Jurnal Ilmiah Sosio Agribis (JISA) Volume 22. Nomor 1 : 17-24 ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . ANALISIS PRODUKSI DAN KEUNTUNGAN KOMODITI JAGUNG (Zea mays L) DI DESA KEMIRI TIMUR KECAMATAN SUBAH KABUPATEN BATANG JAWA TENGAH Analysis of Corn Production and Profitability (Zea Mays L) in Kemiri Timur Village. Subah District. Batang Regency Central Java 1*,2,3 Vita Magdalena1*. Nugrahini Susantinah Wisnujati2. Ristani Widya Inti3 Department Agribusiness. Faculty of Agriculture. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya *Correspondence author: Vita Magdalena vitamagdalena299@gmail. ABSTRACT Corn is the second most important food commodity after rice. One of the mainstay commodities in the agricultural sector is corn, because corn is one of the staple foods in Indonesia which has an important position after rice. The objectives of this study are 1. to analyze the factors that influence corn production in Kemiri Timur Village. District, 2. To analyze the income of corn farmers in Kemiri Village. Subah District. The research method used is the Random Sampling Respondents in this study were 30 owner farmers. The data collection method used primary data and secondary data. The data analysis method used multiple linear regression Based on the results of multiple linear regression, the maize production mode in Subah District is as follows: Y = -2. 237 Ae 0. 751X2 (-0,. X3 0. 194X4 (-0. X5 e. Based on the F-statistic of 133,218 with a significance of 0. 000%, it means that simultaneously all production activities carried out including corn fields, labor, seeds and fertilizers have a significant effect on corn production in Subah District. Batang Regency. Partially, production activities that have a significant effect on income are land area and labor. Keywords : Corn Plants. Multiple Linear Regression Analysis. Profit Analysis ABSTRAK Tanaman jagung termasuk ke dalam komoditas panganan yang paling penting nomor dua setelah Komoditi ini juga termasuk komoditi yang diandalkan pada sektor pertanian, sebab jagung termasuk ke dalam bahan pokok makanan yang ada di bangsa ini, dimana kedudukannya terpenting selain beras. Pelaksanaan kajian ini ditujukan untuk 1. melaksanakan penganalisisan terhadap factor yang memberikan pengaruh terhadap produksi dari tanaman jagung di Desa Kemiri Timur Kecamatan, 2. Melaksanakan penganalisisan dengan perolehan pendapatan petani jagung di Desa Kemiri Kecamatan Subah. Metode kajian yang dimanfaatkan ialah metode Random Sampling. Responden pada kajian ini ialah 30 petani pemilik. Metode pengumpulan data memanfaatkan data primer serta data sekunder. Metode penganalisisan data memanfaatkan penganalisisan regresi linier berganda. Sebagaimana yang didasarkan pada hasil regresi linier berganda, maka mode produksi jagung di Kecamatan Subah ialah: Y = -2,237 Ae 0,751X2 . X3 0,194X4 (-0,. X5 e. Sebagaimana yang didasarkan pada F Ae statistik yang besarannya ialah 133,218 dengan nyatasi 0,000 %, diartikan bahwasanya secara simultan seluruh aktivitas produksi yang dilaksanakan meliputi lahan jagung, tenaga kerja, bibit serta pupuk memberikan pengaruh yang nyata terhadap produksi jagung di Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Secara parsial aktivitas produksi yang memberikan pengaruh yang nyata terhadap pendapatan ialah luas lahan serta tenaga kerja. Kata