JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Analisis Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur Tahun 2022 Monita Septidwina, 2Hamyatri Rawalillah, 3Santi Rosalina, 4Nani Sari Murni*) 1,2,3,4 PSKM STIK Bina Husada. Palembang. Indonesia ARTICLE INFORMATION ABSTRACT Received: May 23, 2022 Revised: June 16, 2022 Available online: September 12, 2022 Pulmonary Tuberculosis is still an infectious disease that is the top killer in the world. Betung Primary Health Center. East Ogan Komering Ulu (OKU) Regency. South Sumatra Province has 31 cases of Pulmonary Tuberculosis (TB) in 2021. This study aims to determine the correlation between home environmental conditions and the incidence of pulmonary TB in the working area of Betung Health Center. East OKU Regency. The research was conducted on April 25 to June 25 2022. The research design used case The sample in this study were all patients with pulmonary TB, namely 31 respondents as cases, and 32 respondents as controls. Statistical test using chi square test. The results showed that there was a correlation between lighting . -value 0. , ventilation . -value 0. and floor type . -value . with the incidence of pulmonary TB, but there was no relationship between residential density and the incidence of pulmonary TB . -value The conclusion in this study is that there is a correlation between lighting, ventilation, type of floor with the incidence of pulmonary tuberculosis, but there is no relationship between residential density and the incidence of pulmonary tuberculosis. Based on the conclusions, the researchers suggest that patients with pulmonary TB should pay more attention to the health of the home environment so that they are in a healthy home environment and minimize transmission and accelerate the healing of KEYWORDS Kata Kunci: lingkungan, rumah. TB Paru Kata Kunci Bahasa Inggris: environment, home. Pulmonary Tuberculosis. Lung Tuberculosis CORRESPONDENCE Nani Sari Murni PSKM STIK Bina Husada. Palembang. Indonesia E-mail: syauqi0809@gmail. ABSTRAK Tuberkulosis Paru masih menjadi penyakit menular yang menjadi pembunuh teratas di dunia. Puskesmas Betung Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Propinsi Sumatera Selatan memiliki penderita Tuberkulosis (TB) Paru sebanyak 31 kasus pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kondisi lingkungan rumah terhadap kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 April s. d 25 Juni 2022. Desain penelitian menggunakan case Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru yakni sejumlah 31 responden sebagai kasus, dan 32 responden sebagai kontrol. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan pencahayaan . ilai p 0,. , ventilasi . ilai p 0,. dan jenis lantai . ilai p 0,. dengan kejadian TB Paru, namun tidak terdapat hubungan kepadatan hunian rumah dengan kejadian TB Paru . ilai p 0,. Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pencahayaan, ventilasi, jenis lantai dengan kejadian Tuberkulosis Paru, namun tidak ada hubungan kepadatan hunian rumah dengan kejadian Tuberkulosis Paru. Berdasarkan simpulan maka peneliti menyarankan agar penderita TB Paru agar lebih memperhatikan kesehatan lingkungan rumah sehingga dalam kondisi lingkungan rumah yang sehat dan meminimalisasi penularan serta mempercepat penyembuhan penderita. This is an open access article under the CC BY-ND license. Septidwina. Monita, et. Analisis Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. PENDAHULUAN memenuhi syarat rumah sehat. Sebagian besar rumah Tuberkulosis (TB) Paru sebagai penyakit menular berbentuk rumah panggung atau rumah kolong, yakni yang menjadi pembunuh teratas di dunia. Sebagian besar rumah dengan tiang penyanga, berdinding dan lantai penderita TB Paru tinggal di negara berpenghasilan Sebagian besar kepala keluarga merupakan perokok rendah dan menengah, namun kasus TB Paru ada di Tata letak rumah di daerah penelitian kurang tertata seluruh dunia. Sekitar setengah dari semua penderita TB Rumah tidak menghadap arah matahari, bahkan Paru dapat ditemukan di 8 negara, yakni Bangladesh, menghalangi cahaya matahari untuk masuk kerumah. Hal Cina. India. Indonesia. Nigeria. Pakistan. Filipina, dan ini menyebabkan kurangnya pencahayaan alami pada Afrika Selatan (WHO, 2. Berdasarkan jumlah kasus rumah tersebut. Beberapa rumah dihuni oleh lebih dari tersebut, hanya 67% yang ditemukan dan diobati, satu keluarga sehingga penghuni rumah menjadi padat. sehingga terdapat 283. 