Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGEMBANGAN BUKU TEKS PERADABAN LAMPU BERBASIS PJBL UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER EMPATI ANAK Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta1. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta2 pos-el: claudiadesintanmujur@gmail. com1, gregoriusari@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya integrasi pendidikan karakter empati di sekolah dasar, yang terlihat dari maraknya perundungan dan menurunnya kepedulian sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan buku teks Peradaban Lampu berbasis Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan genetis untuk menumbuhkan karakter empati siswa sekolah dasar serta menguji kualitas dan efektivitasnya. Metode yang digunakan ialah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze. Design. Develop. Implement. Evaluat. Subjek penelitian mencakup siswa kelas V sekolah dasar sebagai kelompok kontrol . dan eksperimen . , serta melibatkan 10 guru bersertifikasi dan 10 ahli sebagai validator. Hasil validasi menunjukkan skor rerata 3,81 . ategori Ausangat baikA. , sehingga produk dinyatakan layak tanpa revisi. Uji efektivitas dengan desain quasi-experimental menunjukkan peningkatan signifikan karakter empati pada kelompok eksperimen (M = 0,9. dibandingkan kontrol (M = 0,3. , dengan p < 0,05 dan effect size r = 0,75 . ategori besa. Analisis N-gain menunjukkan efektivitas tinggi . ,73%) pada kelompok eksperimen, sedangkan kontrol hanya 25,19%. Nilai Z-Score dan interrater reliability ( = 0,. menegaskan hasil yang konsisten. Dengan demikian, buku teks yang dikembangkan terbukti layak dan efektif menumbuhkan karakter empati siswa sekolah dasar. Kata kunci : buku teks, peradaban lampu, project based learning, karakter empati, siswa sekolah ABSTRACT This research was motivated by the low integration of empathy-based character education in elementary schools, as evidenced by prevalent bullying and declining social concern. The purpose of this study was to develop a Project-Based Learning (PjBL) textbook titled "Peradaban Lampu" with a genetic approach to foster empathy in elementary school students and to evaluate its quality and effectiveness. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analyze. Design. Develop. Implement. Evaluat. The subjects included fifth-grade elementary students, with a control group . and an experimental group . , as well as 10 certified teachers and 10 experts as validators. Validation results showed an average score of 3. ategorized as "very good"), indicating the product was feasible without revisions. Effectiveness testing using a quasi-experimental design demonstrated a significant increase in empathy character in the experimental group (M = 0. compared to the control group (M = 0. , with p < 0. 05 and an effect size of r = 0. arge categor. Ngain analysis indicated high effectiveness . 73%) in the experimental group, compared to 19% in the control group. Z-Score values and interrater reliability ( = 0. confirmed consistent results. Thus, the developed textbook was proven to be feasible and effective in fostering empathy in elementary school students. Keywords: textbook, civilization of light. Project Based Learning, empathy character, elementary school students PENDAHULUAN Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian hasil akademik, melainkan juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta kepribadian peserta didik. Salah satu nilai karakter Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan yang perlu ditanamkan sejak usia dini adalah empati, yakni kemampuan memahami, merasakan dan peduli terhadap perasaan dan kondisi yang dialami orang lain (Borba, 2. Empati menjadi fondasi penting bagi terbentuknya perilaku prososial, seperti tolongmenolong, kolaborasi, dan menghargai perbedaan (Widyana & Nugrahanta. Anak yang memiliki empati tinggi umumnya lebih mudah menjalin hubungan positif dengan teman sekelas serta mampu menyelesaikan perbedaan dengan cara yang damai sehingga mendorong sikap (Mahzumi et al. , 2. Sikap empati juga terbukti berperan dalam menekan munculnya perilaku kekerasan di sekolah dan menumbuhkan suasana sosial yang inklusif serta saling mendukung (Joseph et , 2. Namun, kenyataannya banyak siswa sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi berbagai kasus perundungan serta tindak kekerasan, baik fisik maupun psikis, yang berdampak negatif bagi tumbuh keFmbang mereka, khususnya sosial-emosional, kepercayaan diri, dan kesehatan mental (Andhany et al. , 2. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melaporkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir masih banyak terjadi kasus kekerasan, pelecehan, dan perundungan di sekolah dasar di Indonesia. Pada periode 2023Ae2024. FSGI mencatat ratusan insiden kekerasan fisik, verbal, maupun psikologis di lingkungan pendidikan, yang menimbulkan dampak serius bagi anak-anak sebagai korbannya (Aisya et al. , 2. Sementara itu. Literatur yang dikaji oleh Wicaksono Atlantis Press mengungkapkan bahwa hasil survei PISA 2018 menempatkan Indonesia pada urutan ke-5 dari 79 negara, dengan 41% siswa beberapa kali dalam sebulan (Wicaksono et al. , 2. Fakta tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter, khususnya empati, belum terintegritas secara menyeluruh dalam praktik pembelajaran di sekolah dasar, sehingga berdampak emosional, sosial, dan akademik siswa. Dengan demikian, penguatan pendidikan karakter berbasis empati menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan Empati tidak terbentuk secara instan, pertumbuhan empati pada anak usia dini lingkungan, termasuk interaksi dengan orang tua, saudara, serta komunitas di Baik keluarga maupun sekolah berperan besar dalam menanamkan dan melatih sikap empati secara konsisten hingga akhirnya terbentuk sebagai kebiasaan pada diri anak (Dwi Handini. Keluarga membentuk dasar emosi anak, sementara guru berperan penting menciptakan suasana belajar yang kondusif dan memberi teladan perilaku empati melalui kegiatan nyata (Afifah et , 2. Meskipun empati merupakan karakter fundamental, pendidikan formal di Indonesia masih menitikberatkan pada aspek kognitif, sementara ranah afektif dan sosial-emosional perhatian serius (Afifah et al. , 2. Akibatnya, banyak siswa yang unggul secara akademik tetapi lemah dalam keterampilan sosial dan moral. Kondisi ini berorientasi pada hasil kognitif, melainkan juga mengintegrasikan aspek afektif guna Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan membentuk perkembangan sosial dan karakter anak (Mulyawati et al. , 2. Salah satu pendekatan yang relevan adalah Project Based Learning (PjBL), model ini memposisikan siswa sebagai subjek aktif yang terlibat dalam kegiatan berbasis proyek, sehingga mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengasah keterampilan sosial dan PjBL mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam kegiatan proyek, kolaborasi, refleksi, dan pengembangan keterampilan sosial-emosional, sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila yang mengutamakan akhlak mulia, gotong royong, dan kreativitas (Kadek & Wadan. Dalam penelitian ini, proyek dikaitkan dengan peradaban lampu, yaitu salah satu hasil perkembangan teknologi yang menjadi bagian penting dalam perjalanan peradaban manusia. Peradaban dapat dipahami sebagai tingkat kemajuan budaya yang ditandai oleh berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, serta seni pada taraf yang lebih maju. Peradaban, bukan hanya sekedar budaya, tetapi juga mencerminkan kemajuan ilmu dan teknologi yang memberi pengaruh besar dalam kehidupan manusia (Muzayyin. Dengan mengkaji peradaban lampu, siswa tidak hanya mempelajari sejarah perkembangan alat penerangan dari masa ke masa, tetapi juga memahami nilai-nilai sosial yang muncul dari proses tersebut, seperti kepedulian, kerja sama, dan tanggung jawab. Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek tentang peradaban lampu tidak hanya memperkuat pemahaman konsep akademik, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kepedulian, dan empati melalui interaksi sosial selama proses pelaksanaan proyek (Fitrianingtyas et al. , 2. Penelitian bahwa PjBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas . C) (Maharani et al. , 2. Melalui keterlibatan langsung dalam proyek nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. PjBL membantu siswa belajar secara aktif, kontekstual, dan bermakna (Dewi et al. , 2. Namun, meskipun efektivitas PjBL terhadap hasil belajar dan keterampilan 4C telah banyak empati, masih belum dieksplorasi secara Sebagian besar penelitian masih berfokus pada kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, sementara penerapan aspek afektif dan nilai kemanusiaan melalui pendekatan historis atau genetis jarang mendapat perhatian (Saragih & Permana, 2. (Atmoko et al. Dengan demikian, penelitian yang ada lebih banyak menempatkan PjBL sebagai sarana penguasaan materi dan keterampilan teknis, bukan sebagai sarana pembentukan karakter dan penumbuhan empati melalui pembelajaran berbasis Pengembangan bahan ajar yang menggabungkan Project Based Learning (PjBL), pendidikan empati masih sangat terbatas. Buku teks konvensional umumnya bersifat memberikan pengalaman otentik bagi siswa untuk memahami perjuangan dan inovasi manusia di masa lalu. Padahal. Dewey, pengalaman langsung dan pemahaman historis sangat penting untuk menciptakan pembelajaran bermakna (Iskandar & Wahidah, 2. Pendekatan genetis, yakni cara memahami sesuatu dengan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan asal-usul perkembangannya dari bentuk sederhana menuju kompleks, dapat memperkaya proses pembelajaran berbasis proyek (Dewey, 1. Dengan demikian, integrasi antara PjBL dan narasi historis menjadi relevan untuk menumbuhkan karakter empati, terutama ketika proyek bersifat kolaboratif dan menyinggung isu sosial, karena siswa belajar bahwa setiap pencapaian peradaban lahir dari kebutuhan bersama yang sarat dengan nilai empati, gotong royong, dan kepedulian. Meskipun telah banyak penelitian yang menyoroti hubungan PjBL dengan peningkatan hasil belajar kognitif maupun keterampilan abad ke-21, penelitian yang secara khusus mengembangkan buku teks berbasis PjBL dengan pendekatan genetis untuk menumbuhkan empati masih jarang Padahal, melalui proyekproyek kreatif yang kontekstual, seperti tema peradaban lampu siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang nilai-nilai Dengan penyelidikan, kolaborasi, serta penciptaan produk, pembelajaran tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga melatih kepekaan sosial dan kepedulian. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk menjawab kebutuhan mengintegrasikan pendidikan karakter. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini diarahkan untuk menjawab pertanyaan berikut: . bagaimana mengembangkan buku teks peradaban lampu berbasis project based learning yang dapat menumbuhkan karakter empati siswa sekolah dasar?. bagaimana kualitas buku teks peradaban lampu berbasis PjBL yang dikembangkang, ditinjau dari hasil validasi ahli dan guru?. bagaimana efektivitas penggunaan buku teks peradaban lampu berbasis PjBL dalam meningkatkan karakter empati siswa sekolah dasar? Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: . mengembangkan buku teks peradaban lampu berbasis PjBL untuk menumbuhkan karakter empati siswa sekolah dasar. mengetahui kualitas buku melalui validasi ahli dan guru. menganalisis efektivitas penggunaan buku terhadap peningkatan karakter empati siswa. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 METODE PENELITIAN Penelitian penelitian Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze. Design. Develop. Implement, dan Evaluat. (Branch, 2. Metode R&D bertujuan menghasilkan suatu produk efektivitasnya melalui tahapan tertentu. Pendekatan ini mendukung proses berbagai produk inovatif, seperti buku, modul, atau media pembelajaran, yang dapat diujicobakan setelah melewati tahap validasi dan revisi (Sugiyono, 2. Untuk memastikan efektivitas produk tersebut, dilakukan uji coba pada dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan Uji coba ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan cara membandingkan kondisi sebelum dan sesudah perlakuan diterapkan (Sugiyono. Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 Gambar 1. Desain Model EDDIE Dalam penelitian ini, uji coba dilakukan untuk mengukur efektivitas buku teks berbasis PjBL dalam menumbuhkan karakter empati siswa. Efektivitas dinilai melalui perbandingan hasil pretest dan posttest antara kelompok kontrol dan eksperimen. Subjek penelitian meliputi 41 siswa kelas 5 di salah satu SD Negeri Yogyakarta . siswa kontrol dan 21 eksperime. Selain itu, terlibat 10 guru pada tahap analisis kebutuhan serta 10 validator . ima ahli dan lima guru bersertifikas. untuk menilai kualitas Tahapan penelitian mengikuti alur model ADDIE sebagai berikut: . Analyze, dilakukan analisis kebutuhan melalui kuesioner terbuka dan tertutup kepada 10 mengidentifikasi kebutuhan bahan ajar empati, serta studi literatur berdasarkan indikator empati Borba. Design, menyusun rancangan awal buku teks berbasis PjBL dengan lima proyek utama tentang peradaban lampu, mencakup kerangka isi, ilustrasi, aktivitas proyek, dan integrasi indikator empati. Develop, mengembangkan produk sesuai desain dan memvalidasinya kepada 10 validator ahli pada aspek isi, bahasa, penyajian, tampilan, dan relevansi karakter empati. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Implement, mengujicobakan buku teks pada dua kelas dengan durasi tujuh Kelas kontrol menggunakan buku teks biasa, sedangkan kelas ekperimen menggunakan buku teks berbasis PjBL peradaban lampu. Evaluate, melakukan evaluasi melalui tes formatif dan sumatif berbasis situasi dilematis, serta observasi keterlibatan siswa dalam diskusi, kerja sama, dan kepedulian sosial. Instrumen penelitian meliputi: . tes formatif 10 butir berskala 1Ae4, . lembar validasi ahli, dan . lembar observasi aktivitas siswa. Data validasi dianalisis dengan rerata skor dan dikategorikan dalam empat tingkat kelayakan, sedangkan hasil pretestAe posttest diuji menggunakan paired sample t-test melalui SPSS 26 ( = 0,. Data kualitatif dari observasi dan tanggapan siswa dianalisis secara deskriptif untuk mendukung hasil uji efektivitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Dengan pengembangan ADDIE, penelitian ini menghasilkan temuan pada setiap tahap. Tahap Analyze Analisis kebutuhan dilakukan terhadap 10 guru sekolah dasar bersertifikasi dari Yogyakarta. Kalimantan. NTT dan Cilacap melalui kuesioner terbuka dan Hasil menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran masih dominan ceramah, kurang memanfaatkan media konkret, serta belum mengintegrasikan nilai karakter secara sistematis. Tabel 1. Rerata Analisis Kebutuhan Indikator Project Based Learning Operasional Konkret Rerata 2,03 2,00 Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 Kreativitas Peradaban Problem Solving Kolaboratif Komunikatif Karakter Empati Rerata 1,90 1,80 2,10 1,90 2,20 2,13 2,01 Berdasarkan Tabel 1, rerata kuesioner tertutup sebesar 2,01 . kala 1Ae. menunjukkan kategori Aukurang baikAy, menandakan bahwa pembelajaran karakter berbasis proyek untuk menumbuhkan empati belum optimal diterapkan guru. Tabel 2. Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif (Widoyoko, 2. Rentang Skor 3,26 Ae 4,00 2,51 Ae 3,25 1,76 Ae 2,50 1,00 Ae 1,75 Kategori 2,03 2,00 1,90 1,80 Tahap Design Pada tahap design, peneliti merancang blueprint buku teks peradaban lampu berbasis PjBL berdasarkan analisis Desain mencakup struktur isi dan visualisasi, mulai dari sampul kontekstual, bagian pendahuluan . ata pengantar dan daftar is. , hingga isi utama yang mengintegrasikan teori peradaban lampu, pendidikan karakter, nilai empati, serta langkah-langkah PjBL. Buku ini juga memadukan teori konstruktivisme sosial Vygotsky, konsep Zone of Proximal Development (ZPD), dan keterampilan abad ke-21 sebagai dasar pengembangan. Bagian inti buku menyajikan lima proyek kreatif siswa, . senter LED sederhana, . lilin air cantik, . lampu lentera minya, . lampu pijar sederhana, dan . lampu botol air tenaga surya. Bagian penutup memuat berisi daftar pustaka, glosarium, indeks, profil penulis, dan sampul belakang. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, dirancang buku teks peradaban lampu berbasis PjBL. Struktur buku meliputi: . teori pendidikan karakter dan PjBL, . Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan sejarah dan jenis peradaban lampu, . pedoman dan evaluasi pembelajaran, serta . lima proyek peradaban lampu. Gambar 2. Produk Buku Teks Tahap Develop Pada tahap Develop, peneliti merancang prototipe buku teks kemudian melakukan proses validasi kelayakan serta kualitas melalui expert judgment. Validasi melibatkan 10 orang, terdiri atas 5 pakar yang berasal dari bidang psikologi, fisika, sosiologi, bahasa, dan bimbingan konseling, serta 5 guru bersertifikat dari berbagai daerah. Penilaian mencakup . eterbacaan, kelengkapan, karakteristik buk. dan validitas isi . etepatan materi, kelayakan soal sumatif dan formati. dengan menggunakan skala Likert 1 - 4. Tabel 3. Hasil Validasi Produk Validasi Validitas Permukaan Permuka Permuka an II Skor Kualifikasi Rekomen 3, 80 Sangat Baik 3,73 Sangat Baik Tidak Tidak 3,78 Sangat Baik 3,84 Sangat Baik Validitas Isi Validitas Isi I Validitas Isi (Soal Formati. Tidak Tidak Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 Rerata 3,91 Sangat Baik Tidak 3,81 Sangat Baik Tidak Berdasarkan keseluruhan validasi adalah 3,81 yang termasuk dalam kategori Ausangat baikAy dengan rekomendasi Autidak perlu revisiAy. Dengan hasil tersebut, buku teks yang dikembangkan telah memenuhi standar kelayakan isi maupun tampilan, serta instrumen penilaian yang menyertainya terbukti memiliki kualitas tinggi sehingga implementasi penelitian. 4 Tahap Implement Tahap implementasi menguji efektivitas buku teks berbasis PjBL melalui uji coba pada dua kelas 5 di SD Negeri Yogyakarta: kelas kontrol 5C . dan kelas eksperimen 5A . Kedua kelompok mengikuti pretest dan posttest menggunakan instrumen berbasis indikator empati. Kelompok kontrol belajar dengan metode ceramah tanpa refleksi, sedangkan kelompok eksperimen menggunakan buku teks berbasis PjBL melalui lima proyek peradaban lampu, . senter LED, . lilin air cantik, . lentera minyak, . lampu pijar sederhana, dan . lampu botol air tenaga surya. 5 Tahap Evaluate Tahap evaluasi dilaksanakan untuk menilai sejauh mana buku teks berbasis PjBL berpengaruh terhadap pembentukan karakter empati siswa, sekaligus sebagai dasar penyempurnaan isi berdasarkan masukan validator. Instrumen evaluasi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 menggunakan soal formatif dan sumatif dirancang berdasarkan sepuluh indikator karakter empati dengan skala penilaian 1 Ae Data hasil evaluasi formatif dari kelima proyek pembuatan lampu yang dikerjakan oleh siswa ditampilkan pada bagian Skala 1 - 4 Validitas Isi (Soal Sumati. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Lilin Air Cantik Lentera Minyak Lampu Pijar Lampu Botol Air Senter LED Gambar 3. Diagram Hasil Evaluasi Formatif Soal formatif diberikan kepada kelompok eksperimen setiap kali menyelesaikan satu proyek. Hasil evaluasi menunjukkan adanya variasi pencapaian pada lima proyek pembuatan Rerata skor tertinggi diperoleh pada proyek senter LED sederhana dengan nilai 3,34, sedangkan skor terendah terdapat pada proyek lilin air cantik dengan nilai 2,96. Selama kegiatan berlangsung, peneliti juga mencatat fenomena penting, seperti siswa yang saling bekerja sama, berbagi peran, serta membantu teman. Temuan menjadi indikasi nyata berkembangnya sikap empati selama proses pembelajaran. Selanjutnya, diterapkan pada kelompok kontrol dan eksperimen, dengan hasil yang tersaji pada grafik