Kunci: Tanaman Jagung. Analisis Regresi Linier Berganda. Analisis Keuntungan Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 22 (Nomor . , 2022: 17-24 PENDAHULUAN Diperoleh pemahaman bahwasanya bangsa ini termasuk ke dalam negara yang agraris dimana hal yang telah disebutkan menyebabkan adanya ketergantungan terhadap pertanian untuk penghidupan serta kesejahteraan penduduknya. Setelah padi, panen jagung termasuk ke dalam tanaman pangan terpenting kedua. Setelah padi, panen jagung termasuk ke dalam tanaman pangan terpenting kedua. Jagung termasuk molekul karbohidrat, lipid, protein, mineral, air, serta vitamin. Nutrisinya bisa memberi energi, membuat jaringan, melakukan tugas pengaturan, serta mengkatalisis peristiwa metabolisme dalam organisme. Seluruh bagian hasil panen jagung layak untuk dimanfaatkan. Batang serta daun dari tanaman jagung yang tergolong mudah amat berharga bagi panganan ternak serta bagi tanaman untuk pemupukan, bagian klobotnya dan juga tongkolnya juga bisa dimanfaatkan baik menjadi pakan ternaknya ataupun bahan bakar. Rambut jagung bisa dimanfaatkan untuk mengobati diabetes serta hipertensi. Di sisi lain, hingga saat ini, pasokan jagung nasional sepenuhnya ketergantungan pada impor (Panikkai, 2. Produksi tanaman jagung di bangsa ini masih tergolong rendah serta terus gagal melakukan pemenuhan terhadap permintaan konsumennya yang terus mengalami peningkatan. Produksi tanaman jagung yang rendah ini dikarenakan oleh berbagai hal, diantaranya ialah teknologi penanamannya yang ketinggalan zaman, persiapan serta kemampuan dari petani jagungnya, sarana produksi yang tergolong belum memadai dan juga kekurangan modal yang dimiliki oleh petaninya dalam memproduksi jagung hingga proses memasarkan jagungnya. Produksi tanaman jagung yang rendah ini dikarenakan oleh berbagai hal, diantaranya ialah teknologi penanamannya yang ketinggalan zaman, persiapan serta kemampuan dari petani jagungnya, sarana produksi yang tergolong belum memadai dan juga kekurangan modal yang dimiliki oleh petaninya dalam memproduksi jagung hingga proses memasarkan jagungnya. Upaya dalam mengembangkan agribisnisnya ini termasuk ke dalam program yang dirancang untuk mempercepat pengembangan komoditas unggulan di Kecamatan Kemiri Subah Timur. Hal ini penting karena jagung mempunyai peranan yang mempunyai kepentingan tersendiri dalam ekonomi bangsa ini akibat perluasan usaha pangan yang ditopang oleh kemajuan teknologi penanaman serta varietas unggul (Budiman, 2013. Permadi, 2. Untuk melakukan peningkatan terhadap pendapatan dalam berusahatani jagung, banyak informasi yang berkaitan dengan variabel yang memberikan pengaruh terhadap pendapatan serta produktivitas pertanian harus dikumpulkan. Variabel eksternal memberikan pengaruh yang terhadap besaran pengeluaran serta penerimaan. Determinan internal meliputi angkatan kerja, pendidikan, luas lahan, umur petani, serta modal, dan terkait dengan faktor eksternalnya meliputi faktor produksinya . serta outputnya . Luas ataupun sempitnya lahan juga memberikan pengaruh yang terhadap perolehan pendapatan petaninya yang berkeinginan untuk menanam terdahulunya. Hal ini karena semakin banyak lahan yang ditanami, semakin banyak pendapatan yang diperoleh. Penyebab hal yang telah disebutkan ialah adanya pengurangan jumlah lahan yang digarapkan petaninya sebagai akibat dari pertambahan penduduk