000 penderita Tuberkulosis Paru Menurut Siregar . , kejadian TB Paru di yang belum diobati dan berisiko menjadi sumber wilayah kerja Puskesmas Pargarutan dipengaruhi oleh penularan bagi orang disekitarnya. kondisi lingkungan fisik rumah seperti jenis lantai. Persentase case detection rate penyakit TB Paru di Provinsi Sumatera Selatan dalam 5 tahun terakhir Rumah sehat adalah bangunan sebagai mengalami fluktuatif. Pada tahun 2018, persentase case sarana atau tempat berlindung dan bernaung serta tempat detection rate penyakit TBC Provinsi Sumatera Selatan untuk beristirahat sehingga menumbuhkan kehidupan sebesar 46%. Tiga kabupaten/kota terendah case detection yang sehat dalam fisik, rohani maupun sosial budaya rate penyakit TBC di tahun 2018 yaitu Kabupaten OKI (Siregar, 2. Pembangunan rumah harus disesuaikan sebesar 27%. Kabupaten OKU Selatan sebesar 28%, dan dengan persyaratan untuk menciptakan rumah yang sehat Kota Prabumulih sebesar 29%. Jika dibandingkan dengan agar rumah sebagai tempat tinggal dapat berfungsi dengan target Renstra sebesar 55% capaian case detection rate Salah satu persyaratan rumah sehat adalah dengan penyakit TBC pada tahun 2018 belum mencapai target memenuhi persyaratan fisiologis atau kualitas fisik yang ditetapkan dengan rasio capaian sebesar 83,64% Kualitas fisik rumah terdiri dari suhu, kelembaban, (Dinkes Provinsi Sumsel, 2. Untuk Kabupaten OKU pencahayaan, ventilasi, kepadatan penghuni, kualitas Timur angka penemuan TB Paru pada tahun 2019 1. dinding dan lantai (Dewi, 2. kasus, tahun 2020 sebanyak 453 kasus, dan tahun 2021 sebanyak 573 kasus (BPS, 2. Keadaan rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan salah satu faktor yang berperan Berdasarkan data 10 penyakit terbesar yang ada di dalam penyebaran kuman tuberkulosis. Kasus TB Paru di Profil Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur. Provinsi Lampung pada tahun 2014 sebanyak 108 kasus, penderita TB Paru di Puskesmas Betung Kabupaten OKU dimana 83 kasus terjadi di Puskesmas Panjang. Keadaan Timur selama 3 tahun terakhir mengalami fluktuasi yakni rumah di wilayah Kecamatan Panjang hanya 26,28% yang tahun 2019 sebanyak 20 kasus, tahun 2020 sebanyak 10 memenuhi syarat rumah sehat (Perdana & Putra, 2. kasus, dan tahun 2021 sebanyak 31 kasus (Profil Kesehatan lingkungan rumah memiliki peranan yang Puskesmas, 2. Sebagian besar rumah penduduk di sangat penting dalam penyebaran bakteri tuberkulosis tempat penelitian masih semi permanen, dan kurang paru ke orang yang sehat. Sumber penularan penyakit ini Septidwina. Monita, et. Analisis Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. melalui perantaraan ludah atau dahak penderita yang Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang diawali mengandung Mycobacterium tuberculosis. Pada saat dengan informed consent, lembar observasi, luxmeter, dan penderita batuk atau bersin, butir-butir air ludah Wawancara kepada responden dilakukan beterbangan di udara dan akan hidup beberapa jam dengan menggunakan kuesioner yang telah disusun lamanya di dalam ruangan lembab dan kurang cahaya. sebelumnya dan telah dilakukan uji validitas dan Penyebaran Mycobacterium tuberculosis akan lebih cepat Lembar observasi diisi dengan melakukan menyerang orang yang sehat jika berada di dalam rumah observasi pada kondisi pencahayaan rumah, ventilasi, yang lembab, gelap dan kurang cahaya (Kemenkes RI, jenis lantai rumah, dan kepadatan hunian. Selain itu, dilakukan pula pengukuran pencahayaan rumah dengan Berdasarkan uraian diatas, penyakit TB Paru masih menggunakan luxmeter, pengukuran ventilasi dan luas menjadi masalah di Puskesmas Betung dan belum pernah rumah dengan menggunakan rollmeter. dilakukan penelitian untuk mengkaji hubungan kondisi menggunakan uji chi square. lingkungan rumah terhadap kejadian TB Paru maka sebagaimana di bawah ini (Supangat, 2. peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hal ycu2 = Oc Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi . eliputi ventilasi, jenis lantai rumah, dan kepadatan hunia. terhadap kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur tahun 2022. Uji statistik Formula uji chi-square . cCycnOeyayc. 