Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 PENGARUH IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) TERHADAP PENINGKATAN MUTU LULUSAN SMA AL-ISLAM BOARDING SCHOOL Dewi Aisyah STIT Buntet Pesantren dewi@stit-buntetpesantren. Abstract The growing demand from society for graduates who excel academically, spiritually, and in life skills presents a significant challenge for educational Although many schools possess strong student input and adequate facilities, the quality of graduates often remains stagnant. This highlights the need for an integrated managerial approach. This study aims to analyze the impact of implementing Total Quality Management (TQM) on improving graduate quality at Al-Islam Boarding School Senior High School in Cirebon Regency. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, presentation, and conclusion drawing. Data validity was reinforced through triangulation. The findings reveal that TQM practicesAisuch as quality assurance, stakeholder involvement, curriculum relevance, and educator developmentAisignificantly influence graduate quality. The school's strategies include tahfidz programs, life skills training, and external collaborations. The study concludes that TQM implementation enhances graduate quality through a systematic and structured process. Keywords : Total Quality Management, education quality, graduate quality, school management Abstrak Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap lulusan yang unggul secara akademik, spiritual, dan keterampilan hidup menjadi tantangan bagi lembaga Meski banyak sekolah memiliki input dan fasilitas yang baik, stagnasi mutu lulusan masih terjadi. Hal ini menandakan perlunya pendekatan manajerial yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Total Quality Management (TQM) terhadap peningkatan mutu lulusan di SMA Al-Islam Boarding School Kabupaten Cirebon. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik TQM seperti penjaminan mutu, keterlibatan Pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) Terhadap Peningkatan Mutu Lulusan SMA Al-Islam Boarding School Dewi Aisyah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 pemangku kepentingan, relevansi kurikulum, dan pengembangan tenaga pendidik berdampak signifikan terhadap mutu lulusan. Strategi sekolah mencakup program tahfidz, lifeskill, dan kerja sama eksternal. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi TQM meningkatkan mutu lulusan melalui proses yang sistematis dan terstruktur. Kata Kunci: Manajemen Mutu Terpadu. Mutu Pendidikan. Mutu Lulusan. Manajemen Sekolah Pendahuluan Peningkatan mutu pada lembaga pendidikan adalah harus menjadi fokus utama dalam pengelolaan atau menajemen sekolah. manajemen sekolah yang baik adalah fokus pada peningkatan mutu. setiap institusi, mutu adalah agenda utama dan meningkatkan mutu merupakan tugas yang paling penting (Hakim, 2. Salah satu permasalahan yang dihadapi pendidikan kita ialah rendahnya mutu pendidikan di setiap jenjang dan satuan pendidikan. Berbagai usaha telah dilakukan, namun mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Menurut Rahman et al. , . Beberapa masalah yang membuat peningkatan mutu pendidikan tidak berjalan dengan baik, juga beberapa masalah yang menjadi sebab-sebab mengapa TQM sangat penting dan perlu antara lain : Pertama, kebijakan dan manajemen pendidikan nasional menggunakan pendekatan educational production function atau input-output analysis dan kurang memperhatikan pada proses pendidikan. Padahal dengan berfikir pendekatan sistem, baik input, proses, output, maupun outcome pendidikan harus diperhatikan secara professional dan proporsional. Pendekatan input-output selama ini melihat bahwa