Pengaruh Model Pembelajaran Take and Give terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Di SD IT QurrotaAoayun Belitang OKU Timur Ana Theriana Universitas PGRI Palembang taqiratu@gmail. ABSTRACT Research on "Is there any influence of the Take and Give learning model on student learning outcomes in English subjects in class VI SD IT Qurrota'ayun belitang OKUT"? and The purpose of this study is to: find out whether there is an effect of "Take and Give learning model on student learning outcomes in English learning of students grade VI SD IT Qurrota'ayun belitang OKUT?". The method used in this research is the experimental Data collection techniques are through documentation, test techniques, instrument testing techniques and data analysis techniques. Data were analyzed using Data Normality Test. Homogeneity Test. Hypothesis Test. Based on the results of the study it can be concluded that: . After analyzing the form of tests, it is known that the Take and Give learning model has a significant influence on the learning outcomes of English class VI SD IT Qurrota'ayun belitang OKUT. Based on the analysis of the data that has been done, the average student learning outcomes obtained in the experimental class are higher than students in the control class who are not treated. Success in the learning process by applying the Take and Give learning model is very influential, because this learning model emphasizes the activeness of students to work together and speed and accuracy in learning activities so that learning outcomes increase. Keywords: Effect of Take and Give learning models. Student Learning Outcomes. Abstrak: Penelitian tentangAuadakah pengaruh model pembelajaran Take and Give terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa inggris kelas VI SD IT QurrotaAoayun belitang OKUTAy? dan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: mengetahui ada tidaknya pengaruh Aumodel pembelajaran Take and Give terhadap hasil belajar siswa pada mata Bahasa inggris kelas VI SD IT QurrotaAoayun belitang OKUT?Ay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen. Teknik pengumpulan data yaitu melalui dokumentasi. Tehnik tes. Tehnik uji coba instrument dan Tehnik analisis data. Data dianalisis menggunakan Uji Normalistik data. Uji Homogenitas. Uji Hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:. Setelah dilakukan analisis berupa tes, diketahui model pembelajaran Take and Give memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar Bahasa inggris kelas VI SD IT QurrotaAoayun belitang OKUT. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan. Keberhasilan dalam proses Scholastica Journal Vol. No. 1, pp. Maret 2019 pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Take and Give sangat berpengaruh, karena model pembelajaran ini menekankan kepada keaktifan siswa untuk berkerja sama dan kecepatan serta ketepatan dalam kegiatan belajar sehingga hasil belajar meningkat. Kata Kunci: Pengaruh model pembelajaran Take and Give. Hasil Belajar Siswa. PENDAHULUAN Sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN) Sekolah Dasar sudah memasukkan pelajaran bahasa Inggris pada seluruh tingkatan, atau kelas. Peserta didik dari kelas I sampai kelas VI mendapatkan pelajaran bahasa Inggris sebagai muatan lokal . Hal ini disebabkan oleh komunikasi antarbangsa memerlukan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, sehingga dalam pendidikan di Indonesia kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik sejak awal. Dalam hal ini, pembelajaran bahasa Inggris diarahkan pada empat keterampilan di dalam bahasa Inggris antara lain: kemampuan mendengar . , berbicara . , membaca . , dan kemampuan menulis . Saat ini untuk di sekolah Ae sekolah dasar, pelajaran bahasa Inggris masih diajarkan secara include dalam satu kesatuan tema lalu langsung diajarkan 4 keterampilan tersebut, sehingga untuk mengetahui penguasaan keterampilan tersebut dapat dilihat sebagai hasil pembelajaran peserta didik dalam pelajaran bahasa Inggris. Pendidikan diawali dari sekolah dasar merupakan usaha sadar untuk menumbuhkan potensi sumber daya manusia sehingga dapat mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mengajar siswa. Pendidikan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat, harus dapat memberi dan memfasilitasi bagi tumbuh dan Pendidikan menumbuhkan berbagai kompetensi peserta didik. Keterampilan sosial, intelektual dan personal dibangun tidak hanya dengan landasan logika saja, tetapi juga inspirasi, kreativitas, moral, emosi dan spiritual (Suprijono, 2012:. Proses belajar mengajar merupakan inti dari pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang, karena tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para siswa dari dasar yang kurang mengerti apa-apa menuju pada perubahanperubahan tingkah laku baik intelektual, moral ataupun sosial hingga dapat hidup mandiri sebagai individu mahluk sosial. Scholastica Journal Vol. No. 1, pp. Maret 2019 Ana Theriana Berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan salah satunya tergantung pada proses belajar yang dialami siswa. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang perlu dilakukan adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaktualisasikan dirinya. Kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru harus memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya sejak di sekolah dasar. Aktivitas Belajar mengajar, seorang guru sekolah dasar dapat menentukan peningkatan Kualiatas mutu pendidikan yang diperoleh Siswa, terutama dalam proses Hal itu tergantung pada bagaimana guru bisa melakukan penguasan kelas, jika guru mampu mengelola kelas dengan baik maka tujuan pemebelajaran yang diinginkanpun akan mendapatkan hasil yang baik pula, begitupun sebaliknya. Sehingga kebutuhan ataupun tujuan akhir yang harus diperoleh siswa yakni penguasaan siswa terhadap pengetahuan (Kogniti. , perubahan Nilai dan sikap (Afekti. dan peningkatan Keterampilan (Psikomoto. menunjukan keberhasilan Belajar yang telah tercapainya. Menurut Nawawi dalam Susanto . Hasil belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi tertentu. Hasil belajar adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar (Hamalik,2015:. Berdasarkan observasi peneliti di SD IT QurrotaAoayun belitang OKUT bahwa pembelajaran di sekolah masih bersifat konvensional, peranan guru masih sangat dominan, proses pembelajaran masih berpusat pada guru, guru lebih berperan aktif sementara siswa sangat pasif hanya menerima penjelasan dari guru, sehingga tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dan mengembangkan ide dalam pembelajaran terutama pada pembelajaran Bahasa Inggris. Model pembelajaran diperlukan untuk membantu siswa memahami materi dengan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, seperti menugaskan siswa menjadi narasumber dalam kelompoknya. Menurut Hanafiah dan Suhana . , dalam pembelajaran kooperatif tipe Take and Give ini siswa diajak untuk berfikir dalam menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh guru sekolah dasar. Semua siswa dalam Scholastica Journal Vol. No. 1, pp. Maret 2019 Ana Theriana kelompok memiliki pembagian sub materi yang berbeda, sehingga memberikan kesempatan masing-masing menjelaskannya kepada kelompoknya. Dalam Model pembelajaran kooperatif tipe take and give adalah suatu tipe pembelajaran yang mengajak siswa untuk saling berbagi mengenai materi yang disampaikan oleh guru dengan kata lain tipe ini melatih siswa terlibat secara aktif dalam menyampaikan materi yang mereka terima ke teman atau siswa yang lain secara berulangulang (Rusmawati, 2009:. Tipe Take and Give merupakan tipe pembelajaran yang memiliki tujuan untuk membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat, dan antusiasme, serta menciptakan suasana belajar dari pasif ke aktif, dari jenuh menjadi riang, serta mempermudah siswa untuk mengingat materi. Tipe Take and Give ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana yang gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit dan berat. Berdasarkan uraian dan latar belakang tersebut, maka peneliti melakukan penelitian tentang AuPengaruh Model Pembelajaran Take and Give Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa inggris kelas VI SD IT QurrotaAoayun Belitang OKUTAy. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Aumodel pembelajaran Take and Give terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran belajar Bahasa inggris kelas VI SD IT QurrotaAoayun belitang OKUT?Ay Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagi guru, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan mengenai model pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Bagi siswa, melibatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, dengan suasana yang menyenangkan sehingga dapat termotivasi untuk belajar dalam mencapai hasil yang Bagi sekolah, penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan dalam rangka mengevaluasi proses pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Scholastica Journal Vol. No. 1, pp. Maret 2019 Ana Theriana Kajian Terdahulu Yang Relevan Sebelumnya penelitian mengenai model take and giveini telah dilakukan oleh Uchti Prihastinpada tahun 