yang menyebabkan semakin berkurangnya lahan untuk dimanfaatkan dalam berusahatani (Akmalia & Suharyanto, n. Berdasarkan persoalan diatas, maka penelitian dapat merumuskan masalah yang harus dijawab dalam penelitian ini yakni apa factor yang memberikan pengaruh terhadap produksi petani jagung di Desa Kemiri Timur Kecamatan Subah dan berapa pendapatan petani jagung di Desa Kemiri Timur Kecamatan Subah. Berdasarkan rumusan masalah yang telah disajikan diatas maka peneliti tertarik untuk melaksanakan penganalisisan terhadap factor yang memberikan pengaruh terhadap produksi jagung di Desa Kemiri Timur Kecamatan Subah dan melaksanakan penganalisisan terhadap pendapatan petani jagung di Desa Kemiri Timur Kecamatan Subah. Jagung bersama dengan gandum serta beras, ialah suatu tanaman pangan paling penting di Jagung, yang termasuk ke dalam sumber pokok karbohidrat di Amerika Tengah serta Selatan, juga termasuk ke dalam makanan pokok di Amerika Serikat. Jagung juga berperan sebagai makanan pokok di berbagai tempat di Indonesia. Selain menyediakan karbohidrat, jagung dibudidayakan untuk pakan ternak, produksi tepung, serta bahan pokok industry. Tahapan pasca JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Vita Magdalena Ae Analisis Produksi dan Keuntungan Komoditi Jagung (Zea mays. L) di Desa . panen jagung meliputi pemanenan, pengeringannya, pengemasannya, serta pemasarannya. Ketika telah dilaksanakan panen, prosedur pengupasan serta pemetikan jagung yang dikupas saat masih terhubung ke batang ataupun setelah panen kerap selesai. Pengupasan dimanfaatkan untuk mengurangi banyaknya air dalam tongkol, serta kelembapan di sekitar benih tidak menyebabkan kerusakan benih ataupun perkembangan jamur. Setelah jagung dikupas, proses pemilihan Setelah kering, biji jagung dipisahkan dari tanah dengan tujuan untuk menjaga kualitas Setelah pembersihan kotoran, pengepakan dilaksanakan selaras dengan kebutuhan pasar (Simanihuruk, 2. Dianggap optimal ketika petani ataupun produsen bisa secara maksimal memanfaatkan sumberdaya yang mereka kuasai. serta disebutkan maksimal ketika pemanfaatan sumberdaya yang telah disebutkan mendapatkan keluaran . yang melebihi masukan . Pertanian jagung ialah organisasi alat produksi serta teknologi yang terlibat dalam produksi komoditas Sebuah pertanian terdiri dari empat komponen pokok yakni tanah , tenaga kerja, modal, pengelolaan (Annisa, 2. Kepemilikan lahan pertanian diklasifikasikan jadi tiga kelompok sebagaimana yang didasarkan pada pola produksinya, yakni lahan milik sendiri, lahan sewa, serta lahan sakap ataupun bagi hasil. Petani pemilik ialah kelompok petani yang mandiri dalam produksi Petani penyewa ialah sekelompok petani yang mengusahakan tanah milik individu lainnya dengan cara sewa, serta lamanya akad ditentukan oleh pemilik tanah serta perjanjian Petani ialah sekelompok petani yang bekerja sama untuk mengembangkan lahan individu lainnya. Pemilik tanah serta petani menanggung risiko bertani di bawah skema bagi hasil (Iriany, 2. Kepemilikan serta penguasaan tanah sangat penting bagi penduduk pedesaan yang mata pencahariannya masih ketergantungan pada pertanian. Kepemilikan tanah sangat penting tidak hanya untuk pertanian, tetapi juga untuk menentukan berbagai kebutuhan komunal lainnya. Dengan demikian, tanah bisa berfungsi sebagai aset produktif serta komoditas yang bisa Penerimaan