Manna Rafflesia, 8/2 (April 2. https://s. id/Man_Raf Manna Rafflesia, 9/2 (April 2. https://s. id/Man_Raf P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 Manna Rafflesia Article History: Submitted : 30/11/2023 Reviewed : 21/08/2025 Accepted : 12/10/2025 Published : 31/10/2025 ISSN: 2356-4547 (Prin. , 2721-0006 (Onlin. Vol. No. Oktober 2025, . , https://s. id/Man_Raf Published By: Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu ANALISIS PRAKSIS MODERASI BERAGAMA MASYARAKAT SALATIGA SEBAGAI KOTA TOLERAN Fibry Jati Nugroho1*). Dwi Novita Sari2 Agustinus Tunda3 Sekolah Tinggi Theologi Sangkakala123 * Email Correspondence: fibryjatinugroho@gmail. Abstract: This article presents the construction of society in Salatiga in realizing tolerance and moderate religious life. Salatiga, which has received the title of being a tolerant city in Indonesia, is important to study regarding the existing social construction, so that for several years in a row it has been ranked in the top three. Using a qualitative approach, qualitative descriptive methods and data collection through observation, interviews accompanied by Focus Group Discussions, then analyzed using the Miles and Huberman model. The findings of this research show that basic construction in society is formed from local history, education, community meeting spaces and economic activities to become social capital that continues to maintain and develop tolerance in Salatiga. Religious moderation introduced by the government has been implemented in Salatiga City. Keywords: Community Construction. Religious Moderation. Local Values. Salatiga. A Abstraksi: Tulisan ini menyajikan perihal konstruksi masyarakat di Salatiga dalam mewujudkan toleransi dan kehidupan beragama yang moderat. Salatiga yang mendapat predikat sebagai kota toleran di Indonesia menjadi penting untuk dikaji berkenaan dengan konstruksi sosial yang ada, sehingga selama beberapa tahun berturut-turut menduduki peringkat tiga besar teratas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara disertai dengan Focus Grup Discussion, untuk kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Konstruksi dasar di masyarakat dibentuk dari sejarah lokal, pendidikan, ruang perjumpaan masyarakat dan aktifitas ekonomi menjadi modal sosial terus mempertahankan dan mengembangkan toleransi di Salatiga. Moderasi beragama yang digulirkan oleh pemerintah telah dilakukan di Kota Salatiga. Kata kunci: Kontruksi Masyarakat. Moderasi Agama. Nilai Lokal. Salatiga Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 1 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf PENDAHULUAN Indonesia adalah dikenal dengan negara kepulauan yang terdiri dengan banyak budaya, bahasa dan etnis di Berbagai suku ini menempati berbagai pulau yang ada. Dengan total 17024 pulau maka sudah barang tentu berbagai suku dan masyarakat memiliki banyak keberagaman, keberagaman ini mulai dari budaya hingga agama. Keragaman ini memberikan warna yang berbeda bagi Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Selain karena daerahnya yang berupa pulau-pulau dan juga berbagai suku yang ada di Keragaman yang ada juga ada di dalam kehidupan sosial masyarakat. Keanekaragaman ini merupakan jati diri dari Indonesia. Namun disamping itu hal ini juga merupakan celah terjadinya masalah. Masalah yang paling dapat muncul adalah konflik di tengah perbedaan dan keberagaman. Perbedaan menjadi masalah ketika tidak semua orang dapat menerima keragaman yang ada di lingkungannya. Beberapa konflik timbul atas adanya keberagaman. Konflik agama merupakan salah satu konflik yang terjadi di tengah keanekaragaman Indonesia. Kasus yang melibatkan isu agama oleh mantan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama yang melibatkan dua kubu baik pendukung maupun kubu yang kontra. Polemik gereja GKI Yasmin di tahun 2006, penutupan paksa rumah ibadah,3 AuJumlah Pulau Resmi di RI Capai 024. Masih Ada yang Tanpa Identitas,Ay diakses 15 Oktober 2023, https://w. com/teknologi/202306 19171810-199-963898/jumlah-pulau-resmi-di-ricapai-17024-masih-ada-yang-tanpa-identitas. Rina Atriana dan Aditya Mardiastuti. AuHakim: Ahok Merendahkan Surat Al-Maidah 51,Ay Berita. Detik, 9 Mei 2017, https://news. com/berita/d-3496149/hakimahok-merendahkan-surat-al-maidah-51. Tim Tempo. AuFakta GKI Yasmin Bogor: Kronologi Konflik. Didemo. Relokasi hingga Peresmian,Ay berita. Fakta GKI Yasmin Bogor: Kronologi Konflik. Didemo. Relokasi hingga Peresmian, 9 April 2023, https://w. co/arsip/fakta-gki-yasmin3 P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 serta selebaran yang mengatasnamakan kepala daerah tertentu dimana dalam