JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 7 No 1 Februari 2020 USULAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI BRIKET DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA STUDI KASUS PADA CV DANAGUNG Dewa Saputra Anugrah Lukita1. Ari Zaqi Al-Faritsy2 Jurusan Teknik Industri. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Teknologi Yogyakarta Jl. Glagahsari No. Warungboto. Umbulharjo. DIY 55164 dewasaputra072@gmail. ABSTRAK CV. Danagung adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di pembuatan briket arang dengan bahan baku tempurung kelapa. Pada bulan Januari 2019 terdapat satu buyer pemesanan briket arang dengan jenis Cube . ,5 x 2,. sebanyak 26 ton. Permasalahan yaitu produk cacat retak sebanyak 460 Kg . 120 uni. dengan persentase cacat sebesar 2% serta terdapat pemborosan aktivitas produksi di penjemuran manual, dan adanya pengulangan aktivitas yang terjadi pada saat memasukan arang briket ke dalam karung. Berdasarkan hasil penelitian penyebab terjadinya cacat retak briket Cube adalah tempurung mentah, dan bau tir, cetakan tidak tepat dan terdapat cela sehingga tidak sejajar, fan belt yang longgar, scruw aus, dice di mesin ulenan rusak dan pemborosan aktivitas produksi di penjemuran manual dan pengulangan aktivitas. Usulan perbaikan cacat produk yakni melakukan pengecekan bahan baku, cetakan harus dipresisikan dengan dinding cetakan, fan belt dilakukan pengecekan, pergantian dan pengaturan ulang, scruw aus diratakan dengan proses las pada dinding tabung, dan dice di mesin ulenan dilakukan proses las dengan sudut menyesuaikan scruw. Usulan aktvitas yakni menghilangkan penjemuran manual serta menggabungkan stasiun timbangan dan packaging. Future value stream mapping dengan waktu siklus selama 62. 68 jam dan lead time selama 0. 1419 jam. Kata kunci: Briket. Cube. Future Value Stream Mapping. Lean Six Sigma ABSTRACT CV. Danagung is a charcoal briquette manufacturing company with raw materials for coconut shell. In January 2019 there was one buyer ordering 26 tons of charcoal briquettes with a type of Cube . The briquette charcoal production problems are 460 kg . ,120 unit. cracked defects with a percentage of defects of 2% and there is a waste of production activity in manual drying, and there is a repetition of activities that occur when inserting charcoal briquettes into the sack. Based on the results of research into the causes of defects crack Cube briquettes are raw shell, and the smell of tir, imprecise molds and blemishes so that they are not aligned, loose fan belts, worn scuffs, dice in broken machine pieces and waste of production activity in manual drying and repetition of activities. Proposed improvement of product defects that is checking the raw material, the mold must be fixed with the mold wall, the fan belt is checked, replaced and rearranged, the scruw wear is flattened by the welding process on the tube wall, and the dice is done in the welding machine welding process with the angle adjusting scruw. Proposed activities namely eliminating manual drying and combining weighing and packaging stations. Future value stream mapping with cycle time of 62. 68 hours and lead time of 0. 1419 hours. Keyword : Charcoa. Cube. Future Value Stream Mapping. Lean Six Sigma DOI: https://dx. org/10. 24853/jisi. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Pendahuluan CV Danagung adalah perusahaan manufaktur berada di Pleret. Bantul yang bergerak di bidang pembuatan briket arang dengan menggunakan bahan baku tempurung Bentuk briket yang dihasilkan oleh CV Danagung disesuaikan dengan pesanan seperti Cube. Hexagonal . esuai pesanan Penelitian berfokus pada bentuk produk Cube dikarenakan produk yang paling rutin diproduksi dan menjadi produk Pada CV Danagung masih menemukan permasalahan dengan tingkat kesepakatan pemesanan briket pada bulan Januari 2019 sebanyak 26 ton. Kemudian terdapat defect tingkat kecacatan produk briket yang retak dengan jenis Cube sebanyak 460 Kg atau 33. 120 unit sehingga persentase produk cacat sebesar 2% sehingga membuat proses produksi yang kurang baik seperti pada pembuatan briket Cube. Selain defect terdapat waste yang ditemukan yakni waiting, pada proses pembuatan briket Cube mengalami waktu tunggu selama 4 jam yakni pada proses saat penjemuran manual pada proses ini briket dilakukan pematangan dengan cara manual yakni dijemur dengan cahaya matahari untuk mengurangi kadar air sehingga membuat aktivitas pemborosan terjadi 2 kali dalam proses pematangan. Selanjutnya pada transportation setelah adonan matang dari mesin oven briket dimasukan ke dalam karung per 25 kg untuk dipindahkan ke stasiun timbangan. Setelah dilakukan penimbangan, briket dimasukan kembali ke dalam karung per 25 kg untuk di packaging sehingga terjadinya pengulangan aktivitas. Penelitian Al faritsy dan suseno . yang berjudul Peningkatan Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Six Sigma. Lean Dan Kaizen. Berpendapat bahwa Produktivitas kerja awal rangkaian rangka sebesar 1,56 sigma, setelah perbaikan menjadi 1,99 sigma. Pada peta proses operasi dengan waktu Transportasi 37,5 menit dan waktu delay 305 menit. Pada peta kerja usulan dihasilkan waktu transportasi 16,25 menit dan waktu delay 70 menit. Pada CVSM waktu siklus 4,71 jam dan lead time 38,86 jam dengan total WIP 299 unit. Pada FVSM waktu siklus 4,399 jam, dan lead time 30,01 jam dengan total WIP 198 unit. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Volume 7 No 1 Februari 2020 meminimasi cacat produksi briket Cube di CV Danagung, dan mempersingkat waktu produksi di CV Danagung. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di CV Danagung Terletak di daerah Pleret. Kabupaten Bantul. Yogyakarta. Data yang diambil ada dua jenis yaitu data primer yang terdiri dari data waktu proses mesin, data waste, data penyebab terjadinya waste. Sedangkan data yang kedua adalah data sekunder yaitu proses produksi, data cacat, data produk cube. Data yang dikumpulkan selanjutnya di olah dengan menggunakan tools lean six sigma untuk menghasilkan usulan pengurangan waste berupa cacat produk dan lead time produksi. Tahapan penelitian menggunakan tahapan DMAIC merupakan tahapan pada metode six sigma yang ditunjukan pada Hasil dan Pembahasan Adapun hasil dan Pembahasan penelitian ini menggunakan DMAIC sebagai berikut: Tahap Define Project statement Ada beberapa komponen dalam melaksanakan suatu pernyataan proyek yaitu sebagai berikut: Business Case (Masalah Perusahaa. Berdasarkan data jumlah permintaan produk, produk yang cukup banyak diminta pelanggan kepada perusahaan adalah briket Cube . ,5 x 2,. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Project Timeline (Batas Waktu Proye. Batas waktu pengerjaan penelitian ini berlangsung pada satu buyer di bulan Januari 2019. Diagram SIPOC Diagram SIPOC menggambarkan informasi mengenai Supplier. Input. Process. Output dan Cutomer yang terlibat dalam proses produksi briket Cube . ,5 x 2,. Diagram SIPOC disajikan pada Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Problem Statement (Pernyataan Masala. Pada saat dilakukan produksi 26 ton . 000 K. 000 unit kemudian ketika dikeluarkan dari mesin oven briket menjadi retak sebesar 460 Kg atau 33. 