PENELITIAN ASLI SOSIALISASI PERAN ORANGTUA DALAM KELUARGA SEBAGAI ROLE MODEL PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK BAGI ANGGOTA P2MI GMI EKB SIMALINGKAR B MEDAN Arman Bemby Sinaga1*. Maria Friska N. 2 Mei Lyna Girsang3. Rini Efisanti Giawa4. Skolastika Zidomi5. Maria Destinariang Sari6 Farmasi. Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara. Indonesia. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara. Indonesia. Pendidikan Guru PAUD. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara. Indonesia. Info Artikel Riwayat Artikel: Diterima: 12 Juni 2025 Direvisi: 17 Juni 2025 Diterima: 25 Juni 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Kata kunci: role model, karakter Penulis Korespondensi: Arman Bemby Sinaga Email: amanbemby7naga@gmail. Abstrak Tanggung jawab orangtua sebagai role model merupakan tantangan sekaliagus peluang yang dimiliki oleh orangtua ditengah-tengah keluarga, khusunya para Bapak sebagai kepala keluarga. Posisi strategis Bapak sebagai kepala keluarga sangat penting utnuk diperhatikan daalam proses pendidikan karakter ditengah-tengah keluarga. Bapak seabagai orangtua menjadi role model karekter yang akan dicontoh oleh anak-anak. Apabila kareakter yang positif yang ditunjukkan oleh bapak, maka anak di rumah pun akan Karena pentingnya peran orangtua dalam proses Pendidikan karekter bagi anak di rumah, maka pengmas ini dilaksanakan untuk membangun kesadaran bagi para kaum bapak di P2MI GMI EKB Simalingkar Dengan kegiatan Pengmas ini, pada Bapak di P2MI GMI EKB Simalingkar B semakin sadar dan akhirnya memiliki komitmen untuk menjadi role model yang baik bagi anak di Tengah-tengah keluarga. Jurnal ABDIMAS Mutiara (JAM) e-ISSN: 2722-7758 Vol. No. 02 Juni, 2025 (P72-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM DOI: https://10. 51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Sistem Informasi Fakultas Sain dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Orangtua khususnya bapak dalam sebuah keluarga memiliki tanggungjawab dan peran yang sangat krusial dalam proses pembentukan karekater bagi anak. Proses Pendidikan karakter di dalam keluarga tidak bisa hanya dilepaskan atau dibebankan hanya kepada ibu. Dalam kebiasaan masyarakat Indonesia, peran utaman dalam membesarakan dan mendidik anak-anak sering dianggap hanya menjadi tugas dan tanggung jawab ibu. Paradigma lama ini sudah mengakar dalam lingkungan masyarakat Indonesia walau dari sisi lain secara budaya mayoritas Masyarakat Indonesia lebih cendruk menganut sistem patrenalisme. Dalam artikelnya Zainuri berpendapat bahwa keluarga adalah lingungan pertema dan terutama bagi pembentukan karakter anak. Ditengah keluargalah anak dibesarakan, belajar bersosialisasi yang akan membantu mereka bertumbuh yang kemudian akan bersosialisasi dengan lingkungan Masyarakat diluar keluarga (Zainuri:2. Dengan kata lain, keluarga seperti bengkel atau laboratorium pelatihan pembentukan karekter untuk mempersiapkan karakter anak sebelum siap untuk dilepaskan bersosialisasi ke dunia luar yakni masyarakat Selaras dengan Zainuri. Suriadi menekankan akan pentingnya peran Pendidikan dalam keluarga dalam pembentukan karakter anak. Sistem pendidkan dalam keluarga merupakan elemen dalam Pendidikan sepanjang masa karena proses ini tidak terikat pada formalitas, waktu, metode, umur fasilitas, dan lain sebagainya (Suriadi, dkk:2. Suriadi juga percaya bahwa melalui Pendidikan orangtua yang baiklah akan lahir anak-anak dengan karakter yang baik Kesadaran akan pentingnya suasana yang kondusif dalam lingkungan keluarga sebagai pusat Pendidikan dan pembentukan karakter juga ditekankan oleh Zainuri. Setiap kelurga harus meyadari bahwa pembentukan karakter anak sangat tergantung pada Pendidikan karakter di dalam rumah atau kelaurga (Zainuri:2. Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa kelurga merupakan gerbang utama luaran penghasil anak-anak dengan karakter yang baik. Karena itu, peran itu tidak bisa diabaikan oleh para orangtua, khusunya para Dalam kajiannya. Nurfahmi berpendapat kalau Ayah merupakan figur yang sangat bermakna bagi kehidupan anak, pentingnya peran seorang ayah dapat dipahami melalui sudut pandang teori peran yang menekankan bahwa pentingnya peran pengasuh utama pada anak, dimana pengasuhan utama tidak hanya terletak pada ibu melainkan harus melibatkan ayah (Nurfahmi:2. Dengan demikian, para bapak harus semakin memahami betapa krusialnya fungsi dan peran ayah dalam pembentukan karakter anak di dalam kelaurga. Senada dengan nurfahmi. Hamiani dan kawan-kawan berpendapat bahwa dukungan afeksi dan dukungan pengasuhan lebih dominan dalam cara ayah merawat anaknya. Keberhasilan seorang anak dimasa depan dietntukan oleh kekuatan dukugan afeksi dan dukungan pengasuhan anak. Pemahaman akan peran ayah ini dipengengaruhi oleh pandangan nilainilai budaya dan tuntunan norma sosial. (Harmaini, et al. : 2. Sejalan dengan pendapat tersebut. Nissa dan kawan-kawan, menyatakan bahwa ayah dalam pola pengasuhan mempunyai dampak pada aspek kognitif, dan emosional (Nissa et al:2. Hal tersebut semakin menunjukkan bahwa, peran bapak dalam proses pembentukan karakter tidak bisa lagi dipandang hanya sebagai pelengkap, melainkan sebagai satu langkah utama Bersama dengan ibu. Atas dasar tersebut diatas maka dilaksanakanlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Pengma. dengan tema AuSosialisasi Peran Orangtua dalam Keluarga sebagai Role Model Pembentukan Karakter Anak bagi Anggota P2MI GMI EKB Simalingkar B MedanAy yang dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Mei 2025. Solusi Permasalahan Mitra Adapun solusi yang ditawarkan pada pelaksanaan kegiatan Pengmas di lingkungan P2MI GMI EKB Simalingkar B ini adalah sebagai berikut : Memberikan pemahaman arti, cakupan, jenis dan bentuk-bentuk Karakter yang diperlukan untuk anak-anak Memberikan pemahaman akan pentingnya peran orangtua sebagai role model dalam pembentukan karekater anak Memberikan komitmen kepada anggota P2MI untuk memaksimalkan peran orangtua sebagai role model dalam pembentukan karekater anak Membangun komunitas untuk berbagi pengalaman menjadi orangtua sebagai role model dalam pembentukan karekater anak di dalam keluarga. Metode Metode pelaksanaan Pengmas Sosialisasi Peran Orangtua dalam Keluarga sebagai Role Model Pembentukan Karakter Anak bagi Anggota P2MI GMI EKB Simalingkar B Medan ini adalah dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Seluruh metode kegiatan yang direncanakan berjalan dengan lancar dengan diikuti oleh 20 bapak yang merupakan anggota Persekutuan Pria Methodist Indonesia (P2MI) GMI EKB Simalingkar B Medan . Kegiatan berlangsung mulai pukul 18. 00 WIB hingga 21. 00 WIB dengan melibatkan tiga pemateri serta dibantu tim dari mahasiswa USM-Indonesia. Adapun ketiga pemateri adalah . Arman Bemby Sinaga, . Maria F. Nainggolan, dan . Mei Lyna Girsang dengan rincian metode pelaksanaan kegiatan seperti dalam tabel berikut. NO. PEMATERI Arman Bemby Sinaga Maria F. Nainggolan TOPIK Menjelaskan Batasan Pendidikan Karakter oleh orangtua dalam Menjelaskan Peran Penting Bapak dalam Pendidikan Karakter Mey Lina Girsang Penguatan Komitemen Bersama Menciptakan komunitas Bapak sebagai Role Model SASARAN Memberikan pemahaman arti, cakupan, jenis dan bentukbentuk Karakter diperlukan untuk anak-anak Memberikan pemahaman akan pentingnya peran orangtua sebagai role model dalam pembentukan karakater anak Memberikan komitmen kepada P2MI memaksimalkan peran orangtua sebagai role model dalam pembentukan karekater anak Membangun komunitas untuk berbagi pengalaman menjadi orangtua sebagai role model dalam pembentukan karekater anak di dalam keluarga METODE - Ceramah - Diskusi - Tanya Jawab - Ceramah - Diskusi - Tanya Jawab - Ceramah dan sikap/komitem Hasil Dan Pembahasan Pemateri pertama Arman Bemby Sianga Memberikan pemahaman