A AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam Volume. Nomor. 2 Mei 2026 e-ISSN: 3064-0970, p-ISSN: 3064-1519. Hal 01-10 DOI: https://doi. org/10. 59841/al-mustaqbal. Tersedia: https://ibnusinapublisher. org/index. php/AL-MUSTAQBAL Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Tanggung Jawab pada Siswa melalui Pembelajaran PKN di MI Alfa Rohmatin1*. Cep Wawan Saputra2. Siti Dandawiah3. Neneng Mulyati4. Siti Nurjamilah5. Siti Rohimah6 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Ae Azami Cianjur. Indonesia Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah As-saAoidiyyah Cipanas Cianjur. Indonesia Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah As-saAoidiyyah Cipanas Cianjur. Indonesia Email: alfarohmatin88@gmail. com 1, chewsyaputra99@gmail. com 2, sitidandawiyah08@gmail. com 3, nenengmulyati935@gmail. com 4, aljammila39@gmail. Sirositirohimah93@gmail. 2,3,4,5 *Penulis Korespondensi: alfarohmatin88@gmail. Abstract. This study aims to analyze the role of teachers in instilling the character of responsibility in students through Civic Education (PK. learning in Madrasah Ibtidaiyah. The research employed a qualitative approach with a library research method by reviewing various relevant sources such as academic journals, books, and The results indicate that Civic Education plays a strategic role in shaping studentsAo responsibility character, which is reflected in behaviors such as completing tasks, fulfilling obligations, and actively participating in learning activities. The teacher's role is a key factor in this process, functioning as a role model, facilitator, and guide. In addition, learning strategies such as habituation, contextual approaches, group work, and active learning methods are proven to be effective in fostering responsibility values. However, several challenges were identified, including time constraints, low student awareness, and external environmental Therefore, continuous efforts from teachers, schools, and parents are necessary to create a supportive environment for optimal character development. Keywords: Character Education. Civic Education. Responsibility Character. School. Teacher Role. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam menanamkan karakter tanggung jawab pada siswa melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. di Madrasah Ibtidaiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. , yang dilakukan melalui pengkajian berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PKn memiliki peran strategis dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa, yang ditunjukkan melalui perilaku seperti menyelesaikan tugas, menjalankan kewajiban, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Peran guru menjadi faktor utama dalam proses tersebut, baik sebagai teladan, fasilitator, maupun pembimbing. Selain itu, strategi pembelajaran seperti pembiasaan, pendekatan kontekstual, kerja kelompok, dan metode pembelajaran aktif terbukti efektif dalam menanamkan nilai tanggung jawab. Namun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan waktu, rendahnya kesadaran siswa, serta pengaruh lingkungan luar. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan dari guru, sekolah, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter siswa secara optimal. Kata kunci: Peran Guru. Karakter Tanggung Jawab. Pembelajaran PKn. Madrasah Ibtidaiyah. Pendidikan Karakter. LATAR BELAKANG Pendidikan Kewarganegaraan (PK. merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik sejak usia dini. Secara teoretis. PKn bertujuan untuk membentuk warga negara yang cerdas, terampil, serta memiliki kesadaran akan hak dan kewajibannya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 (Andriani & Sari, 2. Dalam konteks pendidikan dasar, khususnya di Madrasah Ibtidaiyah (MI), pembelajaran PKn tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga Naskah Masuk: 17 Februari 2026. Revisi: 23 Maret 2026. Diterima: 28 April 2026. Tersedia: 30 April 2026 Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Tanggung Jawab pada Siswa melalui Pembelajaran PKN di MI pada pembentukan sikap dan karakter, seperti tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, secara normatif, pendidikan karakter menjadi bagian integral yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran PKn. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembentukan karakter siswa, khususnya tanggung jawab, masih belum optimal. Tantangan perkembangan zaman, terutama di era digital, turut memengaruhi perilaku dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari. Arus globalisasi dan kemajuan teknologi seringkali berdampak pada menurunnya kesadaran siswa terhadap nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial (Rohmah et al. , 2. Selain itu, kurangnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kesenjangan antara tujuan pendidikan karakter dengan kondisi nyata yang terjadi di sekolah (Hidayati & Mubarok, 2025. Rahmat et al. , 2. Berbagai penelitian terdahulu telah mengkaji pendidikan karakter dalam pembelajaran PKn di tingkat sekolah dasar. Fitriana et al. menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui integrasi nilai-nilai moral dalam kurikulum, pembelajaran inovatif, serta pengembangan budaya sekolah yang mendukung. Sementara itu. Hidayati dan Mubarok . menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKn sebagai upaya membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia. sisi lain. Rohmah et al. menambahkan bahwa inovasi pembelajaran berbasis digital juga dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa di era modern. Meskipun demikian, kajian-kajian tersebut masih cenderung membahas pendidikan karakter secara umum dan belum secara spesifik menyoroti peran guru dalam menanamkan karakter tanggung jawab melalui pembelajaran PKn, khususnya dalam konteks MI. LaAoaly et . memang telah mengkaji peran pendidik dalam membangun karakter nasionalis siswa, namun fokusnya masih pada aspek nasionalisme secara luas. Oleh karena itu, masih terdapat ruang penelitian yang perlu diisi terkait bagaimana peran guru secara spesifik dalam menanamkan karakter tanggung jawab melalui pembelajaran PKn. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini memiliki kebaruan . pada fokus kajian yang lebih spesifik, yaitu menelaah peran guru dalam menanamkan karakter tanggung jawab siswa melalui pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah dengan pendekatan studi Penelitian ini tidak hanya mengkaji konsep dan strategi secara umum, tetapi juga mengintegrasikan berbagai temuan literatur untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai praktik penanaman karakter tanggung jawab dalam pembelajaran PKn. AL-MUSTAQBALAe VOLUME. NOMOR. 2 MEI 2026 e-ISSN: 3064-0970, p-ISSN: 3064-1519. Hal 01-10 Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pembentukan karakter tanggung jawab sebagai salah satu fondasi utama dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berdaya Dalam konteks pendidikan dasar, kegagalan dalam menanamkan karakter tanggung jawab dapat berdampak pada rendahnya kesadaran siswa terhadap kewajiban dan peran sosialnya di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang mendalam untuk mengidentifikasi peran guru dan strategi pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai tersebut secara berkelanjutan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan karakter tanggung jawab siswa melalui pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah berdasarkan kajian literatur yang relevan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara teoretis dalam pengembangan kajian pendidikan karakter, serta secara praktis sebagai referensi bagi guru dan calon pendidik dalam merancang pembelajaran PKn yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa secara holistik. KAJIAN TEORITIS Landasan teori dalam penelitian ini berfokus pada konsep pendidikan karakter, peran guru, serta pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. di tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Pendidikan karakter merupakan proses penanaman nilai-nilai moral yang bertujuan membentuk perilaku peserta didik agar sesuai dengan norma sosial dan nilai kebangsaan. Dalam konteks pendidikan dasar, karakter tanggung jawab menjadi salah satu nilai utama yang harus dikembangkan sejak dini. Hal ini sejalan dengan tujuan pembelajaran PKn yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku siswa sebagai warga negara yang baik (Andriani & Sari, 2. Selain itu, penguatan karakter melalui pembelajaran PKn dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap proses pembelajaran, sehingga siswa mampu memahami dan mengimplementasikan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari (Hidayati & Mubarok, 2. Korelasi antara peran guru, pembelajaran PKn, dan pembentukan karakter tanggung jawab memiliki hubungan yang erat dan saling memengaruhi. Guru berperan sebagai aktor utama dalam