2016 dengan judul Aupenerapan take and give untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PknAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model take and give dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Pkn siswa. Dari penelitian diatas dapat dilihat, adanya persamaan dari judul penelitian saya yang berjudul pengaruh Aumodel pembelajaran Take and Give terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah belajar Bahasa Inggris kelas VI SD IT QurrotaAoayun Belitang OKUT. Ay, dalam penerapan model take and give diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Namun juga terdapat perbedaan penerapan atau pengaruh dalam penelitian ini yaitu, materi atau mata pelajaran yang digunakan, serta siswa yang diteliti. Kerangka Berpikir Dalam proses kegiatan belajar mengajar, guru memegang peranan yang sangat Proses belajar mengajar yang di lakukan oleh Guru haruslah melahirkan perubahan tingkah laku yang berarti . pada peserta didik. Perubahan tingkah laku ini dapat berupa perubahan kemampuan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor (Wina Sanjaya, 2014:. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman serta merupakan proses suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan,( Hamalik, 2015:. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. (Sudjana, 2012:. Sedangkan menurut (Gagne dalam Suprijono, 2012:. , belajar adalah perubahan diposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktifitas. (Sardiman, 2004:. belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Salah satu prinsip yang berlaku umum untuk semua guru yang baik adalah guru yang bisa menyesuaikan metode mengajar dengan bahan pelajaran. Oleh karena itu pemilihan berbagai model, metode, strategi, pendekatan dan teknik pembelajaran merupakan suatu langkah yang utama sebelum melaksanakan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Menurut (Joyce dalam Huda,2014:71-. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, computer, kurikulum dll. Pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam Scholastica Journal Vol. No. 1, pp. Maret 2019 Ana Theriana merencanakan pelaksanaan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Salah satu tujuan dari penggunaan model pembelajaran adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa untuk belajar lebih mudah, efektif, dan bermakna Dengan dilakukannya pemilihan model pembelajaran yang tepat terhadap proses kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan, diharapkan siswa mampu belajar secara efektif, aktif, menyenangkan, dan bermakna serta mampu mendapatkan hasil belajar yang baik. Menurut (Nawawi dalam Susanto, 2012:. Hasil belajar adalah tigkat keberhasilan siswa dalam mempelajari meteri pelajaran disekolah yang dinyatakan dalam sekor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi tertentu, serta perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpilkan bahwa hasil belajar merupkan tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran disekolah menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sabagai hasil dari kegiatan belajar. Dalam penelitian ini yang dimaksu Hasil belajar adalah yang berdimensi kognitif, maka hasil belajar yang hasil diketahui adalah tipe balajar kognitif yang terdiri atas enam indikator, yaitu : . Pengetahuan, . Analisis, . Pemahaman, . Sintesis, . Penerapan, . Evaluasi. Salah satu model pembelajaran yang sudah dirancang untuk bisa digunakan pada penelitian ini adalah model pembelajaran take and give, atau sering dikonotasikan orang dengan Ausaling memberi dan saling menerimaAy. Jadi pengertian model pembelajaran Take and give ini adalah rangkaian penyajian data yang diawali dengan pemberian kartu kepada siswa yang didalam kartu itu ada catatan yang harus dikuasai atau dihafal oleh masingmasing siswa. Kemudian siswa mencari pasangan masing-masing untuk bertukar pengetahuan yang ada padanya sesuai dengan yang didapatnya dikartu, lalu kegiatan pembelajaran diakhiri dengan mengevaluasi siswa dengan menanyakan pengetahuan yang ada padanya dan yang dia terima dari pasangannya. Dengan demikian komponen yang berperan penting dalam Model Pembelajaran Take and give ini adalah penguasaan materi melalui kartu, keterampilan bekerja berpasangan, dan sharing informasi, dan pengevaluasian yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, penguasaan dan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan di dalam kartu dan kartu pasanganya (Miftahul Huda, 2013: . Scholastica Journal Vol. No. 1, pp. Maret 2019 Ana Theriana Adapun kelebihan dari Model Pembelajaran Take and Give ini