Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 ISSN 1693-7724, eISSN 2685-614X https://jurnal. isi-ska. id/index. php/ornamen/ Sativa: Reinterpretasi Dewi Sri Pada Busana Couture dengan Bahan Alam Vivian Aprida Syafira a. Guntur a. Pascasarjana. Institut Seni Indonesia Surakarta syafiraav@gmail. com, 2 guntur@isi-ska. ABSTRAK Kata Kunci Artikel AuSativa: Reinterpretasi Dewi Sri Pada Busana Couture dengan Bahan AlamAy difokuskan pada penciptaan motif dan busana couture dengan menggunakan bahan alam. Kain sansevieria sebagai bahan utama dikombinasikan dengan menggunakan media lain berbahan alam. Penciptaan karya yang terinspirasi dari tokoh Dewi Sri, yang oleh sebagian masyarakat tertentu dipercaya sebagai Dewi Padi atau Dewi Kesuburan. Dewi Sri sebagai sumber inspirasi yang menarik untuk dijadikan ide dalam penciptaan karya, pada aspek nilai historis dan makna filosofis yang dipercaya oleh sebagian masyarakat di Nusantara. Keterkaitan antara Indonesia sebagai salah satu negara agraris dengan kearifan budaya dan tradisi yang ada, maka karya yang dihasilkan dengan memadukan bahan Haute couture merupakan salah satu dari sekian banyak istilah penyebutan busana. Penyebutan itu digunakan untuk busana ekslusif yang dibuat dengan ciri karakteristik personal sesuai dengan kebutuhannya. Konsep seni yang digunakan untuk pembuatan busana dan motif adalah konsep reinterpretasi sanggit dengan konsep tatasusun kontras untuk penataan motifnya. Karya busana yang dihasilkan adalah sejumlah enam karya, dengan judul . Amabaki . Amaluku . Atanam . Amatun . Ahani, dan . Anutu. Serat sansevieria. Busana couture. Dewi Sri. ABSTRACT Keywords This Article entitled AuSativa: Reinterpretation of Dewi Sri On Couture Clothing with Natural MaterialsAy focused on creating pattern and couture fashion using nature materials. Sansevieria fabrics as a main materials, combined with another media made from nature. Art creation inspired by Dewi Sri, some people believed she is a Goddess of Rice or Goddess of Nature. Dewi Sri serves as a compelling source of inspiration for generating ideas in art creation, drawing from its historical value and philosophical meaning trusted by various communities across the archipelago. Considering Indonesia's connection as an agrarian nation rich in cultural wisdom and traditions, the artwork is produced by harmonizing with natural materials. Haute couture is one of the many terms used to describe exclusive fabrics tailored with distinctive personal characteristics to suit individual needs. The artistic concept employed for crafting the fashion and patterns draws from the concept of 'sanggit' reinterpretation, utilizing contrasting arrangements for patterns Sansevieria fiber. Couture fashion. Dewi Sri. This is an open access article under the CCAe BY-SA license Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 The resulting collection comprises six pieces, titled: . Amabaki, . Amaluku, . Atanam, . Amatun, . Ahani, and . Anutu. Pendahuluan Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang memiliki beragam kebudayaan bangsa. Keragaman budaya tersebut merupakan suatu aset kekayaan sehingga masih dipelihara serta dilestariksan sampai saat ini. Kebudayaan menurut Tylor adalah seluruh aktivitas manusia, meliputi kepercayaan, pengetahuan, seni, adat istiadat, moral, hukum, dan lain- lain. Kemampuan serta kebiasaan yang didapatkan manusia sebagai anggota dalam masyarakat (Tylor, 1. Dewi Sri dibeberapa masyarakat Nusantara, dikenal melalui adanya mitos dari asal muasal tumbuhan padi. Mitos yang secara singkat menceritakan bahwa, tumbuhan tersebut berasal dari tubuh seorang Masyarakat Nusantara menyebut bahwa, tanaman padi merupakan tanaman budidaya terpenting yang diperkirakan asalnya dari India (Shadily. Dewi Sri merupakan simbol kesuburan, kemakmuran, dan keteraturan hidup