SUPERVISI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMK NEGERI 13 SURABAYA DAN SMK DHARMA BAHARI Desita Anggi Prameisty Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya E-mail: desita. 21038@mhs. Titin Indah Pratiwi Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya E-mail: titinindahpratiwi@unesa. Abstrak Pemberian layanan bimbingan klasikal di SMK Negeri 13 Surabaya kurang optimal karena kurangnya tenaga BK sehingga terkadang guru BK berhalangan memasuki kelas akibat beban kerja yang terlalu besar dimana terdapat satu guru BK saja di sekolah, sementara itu peserta didik berjumlah 404. Sedangkan guru BK di SMK Dharma Bahari, diketahui bahwa tidak adanya buku konseling karena jumlah peserta didik berjumlah 244 dan hanya terdapat 6 guru BK saja sehingga beban kerja yang didapat juga cukup besar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif untuk membandingkan karakteristik atau fenomena yang diteliti dan mengidentifikasi persamaan serta perbedaan antara berbagai kelompok atau variabel. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Pengambilan data dilakukan kepada kepala sekolah, guru BK, dan peserta didik. Hasil dari penelitian ini adalah supervisi memberikan dampak terhadap kinerja guru BK. Perubahan ditunjukkan oleh guru BK SMK Negeri 13 Surabaya adalah meningkatnya kolaborasi dengan wali kelas dan guru mata pelajaran untuk menangani permasalahan dan memantau perkembangan peserta didik. Sedangkan di SMK Dharma Bahari menunjukkan guru BK yang mampu berinovasi dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan suatu aplikasi yang fungsinya mirip dengan buku konseling. Kata Kunci: supervisi, kinerja guru BK, layanan bimbingan dan konseling Abstract The provision of classical guidance services at SMK Negeri 13 Surabaya is less than optimal due to the lack of BK staff so that sometimes BK teachers are unable to enter the classroom due to the excessive workload where there is only one BK teacher at the school, while the number of students is 404. Meanwhile. BK teachers at SMK Dharma Bahari, it is known that there is no counseling book because the number of students is 2,244 and there are only 6 BK teachers so that the workload obtained is also quite large. This study uses a qualitative research method with a comparative descriptive approach to compare the characteristics or phenomena studied, and to identify similarities and differences between various groups or variables. This study uses interview and documentation techniques. Data collection was carried out on the principal. BK teachers, and students. The results of this study are that supervision has an impact on the performance of BK teachers. The changes shown by BK teachers at SMK Negeri 13 Surabaya are increased collaboration with homeroom teachers and subject teachers to handle problems and monitor student Meanwhile, at SMK Dharma, it shows BK teachers who are able to innovate in utilizing technology to develop an application that functions similar to a counseling book. Keywords: supervision, guidance and counseling teacher performance, guidance and counseling services layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Peserta didik sebagai penerima utama layanan, menjadi acuan utama mengimplementasikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Setiap tujuan dari layanan, teknik, pendekatan, dan strategi layanan yang dipilih oleh guru BK perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Ketepatan dalam memilih dan menetapkan rumusan tujuan, pendekatan, teknik, dan strategi layanan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sangat berpengaruh PENDAHULUAN Hadirnya bimbingan dan konseling dalam pendidikan menjadi komponen penting sebagai upaya untuk memberikan bantuan maupun arahan kepada peserta didik agar perkembangan mereka mampu tercapai secara Peserta didik merupakan konseli yang memerlukan penerimaan layanan bimbingan dan konseling terbaik dari guru BK di sekolah (Gunawan. Peserta didik atau konseli menjadi subjek utama Supervisi untuk meningkatkan Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 