Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 2 Juli 2024 Hal 01-08 e-ISSN: 2809-8234. p-ISSN : 2809-8374 Received 26 September 2024 / Revised 21 Juni 2024 / Accepted 03 Juli 2024 Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan https://jurnal. id/index. php/MAHSEER EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indic. TERHADAP INFEKSI BAKTERI VIBRIO ALGINOLYTICUS PADA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei. Boone 1. [The Effectiveness Of Mimba Leaf Extract (Azadirachta indic. Against Vibrio Alginolyticus Bacterial Infection In Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei. Boone 1. ] Wildayani1. Agus Putra AS1A Program Studi Akuakultur. Fakultas Pertanian. Universitas Samudra. Jl. Prof. Syarief Thayeb. Langsa. Aceh, 24416 E-mail: agus. samad@gmail. ABSTRAK Penyakit merupakan permasalahan utama dalam upaya meningkatkan produksi budidaya. Salah satu jenis penyakit yang sering menginfeksi udang yaitu bakteri Vibrio. Selama ini, pencegahan terhadap serangan bakteri dilakukan melalui pemberian antibiotik dan bahan kimia. Penggunaan antibiotik secara berkelanjutan dapat menimbulkan kekebalan bakteri terhadap obat-obatan tersebut dan dapat menimbulkan racun yang bersifat endapan dalam tubuh ikan. Untuk menghasilkan produk tanpa racun, maka dilakukan penggunaan bahan-bahan alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas ekstrak daun mimba dalam mengobati infeksi bakteri Vibrio alginolyticus pada udang vannamei dan untuk menemukan dosis yang tepat dalam mengobati infeksi bakteri Vibrio alginolitycus pada udang vannamei. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari 2022 bertempat di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian. Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan, yaitu: tanpa perendaman ekstrak daun mimba (PEM. = Kontrol . %), perendaman ekstrak 0,5% (PEM. , perendaman ekstrak 1,5% (PEM. , dan perendaman ekstrak 2,5% (PEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun mimba berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup udang vannamei yang terinfeksi bakteri Vibrio Tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuaan PEM3 . kstrak daun mimba 2,5%) dengan persentase 18,33%. Kata kunci: bakteri. esktrak daun mimba. udang vannamei. Vibrio alginolitycus ABSTRACT Disease is among a major problem in improving the aquaculture production. One of the diseases that often infects shrimp is Vibrio bacteria. Nowadays, antibiotics and chemicals often used to prevent the bacterial attack. However, antibiotics can cause bacterial resistance and can cause toxins that are deposited in the fish's body. Therefore, to produce a non-toxic fish product, natural ingredients are used. The purpose of this study was to analyse the effectiveness of mimba leaf extract in treating bacterial infection Vibrio alginolyticus in Vannamei and to find the suitable dosage to treat bacterial infection in Vannamei. This research has been conducted in February 2022 at Fish Quarantine Station Controlling. Quality and Safety of Fishery Products. Banda Aceh. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications, which are: without immersion of Mimba leaf extract (PEM. = Control . %), immersion of extract 0. 5% (PEM. , immersion extract 1. 5% (PEM. , and immersion 5% (PEM. The results showed that the use of mimba leaf extract affected the survival rate of Wildayani, et al. Efektifitas ekstrak daun mimba(Azadirachta indic. Terhadap Infeksi Bakteri Vibrio Alginolyticus Pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei. Boone 1. vannamei (Litopenaeus vanname. infected with Vibrio algynolyticus bacteria. The best survival rate was found in PEM3, . 