JUATIKA JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA eissn 2656-1727 pissn 2684-785X Hal : 10 Ae 18 VOL. 1 NO. 2 Juli 2019 Analisis Korelasi dan Sidik Lintas Karakter Kuantitatif 20 Genotipe Cabai (Capsicum annuum L. Yunandra1. Muhamad Syukur2*. Elza Zuhry1. Deviona1 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Riau. Kampus Bina Widya KM 12,5 Simpangbaru Panam Pekanbaru 28293 Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural Universit. Jl. Meranti Kampus IPB Darmaga. Bogor 16680. *)Penulis untuk korespondensi: yunandra@lecturer. ABSTRAK Cabai berdaya hasil tinggi merupakan target dari pemuliaan tanaman. Seleksi cabai berdaya hasil tinggi dapat dilakukan melalui seleksi langsung karakter hasil maupun tidak langsung melalui karakter lain. Seleksi secara tidak langsung lebih efisien dibandingkan hanya seleksi pada satu karakter saja. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keeratan hubungan antara karakter kuantitatif dengan bobot buah per tanaman serta memperoleh kriteria seleksi. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa bobot per buah, diameter buah, tebal daging buah, lebar daun dan panjang daun berkorelasi positif dan sangat nyata terhadap bobot buah per tanaman. Berdasarkan hasil sidik lintas, karakter yang mempunyai pengaruh langsung positif terhadap bobot buah per tanaman adalah bobot per buah, diameter buah, lebar daun dan panjang daun, sedangkan tebal daging buah mempunyai pengaruh langsung yang negatif tetapi mempunyai pengaruh tidak langsung yang besar terhadap bobot buah per tanaman. Kata kunci: cabai, genotipe, korelasi, seleksi, sidik lintas ABSTRACT Chili high yield is the target of plant breeding. High yielding chili selection can be done through direct selection of yield characters and indirectly through other characters. Indirect selection is more efficient than the selection of one This research aims to study the relationship between quantitative characters with yield as well as obtaining the selection criteria. Correlation analysis results showed that the fruit weight, fruit diameter, pericarp thickness, leaf width, and leaf length were positively correlated and were very significant on Based on the path analysis, characters that have a positive direct effect on yield are fruit weight, fruit diameter, leaf width, and leaf length, while pericarp thickness had a negative direct effect but had a large indirect effect on yield. Keywords: Chili, genotype, correlation, selection, path analysis PENDAHULUAN Produktivitas Indonesia rendah yakni 8. 82 ton/ha (BPS, 2. , dimana potensi hasil cabai ton/ha (Hamdani et. , 2. Sedangkan tahunnya akan terus mengalami Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi cabai adalah dengan merakit varietas tinggi, agar target tersebut tercapai pemulia harus menyusun program pemuliaan tanaman yang tepat. Cabai berdaya hasil tinggi didapat dari serangkaian program seleksi merupakan salah satu kegiatan yang cukup penting. Selain itu, seleksi juga dapat dilakukan dengan pendekatan penanda molekuler (Oktavianti , 2. Seleksi dapat dibagi menjadi dua, seleksi langsung terhadap hasil dan seleksi karakter yang tidak berpengaruh langsung terhadap hasil. Seleksi secara simultan atau secara tidak langsung untuk meningkatkan daya hasil berdasarkan indeks dibandingkan dengan seleksi berdasarkan satu atau kombinasi (Moeljopawiro, 2. Hubungan karakter hasil dengan karakter kuantitatif lain dapat diketahui dari analisis korelasi dan sidik lintas (Nasution, 2. Korelasi antar karakter merupakan hal umum yang terjadi pada tanaman. Informasi tentang korelasi antar karakter sangat penting sebagai dasar seleksi agar kegiatan seleksi menjadi lebih efisien. Akan tetapi informasi dari korelasi ini belum karakter kuantitatif yang akan dijadikan sebagai kriteria seleksi. Hal ini disebabkan karakter pengaruh langsung terhadap hasil belum dapat diketahui. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis lanjutan yaitu analisis sidik lintas, dimana melalui analisis sidik lintas ini dapat diketahui karakter-karakter yang memberikan pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap hasil (Singh dan Chaudhary, 2. Penelitian ini bertujuan kuantitatif dengan bobot buah per kriteria seleksi. BAHAN DAN METODE Bahan digunakan dalam penelitian ini adalah 20 genotipe tanaman cabai yang berasal dari koleksi IPB Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang. Genotipe yang digunakan adalah cabai besar yang terdiri dari IPB C5. IPB F8002005-2-9-12-1. IPB C19. IPB C18 dan IPB C143. Cabai semi keriting yang terdiri dari IPB F5120005-5-5-11-1. IPB F110005-91-13-12. IPB F11000591-13-5 dan IPB C2. Cabai keriting yang terdiri dari IPB C105. IPB C111. IPB C117. IPB C118. IPB C120. IPB C51. IPB C157. IPB C159 dan IPB C140. Cabai rawit yang terdiri dari IPB C145 dan IPB C160. Teknik budidaya yang digunakan merupakan teknik budidaya standar pada cabai. Benih cabai disemai pada tray semai yang berisi media tanam sampai umur 6 Minggu Setelah Tanam (MST). Jarak tanam yang digunakan adalah 0. 5m x 0. Pupuk kandang diberikan 1 kg per lubang. pupuk dasar Urea 200 kg/ha. SP-36 150 kg/ha dan KCl 150 kg/ha diberikan pada 5 hari sebelum tanam. Setelah pemberian pupuk kandang dan pupuk dasar, bedengan ditutup dengan mulsa plastik hitam Penyemprotan pestisida dilakukan setiap minggu setelah tanam dengan insektisida atau dengan dosis sesuai anjuran. Pemberian dilakukan pada 4, 6, 8, dan 10 MST dengan NPK Mutiara 16-1616 dengan dosis 10 g/liter. Cara pemberiannya adalah dengan menyiramkan larutan pupuk 250 ml per tanaman. Jumlah tanaman contoh yang diamati pada masing-masing genotipe adalah sepuluh tanaman. Karakter yang diamati adalah karakter kuantitatif yaitu: umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, tinggi dikotomus, diameter batang, lebar tajuk, ukuran daun, bobot buah, panjang buah, panjang tangkai buah, diameter buah, tebal daging buah dan bobot buah per Data dianalisis dengan uji Jika hasil menunjukkan perbedaan yang nyata, maka Pearson mengetahui keeratan hubungan antar karakter. Masing-masing koefisien korelasi diuji pada taraf 05 atau 0. 01 (Selvamuthu dan Das, 2. Selanjutnya dilakukan analisis sidik lintas berdasarkan persamaan simultan seperti yang dikemukakan oleh Shingh dan Chaudhary . Peubah digunakan untuk menghitung nilai koefisien lintas adalah bobot buah per tanaman dengan Ry = Rx C Sehingga untuk mendapatkan nilai C digunakan rumus sebagai C= Rx-1 Ry Dimana: = Koefisien lintas . engaruh langsung suatu peubah peubah tidak beba. Rx-1 = invers matrik korelasi antar peubah bebas Ry = vektor koefisien korelasi antara peubah bebas dengan peubah tidak bebas HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Ragam Karakter Kuantitatif Hasil (Tabel . menunjukkan bahwa perbedaan genotipe yang diuji berpengaruh sangat nyata pada karakter kuantitatif yang diamati. Koefisien genotipe yang diuji berada pada 11 %. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan berbeda sangat nyata pada dimana semua karakter kuantitatif ini dapat dilanjutkan untuk analisis selanjutnya, yaitu analisis korelasi dan sidik lintas. Tabel 1. Rekapitulasi sidik ragam karakter kuantitatif No. Peubah Kk (%) Tinggi tanaman . Tinggi dikotomus . Diameter Batang . Lebar tajuk . Lebar daun . Panjang daun . Umur berbunga (HST) Umur panen (HST) Panjang tangkai buah . Tebal daging buah . Panjang buah . Diameter buah . Bobot per buah . Bobot buah per tanaman . Keterangan : ** berbeda sangat nyata pada taraf 1% F hitung 3,15** Pr>F Tabel 2. Koefisien korelasi 20 genotipe cabai Ptb Keterangan: ** = berkorelasi sangat nyata pada taraf 1%, * = berkorelasi nyata pada taraf 5% Bb=bobot per buah, dbtg=diameter batang, dbh=diameter buah, lt=lebar tajuk. pb=panjang buah, ptb=panjang tangkai buah, tdb=tebal daging buah, ld=lebar daun, pd=panjang daun, td=tinggi dikotomus, tt=tinggi tanaman, ub=umur berbunga dan up=umur panen Analisis Korelasi Karakter Kuantitatif Hasil menunjukkan bahwa bobot per buah . =0. , diameter buah . =0. =0. =0. dan panjang daun . =0. berkorelasi positif dan sangat nyata terhadap bobot buah per tanaman (Tabel . Beberapa menunjukkan hal yang sama, bobot buah pertanaman