EKONAM: Jurnal Ekonomi e-ISSN: 2685-8118 Vol. 03 No. Hlm: 94-103 Available online at http://ejournal. uicm-unbar. id/index. php/ekonam DAMPAK PROFITABILITAS. RASIO LIKUIDITAS DAN RASIO LEVERAGE TERHADAP FINANCIAL DISTRESS (STUDI PADA PERUSAHAAN JASA SUB SEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE DI INDONESIA Yoyo Sudaryo1. Nunung Ayu Sofiati 2. Ita Kumaratih 3. Astrin Kusumawardani4. Ana Hadiana 5. Wiara Sanchia Grafita Ryana Devi2 1,2,3,4Universitas Indonesia Membangun. Fakultas Eonomi. Jl. Soekarno-Hatta No. Bandung 40266 - Indonesia 5Indonesian Institute of Sciences. LIPI. Jl. Sangkuriang N 20. Bandung, 40135 - Indonesia 6Universitas Insan Cendekia Mandiri. Jl. Banten No. Bandung, 40272 - Indonesia Korespondensi: ABSTRACT: Financial distress starts from the company's inability to fulfill its sudaryo@yahoo. id obligations. Companies that have consecutively decreased, the company was in financial distress before the bankruptcy occurred. The purpose of this study was to determine the effect of profitability ratios, activity ratios and leverage ratios on financial distress in property and real estate sub-sector service companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) the research method used is a quantitative method with descriptive and verification approaches, quantitative research methods are research methods used to examine a particular population or sample. Descriptive research method is used to determine the value of the independent variable, while verification is used to determine the effect of two or more variables. The results of the t test of the Profitability Ratio have an effect on Financial Distress, and the Activity Ratio has no effect on Financial Distress, the Leverage Ratio has an effect on Financial Distress. Based on the results of the f test, it shows that the profitability ratio, activity ratio and leverage ratio simultaneously . have a significant effect on financial distress. Keywords: Profitability Ratio. Activity Ratio. Leverage Ratio. Financial Distress. ABSTRAK: Financial Distress dimulai dari ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Perusahaan yang mengalami penurunan berturut-turut, perusahaan tersebut mengalami financial distress sebelum kebangkrutan terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio profitabilitas, rasio aktivitas dan rasio leverage terhadap financial distress pada perusahaan jasa sub sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti suatu populasi atau sampel tertentu. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk mengetahui nilai variabel bebas, sedangkan verifikatif digunakan untuk mengetahui pengaruh dua variabel atau lebih. Hasil uji t Rasio Profitabilitas berpengaruh terhadap Kesulitan Keuangan, dan Rasio Aktivitas tidak Sudaryo et al Ekonam 3. EKONAM: Jurnal Ekonomi e-ISSN: 2685-8118 Vol. 03 No. Hlm: 94-103 Available online at http://ejournal. uicm-unbar. id/index. php/ekonam berpengaruh terhadap Kesulitan Keuangan. Rasio Leverage berpengaruh terhadap Kesulitan Keuangan. Berdasarkan hasil uji f menunjukkan bahwa rasio profitabilitas, rasio aktivitas dan rasio leverage secara simultan . ersama-sam. berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Kata Kunci: Profitability Ratio. Activity Ratio. Leverage Ratio. Financial Distress PENDAHULUAN Perusahaan jasa adalah unit bisnis yang kegiatannya menghasilkan produk . tidak berwujud, dengan tujuan memperoleh laba atau keuntungan. Atau perusahaan jasa juga dapat diartikan sebagai perusahaan yang menjual jasa yang menghasilkannya, yang berbertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan menghasilkan keuntungan. Widiati. W . Produk jasa juga membutuhkan produk fisik atau berwujud untuk melakukan kegiatan bisnis. Salah satu perusahaan jasa yang terbuka yaitu perusahaan sub sektor property dan real estate. Sub Sektor Property dan Real Estate adalah perusahaan jasa yang bergerak di bidang kondominium, perusahaan, perkantoran, real estate dan perumahan. Bisnis property merupakan bisnis yang hampir tidak akan pernah mati karena banyaknya kebutuhan akan tempat tinggal dan papan merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Namun perusahaan sektor property dan real estate juga merupakan perusahaan yang rentan dalam industri makro terhadap fluktuasi inflasi, suku bunga, dan nilai tukar yang akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat (Theresia, 2. Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan pasar modal untuk berbagai instrument keuangan yang dapat diperjual belikan baik dalam bentuk utang ataupun modal sendiri. Srengga. BEI berperan besar bagi perekonomian Negara karena BEI sebagai pasar modal menyediakan fasilitas yang mempertemukan dua kepentingan, yaitu pihak yang memiliki dana dan pihak yhang memerlukana dana, serta memberikan kesempatan memperoleh imbalan . bagi pemilik dana sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. Adanya pasar modal diharapkan aktivitas perekonomian menjadi Menurut hasil penelitian Sudaryo. Purnamasari. Sofiati. , & Hadiana. menunjukkan bahwa dalam pengujian menunjuka nilai koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 48,8% serta menurut penelitian yang lain menurut Sudaryo. Mohd Hassan Che Haat. Jumadil Saputra. Mohd Yusoff Yusliza and Zikri Muhammad . , menurut hasil penelitian ini menemukan bahwa likuiditas, profitabilitas, leverage, dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap financial distress serta Yoyo Sudaryo. Wiara Sanchia Grafita Ryana Devi. Dyah Purnamasari. Astrin Kusumawardani. Ana Hadiana . menunjukkan Current Ratio (CR) Debt To Equity Ratio (DER) Dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Financial Distress berpengaruh secara signifikan. Berikut data Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), berdasarkan data yang diunduh terdapat 65 Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terdapat 2 perusahaan yang memiliki kerugian pada dua tahun berturut-turut, yang kami teliti dapat dilihat dalam tabel 1. Tabel 1. Daftar Perusahaan Jasa Sub Sektor Property Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Yang Mengalami Financial Distress Periode 2015-2019. KODE SAHAM NAMA PERUSAHAAN BIKA PT. Binakarya Jaya Abadi. Tbk. BIPP PT. Bhuawanatala Indah Permai. Tbk. Sumber: w. iolah, 2. Sudaryo et al Ekonam 3. EKONAM: Jurnal Ekonomi e-ISSN: 2685-8118 Vol. 03 No. Hlm: 94-103 Available online at http://ejournal. uicm-unbar. id/index. php/ekonam Oleh karena itu berikut data yang diambil melalui Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI): Tabel 2. Z-score Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2019. Nama Emiten Z-score BIKA 2,88 1,91 2,17 2,07 1,73 BIPP 10,87 7,82 6,78 4,51 4,55 Sumber: w. iolah, 2. Jika dilhat dari Tabel 2 nilai Z-Score Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) nilai Z-Score di bawah 2,60 juga dianggap perusahaan yang rentan mengalami kebangkrutan karena perusahaan tersebut membutuhkan perhatian khusus. Perusahaan BIKA rata-rata memiliki Z-Score di bawah 2,60 yang artinya kondisi keuangan pada perusahaan tersebut sedang tidak baik-baik saja atau sedang mengalami kesulitan keuangan . inancial distres. Sedangkan perusahaan BIPP terdapat nilai Z-Score di atas 2,60 tetapi bisa dilihat bahwa perusahaan BIPP mengalami penurunan yang sangat drastis, pada tahun 2015 nilai Z-Score mencapai 10,87 tetapi pada tahun 2019 mengalami penurunan yang sangat drastis yaitu mencapi 4,55. Dapat diartikan perusahaan BIPP sedang mengalami kesulitan keuangan . inancial distres. Tabel 3 Return On Asset Ratio (ROA) Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2019. Nama Emiten Return On Asset (%) BIKA 3,56 BIPP 9,24 1,72 Sumber: w. iolah, 2. Dilihat dari tabel 3 Return On Asset (ROA) mengalami fluktuasi naik turun atau tidak stabil. Tetapi semua perusahaan mengalami kerugian tiga tahun berturut-turut, menurunnya ROA pada perusahaan karena perusahaan tidak mampu menghasilkan laba yang besar menggunakan asset yang Menurut Kasmir . ROA yang sehat pada perusahaan jasa yaitu 30%. Tabel 4 Total Asset Turnover (TATO) Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2019. Nama Emiten Return On Asset (%) BIKA 47,43 26,29 20,31 17,47 16,70 BIPP 8,42 6,91 6,22 6,33 15,26 Sumber: w. iolah, 2. Dilihat dari tabel 3 menurut Kasmir . Total Asset Turnover (TATO) yang baik pada perusahaan jasa yaitu 200%. Pada Perusahaan BIKA Total Asset Turnover (TATO) mengalami penurunan tiap tahunnya, sedangkan perusahaan BIPP mengalami penurunan tetapi pada tahun 2019 mengalami kenaikan. Akan tetapi kenaikannya tidak mencapai nilai Total Asset Turnover (TATO) yang baik yaitu 200%. Artinya perusahaan tidak efisien mengelola aktiva yang dimilikinya. Sudaryo et al Ekonam 3. EKONAM: Jurnal Ekonomi e-ISSN: 2685-8118 Vol. 03 No. Hlm: 94-103 Available online at http://ejournal. uicm-unbar. id/index. php/ekonam Tabel 5 Debt to Asset Ratio (DAR) Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2019. Nama Emiten Debt To Asset Ratio (%) BIKA BIPP 18,68 26,95 30,58 45,17 48,25 Sumber: w. iolah, 2. Diliahat dari tabel 4 menurut Kasmir . Debt to Asset Ratio (DAR) yang baik memiliki angka di bawah 35%. perusahaan BIPP yang memiliki nilai di atas 35% yang artinya pendanaan dengan hutang semakin banyak. Perusahaan yang rata-rata nilainya di bawah 35% yaitu BIKA yang artinya pendanaan dengan hutang semakin sedikit, yang artinya semakin tinggi bagi perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman. TINJAUAN PUSTAKA Perkembangan persaingan pada saat ini semakin ketat, sehingga perusahaan harus meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Jika kinerja keuangan perusahaan tidak stabil akan mengakibatkan kepada laba yang semangkin menurun. Perusahaan yang berturut-turut menurun, perusahaan tersebut sedang berada dalam kondisi kesulitan keuangan (Financial Distres. sebelum terjadinya kebangkrutan. Financial distress dimulai dari ketidakmampuan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya, terutama kewajiban yang bersifat jangka pendek termasuk kewajiban Aktivitas, dan juga termasuk dalam kategori kewajiban solvabilitas (Fahmi, 2014:. Ada beberapa rasio untuk memprediksi Financial distress, dalam penelitian ini menggunakan rasio profitabilitas, rasio aktivitas dan rasio leverage. Menurut Kasmir . Rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Penggunakan rasio ini menggunakan perbandingan antara berbagai komponen yang di laporan keuangan, terutama laporan keuangan neraca dan laba rugi. Rasio Profitabilitas sangatlah penting untuk mengetahui kemampuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau laba suatu perusahaan. Profitabilitas dapat dihitung menggunakan Return On Asset (ROA). Menurut Kasmir . Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikiknya. Atau dapat pula dikatakan rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efsiensi . pemanfaatan sumber daya perusahaan. Efisiensi bisa dilakukan dalam segala bidang, misalnya dalam bidang penjualan, persediaan, produksi dan lainnya. Apabila dalam produksi bisa menggunakan biaya yang sama tetapi bisa didapatkan hasil atau output yang mempunyai nilai lebih maka suatu perusahaan dapat dikatakan melaksanakan aktivitas operasinya secara efisien. Menurut Kasmir . Rasio leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan aktivanya. Dalam arti luas dikatakan bahwa rasio leverage digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan . Penelitian ini rasio leverage menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR). Menurut Kasmir . Debt to Asset Ratio (DAR) merupakan rasio utang yang