lembaga pendidikan berfungsi sebagai pusat produksi yang jika dipenuhi semua input, maka lembaga ini akan menghasilkan output yang dikehendaki. Kedua, manajemen pendidikan nasional dilakukan secara birokratik-sentralistik sehingga menempatkan sekolah sebagai pelaksana pendidikan yang sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang berjalur sangat panjang dan kadangkadang kebijakan yang diputuskan tidak cocok dengan kondisi sekolah setempat. Sekolah sebagai subordinasi birokrasi menjadi kehilangan kemandirian, keluwesan, motivasi, kreativitas, dan inisiatif untuk memajukan sekolahnya. Ketiga, peran serta masyarakat, khususnya orang tua/ wali siswa dalam manajemen pendidikan selama ini sangat minim. Partisipasi masyarakat selama ini pada umumnya lebih banyak bersifat dukungan input . , bukan pada proses Akuntabilitas sekolah terhadap masyarakat sangat lemah. Sekolah tidak punya beban mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan pendidikan kepada masyarakat khususnya kepada orang tua/wali siswa sebagai salah satu unsur utama yang berkepentingan dengan pendidikan . Pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) Terhadap Peningkatan Mutu Lulusan SMA Al-Islam Boarding School Dewi Aisyah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Imbas dari permasalahan di atas adalah rendahnya mutu lulusan. Purwanti et al. menyatakan proses kelulusan adalah kegiatan mengatur tentang sistem manajemen mutu yang paling akhir dari manajemen peserta didik. kelulusan adalah pernyataan dari lembaga pendidikan . tentang telah diselesaikannya program pendidikan yang harus diikuti oleh peserta didik. Sedangkan menurut Alimin . , mutu dibidang pendidikan meliputi mutu input, proses, output, dan outcomeAy. Lulusan merupakan salah satu sasaran mutu pendidikan yang harus diperhatikan mutunya dalam meningkatkan kualitas suatu lembaga pendidikan atau sekolah, karena dalam lembaga pendidikan bermula dari peserta didik sebagai input dan berakhir pada peserta didik sebagai output dan outcomes. Oleh karena itu, untuk memperoleh output yang bermutu dan berkualitas, diperlukan suatu pengelolaan atau manajemen di dalamnya. Di era digital ini, sekolah yang mampu bersaing dan bertahan adalah sekolah yang mampu menguapgrade dirinya ke arah peningkatan mutu. Penerapan Total Quality Manajemen (TQM) dalam meningkatkan mutu suatu lembaga pendidikan atau sekolah harus didukung oleh komitmen manajemen yang benar. Kegagalan mutu pendidikan adalah akibat komitmen manajemen yang salah (Mardizal et al. , 2. Sebab-sebab umum kegagalan mutu dalam pendidikan. berupa desain kurikulum yang jelek, gedung yang tidak terawat, sistem dan prosedur yang tidak sesuai, perencanaan kerja yang tidak jelas, dan kekurangan sumber informasi yang penting, serta pengembangan staf yang kurang baik (JABAL, 2. Selain itu, kegagalan mutu karena tidak dipatuhinya prosedur dan aturan, kegagalan komunikasi atau mudah salah paham, anggota staf belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dan sikap yang diperlukan sebagai syarat-syarat guru dan manajer sekolah, kurangnya motivasi serta masalah perlengkapan (Shintia & Rachmiyati. SMA Al-Islam Boarding School merupakan sekolah yang sudah menerapkan manjemen berbasis Total Quality Management (TQM) atau manajemen mutu Melihat profil SMA Al-Islam Boarding School yang berdiri pada tahun 2014 kurang lebih 5 . tahun sudah berjalan, memiliki prestasi akademik dan non akademik yang tidak biasa-biasa saja mulai dari tingkat Kabupaten/Kota. Provinsi. Nasional dan Asia sudah pernah diraih oleh peserta didik SMA Al-Islam Boarding School. SMA Al-Islam Memiliki 2 . ua ) jurusan IPA dan IPS dan tercatat sampai tahun 2019 jumlah peserta didik yang