PENGUATAN PEMASARAN DIGITAL PRODUK HOME INDUSTRI UMKM BUBUK KOPI DI KELURAHAN TANJUNG IMAN KABUPATEN KAUR Erlian Dwisnu. Ovita Charolina. Samsul Akmal. Nansi Rianindita. Yuli Yusmita. 1,2,3,4,. Sekolah Tinggi Ilmu Administras Bengkulu Bengkulu Indonesia Email : . dwisnuerlian@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Mei 2. Revised . Juni 2. Accepted . Juli 2. This is an open access article under the CCAeBYSA license ABSTRAK Program penguatan pemasaran digital ini bertujuan untuk membantu pelaku UMKM bubuk kopi di Kelurahan Tanjung Iman dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, dan efisiensi promosi melalui media digital. Produk bubuk kopi lokal yang diproduksi secara tradisional memiliki kualitas dan cita rasa khas, namun selama ini hanya dipasarkan secara konvensional. Kegiatan ini dilakukan melalui identifikasi pelaku UMKM, pelatihan pemasaran digital, perbaikan desain kemasan, pembuatan konten promosi, dan pendampingan penggunaan media sosial. Hasil sementara menunjukkan peningkatan minat konsumen dan aktivitas promosi yang lebih aktif dari para pelaku UMKM. ABSTRACK This digital marketing empowerment program aims to assist coffee powder MSME actors in Kelurahan Tanjung Iman in expanding market reach, enhancing competitiveness, and improving promotional efficiency through digital media. The locally produced coffee powder, traditionally processed, has distinctive quality and flavor, but has so far only been marketed through conventional means. This activity includes the identification of MSME actors, digital marketing training, packaging design improvement, promotional content creation, and mentoring in the use of social media. Preliminary results indicate increased consumer interest and more active promotional efforts by MSME participants. Keywords:Digital Marketing. UMKM. Bubuk Kopi. Media Sosial PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian nasional, termasuk di daerah pedesaan seperti Kelurahan Tanjung Iman. Kecamatan Kaur Tengah. Kabupaten Kaur. Provinsi Bengkulu. Wilayah ini memiliki sejarah panjang dan karakter masyarakat yang kuat dalam gotong royong serta semangat kewirausahaan. Sejak awal dikenal sebagai Dukuh Tanjung Eman, yang kemudian resmi menjadi Kelurahan Tanjung Iman pada tahun 1970, kawasan ini telah berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat yang cukup aktif. Kelurahan Tanjung Iman terdiri dari sembilan dusun dan memiliki struktur kelembagaan yang lengkap, termasuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Karang Taruna. PKK, dan kelompok UMKM. Kelembagaan ini turut mendukung berbagai sektor, khususnya pertanian dan usaha rumah tangga seperti produksi bubuk kopi. Wilayahnya yang kini mencakup A3. 510 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 1. 217 jiwa menunjukkan potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal, terutama berbasis produk unggulan. Salah satu produk home industri yang menjadi ciri khas dan memiliki peluang pasar besar adalah bubuk kopi tradisional, yang diproses secara manual dan memiliki cita rasa khas. Meskipun telah dikenal secara lokal, produk ini masih dipasarkan secara konvensional melalui warung dan pasar setempat, dengan kemasan sederhana dan tanpa strategi branding yang kuat. Di tengah perkembangan era digital, strategi pemasaran semacam ini menjadi kurang efektif dan membatasi jangkauan pasar. Permasalahan utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM kopi di Kelurahan Tanjung Iman adalah keterbatasan pengetahuan dan kemampuan dalam menggunakan teknologi digital, khususnya media sosial dan ecommerce, sebagai media promosi dan penjualan. Minimnya akses terhadap pelatihan digital marketing dan belum optimalnya pemanfaatan platform digital menyebabkan produk lokal ini kalah bersaing dengan produk luar daerah yang dikemas dan dipasarkan secara profesional. Menyikapi kondisi ini, program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan KKN difokuskan pada penguatan pemasaran digital produk home industri bubuk kopi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk, memperluas jangkauan pasar, dan membangun kesadaran pentingnya transformasi digital bagi keberlangsungan UMKM. Transformasi digital dalam pemasaran UMKM telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan perluasan pasar (Putra et al. , 2. Selain itu, penggunaan platform digital memberikan akses terhadap konsumen yang lebih luas, membangun merek lokal yang lebih kuat, serta meningkatkan pendapatan pelaku usaha (Suryana & Herlina, 2. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dalam penggunaan media sosial sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan digital pelaku UMKM di daerah terpencil (Wahyuni & Ramadhan, 2. Melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM di Kelurahan Tanjung Iman dapat lebih siap menghadapi era ekonomi digital dan membawa produk kopi lokal ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun II. METODE Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui kegiatan observasi, wawancara, pelatihan, dan pendampingan. Adapun tahapan kegiatan meliputi: Identifikasi UMKM: Pendataan pelaku usaha, kapasitas produksi, desain kemasan, dan saluran distribusi yang ada. Sosialisasi: Penyampaian manfaat pemasaran digital kepada pelaku UMKM. Pelatihan Digital Marketing: Penggunaan aplikasi desain (Canv. , pembuatan konten foto dan video, serta manajemen media sosial. Pendampingan Promosi: Pembuatan akun media sosial seperti Facebook. Instagram, dan WhatsApp Business. Simulasi Penjualan Online: Praktik pengelolaan pesanan, pembayaran, pengemasan, dan pengiriman. Tujuan Tujuan dari kegiatan ini adalah: Membantu pelaku UMKM memahami pentingnya pemasaran digital. Meningkatkan kualitas kemasan dan citra produk. Mendorong pelaku usaha untuk aktif memanfaatkan media sosial dalam promosi. Menumbuhkan daya saing produk kopi lokal di pasar yang lebih luas. Manfaat Kegiatan ini memberikan manfaat sebagai berikut: Menambah wawasan pelaku UMKM tentang digital marketing. Membantu meningkatkan kualitas branding dan kemasan. Memberikan pelatihan praktis untuk promosi produk secara daring. Memperluas jaringan pemasaran UMKM secara efisien. Sasaran Sasaran utama program ini adalah seluruh pelaku usaha bubuk kopi rumahan yang berada di Kelurahan Tanjung Iman, khususnya yang belum memanfaatkan media digital untuk promosi dan pemasaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Program ini mendapat sambutan positif dari pelaku UMKM. Setelah pelatihan, mereka mulai aktif menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk. Desain kemasan baru menambah daya tarik visual produk, dan beberapa pelaku telah menerima pesanan dari luar daerah. Konten foto dan video yang dibuat bersama tim KKN berhasil meningkatkan interaksi di media sosial. Salah satu keberhasilan yang menonjol adalah peningkatan penjualan hingga 20% dalam dua minggu pertama setelah peluncuran kampanye digital. Pelatihan Administrasi Digital dengan Tema: Au Penguatan Pemasaran Digital Produk Home Industri Umkm Bubuk Kopi Di Kelurahan Tanjung Iman Kabupaten KaAy (Kamis, 26 Juni 2. Tabel 1 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Waktu Kegiatan Keterangan 00 Ae 08. Registrasi peserta & pembukaan Pendaftaran & sambutan panitia 30 Ae 09. Sambutan Kepala Kelurahan Penjelasan tujuan & tema kegiatan 00 Ae 09. Materi pengantar: media promosi yang Pentingnya digitalisasi di kelurahan 30 Ae 10. Pengenalan Aplikasi Demo awal & tanya jawab 00 Ae 12. Praktik: membuat media yang menarik untuk promosi Peserta membuat logo 00 Ae 13. Istirahat & makan siang Ai 30 Ae 15. Tanya jawab & konsultasi Peserta menyampaikan kendala 00 Ae 15. Penutupan & foto bersama Penyampaian kesan pesan & Gambar 1 Pembukaan kegiatan pengabdian Gambar 2: Praktek Promosi di Medsos Gambar 3. Praktek desain pembuatan logo kopi Gambar 4. penutupan pengabdian IV. PENUTUP Kesimpulan Program penguatan pemasaran digital terbukti efektif dalam mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan tren pemasaran modern. Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan memberikan pemahaman praktis dan langsung dapat diterapkan. Pelaku UMKM juga memahami pentingnya media sosial dalam pemasaran. Kemasan produk menjadi lebih menarik dan profesional. Penjualan meningkat berkat perluasan jangkauan pasar. Pelaku UMKM menjadi lebih mandiri dalam mempromosikan Saran Program ini dapat diperluas ke sektor UMKM lainnya di daerah sekitar. Selain itu, pelaku usaha didorong untuk terus aktif dan konsisten dalam melakukan promosi digital. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih kepada pihak kelurahan, pelaku UMKM bubuk kopi, dan masyarakat Kelurahan Tanjung Iman atas kerja sama dan antusiasme dalam pelaksanaan program ini. DAFTAR PUSTAKA