Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim ANALISIS KARAKTER RESI DURNA DALAM PANDANGAN AL-QURAN DAN AL-HADIST Arif Muzayin Shofwan1. Marwan Hayeemaming2. Zainal Rosyadi3 1 Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Indonesia 2 Kolej Islam Antarbangsa Pombing (KIAP) & Sasnasuksa School. Thailand 3Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Indonesia Email: arifshofwan2@gmail. com1, marwan6881@gmail. com2 , zainalrosyadi64@gmail. Received: 27-02-2025 DOI: Accepted: 15-04-2025 Published: 30-04-2025 Abstrak: Resi Durna merupakan tokoh pewayangan yang memiliki watak congkak, tinggi hati, sombong, bengis, banyak bicara, dan hidup dengan memendam dendam di dadanya. Walau di sisi lain. Resi Durna merupakan sosok yang memiliki kecakapan, kecerdikan, kepandaian, kesaktian, dan mahir dalam siasat perang. Penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan ini menganalisis karakter Resi Durna dalam perspektif Al-Quran dan Al-Hadist. Teknik analisa datanya menggunakan analisis isi dengan memilah-milah hal-hal yang sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa karakter Resi Durna dalam perspektif Al-Quran dan Al-Hadist sebagaimana berikut: congkak, tinggi hati, dan sombong signifikan dengan isi kandungan QS. Luqman ayat 18. QS. Al-Isra ayat 37. QS. Ghafir ayat 56. QS. Al-AAoraf: 146. QS. Al-Mukmin ayat 35. QS. Al-Baqarah ayat 34, dan HR. Bukhari Muslim. bengis, berbuat aniaya dan kejam signifikan dengan isi kandungan QS. As-Syura ayat 42. QS. Ibrahim ayat 42. QS. Ash-SyuAoara ayat 227. HR. Bukhari. Muslim. Turmudzi. Ahmad. Abu Daud. Hakim. Tabrani, dan Nasai. banyak bicara signifikan dengan isi kandungan QS. AlMukminun ayat 3. HR. Thabrani. HR. Turmudzi. HR. Bukhari. HR. Ad-Darimi, dan HR. Malik. memendam dendam di dadanya signifikan dengan perintah Allah agar seseorang sabar dalam QS. Al-Baqarah ayat 53 dan isi kandungan HR. Bukhari Muslim. Kata Kunci: Karakter. Resi Durna. Al-Quran, dan Al-Hadist PENDAHULUAN Resi Durna merupakan tokoh pewayangan yang nama mudanya adalah Bambang Kumbayana. Dia merupakan putra dari Resi Baratmadya dan Dewi Kumbini dari Hargajembangan. Resi Durna memiliki saudara kandung bernama Arya Kumbayaka dan Dewi Kumbayani. Resi Durna memiliki watak yang congkak, tinggi hati, sombong, bengis, banyak bicara, dan hidup dengan memendam dendam di dadanya. Namun demikian, dia merupakan sosok yang memiliki kecakapan, kecerdikan, kepandaian, kesaktian, dan mahir dalam siasat perang (Hardjowirogo, 1. Karena kesaktian dan kehebatan dalam keprajuritan. Resi Durna dipercaya menjadi guru dari anak-anak Pandawa dan Kurawa. Selain itu. Resi Durna sebenarnya juga merupakan senapati perang. Dia adalah sosok yang mengajari Bima dan Duryadana bermain gada. Dia juga Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April Shofwan dkk. Analisis Karakter Resi Durna dalam Pandangan Al-Quran dan Al-Hadist sosok yang mengajari memanah kepada Arjuna sehingga dia menjadi pemanah yang handal. Adipati Karna sebenarnya juga berguru kepada Resi Durna, namun dengan cara mengintip atau sembunyi-sembunyi, karena dia hanya anak kusir di Kerajaan Hastina. Sukatno . menyebutkan bahwa Resi Durna memiliki ilmu yang sangat tinggi, sehingga banyak para ksatria yang berguru kepadanya. Termasuk para Pandawa dan Kurawa berguru kepada Resi Durna tersebut. Watak Resi Durna dalam epik Mahabharata digambarkan sebagai maha guru yang bijaksana, sakti madraguna, serba bisa dalam olah keprajuritan, terhormat, namun terjebak dalam dilema keberpihakan sehingga berada di pihak yang salah (Koesoemadinata, 2. Dalam pewayangan Jawa. Resi Durna sering dijadikan contoh orang yang sangat pandai, namun tidak bisa membawa diri dan ucapan sehingga dirinya terkena