Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan P-ISSN: 1829-717X, E-ISSN: 2621-0347 Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 KESENIAN HADRAH: MEMBANGUN KARAKTER ISLAMI SISWA MELALUI NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERA BANJARBARU Ahmadi Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Banjarbaru Ahmadfaqott22@gmail.com Rahmi Rabiaty Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Banjarbaru umialief@gmail.com Abstract This study discusses "Hadrah Art: Building Islamic Character of Students through Educational Values at Al Falah Putera Islamic Boarding School, Banjarbaru". The purpose of this study is to describe the art of hadrah in building Islamic character of students through educational values at Al Falah Putera Islamic Boarding School, Banjarbaru. The subjects of this study were teachers/mentors and students of the hadrah group. The object of this study is the values of Islamic education in hadrah art and the factors that influence hadrah art to form Islamic character of students at Al Falah Putera Islamic Boarding School. Data collection for this study used observation, interview and documentation techniques. While data processing techniques were carried out by data classification, editing, and data interpretation. Then the data is presented and analyzed using descriptive data analysis techniques and inductive conclusion drawing. Based on the research results, it is known that the value of Islamic education in the art of hadrah at the Al Falah Putera Islamic Boarding School has three Islamic educational values, namely the values of iʻtiqa ̃diyyah, khuluqiyyah, and ʻamaliah. From these three educational values, the character of the students can be formed in the form of religious, tolerant, disciplined, friendly/communicative and socially caring characters. Thus, the art of hadrah not only functions as art, but also as an effective means of character education. Keyword: Character, Hadrah Art, Islamic Education Values. Abstrak Penelitian ini membahas tentang “Kesenian Hadrah : membangun Karakter Islami siswa melalui nilai pendidikan Di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru”. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesenian hadrah dalam membangun karakter Islami siswa melalui nilai pendidikan di pondok pesantren Al Falah Putera Banjarbaru. Subjek penelitian ini adalah guru/pembimbing dan santri grub hadrah. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan Islam dalam kesenian hadrah serta faktor yang mempengaruhi dalam kesenian hadrah untuk membentuk karakter Islami siswa di pondok Pesantren Al Falah Putera. Pengumpulan data Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan, Volume 24 (2), 2024 Ahmadi, Rahmi Rabiaty 132 penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data dilakukan dengan cara klasifikasi data, editing, dan interpretasi data. Kemudian data tersebut disajikan dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data secara deskriftif dan pengambilan simpulan secara induktif. Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa nilai pendidikan Islam dalam kesenian hadrah di Pondok Pesantren Al Falah Putera mempunyai tiga nilai pendidikan Islam, yaitu nilai iʻtiq𝑎̃diyyah, khuluqiyyah, dan ʻamaliah. Dari ketiga nilai pendidikan tersebut, maka dapat terbentuk karakter pada santri berupa karakter religius, toleransi, disiplin, bersahabat/komunikatif dan peduli sosial. Dengan demikian, kesenian hadrah tidak hanya berfungsi sebagai seni, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter yang efektif. Kata kunci: Karakter, Kesenian Hadrah, Nilai-Nilai Pendidikan Islam. Pendahuluan Pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun manusia kearah yang lebih baik, berkualitas, dan berkarakter. Pendidikan merupakan bagian integral dari pembangunan kehidupan bangsa dan negara. Tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1, yang berbunyi:“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”.1 Pentingnya pendidikan terlebih khusus pendidikan agama Islam tergambarkan bahwasanya Rasulullah hanya diperintahkan berdoa untuk bertambahnya ilmu, sebagaimana dalam sebuah ayat surah Thaha ayat 114: ‫َوقُلْ َّربْ زدنيْ عل ًما‬ Hal ini menunjukkan berapa pentingnya peranan ilmu. Ilmu merupakan modal untuk mencapai kesuksesan baik kesuksesan di dunia maupun kesuksesan akhirat, Imam Syafi`i berkata sebagaimana yang dikutip oleh Imam Nawawi, barangsiapa yang menghendaki dunia hendaknya dengan ilmu dan barangsiapa yang menghendaki akhirat hendaknya dengan ilmu.2 1 Ria Hayati, “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Untuk Meningkatkan Karakter”, Al-Irsyad, Vol.9, No.2, (Desember, 2019), h. 91. 2 Abdul Majid Khon, “Pendidikan dalam Perspektif Hadis”, Journal af Islamic Education Islam, Vol. 4, No. 1, ( 2021 ), h. 28. 133 Kesenian Hadrah: Membangun Karakter Islam Siswa… Pendidikan agama Islam merupakan pilar terpenting dalam membentuk manusia yang berakhlak dan bertaqwa kepada Allah SWT, tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad saw. untuk menyempurnakan akhlak manusia ditegaskan dalam hadis: )ُ‫القُ( َر َواهُ ا ْلُبَ ْي َه ِقي‬ ِ ‫ِإنَّ َما بُ ِعثْتُُ ألُت َ ِ ِّم َمُ َمك َِار َمُ األ َ ْخ‬ Masalah akhlak ini mendapatkan perhatian yang utama dalam ajaran Islam, karena betapa pentingnya akhlak. Salah satu tugas Nabi Muhammad saw adalah untuk memperbaiki akhlak manusia sehingga manusia memiliki perilaku yang baik dalam menjalani kehidupan di dunia.3 Menurut Sa`adah, pendidikan Islam merupakan sebuah proses mengubah tingkah laku individu pada kehidupan pribadi, masyarakat dan alam sekitar.4 Penyapaian pesan dakwah dalam dunia pendidikan tidak hanya disampaikan dari mimbar ke mimbar, tetapi dakwah bisa disampaikan dengan model lain, salah satunya adalah melalui syair-syair atau lagu-lagu. Kesenian hadrah adalah salah satu media untuk menyampaikan dakwah lewat syair-syair Islami.berisikan puji-pujian kepada Allah dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan harapan bahwa tiap lirik syair dan sholawat yang dilantunkan saat kegiatan hadrah, para santri dapat diajak untuk memahami pesan agama yang terkandung di dalamnya dan membangun rasa terhadap kesenian Islam. Kesenian hadrah ini adalah salah satu dari beberapa jenis kesenian yang terdapat dalam kesenian musik tradisional Islam yang ada di Indonesia. Bahkan di dalamnya banyak tersirat beberapa nilai yang terkait dengan aspek-aspek pendidikan seperti akidah, akhlak, ibadah, sosial. Kesenian hadrah sendiri, sudah ada sejak abad ke-6. Hal ini dibuktikan bahwa pada masa itu, masyarakat Madinah menggunakan hadrah sebagai musik pengiring dalam acara penyambutan atas kedatangan Nabi Muhammad Saw yang hijrah dari Makkah ke Madinah. Di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru kesenian hadrah biasanya dimainkan diiringi pembacaan maulid Simthud Durar dan maulid Azab, namun maulid Simthud Durar lebih sering dibaca dibandingkan dengan maulid Azab. 3 Eka Damayanti, “Filsafat Akhlak dalam Pemikiran Etika Kontemporer”, Journal of Islamic Education, Vol. 4, No. 1, (May, 2022), h. 42. 