masyarakat agraris Jawa. Pada mitologi, kemunculannya selalu dihubungkan dengan kelahiran padi sebagai anugerah sakral dari alam semesta (Riris K. Toha-Sarumpaet, n. Dewi Sri di dalam agama Hindu dipercaya sebagai istri Dewa Wisnu. Masyarakat Nusantara menggambarkan sosok Dewi Sri sebagai Dewi Padi atau Dewi Kesuburan. Dewi Sri secara ikonografis digambarkan dengan ciri yang khas yaitu. setangkai padi pada tangan kirinya. Sehingga sejak masa prasejarah keberadaannya dipuja oleh masyarakat Nusantara. Visualisasi Dewi Sri di Nusantara berbeda dengan India (Nastiti. Dewi Sri atau Dewi Padi menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan busana couture. Adi busana atau dalam bahasa Perancis populer dengan nama haute couture merupakan sebuah teknik mendesain busana tingkat tinggi dalam jumlah Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 terbatas yang dibuat secara khusus menggunakan bahan-bahan berkualitas terbaik, sesuai keinginan pemesannya. Adi busana adalah bentuk tertinggi dari seni berpakaian yang tidak hanya memperhatikan keindahan visual, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai tradisi, norma budaya, serta fungsi sosial dan spiritual pakaian tersebut (Siti Nurhayati, 2. Pada saat membuat karya desain baju yang bersifat haute couture sebagian besar perancang busana banyak memanfaatkan detail hiasan pakaian yang dikerjakan langsung dengan tangan, sehingga proses pembuatannya memakan waktu yang cukup lama. Pemilihan busana kategori adibusana membutuhkan pengerjaan secara manual, kurang lebih 80% dari proses produksi adi busana memerlukan keterampilan tangan (Hadisurya. Busana menghasilkan mode-mode yang memiliki sifat dan penampilan memikat Jenis- perkembangannya terbagi menjadi beragam aliran. Fashion tidak hanya menunjuk pada busana, tetapi juga sebagai sistem simbolik yang mencerminkan kelas sosial, gender, etnisitas, dan ideologi (Barnard, 2. alam industri, fashion diklasifikasikan menjadi empat kategori utama: haute couture, ready-towear . ryt-y-porte. , mass market, dan fast fashion. Masing-masing memiliki target pasar, strategi produksi, dan pendekatan pemasaran yang berbeda (Jackson, 2. Serat adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Manusia menggunakan serat dalam banyak hal yaitu untuk membuat tali, kain, benang, atau kertas. Berdasarkan sumbernya serat dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu serat alam dan serat sintetis (Noerati, 2. Serat alam merupakan salah satu potensi bahan baku tekstil yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Potensi ini dapat berkembang dengan baik apabila ada usaha untuk terus berinovasi dan Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 Pemilihan serat alam sebagai bahan utama dalam perancangan ini didasari oleh masyarakat modern terbiasa menggunakan bahan sandang yang terbuat dari bahan-bahan sintetis seperti rayon, polyester, dan sebagainya. Proses pengolahan bahan-bahan sintetis ini tak jarang telah meninggalkan dampak buruk bagi lingkungan. Tahun 2000, muncul gerakan eco textile, sustainable design, dan lain-lain yang kesemuanya mendukung ide back to nature dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan sintetis dan proses pengolahannya dalam produksi bahan sandang yang membahayakan bagi lingkungan dan pemakainya (Hadisurya, 2. Busana couture yang terinspirasi dari kepercayaan Masyarakat akan sosok Dewi Sri, divisualisasikan dengan menggunakan bahan-bahan alam sebagai bahan utama. Penggunaan jerami sebagai penghias motif utama, pendukung dan motif isen-isen. Penciptaan busana couture dengan menekankan kreativitas dan keterampilan dalam proses perwujudan karyanya. Dewi Padi sebagai sumber inspirasi yang menarik untuk dijadikan ide gagasan dalam penciptaan busana dan motif dalam karya, pada aspek nilai historis dan makna filosofis yang dipercaya