JSI (Jurnal Sistem Informas. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma p-ISSN: 2355-9675 e-ISSN: 2541-3228 Perancangan Sistem Informasi Manajemen Inventaris Alat Kerja Proyek Pada PT XYZ Muhammad Nur Arifin1,*. Hari Purwanto2 1Department of Information Systems. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Indonesia 2Department of Information Systems. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Indonesia muhammadnurarifin724@gmail. com, raldy08@gmail. Article Info Article history: Received May 2, 2025 Accepted June 10, 2025 Published July 1, 2025 Kata Kunci: Perancangan Inventaris Alat kerja Pencatatan ABSTRAK Sistem yang sedang berjalan saat ini di PT XYZ masih memiliki kekurangan dan kelemahan pada pencatatan dan management stok alat kerja di proyek. Proyek melakukan pemesanan barang dengan membuat permintaan menggunakan sistem yang masih manual, dengan membuat bon permintan barang dan di mulai dengan menganalisa proses permintaan, pengiriman, pemesanan dan pensortiran alat kerja, staff tools dapat membuatkan sistem informasi inventaris alat kerja. Dengan dibuatkannya sistem informasi manajemen inventaris alat kerja ini, maka pencatatan inventaris alat kerja sudah terkomputerisasi dengan baik, mempermudah divisi proyek untuk melakukan permintaan barang dan dapat langsung mengetahui stok alat kerja yang dibutuhkan. Hasil kuesioner pengujian usability sistem kepada user menunjukkan bahwa aplikasi dinilai baik dan mampu mengelola data absensi dengan baik, dengan angka 86,1%. Corresponding Author: Hari Purwanto. Department of Information Systems. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Email: raldy08@gmail. PENDAHULUAN Penulisan Industri konstruksi telah berfokus pada pemprosesan data teknik dalam jumlah besar dan mengekstraksi nilainya. Namun, entri manual yang tidak akurat dan pengumpulan data tertunda menciptakan kesulitan dalam memanfaatkan informasi sepenuhnya (You & Wu, 2. Hal utama yang wajib diperhatikan oleh setiap perusahaan yaitu yang berkaitan dengan pengelolaan informasi, karena pada saat ini informasi merupakan hal yang sangat penting dan berharga bagi perusahaan (Sistem, 2. Sistem manajemen inventaris gudang merupakan pendekatan yang diperlukan untuk setiap gudang. Sistem penyimpanan terkomputerisasi memberi kita sedikit usaha, hasil yang paling efisien dan stabil berkorelasi dengan sistem genggam manual. Di gudang bisa ada banyak zona, zona ini disebut juga Bergantung pada permintaan produk, lebih banyak produk harus disimpan. Kebutuhan untuk mengotomatiskan gudang berasal dari kenyataan bahwa sistem penanganan manual dapat menyebabkan kesalahan manusia yang dapat mempengaruhi pemanfaatan gudang (Tejesh & Neeraja, 2. PT XYZ berdiri sejak tahun 1982 sebagai perusahaan engineering dan contractor yang bergerak dibidang jasa instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengalaman perusahaan meliputi pemasangan HVAC (Heating, ventilation, and air conditioning, plumbing, fire fighting, electrical and electronic. Perusahaan ini juga melayani instalasi sistem khusus seperti gedung hijau, fasilitas layanan pabrik industri, pusat data, rumah sakit, dan pabrik farmasi, yang mencakup validasi sistem. Dan PT XYZ ini memiliki pabrik ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) pembuatan saluran sendiri untuk memastikan kualitas saluran sama untuk semua proyek kami. Fasilitas fabrikasi saluran kami hanya melayani produksi saluran untuk proyek kami secara eksklusif. Alat kerja proyek untuk masing-masing proyek telah disediakan oleh PT XYZ, namun pencatatan peminjaman keluar masuk alat kerja proyek tersebut tidak tercatat secara program. Pencatatan peminjaman ini masih menggunakan manual dan sering terjadinya kesalahan pencatatan, sampai ada nya selisih persediaan alat kerja proyek tersebut. Dengan cara yang masih manual ini mempersulit staff tools dalam pendataan, pencatatan dan pelaporan alat kerja proyek kepada atasan Perusahaan. Berhubung pencatatan peminjaman masih menggunakan manual dan pelaporan kepada staff tools masih menggunakan terkomputersasi, sistem yang