Volume 25 Issue 4 . Pages 750-759 FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi ISSN: 1411-1713 (Prin. 2528-150X (Onlin. Pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi Muh. Yusuf1A. Yati Heryati2. Rusli3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah. Mamuju. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mamuju, dan untuk mengetahui variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mamuju. Lokasi Penetian di Kabupaten Mamuju dengan menggunakan data sekunder pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju. Data yang diperoleh menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis diperoleh Fhitung 504 > F tabel = 4. 74 pada = 5% atau 0,05% dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti hipotesis nol (H. ditolak, sehingga variabel bebas (X. Inflasi, (X. Tingkat Pengangguran secara bersamaAesama . berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mamuju. Adapun Secara parsial variabel yang paling dominan mempenganruhi yaitu variabel tingkat pengangguran berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mamuju, sedangkan untuk inflasi berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mamuju. Adapun variabel yang paling dominan berpengaruh adalah tingkat pengangguran. Kata kunci: inflasi. pertumbuhan ekonomi The effect of inflation and unemployment rate on economic growth Abstract This study aims to determine the effect of inflation rate and unemployment rate on economic growth in Mamuju Regency, and to determine the most dominant variable affecting economic growth in Mamuju Regency. Research location in Mamuju Regency using secondary data at the Mamuju Regency Statistics Agency. The data obtained using multiple linear regression analysis, the results of the analysis obtained Fcount 341. 504> F table = 4. 74 at = 5% or 0. 05% with a significance value of 0. 000 which means that the null hypothesis (H. is rejected, so that the independent variables (X. Inflation, (X. Unemployment Rate together . have a significant effect on Economic Growth in Mamuju Regency. Partially, the most dominant variable is the unemployment rate variable which has a significant effect on economic growth in Mamuju Regency, while inflation has an insignificant effect on economic growth in Mamuju Regency. The variable that has the most dominant effect is the unemployment rate. Key words: inflation. economic growth Copyright A 2023 Muh. Yusuf. Yati Heryati. Rusli A Corresponding Author Email: yusufuwayis@gmail. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 750 Pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi Muh. Yusuf. Yati Heryati. Rusli PENDAHULUAN Dalam upaya meningkatkatkan kesejahteraan masyarakat, maka pembangunan ekonomi perlu digalakkan oleh pemerintah. Mulai dari pemerintah pusat hingga ke pemerintah desa agar kualitas hidup masyarakat dapat tercapai. Menurut (Suharto, 2014:. kualitas hidup manusia mencakup: pertama. Peningkatan standar hidup, melalui seperangkat pelayanan sosial dan jaminan sosial segenap lapisan masyarakat, terutama kelompok masyarakat yang kurang beruntung dan rentang sangat memerlukan perlindungan sosial. Kedua Peningkatan keberdayaan melalui penetapan sistem dan kelembagaan ekonomi, sosial dan politik yang menjunjung harga diri dan martabat kemanusiaan dan ketiga penyempurnaan kebebasan melalui perluasan aksesibilitas dan pilihan-pilihan kesempatan sesuai dengan aspirasi, kemampuan dan standar kemanusian. Kondisi harga barang dan jasa di Kabupaten Mamuju cukup mahal jika dibandingkan dengan harga barang dan jasa di kabupaten lain dalam wilayah Propinsi Sulawesi Barat. Buat masyarakat yang berpenghasilan di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) tidak terlalu dirasakan, tetapi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, sangat merasakan kondisi harga yang cukup tinggi. Terjadinya kenaikan inflasi tidak berdampak signfikan pada masyarakat yang berpenghasilan tinggi dan para pedagang yang menjual barang-barang elastis atau barang yang tahan lama dan tidak cepat rusak. Para pedagang bisa menyesuaikan kenaikan harga barang lainnya dengan harga barang yang dijual. Tabel 1. Tingkat Inflasi Kabupaten