memiliki korelasi positif dengan bobot buah per tanaman (Syukur et al. Deviona et al. , 2. , tebal daging buah (Deviona et al. Hal bahwa semakin besar bobot per buah, semakin besar diameter buah, semakin tebal daging buah, semakin lebar daun dan semakin semakin besar juga bobot buah per tanaman. Sedangkan untuk karakter diameter batang, lebar tajuk, panjang buah, panjang tangkai buah, tinggi dikotomus, tinggi tanaman, umur berbunga dan umur panen tidak dapat seleksi untuk menduga bobot buah per tanaman karena tujuh berkorelasi nyata terhadap bobot buah per tanaman. Dengan demikian, bobot per buah, diameter buah, tebal daging buah, lebar daun dan panjang daun dapat dijadikan kriteria seleksi. Selain korelasi antar karakter kuantitatif perlu juga dipelajari karakter yang mempunyai pengaruh langsung ataupun tidak langsung terhadap bobot buah per tanaman. Melalui pengaruh langsung ataupun tidak langsung, seleksi karakter yang berkaitan dengan bobot buah per tanaman akan menjadi lebih Karakter tebal daging buah memiliki pengaruh langsung yang negatif terhadap bobot buah per tanaman (Tabel . Menurut Wahyuni et al. , jika pengaruh totalnya besar namun pengaruh langsungnya negatif maka karakter-karakter yang berperan secara tidak langsung harus dipertimbangkan secara simultan dalam seleksi. Selain itu, menurut Rohaeni . untuk karakter yang memiliki pengaruh langsung negatif terhadap hasil atau bobot buah per tanaman tetapi memiliki pengaruh total pengaruh tidak langsung yang lebih berperan dalam adanya korelasi karakter tersebut dengan karakter lainnya terhadap bobot buah per tanaman. Analisis Sidik Lintas Karakater Kuantitatif Tabel 3. Pengaruh langsung dan tidak langsung beberapa karakter terhadap bobot buah per tanaman 20 genotipe cabai Pengaruh Langsung Pengaruh Tak Langsung Dbh Tdb Pengaruh Total Selisih Keterangan: bb=bobot per buah, dbh=diameter buah, tdb=tebal daging buah, ld=lebar daun, pd=panjang daun Berdasarkan hasil analisis Gambar menunjukkan bahwa karakter yang memiliki pengaruh langsung terhadap daya hasil adalah bobot per buah dan lebar daun. Penelitian Deviona et al. berpengaruh langsung terhadap hasil dengan pengaruh tidak langsung oleh karakter bobot per Hasil menunjukkan bahwa karakter bobot per buah dan diameter Penentuan karakter yang efektif untuk dijadikan karakter seleksi dilihat dari besarnya pengaruh langsung terhadap hasil, korelasi antara peubah dengan hasil, dan selisih antara korelasi antar karakter terhadap hasil (Budiarti et al,. Bobot per buah memiliki nilai korelasi genetik langsung 093, sedangkan lebar daun memiliki nilai korelasi genetik langsung sebesar 0. Selisih yang didapat pada bobot sedangkan lebar daun sebesar Karakter yang berkorelasi genetik tidak langsung adalah diameter buah, tebal daging buah dan panjang daun. Diameter buah . = 0. , tebal daging buah . = 0. dan panjang daun . = 0. berkorelasi tidak langsung terhadap bobot buah per tanaman melalui karakter bobot per buah. Diameter per buah . = 0. , tebal daging buah . = 0. dan panjang daun . = 0. berkorelasi tidak langsung terhadap bobot buah per tanaman melalui karakter lebar daun. Tiga karakter tersebut memiliki korelasi yang lebih besar terhadap bobot buah pertanaman daripada peubah lainnya. DBH TDB BBT CS = 0. Keterangan: BBT=bobot buah per tanaman. LD=lebar daun. PD=panjang daun. BB=bobot per buah. DBH=diameter buah. TDB=tebal daging buah Gambar 1. Pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap bobot buah per tanaman 20 genotipe cabai Lima karakter . obot per buah, lebar daun, diameter buah, tebal daging buah dan panjang ragam bobot buah per tanaman Pengaruh karakter-karakter lain yang tidak dimasukkan dalam diagram lintas belum dapat dijelaskan oleh model yang digunakan . engaruh sisaa. SIMPULAN Berdasarkan korelasi dan sidik lintas karakter yang memiliki korelasi dan pengaruh langsung terhadap bobot buah per tanaman adalah bobot per buah dan lebar daun. Sedangkan diameter buah, tebal daging buah dan panjang daun langsung terhadap bobot buah per tanaman baik melalui bobot per buah dan lebar daun. UCAPAN TERIMA KASIH