proses pendidikan yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan, fasilitator, dan pembimbing dalam pembentukan karakter siswa. Dalam pembelajaran PKn, guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tanggung jawab melalui berbagai metode dan pendekatan pembelajaran. Pembelajaran yang kontekstual, interaktif, serta berbasis pengalaman nyata dapat mendorong siswa untuk memahami dan Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Tanggung Jawab pada Siswa melalui Pembelajaran PKN di MI menginternalisasi nilai tanggung jawab secara lebih mendalam. Dengan demikian, efektivitas pembentukan karakter tanggung jawab sangat bergantung pada kualitas peran guru dalam mengelola pembelajaran PKn. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pendidikan karakter melalui pembelajaran PKn dapat dilakukan melalui beragam strategi yang inovatif dan kontekstual. Marhamah . mengungkapkan bahwa strategi pembelajaran berbasis karakter yang efektif meliputi pendekatan kontekstual, pembelajaran kooperatif, role playing, serta pembiasaan dan keteladanan guru. Temuan ini diperkuat oleh Fitriana et al. yang menyatakan bahwa penguatan pendidikan karakter dapat dicapai melalui integrasi nilai dalam kurikulum, pembelajaran inovatif, serta pengembangan budaya sekolah yang mendukung. Selain itu, penelitian Adzani dan Herianingtyas . menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka juga efektif dalam membentuk karakter tanggung jawab dan disiplin siswa melalui aktivitas yang menuntut keterlibatan aktif dan tanggung jawab individu. Lebih lanjut, peran guru dalam pendidikan karakter menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pembentukan karakter siswa. LaAoaly et al. menegaskan bahwa guru memiliki berbagai peran penting, seperti teladan, motivator, fasilitator, evaluator, dan pembimbing dalam membentuk karakter siswa. Hal ini juga didukung oleh Lestari & Mahrus . yang menemukan bahwa pembentukan karakter tanggung jawab dapat dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan positif, integrasi nilai dalam pembelajaran, serta pemberian penguatan dan evaluasi secara berkelanjutan. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya ditentukan oleh metode pembelajaran, tetapi juga oleh konsistensi peran guru dalam membimbing dan mengarahkan siswa. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disusun kerangka pemikiran bahwa pembelajaran PKn memiliki peran strategis sebagai sarana dalam menanamkan karakter tanggung jawab pada siswa Madrasah Ibtidaiyah (Thomas Lickona, 2012. Zamroni, 2. Dalam proses tersebut, guru berperan sebagai faktor utama yang menentukan keberhasilan melalui berbagai strategi pembelajaran yang tepat, seperti pembiasaan, keteladanan, dan pendekatan kontekstual (E. Mulyasa, 2013. Suyadi, 2. Oleh karena itu, dapat dirumuskan dugaan bahwa semakin optimal peran guru dalam mengelola pembelajaran PKn berbasis karakter, maka semakin tinggi tingkat internalisasi nilai tanggung jawab pada siswa (Kemendikbud, 2017. Marzuki, 2. Kerangka ini menjadi dasar dalam menganalisis bagaimana peran guru dapat dioptimalkan dalam menanamkan karakter tanggung jawab melalui pembelajaran PKn. AL-MUSTAQBALAe VOLUME. NOMOR. 2 MEI 2026 e-ISSN: 3064-0970, p-ISSN: 3064-1519. Hal 01-10 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. Penelitian kepustakaan merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, serta dokumen lain yang relevan dengan topik yang diteliti. Pendekatan ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap suatu fenomena melalui analisis terhadap teori, konsep, dan hasil penelitian sebelumnya (Wada et al. , 2. Dalam konteks penelitian ini, pendekatan kualitatif dipilih karena mampu menggambarkan secara mendalam mengenai peran guru dalam menanamkan karakter tanggung jawab melalui pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, seperti jurnal nasional, buku ajar, serta publikasi ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan karakter, pembelajaran PKn, dan peran guru di tingkat sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengkaji berbagai referensi yang sesuai dengan fokus penelitian. Proses ini dilakukan secara sistematis untuk memastikan bahwa data yang digunakan memiliki validitas dan relevansi yang tinggi terhadap permasalahan yang dikaji (Wada et al. , 2. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara mereduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dikumpulkan. Analisis dilakukan dengan menginterpretasikan berbagai temuan dari penelitian terdahulu, kemudian disintesis untuk memperoleh pemahaman yang utuh mengenai peran guru dalam menanamkan karakter tanggung jawab melalui pembelajaran PKn. Dengan demikian, hasil analisis diharapkan dapat memberikan gambaran yang sistematis dan mendalam sesuai dengan tujuan penelitian (Wada et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil telaah terhadap berbagai literatur yang relevan, ditemukan bahwa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. di tingkat Madrasah Ibtidaiyah memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa. Karakter tanggung jawab pada siswa ditunjukkan melalui perilaku seperti menyelesaikan tugas tepat waktu, melaksanakan kewajiban sebagai peserta didik, serta menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Pembelajaran PKn menjadi sarana yang efektif dalam menanamkan nilai tersebut karena memuat materi tentang hak, kewajiban, dan norma kehidupan bermasyarakat. Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Tanggung Jawab pada Siswa melalui Pembelajaran PKN di MI Hasil kajian juga menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat dominan dalam menanamkan karakter tanggung jawab pada siswa. Peran tersebut tidak hanya terbatas pada penyampaian materi, tetapi juga sebagai teladan dalam bersikap dan berperilaku. Guru yang konsisten menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian akan lebih mudah ditiru oleh siswa. Selain itu, guru juga berperan dalam membimbing dan mengarahkan siswa agar mampu memahami serta menerapkan nilai tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Selain peran guru, strategi pembelajaran yang digunakan juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanaman karakter tanggung jawab. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi yang bersifat kontekstual dan partisipatif lebih efektif dalam membentuk karakter Pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, seperti diskusi kelompok, kerja sama, dan pemberian tugas individu maupun kelompok, mampu mendorong siswa untuk belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Lebih lanjut, implementasi penanaman karakter tanggung jawab tidak hanya dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan di lingkungan sekolah. Kegiatan seperti kerja kelompok, piket kelas, serta aktivitas organisasi siswa dapat menjadi media untuk melatih tanggung jawab secara langsung. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten akan membantu siswa membentuk karakter yang lebih kuat dan Namun demikian, dalam proses penanaman karakter tanggung jawab masih ditemukan beberapa kendala. Kendala tersebut antara lain kurangnya kesadaran siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta pengaruh lingkungan luar seperti penggunaan teknologi yang tidak Di sisi lain, keberhasilan penanaman karakter sangat dipengaruhi oleh dukungan lingkungan sekolah, keterlibatan orang tua, serta konsistensi guru dalam menerapkan nilai-nilai karakter dalam setiap kegiatan pembelajaran. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PKn memiliki peran yang signifikan dalam menanamkan karakter tanggung jawab pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Hal ini sejalan dengan temuan Marhamah . yang menyatakan bahwa pembelajaran PKn berbasis karakter merupakan sarana efektif dalam membentuk sikap dan perilaku siswa melalui integrasi nilai dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran PKn tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian materi, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari siswa. Peran guru yang dominan dalam pembentukan karakter tanggung jawab juga diperkuat oleh hasil penelitian ini. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga AL-MUSTAQBALAe VOLUME. NOMOR. 2 MEI 2026 e-ISSN: 3064-0970, p-ISSN: 3064-1519. Hal 01-10 sebagai teladan dan pembimbing bagi siswa. Lestari dan Mahrus . menegaskan bahwa keteladanan guru menjadi salah satu faktor utama dalam membentuk karakter tanggung jawab Sikap guru yang konsisten dalam menunjukkan perilaku tanggung jawab akan memberikan pengaruh langsung terhadap pembentukan karakter siswa melalui proses imitasi. Selain itu, pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan juga terbukti menjadi strategi yang efektif dalam menanamkan karakter tanggung jawab. Dalam praktiknya, pembiasaan seperti pemberian tugas, kegiatan piket, dan tanggung jawab dalam kerja kelompok dapat melatih siswa untuk bertanggung jawab terhadap