berikut Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 Skala 1 - 4 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Pretest Kontrol Posttest Eksperimen Gambar 4. Diagram Hasil Evaluasi Sumatif Kelompok Kontrol dan Eksperimen Selanjutnya, untuk memperdalam perbedaan peningkatan skor tiap indikator karakter empati antara kelompok kontrol dan eksperimen, digunakan analisis Z-score sebagai alat Z-score dipilih karena mampu menstandarkan nilai dari dua kelompok yang memiliki rerata dan simpangan dibandingkan secara objektif (Ayuni et , 2. Secara sederhana. Z- score adalah konversi skor mentah ke dalam satuan simpangan baku dengan rerata 0 dan standar deviasi 1. Nilai positif menunjukkan skor di atas rerata, sedangkan nilai negatif berada di bawah Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Hasil perbedaan peningkatan antar kelompok. Kelompok kontrol hanya mengalami kenaikan rerata skor dari 2,71 menjadi 3,04, atau sebesar 12,18%. Sementara itu, kelompok eksperimen mencatat peningkatan signifikan dari 2,67 menjadi 3,64, atau setara dengan 36,33% setelah mengikuti pembelajaran berbasis proyek. Perbedaan tersebut menguatkan temuan bahwa penggunaan buku teks berbasis PjBL mampu memberikan pengaruh positif yang lebih besar terhadap pengembangan karakter empati siswa. Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen Peduli terhadap sosial Peka terhadap kebutuhan orang Mengerti bahasa tubuh orang Memahami ekspresi orang Memberi respon yang tepat Memahami emosi orang Berbela rasa Peduli terhadap ketidakadilan Memahami sudut pandang lain Menyatakan perasaan secara Gambar 5. Grafik Z-Score Indikator Karakter Empati Berdasarkan gambar 5, kelompok kontrol menunjukkan sebagian besar indikator empati bernilai Z negatif. Skor memahami perasaan orang lain (-1,. , sedangkan tertinggi pada indikator peka . Temuan perkembangan empati siswa kelompok kontrol masih di bawah rerata. Sebaliknya, kelompok eksperimen menunjukkan tren positif dengan seluruh indikator berada di atas nol. Skor tertinggi pada indikator Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan peduli sesama . dan terendah mengerti orang lain . Hal ini menegaskan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan empati yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Perbedaan capaian ini dipengaruhi oleh model pembelajaran. Kelompok kontrol yang hanya menerima ceramah cenderung pasif, sedangkan kelompok eksperimen dengan Project Based Learning lebih aktif, kolaboratif, dan reflektif, sehingga empati dan kepedulian mereka berkembang lebih Selanjutnya signifikansi pengaruh perlakuan untuk melihat sejauh mana pengaruh buku teks terhadap perkembangan karakter empati siswa, sehingga diperlukan uji asumsi Uji normalitas menggunakan ShapiroAeWilk menunjukkan bahwa data selisih kelompok eksperimen memiliki nilai W. = 0,976 dengan p = 0,850 . > 0,. , sedangkan data selisih kelompok kontrol mencatat W. = 0,943 dengan p = 0,276 . > 0,. Hasil tersebut kelompok eksperimen maupun kontrol terdistribusi normal. Selanjutnya, uji homogenitas varians dilakukan dengan LeveneAos Test melalui One-Way ANOVA. Hasilnya menunjukkan nilai F. = 0,791 dengan p = 0,379 . > 0,. , yang berarti tidak terdapat perbedaan varian yang signifikan antar kelompok. Dengan demikian. HCA tidak ditolak, dan asumsi homogenitas terpenuhi. Setelah asumsi dipenuhi, pengaruh buku teks peradaban lampu berbasis PjBL terhadap karakter empati siswa diuji menggunakan metode quasiexperimental dan dianalisis dengan IBM SPSS Statistics versi 26 for Windows pada tingkat kepercayaan 95% dengan uji dua ekor . -taile. Hasil independent samples t-test menunjukkan bahwa selisih kelompok eksperimen (M = 0,9667. SE = 0,06. lebih tinggi dibandingkan selisih kelompok kontrol (M = 0,3250. SE= 0,05. , dengan t. = 7,210. Perbedaan tersebut signifikan . = 0,000 < 0,. , sehingga penerapan buku teks terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan karakter empati Analisis perhitungan effect size untuk mengetahui