berjalan saat ini mengalami beberapa masalah sebagai berikut: Pendataan pengembalian alat kerja tidak ada pemberitahuan atau pencatatan secara tertulis, seperti mengikuti sistem yang dijalankan saat ini. Pelaporan data alat kerja digudang proyek tidak ter-update dengan benar, seperti data alat kerja yang hilang ataupun rusak. Proses laporan persediaan alat kerja masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sebuah aplikasi inventaris alat kerja yang akurat dan update setiap hari nya agar dapat menyajikan data yang sebenarnya dan membantu staff tools dan gudang proyek dalam pelaporan data inventaris alat kerja, dan membantu tim proyek dalam penginput data untuk mengelola data alat kerja secara benar dan tepat. Pembangunan sistem informasi ini juga memberikan manfaat PT XYZ dalam menghasilkan informasi data alat kerja yang akurat, hasil laporan alat kerja di proyek yang langsung terkoneksi dengan staff tools kantor pusat, serta mempermudah staff tools untuk menyajikan laporan yang di minta oleh pemilik perusahaan. METODE Metode penelitian adalah sebuah langkah untuk mengumpulkan informasi atau data yang akan diteliti, kemudian diolah menjadi sebuah penyelesaian masalah yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode induktif (Awaludin & Gani, 2. Metode induktif adalah metode yang menggunakan penalaran atau logika yang khusus menjadi umum untuk mendapat pengamatan dari kesimpulan informasi yang ada. Dan untuk merancang dan mengaplikasin sistem informasi manajemen inventaris alat kerja proyek di PT XYZ menggunakan metode system development life cycle/waterfall Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa penelitian telah dilakukan terkait perancangan sistem informasi manajemen inventaris alat kerja proyek. Salah satu penelitian yang relevan adalah AuPerancangan Sistem Informasi Manajemen Inventaris Kontrol Stok Barang Berbasis WebAy (Evi Kurniawati. Ali Ikhwan, 2. Penelitian ini mengembangkan sistem manajemen inventaris berbasis web untuk mengelola stok barang dengan metode waterfall (Awaludin, 2. Kemudian (Nuraida Wahyuni. Rizki Akmal. Akbar Gunawan, 2. dengan judul penelitian Au Perancangan Sistem Informasi Basis Data Inventaris Barang Berbasis Web Menggunakan Model WaterfallAy (Awaludin & Amelia, 2. Penelitian ini merancang sistem informasi basis data inventaris barang berbasis web dengan model waterfall untuk pengelolaan data. Sementara itu (Riyan Stevany. Taufik Hidayat. Dine Agustine, 2. dengan judul penelitian AuPerancangan Sistem Informasi Management Inventory Pada PT. Adiperkasa Anugrah Pratama Berbasis WebAy. Penelitian ini membuat sistem manajemen inventaris berbasis web untuk mengelola stok barang masuk dan keluar di perusahaan manufaktur. Berdasarkan tinjauan pustaka ini, dapat disimpulkan bahwa perancangan sistem informasi manajemen inventaris alat kerja proyek merupakan solusi yang efektif untuk mengatasi permasalahan dalam pendataan pengembalian alat kerja, pelaporan data alat kerja digudang proyek tidak ter-update dengan benar dan proses laporan persediaan alat kerja masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Studi telah menunjukkan bahwa integrasi sistem dan analisis data menyeluruh dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas pelaporan. Tabel 1. Penelitian Terkait (State of The Ar. No. Nama Peneliti Sadarman Telaumbanua, et all . Deskripsi Merancang aplikasi berbasis web untuk pencatatan barang masuk/keluar dan pembuatan laporan inventaris. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Fathiyah Nazoriyah et all . Mahdalaina . Memfokuskan pada pengembangan aplikasi berbasis web untuk mempermudah pengolahan data barang dan meningkatkan efisiensi inventaris. Mengembangkan sistem pencatatan alat lab. efisiensi manajemen, dilengkapi pelacakan, jadwal, dan Penelitian tentang perancangan sistem informasi manajemen inventaris alat kerja proyek dapat menggunakan beberapa metode penelitian untuk mengumpulkan data, menilai hasil, dan meningkatkan pemahaman tentang subjek. Peneliti menggunakan 2 . metode untuk mendukung penelitian ini. Metode Pengumpulan