digunkan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata Sudaryo et al Ekonam 3. EKONAM: Jurnal Ekonomi e-ISSN: 2685-8118 Vol. 03 No. Hlm: 94-103 Available online at http://ejournal. uicm-unbar. id/index. php/ekonam lain, seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan metode deskriptif dan verifikatif. Metode Penelitian kuantitatif menurut Sugiyono . adalah Aupenelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannyaAy. Menurut Sugiyono . yang dimaksud dengan metode analisis deskriptif adalah sebagai berikut: AuMetode desriptif analisis adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya yang mencari hubungan antara dua variabel atau lebih. Ay Adapun metode verifikatif menurut Hasan . adalah Aumetode penelitian yang bertujuan unntuk menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang ada sebelumnyaAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Linier Tabel 6 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Sig. ROA (X. TATO (X. DAR (X. Dependent Variable: financial distress (Y) Sumber: Hasil Output SPSS 25 . iolah, 2. Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui persaman sebagai berikut: ycU = 9,822 0,310ycU1 A 0,038ycU2 A 0,088ycU3 Nilai konstanta sebesar 9,822 berarti bahwa jika Rasio Profitabilitas. Rasio Aktivitas dan Rasio Leverage dalam penelitian ini bernilai 0 atau konstan maka variabel Financial Distress sebesar 9,822. Nilai variabel Rasio Profitabilitas sebesar 0,310 menunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan sebesar satu satuan dari variabel Rasio Profitabilitas maka nilai Financial Distress akan mengalami kenaikan sebesar 0,310. Begitu juga sebaliknya jika terjadi penurunan sebesar satu satuan dari variabel Rasio Profitabilitas maka Financial Distress akan mengalami penurunan sebesar 0,310 dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Nilai variabel Rasio Aktivitas sebesar -0,038 menunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan sebesar satu satuan dari variabel Rasio Aktivitas maka nilai Financial Distress akan mengalami kenaikan sebesar -0,038. Begitu juga sebaliknya jika terjadi penurunan sebesar satu satuan dari variabel Rasio Sudaryo et al Ekonam 3. Vol. 03 No. Hlm: 94-103 EKONAM: Jurnal Ekonomi Available online at http://ejournal. uicm-unbar. id/index. php/ekonam e-ISSN: 2685-8118 Aktivitas maka Financial Distress akan mengalami penurunan sebesar -0,038 dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Nilai variabel Rasio Leverage sebesar -0,088 menunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan sebesar satu satuan dari variabel Rasio Leverage maka nilai Financial Distress akan mengalami kenaikan sebesar -0,088. Begitu juga sebaliknya jika terjadi penurunan sebesar satu satuan dari variabel Rasio Leverage maka Financial Distress akan mengalami penurunan sebesar -0,088 dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Analisis Korelasi Berganda Analisis korelasi berganda digunakan untuk mengetahui derajat atau kekurangan hubungan antara variabel-variabel independen dan varibel dependen secara simultan. Berikut hasil analisis korelasi Tabel 7 Analisis Korelasi Berganda Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. DAR (X. ROA (X. TATO (X. Dependent Variable: financial distress (Y) Sumber: Hasil Output SPSS 25 . iolah, 2. Dilihat dari tabel 10 bahwa korelasi antara Rasio Profitabilitas (X . Rasio Aktivitas (X. , dan Rasio Leverage (X. Terhadap Financial Distress (Y) adalah 0,996. Berdasarkan tabel kriteria korelasi, korelasi antara Rasio Profitabilitas (X. Rasio Aktivitas (X. , dan Rasio Leverage (X. Terhadap Financial Distress (Y) termasuk kedalam kategori 0,800-1,000 mempunyai hubungan yang sangat kuat, berarti apabila terjadi kenaikan pada Rasio Profitabilitas (X. Rasio Aktivitas (X. , dan Rasio Leverage (X. Terhadap Financial Distress (Y) akan mengalami kenaikan juga begitupun sebaliknya. Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi Simultan Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur atau mengetahui besarnya perubahaan variabel dependen dijelaskan atau ditentukan oleh variabel independen. Koefisien determinasi berguna untuk mengetahui ketepatan atau kecocokan garis regresi yang dibentuk hasil pendugaan terhadap sekelompok data. Jika koefisien determinasi (R. semakin mendekati angka satu, maka semakin baik garis regresi terbentuk, dan semakin tepat garis regresi tersebut dalam mewakili data. Berikut hasil uji koefisien determinasi yang disajikan. Tabel 8 Hasil Uji Koefisien Determinasi Simultan Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. DAR (X. ROA (X. TATO (X. Dependent Variable: financial distress (Y) Sumber: Hasil Output SPSS 25 . iolah, 2. Sudaryo et al Ekonam 3. EKONAM: Jurnal Ekonomi e-ISSN: 2685-8118 Vol. 03 No. Hlm: 94-103 Available online at http://ejournal. uicm-unbar. id/index. php/ekonam Hasil dari table 8 menunjukan bahwa besarnya pengaruh antara variabel independen Rasio Profitabilitas (X. Rasio Aktivitas (X. , dan Rasio Leverage (X. dengan variabel dependen Financial Distress (Y) yang dinyatakan dalam R square sebesar 0,992 atau 99,2%. Yang artinya Rasio Profitabilitas. Rasio Aktivitas, dan Rasio Leverage memberikan pengaruh simultan sebesar 99,2% terhadap Financial Distress sedangkan sisanya 0,008% dipengaruhi oleh variabel lain. Dalam perumusan hipotesis statistik, antara hipotesis nol (H. dan hipotesis alternatif (H. selalu berpasangan, bila salah satu ditolak, maka yang lain pasti diterima sehingga keputusan yang tegas, yaitu H0 ditolak Ha diterima. Hipotesis statistik ditanyakan melalui symbol-simbol (Sugiyono, 2017:. Pada penelitian ini pengujian hipotesis ini bertujuan untuk menguji ada tidak adanya pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen hipotesis (H. Hipotesis alternatih (H. menunjukan adanya pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Uji hipotesis peneitian ini secara parsial menggunakan uji t dan uji F. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji . Uji parsial . digunakan untuk menguji signifikansi adanya pengaruh masing-masing varabel independen terhadap dependen. Kriteria uji t adalah jika t hitung Ou t tabel atau signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, berarti Ha diterima. Jika t hitung O t tabel atau signifikansi > 0,05 maka H0 diterima, berarti Ha ditolak artinya variable X. berikut pengujian hipotesis pada penelitian ini sebagai berikut: Hipotesis 1 H0 : Rasio Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Financial Distress H1 : Rasio Profitabilitas berpengaruh terhadap Financial Distress Berikut hasil uji parsial dan signifikasi dengan bantuan aplikasi SPSS 25 pada table 9. Tabel 9 Hasil Pegujian Hipotesis 1 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. ROA (X. Dependent Variable: financial distress (Y) Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Hasil Output SPSS 25 . iolah, 2. Hasil uji t dilihat pada table 9 menunjukan bahwa t hitung sebesar 3,490 sedangkan besarnya nilai dari t tabel . = 5% df= n-2. df=10-2 = . sebesar 2,306. Perbandingan antara t hitung dengan t tabel menunjukan bahwa t hitung > t tabel . ,490 > 2,. atau nilai signifikansi 0,008 lebih kecil 0,05 . ,008 < 0,. artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Rasio Profitabilitas memberikan pengaruh secara signifikan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2019. Hipotesis 2 H0 : Rasio Aktivitas tidak berpengaruh terhadap Financial Distress H1 : Rasio Aktivitas berpengaruh terhadap Financial Distress Berikut hasil uji parsial dan signifikasi dengan bantuan aplikasi SPSS 25 pada tabel 10. Sudaryo et al Ekonam 3. EKONAM: Jurnal Ekonomi e-ISSN: 2685-8118 Vol. 03 No. Hlm: 94-103 Available online at http://ejournal. uicm-unbar. id/index. php/ekonam Tabel 10 Hasil