siksaan (Hardjowirogo. Sudjarwo, dkk, 2. Demikianlah watak Resi Durna, walau di sisi lain memiliki kelebihan . isi positi. namun sisi-sisi negatif tetap menjadi stempel . bagi dirinya. Beberapa penelitian tentang tokoh pewayangan yang dikaitkan dengan pendidikan agama Islam telah dilakukan oleh Nurngaini dan Shofwan . berjudul AuAnalisis Karakter Prabu Dasamuka Melalui Nilai-nilai Akhlak IslamiAy berisi tentang Prabu Dasamuka yang dikaitkan dengan akhlak Islam. Begitu pula, artikel Shofwan, dkk. berjudul AuAnalisis Kesesatan Patih Sengkuni dalam Perspektif Ajaran Agama IslamAy berisi tentang karakter buruk Patih Sengkuni dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman. Berdasarkan dua penelitian ini, tampak belum ada penelitian yang mengaitkan Resi Durna dengan alQuran dan Al-Hadist. Oleh karena itu, tampak menarik meneliti karakter Resi Durna yang dianalisis dengan perspektif Al-Quran dan Al-Hadist. Hal semacam itu dilakukan dengan harapan, jika karakter Resi Durna banyak mendapatkan ajuran dari Al-Quran dan Al-Hadist maka bisa digunakan teladan dalam membentuk sebuah karakter dalam kehidupan. Sebaliknya, jika karakter Resi Durna merupakan larangan dalam Al-Quran dan Al-Hadist maka sudah selayaknya dijauhi, sebab tidak bisa dijadikan rujukan pembangunan karakter . haracter buildin. dalam kehidupan. METODE PENELITIAN Penelitian diskriptif kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan . ibrary researc. dalam melakukannya. Studi kepustakaan adalah suatu studi untuk mengumpulkan informasi dan data dengan beberapa hal yang ada di perpustakaan, misalnya buku, majalah, dan lainnya (Mardalis. Sedangkan Nazir . menyatakan bahwa studi kepustakaan merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan penelaahan buku, literatur, catatan, dan beragam catatan yang diperlukan. Sumber data penelitian ini adalah data-data yang berkaitan dengan Resi Durna dalam cerita tokoh pewayangan. Setelah data-data tentang karakter Resi Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Shofwan dkk. Analisis Karakter Resi Durna dalam Pandangan Al-Quran dan Al-Hadist Durna didapatkan kemudian dianalisis dengan perspektif Al-Quran dan AlHadist. Tentu saja, data tersebut disesuaikan dengan tujuan dan masalah yang dipertanyakan dalam penelitian (Bungin, 2. Yakni, urutan tentang karakter Resi Durna yang nantinya akan dianalisis dengan keduanya. Penelitian ini menggunakan beberapa metode dalam pembahasannya, deduksi, induksi, dan komparasi. Metode deduksi adalah cara berfikir yang berangkat dari hal-hal yang umum menuju kesimpulan khusus. Metode induksi adalah berfikir yang berangkat dari fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa yang khusus menuju kesimpulan umum. Metode komparasi adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk menemukan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan terhadap suatu yang dijadikan obyek penelitian atau (Hadi, 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Resi Durna merupakan penasehat Kerajaan Hastina yang bergelar AuPanembahan AgungAy dan berkedudukan di Pertapaan atau Padepokan Soka Jajar Lima sehingga dia disebut Begawan Sokalima (Purjadi, 2. Resi Durna dalam banyak kisah memang merupakan tokoh antagonis yang sangat licik dan penghasut (Rosidi, 1. Namun demikian. Resi Durna sebagai maha guru selalu menjadi tempat para ksatria meminta nasihat dan petunjuk, walaupun seringkali menyesatkan. Pada lakon AuDewa RuciAy justru Resi Durna berhasil mengantarkan Bima pada pencapaian spiritual (Sastroamidjojo, 1. Sementara itu. Koesoemadinata . menyebutkan bahwa Resi Durna mengalami penjatuhan karakter pada pedalangan Cirebonan sebagaimana berikut, antara lain: Resi Durna tidak bisa menyeberangi lautan, apabila