selebaran tersebut ditulis umat Kristiani tidak boleh merayakan hari natal di daerah tersebut. Berbagai kasus tersebut membuktikan adanya celah keberagaman yang melibatkan isu agama muncul di Indonesia baik yang terekspos oleh media nasional resmi maupun kabar yang beredar di media sosial. Selain kasus antar umat beragama kasus dalam satu agama juga terjadi. Sebagai contoh ada di kota Solo saat salah seorang pemuka agama Muslim melaksanakan acara hajatan, acara tersebut malah dibubarkan paksa oleh ormas Muslim lain hingga pemuka agama tersebut mengalami luka-luka dalam kasus itu. Selain itu penghinaan atas salah satu pemuka agama Islam oleh sesama pemuka agama Islam juga terjadi. Belakangan kasus tersebut dirasa terjadi sebab adanya isu paham radikal di agama tertentu. Di mana paham ini juga menuntun pada tindak kegiatan teroris. Belakangan isu terorisme terkait radikalisme beragama menjadi penting untuk diperhatikan di Indonesia. Tindakan radikal agama yang berujung pada teror bukanlah sesuatu yang baru bogor-kronologi-konflik-didemo-relokasihingga-peresmian-199800. Bayu Ardi Isnanto. AuPolisi Soal Penyerangan di Solo: Acara Itu Dianggap Mereka Tak Sesuai,Ay Berita. Detik, 9 Agustus 2020. Polisi Soal Penyerangan di Solo: Acara Itu Dianggap Mereka Tak Sesuai Baca artikel detiknews, "Polisi Soal Penyerangan di Solo: Acara Itu Dianggap Mereka Tak Sesuai" selengkapnya https://news. com/beritajawa-tengah/d-5126230/polisi-soal-penyerangandi-solo-acara-itu-dianggap-mereka-tak-sesuai. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps. com/detik/. Tim Amesty Internasional. AuUsut Tuntas Penyerangan Kelompok Intoleran di Solo,Ay Berita. Amnesty Internasional, 10 Agustus 2020, https://w. id/kabarterbaru/siaran-pers/usut-tuntas-penyerangankelompok-intoleran-disolo/08/2020/#::text=Usut Tuntas Peny erangan Kelompok Intoleran di S olo A Amnesty Internati onal Indonesia. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 2 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf bagi Indonesia. 6 Sejarah mencatat radikalisme, tidak hanya agama saja yang terjadi di Indonesia setara dengan upaya pemberontakan dan separatis untuk memecah persatuan Indonesia, misalnya PKI di Madiun. DI / TII di Jawa Barat dan Aceh. Pada masa itu Indonesia dapat menghadapi konflik itu, namun yang menjadi masalah adalah apakah Indonesia dapat menghadapi permasalahan tersebut di masa sekarang Radikalisme dan ekstrimisme akan merusak tatanan kehidupan masyarakat yang telah ada. Oknum yang terjangkit dan terlibat dalam tindakan radikalis merusak serta mengancam orang atau kelompok lain, bahkan tidak jarang akan menyebabkan kehilangan nyawanya. Beragam aksi teroris telah muncul di beberapa kota di Indonesia. Polisi sebagai aparatur negara yang turut andil dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Indonesia telah membentuk divisi antiteror dan telah menangkap beberapa organisasi yang berpaham radikalisme dan terlibat dalam beberapa aksi teror di Indonesia. Fenomena terorisme ini seperti pohon yang terlihat buahnya di permukaan, tetapi akarnya tidak terlihat telah menggurita di banyak tempat, sementara pengikutnya telah banyak menyebar di masyarakat. Oleh pemerintah dalam upaya pencegahan gerakan radikalisme dan terorisme, sehingga dapat menjadi acuan untuk melakukan tindakan tegas bagi aparat pemerintah yang mengatur hal tersebut. Kurniawan dalam penelitiannya menemukan bahwa terdapat perbedaan persepsi dalam umat Islam yang dikenal sebagai umat mayoritas di Indonesia. Perbedaan persepsi ini berkaitan dengan penyelenggaraan hukum negara yang diusulkan untuk diganti dengan hukum Ahnaf. Politik Lokal Dan Konflik Keagamaan: Pilkada dan Struktur Kesempatan Politik dalam Konflik Keagamaan di Sampang. Bekasi dan Kupang. (CRCS-UGM, P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 Organisasi keagamaan yang berpaham fundamentalis dan radikalis diantaranya Front Pembela Islam dan Dewan Mujahidin Indonesia. Di sisi lain. Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama cenderung menolak karena mendukung Indonesia. Perspektif dari organisasi intrareligi yang perlu dilihat dan dikelola dalam menjaga keharmonisan di dalam Untuk keharmonisan di dalam masyarakat maka dibutuhkan Langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan moderasi beragama. Sebuah tatanan kehidupan dan paham yang kepercayaan lain. 8 Dengan demikian masing-masing pihak dapat menerima keberadaan pihak lain tanpa saling Perilaku beragama ini akan dapat memupuk persatuan di dalam masyarakat sehingga menghindarkan perpecahan. Penerimaan akan adanya kelompok lain akan memicu kesejahteraan psikologis secara Gaya hidup bermoderasi akan memunculkan toleransi. Penerimaan akan keberagaman akan membangun Toleransi yang kuat di tengah masyarakat akan menjauhkan masyarakat dari perpecahan. Bahkan dengan hal tersebut akan menghindarkan Kurniawan. AuDinamika Formalisasi Syariat Islam di Indonesia,Ay Kanun: Jurnal Ilmu Hukum 14, no. : 423Ae47. Indraswari. Mendorong Perjumpaan Merawat Keragaman (In PPIM UIN Jakarta, 2. , 26. Ann M. Brewer. Mentoring from a Positive Psychology Perspective (Springer International Publishing, 2. , 31, https://doi. org/10. 