Original Research Paper Peran Situs Keramat Alami Sumber Nyolo Dalam Konservasi Tumbuhan dan Jasa Ekosistem Berbasis Kearifan Lokal (Studi Kasus Sumber Nyolo. Ngenep. Karang Ploso. Malan. The Role of the Sumber Nyolo Sacred Natural Site in Plant Conservation and Ecosystem Services Based on Local Wisdom (A Case Study of Sumber Nyolo. Ngenep Village. Karang Ploso. Malang ) Purnomo1, *. Aslam Chitami Priawan Siregar2. Awaluddin Hidayat Ramli Inaku1. Syifa Saputra3 Magister Ilmu Lingkungan. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Surabaya. Kode Pos 8031. Indonesia. Departemen Fisika. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Surabaya. Kode Pos 8031. Indonesia. Program Studi Kehutanan. Universitas Almuslim. Bireuen Provinsi Aceh. Kode Pos 24251. Indonesia. *Corresponding Author: purnomo. mling@upnjatim. Abstrak: Situs keramat alami (SKA) Sumber Nyolo merupakan kawasan yang dikeramatkan oleh masyarakat dan memiliki struktur komunitas tumbuhan yang khas menyerupai lanskap hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran SKA dalam konservasi tumbuhan dan jasa ekosistem, serta mengkaji nilai budaya masyarakat setempat yang terkait dengan keberadaannya. Metode penelitian dilakukan dengan membuat petak contoh sebanyak empat plot tersebar di seluruh awasan, dengan ukuran 20 x 20 m untuk tumbuhan tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tiang, 5 x 5 m untuk pancang dan 2 x 2 m untuk semai. Analisis data dilakukan secara deskriptif meliputi indeks nilai penting (INP), indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (HA. , indeks kemerataan Evenness (E), indeks dominansi Simpson (C) dan endemisitas (En. Tumbuhan di SKA ditemukan 53 spesies, dengan 26 Pada tingkat pohon dan pancang Syzygium pycnanthum merupakan spesies yang mendominasi dengan INP tertinggi, tingkat tiang terjadi ko-dominansi antara spesies Bambusa blume. Dendrocalamus asper dan Syzygium littorale, sedangkan tingkat semai Syzygium littorale merupakan spesies dominan dengan nilai INP tertinggi dibandingkan spesies lainnya. Komunitas tumbuhan di SKA ini masuk kategori stabil ditunjukkan dengan HAo untuk tingkat pohon 3,43, tiang 3,17, pancang 4,45 dan semai 2,23. Persebaran spesies tumbuhan masuk kategori merata dengan nilai EAo tingkat pohon 0,60 , tiang 0,49, pancang 0,74 dan semai 0,34. Selain itu juga tidak adanya spesies yang dominan ditunjukkan dengan nilai C mendekati angka nol. Tumbuhan yang ditemukan sebagian besar merupakan tumbuhan lokal dengan endemisme 94%. Tumbuhan di SKA memiliki jasa ekologi yang meliputi regulating services provisioning services dan supporting services. Kawasan SKA juga memiliki fungsi sebagai pusat sosial budaya masyarakat seperti acara bersih desa. Kata kunci: etnoekologi, jasa ekosistem, konservasi tumbuhan, situs keramat alami Abstract: The Sumber Nyolo Natural Sacred Site (NSS) is an area venerated by the local community and characterized by a distinctive plant community structure resembling a forest landscape. This study aims to analyze the role of the Sacred Natural Site (SNS) in plant conservation and ecosystem services, as well as to examine the cultural values of the local community associated with its existence. The research employed a plot sampling method, consisting of four plots distributed throughout the area, with plot sizes of 20 y 20 m for tree-level vegetation, 10 y 10 m for poles, 5 y 5 m for saplings, and 2 y 2 m for seedlings. Data were analyzed descriptively using the Importance Value Index (IVI). ShannonAeWiener diversity index (HA. Evenness index (E). SimpsonAos dominance index (C), and endemism (En. A total of 53 plant species belonging to 26 families were recorded in A 2025 Purnomo . This article is open access Purnomo dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 137 Ae 147 DOI: 10. 