adalah: Model pembelajaran ini tidak kaku, karena seorang guru boleh memodifikasi lagi penggunaan model pembelajaran ini sesuai dengan keinginan dam kebutuhan serta situasi Materi akan terarah, karena guru terlebih dahulu menjabarkan uraian materi sebelum dibagikan kartu kepada siswa Melatih siswa untuk bekerja sama dan menghargai kemampuan orang lain Melatih siswa untuk beriteraksi secara baik dengan teman sekelasnya. Akan dapat memperdalam dan mempertajam pengetahuan siswa melalui kartu yang dibagikan kepadanya, sebab mau tidak mau harus menghafal dan paling tidak membaca materi yang diberikan kepadanya. Dapat meningkatkan tanggung jawab siswa, sebab masing-masing siswa dimintai pertanggungjawaban atas kartu yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu diharapkan dengan di terapkannya model pembelajaran take and give ini akan mampu meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa sehingga pada akhirnya dapat meberikan peningkatan Hasil belajar kognitif siswa. Anggapan Dasar Setelah peneliti menjelaskan permasalahan secara jelas, yang dipikirkan selanjutnya adalah suatu gagasan tentang letak permasalahan dalam hubungan yang lebih luas. Dalam hal ini peneliti harus dapat memberi sederatan asumsi dasar atau anggapan dasar. Anggapan dasar ini merupakan landasan teori di dalam pelaporan hasil peneliti nanti. Menurut, (Winarno Surakhmad dalam Arikunto, 2014:. Anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik dikatakan selanjutnya bahwa setiap penyelidik dapat merumuskan postulat yang berbeda. Berdasarkan uraian diatas yang menjadi anggapan dasar penelitian ini adalah : Hasil belajar yang didapat siswa kelas VI pada mata pelajaran Bahasa Inggris masih banyak belum mencapai KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal ) Setiap siswa diharapkan mampu mendapatkan hasil belajar semaksimal mungkin. METODE PENELITIAN Arikunto . mengemukakan bahwa Aumetode penelitian adalah langkah dalam pola prosedur penelitianAy atau cara yang digunakan oleh peneliti untuk Scholastica Journal Vol. No. 1, pp. Maret 2019 Ana Theriana mengumpulkan data penelitiannya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode Metode eksperimen adalah cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengurangi faktor-faktor yang bisa mengganggu. Dalam penelitian eksperimen Ada dua kelas yang diteliti yaitu kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan menggunakan model Take and Give sebagai model Dan kelas kontrol diajarkan dengan tidak menggunakan model pembelajaran Take and Give. Dengan metode ini akan diketahui pengaruh model Take and Give sabagai model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa inggris kelas VI SD IT QurrotaAoayun belitang OKUT. Teknik Pengumpulan Data Dokumentasi Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Didalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, catatan harian dan sebagainya (Arikunto 2014:. Teknik dokumentasi digunakan peneliti dalam mengumpulkan data tentang jumlah siswa, guru dan sebagainya. Teknis Tes Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok,(Arikunto 2014:. Pelaksanaan tes dilakukan dengan memberikan soal pilihan ganda sebanyak 20 soal. PEMBAHASAN Model pembelajaran Take and Give sering diartikan Ausaling memberi dan saling menerimaAy (Miftahul Huda, 2013: . Kelebihan dari model pembelajaran Take and Give menjadi inti sari dari strategi pembelajaran yang didukung oleh penyajian data yang diawali dengan pemberian kartu kepada siswa (Huda 2014:. Di dalam kartu ada catatan yang harus dikuasai oleh masing-masing siswa, siswa kemudian mencari pasangannya masingmasing untuk bertukar pengetahuan sesuai dengan apa yang didapatnya dikartu, lalu kegiatan pembelajaran diakhir dengan mengevaluasi siswa dengan menanyakan pengetahuan yang mereka miliki dan pengetahuan yang mereka terima dari pasangannya (Huda 2014:. Scholastica Journal Vol. No. 1, pp. Maret 2019 Ana Theriana Setelah dilakukan analisis berupa tes, diketahui model pembelajaran Take and Give memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VI SD IT QurrotaAoayun belitang OKUT. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan. Berdasarkan data tes hasil belajar siswa, didapat rata-rata nilai hasil belajar siswa dikelas eksperimen sebesar 84,83 dan kelas kontrol sebesar 63,6. Setelah diperoleh data hasil tes siswa kelas eksperimen maupun kelas kontrol, maka peneliti melakukan analisis data tes Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji t yang terdiri dari uji normalitas data dan uji homogenitas varians. Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya suatu penyebaran data, kemudian uji homogenitas varians diperlukan untuk membuktikan persamaan varians kelompok sampel. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat untuk kelas eksperimen, uji normalitas data yang diperoleh Km = 0,29 sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh Km = 0,15 dan harga tersebut terletak antara (-. sehingga dapat dikatakan bahwa data kelas eksperimen dan data kelas kontrol terdistribusi normal. Untuk hasil perhitungan uji homogenitas varians diperoleh X2hitung = 1,082 dan X2tabel = 3,841 dan diketahui syarat homogen: X2hitung < X2tabel . ,082 < 3,. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa data penelitian yang diperoleh dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol varians homogen. Setelah pengujian uji normalitas data dan uji homogenitas varians dilakukan, data tersebut dinyatakan terdistribusi normal dan varians dalam penelitian ini bersifat homogen, maka tahap berikutnya adalah melakukan pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan statistik parametris, yaitu menggunakan rumus Uji t dengan kriteria pengujian terima Ha jika thitung> ttabel(I-. dan tolak Ho jika thitung< ttabel (I-. Dari hasil analisis data dengan menggunakan rumus uji t diperoleh thitung = 11,48, dan ttabel dengan taraf nyata 5% dan dk = 70 diperoleh ttabel = 1,668. Demikian, ternyata thitung> ttabel (I-. ,48> 1,. Maka, hipotesis tentang Auada pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa inggris kelas VI SD IT QurrotaAoayun belitang OKUTAy diterima. Dengan menerapkan model pembelajaran Take and Givedapat memotivasi siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kerja sama yang Scholastica Journal Vol. No. 1, pp. Maret 2019 Ana Theriana baik sesama teman dan hasil belajarnya meningkat secara signifikan dan positif yang sesuai dengan yang diharapkan. Keberhasilan dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Take and Give sangat berpengaruh, karena model pembelajaran ini menekankan kepada keaktifan siswa untuk berkerja sama dan kecepatan serta ketepatan dalam kegiatan belajar sehingga hasil belajar meningkat. Setelah melaksanakan pembelajaran Bahasa inggris dengan menggunakan model pembelajaran Take and Give . aling memberi dan manerim. peneliti menemukan kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran Take and Give. Adapun, kelebihan model pembelajaran Take and Give adalah sebagai berikut: dapat dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan keinginan dan situasi pembelajaran. Melatih siswa untuk bekerja sama dan menghargai kemampuan orang lain. Melatih siswa untuk berinteraksi secara baik dengan teman kelas. Memperdalam dan mempertajam pengetahuan siswa melalui kartu yang dibagikan dan . Meningkatkan tanggung jawab siswa, sebab masing-masing siswa dibebani pertanggung jawaban atas kartunya masing-masing. Selain itu juga terdapat kekurangan dalam model pembelajaran Take and Give adalah sebagai berikut: Kesulitan utuk mendisiplinkan siswa dalam kelompok-kelompok . Ketidak sesuaian skill . antara siswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik dan siswa yang kurang memiliki kemampuan akademik. Kecenderungan terjadinya free riders . idak ada pemimpi. dalam setiap kelompok, utamanya siswa-siswa yang akrab satu sama lain. Hasil peneliti ini didukung oleh hasil penelitian sebelumnya mengenai model take and giveini telah dilakukan oleh Uchti Prihastinpada tahun 2016 dengan judul Aupenerapan take and give untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PknAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model take and give dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Bahasa inggris siswa. SIMPULAN Dari hasil penelitian model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give sangat efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris Scholastica Journal Vol. No. 1, pp. Maret 2019 Ana Theriana yang banyak menuntut keterampilan dan keaktifan siswa dengan adanya bukti meningkatnya hasil tes akhir siswa. Berdasarkan hasil analisis tes menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Take aand Give terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris kelas VI SD IT QurrotaAoayun Belitang OKUT. , yang ditunjukkan oleh nilai thitung lebih besar dari ttabel atau 11,48 > 1,668. Maka. Ho ditolak dan Ha Keberhasilan dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Take and Give sangat berpengaruh, karena model pembelajaran ini menekankan kepada keaktifan siswa untuk berkerja sama dan kecepatan serta ketepatan dalam kegiatan belajar sehingga hasil belajar meningkat. DAFTAR PUSTAKA