2 yaycn Dimana Oi adalah nilai observasi dan Ei adalah nilai ekspektasi . Selanjutnya, peneliti melihat nilai odds ratio (OR) sebagai ukuran asosiasi. Rasio odds menunjukkan berapa besar peran faktor risiko yang diteliti terhadap terjadinya penyakit . METODE Desain penelitian ini adalah kasus-kontrol . ase Pada kasus-kontrol, mengidentifikasi subyek . yang telah terkena penyakit . kemudian ditelusuri secara retrospektif. Oleh karena itu, penelitian kasus-kontrol juga disebut (Ismael. HASIL PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada 25 April s. d 25 Juni 2022 di Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru BTA ( ), sedangkan populasi kontrol adalah seluruh tetangga dari Setelah dilakukan penelitian maka peneliti melakukan analisis univariat pada kondisi lingkungan rumah yang meliputi variabel pencahayaan rumah, ventilasi, jenis lantai rumah, dan kepadatan hunian. Hasil analisis univariat pada keempat variabel tersebut sebagaimana tabel 1 di bawah ini: Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kondisi Lingkungan dan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur Tahun 2022 penderita TB Paru BTA ( ) tersebut, yang tidak pernah terdiagnosis TB Paru. Sampel kasus dalam penelitian ini Variabel Pencahayaan rumah Tidak memenuhi Memenuhi syarat Ventilasi Bukan penderita Tb . Penderita Tb paru . adalah total populasi, yakni seluruh penderita TB Paru yang berjumlah 31 responden sebagai kasus, dan 32 responden sebagai kontrol. Kelompok kasus adalah responden penderita TB Paru dengan BTA ( ) dan kelompok kontrol adalah tetangga dari penderita TB Paru. Septidwina. Monita, et. Analisis Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Tidak memenuhi Memenuhi syarat Jenis lantai rumah Tidak memenuhi Memenuhi syarat Kepadatan hunian Tidak memenuhi Memenuhi syarat kali untuk mengalami kejadian Tuberkulosis Paru dibandingkan responden yang pencahayaan rumahnya memenuhi syarat. Hasil analisis hubungan antara ventilasi dengan kejadian tuberkulosis paru sebagaimana tabel 3 di bawah ini. Tabel 3. Hubungan Antara Ventilasi Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur Tahun 2022 Berdasarkan tabel 1 didapatkan hasil bahwa dari Ventila Tidak Memenuhi Jumlah pencahayaan rumah yang tidak memenuhi syarat yakni 26 ,9%), ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat 27 responden . ,1%), jenis lantai rumah yang tidak memenuhi syarat 19 responden . ,3%), dan Bukan Tb paru Penderita Tb paru Nilai P 0,000 Berdasarkan tabel 3 didapatkan hasil bahwa kepadatan hunian rumah yang tidak memenuhi syarat 23 responden . ,2%). sebagian besar responden yang ventilasi rumahnya tidak Hasil analisis hubungan antara pencahayaan dengan memenuhi syarat mengalami kejadian Tuberkulosis Paru kejadian tuberkulosis paru sebagaimana tabel 2 di bawah yakni sebesar 87,1%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p 0,000 yang berarti ada hubungan antara ventilasi dengan Tabel 2. Hubungan antara pencahayaan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur Tahun 2022 kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Betung Pencahayaan Tidak Memenuhi Jumlah Penderita Tb paru Bukan Tb paru Kabupaten OKU Timur tahun 2022. Nilai OR 35,1 menunjukkan bahwa responden dengan ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat memiliki risiko sebesar Nilai P 35,100 kali untuk mengalami kejadian Tuberkulosis Paru dibandingkan responden yang pencahayaan rumahnya memenuhi syarat. 