120 unit. Serta mengalami waktu tunggu pada pada saat penjemuran manual, proses pematangan dengan cara dijemur dengan cahaya matahari untuk mengurangi kadar air. Selanjutnya setelah matang dari mesin oven briket dimasukan ke karung per 25 kg untuk ditimbang. Setelah ditimbang, briket dimasukan kembali ke karung per 25 kg untuk di packaging sehingga terjadinya pengulangan aktivitas. Project Scope (Ruang Lingkup Proye. Ruang penyelesaian masalah perusahaan adalah produk briket Cube . ,5 x 2,. Goal Statement (Pernyataan Tujua. Untuk meminimasi cacat produksi briket Cube dan mempersingkat waktu produksi CV Danagung menggunakan pendekatan Lean Six Sigma dengan metode DMAIC Gambar 2. Diagram SIPOC (Sumber: Pengolahan Data, 2. Tahap Measure Kegiatan proses produksi produk briket Cube dibagi menjadi tiga bagian yaitu Value added (VA). NonValue Added (NVA) dan Necesarry Non Value Added (NNVA). Perbandingan kegiatan tersebut disajikan pada Tabel 1. Rekapitulasi Jenis Kegiatan Jenis Jumlah . Waktu Aktivitas (Ja. NVA NNVA (Sumber: Pengolahan Data, 2. Dari hasil rekapitulasi jenis kegiatan terdapat jenis aktivitas VA dengan jumlah 16 aktivitas . ahan baku masuk, pemisahan abu yang kasar, melakukan penghalusan, memasukan bahan penunjang, pencampuran bahan utama dan dimasukan ke wadah, menunggu adonan, pemindahan ke stasiun cetak, pencetakn bentuk persegi panjang, pemotongan bentuk cube, briket dimasukan ke anjang, pematangan di mesin oven, menunggu suhu normal, penimbangan, melakukan packaging dan masuk JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI ke gudang jad. , aktivitas NVA dengan jumlah 3 aktivitas . elakukan penjemuran manual, dimasukan ke dalam karung dari stasiun oven dan memasukan briket ke karung dari stasiun timbanga. dan aktivitas NNVA dengan jumlah 15 aktivitas . elakukan inspeksi, pemindahan bahan baku, pemindahan ke stasiun penggiling, penimbangan tempurung kelapa, pemindahan ke stasiun mixing, ulenan, cetak, cutting, ke inspeksi, briket jelek, ke troli, penjemuran manual, oven, timbangan, packagin. Penentuan CTQ Dari hasil pengumpulan data dan wawancara terhadap pihak kepala bagian produksi, hanya terdapat satu jenis cacat yaitu retak yang dianggap paling potensial menyebabkan terjadinya kegagalan produk briket Cube. CTQ produk briket Cube disajikan pada tabel 2. Tabel 2. Critical to Quality Retak Gambar Jenis Cacat Retak, pada bentuk briket Cube yang retak dengan jarak panjang 22 mm, lebar dan 5 mm kedalam 13 mm. (Sumber: CV Danagung, 2. Perhitungan DPMO Melakukan perhitungan Defect Per Milion Opportunities (DPMO) dan mengonversikan hasil perhitungan dengan tabel Six Sigma untuk mendapatkan hasil sigma. Kinerja sigma saat ini produksi briket cube disajikan pada tabel 3. Current value stream mapping . Current Value stream mapping merupakan tools yang digunakan dalam metode Lean untuk mengindentifikasi pemborosan dalam proses produksi briket Cube. CVSM produksi briket saat ini disajikan dalam gambar 3. Hasil dari CVSM adalah berdasarkan pesanan briket Cube sebesar 26 ton dengan produksi bahan baku sebesar 1. 5 ton per hari menghasilkan cycle time sebesar 66. 73 jam dan lead time sebesar 0. 