masuk terus meningkat pada awal berdiri tahun pelajaran 2014/2015 berjumlah 65 orang sekarang pada tahun pelajaran 2019/2020 berjumlah 399 orang. Lulusan SMA Al-Islam Boarding School banyak diterima di berbagai perguruan tinggi negri favorit dan ada juga yang diterima di luar negri seperti malayisa. SMA Al-Islam Boarding School mewajibkan peserta didik berkomunikasi berbahasa inggris dan Pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) Terhadap Peningkatan Mutu Lulusan SMA Al-Islam Boarding School Dewi Aisyah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 arab setiap pekannya dan memiliki program unggulan tahfidz Al-Quran, qirotul qutub dan life skill ( menjahit, handycraft dan perternakan. lulusan SMA Al-Islam minimal mengahafal al-Quran 6 juz. Dengan sistem pembelajarannya mengintegrasikan kurikulum diknas dan pesantren. Berdasarkan hal tersebut, peneliti memfokuskan pembahasan pada Pengaruh Implementasi Total Quality Manajemen (TQM) Terhadap Peningkatan Mutu Lulusan di SMA Al-Islam Boarding School Kabupaten Cirebon Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif (Syahrizal & Jailani, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis pengaruh implementasi Total Quality Management (TQM) terhadap peningkatan mutu lulusan di SMA Al-Islam Boarding School. Kabupaten Cirebon. Penelitian deskriptif ini berfokus pada pengumpulan data yang relevan mengenai implementasi TQM dan menganalisisnya untuk melihat dampaknya terhadap kualitas lulusan sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang lulus dari SMA Al-Islam Boarding School sejak tahun 2014 hingga 2019. Sampel penelitian terdiri dari 100 orang alumni yang dipilih secara acak dari berbagai angkatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Sampel Acak Sederhana (Simple Random Samplin. , yang memastikan bahwa setiap individu dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Untuk mengumpulkan data, digunakan dua teknik utama yaitu Wawancara MendalamAeWawancara dilakukan dengan kepala sekolah, guru, dan staf tata usahaAeuntuk menggali pemahaman mereka mengenai implementasi TQM dan dampaknya terhadap kualitas lulusan. Wawancara juga dilakukan dengan alumni untuk mengukur persepsi mereka tentang kualitas pendidikan yang diterima dan kesesuaian dengan kebutuhan dunia kerja atau pendidikan tinggi. Angket disebarkan kepada alumni, guru, dan staf untuk mengumpulkan data terkait implementasi TQM dan persepsi mereka mengenai kualitas lulusan. Angket ini mencakup pertanyaan yang berkaitan dengan berbagai aspek TQM seperti komitmen manajemen, pelatihan, dan pengukuran kualitas. Penelitian ini memiliki dua variabel utama. Pertama. Variabel Independen yaitu implementasi Total Quality Management (TQM) yang terdiri dari komitmen manajemen, tim peningkatan mutu, pengukuran kualitas, dan perencanaan tanpa Kedua. Variabel Depende yaitu peningkatan mutu lulusan yang diukur berdasarkan prestasi akademik, tingkat kelulusan, dan penerimaan lulusan di perguruan tinggi atau dunia industri. Pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) Terhadap Peningkatan Mutu Lulusan SMA Al-Islam Boarding School Dewi Aisyah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Hasil dan Pembahasan Definisi mutu dalam Kamus Inggris-Indonesia yang berbunyi quality artinya taraf atau tingkatan kebaikan. nilaian sesuatu (Saputra, 2. Sedangkan definisi mutu yaitu gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan/ tersirat yang mencakup input, proses, dan output pendidikan (Sayuti, 2. Mutu dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang memuaskan dan melampaui keinginan dan kebutuhan pelanggan (Riduan, 2. Definisi ini disebut juga dengan istilah mutu sesuai pesrsepsi . uality