perannya. Temuan ini selaras dengan penelitian Lestari dan Mahrus . yang menyebutkan bahwa pembiasaan positif merupakan salah satu strategi utama dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Strategi pembelajaran yang bersifat aktif dan partisipatif juga memiliki kontribusi besar dalam pembentukan karakter tanggung jawab siswa. Marhamah . menjelaskan bahwa pendekatan kontekstual, pembelajaran kooperatif, serta metode role playing mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Keterlibatan aktif ini mendorong siswa untuk tidak hanya memahami materi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajar mereka. Lebih lanjut, penggunaan metode role playing dalam pembelajaran PKn terbukti efektif dalam meningkatkan sikap tanggung jawab dan kerja sama siswa. Hal ini didukung oleh penelitian Hasibuan et al. yang menunjukkan bahwa metode role playing mampu meningkatkan partisipasi, komunikasi, serta kemampuan siswa dalam menjalankan tugas Dengan demikian, metode ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang relevan dalam menanamkan nilai tanggung jawab secara praktis. Selain melalui pembelajaran di kelas, penanaman karakter tanggung jawab juga dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti Pramuka mampu melatih siswa untuk bertanggung jawab terhadap tugas dan peran yang Hal ini sejalan dengan temuan Adzani & Herianingtyas . yang menyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Pramuka efektif dalam membentuk karakter tanggung jawab dan disiplin melalui aktivitas yang menuntut keterlibatan aktif siswa. Namun demikian, dalam implementasinya masih terdapat berbagai kendala yang memengaruhi efektivitas penanaman karakter tanggung jawab. Beberapa kendala yang ditemukan meliputi kurangnya kesadaran siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta pengaruh lingkungan luar yang kurang mendukung. Lestari dan Mahrus . juga mengungkapkan bahwa faktor internal siswa dan pengaruh eksternal seperti lingkungan Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Tanggung Jawab pada Siswa melalui Pembelajaran PKN di MI keluarga dan penggunaan teknologi dapat menjadi hambatan dalam proses pendidikan Berdasarkan keseluruhan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan penanaman karakter tanggung jawab melalui pembelajaran PKn sangat dipengaruhi oleh peran guru, strategi pembelajaran yang digunakan, serta dukungan lingkungan. Integrasi antara keteladanan, pembiasaan, serta metode pembelajaran yang inovatif menjadi kunci utama dalam membentuk karakter siswa secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan dari guru dan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter tanggung jawab siswa secara holistik. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. memiliki peran yang strategis dalam menanamkan karakter tanggung jawab pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Peran guru menjadi faktor utama dalam keberhasilan proses tersebut, baik sebagai teladan, fasilitator, maupun pembimbing dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, penggunaan strategi pembelajaran yang tepat, seperti pembiasaan, pendekatan kontekstual, kerja kelompok, serta metode pembelajaran aktif, terbukti mampu mendorong siswa untuk memahami dan menginternalisasi nilai tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, dalam implementasinya masih terdapat berbagai kendala yang memengaruhi efektivitas penanaman karakter tanggung jawab, seperti keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya kesadaran siswa, serta pengaruh lingkungan luar yang kurang Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih optimal dan berkelanjutan dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap aspek pembelajaran PKn, baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, serta didukung oleh lingkungan sekolah yang Adapun saran yang dapat diberikan adalah guru diharapkan dapat lebih inovatif dalam merancang pembelajaran PKn yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa secara menyeluruh. Selain itu, pihak sekolah dan orang tua perlu bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung penguatan karakter tanggung jawab siswa. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan pendekatan lapangan agar diperoleh data empiris yang lebih mendalam terkait implementasi penanaman karakter tanggung jawab di Madrasah Ibtidaiyah. AL-MUSTAQBALAe VOLUME. NOMOR. 2 MEI 2026 e-ISSN: 3064-0970, p-ISSN: 3064-1519. Hal 01-10 UCAPAN TERIMA KASIH