13 Surabaya dan SMK Dharma Bahari terhadap keberhasilan proses dan hasil layanan bimbingan dan konseling (Wiyono et al. , 2. Layanan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, tidak terlepas dari perencanaan program BK. Program BK di sekolah berperan sebagai fasilitas penyelenggaraan program untuk mencapai perkembangan peserta didik secara optimal. Keberadaan program ini merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan perserta didik. Pelaksanaan program yang telah direncanakan juga diberi evaluasi secara menyeluruh untuk menilai efektivitas program tersebut. Layanan bimbingan dan konseling sebagai upaya objektif, sistematis, logis, dan berjangka panjang yang dilakukan oleh guru BK atau konselor sekolah untuk mendukung perkembangan peserta didik dan membantu mereka mencapai tujuan tertentu (Winingsih, 2. Segala kegiatan Bimbingan dan Konseling di sekolah, diselenggarakan oleh pejabat fungsional yang secara resmi disebut dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) atau Istilah konselor ini tertuang dalam Undangundang Nomor 20 tahun 2003 Pasal 1 Butir 6 menyebutkan bahwa konselor adalah pendidik, yaitu AuPendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikanAy. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang berperan sebagai konselor di sekolah menghadapi berbagai berbagai tantangan dan kendala dari beragam faktor, sehingga hanya sedikit sekolah yang mampu melaksanakan layanan bimbingan dan konseling secara maksimal. Banyak sekali tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawab seorang guru BK sehingga pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah kurang memenuhi kebutuhan peserta didik. Guru BK dalam melaksanaan layanan bimbingan dan konseling, sering menghadapi berbagai hambatan yang dapat mempengaruhi kinerjanya. (Manurung et al. , 2. mengungkapkan bahwa kinerja guru BK adalah pencapaian atau keberhasilan guru BK dalam melaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian, keberadaan guru BK dapat memberikan manfaat bagi peserta didik maupun guru-guru dalam upaya pengentasan atau penanganan masalah peserta didik dan dalam upaya memandirikan peserta didik dalam proses Salah satu hambatan yang dapat dialami oleh guru BK adalah beban kerja yang tidak sebanding dengan kemampuan yang dimilikinya. Beban kerja yang dimaksud adalah beban kerja yang terlalu banyak seperti situasi dimana seorang guru BK yang memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada lebih dari 150 peserta Ketidaksesuaian beban kerja bagi guru BK berdampak terhadap kinerja guru BK yang tidak efektif dan efisien. Hal ini terlihat dari kurangnya kemampuan guru BK dalam menerapkan empat kompetensi dasar seperti ketidakmampuan dalam menerapkan metode atau teknik yang tepat, berkolaborasi dengan berbagai pihak, merancang program khusus untuk mengatasi masalah belajar peserta didik, dan mengimplementasikan jenis layanan serta rencana tindakan (Krispinus et al. , 2. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan guru BK di SMK Negeri 13 Surabaya, diketahui bahwa pemberian layanan bimbingan klasikal kurang optimal karena kurangnya tenaga BK sehingga terkadang guru BK berhalangan memasuki kelas akibat beban kerja yang terlalu besar dimana terdapat satu guru BK saja di sekolah, sementara itu peserta didik berjumlah 404. Sedangkan hasil wawancara dengan guru BK di SMK Dharma Bahari, diketahui bahwa tidak adanya buku konseling untuk peserta didik karena jumlah peserta didik 244 dan sementara itu, hanya terdapat 6 guru BK saja sehingga beban kerja yang didapat juga cukup Jumlah guru BK yang terbatas ini, rasio antara guru BK dan peserta didik menjadi tidak seimbang. Kedua hal ini tentunya berpengaruh terhadap kinerja guru BK yang kurang maksimal dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. Hal yang terjadi apabila pemberian layanan bimbingan klasikal kurang maksimal maka peserta didik dapat mengalami berbagai permasalahan terkait pribadi dan akademiknya serta apabila pencatatan kasus peserta didik kurang maksimal, maka guru BK