Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Bisnis Kreatif Pembuatan Kerajinan Tangan dari Anyaman Pandan untuk Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Wonorejo Vol. 4 No. E-ISSN: 2964-9072 Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen Pelatihan Bisnis Kreatif Pembuatan Kerajinan Tangan dari Anyaman Pandan untuk Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Wonorejo Akhmad Nurhadi1. Atik Muhimatun Asroriyah1*. Eka Mugiastuti1. Arnila Dinar Rahmadani1. Maulida Rahmah Khoerunnisa1. Rori Wijayanto1. Rizqiana Putri1. Fitri Andriyani1. Rizki Kurniawan1. Sayitno Sayitno1. Regani Rio Awanda1 Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen. Indonesia atikmaa09@gmail. Received: 25/01/2025 Revised: 30/01/2025 Accepted: 30/01/2025 CopyrightA2025 by authors, all rights reserved. Authors agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution License 4. 0 International License Abstrak Pelatihan bisnis kreatif berbasis kerajinan tangan dari anyaman pandan merupakan upaya pemberdayaan masyarakat Desa Wonorejo untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan keterampilan. Artikel ini mendeskripsikan program pelatihan yang melibatkan observasi kebutuhan masyarakat dan pelatihan intensif pembuatan anyaman pandan. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan teknis mulai dari tahap persiapan bahan hingga pembuatan produk inovatif seperti tikar, tas, dan Selain itu, peserta juga diberikan pengetahuan mengenai strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan warga, dengan 85% peserta mampu menguasai teknik dasar dalam waktu singkat. Beberapa kelompok masyarakat juga mulai membentuk usaha kecil berbasis anyaman pandan yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru. Program ini tidak hanya mendukung kemandirian ekonomi, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pengelolaan sumber daya lokal secara Implementasi pelatihan ini menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan, memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Desa Wonorejo. Kata kunci: pelatihan, bisnis, kerajinan tangan, ekonomi, lapangan kerja Abstract Creative business training based on handicrafts from woven pandanus is an effort to empower the Wonorejo Village community to improve economic capacity and skills. This article describes a training program that involves community needs observation and intensive training in pandan weaving. Through this training, participants are equipped with technical skills starting from the material preparation stage to making innovative products such as mats, bags and baskets. In addition, participants were also provided with knowledge on digital marketing strategies to expand market The results of the training showed an increase in community skills, with 85% of participants able to master basic techniques in a short time. Some community groups have also started to form small pandanus-based businesses that have the potential to create new jobs. This program not only supports economic Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat | 65 Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Bisnis Kreatif Pembuatan Kerajinan Tangan dari Anyaman Pandan untuk Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Wonorejo Vol. 4 No. E-ISSN: 2964-9072 Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen independence, but also strengthens awareness of sustainable local resource The implementation of this training is a sustainable local wisdombased community empowerment model, providing significant social and economic impacts for the Wonorejo Village community. Keywords: training, business, handicrafts, economy, employment Pendahuluan Bisnis kreatif adalah salah satu sektor yang berkembang pesat di era modern. Menurut Badan Ekonomi Kreatif (Bekra. , industri kreatif memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, terutama melalui sub-sektor kerajinan tangan. Hal ini menunjukkan bahwa potensi kreatif masyarakat Indonesia, apabila dikelola dengan baik, mampu menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ekonomi di tingkat lokal maupun Desa Wonorejo, sebagai salah satu daerah yang kaya akan sumber daya alam berupa pandan, memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha kerajinan tangan berbasis anyaman Desa Wonorejo terletak di Kecamatan Karanganyar. Kabupaten Kebumen. Provinsi Jawa Tengah. Desa ini dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya yang masih terjaga, serta masyarakat yang memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Lokasi ini memiliki potensi besar dalam pengembangan kerajinan anyaman pandan, yang merupakan salah satu warisan budaya lokal. Desa Wonorejo berada di daerah perbukitan dengan iklim tropis yang mendukung pertumbuhan tanaman pandan. Luas wilayah Desa Wonorejo adalah sekitar 500 hektar, yang terdiri dari lahan pertanian, perkebunan, dan hutan rakyat. Populasi desa ini berjumlah sekitar 000 jiwa, dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian dan kerajinan tangan. Desa Wonorejo memiliki kekayaan sumber daya alam berupa tanaman pandan yang tumbuh melimpah. Namun, hingga saat ini, pemanfaatan pandan oleh masyarakat setempat masih sangat terbatas, biasanya hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sederhana. Hal ini menunjukkan kurangnya keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam mengolah pandan menjadi produk bernilai ekonomis tinggi. Di sisi lain, sebagian besar penduduk Desa Wonorejo menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian dengan penghasilan yang tidak menentu, sehingga banyak keluarga menghadapi kendala ekonomi. Masalah utama yang dihadapi masyarakat Desa Wonorejo adalah kurangnya akses terhadap keterampilan produktif dan peluang bisnis yang dapat meningkatkan kesejahteraan Selain itu, kurangnya pengetahuan tentang strategi pemasaran modern menghambat masyarakat dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Padahal, dengan memanfaatkan pandan sebagai bahan baku kerajinan tangan, masyarakat berpotensi untuk menghasilkan produk inovatif seperti tikar, tas, dan keranjang yang memiliki daya tarik lokal dan nilai jual tinggi. Sebagai solusi, program pelatihan bisnis kreatif difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan pembuatan anyaman pandan. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan warga kemampuan teknis dalam mengolah pandan, sekaligus pengetahuan tentang manajemen usaha dan pemasaran digital. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan mampu menciptakan produk berkualitas, membangun usaha kecil berbasis kerajinan tangan, dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga untuk memperkenalkan konsep bisnis kreatif kepada Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat | 66 Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Bisnis Kreatif Pembuatan Kerajinan Tangan dari Anyaman Pandan untuk Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Wonorejo Vol. 4 No. E-ISSN: 2964-9072 Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen masyarakat agar mampu menciptakan produk inovatif dan bernilai jual tinggi (Riyadi & Astuti. Dengan demikian, diharapkan pelatihan ini mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Wonorejo. Metodologi Penelitian Metode penelitian yang di lakukan yaitu observasi dan pelatihan. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi masyarakat. Proses ini mencakup survei terhadap jumlah bahan baku pandan yang tersedia, wawancara dengan warga, serta analisis minat dan kesiapan masyarakat untuk mengikuti pelatihan. Pelatihan Warga Pelatihan ini mencakup pengenalan teknik dasar hingga lanjutan dalam pembuatan anyaman pandan. Selain itu, warga juga diberikan pembekalan mengenai manajemen bisnis, strategi pemasaran, dan pengemasan produk agar lebih menarik. Peserta pelatihan ini adalah ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Wonorejo. Hasil dan Pembahasan Program pelatihan berlangsung selama 1 Minggu dengan beberapa tahapan. Pada tahap awal, warga diajarkan cara memilih dan mempersiapkan pandan untuk dianyam. Teknik dasar seperti pola sederhana diajarkan terlebih dahulu, diikuti dengan teknik yang lebih kompleks. Selama pelatihan, peserta didampingi oleh fasilitator berpengalaman. Produk yang dihasilkan berupa tikar, tas, dan keranjang yang memiliki daya tarik estetika. Pelatihan ini juga melibatkan kelompok ibu-ibu PKK dan karang taruna sebagai sasaran Ibu-ibu PKK, yang biasanya memiliki peran penting dalam pengelolaan rumah tangga, mendapatkan pelatihan intensif untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menghasilkan produk berkualitas. Sementara itu, anggota karang taruna dilibatkan untuk meningkatkan keterampilan kreatif dan membangun semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Selama pelatihan, ibu-ibu PKK menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama dalam mempelajari teknik dasar anyaman dan pengolahan bahan baku. Mereka berhasil menghasilkan produk seperti tikar dan tas sederhana dalam waktu singkat. Sebaliknya, anggota karang taruna menunjukkan ketertarikan yang lebih besar pada inovasi produk dan strategi pemasaran. Mereka aktif dalam diskusi mengenai cara memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan hasil Salah satu keberhasilan pelatihan adalah adanya kolaborasi antara kedua kelompok ini. Ibu-ibu PKK fokus pada produksi, sementara anggota karang taruna bertugas untuk memasarkan produk ke masyarakat yang lebih luas. Beberapa anggota karang taruna bahkan mulai membuat konten promosi di media sosial seperti Instagram dan Facebook, yang mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat. Dalam melaksananakan pengabdian, tim pengabdian melakukan sosialisasi kepada para perempuan berstatus janda mengenai cara pembuatan kerajinan tas dari anyaman pandan yang diawali dengan pengenalan alat dan bahan yang digunakan pada saat proses pembuatan tas. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan sebagai berikut. Alat yang diperlukan . Parang Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat | 67 Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Bisnis Kreatif Pembuatan Kerajinan Tangan dari Anyaman Pandan untuk Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Wonorejo Vol. 4 No. E-ISSN: 2964-9072 Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen . Pisau . Jarum . Pelurut . Panci Bahan yang diperlukan . Daun pandan . Benang . Pewarna Cara pembuatan kerajinan tas dari anyaman pandan: Siapkan daun pandan sudah tua. Biasanya daun pandan yang sudah tua teletak pada bagian bawah. Dalam proses ini perlu adanya penyortiran sehingga daun pandan yang akan dilakukan penganyaman akan disatukan sesuai ukuran masing-masing. Buang duri daun pandan dengan menggunakan alat pisau. Proses dilakukan guna memudahkan proses penganyaman dan perlu dilakukan secara hati-hati karena duri pada daun pandan sangat tajam. Kemudiann belah daun pandan dengan ukuran 0,3-0,5 cm. Pembelahan dilakukan pada saat daun masih segar agar memudahkan proses pengerjaan