oleh sebagian masyarakat di Nusantara. Keterkaitan antara Indonesia sebagai salah satu negara yang agraris dengan kearifan budaya dan tradisi yang ada, maka karya yang dihasilkan dengan memadukan bahan alam. Sehingga mampu terwujud karya seni busana couture berbahan alam. Penciptaan ini memiliki tujuan yang ingin dicapai. Beberapa tujuan karya seni diciptakan adalah . Menghasilkan motif yang terinspirasi dari kebudayaan Indonesia, . Menghasilkan koleksi busana dengan memanfaatkan bahan alam sebagai wujud kekayaan alam Indonesia, . Menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 Metode Metode penciptaan karya adalah langkah kerja yang dijalani dalam penciptaan Tesis Karya Seni. Proses penciptaan karya berkaitan dengan proses Proses imajinasi adalah interaksi antara presepsi dalam atau memori, dengan presepsi luar. Proses imajinasi dan pengalaman estetik yang mengalami interpretasi di dalam intuisi dengan menggunakan sensitivitas akan menghasilkan subject matter atau tema pokok (Dharsono, 2016, p. Prosesnya meliputi riset sumber data, eksperimen, perenungan, dan Hasil dan Pembahasan Penciptaan karya diawali riset sumber data, yang dilanjutkan dengan eksperimen yang merupakan sebuah tahap yang dilakukan dalam proses kreasi artistik . yang meliputi. Mencoba eksplorasi bahan baku pembuatan kain dengan menggunakan serat tanaman sansevieria. Mencoba memvisualisasikan motif busana yang dihasilkan. Mencoba membuat beberapa alternatif sketsa dan desain gambar kerja untuk dapat menerapkan atau memperoleh bentuk-bentuk dan motif yang serasi serta elegan. Dilanjutkan dengan tahap perenungan untuk menentukan motif utama, motif pendukung dan motif isian . sen-ise. sebagai hiasan pada busana. Terakhir, proses pembuatan kain hingga membuat pola-pola busana, sesuai dengan gambar kerja . yang telah dibuat. Gambar kerja dapat dijadikan acuan atau pijakan dalam berkarya. Penciptaan karya berupa busana couture dengan jumlah enam karya, memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda-beda pada bentuk visual serta motifnya. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 Karya 1 AuAmabakiAy Karya busana pertama berjudul Amabaki, memiliki arti Aomembersihkan sawahAo. Digambarkan dengan motif gundukan tanah dan pacul yang berfungsi sebagai alat untuk mengolah tanah. Bagian atas busana menggunakan kain katun dibentuk menjadi layer depan dan belakang dengan motif utama Dewi Sri. Sedangkan bagian rok dibuat dari kain sansevieria utuh yang dililitkan ke samping, dengan motif pendukung berupa gundukan tanah dan pacul. Gambar 1. Pola motif dan desain karya 1 AuAmabakiAy (Foto : Syafira, 2. Gambar 2. Karya busana couture 1 AuAmabakiAy (Foto : Syafira, 2. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 Karya 2 AuAmalukuAy Karya busana kedua berjudul Amaluku memiliki arti Aomembajak sawahAo. Digambarkan dengan motif kerbau yang biasanya digunakan para petani tradisional untuk membajak sawah, dan roda sebagai simbol pembajak sawah modern yang digunakan petani masa kini. Bagian atas busana berupa kain katun utuh yang dililitkan mengelilingi dada membentuk kemben, tanpa motif. Kemudian bagian rok juga sama yaitu kain katun utuh yang dililitkan di bagian depan, diberi motif berupa kepala kerbau. Untuk tambahan variasi berupa layer berbahan kain sansevieria yang tergantung di bahu sebelah kanan, memanjang sampai atas lutut, berisi motif utama Dewi Sri dan motif pendukung roda bajak. Gambar 3. Pola motif dan desain karya 2 AuAmalukuAy (Foto : Syafira, 2. Gambar 4. Karya busana couture 2 AuAmalukuAy (Foto : Syafira, 2. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 Karya 3 AuAtanamAy Karya busana ketiga berjudul Atanam, memiliki arti AomenanamAo, yang digambarkan dengan motif bibit padi dengan akarnya. Bagian atas busana berupa kain katun dibentuk kemben yang dililitkan di bahu dan pinggang, tanpa motif. Roknya menggunakan kain sansevieria berisi tiga layer yang bertumpuk dengan panjang asimetris dari depan ke belakang, diisi motif utama Dewi Sri dan motif pendukung bibit padi. Gambar 5. Pola motif dan desain karya 3 AuAtanamAy (Foto : Syafira, 2. Gambar 6. Karya busana couture 3 AuAtanamAy (Foto : Syafira, 2. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 Karya 4 AuAmatunAy Karya busana keempat berjudul Amatun, memiliki arti AomenyiangiAo, yang berarti membersihkan rumput liat di sawah menggunakan sabit atau arit. Busana terinspirasi dari kebaya kutubaru, namun dimodifikasi menjadi panjang sampai menjuntai. Berbahan kain sansevieria di bagian belakang dan katun di bagian depan, dengan motif utama Dewi Sri, pendukungnya motif rumput yang berada di bawah, dan motif sabit berada di bagian bahu. Gambar 7. Pola motif dan desain karya 4 AuAmatunAy (Foto : Syafira, 2. Gambar 8. Karya busana couture 4 AuAmatunAy (Foto : Syafira, 2. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 Karya 5 AuAhaniAy Karya kelima berjudul Ahani, memiliki arti Aomemotong padiAo, yang biasanya dilakukan saat musim panen, menggunakan alat bernama ani- ani. Busana masih terinspirasi dari kutubaru dimodifikasi memanjang, berbahan kain sansevieria di sebelah kanan, dan kain katun di sebelah kiri, serta ditambahkan lilitan di pinggang menggunakan kain katun. Menggunakan motif utama Dewi Sri pada bagian bawah, dan motif pendukung pohon padi yang siap panen, terletak di bagian dada, serta motif ani- ani yang terletak di bawah pinggang. Gambar 9. Pola motif dan desain karya 5 AuAhaniAy (Foto : Syafira, 2. Gambar 10. Karya busana couture 5 AuAhaniAy (Foto : Syafira, 2. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 Karya 6 AuAnutuAy Karya busana keenam berjudul Anutu, memiliki arti Aomenumbuk padiAo, dimana padi telah selesai dipanen dan siap diolah menjadi beras dengan cara ditumbuk menggunakan alu dan lesung. Merupakan karya utama dalam rancangan ini. Berupa atasan berbahan katun yang dililitkan di bagian bahu kiri dan kanan, memanjang sampai dada, membentuk V neck, tanpa motif. Kemudian roknya dibuat menggunakan kain sansevieria, memiliki layer bertumpuk tiga menjuntai, dan membentuk belahan pada bagian depan. Diisi dengan motif utama Dewi Sri pada seluruh layer, dan motif pendukung berupa batang padi dan gabah. Untuk mode kedua dalam busana ini, hanya dengan menambahkan cape atau jubah yang mengelilingi leher. Panjangnya sampai pinggang dengan motif utama Dewi Sri yang diletakkan di bagian belakang, motif pendukung berupa pohon padi yang diletakkan di bagian depan, serta motif alu dan lesung yang mengelilingi bagian atas jubah. Gambar 11. Pola motif dan desain karya 6 AuAnutuAy (Foto : Syafira, 2. Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 Gambar 12. Karya busana couture 6 AuAnutuAy (Foto : Syafira, 2. Gambar 13. Karya busana couture 6 AuAnutuAy mode kedua (Foto : Syafira, 2. Kesimpulan Penelitian dan penciptaan karya berupa busana couture dengan bahan serat alam, dengan sumber inspirasi dari Dewi Sri pada masyarakat Jawa melalui serangkaian proses kreasi artistik secara terstruktur mampu menghasilkan keragaman bentuk busana couture. Karya yang diwujudkan berupa enam busana couture dengan motif sulam berjudul AuAmabakiAy. AuAmalukuAu. AuAtanamAu. AuAmatunAu. AuAhaniAu, dan AuAnutuAu yang terinspirasi dari rangkaian cara petani menanam padi menurut prasasti Longan Tambahan, kemudian Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Vol. No. Juni 2025 diaplikasikan kedalam rancangan busana. Pendeskripsian karya dijabarkan dalam visual dan alur produksi. Visual menjelaskan tentang karya secara nyata seperti struktur busana dan komposisi motif. Sedangan alur produksi menjelaskan tentang proses busana mulai dari desain sampai terwujud busana Daftar Pustaka