4 Ibid, h. 92. Ahmadi, Rahmi Rabiaty Berdasarkan observasi penulis kesenian hadrah merupakan salah satu kesenian yang rutin diselenggarakan pada malam senin dan sabtu di Ponpes Al Falah Putera Banjarbaru, selain itu kesenian hadrah ini biasanya juga digelar pada acara-acara rutin yang sering menjadi tradisi di pesantren, seperti peringatan maulid Nabi, peringatan isra` wal mi`raj hingga peringatan haul pendiri pondok pesantren. Metode Penelitan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena data yang disajikan berupa kata-kata. Metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data diskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Selanjutnya, apabila dilihat dari permasalahan yang diteliti maka penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.5 Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang juga dianggap sebagai pendekatan luas dalam penelitian kualitatif. Ide penting dari jenis penelitian ini adalah bahwa peneliti berangkat ke lapangan untuk mengadakan pengamatan langsung tentang sesuatu fenomena yang terjadi. 6 Dalam hal ini lokasi penelitian yang akan peneliti lakukan pengamatan berada di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru. Sehubung dengan itu, nantinya peneliti akan memaparkan bagaimana situasi dan kondisi lokasi tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data penelitian terkumpul maka langklah selanjutnya adalah melakukan pengolahan data dengan editing, klasifikasi data, interpretasi data dan dan analisis data. Hasil dan Pembahasan Kesenian Hadrah: Membangun karakter Islami Siswa Melalui Nilai Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru Nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam kesenian hadrah memiliki peran penting dalam pembentukkan karakter siswa. Melalui pelajaran moral, disiplin, kerjasama yang diajarkan dalam hadrah, siswa dapat mengembangkan sikap positif 5 Lexy, J Moleong., Metode Penelitian Kualitatif, (Remaja Rosdakarya, 2014). h. 8. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabet, 2017. 6 134 135 Kesenian Hadrah: Membangun Karakter Islam Siswa… dan kepribadian yang sesuai dengan ajaran Islam. Adapun kegiatan kesenian hadrah yang ada di pondok Al Falah Putra disini yaitu kegiatan pelaksanaan pembacaan maulid Nabi, syair-syair pujian dan dzikir-dzikir yang dilakukan rutin di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru. Dengan kegiatan tersebut nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam membentuk karakter islami siswa, adalah sebagai berikut: ̃ diyyah Nilai Iʻtiq𝒂 Iʻtiqad atau akidah merupakan tempat mendirikan seluruh bangunan (ajaran) Islam dan menjadi sangkutan semua hal dalam Islam. Berdasarkan wawancara dengan ketua grup hadrah Pondok Pesantren Al Falah beliau memaparkan, kesenian hadrah ini memiliki nilai iʻtiq𝑎̃diyyah: “Kesenian hadrah di Al Falah selain melantunkan sholawat, juga ada zikir yang dari kalimat l𝑎̃ilahaillallah itu mengandung kalimat tauhid yang perlu kita yakini dengan hati, yang menjadi nilai keyakinan bagi para anggota.”7 Sementara itu, dalam wawancara penulis dengan salah satu pengajar Pondok Pesantren Al Falah, beliau memaparkan : “Ketika seseorang cinta kepada Rasulullah maka ia sering menyebut nama Rasulullah yaitu bersholawat dan salam, dikaitkan dengan kesenian supaya sholawat tersebut lebih asik lebih menarik maka muncullah seni hadroh. Jadi, yang pertama adalah nilai kecintaan kepada Rasulullah maka ini masuk nilai akidah karena akidah Islam wajib seorang muslim mencintai Rasulullah, bahkan mencintai Rasulullah melebihi dirinya