dan kualitas daun tetap . Rebuskan daun pandan selama 1 jam. Proses perebusan daun pandan dilakukan untuk menghilangkan klorofil atau zat hijau daun yang terkandung didalam daun pandan. Selanjutnya jemur daun pandan yang telah direbus selama satu hari penuh hingga daun pandan mengering. Daun pandan yang kering kemudian siap untuk dianyam. Selanjutnya anyaman daun pandan ditempel dengan gabus yang sudah dibentuk pola tas dan kemudian diberikan lem khusus agar kuat menempelnya. Jahit pinggiran tas dan pegangan tas agar tas lebih kuat dan pasang resleting pada tas . Kemudian lukis tas tersebut sesuai dengan motif-motif khas Aceh dan biarkan beberapa saat sampai mengering. Tas anyaman pandan siap untuk digunakan. Produk-produk hasil pelatihan juga telah dipamerkan pada acara desa dan mendapatkan respons yang sangat positif. Beberapa warga mulai menerima pesanan dari luar desa, yang menjadi awal dari peluang bisnis baru. Pelatihan ini juga memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya lokal secara lebih maksimal. Meskipun program ini menunjukkan hasil yang menjanjikan, beberapa tantangan juga diidentifikasi, seperti keterbatasan alat produksi dan akses pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, pendampingan lanjutan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program ini. Dukungan dari pemerintah desa dan mitra lokal sangat diperlukan untuk menyediakan fasilitas produksi dan memperluas jaringan pemasaran. Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat | 68 Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Bisnis Kreatif Pembuatan Kerajinan Tangan dari Anyaman Pandan untuk Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Wonorejo Vol. 4 No. E-ISSN: 2964-9072 Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil membangun kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal dan menciptakan peluang usaha baru. Melalui kerja sama antara ibu-ibu PKK dan karang taruna. Desa Wonorejo kini memiliki potensi besar untuk menjadi sentra kerajinan anyaman pandan yang dikenal luas. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta. Sebanyak 85% dari total peserta berhasil menguasai teknik dasar anyaman pandan dalam waktu satu bulan. Beberapa peserta bahkan mampu mengembangkan pola-pola kreatif yang menarik perhatian fasilitator dan dinilai memiliki potensi pasar yang baik. Produk yang dihasilkan selama pelatihan telah dipamerkan dalam kegiatan lokal dan mendapatkan respons positif dari masyarakat sekitar. Selain peningkatan keterampilan, program ini juga berhasil menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Dengan pelatihan ini, beberapa kelompok warga mulai membentuk usaha kecil yang fokus pada produksi dan pemasaran kerajinan tangan berbasis anyaman pandan. Dukungan dari pemerintah desa dan mitra lokal turut memperkuat hasil pengabdian ini melalui pendampingan lanjutan dan akses Secara keseluruhan, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga membangun kapasitas warga untuk beradaptasi dalam dunia bisnis kreatif. Dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan menunjukkan bahwa pelatihan ini berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Kesimpulan Pelatihan bisnis kreatif berbasis anyaman pandan terbukti memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Wonorejo. Pertama, pelatihan ini berhasil memberikan keterampilan teknis kepada peserta, khususnya ibu-ibu PKK dan karang taruna, yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman dalam bidang anyaman pandan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% peserta mampu menguasai teknik dasar anyaman pandan dengan baik, dan sebagian besar dari mereka telah berhasil menciptakan produk yang layak Kedua, pelatihan ini juga memberikan pengetahuan tentang pemasaran modern, terutama melalui media sosial. Karang taruna, sebagai bagian dari generasi muda, memanfaatkan platform seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan produk kerajinan. Strategi ini tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat luas terhadap potensi produk lokal dari Desa Wonorejo. Ketiga, kolaborasi antara ibu-ibu PKK dan karang taruna menjadi salah satu aspek penting dalam keberhasilan program ini. Ibu-ibu PKK fokus pada proses produksi, sementara karang taruna mengambil peran dalam pemasaran. Sinergi ini menciptakan alur kerja yang efisien dan berkontribusi pada terciptanya usaha kecil berbasis komunitas yang berkelanjutan. Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Tanaman pandan, yang sebelumnya hanya digunakan untuk keperluan rumah tangga, kini telah diolah menjadi produk bernilai ekonomis tinggi seperti tikar, tas, dan keranjang. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mengangkat citra Desa Wonorejo sebagai salah satu sentra kerajinan anyaman pandan. Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat | 69 Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Bisnis Kreatif Pembuatan Kerajinan Tangan dari Anyaman Pandan untuk Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Wonorejo Vol. 4 No. E-ISSN: 2964-9072 Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan dampak yang positif tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga sosial. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat melalui keterampilan dan pengetahuan baru, menciptakan peluang usaha, dan memperkuat rasa kebersamaan di antara warga. Dengan dukungan yang konsisten. Desa Wonorejo berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi di daerah Daftar Pustaka