Mamuju,2019-2022. Tahun Tingkat Inflasi (%) 1,43 1,78 4,39 4,85 Tabel 1. Menunjukkan laju Inflasi tahun 2019 adalah 1,43% yang merupakan akumulasi dari laju inflasi dari bulan Januari sampai bulan Desember selama satu tahun,ditahun 2019. sedangkan laju Inflasi tahun 2020 sebesar 1,78%, kemudian laju Inflasi tahun 2021 sebesar 4,39% adapun laju Inflasi tahun 2022 adalah 4,85%. ini merupakan tingkat inflasi yang tertinggi pada tahun 2022 sebesar 4,85%. Variabel lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pengangguran. Pengangguran adalah orang yang sudah berusia 15-64 yang aktif mencari pekerjaan, tetapi belum mendapatkan pekerjaan. Tingkat Pengangguran adalah persentase Angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan (Raharja dan Manurung, 2008:. Tabel 2. Jumlah penduduk Usia 15 Tahun Keatas di Kabupaten Mamuju tahun 2019-2022 Angkatan Kerja dan Tingkat Pengangguran Pengangguran Bekerja Angkatan Tingkat Partisipasi Tingkat Tahun (Jiw. (Jiw. Kerja (Jiw. Angkatan Kerja (%) Pengangguran (%) 95,99 4,01 97,39 2,61 96,20 3,80 96,94 3,06 Tabel 2 Menunjukkan bahwa pengangguran sebesar 3. 581 jiwa, jumlah bekerja sebesar 85. jiwa, angkatan kerja sebesar 89. 374 jiwa, atau tingkat partisipasi Angkatan kerja sebesar 95,99% dan tingkat pengangguran 4,01% pada tahun 2019. sedangkan tahun 2020 untuk pengangguran sebesar 2. jiwa, jumlah bekerja sebesar 83. 185 jiwa, angkatan kerja sebesar 85. 407 jiwa, atau tingkat partisipasi Angkatan kerja sebesar 97,39% dan tingkat pengangguran 2,61%. sedangkan untuk tahun 2021 pengangguran sebesar 5. 923 jiwa, jumlah bekerja sebesar 145. 158 jiwa, angkatan kerja sebesar 150. jiwa, atau tingkat partisipasi Angkatan kerja sebesar 96,20% dan tingkat pengangguran 3,80% dan untuk tahun 2022 terjadi penurunan angka pengangguran di bandingkan pada tahun 2021 dengan jumlah angka pengangguran tahun 2022 sebesar 4. 776 jiwa, jumlah bekerja sebesar 151. 185 jiwa, angkatan kerja 961 jiwa, tingkat partisipasi Angkatan kerja sebesar 96,94% dan tingkat pengangguran 3,06%. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 751 Pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi Muh. Yusuf. Yati Heryati. Rusli Tingkat inflasi dan tingkat pengangguran tentu akan mempengaruhi perkembangan produksi barang dan jasa dalam suatu wilayah. Perkembangan produksi barang dan jasa dapat diketahui berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu daerah. Nilai PDRB Kabupaten Mamuju dapat diketahui berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mamuju setiap Akumulasi dari seluruh sektor usaha yang berkontribusi pada total produk barang dan jasa dapat diketahui setiap tahunnya. Naik turunnya PDRB setiap tahun merupakan nilai Pertumbuhan Ekonomi yang dicapai. Tabel 3. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mamuju tahun 2019-2022 berdasarkan harga Konstan (Juta Rupia. Tahun PDRB (R. Pertumbuhan Ekonomi (%) 093,44 5,22 538,29 -2,26 255,90 2,40 400,00 3,15 Tabel 3. Menunjukkan bahwa PDRB Kabupaten Mamuju Pada tahun 2019 PDRB Kabupaten Mamuju sebesari Rp. dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,22% Pada tahun 2020 jumlah PDRB Kabupaten Mamuju mengalami penurunan menjadi Rp. 000 dengan pertumbuhan ekonomi -2,26% atau terjadi pertumbuhan yang negatif . Selanjutnya pada tahun 2021 PDRB kembali mengalami kenaikan menjadi Rp. 000 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,40% sedangkan pada tahun 2022 Terjadinya kenaikan jumlah PDRB sebesar 400,00, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,15%. Pembangunan Ekonomi Pembangunan ekonomi pada hakekatnya merupakan serangkaian usaha yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas kesempatan kerja dan mnegarahkan pembangian pendapatan seara merata. Pembangunan secara lebih luas dapat diartikan sebagai usaha untuk meningkatkan produktivitas sumber daya potensial yang dimiliki oleh suatu Negara. Baik sumber daya alam, sumber daya manusia, capital ataupun modal maupun sumber daya lainya yang berupa teknologi, dengan tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan Nursyafina, . Menurut Astuti, . pembangunan ekonomi selain menstabilkan kegiatan ekonomi juga menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tangguh serta menhindari maslaah inflasi. Dalam pembangunan ekonomi Indonesia kesempatan kerja masih menjadi masalah utama. Hal ini timbul karena adanya kesenjangan atau ketimpangan dalam mendapatkanya. Pokok dari permasalahan ini bermula dari kesenjangan anatara pertumbuhan jumlah angkatan kerja di satu pihak dan kemajuan berbagai sektor perekonomian dalam menyerap tenaga kerja dipihak lain untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kemampuan ummat manusia dengan cara menaikkan standar kehidupan, harga diri dan kebebasan individu. Selanjutnya ada tiga nilai inti dari pembangunan yaitu Kecukupan . , harga diri . elf estee. dan Kebebasan . yang mewakili tujuan yang umum diupayakan pencapaiannya oleh individu dan masyarakat. Menurut Nursyafina, . Pembangunan ekonomi dapat didefinikan sebagai beberapa yang bermaksud untuk melakukan derajat hidup masyarakat, memperbanyak kesempatan kerja bagi pengangguran dan memfokuskan terhadap pembagian pendapatan secara adil. Persoalan kesempatan kerja ataupun pengangguran adalah persoalan yang sangat sulit di hindari oleh beberapa Negara ataupun wilayah serta dapat memicu persoalan sosial misalnya antara lain perilaku kriminalitas dan persoalan Keadaan ini dapat memperoleh tingkat kesejahteraan dan juga kemampuan masyarakat. Semakin kecil jumlah pengangguran maka semakin sejahtera kehidupan suatu Negara, begitupun Pertumbuhan Ekonomi Menurut Riza Ronaldo, . Pertumbuhanekonomi merupakan salah satu indikator yang amat penting dalam menilai kinerja suatu perekonomian, terutama untuk melakukan analisis tentang hasil pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan suatu negara atau suatu daerah. Ekonomi dikatakan mengalami pertumbuhan apabila produksi barang dan jasa meningkat dari tahun sebelumnya. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 752 Pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi Muh. Yusuf. Yati Heryati. Rusli Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian dapat menghasilkan tambahan pendapatan atau kesejahteraan masyarakat pada periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi suatu negara atau suatu wilayah yang terus menunjukkan peningkatan menggambarkan bahwa perekonomian negara atau wilayah tersebut berkembang dengan baik. Menurut Halim . Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator yang amat penting dalam melakukan analisis tentang pembangunan ekonomi yang terjadi pada suatu Negara. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Selanjutnya, perekonomian dianggap mengalami pertumbuhan apabila seluruh balas jasa rill terhadap penggunaan faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar dari pada tahun sebelumnya. Dengan kata lain perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan bila pendapatan rill masyarakat pada tahun tertentu lebih besar dari pada pendapatan rill masyarakat pada tahun sebelumnya. Indikator yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi ialah tingkat pertumbuhan Produk Domestic bruto (PDB) rill. Halim . Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu masalah jangka panjang yang harus dilakukan oleh setiap Negara. Dimana sangat diharapkan terjadinya pertumbuhan ekonomi yang sangat Setiap Negara mempunyai tujuan yang sama yaitu bagaimana cara untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses kenaikan output perkapita yang terus menerus daam jangka panjang. Pertumbuhna ekonomi menjadi penyebab sehat tidaknya perekonomian suatu Negara, dan pertumbuhan ekonomi menjadi syarat mutlak untuk memajukan dan mensejahterahkan bangsa. Apabila suatu Negara tidak dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya maka akan menimbulkan masalah ekonomi dan sosial yang baru seperti tingginya tingkat kemiskinan yang terjadi. Inflasi Menurut Riza Ronaldo, . Inflasi adalah suatu gejala di mana tingkat harga umum mengalami kenaikan secara terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat dikatakan inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang Dan untuk proses kenaikan harga-harga umum secara terus-menerut. Sedangkan kebalikan dari inflasi adalah deflasi, yaitu penurunan harga secara