5% mimba leaf extrac. with a percentage of 18. Key words: Bacteria, mimba leaf extract, vannamei shrimp. Vibrio alginolitycus PENDAHULUAN Budidaya perikanan dipercayai sebagai salah satu penyedia sumber protein bagi Saat ini, teknologi budidaya intensif telah diaplikasikan di berbagai negara (Putra et al, 2. Namun, dalam budidaya intensif biasanya organisme air dipelihara dengan padat tebar yang tinggi, sehingga sangat rentan terhadap timbulnya penyakit (Samad et al, 2. Penyakit merupakan kendala utama dalam usaha budidaya karena dapat menimbulkan kematian (Samad et al, 2020. Agus et al, 2. Salah satu penyakit yang sering menyerang udang adalah bakteri vibrio (Asplund, 2013. Samad et al, 2. Vibrio alginoliticus merupakan bakteri pathogen yang umum ada di lingkungan perairan dan berkembang dari sifat saprofitik menjadi pathogenik apabila kondisi lingkungan buruk (Sahabudin, 2015. Hikmayani et al, 2. Upaya serangan bakteri sering dilakukan dengan pemberian antibiotik dan kemoterapi. Akan tetapi, pemberian secara berkelanjutan dapat efek resistensi dan tidak ramah lingkungan (Sagdic dan Ozcan, 2003. Sabir et al, 2011. Parasuraman et al, 2. Oleh karena itu, salah satu metode pengendalian bakteri yang paling menjanjikan adalah dengan aplikasi bahan herbal yang diyakini dapat berkontribusi dalam menghadapi serangan patogen dan meningkatkan nafsu makan untuk mempercepat pemulihan dari Beberapa bahan herbal yang telah diselidiki aktivitas anti bakteri adalah: Nyctanthes arbortristis (Kirubakaran et al. Astragalus radix dan Ganoderma lucidum (Yin et al, 2. Allium sativum (Sahu et al, 2. Dalam penelitian ini, telah diuji Mimba (Azadirachta indic. sebagai anti bakteri untuk mencegah gangguan vibrio. Mimba (Family: Meliacea. berasal dari wilayah Indomalaysian dan banyak dibudidayakan dan dinaturalisasi di luar daerah asalnya. Tumbuhan ini terdiri atas dua spesies yaitu: A. excelsa dan A. Indica (Mabberley. Susmitha et al, 2. Selain itu, daun mimba umumnya digunakan sebagai bahan baku pestisida dan antiseptik (Ardiansyah et al, 2002. Susila, 2017. Kurniati et al, 2. Studi terbaru menunjukkan bahwa mimba memiliki kandungan alkaloid, steroid, saponin, tanin dan flavonoid (Afrita, 2010. Hashmat et al. Meskipun banyak percobaan telah dilakukan untuk mengetahui komposisi pada daun, bunga dan biji mimba, namun khasiat tumbuhan ini dalam budidaya organisme air masih tidak diketahui. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mimba terhadap serangan Vibrio alginoliticus pada udang vannamei (Litopenaeus Metode Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari 2022 bertempat di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian. Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM). Banda Aceh. Metode Penelitian Penelitian Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang akan dilakukan adalah: tanpa perendaman ekstrak daun mimba (PEM. : Kontrol . %), perendaman ekstrak 0,5% (PEM. , perendaman ekstrak 1,5% (PEM. , dan perendaman ekstrak 2,5% (PEM. Prosedur Penelitian Wadah yang digunakan yaitu toples sebanyak 36 unit dengan volume 25 Liter. Adapun wadah untuk pemeliharaan berjumlah 12 unit, wadah pengobatan 12 unitdan uji tantang 12 unit. Toples dicuci Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 2 Juli 2024 hal 01-08 bersih dan dijemur sampai kering. Setelah