dia benar-benar guru sakti maka seharusnya dia bisa terbang, padahal Arjuna yang menjadi muridnya saja mampu terbang. dan Resi Durna tergila-gila pada Srikandi . utri sahabatnya yang bernama Drupad. yang dinilai tidak pantas dan menjatuhkan martabatnya sebagai pandita/resi. Selain itu. Resi Durna tidak berdaya saat disiksa oleh Gandamana hingga cacat fisiknya, ini menandakan dia tidak sakti. dalam urusan sayembara jodoh Resi Durna selalu kalah bersaing dengan Arjuna muridnya sendiri. Resi Durna sebenarnya biang kerok persengketaan antara Pandawa dan Kurawa yang memanfaatkan Duryadana . ulung Kuraw. demi kepentingan dan saat rencana liciknya gagal. Resi Durna seringkali dikeroyok Punakawan kemudian digunduli dan ditelanjangi (Koesoemadinata, 2. Pendapat para ahli dan praktisi pedalangan di Cirebon pada umumnya memberikan kesan negatif pada sosok Resi Durna. Dia menjadi tokoh yang paling dibenci karena merupakan lambang manusia yang durhaka (Koesoemadinata, 2. Berbagai busana dan aksesoris yang dikenakan Resi Durna juga memiliki makna simbolik yang negatif, antara lain: tasbeh . untas kabe. , yakni segala yang dilakukan hanya untuk dan demi kepentingan keuangan pribadi. merah, yakni selalu berani membuat masalah. motif busana yang rumit, yakni melambangkan sifat Resi Durna yang rumit Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Shofwan dkk. Analisis Karakter Resi Durna dalam Pandangan Al-Quran dan Al-Hadist dalam segala hal (Damayanti dan Tim Riset, 2. Berdasarkan gambaran Resi Durna di atas, dalam konteks penelitian ini akan menganalisis karakter Resi Durna dalam pandangan Al-Quran dan AlHadist. Adapun analisis ini akan tetap mengacu pada karakter Resi Durna yang telah digambarkan di atas dengan perincian bahasan sebagaimana berikut, antara lain: Pertama, congkak, tinggi hati, dan sombong. Resi Durna memiliki watak sombong, congkak, tinggi hati, dan arti yang sepadan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), congkak artinya merasa dan bertindak dengan memperlihatkan diri sangat mulia . andai, kaya, dan semacamny. Sifat congkak dapat membinasakan jiwa seseorang. Orang yang congkak sering membanggakan sesuatu yang dimilikinya, entah itu berupa harta, jabatan, maupun status sosial. Shofwan dan Nurseto . menyatakan bahwa sombong . adalah menganggap dirinya lebih besar dan menilai dirinya lebih tinggi dari pada orang lain. Firman Allah SWT. AuDan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia . arena sombon. dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diriAy (QS. Luqman: . AuDan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan berlagak sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi, dan engkau tidak akan menyamai setinggi gunung-gunungAy (QS. Al-Isra: . Dalam ayat lain disebutkan. AuSesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai pada mereka, tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah . einginan aka. kesombongan yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha MelihatAy (QS. Ghafir: . AuOrang-orang yang bersikap sombong di muka bumi tanpa alasan yang benar, mereka akan Aku palingkan dari kebenaran sehingga mereka tidak dapat memahami bukti-bukti kekuasaan-Ku. Sekalipun orang-orang yang sombong itu menyaksikan bukti-bukti kekuasaan-Ku, mereka tetap tidak mau Jika mereka melihat jalan sesat justru mereka mau mengikutinya. Begitulah karakter orang-orang yang sombong, mereka telah mendustakan agama Kami, dan mereka telah melalaikan bukti-bukti kekuasaan KamiAy (QS. Al-AAoraf: . AuA Demikianlah Allah telah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenangAy (QS. Al-Mukmin: . AuDan . ketika Kami berfirman kepada para malaikat: AuSujudlah kamu kepada Adam. Aumaka sujudlah mereka kecuali Iblis, dia enggan dan berlaku sombong, maka dia termasuk golongan orang-orang yang kafirAy (QS. Al-Baqarah: . Sabda Nabi Muhammad SAW. AuSombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusiaAy (HR. Musli. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Shofwan dkk. Analisis Karakter Resi Durna dalam Pandangan Al-Quran dan Al-Hadist Dalam sabda Rasulullah SAW lainnya disebutkan. AuCukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika dia menghina saudaranya sesama muslimAy (HR. Musli. Rasulullah SAW bersabda. AuAda tiga golongan orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak disucikan oleh-Nya, dan baginya adzab yang pedih, . orang yang sudah tua berzina, penguasa pendusta, dan orang miskin yang sombongAy (HR. Musli. Sabda Nabi Muhammad SAW lainnya. AuPara penghuni neraka adalah orang-orang yang keras kepala, kasar lagi sombongAy (HR. Bukhari dan Musli. Berdasarkan perspektif Al-Quran dan Al-Hadist di atas, orang sombong dibenci Allah SWT dan rasul-Nya, dia akan diabaikan oleh Allah SWT, menjadi makhluk yang hina, hatinya tertutup dari petunjuk, dia menjadi pengikut Iblis, dan menjadi penghuni neraka. Dari sini, jelas-jelas Islam melarang sikap sombong, congkak, tinggi hati, dan semacamnya. Kedua, bengis, berbuat aniaya dan kejam. Resi Durna memiliki karakter Kata bengis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki beberapa arti, yaitu: bersifat keras tanpa belas kasihan kepada manusia atau suka berbuat aniaya. menyebabkan penderitaan . yang berat. dan tajam serta pedas dalam perkataan. Firman Allah SWT. AuSesungguhnya kesalahan hanya ada pada orangorang yang berbuat aniaya kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa mengindahkan kebenaran. Mereka itu bakal merasakan adzab yang amat pedihAy (QS. As-Syura: . AuJanganlah kalian mengira bahwa Allah lengah terhadap apa yang dilakukan orang-orang yang berbuat aniaya, sesungguhnya Allah hanya menangguhkan siksaan atas mereka hingga tibanya hari yang pada waktu itu mata-mata mereka terbelalak, saat itu mereka datang tergesa-gesa dengan mengangkat kepala mereka, sementara mata mereka tidak berkedip dan hati mereka kosongAy (QS. Ibrahim: . Sebagian firman Allah SWT menyatakan. AuKelak orang-orang dzalim itu akan tahu bahwa mereka akan dikembalikanAy (QS. Ash-SyuAoara: . Sabda Nabi Muhammad SAW. AuPerbuatan aniaya akan berubah menjadi kegelapan pada hari kiamat nantiAy (HR. Bukhari. Muslim. Turmudzi, dan Ahma. Ungkapan Rasulullah SAW lainnya. AuPimpinan mana saja yang dimintai mengurus rakyat, sementara dia menipu . erbuat aniay. pada rakyatnya, maka kelak dia dimasukkan ke dalam nerakaAy (HR. Ahma. Sabda Rasulullah SAW. AuTidaklah sepuluh orang penguasa melainkan mereka akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan tangan mereka dibelenggu ke lehernya. Boleh jadi keadilan mereka . i duni. membebaskan diri mereka. Dan boleh jadi pula perbuatan aniaya mereka . i duni. menjadikan mereka tetap dalam keadaan seperti ituAy (HR. Ahma. Doa Rasulullah SAW terhadap orang yang berbuat aniaya lagi bengis. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Shofwan dkk. Analisis Karakter Resi Durna dalam Pandangan Al-Quran dan Al-Hadist AuYa Allah, barangsiapa yang mengelola urusan apapun dari urusan umat ini, lalu dia bersikap lembut maka perlakukan dia dengan kelembutan. Tetapi. Ya Allah jika dia bersikap membebani umat, maka bebanilah diaAy (HR. Muslim dan Ahma. Nabi Muhammad SAW juga mengancam pada orang yang berbuat aniaya lagi bengis. AuBarangsiapa yang mengurusi satu urusan kaum muslim, lalu dia tidak memenuhi kebutuhan hajat dan keperluan mereka, maka Allah pun tidak akan memenuhi kebutuhan hajat dan keperluannya di akhiratAy (HR. Abu Daud. Hakim, dan Tabran. Rasulullah