usaha ialah penerimaan segala kegiatan usahatani, termasuk penjualan hasil bumi, ternak, ikan, ataupun hasil lainnya, hasil produksi yang dikonsumsi oleh pengusaha serta keluarga selama kegiatan, serta peningkatan nilai persediaan. Penerimaan petani bermacammacam bentuknya, tergantung dari sumber penerimaan usahataninya (Prawirokusumo, 1. Penerima ialah seluruh uang yang diperoleh dari output fisik dikalikan dengan harga jual (Soekartawi. Dillon, & Hardaker, 1. Yang mana telah dijelaskan (Gustiana, n. pembiayaan pertanian ialah pengorbanan yang dilaksanakan oleh produsen . etani, nelayan, serta peterna. guna mendapatkan unsur-unsur produksi yang akan dimanfaatkan untuk mengelola perusahaannya secara optimal. Yang mana telah dijelaskan definisi, pembiayaan pertanian dipisahkan jadi dua kategori, yakni: pembiayaan tetap, yakni pembiayaan tinggi tidak ketergantungan pada banyaknya output yang kecil serta bisa dimanfaatkan di atas satu kali proses manufaktur. Sewa ataupun bunga tanah dalam bentuk uang ialah contoh pembiayaan tetap. pembiayaan variabel, yakni pengeluaran yang tinggi, bisa diabaikan ketika dilakukan perbandingan dengan dengan volume produksi yang terbatas. pembiayaan variabel meliputi pembelian bibit, obat-obatan, pembiayaan persiapan, serta pembiayaan pembuatan kandang. Pendapatan ialah sejumlah uang yang diperoleh masyarakat atas prestasinya dalam bekerja dalam jangka waktu yang telah ditentukan, baik itu harian, mingguan, bulanan, ataupun tahunan. Aktivitas usaha ini pada akhirnya akan mendapatkan pendapatan yang berbentuk uang dimana perolehannya dari produkyang dijual dikurangkan dengan pembiayaan yang dikeluarkannya (Lumintang, 2. Pendapatan ialah sejumlah uang yang diperoleh masyarakat atas prestasinya dalam bekerja dalam jangka waktu yang telah ditentukan, baik itu harian, mingguan, bulanan, ataupun tahunan. Pendapatan terdiri dari pendapatan kotor . otal revenu. serta pendapatan bersih. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 22 (Nomor . , 2022: 17-24 METODE PENELITIAN Kajian ini dilaksanakan di Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Lokasi kajian dipilih secara sengaja, mengingat kedekatannya dengan pusat produksi jagung serta keselarasannya untuk tujuan kajian. Simple Random Sampling ialah metode penentuan sampel secara acak individu dari suatu populasi tanpa memperhatikan strata dalam populasi. Teknik Random Sampling dimanfaatkan untuk memilih sampel pada kajian ini, dengan jumlah total 30 petani. Dalam penelitian ini dapat dilakukan dengan cara observasi dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kejadian-kejadian yang ditemui di lapangan, wawancara yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab langsung dengan orang-orang yang terlibat serta terlibat langsung dengan petani sebagai responden, dan dokumentasi. serta terkait dengan Jenis data yang dimanfaatkan pada kajian ini yakni : Data Kuantitatif Data kuantitatif ialah segala jenis data yang bisa diukur ataupun dihitung secara langsung, seperti umur petani, pengeluaran yang dilaksanakan petani, banyaknya Dalam penelitian ini menggunakan analisis data diantaranya: analisis BLUE ialah model regresi yang mendapatkan penduga linier tak bias terbaik (Best Linear Unbias Estimator/BLUE). Ay Guna mendapatkan nilai pemeriksa yang maksimal. Ada 3 asumsi yang harus dilaksanakan terhadap model