terus-menerus, akibatnya daya beli masyarakat bertambah besar, sehingga pada tahap awal barang-barang menjadi langka, akan tetapi pada tahap berikutnya jumlah barang akan semakin banyak karena semakin berkurangnya daya beli masyarakat. sedangkan lawan kata dari inflasi adalah deflasi, yaitu manakala harga-harga secara umum turun pada periode sebelumnya . ilai inflasi minu. Akibat dari inflasi secara umum adalah menurunnya daya beli masyarakat karena secara riel tingkat pendapatanya juga menurun. Jadi misalkan besarnya inflasi pada tahun yang bersangkutan naik sebesar 5%, sementara pendapatan tetap, maka itu berarti secara riel pendapatan mengalami penurunan sebesar 5% yang akibatnya secara rlatif akan menurun daya beli sebesar 5%. Inflasi yang tinggi pada sebuah negara mengartikan bahwa ekonomi sebuah negara tersebut buruk. Menurut Riza Ronaldo, . kebijakan ekonomi terutama kebijakan moneter suatu Negara, berusaha agar inflasi tetap berada pada taraf inflasi merayap. Inflasi dapat menimbulkan efek yang baik dalam perekonomian. Keuntungan perusahaan meningkat dan akan menggalakkan investasi. Sehingga kesempatan kerja dan pendapatan meningkat dan mendorong kepada pertumbuhan ekonomi. Menurut Bick dalam Threshold Effect of Inflation on Economic Growth in Developing Countries, menyatakan bahwa terjadi hubungan yang signifikan antara inflasi dengan pertumbuhan ekonomi. Pengangguran merupakan masalah bagi semua negara di dunia. Pengangguran Menurut Sri . Pengangguran merupakan suatu masalah yang sering dialami oleh suatu daerah, khususnya di Negara Indonesia sendiri. tingkat pengangguran merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kemajuan sebuah daerah, dengan arti tingkat pengangguran yang semakin tinggi dapat menunjukkan kondisi perekonomian yang semakin buruk. Pengangguran yang tinggi juga dapat menghambat pembangunan jangka panjang bagi daerah tersebut, dan hal yang paling memprihatinkan akan menjadi beban masalah kaluarga karena berakibat kemiskinan sehingga mendorong tingkat kriminalitas yang tinggi dalam inflasi. Menurut Agung . pengangguran merupakan keadaan yang keberadaanya tidak terelakan, baik itu dinegara berkembang maupun di negara maju sekalipun. Pengangguran memiliki keterbatasan FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 753 Pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi Muh. Yusuf. Yati Heryati. Rusli yang perlu di perhatikan karena pengangguran sangat berpengaruh pada terjadinya masalah kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial, politik dan kemiskinan. Menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan dalam masyarakat disebabkan oleh pengangguran. Angka pengangguran bisa digunakan untuk melihat kesejahteraan masyarakat. Dampak dari pengangguran tidak hanya menjadi beban tersendiri namun juga berdampak pada pemerintah, keluarga maupun lingkungan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang sudah tergolong angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan dan sedang berusaha mencari pekerjaan. METODE Jenis Data Adapun jenis data dan sumber data yang digunakan yakni sebagai berikut: Data Kualitatif, yakni data yang diperoleh dalam bentuk uraian atau penjelasan, menurut Miles dan Hubermen dalam Silalahi . menjelaskan sebagai berikut: Data kualitatif merupakan sumber dari deskripsi luas dan berlandaskan kukuh, serta membuat penjelasan tentang proses-proses yang terjadi dalam lingkup setempat. Data Kuantitatif, yakni data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka. Data kuantitatif merupakan data yang diperoleh dari hasil pengukuran variabel kuantitatif, variabel kuantitatif adalah variabel yang nilainya dapat dinyatakan dengan angkaAy. dari jawaban responden pada kuesioner yang diajukan oleh . Ilalahi,2. Sumber Data Adapun sumber data pada penelitian ini adalah: Data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara . ihasilkan oleh pihak lai. atau digunakan oleh lembaga lainnya yang bukan merupakan pengelolanya tetapi dapat dimanfaatkan oleh penelitian tertentu (Sugiyono, 2014:. Peneliti akan mengambil data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistika. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data time series dari tahun 2013 - 2022 di Kabupaten Mamuju, data yang diperlukan data Inflasi. Tingkat Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mamuju dari tahun 2013 2022. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara dokumentasi. Kajian dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu dan merupakan sarana pembantu peneliti dalam mengumpulkan data atau informasi dengan cara membaca surat-surat, pernyataan tertulis kebijakan tertentu dan bahan-bahan tulisan lainnya. Data yang dikumpulkan diperoleh dari buku, jurnal, dan website Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut Meliputi: Inflasi. Tingkat Pengangguran. Pertumbuhan Ekonomi. Analisis Data Berdasarkan masalah dan tujuan dari penelitian ini maka metode yang akan digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Uji Regresi Linear Berganda Uji Regresi Linear Berganda adalah suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel independent (X) dan variabel dependent (Y). Untuk menaksir parameter-parameternya harus ditransformasikan dalam bentuk double logaritme natural . , sehingga merupakan bentuk linear berganda . ultiple linea. yang kemudian dianalisis dengan metode kuadrat terkecil . rdinary least squar. yang dirumuskan sebagai berikut: lnY = ycoycuyu0 ycoycuyu1 y1 ycoycuyu2 y2 AA Dimana: : Pertumbuhan Ekonomi : Tingkat Inflasi : Tingkat Pengangguran yu0 : Intersep (Konstant. yu1 - yu2 : Parameter yang diduga (Koefisien regresi yang akan di estimasi : Kesalahan pengganggu . isturbance ter. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 754 Pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi Muh. Yusuf. Yati Heryati. Rusli Uji Statistik Menurut Nursyafina, . Uji statistik menggunakan tiga jenis pengujian sebagai berikut: Uji t Distribusi t atau uji t selain dugunakan untuk menguji suatu hipotesis juga digunakan untuk membuat pendugaan interval . nterval estimat. Biasanya distribusi t digunakan untuk menguji hipotesis mengenai nilai parameter, maksimal 2 populasi dan dari sampel yang kecil. Utuk menilai signifikansi dari pengaruh variabel independen secara tersendiri pada variabel dependen dengan memandang variabel independen lainnya. Ialah konstan untuk validitas pengaruh variabel independen dipakai uji t dua sisi. Memastikan tingkat sifnifikansi . = 0,. , dengan kriteria H0 diterima bila : t Ou c dan H0 ditolak bila prob t O c. Uji F Distribusi F atau uji F dapat digunakan sebagai kriteria untuk menguji hipotesis. Uji F dipakai untuk menilai pengaruh seluruh variabel independen terhadap variabel dependen secara serentak atau secara bersama-sama menpengaruhi variabel dependen. Uji Determinasi (R2 ) Nilai koefisien determinasi (R2 ) dapat digunakan untuk memprediksi atau memperkirakan seberapa besar kontribusi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan syarat hasil uji F bernilai signifikan. Sebaliknya, jika dalam uji F tidak signifikan maka nilai koefisien R2 tidak dapat digunakan untuk memprediksi atau memperkirakan kontribusi pengaruh variabel terhadap variabel Uji Korelasi dan Bentuknya Uji korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan di antara dua variabel, dan jika ada hubungan,bagaimana arah hubungan tersebut. Keeratan hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain biasa disebut dengan Koefisien Korelasi,Menurut Suparto . yang ditandai dengan AurAu. Adapun rumus AurAy adalah : yaya = Oc yeoyeo . cA Oc yeoya yeoA) Dimana: = Korelasi antara variabel x dan y i = (Xi-ycU) i = (Yi-ycU) Keterangan: :Pasangan data X atau Y Ocx :Jumlah dari bnetuk variabel X Ocy :Jumlah denan variabel Y Ocx2 : kuadrat dengan jumlah pada variabel X Ocy2 : kuadrat dengan jumlah pada variabel Y Ocxy : Hasil dari perkalaian dan jumlah HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan data pada tabel 4, maka dapat diketahui hasil analisis SPSS sebagai berikut: FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 755 Pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi Muh. Yusuf. Yati Heryati. Rusli Tabel 4. Hasil analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Inflasi TingkatPengangguran -. Y = a bx1 bx2 e Y = 0,566127 0,399 - 0,622 0,05 Dari hasil analisis berdasarkan rumus diatas: Nilai a = 566. 