sendiri.”8 Berdasarkan hasil wawancara penulis, maka didapatkan kesenian hadrah memiliki nilai iʻtiq𝑎̃diyyah, yaitu berupa zikir yang didalamnya mengandung makna tauhid keyakinan pada Tuhan dan kecintaan pada Rasulullah yang menjadi kewajiban seorang muslim. Adapun hasil analisis penulis dalam kitab Simthud Durar pada ayat pembuka maulid surah At-Taubah ayat 129, yaitu: ‫علَيهْ ت َ َوكْلتُْ َوهُ َوْ َربْ العَرشْ العَظيم‬ ٰ ْ‫ي‬ َ ْ‫ّللاُْ الا ٰلهَْ االهُ َو‬ َ ‫فَانْ ت َ َولَّوا فَقُلْ َحسب‬ Ayat tersebut mengandung nilai akidah agar seorang hamba cukup bersandar kepada Allah, karena Ia adalah pengatur semesta alam. Adapun nilai-nilai akidah juga terdapat pada syair, diantaranya adalah syair Yallah Y𝑎̃ Azhim yang mengandung 7 MRA/Ketua Grub Hadrah Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Wawancara Pribadi, Banjarbaru, 30 September 2023. 8 MH/Guru Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Wawancara Pribadi, Banjarbaru, 2 Oktober 2023. Ahmadi, Rahmi Rabiaty pesan 136 kerendahan hati, iman dan kepercayaan kepada Allah dalam menjalani kehidupan. Nilai Khuluqiyyah Akhlak merupakan tabiat atau sifat seseorang, yakni keadaan jiwa yang terlatih, sehingga dalam jiwa tersebut telah melekat sifat-sifat yang melahirkan perbuatan dengan mudah. Berdasarkan wawancara dengan ketua grup hadrah Pondok Pesantren Al Falah beliau memaparkan : “Pada kesenian hadrah dibacakan maulid yang berisi bagaimana akhlak Rasulullah, yang tentu saja hal tersebut bisa diikuti dan diteladani dan menjadi nilai akhlak dalam kesenian hadrah.”9 Sementara itu, dalam wawancara penulis dengan salah satu pengajar Pondok Pesantren Al Falah, beliau memaparkan : “Berhubungan dengan nilai khuluqiah mengungkapkan rasa cinta dengan bentuk yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta'ala, karena terkadang ada pengungkapan rasa cinta dengan cara yang salah tapi ketika diungkapkan dengan bentuk hadroh sholawat kepada Rasulullah maka ini bentuk ungkapan cinta yang sangat tepat yang sesuai dengan ajaran Islam.”10 Kesenian hadrah yang terkandung nilai khuluqiyyah berupa pembacaan maulid yang mengajarkan bagaimana akhlak Rasulullah dan bentuk rasa cinta kepada Rasulullah yang diungkapkan sesuai syariat. Menurut analisis penulis nilai khuluqiyyah terdapat dalam kitab Simthud Durar, yaitu pada bait syair: ‫صادقَْ فى قَوله َوْ فعله‬ َّ ‫سي َدنَا ُم َح َّمدًا اَلعَب َدْ ال‬ َ ْ‫َواَش َه ُدْ ا َ َّن‬ Pada bait ini menjelaskan Rasulullah memiliki tabiat dan akhlak yang luhur berupa ucapan dan perbuatan Rasululah adalah sebuah kebenaran. Nilai khuluqiyyah juga terdapat pada syair Y𝑎̃ Rasulullah Salamu`alaik yang menceritakan keindahan akhlak Rasulullah. Nilai Amaliyyah Amaliyyah dalam arti ibadah berarti tunduk dan patuh terhadap perintah Tuhan. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan salah satu pengajar Pondok Pesantren Al Falah, beliau memaparkan: 9 MRA/Ketua Grub Hadrah Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Wawancara Pribadi, Banjarbaru, 30 September 2023. 10 MH/Guru Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Wawancara Pribadi, Banjarbaru, 2 Oktober 2023. 