Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 73-81, 2025 DOI: https://doi. org /10. 51352/jim. PENGARUH UKURAN HOST TERHADAP MUTU FISIK DAN PROFIL DISOLUSI TABLET CAMPURAN INTERAKTIF NIFEDIPIN Submitted : 15 Maret 2025 Edited : 8 Mei 2025 Accepted : 28 Mei 2025 Ilham Kuncahyo1*. Siti Aisiyah2 . Shabrina Nindya Hutami3 . Raden Roro Sri Wulandari4 S1 Farmasi. Farmasi. Universitas Setia Budi Surakarta. Indonesia S1 Farmasi. STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun. Indonesia Email: ilhamninda@gmail. 1,2,3, ABSTRAK Homogenitas menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembuatan tablet yang mengandung obat dosis kecil seperti nifedipin. Biopharmaceutic Classification System (BCS) menunjukkan nifedipin masuk dalam BCS kelas II yang mempunyai permeabilitas tinggi tetapi kelarutan yang rendah. Penggunaan metode campuran interaktif antara host yang berukuran besar sebagai pembawa dan obat/zat aktif ukuran micronized yang menempel secara interaktif pada host merupakan inovasi untuk mencegah permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ukuran host yang berbeda beda terhadap uji homogenitas, mutu fisik dan profil disolusi tablet campuran interaktif nifedipin. Pembuatan tablet campuran interaktif nifedipin menggunakan lima formula dengan ukuran host formula 1 . /40 mes. , formula 2 . /40 mes. , formula 3 . /40 mes. , formula 4 . /40 mes. , dan formula 5 . /40 mes. Host dibuat dengan mencampurkan Avicel PH 101 dan laktosa . dan digranulasi dengan pengikat PVP. Pembuatan tablet dengan metode kempa langsung dengan mencampur masing-masing ukuran host dengan nifedipin selama 1 jam . ilakukan uji homogenita. , kemudian dicampur kembali dengan magnesium strarat selama 5 menit dan dicetak. Tablet yang dihasilkan diuji mutu fisik meliputi: kerapuhan, kekerasan, waktu hancur, dan disolusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran host secara signifikan mempengaruhi mutu fisik dan disolusi tablet campuran interaktif Formula 5 dengan ukuran host 30/40 mesh menghasilkan tablet campuran interaktif nifedipin yang lebih keras, mengurangi kerapuhan, serta mempercepat laju disolusi dibandingkan formula 1 . /40 mes. formula 2 . /40 mes. , formula 3 . /40 mes. dan formula 4 . /40 Kata Kunci : Tablet. Kempa langsung. Campuran interaktif. Nifedipin. Ukuran host ABSTRACT Homogeneity remains a significant challenge in the production of tablets containing lowdose active pharmaceutical ingredients such as nifedipine. According to the Biopharmaceutics Classification System (BCS), nifedipine is categorized as a BCS Class II drug, characterized by high permeability but low solubility. The use of an interactive mixture method between a large host as a carrier and a micronized drug/active substance that is interactively attached to the host is an innovation to prevent this problem. This study aims to evaluate the effect of varying host particle sizes on the homogeneity, physical quality, and dissolution profile of nifedipine interactive mixture tablets. Five tablet formulations were developed, each employing different host particle sizes: formula 1 . /40 mes. , formula 2 . /40 mes. , formula 3 . /40 mes. , formula 4 . /40 mes. , and formula 5 . /40 mes. The host carrier was prepared by mixing This open access article is distributed under a Creative Commons Attribution (CC-BY-NC-SA) 4. 0 International license. Copyright . 2025 Jurnal Ilmiah Manuntung How to Cite . SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA Kuncahyo I. Aisiyah S. Hutami SN. Wulandari RRS. PENGARUH UKURAN HOST TERHADAP MUTU FISIK DAN PROFIL DISOLUSI TABLET CAMPURAN INTERAKTIF NIFEDIPIN. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan. : 73Ae81. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 73-81, 2025 Avicel PH 101 and lactose in a 1:1 ratio, followed by granulation using PVP as a binder. Tablet production was conducted via direct compression, involving a one-hour mixing of nifedipine with each host size . omogeneity tes. , followed by a five-minute mixing with magnesium stearate prior to compression. The resulting tablets were evaluated for their physical quality, including friability, hardness, disintegration time, and dissolution rate. The findings indicated that host particle size significantly influenced both the physical characteristics and the dissolution behavior of the nifedipine interactive mixture tablets. Among all formulations, formula 5, with a 30/40 mesh host particle size, yielded tablets with greater hardness, lower friability, and an enhanced dissolution rate compared to formula 1 . /40 mes. , formula 2 . /40 mes. , formula 3 . /40 mes. dan formula 4 . /40 mes. Keywords: Tablet. Direct compression. Interactive mixture. Nifedipine. Host size. ukuran host terhadap homogenitas, mutu fisik dan disolusi tablet campuran interaktif Hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat signifikan dalam pengembangan formulasi nifedipin, tetapi juga berkontribusi pada inovasi dalam teknologi farmasi untuk meningkatkan bioavailabilitas obat yang termasuk dalam BCS kelas II. PENDAHULUAN Nifedipin sebagai obat hipertensi dan angina pektoris bekerja dengan dihydropyridine. Nifedipin masuk dalam BCS kelas II yang memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas yang tinggi. Kelarutan nifedipin yang rendah akan menurunkan kemampuan disolusi sehingga diperlukan pendekatan inovatif untuk meningkatkan dan mempercepat kelarutan serta meningkatkan bioavailabilitasnya. Sediaan tablet paling umum digunakan dalam teknologi farmasi, karena mudah dikonsumsi, praktis, dan stabil. Metode kempa langsung telah terbukti menjadi solusi yang efektif untuk memproduksi tablet berkualitas tinggi, tetapi keberhasilannya sangat tergantung pada sifat aliran bahan aktif dan eksipien. Pembuatan dengan metode granulasi pada host sebelum proses pengempaan tablet diperlukan untuk meningkatkan sifat aliran bahan tersebut. Campuran interaktif, yang terdiri dari zat aktif micronized yang menempel pada host berukuran besar, memberikan keuntungan dalam hal homogenitas, mengurangi segmentasi, dan mempercepat disolusi obat. Keunggulan lainnya campuran interaktif lebih sederhana dan efisien dibandingkan metode kompleks seperti dispersi padat atau penggunaan polimer tambahan. Campuran interaktif cukup menggunakan alat pencampur sederhana . ube mixe. , tanpa memerlukan bahan tambahan yang mahal atau proses pembuatan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh METODE PENELITIAN Bahan Dalam penelitian ini, bahan-bahan yang digunakan termasuk nifedipin mikronized (PT Phapro. , avicel PH 101 (MCC NF Ph. Eu. , laktosa (DFE Pharm. PVP derajat farmasi. Magnesium stearat derajat farmasi, air suling derajat farmasi, metanol p. a (Merc. , dapar fosfat pH 7,8 derajat farmasi, dan aquadest derajat Alat Dalam penelitian ini, alat yang digunakan termasuk seperangkat alat gelas, neraca analitik (Adventur Pro Ohau. Mesin Tablet Single Punch, oven, cube mixer, stopwatch, hardness tester . tokes skala 1-15 k. Disintegration tester. Friability tester (Erweka tipe Gmb-H). Spektrofotometer UV-Vis (Hitachi U-2. Dissolution tester (USP TDT 08L). Metode Pembuatan tablet campuran interaktif nifedipin dengan ukuran host yang berbeda tersaji dalam tabel 1. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 73-81, 2025 Tabel 1. Formula tablet campuran interaktif nifedipin Formula F3 . F6 . Nifedipin Host avicel PH 101 dan laktosa . Avicel PH 101 Laktosa Mg Stearat PVP Keterangan : Formula 1 : Host dengan ukuran mesh 16/40 Formula 2 : Host dengan ukuran mesh 18/40 Formula 3 : Host dengan ukuran mesh 20/40 Formula 4 : Host dengan ukuran mesh 25/30 Formula 5 : Host dengan ukuran mesh 30/40 Formula 6 : Formula kontrol . anpa campuran interakti. Pembuatan host Avicel PH 101 dan laktosa dengan rasio 1:1 dicampur dalam cube mixer selama 10 menit dengan kecepatan 20 rpm. Hasil campuran digranulasi dengan penambahan PVP, massa granul basah diayak dengan mesh 10, dikeringkan dalam oven suhu 50 AC selama 8 jam. Granul kering selanjutnya diayak untuk membuat host sesuai dengan ukuran host masing-masing formula yaitu menggunakan ayakan 16/40 mesh, 18/40 mesh, 20/40 mesh, 25/40 mesh dan 30/40 mesh. diukur kadar nifedipin dan dihitung CV nya kurang dari 5%. Uji selanjutnya adalah waktu alir dan sudut diam. Uji sudut diam dilakukan dengan memasukkan 100 gram host ke dalam corong tertutup, melepas tutupnya, kemudian dihitung sudut diam dari host yang berbentuk kerucut. Tinggi kerucut . dan jari-jari . diukur untuk menentukan sudut repose () menggunakan rumus tan() = h/r. Host dengan sudut lebih dari 50A menunjukkan aliran yang buruk, sementara sudut yang mendekati 25A menunjukkan aliran yang sangat baik. Pembuatan tablet nifedipin Host dari masing-masing formula yang telah dibuat yaitu : 16/40 mesh, 18/40 mesh, 20/40 mesh, 25/40 mesh dan 30/40 mesh dicampur dengan magnesium stearat kemudian di kempa langsung dengan berat tablet 100 mg dan tekanan pengempaan yang Proses pencampuran interaktif Host dan nifedipin masing-masing formula dibuat 200 tablet, dimasukkan dalam cube mixer, diputar dengan kecepatan 20 rpm dan dicampur selama satu jam sampai campuran homogen tercapai ditunjukkan oleh koefisien variasi (CV) kurang dari 5%. Setelah campuran homogen, tambahkan Mg Stearat ke campuran interaktif nifedipin selama lima menit. Uji keseragaman kandungan nifedipin Sebanyak 10 tablet nifedipin ditimbang satu persatu. Tablet digerus dan dimasukkan ke dalam labu tentukur 100 mL, kemudian ditambahkan dengan metanol sampai tanda Selanjutnya disaring dengan kertas whatman, kemudian dipipet 5 mL filtrat dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 mL Evaluasi host campuran interaktif Evaluasi mutu fisik host meliputi uji homogenitas dengan mengambil 9 titik pada cube mixer yang berisi host dan nifedipin setelah dicampur selama 1 jam, kemudian Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 73-81, 2025 dan ditambahkan dengan metanol sampai tanda batas. Kemudian diukur menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 236,00 nm. 30, 45, dan 60 menit, kemudian dihitung menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 238,00 nm untuk mengetahui jumlah obat yang Uji kekerasan tablet. Disiapkan alat hardness tester dan diambil 6 tablet secara acak. Tablet diletakkan pada posisi horizontal berhimpit antara jarak landasan dengan baut pegas. Alat diatur kekerasannya pada posisi nol dan dipastikan satuannya kg, kemudian diputar sampai tablet pecah dan skala yang muncul dicatat kemudian di rata-rata. Validasi metode analisis. Linieritas Data dari hasil pengukuran absorbansi kurva kalibrasi dianalisis menggunakan regresi linear konsentrasi vs absorbansi sehingga