pengeringan toples diisi dengan 15 L air dan dilengkapi dengan aerasi Seleksi biota uji dan Aklimatisasi Udang vannamei yang digunakan diperoleh dari Balai Budidaya Air Payau. Ujung Batee. Aceh Besar, yang bebas penyakit pada stadia PL 35, berukuran 7-8 cm dengan bobot 6-7 gr sebanyak 60 ekor dengan padat tebar yang digunakan 5 ekor/ toples. Vannamei yang telah di siapkan untuk penelitian diaklimatisasi dahulu selama 24 jam atau sampai kondisi udang menunjukkan kondisi normal. Persiapan ekstrak mimba Daun mimba disiapkan dengan cara ditimbang sebanyak 1000 g, kemudian dicuci dan dikeringkan. Daun mimba dihancurkan hingga halus dan dimaserasi dengan 1 liter etanol 96% selama 3 hari. Setelah siklus maserasi, larutan disaring dengan kertas whatman dan dipanaskan pada suhu 50oC menggunakan evaporator untuk mengisolasi etanol dan zat terlarut kemudian ditempatkan ke dalam wadah steril dan ditutup rapat. Hasil akhir yang diperoleh adalah pemisahan daun mimba yang dilemahkan dengan akuades ditunjukkan oleh perlakuan. Uji tantang Pengujian memanfaatkan toples volume air 5 L. Udang vannamei dipindahkan dan ditempatkan pada masing-masing toples dengan kepadatan 5 ekor/toples. Secara sengaja diinfeksikan setiap unit dengan 1 ml sel Vibrio algynolyticus 107. Selama pengujian, sisa pakan dan kotoran di sipon setiap hari dari wadah pemeliharaan untuk menjaga agar kualitas air tetap stabil. Perendaman dengan ektrak daun mimba (Azadirachta indic. Setelah udang vannamei diuji dan menunjukkan efek samping klinis infeksi. Kemudian dilakukan perlakuan dengan memanfaatkan ekstrak daun mimba dengan strategi perendaman, yaitu dengan menuangkan ekstrak daun mimba ke dalam toples yang berisi 5 L air dan dibiarkan sampai terhomogenisasi. Udang vannamei direndam pada media selama 7 hari dan terlihat gejala klinis. Pemberian pakan Pemberian pakan secara adlibitum dengan frekwensi 3 kali sehari yaitu pada 00, 13. 00, dan 18. 00 WIB. Hasil Kultur bakteri Vibrio algynoliticus Biakan Vibrio algynolyticus diambil menggunakan jarum ose yang telah disterilkan diatas pembakar bunsen. Jarum ose digoreskan secara bersilangan pada permukaan yang agar media TSA (Tryptycase Soy aga. ditutup dan didiamkan dalam keadaan berbalik pada suhu 28oC selama 24 Selanjutnya diambil satu setetes dengan jarum ose dan divortex hingga homogen dan organisme mikroskopis dibenamkan pada media TBS (Tryptycase Soy Brot. selama 24 jam, kemudian diencerkan dengan mengambil 1 ml mikroba yang telah dikultur dan dimasukkan ke dalam uji tabung diisi dengan 9 ml akuades sehingga menjadi 10 ml kemudian divorteks. Hal tersebut untuk mendapatkan kepadatan 107. Kemudian hasil yang sudah di vorteks diambil 1 ml dimasukkan ke tabung masing-masing dan bakteri siap digunakan. Gejala Klinis Gejala klinis udang vanamei sebelum uji tantang bakteri Vibrio alginolyticus pada setiap perlakuan sama yaitu warna tubuh abu, pergerakan aktif, udang hepatopankreas berwarna hijau. Gejala klinis secara morfologis ditandai dengan adanya warna kemerahan pada tubuh, ekor, kaki renang . , melanosis pada segmen tubuh udang, usus udang yang terlihat tidak terisi, diikuti oleh perubahan pada hepatopankreas yang semakin pekat Tampilan gejala klinis yang muncul pada udang pasca infeksi disajikan pada Gambar 1. Wildayani, et al. Efektifitas ekstrak daun mimba(Azadirachta indic. Terhadap Infeksi Bakteri Vibrio Alginolyticus Pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei. Boone 1. Lama waktu penyembuhan ditampilkan pada Gambar 