22146/bib. the NSS. At the tree and sapling levels. Syzygium pycnanthum was the dominant species with the highest IVI At the pole level, co-dominance occurred among Bambusa blumeana. Dendrocalamus asper, and Syzygium littorale, while Syzygium littorale was dominant at the seedling level with the highest IVI value compared to other species. The plant community in the NSS is categorized as stable, as indicated by HAo values of 43 . , 3. , 4. , and 2. Species distribution was relatively even, with EAo values of 0. , 0. , 0. , and 0. Moreover, the absence of a dominant species was indicated by C values approaching zero. Most of the recorded plants were local species with a high endemism rate of 94%. Vegetation in the NSS provides various ecological services, including regulating, provisioning, and supporting services. In addition, the NSS functions as a socio-cultural center for the local community, serving as the venue for traditional events such as the Bersih Desa ceremony. Copyright: A 2025. Berkala Ilmiah Biologi (CC BY 4. Keywords: ecosystem services, ethnoecology, natural sacred site, plant diversity Dikumpulkan: 4 November 2025 Direvisi: 14 November 2025 Diterima: 8 Desember 2025 Dipublikasi: 31 Desember 2025 Pendahuluan Perlindungan keanekeragaman hayati telah dilakukan oleh pemerintah melalui penetapan berbagai kawasan konservasi (Abdulaziz, et. Nadhira and Sambas, 2. Namun demikian degradasi keanekaragaman hayati masih terjadi (Maskun et. al, 2. Hal ini mendorong perlunya untuk mengakomodir prinsip-prinsip konservasi lokal berbasis kearifan lokal yang terbukti mampu melindungi (Yulia. Theofani, 2. Salah satu bentuk kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan adalah adanya penetapan kawasan yang dianggap sakral oleh masyarakat (Mekonen, 2. Kawasan sakral ini dengan istilah situs keramat alami. Situs keramat alami (SKA) merupakan landskap hutan yang sengaja disisakan oleh suatu masyarakat dalam tata guna lahan di kawasan pedesaan (Manna et al, 2. SKA merupakan petak hutan alam yang tersisa, dilindungi melalui hukum masyarakat lokal di dekat pemukiman dan dijaga untuk tujuan budaya (Zannini et al. , 2021. Verschuuren, et. ,al. Keberadaan situs keramat alami terdapat pada masyarakat adat maupun non adat (Ormsby, 2. United Nations Educational. Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan World Wildlife Fund (WWF) mengakui keberadaan Situs Keramat Alami sebagai salah satu strategi konservasi sebagaimana kawasan pelestarian alam formal yang dibuat oleh negara (Tatay dan Amparo. Situs Keramat Alami Sumber Nyolo dapat dianggap sebagai salah satu fragmen hutan sakral yang masih tersisa di dalam Hasil pendahuluan didapatkan informasi bahwa SKA Sumber Nyolo merupakan kawasan yang masih relatif terkonservasi karena adanya larangan menggunaan lahan dan penebangan tumbuhan di kawasan ini. Hal ini menyebabkan struktur vegetasi yang ada relatif alami dengan berbagai spesies tumbuhan lokal yang dilindungi secara adat. Walaupn masyarakat di sekitar SKA