diperoleh nilai linieritas sebagai koefisien korelasi . LOD dan LOQ LOD dan LOQ ditentukan berdasarkan hasil regresi kurva baku dari pengukuran linearitas yang diperoleh. Perhitungan nilai LOQ = dan perhitungan LOD = . Uji kerapuhan tablet Diambil sebanyak 33 tablet secara acak, 33 tablet dibersihkan dari debu, kemudian ditimbang dan dimasukkan ke dalam alat friabilator tester. Alat diputar 100x putaran dengan kecepatan 25 rpm. Tablet dikeluarkan, dibersihkan dari debu, dan ditimbang. Akurasi Nilai akurasi menggunakan minimal 9 penetapan dengan cara diambil 3 seri konsentrasi yang berbeda dari seri pengenceran kurva kalibrasi yang masingmasing direplikasi sebanyak 3 kali. Uji waktu hancur Disiapkan alat disintegration tester, air dipanaskan pada suhu 370CA20C, kemudian dimasukkan ke dalam alat penguji. Diambil 6 tablet dimasukkan pada keranjang, kemudian keranjang diletakkan di dalam beaker yang sudah terisi oleh air. Alat dan stopwatch dihidupkan secara bersamaan, keranjang akan naik turun yang menyebabkan gaya abrasi pada tablet, dan waktu hancur tiaptiap tablet dicatat. Jika semua tablet hancur di bawah 15 menit maka dinyatakan memenuhi Apabila ada 1 atau 2 tablet yang tidak memenuhi syarat, maka diuji 6 tablet lagi sehingga jumlahnya total 12 tablet. Jika ada lebih 2 tablet yang tidak hancur, maka dilanjutkan dengan penambahan 6 tablet lagi sehingga total 18 tablet. Dari total 18 tablet dikatakan memenuhi syarat jika 16 tablet hancur sempurna. Presisi Nilai presisi dilakukan dengan cara mengambil 1 seri konsentrasi dari seri pengenceran kurva kalibrasi yang selanjutnya diuji ketelitian sebanyak 6 kali pengulangan HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Nifedipin Sampel nifedipin murni berbentuk serbuk kuning dan terurai oleh cahaya langsung. Penelitian yang dilakukan Aisy 2021, hasil pengukuran panjang gelombang nifedipin dengan konsentrasi 10 ppm yang diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis, diperoleh panjang gelombang maksimum pada 235,6 nm dengan blanko metanol. Hasil pengujian terhadap sampel nifedipin yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan panjang gelombang 236 nm yang tidak berbeda jauh . elisih 0,. dengan hasil penelitian Aisy 2021. Hal tersebut menunjukkan bahwa serapan tersebut merupakan serapan dari nifedipin. Gambar hasil uji ditampilkan di bawah ini. Uji disolusi Tablet campuran interaktif nifedipin dilakukan uji disolusi menggunakan alat tipe 2 yaitu dengan metode dayung dengan kecepatan 120 rpm pada 900 mL media disolusi larutan natrium lauril sulfat P dengan suhu 37ACA 0,5AC. Sampel diambil 10 mL sebanyak 5 kali pada waktu ke-5, 15. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 73-81, 2025 Gambar 1. Panjang gelombang maksimum nifedipin Evaluasi Tablet Campuran Interaktif Nifedipin Hasil keberhasilan persiapan campuran interaktif parameter, termasuk evaluasi campuran interaktif, mutu fisik host dan tablet, serta profil disolusi tablet campuran interaktif Hasil penelitian terhadap uji mutu fisik dan disolusi tablet campuran interaktif nifedipin tersaji dalam tabel 2. Tabel 2. Uji mutu fisik host dan tablet campuran interaktif nifedipin Formula Keseragaman CV Sudut diam Kandungan (%) (A) (%) kekerasan Kerapuhan . (%) Waktu . Disolusi (%) 1,45 1,28 1,65 1,24 1,72 7,52 1,197 1,338 2,785 1,021 1,028 1,427 2,65A0,52 3,13A0,24 3,93A0,15 4,21A0,35 4,75A0,57 3,72A0,38 4,72A0,33 5,39A0,52 5,97A0,17 6,05A0,02 6,47A0,15 5,28A0,25 97,31A1,47 94,26A1,81 92,77A2,42 90,26A1,58 81,45A1,29 50,26A3,82 26,25A0,23 26,3A0,38 27,03A0,06 29,27A0,19 29,39A0,22 