0,004 Hasil analisis hubungan antara jenis lantai dengan 6,314 kejadian tuberkulosis paru sebagaimana tabel 4 di bawah Tabel 4. Hubungan Antara Jenis Lantai Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur Tahun 2022 Berdasarkan tabel 2 didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden yang pencahayaan rumahnya tidak memenuhi syarat mengalami kejadian Tuberkulosis Paru yakni 83,9%. Hasil uji statistik didapatkan nilai p Jenis lantai Tidak Memenuhi Jumlah 0,004 berarti ada hubungan antara pencahayaan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur tahun 2022. Nilai OR 6,314 menunjukkan bahwa responden yang pencahayaan Bukan Tb paru Penderita Tb paru Nilai P 0,022 3,870 rumahnya tidak memenuhi syarat memiliki risiko 6,314 Septidwina. Monita, et. Analisis Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Berdasarkan tabel 4 didapatkan hasil bahwa atau buatan harus mampu menerangi seluruh bagian sebagian besar responden dengan jenis lantai rumah yang ruangan degan minimal intensitasnya 60 lux dan tidak tidak memenuhi syarat mengalami kejadian Tuberkulosis membuat silau (Permenkes RI, 2. Rumah harus cukup Paru yakni 87,1%. Hasil uji statistik didapatkan nilai p mendapatkan pencahayaan/penerangan, baik pada siang 0,022 berarti ada hubungan antara jenis lantai dengan maupun malam hari. Pencahayaan dapat membantu kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Betung membunuh mikroorganisme. Pada siang hari diupayakan Kabupaten OKU Timur tahun 2022. Nilai OR 3,870 ruangan mendapat sinar matahari langsung dan untuk menunjukkan bahwa responden yang jenis lantai rumahnya tidak memenuhi syarat memiliki risiko sebesar penerangan didapat dengan bantuan listrik. 3,870 kali untuk mengalami kejadian Tuberkulosis Paru Penelitian ini sejalan dengan pula dengan dibandingkan responden yang jenis lantai rumahnya penelitian yang dilakukan oleh Siregar . serta memenuhi syarat. penelitian Dewi . yang menunjukkan bahwa ada Hasil analisis hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian tuberkulosis paru sebagaimana tabel 5 di bawah Tuberkulosis Paru . ilai p 0,030 dan nilai p 0,. (Siregar, 2022. Dewi, 2. Dalam penelitian ini ada Tabel 5. Hubungan Antara Kepadatan Hunian Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur Tahun 2022 Tuberkulosis Paru karena kurangnya cahaya matahari yang masuk kedalam rumah, menjadikan rumah terasa Penderita Tb paru Kepadatan hunian rumah Tidak Memenuhi Jumlah Bukan penderita Tb Nilai lembab dan gelap yang merupakan tempat hidup yang baik bagi mikroorganisme penyebab TB Paru. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara ventilasi dengan kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas 0,068 Betung Kabupaten OKU Timur tahun 2022 . ilai p 0,000. OR 35,. Hal ini sejalan dengan teori yang Berdasarkan tabel 5 didapatkan hasil sebagian menjelaskan bahwa ventilasi memiliki banyak fungsi, besar responden dengan kepadatan hunian rumah yang salah satunya adalah untuk mendukung pertukaran udara tidak memenuhi syarat mengalami kejadian Tuberkulosis dari dalam dan keluar ruangan (Permenkes RI, 2. Paru yakni 74,2%. Hasil uji statistik didapatkan nilai p Ventilasi sebagai sarana pertukaran udara minimal 0,068 berarti tidak ada hubungan antara kepadatan hunian berukuran 10% dari luas lantai dengan syarat bukaan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Betung ventilasi tidak mengarahkan pada udara masuk yang Kabupaten OKU Timur tahun 2022. tercemari oleh asap, debu atau lainnya. Apabila udara didalam ruangan tidak bertukar dapat terjadi peningkatan PEMBAHASAN kelembaban udara yang menyebabkan meningkatnya Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara jumlah dan konsentrasi bakteri terutama bakteri patogen pencahayaan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di (Triwibowo, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur tahun 2022 penelitian yang dilakukan oleh Perdana . ilai p 0,004. OR 6,. Hal ini sejalan dengan teori penelitian Harizon . yang menunjukkan ada yang menjelaskan bahwa pencahayaan baik yang alami hubungan signifikan antara ventilasi rumah dengan Septidwina. Monita, et. Analisis Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. kejadian Tuberkulosis Paru . ilai p 0,000 dan nilai p lembab memungkinkan mikroorganisme penyebab TB 0,. Dalam penelitian ini ada hubungan antara luas Paru dapat bertahan hidup dalam rumah tersebut. ventilasi dengan kejadian Tuberkulosis Paru karena Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian Tuberkulosis mengakibatkan fungsi sebagai penghawaan tidak terjadi. Paru di Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur tahun Untuk mendapatkan fungsi penghawaan secara terus- 2022 . ilai p 0,. menerus dapat dilakukan dengan tidak menutup ventilasi kepadatan hunian adalah perbandingan antara luas lantai dengan papan atau plastik, menutup dapat menggunakan kamar dengan jumlah anggota keluarga dalam satu rumah filter yang berongga sehingga udara masih dapat keluar- Persyaratan kepadatan hunian untuk seluruh masuk dengan baik, atau dapat dilakukan sistem buka- perumahan biasa dinyatakan dalam m2 per orang. Luas tutup ventilasi jika ventilasi terbuat dari papan atau minimum per orang sangat relatif tergantung kualitas Ventilasi yang baik memungkinkan pertukaran bangunan dan fasilitas yang tersedia, untuk perumahan udara yang baik, mikroorganisme penyebab penyakit sederhana, minimum 8 m2 per orang. Untuk kamar tidur dapat keluar dari ruangan dan udara yang baik dapat diperlukan miminum 2 orang, kamar tidur sebaiknya tidak masuk ke ruangan. dihuni >2 orang, kecuali untuk suami istri dan anak Dijelaskan dalam teori bahwa Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara dibawah 2 tahun. (Permenkes RI, 2. Hasil penelitian jenis lantai dengan kejadian Tuberkulosis Paru di ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur tahun 2022 Hayati . yang menunjukkan ada hubungan yang . ilai p 0,022. OR 3,. Hal ini sejalan dengan teori bermakna antara kepadatan hunian dengan kejadian yang menjelaskan bahwa jenis lantai harus kering . idak penyakit Tuberkulosis Paru . ilai p 0,. Namun sejalan lemba. dan mudah dibersihkan. Agar tetap kering maka lantai harus terbuat dari bahan bangunan yang tidak menunjukkan tidak ada hubungan antara kepadatan menghantar air tanah ke permukaan lantai . edap ai. , hunian dengan kejadian Tuberkulosis Paru . ilai p 0,. berada lebih tinggi dari halaman luar dengan ketinggian Dalam penelitian ini tidak terdapat hubungan antara lantai minimal 10 cm dari pekarangan dan 25 cm dari kepadatan hunian rumah dengan kejadian Tuberkulosis permukaan jalan (Permenkes RI, 2. Hasil penelitian Paru ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Elvina mempengaruhi terjadinya TB Paru di tempat penelitian, . yang menunjukkan ada hubungan signifikan antara artinya pada kondisi tempat penelitian ini variabel lain jenis lantai dengan kejadian Tuberkulosis Paru . ilai p yang lebih berpengaruh terhadap terjadinya TB Paru. Hasil analisis menunjukkan bahwa responden dengan penelitian Dewi . yang menunjukkan tidak terdapat kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat pun relatif banyak yang tidak menderita TB Paru . elompok Namun penelitian ini tidak sejalan Tuberkulosis Paru . ilai p 0,. Dalam penelitian ini Wahyuningtyas . ada hubungan antara jenis lantai dengan kejadian Tuberkulosis Paru karena kondisi tempat penelitian KESIMPULAN menunjukkan lantai rumah responden yang terbuat dari Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan kayu menimbulkan kondisi lembab. Kondisi lantai yang antara pencahayaan, ventilasi, jenis lantai dengan kejadian Tuberkulosis Paru, namun tidak ada hubungan kepadatan Septidwina. Monita, et. Analisis Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. hunian rumah dengan kejadian Tuberkulosis Paru. Bagi Ismael. dan S. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. 3rd edn. Jakarta: CV. Sagung Seto. pencahayaan dan ventilasi agar terjadi pergantian udara yang optimal di dalam rumah dan terhindar dari infeksi mikroorganisme penyebab TB Paru. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah meluaskan tempat penelitian dalam wilayah kerja Kabupaten Ogan Komering Timur sehingga rekomendasi dapat diberikan kepada Pemerintah Daerah setempat untuk variabel yang berhubungan Tuberkulosis Paru Kemenkes RI. Tuberkulosis Temukan Obati Sampai Sembuh. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan. Kemenkes RI. Jadikan Penerus Bangsa Bebas TBC, dimulai dari Diri Sendiri dan Keluarga. https://w. id/article/view/21032500001/jad ikan-penerus-bangsa-bebas-tbc-dimulai-dari-diri-sendiridan-keluarga. Perdana. , & Putra. Hubungan Faktor Lingkungan Fisik Rumah terhadap Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang. Lampung. Jurnal Kesehatan, 9. REFERENSI