1007/978-3-319-40983-2. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 3 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf dari paham-paham radikal. Hal ini disebabkan karena dengan penerimaan akan keanekaragaman maka seorang penganut agama tidak akan menganggap bahwa agamanya paling benar dan menerima perbedaan yang ada. Keanekaragaman ini sesungguhnya juga merupakan berkah dari Yang Maha Kuasa untuk tetap dijaga demi persatuan Indonesia. Keberagaman yang ada di Indonesia harmonisasi di dalamnya. Salatiga merupakan salah satu kota di Indonesia Kota yang terletak di lintasan kota besar yakni Semarang. Solo dan Yogyakarta menjadikan Salatiga selalu ramai pengunjungnya. Di sisi lain, banyaknya pendidikan tinggi di Salatiga menjadikan kota ini selalu ramai dengan pendatang setiap tahunnya. Dua Universitas Universitas Kristen Satya Wacana dan Universitas Islam Negeri Salatiga menjadi universitas yang menyedot banyak mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia. Banyaknya mahasiswa yang berasal dari beragam suku memunculkan masyarakat di Salatiga. Banyak juga mahasiswa yang betah dan akhirnya menetap di Salatiga menambah dinamika keberagaman di masyarakat. Keberagaman yang ada di Salatiga membutuhkan pengelolaan yang baik pula. Salah satu bukti pengelolaan keberagaman berlangsung dengan baik yaitu dengan mendapatkan penghargaan sebagai kota paling toleran di Indonesia pada tahun 2015 Ae 2018 menurut Setara Institute. 11 Penghargaan ini dinilai oleh Setara Institute berdasarkan pada beberapa indikator yaitu berkenaan Fibry Jati Nugroho. AuKenduren sebagai Ruang Merawat KeIndonesiaan,Ay 1 . : 31. SETARA Institute. PRESS RELEASE INDEKS KOTA TOLERAN ( IKT ) TAHUN 2018 (SETARA Institute, 2. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 fenomena intoleransi, heterogenitas dan Beberapa indikator tersebut memberikan penilaian secara umum bahwa kota Salatiga menjadi salah satu tolak ukur pengelolaan toleransi dan keberagaman di Indonesia. Predikat kota toleran yang ada beragama juga ada di tengah masyarakat Salatiga. Penelitian mengenai moderasi beragama telah banyak dilakukan. Wayan Wirata melakukan penelitian dengan judul Rekontruksi Toleransi Moderasi Beragama Melalui Penguatan Kearifan Lokal di Desa Kuripan Utara Kecamatan Kuripan pada tahun 2022 menemukan bahwa moderasi beragama di Desa Kuripan dikonstruksi dari ajaran agama dan kearifan lokal dari penduduk setempat, sehingga toleransi dapat terbentuk dengan baik di masyarakat. Penelitian yang lain dengan judul Aktualisasi Kearifan Lokal Marsisarian di Kota Tarutung sebagai Dasar Moderasi Beragama simpulan bahwa kearifan lokal dan etika moral yang menjadi penguat moderasi beragama di wilayah Tarutung. 13 Hasil penelitian lain juga mengutarakan bahwa penghargaan kepada Tuhan yang telah menciptakan keberagaman di dalam masyarakat menjadi kunci dalam pengarusutamaan moderasi beragama. I Wayan Wirata. AuRekontruksi Toleransi Moderasi Beragama Melalui Penguatan Kearifan Lokal di Desa Kuripan Utara Kecamatan Kuripan,Ay Jurnal Penelitian Agama Hindu. Desember 2022, 65, https://jayapanguspress. org/index. PAH/article/view/2161. Gideon Hasiholan Sitorus. AuAktualisasi Kearifan Lokal Marsisarian di Kota Tarutung sebagai Dasar Moderasi Beragama,Ay Ideas: Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya 8, 4 . : 1387, https://doi. org/10. 32884/ideas. Eka M. Julianingsih P. Nyoman Murba Widana. AuKONSTRUKSI KERUKUNAN BERAGAMA PADA PLURALITAS MASYARAKAT DUSUN KERANING DALAM PENGARUSUTAMAAN Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 4 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf Hasil penelitian yang lain, menunjukkan pemerintah, komunitas masyarakat dan moderasi beragama dapat terjadi dan bertumbuh di dalam masyarakat di Desa Gelangkulon. Ponorogo. Tulisan ini bermaksud untuk melengkapi penelitian yang telah ada, kehidupan moderasi beragama di masyarakat Kota Salatiga. Untuk itu penelitian ini akan menemukan indikator konstruksi moderasi beragama di masyarakat Salatiga sebagai kota Dengan demikian hasil dari penelitian ini akan menjadi sebuah praktik baik sekaligus akan dapat moderasi beragama di masyarakat yang METODE Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini disertai dengan metode penelitian deskriptif analisis sebagai alat untuk membedah serta mendedah topik penelitian. Metode penelitian deskriptif digunakan sebagai alat untuk meneliti topik secara mendalam berdasarkan latar sosial yang Data menggunakan observasi, wawancara dan Focus Group Disccusion dengan para memperoleh data yang mendalam. MODERASI BERAGAMA,Ay Widya Sandhi Jurnal Kajian Agama Sosial dan Budaya 13, no. : 85Ae110, https://doi. org/10. 