1672 jam. Tahap Analyze Analisis current value stream mapping . pada proses produksi briket Cube di CV Danagung khususnya pada proses produksi terdapat aktivitas non value added, sebagai Penjemuran manual, pada proses ini briket melakukan pematangan dengan 2 kali Proses Volume 7 No 1 Februari 2020 pematangan adonan briket dengan cara dijemur dibawah matahari yang bertujuan untuk mengurangi kadar air dari adonan, digabungkan dengan proses pematangan di mesin oven. Dikarenakan tujuan pada proses ini adalah sama yakni untuk mengurangi kadar air dan pematangan briket. Tabel 3. Perhitungan DPMO Total RataRata Waktu (Tg. 7/1/2019 8/1/2019 9/1/2019 10/1/2019 11/1/2019 12/1/2019 14/1/2019 15/1/2019 16/1/2019 17/1/2019 18/1/2019 19/1/2019 21/1/2019 22/1/2019 23/1/2019 24/1/2019 Produksi Briket Cube (Uni. Jenis Cacat (Uni. DPU Hasil DPMO Nilai Six Sigma (Sumber: CV Danagung, 2. Memasukan briket ke karung, setelah adonan matang dari mesin oven, briket dimasukan ke dalam karung per 25 kg. Dilakukan timbangan dengan cara penimbangan yaitu briket diambil per 5 unit briket untuk menentukan kadar air sebesar 68-70 gr. Setelah ditimbang briket dimasukan ke karung per 25 kg untuk dipindahkan ke stasiun packaging. Proses memasukan briket ke karung memakan waktu sekitar 5 menit dan pemindahan ke stasiun packaging sebesar 0,5 menit. Proses ini termasuk pemborosan sebaiknya setelah pematangan dari mesin oven langsung dilakukan Ketika selesai ditimbang langsung dipindahkan ke stasiun packaging untuk dilakukan pengemasan secara Sebab akibat Diagram sebab akibat (Fishbone Diagra. digunakan untuk menyelidiki akibat-akibat yang buruk dari suatu masalah untuk dicari solusinya. Fishbone terjadinya cacat retak produk briket Cube disajikan pada gambar 4. Berdasarkan sebab akibat dapat diketahui bahwa untuk jenis cacat Retak pada briket Cube memiliki penyebab terjadinya kecacatan Cube yang disebabkan oleh faktor Material (Tempurung mentah, dan Bau ti. Manusia JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi (Mendorong cetakan briket tidak tepat, terdapat cela sehingga ketika operator mendorong adonan briket tidak sejaja. Mesin (Fan belt. Scruw aus pada mesin ulenan, dan Dice di mesin ulenan rusa. Adanya tindakan perbaikan pada faktor material, dilakukan pengecekan bahan baku sebelum masuk ke dalam gudang, faktor manusia, cetakan harus dipresisikan dengan dinding cetakan sehingga produk yang dibuat memadat, mesin ulenan, (Fan bel. , dilakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap mesin, rantai putus diganti dengan yang baru, kemudian dilakukan pengaturan ulang jika kendor pada roda gear di fan belt dengan cara dikasih roda kecil bisa diatur untuk naik turunnya, (Scruw au. , dilakukan pengecekan 1x dalam seminggu ketika selesai produksi, dilakukan perbaikan dengan cara diratakan atau ditambal dengan proses las pada dinding tabung selama 1 hari (Dice rusa. , dilakukan proses diperkecilkan sesuai dengan Scruw. Gambar 4. Diagram Sebab Akibat (Sumber: CV Danagung, 2. Tahap Improve Future value stream mapping . Future Value Stream Mapping (FVSM) adalah untuk menyoroti sumber limbah . dan menghilangkannya dengan penerapan future value stream mapping. Dimana FVSM merupakan peningkatan proses produksi briket Cube yang disajikan pada gambar 5. Future Value Stream Mapping (FVSM) dapat dilakukan analisis dengan menghilangkan non value added yang ada pada proses produksi briket sehingga pesanan briket Cube sebesar 26 ton dengan produksi bahan baku sebesar 1,5 ton per hari menghasilkan cycle time sebesar 62,68 jam dan lead time sebesar 0,1419 jam. P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X 5W 1H Uraian dari 5W 1H dalam mencari solusi produk briket cube dengan cacat retak sebagai Apa (WHAT) : briket cacat retak. Mengapa (WHY) : retak diakibatkan faktor . Material . Tempurung mentah : menyebabkan produk yang tidak bagus. Bau tir : menyebabkan ketika dilakukan pengujian pembakaran warna abu coklat, dan keluar asap. Manusia : mendorong cetakan tidak tepat : terdapat cela atau kelonggran disamping mendorong adonan briket tidak sejajar. Mesin Ulenan . Fan Belt yang longgar : terdengar