Data Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data dan mengetahui permasalahan sistem pengelolaan stock opname barang pada PT XYZ. Wawancara Kegiatan wawancara ini dilakukan untuk menambah dan memperoleh data yang dibutuhkan, maka dilakukan wawancara langsung dengan tim penginputan data, serta pihak-pihak yang terlibat dengan stock barang. Kepustakaan Pengumpulan data secara langsung dari buku, jurnal, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan topik penelitian. Metode SDLC (System Development Life Cycle/Waterfal. Perancangan sistem informasi manajemen inventaris alat kerja proyek, meliputi beberapa kegiatan : analisis, design, perancangan, pengkodean, pengujian dan pemeliharaan 1 Pengujian Pengujian functional suitability pada aplikasi yang dibangun ini menggunakan metode black-box testing yang berfokus pada input dan output dari sistem yang diuji, dan tidak melibatkan pengetahuan tentang bagaimana sistem bekerja di dalamnya. Pengujian usability digunakan untuk melihat sejauh mana sebuah produk atau sistem dapat digunakan oleh pengguna untuk mencapai tujuan efektif, efisien dan kepuasan dalam konteks pengguna(Ali et al. , 2. Skala yang diterapkan dalam uji ini adalah skala Guttman, dan persentase kelayakan diperoleh melalui perhitungan berikut : ycE= ycu ycu 100% Ocycuycn Keterangan: = Presentase yeo = Frekuensi setiap jawaban yang dipilih yeoyeO = Jumlah keseluruhan nilai ideal = Konstanta Tabel 2. Interprestasi Presentasi No. Presentasi 0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100% Interpretasi Sangat Buruk Buruk Cukup Baik Sangat Baik ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisa Sistem Yang Berjalan Sistem yang sedang berjalan saat ini masih menggunakan pencatatan manual, berupa bon permintaan alat kerja, masih belum tersistem secara komputerisasi. Berikut adalah contoh sistem yang sedang berjalan saat ini: Proses Bisnis Sistem (Flow Ma. Proses Bisnis Sistem yang sedang berjalan Proyek Staff Tools Petugas Gudang Logistic Mulai Permintaan Barang Memproses Permintaan Permintaan Barang Pengecekan Barang T/F Stok Tersedia ? Pemesanan Surat Jalan Terima Cek Barang Sesuai Persiapan Barang Kirim Barang Diterima Retur Barang Selesai Gambar 1. Proses bisnis (Flowma. yang sedang berjalan Uraian Flow map: Proyek : Melakukan permintaan alat kerja dengan membuat bon permintaan alat kerja dan dikirimkan kebagian staff tools. Staff Tools : Menerima permintaan alat kerja dari proyek, dan melakukan pengecekan kerja melalui stock yang ada didata manual, dan memastikan data dengan fisik barang kebagian gudang apakah barang terserdia atau tidak. Gudang : Melakukan pengecekan permintaan barang dari staff tools dan menyiapkan barang yang akan dikirim ke proyek serta mengecek dengan surat jalan yang sudah dibuatkan staff tools. Logistik : Menerima permintaan persediaan alat kerja, jika alat kerja sudah tidak ada persediaannya, dan melakukan pemesanan alat kerja ke supplier. Permasalahan yang ditemukan : Penginputan keluar masuknya alat kerja masih menggunakan sistem manual dengan penginputan di Microsoft Excel. Pendataan alat kerja pada stok masih manual, dan data stock tidak update. Dokumen untuk permintaan dan pengiriman alat masih menggunakan nota manual. 2 Analisa Kebutuhan Pengguna Dalam sistem informasi manajemen inventory di PT XYZ dua pengguna yang berinteraksi satu sama lainnya, yaitu admin pusat . taff tool. dan admin proyek. Kedua pengguna ini memiliki kebutuhan ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) informasi yang berbeda dan fitur interaksi dengan sistem yang berbeda, berikut penjelasan karakteristik masing-masing pengguna: Admin Pusat . taff tool. Semua user dibuat oleh admin pusat, yang juga bertanggung jawab untuk mengelola data barang, proyek, dan supplier, serta permintaan barang. Mereka juga membuat surat jalan dan membuat laporan tentang ketersediaan barang untuk pimpinan Perusahaan. Admin Proyek Admin Proyek melakukan pemesanan alat kerja kebagian admin pusat . taff tool. dan menginput surat jalan masuk barang dan pemulangan barang. 