dapat kesulitan dalam mengenali dan memahami masalah yang dialami peserta didik secara menyeluruh (Benardy et al. , 2. Bimbingan klasikal merupakan salah satu bentuk layanan yang dirancang untuk memperkuat interaksi langsung antara guru BK dengan peserta didik di dalam kelas yang pelaksanaannya mengikuti jadwal yang telah disepakati bersama (Wilujeng & Mahaardhika, 2. Berdasarkan konteks ini, layanan bimbingan klasikal termasuk ke dalam layanan dasar yang dilaksanakan selama satu jam pembelajaran di ruang kelas melalui komunikasi langsung. Tujuan layanan bimbingan klasikal adalah untuk membantu peserta didik dalam menghadapi berbagai permasalahan dan hambatan yang berkaitan dengan perkembangan pribadi maupun tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Layanan bimbingan klasikal sebagai salah satu komponen dari layanan dasar ini, memegang peran penting dalam membantu peserta didik menyesuaikan diri, berinteraksi dengan positif dalam kelompok, mengambil keputusan yang baik dalam hidup, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengembangkan kemampuan untuk mencari dukungan dari teman sebaya. Supervisi untuk meningkatkan Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 13 Surabaya dan SMK Dharma Bahari Selain memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik, guru BK juga memiliki peran penting dalam melakukan pengadministrasian sebagai bagian integral dari tata kelola layanan bimbingan dan konseling yang efektif. Guru BK membutuhkan data sehingga guru BK memiliki catatan riwayat peserta didik yang relevan dengan kebutuhan layanan. Oleh karena itu, guru BK mampu merancang dan memberikan layanan secara optimal dan mengubah persepsi negatif yang selama ini melekat, seperti dianggap sebagai Aupolisi sekolahAydan Autukang hukumAy (Gunawan, 2. Layanan bimbingan dan konseling semakin tumbuh dan berkembang, maka penting bagi guru BK untuk memahami bahwa pertumbuhan dan pengembangan profesional merupakan persyaratan kinerja dan pelayanan yang berkualitas. Sehingga, permasalahan ini perlu segera diatasi dan diselesaikan sedemikian rupa agar mampu meningkatkan rasa percaya diri atau kinerja guru BK dalam menjalankan tugasnya (Amelisa & Suhono, 2. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja guru BK di sekolah adalah melalui kegiatan supervisi. Istilah supervisi terdiri dari dua kata yaitu AusuperAy dan AuvisiAy, apabila digabung berarti pengawasan. Kedua istilah ini mengisyaratkan bahwa supervisi adalah proses dimana individu yang berpengalaman . dengan pendidikan dan keahlian yang diperlukan untuk mengawasi bawahan. Definisi dari supervisi merupakan suatu proses pelatihan berkelanjutan dimana supervisor membantu orang lain dalam peran supervisi untuk mendapatkan perilaku profesional yang tepat melalui peninjauan tindakan profesional yang disupervisi (Suparliadi, 2. Supervisi terhadap guru BK dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah menjadi kegiatan yang sangat penting atau urgen untuk dilakukan (Amelisa & Suhono, 2. Alasan pentingnya pelaksanaan supervisi adalah menjamin bahwa layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada peserta didik berkualitas tinggi. Peran supervisi di sekolah sangat penting dalam organisasi pendidikan karena kegiatan supervisi mampu meningkatkan kinerja guru termasuk kinerja guru BK. Hal ini juga mampu meningkatkan motivasi dan semangat kerja serta membantu menyelesaikan tantangan yang dialami oleh guru BK dalam pekerjaan sehari-hari. Melalui supervisi yang efektif, guru BK mendapatkan dukungan langsung dalam mengenali kebutuhan mereka, berpartisipasi dalam kegiatan pengajaran dan merencanakan perbaikan yang Adanya masukan dan arahan yang membangun dari supervisor, guru merasa termotivasi untuk memperbaiki mutu pengajaran mereka (Ilhamuddin et al. , 2. Urgensi supervisi tidak terlepas dari upaya mendorong dan mengarahkan guru BK atau konselor sekolah agar selalu menjalankan tugas secara profesional dan selalu berkesinambungan (Nurismawan et al. , 2. Kegiatan supervisi meliputi kegiatan pembinaan dan pemantauan terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah, yang dilakukan melalui interaksi langsung antara pengawas dan guru yang diawasinya. Pengawas mengevaluasi kinerja guru BK dalam rangka mengatur, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pemberian layanan bimbingan dan konseling. Kepala sekolah memiliki peran dan tanggung jawab sebagai pengawas dalam bidang supervisi bimbingan dan konseling ini secara berkelanjutan. Kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi di sekolah. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap arah dan kemajuan sekolah. Kepala sekolah dipandang sebagai faktor penting dalam meningkatkan efektivitas dan performa sekolah (Randi, 2. Seorang kepala sekolah idealnya bisa bertindak sebagai konsultan dalam pengelolaan sekolah, memberikan arahan untuk mengembangkan kurikulum, pemanfaatan teknologi bimbingan atau pembelajaran, dan peningkatan kualitas Seorang kepala sekolah hendaknya dapat memberikan pelayanan pendidikan dan tenaga pendidik secara kelompok maupun individual. Kepala sekolah mempunyai banyak sekali kewajiban sebagai pemimpin pendidikan, sehingga perlu memiliki kompetensi Kepala sekolah berperan sebagai supervisor dalam membantu menjadi lebih berkualitas secara profesional guru Bimbingan dan Konseling. Untuk menjalankan peran ini secara efektif, kepala sekolah tentunya perlu menguasai prinsip-prinsip dasar, pendekatan, dan model supervisi yang tepat. Kepala sekolah perlu memiliki keterampilan dalam mengidentifikasi strategi, pendekatan, atau model supervisi yang sesuai untuk menyelesaikan suatu masalah atau program. Dengan demikian, esensi supervisi oleh kepala sekolah terletak pada pada perannya sebagai pembina yang membimbing, mengarahkan, dan memberikan umpan balik yang membangun untuk mendukung guru BK dalam meningkatkan kualitas kinerjanya, sehingga pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. (Widyowati, 2. Jadi, diperlukan adanya supervisi yang efektif oleh supervisor ahli dalam meningkatkan kinerja guru BK agar pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik mampu berjalan dengan optimal. Kinerja guru BK diharapkan akan meningkat dengan penerapan kegiatan supervisi yang baik. Oleh sebab itu, peneliti ingin mengetahui lebih lanjut terkait pelaksanaan supervisi di SMK Negeri 13 Surabaya dan di SMK Dharma Bahari. Supervisi untuk meningkatkan Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 13 Surabaya dan SMK Dharma Bahari Peneliti melakukan penelitian di kedua sekolah ini karena SMK Negeri 13 Surabaya terbilang sekolah yang baru berdiri, sedangkan SMK Dharma Bahari merupakan sekolah yang sudah berdiri sejak lama. Pemilihan antara kedua sekolah tersebut diharapkan adanya temuan terkait pelaksanaan supervisi. Pemilihan, pemusatan, dan penyederhanaan data kasar yang ada di catatan tertulis lapangan. Penyajian Data Penarikan kesimpulan Setelah data di kumpulkan, data dikelola secara sistematis, dan data disajikan dengan memberikan penarikan kesimpulan dari tahap awal serta kesimpulan akhir. Pengecekan keabsahan hasil penelitian diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan mengevaluasi data yang diperoleh dari berbagai sumber, yaitu hasil wawancara, arsip, dan dokumen terkait. Sedangkan triangulasi teknik dengan memeriksa data yang didapatkan dari sumber yang sama menggunakan teknik berbeda yaitu data dari wawancara kemudian diperiksa melalui dokumentasi. Kedua triangulasi bertujuan untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan penelitian dengan mengonfirmasi informasi dari perspektif yang berbeda. METODE Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 13 Surabaya dan SMK Dharma Bahari selama bulan Januari hingga Februari tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif untuk menggambarkan dan membandingkan pelaksanaan supervisi dalam upaya meningkatkan kinerja guru BK di kedua sekolah tersebut. Peneliti terlibat secara langsung dalam pengumpulan data di lapangan. Data diperoleh dari dua jenis sumber, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan secara langsung dari sumber