kekuatan pengaruh perlakuan. Hasilnya menunjukkan koefisien korelasi Pearson . sebesar 0,75 dengan persentase pengaruh sebesar 57,14%, termasuk kategori Auefek besarAy. Selain itu, efektivitas juga diukur dengan analisis Ngain score berdasarkan nilai pretest dan Kelompok kontrol memperoleh N-gain sebesar 25,19% . ategori eksperimen mencapai 72,73% . ategori Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan buku teks berbasis PjBL efektif dalam menumbuhkan karakter empati siswa. Untuk dilakukan uji Interrater Reliability (IRR) guna memastikan konsistensi penilaian antar penilai. Analisis menggunakan KrippendorffAos Alpha dengan bantuan perangkat lunak JASP versi 0. memperlihatkan rerata = 0,816, termasuk kategori tinggi. Artinya, hasil penilaian antar penilai konsisten, dan penerapan buku teks berbasis PjBL terbukti signifikan dalam meningkatkan karakter empati siswa. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 Tabel 4. Hasil Uji JASP Indikator Peduli tehadap sosial Peka terhadap kebutuhan orang Mengerti bahasa tubuh orang lain Memahami ekspresi orang lain Memberi respon yang tepat sesuai yang dirasakan orang Memahami emosi Berbela rasa Peduli terhadap Memahami sudut pandang orang Menyatakan perasaan orang secara lisan Rerata 0,824 0,905 Kategori Tinggi Tinggi 0,809 Tinggi 0,806 Tinggi 0,798 Tinggi 0,798 Tinggi 0,809 0,897 Tinggi Tinggi 0,720 Sedang 0,800 Tinggi 0,816 Tinggi Pembahasan Hasil penelitian ini sejalan dengan teori konstruktivisme Piaget yang menekankan pentingnya penggunaan media nyata pada tahap operasional keterampilan abad ke-21 yang didukung oleh pendekatan Brain-Based Learning (Aji et al. , 2. Anak pada tahap operasional konkret . sia 7Ae12 tahu. cenderung belajar lebih optimal melalui penggunaan media atau objek nyata yang bisa diamati dan disentuh secara langsung (Mandar & Sihono, 2. Penerapan model Project Based Learning dilakukan melalui lima proyek bertema peradaban lampu. Dalam terlibat aktif melalui diskusi kelompok untuk menentukan rancangan serta perbaikan proyek, saling memberi menghargai pendapat teman. Hal ini sejalan dengan prinsip konstruktivisme sosial, di mana melalui konsep Zone of Proximal Development (ZPD) siswa Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan mampu menyelesaikan tugas yang sedikit melampaui kemampuan awal dengan dukungan dari teman sebaya maupun guru (Bustomi et al. , 2. Inisiatif siswa dalam membantu teman yang kesulitan saat merancang proyek lampu juga mencerminkan empati. Pemanfaatan berbagai media pembelajaran seperti teks presentasi, ilustrasi, dan model konkret lampu semakin memperkuat pemahaman melalui pengalaman langsung, sesuai dengan prinsip Brain Based Learning (Aji et al. , 2. Untuk memahami lebih dalam bagaimana karakter empati terbentuk dan dioperasionalkan dalam pembelajaran, penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis bermanfaat untuk memetakan gagasan dari sepuluh indikator empati ke dalam tiga aspek utama pembentukan karakter menurut Lickona, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral behaviour. Lickona menjelaskan bahwa perilaku moral yang baik tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan moral . , melainkan juga harus disertai dengan perasaan moral . , dan diwujudkan dalam tindakan moral . (Thomas, 1. Dalam konteks ini, indikator empati seperti peduli sesama, memahami perasaan orang lain, hingga memberi respon yang tepat dapat dipetakan sesuai dengan dimensi tersebut. Misalnya, aspek moral knowing menekankan pemahaman dan pengetahuan anak terhadap kondisi orang lain, moral feeling menggarisbawahi kepekaan emosional dalam merasakan pengalaman orang lain, sedangkan moral behaviour menekankan pada implementasi nyata (Lickona, 1. Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Dengan semantik memperjelas hubungan antar menggambarkan secara komprehensif integrasi empati dalam pembelajaran berbasis karakter. Visualisasi pemetaan semantik dari sepuluh indikator empati ke dalam tiga aspek Lickona disajikan pada Gambar 6 berikut. Sejumlah mengungkapkan bahwa penerapan PjBL berdampak signifikan pada beragam aspek perkembangan siswa. Beberapa penelitian menegaskan bahwa model ini dapat mengoptimalkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaboratif, dan komunikasi siswa dalam kegiatan pembelajaran (Muhammad Rafik et al. , (Zanah et al. , 2. Penelitian lain menemukan bahwa penerapan PjBL juga berdampak positif terhadap motivasi belajar, karena anak dilibatkan secara aktif dalam proyek yang menuntut kerja sama kelompok serta pengamatan langsung (Bulkini & Nurachadijat, 2. Aktivitas kolaboratif yang terjadi di dalam proyek memberi ruang bagi anak untuk berdiskusi, saling memberi masukan, dan mendukung satu sama lain, sehingga terbangun komunikasi yang sehat dan keterampilan sosial (Krisnamurti & Rahayu, 2. Selain itu, partisipasi aktif siswa selama proses PjBL diyakini mampu mengoptimalkan enam aspek utama tahap perkembangan anak mencakup aspek kognitif, moral dan spiritual, kemampuan berbahasa, sosial-emosional, keterampilan fisik-motorik, serta bidang seni (Sari et al. Di sisi lain, penelitian tentang penanaman karakter empati juga telah banyak dilakukan dengan beragam Misalnya, pengembangan empati melalui pembelajaran Aqidah Akhlak dengan metode interaktif, seperti diskusi, role play, simulasi, dan kegiatan (Afifah 2. ,(Barotuttaqiyah & Muniroh, 2. , permainan tradisional (Fajarwati & Nugrahanta, kooperatif dalam kelompok kecil (Fauzi et , 2. , serta pendekatan konseling values clarification yang menonjolkan empatik (Prasetya & Gunawan, 2. Karakter empati terbukti berperan penting dalam membangun interaksi sosial, memperkuat norma kesusilaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial siswa di sekolah (Susanti, 2. Namun, belum ada penelitian yang mengombinasikan pengembangan empati dengan materi peradaban lampu melalui model PjBL Tema ini dipilih karena memuat nilai historis, teknologi, dan sosial yang dekat dengan kehidupan anak. Melalui proyek pembuatan lampu, siswa belajar memahami peran manusia dalam Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Gambar 6. Diagram Analisis Semantik Karakter Empati Claudia Des Intan Mujur1. Gregorius Ari Nugrahanta2 menciptakan inovasi untuk kepentingan bersama serta membangun kepedulian Dengan dikembangkanlah buku teks peradaban lampu berbasis PjBL sebagai inovasi pembelajaran yang dirancang untuk menumbuhkan karakter empati siswa sekolah dasar. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil menghasilkan buku teks bertema peradaban lampu yang dikembangkan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) melalui lima tahapan ADDIE. Produk buku dilengkapi dengan lima proyek kreatif sesuai tema peradaban lampu dan divalidasi oleh 10 ahli serta praktisi pendidikan dengan kategori Ausangat baik,Ay sehingga dinyatakan layak digunakan tanpa revisi. Uji coba menunjukkan bahwa penggunaan buku ini efektif dalam menumbuhkan karakter empati pada siswa Peningkatan signifikan tampak pada kelompok kontrol, baik melalui hasil pretest-posttest, perhitungan N-gain, maupun capaian indikator empati berdasarkan analisis zscore. Konsistensi penilaian antarpenilai yang tinggi juga semakin memperkuat keabsahan temuan penelitian ini. Dengan demikian, buku teks peradaban lampu berbasis PjBL yang dikembangkan terbukti layak, efektif, dan reliabel untuk digunakan dalam menumbuhkan karakter empati siswa sekolah dasar. Produk ini dapat menjadi bahan ajar alternatif dalam pembelajaran berbasis proyek, yang tidak akademik, tetapi juga membangun kecerdasan sosial dan emosional siswa. Dalam pelaksaannya, penelitian ini diterapkan pada satu sekolah sehingga Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Oleh karena itu, penelitian selanjutnya berpeluang untuk memperluas uji coba pada jenjang dan lingkungan mengembangkan instrumen evaluasi empati yang lebih komprehensif, agar keragaman karakteristik peserta didik secara lebih luas. DAFTAR PUSTAKA