3 Kebutuhan Sistem Kebutuhan sistem informasi stok barang pada PT XYZ dapat didefinisikan sebagai berikut: Pemberian hak akses kepada pengguna terdiri dari admin pusat . taff tool. dan admin proyek. Pengguna harus melakukan login terlebih dahulu untuk dapat menjalan kan sistem informasi stok barang ini dengan memasukkan username dan passwords agar privasi masing-masing pengguna tetap terjaga keamanannya. Admin pusat . taff tool. dapat menambah data user, dan mengganti username dan passwords Data yang akan disimpan meliputi data barang alat kerja, data supplier, data proyek, data user, dan data transaksi. Admin pusat bertugas mengelola sistem informasi manajemen inventory seperti: data transaksi, data barang, data supplier, data proyek, dan laporan persediaan barang. Admin proyek bertugas mengelola permintaan persediaan barang dan penginputan surat jalan keluar masuk barang. 4 Perancangan Sistem Setelah mengetahui bagaimana kebutuhan sistem, maka dapat dilakukan perancangan sistem dengan pembuatan use case diagram. Diagram ini akan membantu unuk memahami semua fungsi sistem informasi dan siapa yang berhak menggunakannya. Berikut use case diagram yang dibutuhkan: 1 Use Case Diagram Sistem Informasi Manajemen Inventory Login Mengelola Data Pemesanan Alat Mengelola Data Barang Admin Proyek <> Mengelola Data User Laporan Data Alat Admin Tools Mengelola Data Proyek Mengelola Data Supplier Logout Gambar 2. Use case diagram sistem informasi manajemen inventory ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 2 Activity Diagram Data Barang Activity Diagram Data Barang Adm. Gudang Sistem Login Data Barang Tambah Data Halaman Input Data Barang Input Data Baru Simpan Edit Data Phase Hapus Data Gambar 3. Activity Diagram Data Barang 3 Activity Diagram untuk Login Activity Dia gram Login Adm. Pusat. Adm. Gudang Login Sistem Tampil From Login Memasukkan Username & Passport Tidak Phase Tampil Me nu Utama Gambar 4. Activity Diagram Login ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 4 Activity Diagram Data User Activity Diagram Input Data User Adm. Pusat Sistem Login Data User Tampak Data Halaman Inout Data Pengguna Input Data Baru Simpan Edit Data Phase Hapus Da ta Gambar 5. Activity Diagram Data User 5 Activity Diagram Mengelola Data Barang Activity Dia gram Pemesanan/Pengembalian Barang Adm. Pusat Sistem Login Surat Jalan Tambah Data Baru Halaman Input Surat Jalan Input Surat Jalan Simpan Hapus Da ta Phase Edit Data Gambar 6. Activity Diagram Mengelola Data Barang ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 6 Activity Diagram Melakukan Pemesanan Barang Login Validasi? Pilih Menu Laporan Persediaan Barang Cetak Laporan Logout Gambar 7. Activity Diagram Melakukan Pemesanan Barang 7 Class Diagram id kode nama username password InputData() id kode nama username password InputData() id kode nama email telepon alamat InputData() id kode_barang nama_barang stok satuan InputData() Gambar 8. Class Diagram Sistem Informasi Manajemen Inventaris ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 5 Rancangan User Interface 1 Form Login Gambar 9. Rancangan Form Login 2 Form Halaman Utama Administrator Gambar 10. Rancangan Form Halaman Utama Administrator ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 3 Form Input User Gambar 11. Rancanagn Form Halaman Input User 4 Form Data Proyek Gambar 12. Rancangan Form Halaman Data Proyek ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 5 Form Data Supplier Gambar 13. Rancangan Form Halaman Data Supplier 6 Form Data Barang Gambar 14. Rancangan Form Halaman Data Barang ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 7 Form Transaksi Penerimaan Barang Gambar 15. Rancangan Form Halaman Data Transaksi Penerimaan 8 Form Data Pengeluaran Barang Gambar 16. Rancangan Form Halaman Data Pengeluaran ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 6 Pengujian Black Box Testing 1 Pengujian Form Login Tabel 2. Hasil Pengujian Form Login Skenario Menginputkan username atau password yang salah, lalu klik tombol login. Login dengan username atau password yang Kasus Uji Hasil yang Sistem akan menolak akses Login dan halaman