137 Kesenian Hadrah: Membangun Karakter Islam Siswa… ”Dilihat dari segi amaliah kesenian hadrah merupakan sebuah bentuk pengamalan sholawat dan salam kepada Rasulullah yang merupakan sunnah atau anjuran.”11 berdasarkan hasil wawancara dan observasi penulis tersebut, kesenian hadrah yang memiliki nilai amaliah berupa pengamalan sholawat dan salam kepada Rasulullah yang merupakan sunnah atau anjuran dalam syariat. Pengamalan sholawat dan salam kepada Rasulullah juga banyak terdapat pada syair-syair yang dilantunkan, diantaranya adalah syair Assalamu`alaik. Nilai `amaliyyah juga terdapat dalam kitab Simthud Durar, yaitu pada bait: ‫ّللاْ َماا َ َم َرهُْ بتَبليغه لخَلقه منْ فَرضْه َوْ نَفله‬ ٰ ْ‫عن‬ َ ْ‫َوال ُمبَل َغ‬ Bait tersebut menunjukkan bahwa Nabi Muhammad mengajarkan apa yang harus disampaikan kepada hamba-hamba-Nya tentang yang diwajibkan dan yang dianjurkan oleh syariat. Karakter Islami Yang Terbentuk Pada Santri Pondok Pesantren Al-Falah Putera Banjarbaru Kesenian hadrah memiliki nilai-nilai Islami yang kuat, dengan nilai tersebut tentu saja banyak pelajaran yang bisa diambil darinya guna membentuk karakter santri. Berdasarkan wawancara penulis dengan salah satu Ustadz pengajar pondok, Beliau memaparkan bahwa: ”Membentuk atau tidaknya karakter santri tergantung mereka yang mau menghayati makna dan nilai dari hadrah, karena terkadang ada sebagian yang hanya semata-mata ia asik dengan hadrohnya saja, kesenian hadrah bisa membentuk karakter jika dia menyadari ini adalah bentuk ungkapan rasa cinta kepada Rasulullah ataupun bentuk petakziman, tapi jika semata-mata untuk rame saja kita sangat sedikit karakter yang muncul.”12 Kesenian hadrah dapat membentuk karakter santri dengan baik, jika santri yang mengikuti kesenian tersebut mau menghayati makna-makna dan nilai-nilai yang terdapat dalam kesenian hadrah, yaitu menghayati bacaan maulid Simthud Durar dan makna syair-syair yang dilantunkan. 11 MH/Guru Pondok Pesantren Al Falah Putera, Wawancara Pribadi, Banjarbaru, 2 Oktober 2023. 12 MH/Guru Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Wawancara Pribadi, Banjarbaru, 2 Oktober 2023. Ahmadi, Rahmi Rabiaty Ada beberapa karakter yang dapat terbentuk jika seorang santri menghayati makna dan nilai dari kesenian hadrah, adalah sebagai berikut: Karakter Religius Kesenian hadrah melalui nilai-nilai pendidikan Islam didalamnya dapat membentuk karakter religius yang merupakan karakter taat kepada Tuhan, sebagaimana yang dipaparkan oleh salah satu anggota grup hadrah : “Siapa yang menghayati pelajaran-pelajaran dalam kesenian hadrah maka akan terbentuk karakter religius dikarenakan di dalam kesenian hadrah mengandung nilai-nilai Islami yang kental, seperti sholawat dan dzikir dan itu merupakan bentuk ketaatan kepada Tuhan.”13 Berdasarkan hasil wawancara penulis, maka didapatkan kesenian hadrah dapat membentuk karakter religius pada santri melalui penghayatan nilai-nilai Islami yang ada didalamnya seperti ketundukan, ketaatan kepada sang maha kuasa dan juga kecintaan kepada sang Rasul. Karakter Toleransi Toleransi merupakan sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain, pada wawancara penulis dengan salah satu anggora hadrah, memaparkan : “Kami di pesantren berasal dari daerah yang berbeda-beda dan tergabung dalam kesenian ini, ini mampu mempererat rasa kekeluargaan saling menghormati dan menjaga kekompakan satu dengan yang lain.”14 Berdasarkan hasil wawancara penulis, maka didapatkan kesenian hadrah dapat membentuk karakter toleransi pada santri melalui saling menghormati perbedaa, menjaga kekompakan, tenggang rasa terhadap teman dan menjaga silaturahmi antar sesama. Karakter Disiplin Disiplin merupakan tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada peraturan. Kesenian hadrah dalam penampilannnya memerlukan banyak orang, sehingga harus ada kesadaran dari masing-masing anggota untuk disiplin waktu agar semuanya dapat terkendali, pengajar Pondok Pesantren Al Falah Putera memaparkan dalam wawancaranya, bahwasanya: 13 AR/Anggota Grub Hadrah Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Wawancara Pribadi, 30 September 2023. 