regresi yang telah disebutkan yakni : Uji Autokolinearitas Uji Multikolinearitas Uji Heterokedastisitas output, serta pendapatan. Data Kualitatif Data kualitatif ialah informasi berupa kata-kata ataupun informasi yang tidak bisa diukur serta dikumpulkan melalui wawancara langsung. Dan terkait dengan sumber data yang dimanfaatkan pada kajian ini yakni : Data primer ialah informasi yang dikumpulkan langsung dari petani jagung di Kecamatan Subah. Kabupaten Batang. Data sekunder ialah informasi yang berasal dari dokumen yang ada serta sumber lain. Analisis deskriptif ialah untuk memberikan gambaran, deskripsi, ataupun penggambaran yang sistematis, faktual, serta akurat terkait dengan fakta, kualitas, serta hubungan yang mendasari kejadian yang diselidiki, dan analisis regresi linier berganda dimanfaatkan guna mendapatkan pengetahuan terkait dengan unsur-unsur yang memberikan pengaruh terhadap produksi jagung yakni luas lahan, banyaknya benih, banyaknya pupuk, banyaknya insektisida, serta tenaga kerja. Itu bisa ditulis dengan cara berikut (Algifari, 2. Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 b5X5 e Keterangan: = Produksi Jagung (Kuinta. = Konstanta = Umur Petani = Lahan Jagung (H. = Tenaga Kerja (Oran. = Bibit = Pupuk (Rupia. = Error JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Vita Magdalena Ae Analisis Produksi dan Keuntungan Komoditi Jagung (Zea mays. L) di Desa . Analisis pendapatan dan keuntungan petani komoditi jagung Pendapatan tanaman jagung ditentukan secara langsung yang meminimalkan pembiayaan total . otal cos. dari seluruh pendapatan . otal revenu. Pendapatan = P x Q Keterangan: = Harga Produk = Banyaknya Produk Keuntungan = TR Ae TC = (Py . Y) Ae (TVC TFC) Keterangan : = Total Penerimaan = Total pembiayaan = Harga per satuan hasil produksi = Banyaknya Produksi TVC = Total pembiayaan Variabel TFC = Total pembiayaan Tetap HASIL DAN PEMBAHASAN Uji F Tabel 1. Tabel Uji F (Uji Simulta. Sum of Model Mean Square Squares Regression 20,769 5,192 Residual ,974 ,039 Total 21,743 Dependent Variabel: LnY Predictors: (Constan. Lnx5. Lnx3. Lnx4. Lnx2 Sig. 133,218 ,000b Sumber: data primer diolah Ketika nilai F hitung . > F tabel . dengan tingkatan kesalahan 0% ditetapkan untuk dilakukan penerimaan, maka hipotesis H1 ditetapkan untuk dilakukan penerimaan, yang menyiratkan bahwasanya seluruh faktor termasuk ke dalam penjelasan penting dari variabel terikat secara simultan . ersama-sam. (Produksi Jagun. Uji T Tabel 2. Tabel Uji T (Uji Parsia. Unstandardized Coefficients Std. Model Error 1 (Consta. -2,237 ,888 Lnx2 ,751 ,073 Lnx3 -,220 ,103 Lnx4 ,194 ,112 Lnx5 -,023 ,070 Dependent Variabel: LnY Standardized Coefficients Collinearity Statistics Tolerance Beta ,917 -,120 ,148 -,018 -2,519 10,240 -2,130 1,727 -,333 Sig. ,019 ,000 ,043 ,097 ,742 ,224 ,561 ,243 ,587 VIF 4,472 1,781 4,118 1,705 Sumber: data primer diolah JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 22 (Nomor . , 2022: 17-24 Untuk menguji hipotesis ini dilaksanakan penganalisisan secara parsial pada masing-masing variabel independent yakni : Pengaruh Umur Petani (X. terhadap Produksi Jagung. Variabel Umur Petani tidak mengalami heteroskedastisitas, maka variabel umur petani (LnX. dikeluarkan dari perhitungan pengujian t yang menyiratkan bahwasanya kejadian LnX1 tidak termasuk dalam tabel hasil pengujian statistik memanfaatkan