53977/ws. Ardhana Januar Mahardhani. AuKoeksistensi Berbasis Moderasi Beragama: Konstruksi Keharmonisan Antar Umat Beragama di Desa Gelangkulon Ponorogo,Ay ASKETIK 6, 2 . : 243, https://doi. org/10. 30762/asketik. Lexy Moleong. Metode Penelitian Kualitatif (Rosda Karya, 2. , 31. Farid. Muhammad. Fenomenologi Dalam Penelitian Sosial (Prena Media Group, 2. , 21. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 Wawancara dilakukan dengan teknik Data diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan Miles and Hubberman, dengan melalui proses reduksi data, data display dan verifikasi data untuk kemudian disajikan secara HASIL Moderasi Beragama Dalam Tataran Konseptual Moderasi beragama menjadi kehidupan masyarakat di Indonesia. Konsep moderasi beragama menjadi elemen penting dalam membangun Dalam perspektif Kementerian Agama Republik Indonesia, moderasi diberi pengertian, rata-rata, inti, standar serta diberi makna sebagai jalan tengah. 20 Pemaknaan ini memberi pernyataan bahwa beragama diperlukan dalam kerangka beragama secara moderat, tidak berat sebelah dan menghargai keagamaan dan keyakinan yang lain. Sikap ini ditunjukkan dengan cara pandang serta perilaku ditengahtengah antara pilihan ekstrem agama dengan paham liberalisme yang ada. Oleh sebab itu, moderasi beragama dapat dimaknai untuk selalu mengambil posisi di tengah-tengah, baik dalam sikap, cara pandang dan perilaku umat beragama. Moderasi beragama mempunyai prinsip dasar yaitu adil dan berimbang. John W. Creswell. Research Design: Qualitative. Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 5th ed (SAGE Publications, 2. Miles. B dan Huberman. Qualitative Data Analysis. A Methods Sourcebook, 3 ed. (SAGE Publications, 2. Kementerian Agama RI. Moderasi Beragama (Kementerian Agama RI, 2. , 15. Syaiful Arif. AuModerasi Beragama dalam Diskursus Negara Islam: Pemikiran KH Abdurrahman Wahid,Ay Jurnal Bimas Islam 13, 1 . : 77, https://doi. org/10. 37302/jbi. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 5 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf Prinsip ini memiliki pemaknaan bahwa dalam kehidupan manusia selalu terdiri dari dua bagian, yakni jasmani dan rohani, wahyu Allah dan akal manusia, teks agama dan tokoh agama, ide dan fakta, keharusan dan sukarela, juga masa lalu dan masa kini. 22 Dualitas sisi kehidupan manusia ini perlu disikapi dengan baik, untuk disesuaikan dengan realitas kehidupan, norma agama dan nilai lokal serta tradisi masyarakat. Sikap ini mempunyai arti berimbang dalam berpandangan, berpersepsi dan berperilaku, untuk selalu merujuk dan membela keadilan . Dalam membela keadilan diperlukan perspektif keseimbangan . yang berarti tidak berat sebelah. Keseimbangan ini didapat dari kebajikan dan kebijakan nilai-nilai agama yang mendorong terjadinya kehidupan personal yang lebih baik dalam rangka mewujudkan harmoni sosial di dalam masyarakat. Kebijakan nilai-nilai agama ini didapat dari keluasan pengetahuan agama yang didapat dari pembelajaran komprehensif akan menjadikan pemeluk agama dapat menerima kepelbagaian kepercayaan terhadap masyarakat yang ada di sekitarnya. Sikap menerima keberbedaan ini menjadi landasan penting dalam demokrasi, karena demokrasi di Indonesia akan dapat berjalan maksimal apabila seseorang mampu menahan pendapatnya dan menerima pendapat yang berbeda dari orang yang lainnya. 25 Menerima keberbedaan ini akan mengaktivasi nilai22 Kementerian Agama RI. Moderasi Beragama, 19. Sitorus. AuAktualisasi Kearifan Lokal Marsisarian di Kota Tarutung sebagai Dasar Moderasi Beragama,Ay 16. Arafah S. AuModerasi Beragama: Pengarusutamaan Kearifan Lokal Dalam Meneguhkan Kepelbagaian (Sebuah Praktik Pada Masyarakat Plura. ,Ay Mimikri 6, no. : 61. Kementerian Agama RI. Moderasi Beragama, 49. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 nilai agama dalam setiap kepercayaan dan keyakinan, untuk dapat membangun masyarakat yang adil dan beradab. Pondasi yang dibangun atas dasar penerimaan ini menjadikan landasan yang penting dalam membangun masyarakat yang bermartabat. Landasan ini perlu dilengkapi dengan indikator yang telah dikonstruksi dalam moderasi Komitmen Kebangsaan. Toleransi. Anti Kekerasan dan Akomodatif terhadap budaya 26 Komitmen kebangsaan ini menjadi penting dalam membangun moderasi beragama di masyarakat kebangsaan perlu ditekankan sejak awal, sehingga kesadaran sebagai warga negara dapat diintegrasikan dalam Komitmen berlandaskan ideologi negara akan terejawantahkan dalam toleransi agama di dalam masyarakat. Toleransi agama yang ada di masyarakat lambat laun akan mengikis kekerasan yang disebabkan karena radikalisme dan terorisme. Pun demikian, toleransi yang berkembang akan menyemaikan sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Seseorang yang mempunyai sifat toleran akan bersikap ramah terhadap tradisi, kebudayaan dan kekayaan nilai lokal yang ada di dalam setiap lokalitas masyarakat. Salatiga : Kota Yang Ramah Bagi Kaum Urban Salatiga merupakan kota yang terletak di perlintasan Kota Semarang dan Kota Surakarta. Kota ini mempunyai luas wilayah 57,36 KM persegi. Sebagai kota perlintasan, kota ini mempunyai jumlah penduduk yang cukup banyak. Berdasarkan sensus Kementerian Agama RI. Moderasi Beragama, 44. Diakses 20 November 2023. Kemendagri. AuKemendagri,Ay [Onlin. Available: http://w. id/pages/profildaerah/kabupaten/id/33/name/jawatengah/detail/ 3373/kota-salatiga. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 6 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf penduduk terakhir, tercatat penduduk Kota Salatiga September 2020 sebanyak 192. Dibandingkan dengan hasil penduduk Kota Salatiga terus mengalami peningkatan. Dalam jangka waktu sepuluh tahun yaitu tahun 2010 hingga 2020, jumlah Kota Salatiga mengalami penambahan sekitar 990 jiwa atau rata-rata-rata 000 setiap tahunnya. 28 Pertambahan jumlah penduduk yang signifikan tersebut merupakan dampak dari kaum urban yang ada di Kota Salatiga. Menilik dari sejarahnya, kota Salatiga telah menjadi tempat yang Jika bercermin dari sejarah, tidak dapat dilepaskan dari Prasasti Plumpungan yang menjadi pertanda bahwa wilayah ini merupakan tanah perdikan yang bebas pajak dari zaman kerajaan era mataram kuno. 29 Wilayah yang nyaman disinggahi oleh para raja di era itu dikarenakan tempatnya yang sejuk dan dekat dengan Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo. Para raja yang sering singgah di wilayah ini sejak dahulu menjadikan Salatiga menjadi tempat yang nyaman untuk singgah serta menikmati pemandangan dan suasana khas di lereng pegunungan. Salatiga yang identik dengan tempat persinggahan karena letaknya diantara dua kota besar menjadikan banyak orang tertarik untuk singgah, kemudian nyaman untuk tinggal di Kota Badan Pusat Statistik. AuHasil Sensus Penduduk 2020 di Kota Salatiga,Ay BPS Salatiga, 10 Juni 2021, https://salatigakota. id/pressrelease/2021/0 6/10/168/hasil-sensus-penduduk-2020--di-kotasalatiga--. Imam Mubarok. AuSejarah Salatiga,Ay diakses 20 November 2023, https://w. com/peristiwa/menengokprasasti-plumpungan-cikal-bakal-salatiga. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 kecil ini. Selain dari sejarah yang mencatat Salatiga sebagai tempat yang nyaman untuk singgah dan tinggal, pada masa kini kota ini menjadi tempat yang nyaman untuk belajar. Hal ini nampak dari adanya banyak Perguruan Tinggi di Salatiga. Dua Perguruan Tinggi yang terbesar yakni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. UKSW sebagai kampus yang tertua di Salatiga menjadi daya tarik bagi para pencari ilmu dari seluruh penjuru negeri untuk datang dan bersekolah di tempat ini. Kedatangan para pemburu ilmu dari seluruh pelosok negeri menjadikan Salatiga selalu ramai dikunjungi oleh para pelajar. Tak pelak setiap tahun kurang lebih sepuluh ribu pelajar datang ke kota Salatiga untuk belajar di berbagai kampus yang ada. Banyaknya pelajar yang datang di Salatiga tentu saja dibarengi dengan dukungan pemerintah dan masyarakat yang telah terbiasa berinteraksi dengan warga pendatang. Kedatangan para pelajar setiap tahun yang senantiasa meningkat secara signifikan seiring dengan bertambahnya infrastuktur dan kualitas kampus, mendorong pemerintah setempat juga menggulirkan regulasi yang ramah pula terhadap pendatang. Inilah yang menjadikan kaum urban nyaman dan aman tinggal di Salatiga untuk sementara waktu selama studi, bahkan tidak jarang juga menetap dikarenakan dapat pasangan ataupun pekerjaan di kota ini. PEMBAHASAN Konstruksi Moderasi Beragama Masyarakat Salatiga Banyaknya berdatangan di Salatiga, baik untuk studi, liburan maupun untuk bekerja memerlukan pengelolaan keberagaman yang ekstra pula. Pemerintah sebagai pemegang regulasi dan masyarakat sebagai