14 AN/Anggota Grub Hadrah Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Wawancara Pribadi, 30 September 2023. 138 139 Kesenian Hadrah: Membangun Karakter Islam Siswa… “Karakter disiplin insya Allah bisa ditumbuhkan, karena ketika hadrah tersebut dimulai maka tentu semua anggotanya harus ada maka di sana sangat berperan kedisiplinan saling kerja sama dan saling menutupi membantu satu sama lain sehingga apa yang ditampilkan mendapat hasil yang memuaskan.”15 Berdasarkan hasil wawancara penulis, maka didapatkan kesenian hadrah dalam penampilannnya memerlukan banyak orang, sehingga harus ada kesadaran dari masing-masing anggota untuk disiplin waktu, hal inilah yang dapat menumbuhkan karakter disiplin pada santri. Karakter Bersahabat/Komunikatif Bersahabat/komunukatif merupakan sikap rasa senang berbicara, bergaul dan bekerjasama dengan orang lain, serta menghormati keberhasilannya. Pada wawancara penulis dengan pengajar Pondok Pesantren Al Falah, beliau memaparkan: “Karakter bersahabat dalam kesenian hadrah sangat terjalin, apalagi para pemain hadrah mereka harus berkoordinasi saling bermusyawarah bagaimana hendaknya yang dilakukan supaya hasilnya terbaik dan maksimal dan interaktif dengan jamaah, karena kesenian ini biasanya ditampilkan di hadapan orang banyak.”16 Berdasarkan hasil wawancara penulis, maka ditemukan bahwa kesenian hadrah dapat membentuk karakter bersahabat/komunikatif melalui saling bekerjasama antar anggota serta saling bermusyawarah, guna mendapatkan hasil terbaik. Karakter Peduli Sosial Peduli sosial merupakan sikap selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain dan masyarakat. Pada wawancara penulis dengan ketua kesenian hadrah, beliau memaparkan: “Interaksi sosial sangat terjalin dalam kesenian hadrah, karena kami berasal dari beberapa suku, dari beberapa daerah dan beberapa karakter yang berbeda-beda, ketika kami bisa bersatu maka kami menjadi satu tim yang solid.” 17 Berdasarkan hasil wawancara penulis, maka diperoleh bahwa kesenian hadrah dapat membentuk karakter peduli sosial sesama santri melalui saling pedulinya antar sesama anggota hadrah, sehingga mereka dapat menjadi satu tim yang baik dan saling mengerti satu sama lain dan juga lebih dari itu mereka lebih bisa memahami arti peduli terhadap orang-orang yang ada disekitar mereka. Sebuah kepedulian sosial sangat 15 MH/Guru Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Wawancara Pribadi, Banjarbaru, 2 Oktober 2023. 16 MH/Guru Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Wawancara Pribadi, Banjarbaru, 2 Oktober 2023. 17 MRA/Ketua Grub Handrah Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Wawancara Pribadi, Banjarbaru, 30 September 2023. Ahmadi, Rahmi Rabiaty terjalin pada kesenian hadrah. Sosial berarti hubungan bermasyarakat, ketika kesenian tersebut terbentuk maka sudah ada hubungan social, adanya interaksi dari para pemain hadrah yang berasal dari berbagai suku dan daerah yang tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda, namun menjadi satu kesatuan dalam sebuah tim kesenian yang solid, maka otomatis adanya hubungan interaksi sosial yang baik satu sama lain saling memahami sehingga menjadi sebuah kesatuan. Simpulan Nilai-nilai pendidikan Islam yang dibentuk dalam kesenian hadrah di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru mempunyai tiga nilai pendidikan Islam, yaitu nilai iʻtiq𝑎̃diyyah, berarti keyakinan atau iman yang mendasari seluruh