pengujian t tes. Jadi usia petani yang bervariasi tidak serta merta mempunyai pengaruh yang besar terhadap hasil Pengaruh Lahan Jagung (X. terhadap Produksi Jagung Variabel Lahan Jagung (X. mempunyai nilai positif serta nilai nyata yang besarannya ialah 0,000 0,05 hal ini memberikan petunjuk bahwasanya lahan jagung dipengaruhi oleh produksi jagung di Kecamatan Subah Kabupaten Batang. pengujian statistik dengan pengujian t memberikan petunjuk bahwasanya lahan jagung mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap produksi jagung pada tingkatan kepercayaan, dengan nilai t hitung 10,240 > t tabel 2,04 serta tingkatan kesalahan 0,5 persen. 99,5%. Hal ini selaras dengan kajian (Habib, 2. yang memberikan petunjuk bahwasanya lahan termasuk ke dalam suatu faktor produktivitas yang tinggi. Secara alami, semakin besar area tanam, semakin tinggi potensi peningkatan Pengaruh Tenaga Kerja (X. terhadap Produksi Jagung Variabel Tenaga Kerja (X. bertanda negatif serta nyata yang besarannya ialah 0,043 0,05 hal ini memberikan petunjuk bahwasanya Tenaga Kerja dipengaruhi oleh produksi jagung di Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Ketika Tenaga Kerja bertambah maka produksi jagung di Kecamatan Subah Kabupaten Batang akan meningkat. pengujian statistik memanfaatkan pengujian t memberikan petunjuk bahwasanya tenaga kerja mempunyai pengaruh yang nyata terhadap hasil jagung pada tingkatan kepercayaan 95%, dengan nilai hitung 2,130 > t tabel 2,04 serta tingkatan kesalahan 0,5 persen. 99,5%. Hal ini selaras dengan kajian (Habib, 2. yang menyatakan bahwasanya pemanfaatan tenaga kerja termasuk ke dalam syarat yang diperlukan untuk keberlangsungan operasi ekonomi usahatani jagung. Keterlibatan tenaga kerja dimulai dengan pengelolaan lahan serta berlanjut hingga panen. Tenaga kerja bersumber baik dari luar ataupun dari dalam keluarga. Pemanfaatan tenaga kerja tidak diragukan lagi harus bijaksana serta dipertimbangkan. Pemanfaatan tenaga kerja yang berlebihan tidak diragukan lagi akan meningkatkan pembiayaan produksi, yang mana pada akhirnya meningkatkan pendapatan. Pengaruh Bibit (X. terhadap Produksi Jagung Variabel Bibit (X. mempunyai nilai positif serta nilai nyata 0,097 > 0,05 hal ini memberikan petunjuk bahwasanya bibit tidak terpengaruh oleh produksi jagung di Kecamatan Subah Kabupaten Batang. pengujian t mendapatkan nilai t hitung yang besarannya ialah 1,727 > t tabel 2,04, dengan tingkatan kesalahan 0,5 persen, yang memberikan petunjuk bahwasanya bibit tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil jagung pada tingkatan kepercayaan 99,5 persen. Pengaruh Pupuk (X. terhadap Produksi Jagung Variabel Pupuk (X. bertanda negatif, serta nilai nyatasi hasil 0,742 > 0,05 memberikan petunjuk bahwasanya pupuk tidak memberikan pengaruh yang terhadap produksi jagung di Kecamatan Subah Kabupaten Batang. penganalisisan statistik dengan pengujian t mendapatkan nilai t hitung yang besarannya ialah 0,333 > t tabel 2,04 dengan tingkatan kesalahan 0,5 persen, yang memberikan petunjuk bahwasanya pupuk tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil jagung pada tingkatan kepercayaan 99,5 persen. Hal ini karena petani memanfaatkan pupuk untuk meningkatkan hasil pertanian. Pupuk diklasifikasikan jadi dua jenis sebagaimana yang didasarkan pada kandungan nutrisinya: pupuk makro serta pupuk mikro. Unsur hara makro