in perceptio. Mutu ini bisa disebut sebagai mutu yang hanya ada di mata orang yang melihatnya. Definisi ini sangat penting karena pada kenyataan bahwa para pelanggan adalah pihak yang membuat keputusan terhadapat mutu. Pentingnya mutu dalam lembaga pendidikan sebagai komitmen sekolah dalam undang-undang pendidikan nomor 20 tahun 2003 tentang sisitem pendidikan nasional dan peraturan pemerintah no. 19 tahun 2005 tentang Statandar Nasional Pendidikan (SNP), pelaksanaan penjaminan mutu di sekolah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan (Saifulloh et al. , 2. Dalam dunia industri. Total Quality Management (TQM) digunakan oleh U. Naval Air Systems Command yang mencoba menterjemahkan pendekatan manajemen model Jepang untuk peningkatan mutu (Juharni, 2. Untuk melaksanakan Total Quality Assurance (TQA)/ Penjaminan Mutu Terpadu, tidaklah mungkin dipisahkan dengan Total Quality Management (TQM)/ Manajemen Mutu Terpadu, sebab hanya dengan melaksanakan fungsi manajemen dengan berkualitaslah akan secara efektif membawa sekolah ke arah pencapaian mutu yang Manakala diyakini proses secara keseluruhan komponen lembaga pendidikan senantiasa dijalankan dengan berkualitas (Qualit. , maka akan dapat diwujudkan penjaminan mutu (Quality Assuranc. Pentingnya Total Quality management (TQM) pada lembaga pendidikan atau sekolah dalam rangka meningakatkan mutu lulusan. TQM terlebih dahulu telah diterapkan di dunia industry dan telah dianggap sukses dalam meningkatkan produk dari suatu perusahaan dengan indicator kepuasan pelanggan terhadap produk Dalam menentukan mutu pelanggan punya persepsi sendiri atau kita kenal dengan quality inperseption/perceived quality. Standar mutu produk dan jasa Pertama, kesesuaian dengan spesifikasi. Kedua, kesesuaian dengan tujuan dan manfaat. Ketiga, tanpa cacat . ero defect. Keempat, selalu baik sejak Dan standar pelanggan adalah . Kepuasan pelanggan . Memenuhi kebutuhan pelanggan . Menyenangkan pelanggan (Zalukhu, 2. (Sallis, 2. Pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) Terhadap Peningkatan Mutu Lulusan SMA Al-Islam Boarding School Dewi Aisyah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Manfaat Total Quality management (TQM) diterapkan di sekolah yaitu seluruh kegiatan yang ada di sekolah telah terstruktur dan tersistem dengan baik, karena dipaksa mematuhi asas yang berlaku untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik . uality improvemen. dan juga sebagai pengevaluasi dan mengontrol kinerja sehingga sebagai upaya pencegahan agar kesalahan yang serupa tidak terjadi lagi (Purwanti et al. , 2. Adanya pengimplementasian TQM ini, semua guru dan karyawan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas lulusan sehingga prestasi sekolah dapat meningkat. Salah satu manfaat dari TQM yaitu melakukan perubahan kearah yang lebih baik . uality improvmen. , pernyataan tersebut sesuai apa yang dikatakan Rahman et al. TQM biasa digunakan untuk mendeskripsikan dua gagasan yang sedikit berbeda namun saling berkaitan. Yang pertama perbaikan secara terus menerus . kedua, untuk mendeskripsikan alat-alat dan teknik-teknik, seperti brainstorming dan analisa lapangan untuk meningkatkan mutu. Prinsip utama dalam TQM salah satu prinsipnya adalah melakukan perbaikan berkesinambungan yaitu melakukan tindakan korektif terhadap hasil yang diperoleh. Perbaikan kualitas tidak terjadi begitu saja, tetapi direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis dan tahap demi tahap . tep by ste. (Supadi, 2. Perbaikan terus-menerus dalam TQM untuk mencari sebuah perubahan permanen dalam tujuan organisasi, dari tujuan kelayakan jangka pendek menuju tujuan perbaikan mutu jangka panjang. Tahapan implementasi TQM