SAW bersabda. AuAda dua golongan manusia dari kalangan umatku yang tidak pernah mendapatkan pertolongan. ku, yakni penguasa yang berbuat aniaya yang menipu rakyatnya dan berlebih-lebihan dalam agamaAy (Al-Hadis. AuManusia yang akan mendapatkan adzab paling pedih pada hari kiamat adalah pemimpin yang berbuat aniayaAy (Al-Hadis. Dalam riwayat lain disebutkan. AuAkan ada penguasa yang rusak dan berbuat aniaya, barangsiapa yang membiarkan kedustaan mereka dan membantu perbuatan aniaya mereka, dia bukanlah golonganku dan akupun bukan termasuk golongan diaAy (HR. Nasai dan Ahma. Demikianlah larangan perilaku bengis, berbuat aniaya, dan kejam dalam perspektif Al-Quran dan Al-Hadist yang bisa mengakibatkan beberapa hal sebagaimana berikut, antara lain: mendapatkan adzab yang besar dari Allah SWT. mendapatkan laknat dari Allah SWT dan dijauhkan dari kenikmatan dunia maupun akhirat. mendapatkan ancaman dari orang yang dianiaya dan doa orang dianiaya itu dikabulkan Allah SWT. mendapatkan kerugian kelak di hari kiamat. dan mendapatkan bencana dan malapetaka dari Allah SWT. Ketiga, banyak bicara. Resi Durna memiliki karakter banyak bicara. Banyak bicara merupakan perilaku yang harus dihindari dalam ajaran agama Islam. Shofwan dan Rohman . menyatakan bahwa dalam tata krama berbicara tidak boleh menyakitkan orang lain. Nabi Muhammad SAW bersabda. AuBarangsiapa yang banyak bicaranya niscaya akan banyak salahnya, dan barangsiapa yang banyak salahnya niscaya akan banyak dosanya, dan barangsiapa yang banyak dosanya niscaya lebih pantas masuk nerakaAy (HR. Thabran. Firman Allah SWT. AuDan orang-orang yang dari . erbuatan dan perkataa. yang tiada gunaAy (QS. Al-Mukminun: . Maksudnya adalah orang yang beriman harus menghindari banyak bicara atau perkataan yang tiada guna, tidak ada muatan kebaikan dan kegunaan sama sekali. Sebab banyaknya perkataan dan perbuatan yang tiada guna justru akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Oleh karena itu. Islam mengajarkan berbicara seperlunya saja. Sabda Nabi Muhammad SAW kepada Muadz bin Jabal dalam akhir hadist yang sangat panjang. AuMaukah engkau aku kabarkan dengan sesuatu yang menjadi kunci itu semuaAy. Aku menjawab. AuYa, wahai Nabi AllahAy. Lalu beliau memegang lisannya dan bersabda. AuTahanlah . -mu iniAy. Aku Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Shofwan dkk. Analisis Karakter Resi Durna dalam Pandangan Al-Quran dan Al-Hadist bertanya. AuWahai Nabi Allah, . sungguh kita akan diadzab karena perkataan yang kita ucapkan?Ay. Beliau menjawab. Au(Celakalah kalia. , ibumu kehilanganmu wahai Muadz!. Tidaklah manusia disingkirkan ke dalam neraka di atas muka atau hidung mereka, melainkan karena hasil ucapan lisan merekaAy (HR. Turmudz. Dalam riwayat lainnya. Rasulullah SAW bersabda. AuYang disebut dengan orang muslim sejati adalah orang muslim lainnya selamat dari lisannya dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh AllahAy (HR. Bukhar. Rasulullah SAW bersabda. AuJanganlah kalian banyak bicara tanpa mengingat kepada Allah, karena banyak bicara tanpa mengingat kepada Allah membuat hati menjadi keras, dan orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati kerasAy (HR. Turmudz. Selain itu. Nabi Muhammad melarang menguburkan anak perempuan hidup-hidup, durhaka kepada ibu, tidak memberi tapi mau menerima, banyak bicara, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan hartaAy (HR. Ad-Darim. Rasulullah SAW berkata. AuAllah meridhai kalian karena tiga perkara dan membenci dari kalian tiga perkara. Meridhai kalian jika: kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kalian berpegang teguh terhadap tali agama Allah secara bersama-sama dan saling menasehati terhadap orang yang Allah beri