bukan Masyarakat adat, tetapi mereka menjadikan SKA sebagai kawasan penting dalam melaksanakan ritual adat. Hal ini menunjukkan integrasi budaya dan ekologi. Namun demikian informasi ilmiah terkait komposisi dan komposisi tumbuhan, fungsi ekologi, serta peran etnoekologi SKA ini masih sangat terbatas. Oleh karena itu diperlukan kajian di SKA Sumber Nyolo untuk memahami peran dan kontribusi SKA dalam konservasi keanekaragaman hayati tumbuhan, jasa ekosistem, dan etnoekologinya. A 2025 Purnomo . This article is open access Purnomo dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 137 Ae 147 DOI: 10. 22146/bib. Lokasi dan Metode Penelitian ini dilakukan di SKA Sumber Nyolo di Desa Ngenep Kecamatan Karangploso, kabupaten Malang. Jawa Timur. Indonesia. Lokasi SKA Sumber Nyolo pada koordinat 7A52'44. 50"S dan 112A37'19. 63"E, elevasi 622-608 m dpl. Analisis vegetasi terhadap SKA Sumber Nyolo keanekaragaman hayati yang terdapat di dalamnya sehingga mempermudah di dalam melakukan konservasi. Analisis vegetasi dilakukan dengan membuat petak-petak contoh berukuran 2 x 2 m2 untuk vegetasi tingkat semai, petak ukur 5 m x 5 m2 untuk vegetasi tingkat pancang, petak ukur tingkat tiang dengan ukuran 10 m x 10 m, dan petak ukur tingkat pohon dengan ukuran 20 m x 20 m2. Identifikasi tanaman digunakan buku Flora of Java dan buku Flora Malaysiana serta ditanyakan kepada ahli taksonomi yang ada di Kebun Raya Purwodadi atau staf di Laboratorium Ekologi dan Restorasi Ekosistem Tropika Universitas Brawijaya. Data vegetasi yang telah didapatkan selanjutnya dianalisis nilai Kerapatan jenis. Kerapatan Relatif. Frekuensi. Frekuensi Relatif. Dominasi. Dominasi Relatif. Indeks Nilai Penting dan Indeks Keanekaragaman dari tiap-tiap jenis dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Data vegetasi yang telah diperoleh dilakukan analisis yang meliputi INP. HAo E, id dan E (Tabel . Faktor keanekaragaman hayati situs keramat alami dilakukan dengan wawancara terhadap Informan berdasarkan teknik purposive sampling dengan menggunakan criterion based selection, yaitu penentuan jumlah informan ditetapkan sendiri oleh peneliti berdasarkan pertimbangan tertentu (Palinkas, et. ,al 2. Pemilihan informan ini didasarkan atas subyek yang banyak memiliki informasi terkait kearifan lokal dalam konservasi kawasan SKA dan bersedia memberikan informasi tersebut. Dalam penelitian ini informan meliputi kepala dusun, juru kunci dan masyarakat yang tinggal di sekitar SKA Sumber Nyolo. Gambar. Petak contoh pengambilan data Tabel 1. Rumus Analisis Vegetasi Analisis Indeks Nilai Penting (INP) Indeks Keanekaragaman (HA. Shannon Wienner Indeks Kemerataan PielouAos Rumus KR= Kerapatan relatif FR= Frekuensi relatif DR= Dominansi relative (Solfiyeni et al. H = - Eu pi 2log pi HAo : Indeks keanekaragaman ShannonWienner pi: Proporsi spesies ke-i terhadap jumlah total S : The total number of species in the community (Nolan et al. E= HAo/H max E = Indeks keseragaman Keterangan INP menggambarkan dominansi atau signifikannya suatu spesies dalam komunitas HAo menunjukan kestabilan komunitas semakin tinggi nilai HAo semakin stabil komunitas tersebut, dengan keriteria Indeks Shanon-Wiener rendah jika HAo < 1,5 Indeks Shanon-Wiener sedang jika 1,5 O HAo Ou Indeks Shanon-Wiener tinggi jika HAo > 3,5 E menunjukan kemerataan spesies komunitas semakin tinggi nilai E semakin stabil komunitas tersebut, dengan keriteria A 2025 Purnomo . This article is open access Purnomo dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 137 Ae 147 DOI: 10. 