di SMA Al-Islam Boarding School pertama, komitmen manajamen (Management commitmen. Kedua, membangun Tim Peningkatan Mutu (Quality Improvement Tea. Ketiga. Pengukuran Mutu (Quality Measurmen. Keempat. Biaya Mutu . he cost of Qualit. dan Kelima, membangun kesadaran mutu (Quality Awarnes. Keenam. Kegiatan Perbaikan (Corrective Actio. Ketujuh. Perencanaan tanpa cacat . ero defects plannin. Kedelapan. Pelatihan Pengawas (Supervisor Tranin. Kesembilan, menyelenggarakan gerakan hari tanpa cacat (Zero Defects Da. Kesepuluh. Penyusunan Tujuan (Goal settin. Kesebelas, . rror Remova. Keduabelas, pengakuan/penghargaan (Recognitio. Ketigabelas, mendirikan Dewan Mutu (Quality Counci. (Sallis, 2. Proses yang dilakukan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas yaitu dari segi masukan yaitu memiliki input . yang berkualitas dengan proses selektif. Pertama, terpenuhi kriteria masukan dan kurikulum. Kedua. SDM handal dan berkompeten yaitu kepala sekolah, guru, staf tata usaha, dan seluruh komponen Ketiga, dilengkapi sarana prasarana yang mendukung kegiatan pembelajaran baik waktu praktik atau ruang kelas. Sehingga jika keseluruhan proses tersebut dilakukan maka dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hal tersebut sesuai dengan indikator manajemen mutu terpadu di sekolah yaitu output yang Pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) Terhadap Peningkatan Mutu Lulusan SMA Al-Islam Boarding School Dewi Aisyah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 diharapkan, proses, dan input yaitu memiliki kebijakan, tujuan sasaran mutu yang jelas, sumber daya tersedia dan staf yang kompeten (Purwanti et al. , 2. Hasil implementasi TQM di SMA Al-Islam Boarding School yaitu sesuai target lulusan sekolah pertama, menjadi Agnia . nterpreuner/berwirausah. ), menjadi daAoi . endakwah, intelektual, guru dan dose. , menjadi Patriotik . entara, olahragawan Dari target lulusan tersebut sesuai sasaran mutu SMA Al-Islam Boarding School yaitu terlaksananya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan ketercapaian nilai mata pelajaran minimal 5,5 kemudian diterimanya lulusan SMA Al-Islam di Perguruan Tinggi Negri 10% dari jumlah lulusan, 5 dari lulusan dapat berwiraswata atau bisnis dan tersalurkannya alumni untuk bekerja ke dunia industri minimal 35% dari lulusan. Hal tersebut selaras dengan sasaran mutu pendidikan yaitu Pertama, . atuan pendidikan/program Kedua, penyelenggara satuan/program pendidikan formal, non-formal, dan informal, dan Ketiga, produk atau lulusan . iswa/peserta didi. (Purwanti et al. , 2. Tabel 1. Hasil Implementasi TQM dan Sasaran Mutu Lulusan di SMA Al-Islam Boarding School Target Lulusan Agnia (Wirausah. DaAoi (Pendidik dan Intelektua. Patriotik (Profesional bidang Sasaran Mutu Akademik Sasaran Mutu Kelanjutan Studi Sasaran Mutu Dunia Kerja Penjabaran Lulusan mampu membuka usaha sendiri Lulusan pendakwah, guru, dosen, atau intelektual muslim Lulusan menjadi tentara, atlet, dan profesi patriotik Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Lulusan Perguruan Tinggi Negeri Alumni tersalurkan ke dunia Indikator Pencapaian usaha/bisnis sendiri Terserap di dunia pendidikan dan dakwah . idak disebutkan angka spesifi. Tersalurkan profesional sesuai minat dan Nilai minimal 5,5 pada semua mata pelajaran 10% dari total lulusan diterima di PTN Minimal 35% dari total lulusan Strategi sekolah dalam meningkatkan kualitas lulusan antara lain Pertama, program asistensi atau pendampingan bagi siswa yang akan melanjutkan ke PTN. Kedua, karantina tahfidz untuk mencapai target hafalan Quran. Ketiga, pengembangan lifeskills bagi siswa yang tidak melanjutkan kuliah. Keempat, penataran dan pelatihan guru yang dilakukan melalui