26,42A0,27 102,49A0,49 102,6A0,51 102,90A2,78 101,28A1,58 101,90A2,24 102,78A2,63 1,09A0,05 1,24A0,07 1,05A0,02 0,75A0,07 0,71A0,12 1,07A0,35 Keterangan : Formula 1 : Host dengan ukuran mesh 16/40 Formula 2 : Host dengan ukuran mesh 18/40 Formula 3 : Host dengan ukuran mesh 20/40 Formula 4 : Host dengan ukuran mesh 25/30 Formula 5 : Host dengan ukuran mesh 30/40 Formula 6 : Formula kontrol . anpa campuran interakti. Evaluasi Campuran interaktif nifedipin Pengujian nifedipin bertujuan untuk mengetahui homogenitas antara zat aktif dan host. Penelitian ini menunjukkan bahwa semua formula memenuhi persyaratan homogenitas dengan CV <5%, yang menunjukkan distribusi zat aktif yang merata pada host. Evaluasi mutu fisik host campuran interaktif nifedipin Formula 1 dengan ukuran host 16/40 mesh memiliki waktu alir lebih cepat dibandingkan dengan ukuran host formula 2, 3, 4, dan 5. Hal ini karena ukuran granul host yang lebih besar cenderung memiliki gesekan antar partikel yang lebih rendah. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 73-81, 2025 sehingga aliran granul lebih lancar. Semua formula menunjukkan sudut diam dalam kisaran 26AAe29A, menunjukkan sifat alir yang Formula 5 memiliki sudut diam lebih besar, karena ukuran host yang lebih kecil meningkatkan kohesivitas antar partikel, yang menghambat aliran. Granul dengan waktu alir dan sudut diam yang baik menjamin efisiensi proses pencetakan tablet. Pengujian menunjukkan semua formula memenuhi standar kerapuhan <1%, dengan formula 5 menunjukkan nilai kerapuhan terendah sebesar 0,71%. Hasil ini mengindikasikan bahwa tablet formula 5 memiliki stabilitas mekanis yang lebih baik dibandingkan formula lainnya. Semakin kecil ukuran host, semakin rendah kerapuhan tabletnya. Host yang lebih kecil dapat mengisi celah antar partikel dengan lebih baik, sehingga meningkatkan gaya pengikatan antar partikel dan memperkuat struktur tablet sehingga tidak mudah retak. Analisis data hasil uji one way anova pada pengujian kerapuhan tablet menunjukan nilai signifikan <0,05 sebesar 0,005 yang berarti bahwa formula 1,2, 3, 4 dan 5 memiliki perbedaan bermakna Hasil uji waktu hancur menunjukkan data sebaliknya dengan hasil formula 1 memiliki waktu hancur tercepat sebesar 4,72 menit, sedangkan formula 5 membutuhkan waktu paling lama yaitu 6,47 menit. Waktu hancur yang lebih lama pada formula 5 disebabkan oleh peningkatan kekompakan tablet akibat ukuran host yang lebih kecil sehingga menghambat penetrasi air ke dalam tablet. Hasil uji one way anova Evaluasi mutu fisik tablet campuran interaktif nifedipin Mutu fisik tablet dianalisis melalui parameter kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur untuk memastikan kualitas tablet yang Kelima formula menunjukkan keseragaman kandungan nifedipin dan nilai penerimaan tablet. Tablet nifedipin harus mengandung nifedipin tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 110%. Dalam nilai penerimaan 10 tablet. NP tidak lebih dari 15%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tablet dari formula 5, yang menggunakan host dengan ukuran terkecil, memiliki kekerasan tertinggi sebesar 4,75 kg dibandingkan formula 1 yang hanya mencapai 2,65 kg. Peningkatan kekerasan ini disebabkan oleh luas permukaan spesifik yang lebih besar pada host berukuran kecil, sehingga memperkuat gaya antar partikel selama proses pencetakan tablet. Analisis data hasil uji one way anova pada pengujian kekerasan tablet menunjukan nilai signifikan <0,05 sebesar 0,000 yang berarti bahwa formula 1,2, 3, 4 dan 5 memiliki perbedaan bermakna. pada pengujian