utama di lokasi penelitian yaitu kepala sekolah . , guru BK, dan peserta didik yang diberi layanan bimbingan dan konseling serta mampu memberi umpan balik terkait kualitas layanan dimana hal ini berkaitan dengan dampak supervisi terhadap guru BK di kedua sekolah. Sementara itu, data sekunder berupa laporan supervisi, dokumen, literatur, jurnal, dan buku terkait penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui dua teknik, yaitu: Wawancara Peneliti memberi sejumlah pertanyaan terkait objek yang sedang diteliti dan sudah direncanakan sebelumnya kepada sumber informasi dengan melakukan wawancara semi terstruktur sebagai teknik pengumpulan data yang berdasarkan pedoman wawancara yang telah disiapkan dari pengembangan topik penelitian dan memberikan pertanyaan yang lebih fleksibel. Dokumentasi Peneliti menggunakan studi dokumen sebagai pendukung dari penerapan metode wawancara agar hasil yang diperoleh menjadi lebih akurat dan memiliki tingkat kepercayaan tinggi terutama jika didukung oleh bukti berupa foto atau karya tulis akademik yang relevan. Dokumen berupa foto didapatkan melalui kegiatan wawancara dan dokumentasi dari sekolah sebagai pendukung lain dalam penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan supervisi untuk meningkatkan kinerja guru BK di SMK Negeri 13 Surabaya dan SMK Dharma Bahari Pelaksanaan supervisi di SMK Negeri 13 Surabaya dilaksanakan pada tiap awal semester dan di SMK Dharma Bahari dilaksanakan pada setiap tahun ajaran baru. Pelaksanaan supervisi di dua sekolah ini diawali dengan mengatur jadwal sebagai tahap perencanaan. Kemudian, menyiapkan lembar supervisi yang memuat aspek-aspek dan perlu Tahap pelaksanaannya melalui kunjungan kelas yaitu kepala sekolah sebagai supervisor berada di belakang untuk melakukan penilaian terkait kekurangan dan kelebihan guru BK selama proses Seusainya praktik, guru BK diberi nilai atau terdapat hasil evaluasi. Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa supervisi melibatkan seorang supervisor sebagai pengawas atau pembimbing. Hal ini sejalan dengan (Sri et al. , 2. yang menjelaskan supervisi adalah suatu proses pemberian dukungan, evaluasi, dan bimbingan kepada guru BK yang melibatkan supervisor atau pembimbing dalam membantu meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Disamping itu, pelaksanaan supervisi sejalan dengan (Mashudi, 2. yaitu salah satu dari teknik supervisi individual adalah kunjungan kelas, dimana kepala sekolah dan pembina lainnya memanfaatkan praktik kunjungan kelas dengan menyaksikan bagaimana proses belajar mengajar dilaksanakan dan mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk pembinaan guru BK. Kunjungan kelas dapat terjadi Milles. , & Huberman . teknik analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan: Reduksi Data Supervisi untuk meningkatkan Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 13 Surabaya dan SMK Dharma Bahari atas undangan guru BK atau dapat terjadi tanpa pemberitahuan sama sekali. Hasil dari supervisi ditindaklanjuti agar mampu memberikan dampak yang nyata terhadap peningkatan kinerja guru BK. Tindak lanjut dilakukan dengan adanya diskusi dan menunjukkan laporan hasil supervisi yang dicatat serta dilakukan. Supervisor memberi saran dan masukan kepada guru BK, apabila guru BK menerima maka supervisor menandatanganinya sebagai persetujuan perbaikan yang akan selalu dipantau. Tahap tindak lanjut dari supervisi ini dilakukan dengan diskusi dan dapat juga dengan memberikan kesempatan kepada guru BK untuk mengikuti pelatihan, seminar atau workshop agar menambah wawasan. Evaluasi berkala pada setiap akhir semester atau tahun ajaran juga dilakukan agar dapat melihat sejauh mana efektivitas layanan bimbingan dan konseling. Proses evaluasi ini dilakukan dengan observasi terhadap aktivitas layanan bimbingan dan konseling maupun menganalisis terhadap data atau informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bahwa pelaksanaan supervisi untuk meningkatkan kinerja guru BK dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan (Amelisa & Suhono, 2. menyatakan