Pegujian Hipotesis 2 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. TATO (X. Dependent Variable: financial distress (Y) Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Hasil Output SPSS 25 . iolah, 2. Hasil uji t dilihat pada tabel 10 menunjukan bahwa t hitung sebesar -1,895 sedangkan besarnya nilai dari t tabel . = 5% df= n-2. df=10-2 = . sebesar 2,306. Perbandingan antara t hitung dengan t tabel menunjukan bahwa t hitung < t tabel (-1,895 < 2,. atau nilai signifikansi 0,95 lebih besar 0,05 . ,95 > 0,. artinya H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Rasio Aktivitas tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2019. Hipotesis 3 H0: Rasio Leverage tidak berpengaruh terhadap Financial Distress H1: Rasio Leverage berpengaruh terhadap Financial Distress Berikut hasil uji parsial dan signifikasi dengan bantuan aplikasi SPSS 25 pada tabel 11 sebagai Tabel 11 Hasil Pegujian Hipotesis 3 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. DAR (X. Dependent Variable: financial distress (Y) Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Hasil Output SPSS 25 . iolah, 2. Hasil uji t dilihat pada tabel 11 menunjukan bahwa t hitung sebesar -10,929 sedangkan besarnya nilai dari t tabel . = 5% df= n-2. df=10-2 = . sebesar 2,306. Perbandingan antara t hitung dengan t tabel menunjukan bahwa t hitung < t tabel (-10,929 < 2,. atau nilai signifikansi 0,000 lebih kecil 0,05 . ,000 < 0,. artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Rasio Leverage memberikan pengaruh secara signifikan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2019. Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Uji simultan (Uji F) digunkanuntuk mengetahui adanya pengaruh simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Jika yaEaycnycycycuyci > Ftabel atau nilai sign < 0,05 maka H0 ditolak. Jika Fhitung < Ftabel atau sign > 0,05 maka H0 diterima. Berikut hipotesis yang diajukan pada penelitian ini yaitu: Hipotesis 4 ya0 : yuUycn = 0 O Rasio Profitabilitas. Rasio Aktivitas dan Rasio Leverage tidak berpengaruh terhadap Financial Distress. ya1 O yuUycn O 0: Rasio Profitabilitas. Rasio Aktivitas dan Rasio Leverage berpengaruh terhadap Financial Distress. Sudaryo et al Ekonam 3. EKONAM: Jurnal Ekonomi e-ISSN: 2685-8118 Vol. 03 No. Hlm: 94-103 Available online at http://ejournal. uicm-unbar. id/index. php/ekonam Adapun hasil uji simultan dan signifikansi yang disajikan dengan bantuan SPSS 25 pada tabel 12 sebagai berikut: Tabel 12 Hasil Pengujian Hipotesis 4 ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: financial distress (Y) Predictors: (Constan. DAR (X. ROA (X. TATO (X. Sig. Sumber: Hasil Output SPSS 25 . iolah, 2. Hasil uji F menunjukan nilai f hitung sebesar 258,144 sedangkan besarnya nilai dari tabel . = 5% df= n-k-1. df=10-3-1 = . sebesar 4,76. Perbandingan antara f hitung dengan f tabel menunjukan bahwa f hitung > f tabel . ,144 > 4,. atau nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa Rasio Profitabilitas. Rasio Aktivitas dan Rasio Leverage secara simultan . ersama-sam. memberikan pengaruh secara signifikan terhadap Financial Distress. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan oleh penulis mengenai Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas. Rasio Aktivitas dan Rasio Leverage terhadap Financial Distress pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2019, dapat disimpulkan sebagai berikut: Rasio Profitabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode bahwa Rasio Aktivitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2019. Rasio Leverage berpengaruh secara signifikan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20152019. Rasio Profitabilitas. Rasio Aktivitas dan Rasio Leverage secara simultan . ersama-sam. memberikan pengaruh secara signifikan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2019. DAFTAR PUSTAKA