22146/bib. Evenness (EA. Index Indeks Dominansi Simpson . H max = 2Log S = Jumlah spesies (Lou J. Eu Ni (Ni - . C = --------------------N (N - . Endemisitas (En. 0< E'O 0. 5 Komunitas tertekan, dominasi spesies tinggi 5< E'O 0. 75 Komunitas stabil 5< A O0. 75 Komunitas stabil, distribusi spesies merata Menunjukan tingkat dominansi spesies dalam suatu komunitas Nilai mendekati 0: kodominansi atau tidak ada spesies yang mendominasi. Nilai mendekati 1: adanya dominansi. keanekaragaman rendah = Indeks Dominansi Simpson = Jumlah individu jenis ke-i = Jumlah total individu (Solfiyeni et al. End = -------- x 100 % Eu En En=jumlah spesies endemic Eu En=keseluruahn spesies yang ditemukan (Purnomo et. , 2. Hasil dan Pembahasan Hasil Struktur dan Komposisi Tumbuhan di SKA Sumber Nyolo Situs keramat alami Sumber Nyolo berada di Desa Ngenep Kecamatan Karang Ploso Kabupaten Malang memiliki struktur vegetasi yang lengkap baik semai, pancang, tiang dan pohon. Jenis tumbuhan katagori pohon yang ditemukan di SKA Sumber Nyolo terdapat 27 spesies, dengan pesies dominan adalah Jambu Batu Merah (Syzygium pycnanthu. dengan INP 52%. Soka Jawa (Saraca indic. dengan INP 28. Jambu Batu Hijau (Syzygium littoral. dengan INP 28. Dao (Dracontomelon da. dengan INP . Aren (Arenga pinnat. dan lain-lainnya. Jenis tumbuhan katagori tiang atau tumbuhan dengan diameter batang 10 sd 20 cm yang ditemukan di Menunjukan persentase tumbuhan local dalam suatu komunitas SKA Sumber Nyolo terdapat 17 spesies. Spesies habitus tiang yang dominan adalah jenis-jenis bambu yaitu Bambusa blume. Dendrocalamus asper. Jambu Batu Hijau (Syzygium littoral. Jambu Batu Merah (Syzygium pycnanthu. Dao (Dracontomelon da. Bulu putih (Ficus fistulos. Croton oblongus. Semecarpus anacardium dan lainlainnya. Jenis tumbuhan katagori pancang yang ditemukan di terdapat 28 spesies. Spesies dominan adalah Jambu Batu Merah (Syzygium pycnanthu. Palem Piji (Pinanga coronat. Popowia sp. Badutan (Planchonella obovat. dan lain-lainnya. Jenis tumbuhan katagori semai yang ditemukan di SKA Sumber Nyolo terdapat 12 spesies. Komposisi tumbuhan dominan terdiri dari semai jambu batu hijau (Syzygium littoral. Soka (Saracca indic. , kaliandra merah (Calliandra calothyrsu. , girang (Leea indic. dan lain-lainnya A 2025 Purnomo . This article is open access Purnomo dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 137 Ae 147 DOI: 10. 22146/bib. Tabel 2. INP Tumbuhan di SKA Sumber Nyolo Pohon Famili Nama Lokal Myrtaceae Jambu batu merah 23,15 16,98 11,54 51,67 Fabaceae Soka 13,89 12,63 1,92 28,45 Myrtaceae Jambu batu hijau 10,19 8,13 9,62 27,93 Saraca indica L Syzygium littorale (Blum. Amshoff Dracontomelon dao (Blanc. Merr. & Rolfe Anacardiaceae Dao 7,41 7,62 7,69 22,72 Arenga pinnata (Wurm. Merr. Arecaceae Aren 5,56 4,19 7,69 17,44 Spesies Syzygium epicanthi Merr. Perry INP Ficus virens Aiton Moraceae Bunut 1,85 8,87 5,77 16,49 Aleurites moluccanus (L. ) Willd. Euphorbiaceae Kemiri 4,63 5,47 3,85 13,94 Holomanthus sp. Euphorbiaceae Holomanthus 5,56 5,99 1,92 13,47 Anacardiaceae Ingas 3,70 3,92 5,77 13,39 Gluta renghas L. Lagerstroemia speciosa (L. Pers. Lythraceae Bungur 2,78 2,72 5,77 11,27 Ficus benjamina L. Moraceae Beringin Jawa 1,85 2,86 3,85 8,56 Phyllanthaceae 1,85 2,10 3,85 7,79 Bishovia javanica Blume