2. Gambar 1. Tampilan klinis udang vannamei . kor dan tubuh memerah dan melanosi. setelah infeksi Vibrio alginolyticus. Berdasarkan hasil gejala klinis yang ditimbulkan, terlihat perubahan tingkah laku, morfologi dan respon pakan. Gejala klinis hewan uji setelah uji tantang ditampilkan pada Tabel 1, sedangkan setelah pengobatan menggunakan ekstrak daun mimba disajikan pada Tabel 2. Tabel 1. Gejala klinis setelah uji tantang Parameter Perlakuan Morfologi Warna Kaki Usus Ekor Tingkah Laku Nafsu Pergerakan PEM0 Setelah Uji Tantang PEM1 PEM2 PEM3 Pucat Pucat Pucat Pucat Memerah Memerah Memerah Memerah Terpisah Terpisah Terpisah Terpisah Geripis Geripis Geripis Geripis Tidak Lambat Tidak Lambat Tidak Lambat Tidak Lambat Gambar 2. Lama waktu penyembuhan Hasil uji menunjukkan bahwa PEM0 berbeda nyata dengan perlakuan PEM1. PEM2, dan PEM3, tetapi PEM2 tidak berbeda nyata dengan PEM1 dan PEM3. Persentase penyembuhan terbaik terdapat pada perlakuan perendaman ekstrak 2,5% (PEM. Tingkat Kelangsungan Hidup Hasilnya (Azadirachta indic. berpengaruh pada kelangsungan hidup udang vannamei. Rata-rata tingkat kelangsungan hidup udang vannamei ditampilkan pada Gambar Tabel 2. Gejala klinis setelah pengobatan Parameter Perlakuan Morfologi Warna Kaki renang Usus Ekor Tingkah Laku Nafsu Pergerakan Setelah Pengobatan Ekstrak Daun Mimba PEM0 PEM1 PEM2 PEM3 Pucat Pucat Normal Normal Memerah Terpisah Geripis Normal Terpisah Normal Normal Penuh Normal Normal Penuh Normal Tidak Lambat Respon Respon Respon Lincah Lincah Lincah Lama waktu penyembuhan Berdasarkan pengamatan dari hasil perendaman ekstrak daun mimba pada udang vannamei yang diinfeksi bakteri V. alginolyticus memiliki waktu penyembuhan Gambar 3. Tingkat kelangsungan hidup Hasil uji menunjukkan bahwa pada perlakuan PEM0 berbeda nyata dengan PEM2. PEM3. PEM1, tetapi PEM2 tidak berbeda nyata dengan PEM0. PEM2 dan PEM3. Persentase tingkat kelangsungan hidup terbaik pada PEM3. Kualitas air Kualitas air merupakan salah satu variabel pendukung dalam budidaya Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 2 Juli 2024 hal 01-08 Kualitas air juga berperan dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen dalam media pemeliharaan. Adapun kualitas air yang dilihat dalam penelitian ini yaitu pH. DO, suhu, amoniak dan salinitas. Kisaran kualitas air selama penelitian disajikan pada tabel 3. Tabel 3. Parameter kualitas air Parameter DO . Suhu . C) Salinitas . Amoniak . Nilai 4,78-5,4 0,06-1,36 Baku mutu (SNI) 7,5-8,5 <0,1 Tabel 3 menunjukkan data kualitas air berada pada kisaran yang layak bagi pemeliharaan udang vanamei. Hasil pengukuran parameter kualitas air selama penelitian adalah: suhu . oC), salinitas . ,4 pp. , pH . DO . ,78-5,4 mg/. , dan amoniak . ,06-1,36 mg/. Pembahasan Gejala Klinis Dalam penelitian ini, gejala klinis yang muncul pada udang vannamei yang terinfeksi Vibrio algynolyticus ditandai dengan perubahan tingkah laku gerakan tidak aktif . , berenang yang tidak teratur dan selera makan menurun. Gejala klinis secara morfologis dideskripsikan dengan perubahan warna seluruh tubuh udang vanamei pucat dan usus udang yang tampak terpisah, adanya warna kemerah-merahan pada telson dan kaki Gejala tersebut juga pernah dilaporkan oleh Hung dan Cuy . Pemberian ekstrak daun mimba (Azadirachta indic. pada udang vannamei yang terserang Vibrio alginolyticus berpengaruh nyata terhadap pemulihan udang. Pada kontrol tidak memperlihatkan ciri-ciri akan sembuh sampai hari ketujuh. Pada PEM1. PEM2, dan PEM3, udang mulai