bahwa prinsip khusus supervisi yaitu bersifat objektif yang berarti supervisi memberikan masukan sesuai dengan aspek-aspek yang diuraikan dalam instrumen dan bersifat konstruktif yang mana supervisi memberikan saran perbaikan kepada yang pihak yang diawasi sehingga dapat berkembang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun, yang membedakan antara kedua sekolah ini yaitu setelah pelaksanaan supervisi SMK Dharma Bahari International Organization for Standardization (ISO) atau terdapat audit dari eksternal yang dilakukan pada bulan Desember. Pihak audit eksternal menanyakan satu per satu kepada guru BK yang memegang kelas X terkait administrasi, keluhan, dan peserta didik yang Sedangkan guru BK yang memegang kelas XI ditanya terkait program magang atau permasalahan peserta didik yang sedang menjalani Guru BK diperiksa, apabila ada yang tidak sesuai maka akan dikembalikan lagi untuk tahun ajaran baru dan yang tidak sesuai tersebut akan masuk dalam pembaharuan. Supervisi di SMK Negeri 13 Surabaya menunjukkan adanya peningkatan kinerja guru BK bimbingan klasikal yang kurang maksimal. Hal ini disebabkan karena hanya ada satu guru BK saja di sekolah yang mengampu seluruh peserta didik berjumlah keseluruhan 404. Tentunya beban kerja yang dirasakan guru BK cukup besar sehingga mengakibatkan kesibukan atau jadwal yang padat dan terkendala memasuki kelas karena melaksanakan tugas guru BK yang lain. Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendikna. No. 39 Tahun 2009 menyebutkan bahwa idealnya guru BK mengampu paling sedikit 150 peserta didik. Hal ini dapat dikatakan rasio guru BK SMK Negeri 13 Surabaya dengan jumlah peserta didik yang ada menjadi tidak seimbang. Peningkatan kinerja guru BK SMK Negeri 13 pembelajaran, guru BK menanyakan kepada peserta didik tentang keinginan mereka sebelum mengajar di kelas seperti ingin bimbingan klasikal atau konseling individual atau yang lainnya. Pembelajaran BK dibuat lebih fleksibel untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Guru BK juga berkolaborasi dengan wali kelas dan guru mata pelajaran untuk memahami kondisi peserta didik, menangani permasalahan, dan memantau perkembangan mereka. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa supervisi memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja. Melalui saran dan masukan yang diperoleh dari supervisor, guru BK mampu menunjukkan perubahan dalam memaksimalkan pemberian layanan bimbingan klasikal yang sebelumnya kurang maksimal. Hal ini sejalan dengan (Gunawan, 2. yaitu fungsi supervisi dapat membantu guru menyelesaikan masalah-masalah yang mengganggu dan menghambat efektivitas dalam proses pendidikan. Sedangkan, supervisi di SMK Dharma Bahari menunjukkan adanya peningkatan kinerja guru BK terhadap permasalahan tidak adanya buku konseling. Hal ini disebabkan karena peserta didik jumlahnya sangat banyak yaitu 2. Sedangkan guru BK hanya berjumlah 6 saja. Sementara itu, buku konseling berfungsi sebagai media pencatatan, evaluasi, dan hasil konseling. Tanpa buku tersebut, proses pencatatan kasus, perkembangan peserta didik, dan tindak lanjutnya menjadi kurang Kinerja guru BK dipengaruhi oleh ketersediaan alat dan sumber daya yang memadai. Hal ini menyulitkan guru BK merumuskan strategi Hasil dari pelaksanaan supervisi untuk meningkatkan kinerja guru BK di SMK Negeri 13 Surabaya dan SMK Dharma Bahari Supervisi untuk meningkatkan Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 13 Surabaya dan SMK Dharma Bahari yang tepat dan mengevaluasi program, serta perencanaan intervensi yang lebih baik. Sementara itu. POP BK menyebutkan bahwa salah satu indikator akuntabilitas layanan bimbingan dan konseling adalah terdukungnya layanan dengan data yang dicatat dan dilaporkan. Sehingga layanan bimbingan dan konseling agar dapat dianggap dapat dipertanggungjawabkan atau akuntabel, maka setiap layanan perlu didukung dengan data yang jelas, pencatatan yang sistematis, dan pelaporan secara Peningkatan kinerja guru BK SMK Dharma Bahari mengembangkan teknologi yaitu aplikasi online meskipun aplikasinya masih dalam tahap pengembangan belum dapat digunakan. Aplikasi online ini dapat mempermudah tugas guru BK seperti fungsi buku konseling. Misalnya terdapat peserta didik yang terlambat, guru BK dapat menyantumkan informasi di dalam aplikasi sehingga semua guru dapat mengetahuinya dan guru BK dapat melakukan konseling individual atas permasalahan tersebut. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa supervisi memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja. Melalui saran dan masukan yang diperoleh dari supervisor, guru BK mampu menyelesaikan masalah yang mampu menghambat pemberian layanan kepada peserta didik yaitu mengembangkan aplikasi yang dirancang untuk memudahkan tugas guru BK dan berfungsi seperti buku konseling. Hal ini sejalan dengan (Gunawan, 2. yaitu fungsi supervisi dapat membantu guru menyelesaikan masalah-masalah yang mengganggu dan menghambat efektivitas dalam proses Pelaksanaan supervisi di SMK Negeri 13 Surabaya dan SMK Dharma Bahari keduanya telah mampu meningkatkan kinerja guru BK yang mana dapat berpengaruh terhadap efektivitas layanan bimbingan dan konseling untuk peserta didik di permasalahan yang dialami yaitu guru BK terkadang tidak bisa memasuki kelas akibat beban tugas yang cukup besar, hanya ada satu guru BK saja di sekolah, serta pemberian layanan bimbingan klasikal di dalam kelas kurang maksimal dengan ditunjukkan berbagai perubahan yang Perubahan yang ditunjukkan oleh guru BK SMK Negeri 13 Surabaya adalah semakin meningkatnya kolaborasi dengan wali kelas dan guru mata pelajaran untuk menangani berbagai permasalahan peserta didik dan memantau perkembangan peserta didik. Sehingga guru BK dapat memberikan intervensi pada kasus-kasus peserta didik melalui pertukaran informasi sehingga mampu memberikan layanan yang tepat sasaran. Sedangkan supervisi di SMK Dharma Bahari telah dinilai mampu untuk meningkatkan kinerja guru BK terhadap permasalahan yang dialami yaitu tidak adanya buku konseling untuk peserta didik karena jumlah peserta didik yang sangatlah banyak dan tidak sebanding dengan jumlah guru BK yang ada di sekolah. Perubahan kinerja ditunjukkan dengan guru BK yang mampu berinovasi dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan suatu aplikasi yang fungsinya mirip dengan buku Hasil supervisi di SMK Negeri 13 Surabaya dan SMK Dharma Bahari tentunya berdampak pada guru BK dan peserta didik sebagai orang yang menerima layanan di Saran Berdasarkan temuan dan pembahasan yang telah disajikan, berikut ini merupakan saran-saran praktis yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif: Bagi Kepala Sekolah Diharapkan kepala sekolah menambah jumlah guru BK yang mempunyai latar belakang BK dan terus pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang maksimal sehingga peserta didik mampu mencapai tugas perkembangannya dengan baik. Bagi Guru BK Diharapkan guru BK senantiasa mengikuti berbagai pelatihan baik yang diselenggarakan oleh pihak sekolah maupun pihak eksternal yang dapat meningkatkan kinerja. Bagi Peserta didik Diharapkan peserta didik senantiasa memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling yang diberikan di sekolah secara optimal agar mampu menyelesaikan berbagai permasalahan secara mandiri. Bagi Peneliti Diharapkan penelitian ini mampu menjadi jembatan untuk melakukan penelitian selanjutnya di bidang kajian yang sama. PENUTUP Simpulan Supervisi di SMK Negeri 13 Surabaya dan SMK Dharma Bahari dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan kesibukan guru BK. Kedua sekolah tersebut menggunakan supervisi teknik kunjungan kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai supervisor. Supervisi SMK Negeri 13 Surabaya telah mampu dinilai untuk meningkatkan kinerja guru BK terhadap Supervisi untuk meningkatkan Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 13 Surabaya dan SMK Dharma Bahari Suparliadi. Peran Supervisi Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. ALIGNMENT:Journal of Administration and Educational Management, 4. , 187Ae192. https://doi. org/10. 31539/alignment. DAFTAR PUSTAKA