perwalian urusan kalian. Membenci kalian jika: banyak bicara, menyia-nyiakan harta dan banyak bertanyaAy (HR. Mali. Demikianlah bahwa Al-Quran dan Al-Hadist melarang perilaku banyak Sebab orang yang banyak bicara hal tak penting, maka dia akan terjerumus dalam keburukan. Sebab pada saat banyak bicara biasanya akan muncul pamer, sombong, mengunggulkan dirinya sendiri. Bahkan bisa jadi dia tidak sengaja membicarakan atau menggunjing orang lain. Kadang orang yang banyak bicara itu seringkali membesar-besarkan masalah, mengeluh, dan Keempat, memendam dendam di dadanya. Resi Durna memiliki karakter yang selalu memendam dendam di dadanya, sehingga dalam dirinya selalu berkecamuk amarah. Shofwan dan Nurseto . mengatakan bahwa dendam . adalah menyembunyikan kejahatan dan keinginan kuat untuk mengganggu mereka yang menjadi sasaran. Penyebab sifat dendam . adalah amarah dan diikuti delapan perkara yang diharamkan sebagaimana berikut, antara lain: . kedengkian orang yang menjadi sasaran dendam. kegembiraan atas usaha yang . memutuskan hubungan meskipun dia bersimpati. berpaling dan meremehkan. berkata keji tentang mereka. menebar rahasia mereka dan meniru mereka dengan maksud mengehek. mengganggu mereka dengan sesuatu yang menyakiti badannya. mencegah haknya (Shofwan dan Nurseto, 2. Al-Quran melarang umatnya untuk menjadi pendendam. Justru AlAl-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Shofwan dkk. Analisis Karakter Resi Durna dalam Pandangan Al-Quran dan Al-Hadist Quran memerintah umatnya agar menjadi orang yang sabar, bukan orang Firman Allah SWT. AuHai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orangorang yang sabarAy (QS. Al-Baqarah: . Nabi Muhammad SAW bersabda. AuOrang yang paling dibenci Allah adalah orang yang menaruh dendam kesumatAy (HR. Musli. Sabda Rasulullah SAW. AuJanganlah kamu saling bermarah-marahan, jangan saling dengki, dan jangan saling acuh tak acuh sama lain. Tetapi, jadilah kamu semua bersaudara. Islam melarang umatnya saling bermusuhan lebih dari tiga hariAy (HR. Bukhari Musli. Demikian itulah larangan Islam tentang perilaku dendam yang bisa menyebabkan beberapa hal sebagaimana berikut, antara lain: dendam mengakibatkan amarah yang berlebihan. dendam dapat memutuskan orang yang memendam dendam akan kehilangan iman atau memiliki iman yang lemah. orang yang dendam akan jauh dari kasih sayang Allah SWT. dan orang yang memendam dendam dekat sekali dengan KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, maka penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagaimana berikut. Pertama. Resi Durna merupakan tokoh antagonis yang memiliki beberapa karakter berikut, antara lain: congkak, tinggi hati, sombong, bengis, banyak bicara, dan hidup dengan memendam dendam di dadanya. Namun demikian, dia merupakan sosok yang memiliki kecakapan, kecerdikan, kepandaian, kesaktian, dan mahir dalam siasat perang. Kedua, karakter Resi Durna dianalisis dengan perspektif Al-Quran dan Al-Hadist dapat diringkas sebagaimana berikut: congkak, tinggi hati, dan sombong signifikan dengan isi kandungan QS. Luqman ayat 18. QS. Al-Isra ayat 37. QS. Ghafir ayat 56. QS. Al-AAoraf: 146. QS. Al-Mukmin ayat 35. QS. AlBaqarah ayat 34, dan HR. Bukhari Muslim. bengis, berbuat aniaya dan kejam signifikan dengan isi kandungan QS. As-Syura ayat 42. QS. Ibrahim ayat 42. QS. Ash-SyuAoara ayat 227. HR. Bukhari. Muslim. Turmudzi. Ahmad. Abu Daud. Hakim. Tabrani, dan Nasai. banyak bicara signifikan dengan isi kandungan QS. Al-Mukminun ayat 3. HR. Thabrani. HR. Turmudzi. HR. Bukhari. HR. AdDarimi, dan HR. Malik. memendam dendam di dadanya signifikan dengan perintah Allah agar seseorang sabar dalam QS. Al-Baqarah ayat 53, dan isi kandungan HR. Bukhari Muslim. DAFTAR PUSTAKA