aktifitas umat Islam dalam kehidupannya, baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk orang lain. Nilai khuluqiyyah, berupa sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan seperti akhlak yang di contohkan Rasulullah, yang harus diikuti dan diteladani. Jika seorang santri mengamalkannya kehidupan sehari-hari, maka akan menjadi sebuah akhlak yang baik. Nilai ʻamaliah, berupa perbuatan ketaatan kepada Allah dan RasulNya dengan menerapkan salam dan sholwat dalam kehidupan sehari-hari agar setiap yang dilakukan oleh santri hanya mengharapkan ridho Allah SWT. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka terbentuklah karakter pada santri berupa karakter religius yang tetanam pada sikap ketaatan dan ketundukan kepada sang pencipta dan kecintaan kepada bagi Rasulullah SAW, toleransi antar sesama terjalin agar mengurangi terjadinya saling perbedaan, disiplin terhadap waktu ini agar memunculkan kesadaran pentingnya tenggangrasa dengan orang lain dalam satu tim seni hadrah, selanjutnya bersahabat/komunikatif terhadap antar group hadrah agar terjalin ikatan kesetiakawanan dan yang terakhir peduli sosial yaitu utk membentuk keasadran tidak hanya pada tim saja tapi juga terhadap lingkungan sekitar. Daftar Pustaka Abdullah Al Qisyara, Muhammad,” Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Dalam Buku Alhamdulillah Aku Sakit Karya Zainal Abidin Abu Habib Zain”, Skripsi, Surakarta, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2022. Azizah, Aisah, et al, “Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Melalui Seni Hadroh”, Unisan Journal : Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam , Vol. 01, No. 04, Desember, 2022. 140 141 Kesenian Hadrah: Membangun Karakter Islam Siswa… Fadilah, et al. Pendidikan Karakter, Jawa Timur: CV. Agrapana Media, 2021. Hayati, Ria “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Untuk Meningkatkan Karakter”, Al-Irsyad, Vol.9, No.2, Desember, 2019. Hakim, Rifki Nasrun “Penanaman Nilai-Nilai Karakter Melalui Musik Gambus Di Pondok Pesantren Al-Qur`An Al-Falah Cicalengka Bandung”, Skripsi, Malang, Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang, 2019. Hamdanah dan Rinaldy Alifansyah, Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Novel Api Tauhid, Palangkaraya, 2017. Indah, Nurul “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Analisis Buku Misteri Banjir Nabi Nuh”, Ilmuna, No. 2, (Maret 2020) Maryanto, el al.”Perkembangan Musik Maulid Habsyi di Kalimantan Selatan”, Jurnal Pendiidikan, 2016. Nursyahida, Arum Mei, dan Dr. Amika Wardana, ” Makna Dan Nilai Spiritual Musik Hadrah Padakomunitas Hadrah El-Maqoshid”, Jurnal Pendidikan Sosiologi. Rahayu, Tresnani Eka, “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Buku Segenggam Iman Anak Kita Karya Muhammad Fauzil Adhim”, Skripsi, Lampung , Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2017. Ristianah, Niken,” Internalisasi Nilai-Nilai KeIslaman Perspektif Sosial Kemasyarakatan”, Jurnal PAI, Vol. 3, No. 1, Maret, 2020. Samrin, Pendidikan Karakter, Jurnal Al-Ta`dib, Vol. 9, No. 1, Juni, 2016. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabet, 2017. Syarbini, Amirulloh, Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga, Jogjakarta : Ar-Ruzz Media, 2016. Putry, Raihan, “Nilai Pendidikan Karakter Anak Di Sekolah Perspektif Kemendiknas”, Jurnal Pendidikan, Vol. 4, No. 1, Maret, 2018. Yuliharti, “Pembentukan Karakter Islami Dalam Hadis dan Implikasinya Pada Jalur Pendidikan Non Formal”, Jurnal Kependidikan Islam, Vol. 4, No. 2, Desember, 2018.