MGMP seperti matrikulasi bahasa bagi guru yang belum lancer Bahasa inggris dan Arab. Kelima, pengembangan Bahasa asing, diantaranya yang sudah berjalan Bahasa Arab dan Inggris. Keenam, bekerjasama dengan lembaga pendudkung pendidikan seperti lemabag psikotes dan Bimbel. Terakhir ketujuh. Study Banding. Pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) Terhadap Peningkatan Mutu Lulusan SMA Al-Islam Boarding School Dewi Aisyah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Faktor pendukung implementasi Total Quality Management (TQM) dalam meningkatkan kualitas lulusan yaitu adanya aspek input faktor siswa menjadi pendukung kemudian kesiapan siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang relevan dengan DUDI, kesiapan sarana prasarana, dan media pengajaran. Kemudian kalau dari aspek prosesnya faktor yang mendukung yaitu pelaksanaan pembelajaran, pemberdayaan SDM, pelaksanaan administrasi dan menjalin kerja sama dengan DUDI sehingga bisa meningkatkan kualitas lulusan. Faktor pendukung dalam kualitas pendidikan yaitu ada banyak sumber mutu dalam pendidikaan, misalnya sarana gedung yang bagus, guru yang terkemuka, nilai moral yang tinggi, hasil ujian yang memuaskan, spesialisasi atau kejuruan, dorongan orangtua, bisnis dan komunitas lokal, sumber daya yang melimpah, aplikasi teknologi mutakhir, kepemim- pinan yang baik dan efektif, perhatian terhadap pelajaran anak didik, kurikulum yang memadai, atau juga kombinasi dari faktor-faktor tersebut (Sallis, 2. Dalam implemtasi TQM ada beberapa hambatan dalam peningkatan lulusan yaitu kurangnya kesadaran dan tanggung jawab akan suatu manajemen mutu yang berguna bagi sekolah, pegawai dan staf hanya sekedar melakukan kewajiban sehingga kurang menjiwai terhadap prosedur kerja yang telah ditetapkan. dalam mengatasi hambatan implementasi TQM dalam meningkatkan kualitas lulusan antara lain. Pertama, melakukan sosialisasi . untuk seluruh kalangan komponen sekolah mulai dari guru/staf pegawai hingga peserta didik. Kedua, melakukan pendekatan dan memberikan pengertian terhadap SDM agar mau melakukan komitmen bersama. Ketiga, membangun komitmen bersama semua warga sekolah agar mempunyai motivasi dan pemahaman yang sama dalam menerapkan sistem manajemen mutu TQM serta menjalankannya dengan penuh kesadaran dan rasa tangung jawab. Pendekatan Pendekatan yang dibangun untuk menumbuhkan komitmen bersama yaitu dengan pendekatan dari hati ke hati dengan memberi pengertian tentang pentingnya TQM. Dalam rangka menyuksekan TQM di SMA Al-Islam Boarding School, sekolah memiliki Budaya Kerja (Corporate Cultur. yang harus dijiwai oleh semua stakholder sekolah, pertama, syariAo, kedua, all out ketiga, zero defects kempat, teamwork. Dengan corporate culture ini diharapkan semua dapat bergerak menyukseskan Total Quality Management (TQM) untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Kesimpulan Pentingnya Total Quality management (TQM) pada lembaga pendidikan atau sekolah dalam rangka meningakatkan mutu lulusan. Total Quality management (TQM) diterapkan di sekolah yaitu seluruh kegiatan yang ada di sekolah telah terstruktur dan tersistem dengan baik, karena dipaksa mematuhi asas yang berlaku Pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) Terhadap Peningkatan Mutu Lulusan SMA Al-Islam Boarding School Dewi Aisyah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik . uality improvemen. dan juga sebagai pengevaluasi dan mengontrol kinerja sehingga sebagai upaya pencegahan agar kesalahan yang serupa tidak terjadi lagi. Adanya pengimplementasian TQM ini, semua guru dan karyawan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas lulusan sehingga prestasi sekolah dapat meningkat Daftar Pustaka