pelaku praksis keberagaman di pengeleloaan keberagaman tersebut. Jika keberagaman tidak dikelola dengan baik akan dapat berdampak pada konflik Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 7 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf Namun terlihat bahwa Salatiga dapat menjadi tempat yang ramah dan toleran terhadap agama, suku, ras maupun golongan. Hal ini dibuktikan sejak tahun 2015 Salatiga masuk ke dalam tiga besar kota toleran di Indonesia versi Setara Institute. Keberhasilan tersebut merupakan wujud kontruksi masyarakat yang telah siap untuk menerima perbedaan dari beragam orang yang datang di wilayahnya. Sejarah lokal Kota Salatiga tidak dapat dilepaskan dalam melihat konteks masyarakat yang siap menerima perbedaan dan dapat menjalankan praktik beragama secara moderat. Beberapa sejarah lokal yang ada di Salatiga menjadi landasan konstruksi masyarakat yang mempunyai sikap dan sifat toleran. Prasasti Plumpungan yang telah dibahas di atas merupakan bukti nyata bahwa Salatiga menjadi tempat yang nyaman untuk disinggahi karena keramahan masyarakatnya. Berdasarkan tuturan Bapak Tri Widiarto, salah satu pakar Sejarah Salatiga dan Ketua Pusat Studi Kebudayaan Jawa UKSW memaparkan bahwa cerita rakyat Salatiga menjadi salah satu elemen penting dalam konstruksi masyarakat. Cerita rakyat lokal yang mulai dibukukan untuk didokumentasikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga yaitu Cerita Rakyat Johar Manik. Johar Manik adalah tokoh asli Salatiga dan merupakan salah satu murid dari Pangeran Diponegoro. Johar Manik tinggal di wilayah Desa Blondo Celong dan menjadi tokoh yang mengajarkan banyak ajaran dan wejangan kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya. Salah satu ajarannya yang dihidupi oleh masyarakat di Salatiga yaitu Au ABarangsiapa yang P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 bisa menjaga lahir batin, menjaga jagat raya, dia akan mendapat kasih sayang dari Yang Maha Kuasa. Ay32 Ajaran tersebut secara tidak sadar merasuk kepada masyarakat untuk dapat menjaga dirinya guna mencapai ketenangan dan kedamaian, baik dengan sesama maupun dengaan alam sekitarnya. Menghargai sesama dan alam sekitar merupakan perwujudan nilai spiritual mengamalkan ajaran dari tokoh panutan, dan juga sebagai bentuk memohon kasih sayang dari Yang Maha Kuasa. Cerita lokal yang lain berkenaan Salatiga Dituturkan oleh Tri Widiarto. Salatiga merupakan penamaan yang berasal dari kisah Ki Ageng Pandanarang dan istrinya yang hendak bertemu dengan Sunan Kalijaga. Dalam perjalanan tersebut. Sunan Kajijaga memberi sebuah syarat untuk tidak membawa harta benda. Namun, istri Ki Ageng Pandanarang melanggarnya dengan menyimpan emas dan uang di dalam tongkat yang di bawanya. Di tengah perjalanan, istri Ki Ageng Pandanarang kelelahan dan berhenti di sebuah tempat, sementara Ki Ageng Pandanarang terus berjalan melanjutkan perjalanannya. Beberapa waktu kemudian. Ki Ageng Pandanarang berhenti dan menunggu istrinya yang telah tertinggal di Namun, istrinya tidak kunjung tiba menyusul dirinya. Ki Ageng Pandanarang kembali istrinya, dan didapati bahwa istrinya sedang dirampok oleh orang di Dengan kesaktiannya. Sunan Kalijaga muncul di Ageng Pandanarang dan istrinya, karena mereka SETARA Institute. PRESS RELEASE INDEKS KOTA TOLERAN ( IKT ) TAHUN 2018. Tri Widiarto Soemardjan. Cerita Rakyat Johar Manik (Kajian Teologi Sastra dan Nilai Kehidupa. (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga, 2. , 162. Dr. Tri Widiarto Soemardjan. AuWawancara dengan Dr. Tri Widiarto Soemardjan Ketua Pusat Studi Kebudayaan Jawa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga,Ay 9 Oktober 2023. Dr. Tri Widiarto Soemardjan. AuWawancara dengan Dr. Tri Widiarto Soemardjan Ketua Pusat Studi Kebudayaan Jawa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga,Ay 9 Oktober 2023. Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 8 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 telah melanggar perjanjian dengan tidak membawa harta benda di dalam Atas kejadian tersebut Sunan Kalijaga berkata bahwa tidak ada yang benar. Ki Ageng Pandanarang bersalah karena tidak dapat mengajari istrinya. Istri Ki Ageng Pandanarang bersalah karena tidak mentaati perintah dan terikat dengan nafsu duniawi, perampok juga bersalah karena telah merampok wanita dan tidak menghargai sesamanya, sehingga Sunan Kalijaga berkata peristiwa ini Salah Tiga, karena ketiganya bersalah. Peristiwa ini terjadi di lokasi tempat istri Ki Ageng Pandanarang beristirahat dan terdapat tiga batu sebagai tempat istirahatnya, monumen untuk kembali mengingat kesalahan tiga orang karena tidak taat perintah, terikat nafsu duniawi dan tidak menghormati sesamanya. 