arti, cakupan, jenis dan bentuk-bentuk Karakter yang diperlukan untuk anak-anak. Dalam paparanya ada beberapa kerakater seperti kebaikan, kejujuran, keramahan, simpati, kerendahan hati, disiplin dan kemurahan yang perlu dimodelkan oleh para bapak di tengah-tengah keluarga. Menjadi teladan dalam pelakasanaan karakter-karakter mendasar tersebut, diharapkan akan menghasailkan anak-anak dengan karakter baik dan kuat seperti gharapan. Hal tersebut, sesuai dengan kesimpulan Lubis bahwa penanaman karakter karakter dirumah dapat dilakukan orangtua dalam bentuk keteladanan, pembiasaan, nasihat, hukuman (Lubis:2. Pemateri Kedua Maria F. Nainggolan Memberikan pemahaman akan pentingnya peran orangtua sebagai role model dalam pembentukan karakater anak. Selain itu, pemateri kedua juga memberikan komitmen kepada anggota P2MI untuk memaksimalkan peran orangtua sebagai role model dalam pembentukan karekater anak. Materi pada sesi kedua sesuai dengan pendapat Nissa dan kawan-kawan bahwa Ketidakhadiran ayah dalam aktivitas pengasuhan menyebabkan anak mempunyai harga diri rendah ketika mereka dewasa, cenderung memiliki perasaan malu, marah karena merasa berbeda, anak tidak dapat mengalami kebersamaan bersama ayah seperti anak-anak lainnya. Anak-anak yang dibesarkan tanpa seorang ayah memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk hidup dalam kemiskinan, bahkan melakukan kejahatan, lebih tinggi kemungkinan untuk putus sekolah, dibandingkan anak-anak yang memiliki orang tua lengkap. Sosok seorang ayah memiliki peran yang tidak dapat digantikan oleh seorang ibu. (Nissa et al:2. Pemateri Ketiga Mey Lina Girsang melakukan penguatam komitemen bersama para pererta yakni bapak-bapak P2MI GMI EKB dalam menciptakan komunitas P2MI GMI EKB sebagai Role Model dalam proses pendidilam dam pembentukan karakter bagi anakanak di rumah. Dalam hal ini, baik melalui maupun para anggota. P2MI GMI EKB akan berupaya menjadikan pertemua sekali seminggu untuk tetap saling memberikan saran, masukan dan dukungan dalam komunitas agar tetap menjadi role model yang baik di dalam keluarga, sehingga karakter anak-anak terbentuk menjadi anak-anak yang berkarakter baik dan kuat ditengah-tengah masyarakat. Gambar 1. Tim Pengmas USM-Indonesia Memberikan Sosialisasi Kepada Para anggota P2MI GMI EKB Gambar 2. Tim Pengmas Beserta Anggota P2MI GMI EKB Simalingkar B Kesimpulan Dan Saran Peran dan kehadiran seorang bapak dalam proses Pendidikan karakter sangatlah penting dan strategis dalam proses Pendidikan karakter anak-anak di dalam keluarga. Secara social maupun budaya. Masyarakat Indonesia secara dominan memegang teguh sistem patrelianis dalam keluarga dimana bapak sebagai pembawa garis keturuan memiliki kekuatan dan memberikan Pendidikan di rumah. Hal tersebut didukung dengan Masyarakat Indoensia yang religius dimana Bapak diayikini sebagai pemimpin atau teladan dalam hal pembetukan sikap dan karakter baik di rumah dan bermayarakat. Pelaksanaan Pengmas ini memberikan kesadaran akan penting dan strategisnya peran Bapak dalam proses Pendidikan karaketer pada para bapak P2MI GMI EKB Simalingkar B Medan. Selain itu, para anggota P2MI tersebut juga akhirnya memiliki komitmen untuk menjadikan P2MI sebagai wadah untuk berbagi saran dan masukan untuk menjadi role model bagi anak-anak di tengah-tengah keluarga. Kesadaran dan komitmen sedemikian perlu ditularkan juga bagi komuktas-komunitas Bapak-bapak lainnya. Sehingga disarankan agar sosialisasi sedemikian dilakukan lebih luas agar pembentukan karakter baik dan kuat dalam keluarga ini akahirnya memperkuat karakter masyarakat dan Bangsa Indonesia. Ucapan Terimakasih Ucapan Terima kasih disampaikan kepada semua pihak khususnya: - Pdt. FaAoatulo Laia. Th sebagai pimpinan Jemaat Gereja Methodist Indonesia Jemaat Efrata Kwala Bekala Simalingkar B - Cls. Simamora. SE. , sebagai Ketua P2MI Gereja Methodist Indonesia Jemaat Efrata Kwala Bekala Simalingkar B Referensi