Artocarpus elasticus Reinw. ex Blume Moraceae Bendo 1,85 3,64 1,92 7,42 Hibiscus tiliaceus L. Malvaceae Waru gunung 1,85 1,43 3,85 7,13 Holomanthus sp. Euphorbiaceae Holomanthus 1,85 1,74 1,92 5,52 Terminalia macrocarpa Dacne Combretaceae Clumprit 0,93 2,51 1,92 5,36 Samanea saman (Jacq. ) Merr. Fabaceae Trembesi 0,93 2,45 1,92 5,30 Croton oblongus (Burm. Euphorbiaceae Gulu menjeng 1,85 1,00 1,92 4,77 Holomanthus sp. Euphorbiaceae Tutup 0,93 1,04 1,92 3,89 Bombaceae Syzygium acuminatissimum ((Blum. DC. Bombaceae Bombaceae 0,93 0,98 1,92 3,83 Myrtaceae 0,93 0,78 1,92 3,63 Flacourtia rukam Zoll. & Moritzi Cananga odorata (Lam. Hook. & Thomson Flacourtiaceae Rukem 0,93 0,59 1,92 3,44 Annonaceae Kenanga 0,93 0,51 1,92 3,36 Rutaceae Kemuning 0,93 0,49 1,92 3,34 Muraya paniculata (L. ) Jack Syzygium polyanthum (Wigh. Walp. Myrtaceae Salam 0,93 0,49 1,92 3,34 Antidesma bunius L. Phyllanthaceae Buni 0,93 0,43 1,92 3,28 Ficus fistulosa Reinw. ex Blume Moraceae Tosari 0,93 0,43 1,92 3,28 Tiang Spesies Bambusa blume &J. Schultes Dendrocalamus asper Syzygium littorale (Blum. Amshoff Syzygium pycnanthum Merr. Perry Famili Nama Lokal INP Poaceae bambu oti 32,56 22,66 3,23 58,44 Poaceae Bambu betung 17,44 23,18 3,23 43,84 Myrtaceae Jambu batu hijau 12,79 13,91 16,13 42,83 Myrtaceae Jambu batu merah 5,81 7,73 12,90 26,44 A 2025 Purnomo . This article is open access Purnomo dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 137 Ae 147 DOI: 10. 22146/bib. Dracontomelon dao (Blanc. Merr. & Rolfe Anacardiaceae Dao 6,98 7,30 6,45 20,72 Ficus fistulosa Reinw. ex Blume Moraceae Tosari 3,49 3,95 9,68 17,11 Croton oblongus Burm. Euphorbiaceae Gulu menjeng 3,49 3,09 9,68 16,26 Semecarpus anacardium L. Anacardiaceae Semeocarpus 4,65 5,06 6,45 16,17 Macarangan sp. Euphorbiaceae Macarangan sp. 2,33 2,58 6,45 11,35 Phyllanthaceae Buni 2,33 2,15 3,23 7,70 Lythraceae Bungur 1,16 1,46 3,23 5,85 Meliaceae Kedoyo 1,16 1,46 3,23 5,85 Antidesma bunius (L. ) Spreng. Lagerstroemia speciosa (L. Pers. Dysoxylum gaudichaudianum (A. Juss. ) Miq. Planchonella obovata (R. Br. Pierre Sapotaceae Badutan 1,16 1,37 3,23 5,76 Areca catechu L Arecaceae Pinang 1,16 1,20 3,23 5,59 Terminalia macrocarpa Decne Combretaceae Clumprit 1,16 1,03 3,23 5,42 Holomanthus sp. Euphorbiaceae Holomanthus 1,16 0,94 3,23 5,33 Gluta renghas L. Anacardiaceae Ingas 1,16 0,94 3,23 5,33 Pancang Spesies Syzygium pycnanthum Merr. Perry Pinanga coronata Blume Arecaceae Palem Piji 8,06 18,22 2,04 28,32 Annonaceae Annonaceae 8,06 5,67 10,20 23,94 Sapotaceae Planconela 6,45 5,67 8,16 20,28 Pittosporaceae Cembirit 4,84 4,45 4,08 13,37 Fabaceae Kaliandra 6,45 4,86 2,04 13,35 Popowia sp. Planchonella obovate (R. Br. Pierre Pittosporum moluccanum (Lam. ) Miq. Calliandra calothyrsus (Meisn. Meisner Dracontomelon dao (Blanc. Merr. & Rolfe Anacardiaceae Dao 4,84 4,05 4,08 12,97 Areca catechu L Arecaceae Pinang 3,23 6,88 2,04 12,15 Macaranga sp. Euphorbiaceae Macaranga 3,23 2,43 6,12 11,78 Holomanthus sp. Euphorbiaceae Holomanthus 3,23 3,24 4,08 10,55 Saraca indica L Syzygium littorale (Blum. Amshoff Fabaceae 3,23 2,83 4,08 10,14 Myrtaceae Jambu batu hijau 3,23 2,02 4,08 9,33 Euphorbiaceae Gulu menjeng 3,23 1,62 4,08 8,93 Urticaceae Kemaduh 3,23 2,83 2,04 8,10 Croton oblongus Burm. Laportea sinuata (Lam. Wagner & Hoch Polyscias scutellaria (Burm. Fosberg Araliaceae Mangkoan 3,23 2,83 2,04 8,10 Ficus hispida L. Moraceae Kluwing 1,61 2,43 2,04 6,08 Ficus ampelas Burm. Moraceae Amplas 1,61 2,02 2,04 5,68 Capparis micracantha DC. Capparaceae 1,61 1,62 2,04 5,27 Leea indica (Burm. ) Merr. Coffea canephora Pierre ex Froehn. Vitaceae Mangsian 1,61 1,62 2,04 5,27 Rubiaceae Kopi 1,61 1,21 2,04 4,87 Famili Nama Lokal Myrtaceae Jambu batu merah 14,52 15,38 14,29 INP 44,19 A 2025 Purnomo . This article is open access Purnomo dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 137 Ae 147 DOI: 10. 