waktu hancur tablet menunjukan nilai signifikan <0,05 sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan perbedaan antara kelompok-kelompok tersebut signifikan secara statistik pada kelima formula yang diuji. Validasi Metode Analisis Tabel 3. Hasil validasi metode analisa nifedipin Parameter Pelarut metanol Pelarut natrium lauril sulfat P R . oefisien korelas. Batas deteksi (LOD) Batas kuantifikasi (LOQ) Akurasi (%) Presisi (%) 99,93% 0,43 ppm 1,31 ppm 99,55% 1,61% Validasi metode analitis adalah proses evaluasi berdasarkan percobaan untuk memastikan bahwa metode analitik yang digunakan memenuhi ketentuan yang berlaku. 99,93% 0,43 ppm 1,32 ppm 99,60% 1,43% Parameter validasi termasuk linearitas, limit deteksi (LOD), limit kuantifikasi (LOQ), presisi, dan akurasi. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 73-81, 2025 Linearitas mengacu pada kapasitas metode analitik untuk menghasilkan hasil yang berbanding lurus dengan konsentrasi analit dalam rentang yang ditentukan. Hasil analisis regresi linier dengan medium metanol menghasilkan persamaan regresi y = (-0,0. 0,0609x dengan koefisien korelasi r = 0,9993, sedangkan untuk medium natrium lauril sulfat P memberikan persamaan regresi y = 0,0544 0,04925x dengan koefisien korelasi r = 0,9993 keduanya menunjukkan kriteria linearitas yang sangat baik. Limit kuantifikasi (LOQ) berbeda dengan limit deteksi (LOD) mengenai LOD menunjukkan konsentrasi terendah analit yang dapat dideteksi, yang tidak menjamin akurasi Sebaliknya. LOQ mengacu pada konsentrasi terendah di mana analit dapat diukur secara kuantitatif dengan akurasi dan presisi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai LOD dalam medium metanol adalah 0,43 ppm, sedangkan dalam medium natrium lauril sulfat P adalah 0,43 ppm. Hasil data LOQ diperoleh dalam medium metanol adalah 1,31 ppm, sedangkan dalam medium natrium lauril sulfat P mencapai 1,32 ppm. Presisi adalah tingkat kedekatan antara hasil pengukuran yang diperoleh dalam kondisi yang sama. Presisi umumnya dinyatakan sebagai deviasi standar relatif (RSD), yang memberikan ukuran variabilitas dalam satu set data relatif terhadap rata-rata. Uji presisi bertujuan untuk mengevaluasi tingkat akurasi dan konsistensi hasil pengukuran dari metode analitis. Hasil pengujian nilai presisi dalam medium metanol adalah 1,61%, dan natrium lauril sulfat P adalah 1,43%. Hasil kedua medium memenuhi persyaratan penerimaan presisi kurang dari 2%. Akurasi mengacu pada tingkat kedekatan antara hasil pengukuran dan nilai yang benar atau referensi. Hasil pengujian menunjukkan nilai akurasi 99,55% pada medium metanol dan 99,60% pada medium natrium lauril sulfat P yang keduanya berada dalam kisaran persyaratan akurasi yang baik yaitu 90%-110%. Jumlah pelepasan obat dan pola kinetika tablet nifedipin dapat digambarkan dari hasil disolusi yang dinyatakan sebagai kadar obat terlarut/terdisolusi (%). Profil disolusi tablet nifedipin dapat dilihat pada Gambar 2. Profil disolusi tablet nifedipin Hasil uji disolusi menunjukkan jumlah % nifedipin yang terdisolusi pada menit ke 60 dari masing-masing formula berbeda Formula kontrol . ibuat tanpa metode campuran interakti. hasil tablet nifedipin memberikan jumlah % disolusi obat nifedipin sebesar 50,26% belum memenuhi persyaratan sesuai dengan Farmakope Indonesia edisi VI yaitu toleransi dalam waktu 60 menit harus larut tidak kurang dari 75% (Q) C17H18N2O6 dari jumlah yang tertera pada etiket. Formula 1, 2, 3, 4, dan 5 yang dibuat dengan Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 73-81, 2025 DAFTAR PUSTAKA