127 menunjukkan nilai konstanta yang menunjukkan bahwa Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mamuju sebesar 56,6% Jika Tidak dipengaruhi oleh variabel bebas yakni inflasi dan tingkat pengangguran, dengan asumsi variabel lain konstan. Nilai koefifien b1 adalah 0,399 menunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan inflasi 1%, maka akan meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi sebesar 0,399%. Hasil ini menunjukkan bahwa inflasi berbanding lurus atau berhubungan positif dengan Pertumbuhan Ekonomi. Nilai koefisien b2 adalah -0. 622 menunjukkan bahwa jika tingkat pengangguran mengalami kenaikan 1%, maka Pertumbuhan Ekonomi akan mengalami penurunan sebesar 0,622%. Hasil ini menunjukkan bahwa pengangguran berhubungan negative dengan Pertumbuhan Ekonomi atau berbanding terbalik, artinya jika variabel tingkat pengangguran naik maka variabel Pertumbuhan Ekonomi akan mengalami Nilai 0,05 adalah nilai margin of error atau nilai toleransi kesalahan. Uji T/Uji Parsial Untuk menjawab hipotesis pertama bahwa variabel X1 Inflasi dan variabel X2 Tingkat Pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan adalah dengan menggunakan uji t. dibandingkan antara hasil t hitung dengan t tabel. T hitung sudah diketahui hasilnya, maka t tabel perlu dicari berdasarkan daftar t tabel yang ada. Untuk menghitung nilai t tabel dapat menggunakan rumus: t tabel = e/2 . n-k-1 = 0,05/2. 10-2-1 = 0,025. = 2. Tabel 5. Hasil Uji Parsial (Uji T) Pengaruh Inflasi dan Tingkat Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mamuju, 2023 Variabel t hitung Sig. (Constan. 0,240 X1. Inflasi 0,775 0,464 X2. Tingkat Pengangguran -0. 0,589 Pada tabel 5 dapat diketahui t hitung untuk masing-masing variabel, kemudian nilai t tabel juga telah diketahui yakni 2,3646. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa: Inflasi mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Hal ini sesuai asumsi bahwa jika t hitung > t tabel dinyatakan pengaruhnya signifikan atau t hitung < t tabel dinyatakan pengaruhnya tidak signifikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa berpengaruh tidak signifikan, yakni 0,775 < 2,3646. Atau nilai Sig > 0,05. Kesimpulannya bahwa inflasi berpengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mamuju. Tingkat Pengangguran mempunyai pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Hal ini sesuai asumsi bahwa jika t hitung > t tabel maka dinyatakan berpengaruh signifikan, begitu pula sebaliknya jika t hitung < t tabel maka dinyatakan berpengaruh tidak signifikan. Hasil perhitungan menunjukkan -0. 566 < 2,3646. Atau nilai sig > 0,05 hasil analisis menunjukkan 0,589 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengangguran memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mamuju. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 756 Pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi Muh. Yusuf. Yati Heryati. Rusli Uji F/Uji Simultan Untuk menjawab hipotesis bahwa semua variabel berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan uji F. tinggal dibandingkan antara hasil F hitung dengan F F hitung sudah diketahui hasilnya yakni 0,865 maka F tabel perlu dicari berdasarkan daftar t tabel yang ada. Untuk menghitung nilai t tabel dapat menggunakan rumus sebagai berikut: DF1 = K - 1 DF2 = N - K Dimana: K adalah jumlah Variabel N adalah jumlah responden, sehingga diperoleh: df1 = 3 Ae 1 = 2 df2 = 10 Ae 3 = 7 Jadi f tabel diperoleh 4,74 Tabel 6. Hasil Uji Secara Simultan (Uji F) Pengaruh Inflasi dan Tingkat Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mamuju, 2023 ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 142353. Residual 575771. Total Predictors: (Constan. TingkatPengangguran. Inflasi Dependent Variable: PertumbuhanEkonomi Tabel 6 menunjukkan bahwa F hitung < F tabel atau 0,865 < 4,47 atau nilai Sig > 0,05 berarti secara Bersama-sama . antara variabel inflasi dan tingkat pengangguran berpengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mamuju. Uji Korelasi dan Determinasi Untuk menganalisis tingkat hubungan dan kontribusi kedua variabel bebas terhadap variabel terikat maka dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diketahui sebagai berikut: 0,445a Tabel 7. Hasil Korelasi dan Determinasi Model Summary R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,198 0,031 Berdasarkan tabel 7 dapat diuraikan bahwa Korelasi (R) atau tingkat hubungan antara Inflasi dan tingkat Pengangguran terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Nilai 0. 