22146/bib. Ficus fistulosa Reinw. ex Blume Moraceae Tosari 1,61 1,21 2,04 4,87 Hibiscus tiliaceus L. Malvaceae Waru 1,61 1,21 2,04 4,87 Tetrapanax sp. Araliaceae Wali songo 1,61 1,21 2,04 4,87 Aleurites moluccanus (L. ) Willd. Euphorbiaceae Kemiri 1,61 1,21 2,04 4,87 Lauraceae Sintok 1,61 0,81 2,04 4,46 Moraceae Bendo 1,61 0,81 2,04 4,46 Cinnamomum sintoc Blume Artocarpus elasticus Reinw. Blume Dysoxylum gaudichaudianum (A. Juss. ) Miq. Meliaceae Kedoyo 1,61 0,81 2,04 4,46 Vitex sp. Vitaceae Anggur hutan 1,61 0,81 2,04 4,46 Semai Famili Nama Lokal Spesies Syzygium littorale (Blum. Amshoff Myrtaceae Jambu batu hijau Saracca indica L Fabaceae Calliandra calothyrsus Meisn. INP 47,50 36,84 135,34 Soka 13,33 10,53 38,86 Fabaceae Kaliandra 10,00 5,26 28,26 Leea indica (Burm. ) Merr. Vitaceae Girang 6,67 5,26 23,93 Croton oblongus Burm. Euphorbiaceae Gulu menjeng 5,83 5,26 12,10 Ficus sp. Moraceae 5,00 5,26 11,26 Terminalia macrocarpa Decne Combretaceae Clumrit 2,50 5,26 9,76 Homalanthus sp. Euphorbiaceae 2,50 5,26 8,76 Aleurites moluccanus (L. ) Willd. Euphorbiaceae Kemiri 2,50 5,26 8,76 Dimocarpus longan Lour Sapindaceae Kelengkeng 1,67 5,26 7,93 Annona muricata (L. ) Willd. Annonaceae Sirsak 1,67 5,26 7,93 Ardisia elliptica Thunb. Primulaceae Lempeni 0,83 5,26 7,10 A 2025 Purnomo . This article is open access Purnomo dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 137 Ae 147 DOI: 10. 22146/bib. Struktur Tumbuhan di SKA Sumber Nyolo Indeks diversitas Shannon-Wiener tumbuhan berhabitus pohon di SKA Sumber Nyolo masuk katagori tinggi dengan nilai HAo=3,43. Indeks kemerataan (E) masuk katagori keseragaman populasi tinggi dengan nilai EAo=0,60. Indeks dominansi Simpson . masuk katagori rendah atau tidak ada spesies yeng mendominansi atau terjadi kodominan dengan nilai 0,10. Indeks diversitas Shannon-Wiener tumbuhan berhabitus tiang di SKA Sumber Nyolo masuk katagori tinggi dengan nilai HAo=3,17. Indeks kemerataan (EA. masuk katagori keseragaman populasi tinggi dengan nilai EAo=0,49. Indeks dominansi Simpson . masuk katagori rendah atau tidak ada spesies yeng mendominansi atau terjadi kodominan dengan nilai 0,16. Indeks diversitas Shannon-Wiener tumbuhan berhabitus pancang masuk katagori tinggi dengan nilai HAo=4,45. Indeks kemerataan masuk katagori keseragaman populasi tinggi dengan nilai EAo=0,74. Indeks dominansi Simpson . masuk katagori rendah atau tidak ada spesies yeng mendominansi atau terjadi kodominan dengan nilai 0,04. Indeks diversitas Shannon-Wiener tumbuhan berhabitus semai masuk katagori tinggi dengan nilai HAo=2,23. Indeks kemerataan (EA. masuk katagori keseragaman populasi tinggi dengan nilai EAo=0,34. Indeks dominansi Simpson . masuk katagori rendah atau tidak ada spesies yeng mendominansi atau terjadi ko-dominan dengan nilai 0,31. Tabel 2. Indeks diversitas Shannon-Wiener Indeks kemerataan (E) dan Indek Dominansi Tumbuhan di SKA Sumber Nyolo Indeks Shannon-Wiener Indeks kemerataan (E) IndeksDominansi Habitus Pohon Tiang Pancang Semai Pohon Tiang Pancang Semai Pohon Tiang Nilai 3,43 3,17 4,45 2,23 0,60 0,49 0,74 0,34 0,10 0,16 Ket. Tinggi. Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah Pancang Semai 0,04 0,34 Rendah Rendah Tumbuhan tegakan yang terdiri dari pohon, tiang, pancang hingga semai memiliki indek endemisitas yang tinggi. Total endemisitas SKA Sumber Nyolo sebesar 94%. Di SKA dan hutan sacral pada umumnya memiliki tumbuhan local yang relative lebih tinggi seperti di SKA Sumber Sirah. Desa Putuk Rejo. Kecamatan Gondanglegi. Malang. Indonesia (Purnomo et al. SKA Kabuyutan Desa Ciomas. Kecamatan Panjalu. Kabupaten Ciamis. Indonesia (Dahlan et al. Jenis introduksi yang ada di SKA Sumber Nyolo terdiri dari sirsak (Annona muricat. Kaliandra merah (Calliandra calothyrsu. dan trembesi (Samanea sama. Tanaman sirsak (Annona muricat. dan trembesi (Samanea sama. ada di kawasan ini karena adanya program penghijauan yang pernah dilakukan di kawasan ini. Sedangkan keberadaan tanaman Kaliandra merah (Calliandra calothyrsu. dikarenakan pengaruh tata guna lahan di sekitarnya yang banyak terdapat tanaman Kalindra sendiri merupakan tanaan jenis Invasif, dimana tanaman ini dapat mengganggu kesetabilan ekosistem di suatu Pembahasan Peran Situs Keramat Alami Dalam Konservasi Tumbuhan Vegetasi di SKA merupakan vegetasi yang relative alami dan merupakan sisa hutan di kawasan SKA tersebut berada. Hal ini disebabkan tumbuhan di dalam SKA khususnya tumbuhan yang berhabitus pohon tidak boleh ditebang, sehingga keberadaannya tetap terjaga. Namun demikian di dalam SKA juga ditemukan tumbuhan introduksi. Hal ini disebabkan adanya upaya penghijauan dengan spesies yang kurang sesuai dan adanya penyebaran biji tumbuhan dari lahan lainnya di luar kawasan. Jenis-jenis pohon yang sering ditemukan di situs keramat alami adalah tumbuhan dari genus Ficus spp dan Syzygium sp. umumnya tumbuhan di dalan SKA tidak ditemukan di agroekosistem lainnya Kehadiran tumbuhan pohon dengan diameter yang besar . i atas 100 c. seperti beringin (Ficus benjamin. bendo (Artocarpus A 2025 Purnomo . This article is open access Purnomo dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 137 Ae 147 DOI: 10. 22146/bib. , kemiri (Aleurites moluccanu. , dan lain-lainnya termasuk kehadiran tumbuhan lokal yang tidak ditemukan di agroekosistem lainnya seperti pada Kawasan pemukiman, sawah, ladang mauapun kebun campuran. Kondisi tumbuhan di SKA Sumber Nyolo menunjukkan bahwa kawasan ini telah lama dikonservasi oleh masyarakat dan terhindar dari penebangan. Hal ini sesuai dengan penelitian (Undaharta dan Alison, 2. yang menyebutkan bahwa situs keramat alami merupakan Kawasan sacral Kawasan keanekaragaman hayati berbasis sosial-budaya Jasa Layanan Ekosistem Tumbuhan Di Situs Keramat Alami Jenis jenis tumbuhan di dalam Situs Berdasarkan Department of the Environment. Water. Heritage and the Arts Australia . memiliki jasa ekologi yang meliputi Regulating Services Provisioning Services dan Supporting Services. Jenis tumbuhan di SKA Sumber Nyolo berperan dalam tiga kelompok utama jasa ekosistem: Tabel 3. Kategori Jasa Ekosistem Kategori Jasa Fungsi Ekologi Ekosistem Regulating Services manfaat yang diperoleh manusia dari proses alami ekosistem dan tidak dapat secara langsung (Penyerap dan karbon, pengatur iklim mikro, penguat kestabilan Produk material langsung dari Provisioning alam yang dapat dimanfaatkan