34 Replika batu tersebut menjadi simbol yang dipahatkan di alun-alun Kota Salatiga. Cerita lokal sejarah Salatiga dari kisah Ki Ageng Pandanarang menjadi sebuah cerminan untuk bersikap baik, mawas diri dan menjaga diri untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Cerita ini diajarkan di sekolah sebagai muatan lokal, yang kemudian menjadi sebuah nilai lokal untuk dipraktikan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai untuk dapat menaati peraturan, menghargai sesama dan tidak larut dalam nafsu duniawi menjadi masyarakat Salatiga dapat menerima perbedaan, serta hidup damai dengan sesamanya. Sejarah lokal di Salatiga ini menjadi pondasi konstruksi masyarakat yang dapat menerima perbedaan, keyakinan, serta tidak memandang suku, agama, ras dan menghargai sesamanya. Pendidikan juga menjadi elemen dalam konstruksi masyarakat di Salatiga dalam membangun kehidupan yang moderat dan toleran. Hasil penelitian UIN Salatiga menunjukan bahwa tingkat pendidikan mempunyai pengaruh positif bagi religiusitas masyarakat di Salatiga. Religiusitas yang dimaksud yaitu implementasi nilai keagamaan di dalam kehidupan sehari-hari. 35 Senada dengan hal ini, tokoh agama dan tokoh masyarakat juga berpendapat yang sama. Atmosfer pendidikan yang ada di kota Salatiga turut andil meningkatkan sikap saling menghormati dan menghargai diantara sesama masyarakat. Tingkat pendidikan yang hampir merata di masyarakat Salatiga memperkuat jalinan kerjasama dan membentuk toleransi di Pendidikanlah radikalisme dan ekstrimisme menjalar di masyarakat Salatiga. Peranan pendidikan dan lembaga pendidikan memang sangat kental di Salatiga. Dua kampus besar yang berbasis Kristen dan Islam menjadi roda penggerak kehidupan masyarakat di Salatiga. Belum lagi ditambah 10 kampus lain yang ada di wilayah Salatiga menjadi perguruan tinggi menjadi basis massa dalam membangun kehidupan bermasyarakat. 37 Masyarakat Salatiga yang terbiasa bertemu dengan mahasiswa dari berbagai wilayah di Dr. Tri Widiarto Soemardjan. AuWawancara dengan Dr. Tri Widiarto Soemardjan Ketua Pusat Studi Kebudayaan Jawa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga,Ay 9 Oktober 2023. Para Tokoh Agama dan Masyarakat Salatiga. AuForum Group Discussion (FGD) dengan Perwakilan Tokoh Masyarakat. Tokoh Agama dan Masyarakat Salatiga,Ay 24 November RAHMAWATI EKA PUTRI. AuPENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN. TINGKAT PENGANGGURAN DAN ANGKATAN KERJA TERHADAP KEMISKINAN DENGAN RELIGIUSITAS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI KASUS KOTA SALATIGA)Ay (Universitas Islam Negeri Salatiga, 2. , http://erepository. id/12954/. Para Tokoh Agama dan Masyarakat Salatiga. AuForum Group Discussion (FGD) dengan Perwakilan Tokoh Masyarakat. Tokoh Agama dan Masyarakat Salatiga,Ay 24 November Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 9 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf Indonesia menjadi sebuah konstruksi sosial yang dapat menghargai dan menghormati perbedaan. Pengalaman perjumpaan dengan orang dari suku dan agama yang berbeda memberi dampak yang signifikan dalam pengembangan masyarakat yang toleran. 38 Ruang perjumpaan di masyarakat ini menjadi sebuah laboratorium sosial yang dapat membangun masyarakat yang moderat dan toleran. Pada sisi yang lain, konstruksi masyarakat di Salatiga dibentuk dari aktivitas ekonomi sebagai ruang perjumpaan dan modal sosial dalam membangun elemen kehidupan di Aktivftas ekonomi di masyarakat bukan hanya sebagai pertukaran uang, barang dan jasa, tetapi di dalamnya terdapat pertukaran budaya dan nilai juga di dalamnya. Aktivitas ekonomi terbesar terdapat di Pasar Pagi yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman. Pasar yang dimulai sejak 00 WIB setiap harinya menjadi sebuah ruang perjumpaan dan pertukaran dari seluruh elemen masyarakat Salatiga dan sekitarnya. Pasar Pagi menjadi ruang untuk menukarkan dan menularkan nilai hidup antar masyarakat, karena setiap pagi banyak orang beraktifitas di tempat itu dan berasal bukan hanya dari wilayah Salatiga. Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali 39 Aktifitas ekonomi yang lain sebagai elemen konstruksi sosial masyarakat di Salatiga nampak dalam kehidupan mahasiswa yang berbaur dengan warga lokal, baik melalui kos, kontrakan maupun warung makan yang ada di sekitaran kampus. Kehidupan Para Tokoh Agama dan Masyarakat Salatiga. AuForum Group Discussion (FGD) dengan Perwakilan Tokoh Masyarakat. Tokoh Agama dan Masyarakat Salatiga,Ay 24 November Para Tokoh Agama dan Masyarakat Salatiga. AuForum Group Discussion (FGD) dengan Perwakilan Tokoh Masyarakat. Tokoh Agama dan Masyarakat Salatiga,Ay 24 November P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 masyarakat lokal yang berjumpa dengan para pendatang menjadikan tempat untuk dapat saling mengenal, memahami dan menghargai satu dengan yang lainnya. Perjumpaan antar masyarakat pada ruang ekonomi dapat mengakomodasi nilai lokal dan mengimplementasikannya ke dalam sebuah aktivitas masyarakat. Dari segi budaya. Pemerintah Kota Salatiga setiap tahun sekali Pawai Budaya menghormati dan menghargai beragam budaya yang ada di masyarakat. Pawai budaya ini diikuti oleh seluruh elemen masyarakat, baik pelajar dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi, komunitas agama, komunitas sosial masyarakat dan juga aparatur negara. Akomodasi dan apresiasi budaya ini menjadi elemen yang penting dalam Salatiga yang telah ditetapkan sebagai kota toleran mempunyai seperangkat elemen mendasar yang dapat dijadikan modal sosial dalam moderat dan toleran. Elemen sejarah lokal, pendidikan, ruang perjumpaan masyarakat dan aktifitas ekonomi kehidupan masyarakat di Salatiga. Pemerintah Daerah perlu mengorkestrasi seperangkat elemen tersebut bersama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama meningkatkan kehidupan yang berujung kepada harmoni sosial. Di sisi lain, pemerintah daerah juga dapat melibatkan Perguruan Tinggi yang ada di Salatiga untuk terlibat aktif dalam pengembangan sumber daya manusia, sehingga indeks kesejahteraan di Salatiga dapat naik secara signifikan. Campur tangan semua pihak akan menjadikan Kota Salatiga menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi semua orang. Analisis Perspektif Kristen Dalam Kontruksi Moderasi Agama di Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 10 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf Salatiga Komunitas Kristen yang ada di Kota Salatiga tidak dapat dinegasikan perannya dalam membuat kota ini menjadi Aukota toleranAy. Peran warga kristen di Salatiga tidak terlepas dari kuatnya internalisasi nilai kristen di Ajaran kristen yang selama ini digaungkan oleh pemuka agama di gereja terbukti diimplementasikan oleh warganya dan dapat menjadi penguat moderasi agama di Salatiga. Moderasi Agama yang ada di Salatiga tidak terlepas dari koeksistensi mengembangkan toleransi aktif, inklusif dan internalisasi nilai kekristenan di Berdasarkan penuturan Pdt. Purwanto Badan Kerjasama Gereja Salatiga menyatakan bahwa warga kristen di Salatiga menerapkan ajaran Alkitab dalam bermasyarakat, yaitu Hukum Kasih (Matius 22-37-. Hidup Damai dengan semua orang (Roma 12:. dan memunculkan buah roh di dalam kehidupan (Galatia 5:22-. Implementasi menjadi prinsip utama dalam mengasihi Tuhan dan manusia. Kasih menjadi pondasi untuk dapat bersikap adil, tidak ekstrem dan menghargai orang lain, tanpa membedakan SARA. Kasih yang menjadi landasan ini kemudian diikat dengan hidup damai dengan semua Kitab Roma 12:18 memberikan landasarn untuk dapat berusaha hidup damai dengan semua orang yang dapat masyarakat yang beragam. Buah roh kehidupan orang kristen berdampak pada kesalehan sosial di dalam masyarakat. Moderasi beragama di Salatiga dikonstruksi oleh kompleksitas unsur Fakta pendidikan, ruang perjumpaan dan peran mengimplementasikan nilai agamanya Pdt. Purwanto. Pd. AuWawancara dengan Pdt. Purwanto. Pd. ,Ay 29 Oktober 2023. P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 menjadi penguat dalam menciptakan konstruksi sosial masyarakat yang Budaya inklusif yang dihasilkan menjadi mandat yang secara berkelanjutan dijaga dan diperlihara oleh semua unsur masyarakat di Salatiga, sehingga dapat menjadikannya sebagai Kota Toleran. KESIMPULAN Salatiga yang telah dinobatkan sebagai kota toleran di Indonesia mempunyai konstruksi masyarakat yang sangat baik dalam rangka mewujudkan menghormati satu dengan lainnya. Konstruksi dasar di masyarakat dibentuk dari sejarah lokal, pendidikan, ruang perjumpaan masyarakat dan aktifitas ekonomi menjadi modal sosial terus mempertahankan dan mengembangkan toleransi di Salatiga. Moderasi beragama yang digulirkan oleh pemerintah telah dilakukan di Kota Salatiga. Komitmen kebangsaan yang kuat menjadikan masyarakat Salatiga dapat menghargai dan menghormati setiap orang dari seluruh penjuru Indonesia. Toleransi menjadi dampak dari penyemaian bibit nilai lokal yang diejawantahkan dalam kehidupan masyarakat. Benih nilai lokal tersebut perlu digali di setiap daerah menghasilkan masyarakat yang toleran. Oleh sebab itu, perlu ditingkatkan secara simultan guna memperkuat masyarakat dalam menangkal radikalisme dan menjalankan praktik keagamaan secara DAFTAR PUSTAKA