Login kembali, serta Username Salah! Sistem menerima akses Login dan halaman utama atau dashboard sesuai dengan tampilan menu pada setiap hak Username : Admin . Password : admin . Pilih level user : Admin . alah pili. Username : arifin . Password : 12345 . Pilih level user : Admin . Hasil pengujian Kesimpulan Sesuai harapan Valid Sesuai harapan Valid 2 Pengujian Form Data Barang Tabel 3. Hasil Pengujian Data Barang Skenario Pencarian data barang dengan berupa huruf dan angka yang tidak Pencarian data barang dengan berupa huruf dan angka yang seusai Kasus Uji Kode barang / Nama barang : G3r1nd4 . Kode barang / Nama barang : Mesin Senai / 15747218 . Hasil yang Sistem tidak menemukan data yang di cari Sistem menemukan data yang di cari Hasil pengujian Kesimpulan Sesuai harapan Valid Sesuai harapan Valid 3 Pengujian Form Transaksi Penerimaan dan Pengeluaran Tabel 4. Hasil Pengujian Input Transaksi Penerimaan Dan Pengeluaran Skenario Tentukan jumlah barang yang akan di kirim, dengan Kasus Uji Masukan Jumlah Barang : 4 . Hasil yang Sistem lanjut ke Hasil pengujian Kesimpulan Sesuai harapan Valid ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) masukan Tentukan jumlah barang yang akan di kirim, dengan Pilih nama supplier, pilih nama barang yang akan dan masukan jumlah barang yang diterima Masukan Jumlah Barang : A . Nama Supplier : Adimas Sejahtera . Pilih Barang : RESIBON POLES yo 4 . QTY : 2 . Sistem tidak selanjutnya, dan tidak dapat menyimpan data. Sistem akan menyimpan data yang di input, dan stok akan pindah ke stok Sesuai harapan Valid Sesuai harapan Valid Pengujian instrumen usability dilakukan untuk menentukan kualitas atau kelayakan sistem informasi absensi siswa yang telah dibuat untuk mengetahui seberapa efektif, efisien, dan memuaskan sistem informasi ini dalam mendukung kelancaran proses bisnis Perusahaan. Kuesioner diberikan kepada pengguna Admin Tools dan Admin Proyek untuk menguji kemudahan instrumen. Hasil pengujian usability ditunjukkan dalam Tabel 5. Tabel 5. Usability Testing No. Pertanyaan Sistem ini mudah digunakan, bahkan untuk pengguna baru. Sistem ini memenuhi kebutuhan mengelola sistem informasi manajemen inventory dan laporan. Nilai ycE= ycE= Penerapan UI dan UX sistem ini . ayout, menu, tombol, objek-objek yang berkaitan dengan proses dan halama. mudah dipahami Penggunaan sistem membantu mengurangi proses manual dalam pencatatan barangbarang proyek dan transaksi. Fitur-fitur yang ada dapat digunakan berfungsi dengan baik dan sesuai dengan Sistem memberikan informasi dengan cepat dan up to date, tanpa jeda yang Pengaturan hak akses memudahkan admin untuk mengatur previledge user sesuai dengan kewenangannya. Sistem ini memudahkan dalam monitoring data barang, supplier, proyek dan Penyajian informasi laporan sesuai dengan harapan dan data yang dimasukkan Pengguna merasa puas dengan desain tampilan UI/UX sistem ini. Total = ycu ycu 100% Ocycuycn ycu 100% 5ycu10ycu20 ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) ycE= ycu 100% ycE = 86,1% Hasil penghitungan nilai usability menghasilkan skor total 861 dan persentase 86,1%. Aplikasi dikategorikan sebagai "Sangat Baik" karena memenuhi semua kriteria usability. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data, maka dapat disimpulkan: Dengan dikembangkannya perancangan sistem informasi manajemen ini aplikasi telah terkomputerisasi secara tepat dan akurat. Proyek diharapkan melakukan pengecekan alat kerja dengan langkah awal melakukan stok opname barang dan pendataan alat kerja, agar data fisik barang dengan komputer sesuai, serta program dapat digunakan dengan baik dengan data yang Sistem Informasi yang sudah terkomputerisasi ini diharapkan dapat memudahkan dalam pencatatan peminjaman dan memudahkan admin untuk menganalisa barang yang di butuhkan atau barang yang sudah rusak atau tidak layak pakai. Sebagai hasil dari kuesioner pengujian usability. Admin tools & proyek sebagai pengguna aplikasi menerima skor 861 dan prosentase 86,1%. Hasil konversi adalah "Sangat Baik", menunjukkan bahwa aplikasi telah memenuhi standar usability. DAFTAR PUSTAKA