termasuk ke dalam unsur hara pokok yang diperlukan sebagian besar tanaman dalam bentuk N. P, serta K, dan terkait dengan unsur hara mikro seperti Zn. Fe, serta Ca bersifat komplementer. Pupuk harus diberikan dengan dosis JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Vita Magdalena Ae Analisis Produksi dan Keuntungan Komoditi Jagung (Zea mays. L) di Desa . serta waktu yang tepat. ketika diterapkan secara berlebihan . , pupuk justru bisa berdampak negatif bagi tanaman (Habib, 2. Pendapatan Petani Jagung Tabel 3. Total Pendapatan Kelas Rendah Sedang Tinggi Total Pendapatan 000 Ae 10. 000 Ae 30. >30. Orang Sumber: data primer diolah Dilihat dari tabel tersebut memberikan petunjuk hasil perkelas yakni nilai rendah pendapatan petani di kecamatan Subah Kabupaten Batang ada 17 orang yang mempunyai pendapatan Rp 000-Rp 10. Pada kelas sedang dengan pendapatannya Rp 10. 000Rp30. 000 berjumlah 9 orang petani. Terkait dengan pada nilai tertinggi pendapatan petani di Kecamatan Subah Kabupaten Batang ada 4 orang. Tabel 4. Total Biaya yang dikeluarkan Kelas Pendapatan Rendah 000 Ae 10. Sedang 000 Ae 20. Tinggi >20. Total Orang Sumber: data primer diolah Dilihat dari tabel tersebut memberikan petunjuk hasil perkelas yakni nilai rendah total pembiayaan petani di Kecamatan Subah Kabupaten Batang ada 22 orang yang mempunyai total pembiayaan Rp 1. 000 Ae Rp 10. Pada kelas sedang dengan total pembiayaan Rp 000 Ae Rp 20. 000 berjumlah 6 orang petani. Dan terkait dengan pada nilai tertinggi total pembiayaan petani di Kecamatan Subah Kabupaten Batang ada 2 orang. Tabel 5. Total Keuntungan Kelas Rendah Sedang Tinggi Total Pendapatan 000 - 10. 000 Ae 20. >20. Orang Sumber: data primer diolah Dilihat dari tabel tersebut memberikan petunjuk hasil perkelas yakni nilai rendah total keuntungan petani di Kecamatan Subah Kabupaten Batang ada 22 orang yang mempunyai total keuntungan Rp 100. 000 Ae Rp 10. Pada kelas sedang dengan total keuntungan Rp 000 Ae Rp 20. 000 berjumlah 3 orang petani. Dan terkait dengan pada nilai tertinggi total pembiayaan petani di Kecamatan Subah Kabupaten Batang ada 5 orang. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil kajian penganalisisan yang memberikan pengaruh terhadap produksi serta pendapatan tanaman jagung yakni: faktor yang memberikan pengaruh terhadap produksi tanaman jagung yakni lahan jagung serta tenaga kerja yang artinya ji ka hasil lahan jagung serta tenaga meningkat maka produksi jagung juga meningkat. Dan terkait dengan factor bibit serta pupuk tidak memberikan pengaruh terhadap produksi jagung. Pendapatan jagung di kecamatan Subah Kabupaten Batang mengalami rata-rata yang sangat besar yakni Rp 14. 000,- sekali panen serta rata-rata nilai keuntungan petani yang besarannya ialah Rp 7. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 22 (Nomor . , 2022: 17-24 Saran Petani tanaman jagung harapannya bisa mempertahankan hasil produksi yang meningkat serta pembiayaan produksi yang kecil. Yang mana pada akhirnya petani jagung di Kecamatan Subah Kabupaten Batang mengalami keuntungan yang sangat besar dalam sekali panen. Perlu dilaksanakan kajian selanjutnya terkait dengan optimasi pemanfaatan faktor produksi sebagaimana yang didasarkan pada kajian bisa diperoleh pengetahuan akan kekurangan kajian ini yang mana pada akhirnya perlu dilaksanakan kajian yang lebih dalam. DAFTAR PUSTAKA