445 dapat dijelaskan bahwa korelasinya lemah berdasarkan standar ukuran korelasi pada tabel 6. Sedangkan tingkat pengangaruh Inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi (Adjusted R Squar. 031 artinya bahwa pengaruh Inflasi dan tingkat pengangguran terhadap Pertumbuhan Ekonomi sebesar 3,1%. Dapat dinyatakan bahwa kontribusi kedua variabel X (Inflasi dan Tingkat Penganggura. terhadap Pertumbuhan Ekonomi sebesar 3,1%. Sedangkan pengaruh variabel lain sebesar 96,9%. Hasil penelitian tentang pengaruh Inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mamuju sesuai dengan apa yang di kemukakan oleh Philips . tentang hubungan terbalik antara kedua variabel tersebut yakni jika inflasi dan tingkat pengangguran rendah maka tingkat pertumbuhan ekonomi akan tinggi, begitu pula sebaliknya jika inflasi dan tingkat pengangguran rendah, maka pertumbuhan ekonomi akan tinggi. Data yang dianalisis dalam jangka waktu 10 tahun menunjukkan bahwa inflasi dan tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi. Walaupun harga barang di Kota Mamuju cukup mahal jika dibandingkan dengan daerah lain, tetapi penyerapan tenaga kerja juga tinggi sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada di Kabupaten Mamuju. Hanya saja hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh inflasi tidak signifikan walaupun sudah sesuai teori yang ada. Sama halnya dengan tingkat pengangguran, secara parsial berpengaruh tidak signifkan. Walaupun sudah sesuai teori bahwa pengangguran yang tinggi akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 757 Pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi Muh. Yusuf. Yati Heryati. Rusli Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Zaki . di Sumatera Barat bahwa hasil penelitiannya menujukkan variabel inflasi dan variabel pengangguran secara parsial dan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat, berbanding terbalik dengan hasil penelitian saya bahwa variabel inflasi dan tingkat pengangguran baik secara parsial maupun secara simultan tidak signifikan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mamuju. Hasil penelitian yang dilakukan di kota Tarakan oleh Agus . rnenunjukkan bahwa pengangguran berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal yang sama penelitian yang dilakukan oleh Riza Ronaldo . dengan variabel yang sama tetapi cakupan penelitiannya lebih luas karena kajiannya adalah Indonesia. Hasil penelitian yang di lakukan di Kabupaten Mamuju membuktikan bahwa venomena ekonomi makro di seluruh Indonesia berbeda walaupun dengan variabel penelitian yang sama. Dalam jangka pendek tingkat pengangguran masih dapat dikontrol oleh pemerintah tetapi dalam jangka waktu yang lama akan menjjadi bom waktu jika pemerintah tidak mengantisipasinya. Apalagi tepat 100 tahun Indonesia merdeka atau tahun emas kita diperhadapkan pada bonus demografi, dimana jumlah penduduk produktif akan semakin banyak jumlahnya, tentunya kondisi ini harus diantisifasi oleh pemerintah, begitu pula masyarakat yang harus senantiasa menambah pengetahuan dan keterampilan agar dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, bukan menjadi beban negara. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Pengaruh Inflasi dan Tingkat Pengangguran Terhadapa Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mamuju, diperoleh kesimpulan yakni: Variabel Inflasi secara parsial tidak signifikan pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Ekonomi, dan variabel tingkat pengangguran secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Pengaruh kedua variabel Inflasi dan tingkat Pengangguran secara simultan juga berpengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mamuju. Variabel inflasi yang paling dominan pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mamuju. DAFTAR PUSTAKA