oleh Services . akanan, obat- Contoh Tumbuhan Ficus spp. Artocarpus saracca indica Arenga Artocarpus Kategori Jasa Fungsi Ekologi Ekosistem Contoh Tumbuhan obatan, dan bahan Dracontomelon Supporting Services fundamental yang mendukung semua jasa ekosistem, tidak memberikan Ficus spp, manfaat langsung Artocarpus kepada manusia, sangat penting Bischofia hidup ekosistem jasa lainnya Vegetasi yang memiliki nilai budaya tinggi sering kali juga memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan alam. Contohnya, jenis beringin-beringinan (Ficus spp. ) yang dianggap sebagai penjaga situs keramat oleh masyarakat, ternyata juga memiliki fungsi ekologis yang tinggi seperti menyerap karbon dan menyediakan sumber pakan bagi berbagai jenis satwa. Dengan begitu, nilai sakral yang melekat pada pohon tersebut berjalan seiring dengan manfaat ekologisnya, membentuk hubungan yang saling menguatkan antara tradisi budaya dan upaya pelestarian lingkungan. kegiatan budaya dan etnoekologi Situs Keramat Alami Masyarakat Malang memelihara Situs Keramat Alami (SKA) sebagai lahan yang sakral. SKA di Malang memiliki ikatan budaya erat dengan masyarakat di dusun atau suatu desa. Secara landscape SKA merupakan kawasan yang terdapat tumbuhan individu tunggal atau dalam bentuk komunitas tumbuhan dengan komposisi tertentu yang khas. Situs keramat alami secara kepemilikan merupakan lahan milik desa yang digunakan oleh masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang bernilai kultural-religius, seperti perayaan tahun baru Islam atau upacara adat lainnya. Pada SKA tidak ada lembaga adat yang mengelola kawasan tersebut dikarenakan desa-desa di Malang Raya bukan masuk kawasan desa adat, namun demikian pada SKA terdapat sesepuh masyarakat yang biasanya memiliki hubungan dengan SKA. A 2025 Purnomo . This article is open access Purnomo dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 137 Ae 147 DOI: 10. 22146/bib. SKA yang berada di kawasan sekitar mata air memiliki nilai konservasi tinggi sebagai upaya konservasi tumbuhan dan hewan-hewan tertentu di dalamnya. Di dalam SKA seseorang juga harus menjaga tingkah lakunya supaya tidak terjadi hal-hal yang kurang baik. Masyarakat di sekitar SKA memiliki kearifan lokal dalam menjaga biodiversitas di dalam SKA. Semua jenis tumbuhan terutama yang berupa tegakan dilindungi dan tabu untuk dimanfaatkan Bentuk kearifan lokal lainnya dalam pelesatrian SKA adalah adanya kegiatan upacara Upacara adat ini memiliki beberapa istilah seperti sedekah bumi, memetri bumi, nyadran, ruwatan dan lain-lainnya yang berpusat di SKA Kesimpulan Situs Keramat Alami (SKA) Sumber Nyolo memiliki nilai penting dalam konservasi keanekaragaman tumbuhan lokal dengan Indeks Keanekaragaman hayati (HA. Shannon -Wienner dan Indeks Kemerataan PielouAos Evenness Index (EA. tinggi yang mengindikasikan ekosistem yang stabil serta tidak ada dominansi spesies Komposisis tumbuhan di SKA Sumber Nyolo merupakan khas hutan dataran rendah dengan endemisitas yang tinggi . %). Tumbuhan dominan meliputi Syzygium spp. Saraca indica. Dracontomelon dao. Bambusa Dendrocalamus Pinanga coronata. Popowia sp. Planchonella obovate. Pittosporum moluccanum dan lain sebagainya. Tumbuhan di SKA Sumber Nyolo memiliki jasa ekologi yang meliputi regulating services, provisioning services dan supporting services serta memiliki nilai sosial-budaya yang tinggi untuk kegiatan-kegiatan adat. Referensi