menunjukkan perbaikan pada hari keempat setelah perendaman dan gejala klinis umumnya tidak dikenali pada hari ke-6 sampai ke-14 setelah perendaman. Hal ini diduga dipengaruhi oleh ekstrak daun mimba yang dapat membunuh bakteri sehingga dapat mengembalikan kondisi udang vannamei, selain itu daun mimba berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga dapat mengurangi tekanan pada udang yang terinfeksi V. Farida . menyebutkan bahwa penggunaan ekstrak tumbuhan Avicenia alba juga dapat mencegah bakteri V. harveyi pada Udang Vaname. Lama Waktu Penyembuhan Durasi penyembuhan adalah lama waktu bagi udang yang terserang bakteri V. alginolyticus untuk memulihkan kondisi Terlihat dari gejala yang ditimbulkan oleh serangan bakteri sampai gejala kembali ke keadaan sehat. Pencampuran ekstrak daun mimba ke dalam media perlakuan berdampak pada kesehatan udang yang diuji dan lama waktu penyembuhan yang terserang Perlakuan terbaik adalah PEM3 karena hanya membutuhkan 63,77 jam dengan nilai rata 21,25 untuk udang pulih. Pada PEM3, udang mulai terserang bakteri pada hari pertama setelah uji tantang, namun pada hari keempat setelah perawatan udang sembuh dan setelah hari ketujuh udang kembali normal hal ini ditandai dengan nafsu makan meningkat dan gerakan udang kembali normal. Dilanjutkan dengan perlakuan PEM2 mulai terlihat kesembuhan setelah 99 jam nilai rata adalah 33 jam dan PEM1 mulai menunjukkan kesembuhan setelah 122 jam nilai rata adalah 40,66 jam. Hal ini dikarenakan dosis yang lebih tinggi Hamzah et al, . melaporkan bahwa penggunaan ekstrak daun mimba telah dapat meningkatkan imun pada nila, sedangkan Helda . menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak Terminalia catappa L. mampu mencegah penyakit white feces disease pada vanamei. Kelangsungan hidup Kelangsungan hidup udang vanamei pada setiap perlakuan berbeda-beda. Penggunaan meningkatkan daya dukung hidup udang vanamei (L. hingga 18,33% yaitu PEM3 . ,5%). PEM2 . ,5%) memiliki tingkat kelangsungan hidup 10% dan PEM1 . ,5%) menunjukkan tingkat kelangsungan hidup 5%, sedangkan PEM0 . %) memiliki tingkat kelangsungan hidup rendah 0% karena tidak adanya ekstrak daun Wildayani, et al. Efektifitas ekstrak daun mimba(Azadirachta indic. Terhadap Infeksi Bakteri Vibrio Alginolyticus Pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei. Boone 1. Kharisma et al, . menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun Ketapang mampu meningkatkan kelangsungan hidup vannamei terhadap infeksi Vibrio harveyi. Keadaan media yang digunakan selama penelitian normal, sehingga mempengaruhi patogenisitas V. algynolyticus, karena bakteri algynolyticus memiliki sifatnya yang tajam, khususnya, dapat menjadi lebih patogen jika didukung oleh kondisi media yang memiliki kualitas air yang tidak biasa. Mengingat pemeriksaan yang diarahkan oleh Ayini et al . dan Sumaryono dan Latifah . menunjukkan bahwa ekstrak daun mimba memiliki daya hambat atau nilai MBC pada sentralisasi yang tinggi terhadap Tingkat kelangsungan hidup udang vannamei (L. terbaik terdapat pada PEM3 . ,5% ekstrak mimb. yaitu 18,33% dan tingkat kelangsungan hidup rendah terdapat pada PEM0 yaitu Pemanfaatan ekstrak daun mimba berpengaruh pada lama waktu pengobatan udang vannamei yang terinfeksi Vibrio Lama waktu penyembuhan terbaik terdapat pada PEM3 . ,5% ekstrak mimb. yang menunjukkan bahwa perlakuan mengalami penyembuhan cepat yaitu 67,77 jam pasca pengobatan, sedangkan PEM0 tidak mengalami penyembuhan hingga 168 jam. DAFTAR PUSTAKA