendidikan tentang menggosok gigi Pengetahuan Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia. Volume 4 Nomor 1. Juni 2023 | perilaku . ,7%). penting, karena pengetahuan siswa Cenderungan siswa yang mempunyai yang tinggi terhadap perilaku hidup pengetahuan tinggi tentang perilaku bersih dan sehat timbulnya usaha sadar siswa untuk dengan tinggi siswa tentang perilaku hidup bersih kesehatannya melalui perilaku hidup sehat (Cahyaningrum, 2. Sikap adalah reaksi atau respon dan sehat. Lembaga Sikap Responden Terhadap PHBS Lembaga pendidikan serta lembaga agama suatu sistem mempunyai pengaruh terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap dikarenakan keduanya meletakkan komponen paling penting dalam dasar, pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman akan baik dan buruk antara sesuatu adanya hubungan langsung antara sikap dan perilaku anak. Sikap dilakukan diperoleh dari pendidikan positif anak terhadap dan pusat keagamaan serta ajaranya (Rachmawati, 2. perilaku anak menjadi positif, tetapi kesehatan hampir pasti berdampak (Notoatmodjo, 2. Berdasarkan Tindakan siswa tentang PHBS Tindakan merupakan perbuatan seseorang terhadap situasi dari luar Tindakan tentang sikap siswa sekolah di SD sebagai kunci tercerminnya perilaku Bone-Bone Pantai Desa Bambu Kec. suatu individu atau masyarakat pada Mamuju yaitu sangat baik sebesar umumnya (Notoatmodjo, 2. 82 siswa . ,3%) dan paling sedikit Berdasarkan hasil penelitian di SD Bone-Bone Pantai Desa Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia. Volume 4 Nomor 1. Juni 2023 | Bambu Kec. Mamuju menunjukkan KESIMPULAN bahwa siswa telah berperilaku hidup Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bersih dan sehat yang baik sebesar siswa SD Bone-Bone Pantai baik . ,9%). dari segi pengetahun masyarakat Hal bahwa mereka memiliki kesadaran mencapai 94,3dan tindakan sudah 93,1%, mencapai 91,9 %. membiasakan diri untuk senantiasa Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil DAFTAR PUSTAKA