bunyi Fan mengeluarkan suara yang bising ketika komponen tersebut mengalami selip terhadap puli yang disebabkan karena tali yang sudah kendur, komponen yang mengalami aus, pecah-pecah, atau bahkan kotor. Scruw Aus : terjadi di dinding tabung pada Scruw ulenan yang menipis jadi adanya jarak antara dinding tabung sama Scruw sehingga adonan briket tidak memadat dengan sempurna. Dice rusak : terjadinya kerusakan di ujung dice ketika proses produksi sehingga menimbulkan kecacatan retak. Bagaimana (HOW) : Bagaimana yang harus dilakukan untuk mengurangi cacat retak . Material : dilakukan pengecekan sebelum bahan baku masuk ke dalam . Manusia : cetakan dipresisikan dengan dinding cetakan sehingga produk bagus . esuai pesana. Mesin Ulenan . Fan Belt yang longgar : dilakukan terhadap mesin, diganti dengan yang baru, kemudian dilakukan pengaturan ulang pada roda gear di fan belt. Scruw Aus Scruw, dilakukan perbaikan dengan cara di JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI las dan diratakan atau ditambal pada dinding tabung . Dice rusak : dilakukan pengelasan kembali dengan sudutnya . diperkecilkan sesuai dengan bentuk Scruw. Dimana (WHERE) : di mesin oven Kapan (WHEN) : pada saat briket dikeluarkan dari mesin oven. Siapa (WHO) : operator yang terlibat di Tahap Control Layout usulan tata letak pabrik Berdasarkan usulan Future Value Stream Mapping (FVSM) pada proses produksi briket di CV Danagung yakni perbaikan pada proses penjemuran manual dan penggabungan stasiun pada aktivitas timbangan dan packaging. Maka ada perubahan tata letak yang disajikan pada gambar 6. Kesimpulan Berdasarkan hasil dari proses pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan adalah Dari pengamatan yang dilakukan, terdapat satu jenis cacat yang dominan terjadi pada proses produksi briket arang dengan bentuk Cube . ,5 x 2,5 di CV Danagung, yaitu cacat Volume 7 No 1 Februari 2020 Adapaun usulan perbaikan yakni, perbaikan dilakukan pengecekan bahan baku, cetakan harus dipresisikan dengan dinding cetakan sehingga produk memadat, dilakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap mesin fan belt, rantai putus diganti dengan yang baru, pengaturan ulang jika kendor pada roda gear di fan belt dengan cara dikasih roda kecil bisa diatur untuk naik turunnya, dilakukan pengecekan 1x dalam seminggu ketika selesai produksi pada scruw aus, dilakukan perbaikan dengan cara diratakan atau ditambal dengan proses las pada dinding tabung selama 1 hari pengerjaan, dilakukan proses pengelasan kembali dengan sudutnya diperkecilkan sesuai dengan Scruw. Pada waste Waiting menghapus proses penjemuran manual dan Transportation timbangan dan packaging untuk mengurangi pengulangan aktivitas. Pada Future Value Stream Mapping (FVSM) memiliki waktu siklus selama 62. 68 jam, dan lead time selama 0. 1419 jam. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Gambar 3. Current Value Stream Mapping (CVSM) (Sumber: CV Danagung, 2. Gambar 5. Future Value Stream Mapping (FVSM) (Sumber: CV Danagung, 2. Gambar 6. Layout Usulan Tata Letak Pabrik (Sumber: CV Danagung, 2. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Daftar Pustaka Alfaritsy. A & Suseno . AuPeningkatan Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Six Sigma. Lean Dan KaizenAy. Jurnal Teknik Industri. Vol. 10, no. Mei 2015. Supriyanto. AuProses Pembuatan Tow dengan Pendekatan Six SigmaAy. Jurnal Teknologi Industri. Vol. , pp. Volume 7 No 1 Februari 2020 Gaspersz V . AuContinuous Cost Reduction Through Lean-Sigma Approach Ae Strategi Dramatik Reduksi Biaya dan Pemborosan Menggunakan Pendekatan Lean-SigmaAy. Jakarta: PT Gramedia Pustaka