SAINTEKES Ae VOLUME 03 NOMOR 02 . PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BENGKUANG (Pachyrhizus erosu. SEBAGAI ANTIOKSIDAN TERHADAP KADAR KOLESTEROLTINGGI PADA MENCIT(Mus Roushandy Asri Fardani1. Ika Nurfajri Mentari2. Eka Fitria3 1,2,3 Politeknik Medica Farma Husada Mataram. Mataram. Indonesia Article Information Article history: Received April 20, 2024 Approved April 29, 2024 Keywords: Cholesterol. Jicama. Mice ABSTRACT High cholesterol levels in the blood are a serious problem because they are a risk factor for various non-communicable diseases such as heart disease, stroke and diabetes mellitus. Empirically, the secondary metabolic contents of jicama such as saponins& flavonoids have their respective properties. Saponin functions to bind cholesterol with bile acids so that it can reduce cholesterol levels. The results of the antioxidant activity test, the IC50 value of jicama extract is 115. 20 mg/mL, which indicates that the antioxidant activity of jicama extract is classified as a moderate antioxidant. The results of measuring cholesterol levels after treatment showed that there was a decrease in cholesterol levels after giving jicama extract treatment in each group, seen in treatment 1 (P. 4 with a difference of 2. from cholesterol before administration, treatment 2 (P. 8 with a difference of 4. 6 of cholesterol before administration, treatment 3 (P. with a difference of 7. 6 from cholesterol before administration of jicama extract, positive control (K ) was 108. 4 with a difference of 30. 2 from cholesterol before administration, negative control (K-) was 122. 6 with a difference of 0. antioxidants from purple cabbage, namely 115. 20 g/mL. The antioxidant activity of purple cabbage is in the very strong category and vitamin C is in the very strong category. A 2022 SAINTEKES *Corresponding author email: fardaniroushandy@gmail. PENDAHULUAN Kolesterol adalah salah satu bagian dari lemak atau lipid, akan tetapi keduanya merupakan subtansi yang berbeda. Kolesterol sangat penting bagi manusia, dalam jumlah org/10. 55681/saintekes. tertentu kolesterol dibutuhkan oleh tubuh untuk melakukan proses metabolisme dalam tubuh sebagai bahan pembentuk diding sel, pembuatan asam empedu untuk mengemulsikan lemak. FARDANI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 02 . 142 - 146 Namun dalam keadaan berlebihan, kolesterol berubah menjadi berbahaya dan sumber Penyakit yang disebabkan kolesterol dapat menimpa siapa saja dari berbagai kalangan (Muqowwiyah & Dewi, 2. Tingginya kadar kolesterol di dalam darah merupakan permasalahan yang serius karena merupakan salah satu faktor risiko dari berbagai macam penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan diabetes mellitus. Beberapa faktor yang memengaruhi kadar kolesterol total adalah pola makan tinggi serat, pola makan tinggi lemak, kebiasaan merokok, jenis kelamin, obesitas dan aktifitas fisik (Yoeantafara & Martini, 2. Penelitian sebelumnya mengenai upaya menggunakan antioksidan alami buah salak dengan konsentrasi 10%, 20%, 40% dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Didukung dengan penelitian Brigita T. Tamon literature review tentang efek antioksidan pada teh hijau terhadap kolesterol darah menunjukan adanya hasil penurunan kadar kolesterol yang signifikan setelah diberikan teh hijau. Bengkuang (Pachyrhizus merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan ditanam menggunakan benih. Bengkuang merupakan buah yang kaya akan berbagai zat gizi yang sangat penting untuk kesehatan terutama vitamin dan mineral. Pada penelitian yang dilakukan oleh Endang Lukitaningsih, disebutkan bahwa bengkuang mengandung vitamin C, flavonoid, dan saponin yang merupakan tabir surya alami untuk mencegah kulit rusak oleh radikal bebas (Hadi et al. , 2. Secara empiris kandungan metabolik sekunder dari bengkuang seperti saponin & flavonoid memiliki khasiat masing-masing. Saponin berfungsi mengikat kolesterol dengan asam empedu sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol (Michael W. org/10. 55681/saintekes. Flavonoid berfungsi meningkatkan aktivitas Vitamin C sebagai antioksidan LDL(Low Density Lipoprotei. (Barung et al. , 2. Berdasarkan sekunderyang terkandung dari buah bengkuang, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh antioksidan terhadap kadar kolesterol tinggi pada mencit. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan pretest and postest randomized control group. Rancangan ini digunakan untuk mengukur pengaruh perlakuan pada kelompok eksperimen dengan cara membandingkan kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol (Arasj et al. , 2. Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman bengkuang (Pachyrhizus erosu. Sampel (Pachyrhizus erosu. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Alat serta instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain pisau/cutter, evaporator, timbangan, neraca analitik, labu ukur, tples kaca, erlenmeyer, gelas ukur, gunting medis, cawan petri, mortar, aluminium foil ,waterbath, bejana maserasi . , kandang mencit, labu ukur, spektofotometer. Easy Touch GCU. Bahan- bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstrak kubis ungu, etanol DPPH ,1-diphenyl-2picrylhydrazy. , air. Etanol 96%, dan Vitamin C. Pembuatan Ekstrak Proses ekstraksi dilakukan dengan metode disiapkan umbi bengkuang yang telah di panen. ditimbang 4 kg berat awal umbi Dicuci bersih sisa tanah pada kulit dikupas kulit bengkuang. Dipotong FARDANI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 02 . 142 - 146 hingga berukuran kecil. Direndam dalam bejana maserasi dengan alkohol 96% . engan perbandingan 3:. selama 5 hari serta diaduk setiap hari untuk mendapatkan konsentrasi Disaring cairan maserat kemudian untuk memperoleh maserat. Diputar menggunakan rotary evaporator untuk diuapkan dan dilanjutkan dengan waterbath dengan suhu 60AC dan dicatat hasil ekstrak yang diperoleh (Lister. Peningkatan kadar kolesterol Pemberian pakan hiperkolesterol Dilakukan selama 7 hari, pembuatan pakan hiperkolesterol yaitu dengan cara PTU 100 mg dilarutkan ke dalam 1000 mL aquades, 30 gr telur puyuh dilarutkan dengan larutan PTU yang sudah dibuat. Selama 7 hari pakan ini diberikan kepada mencit dengan masingmasing volume 0,5ml per mencit dengan cara Dilakukan pengecekan seluruh mencit . untuk diketahui kolesterol mencit setelah pemberian pakan hiperkolesterol. Perencanaan dosis Dosis yangdigunakan adalah pada kelompok P1 digunakan 100 mg/gBB. P2 dengan dosis 200 mg/gBB. P3 dengan dosis 300 mg/gBB, kontrol positif (K ) dengan dosis simvastatin 0,026 mg/gBB . aktor konversi 0,0. dan untuk kontrol negatif (K-) diberikan aquades. Dosis diberikan selama 7 hari perlakuan. Uji Penurunan Kadar Kolesterol Pada Mencit Disiapkan sebanyak 25ekor mencit, lalu dibagi dalam 5 kelompok masing masing terdisi dari 5 ekor mencit Kelompok K- . ontrol negati. hanya diberikan aquades. Kelompok K . ontrol positi. diberikan simvastatin 0,026mg/gBB Kelompok P1diberikan dosis ekstrak bengkuang 100mg / 20gr BB diberikan disondekan, dengan volume pemberian 0,1ml. org/10. 55681/saintekes. Kelompok pelakuan P2 diberikan dosis ekstrak bengkuang 200mg / 20gr BB diberikan disondekan, dengan volume pemberian 0,1ml. Kelompok pelakuan P3 diberikandosis ekstrak bengkuang 300mg / 20gr BB diberikan disondekan, dengan volume pemberian 0,1ml. Pengukuran kadar kolesterol Pengukuran dilakukan dengan Menggunakan alat Easy Touch GCU. Sebelum dilakukan pengecekan kadar kolesterol, mencit dipuasakan selama 10-12 Nyalakan alat dan test strip diselipkan pada tempat khususpada alat tersebut, kemudian pada layar akan muncul gambar Autetesan darahAy menandakan alat siap untuk Setelah ekor mencit didesinfektan dengan etanol 70%, ujung ekor digunting, tetesan darah pertama dibuang, tetesan berikutnya diteteskan pada test strip yang terselip pada alat. Sejumlah tertentu darah akan terserap sesuai dengan kapasitas serap test strip sampai terdengar bunyi bip, setelah itu pendarahan mencit dihentikan. Hasil akan terlihat pada layar. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di laboratorium Kimia Politeknik Medica Farma Husada Mataram dan Laboratorium Kimia Analitik Universtas Mataram pada bulan Juni hingga Juli 2023 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh antioksidan terhadap kadar kolesterol tinggi pada mencit. FARDANI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 02 . 142 - 146 Table 1. Hasil uji penurunan kadar penurunan paling tinggi, terlihat dari penurunan kadar kolesterol cukup signifikan dari 2 dosis di bawahnya meski pemberian dosis perlakuan belum termasuk ke dalam golongan kadar kolesterol normal, karna masa perlakuang yang masih hanya 7 hari. SIMPULAN Berdasarkan Tabel 1. menunjukan bahwa adanya penurunan kadar kolesterol setelah pemberian perlakuan ekstrak bengkuang di setiap kelompok, terlihat pada perlakuan 1 (P. 4 dari kadar kolesterol sebelum pemberian yakni 116. 0, perlakuan 2 (P. sebesar 8 dari kadar kolesterol sebelum pemberian 4, perlakuan 3 (P. 6 dari kadar kolesterol sebelum pemberian yakni 2, pelakuan ekstrak bengkuang, kontrol positif (K ) sebesar 108. 4 dari kadar kolesterol sebelum pemberian yakni 138. 6, kontrol negatif (K-) sebesar 122. 6 dari kadar kolesterol sebelum peberian yakni 122. Pemberian ekstrak bengkuang terhadap mencit dilakukan dengan memakai 5 kelompok, yaitu 3 kelompok dosis perlakuan dan 2 kelompok kontrol. Dosis pemberian ekstrak bengkuang P1 sebanyak 100mg/gBB. Dosis pemeberian ekstrak bengkuang P2 sebanyak 200mg/gBB. Dosis bengkuang P3 sebanyak 300mg/gBB. ekstrak bengkuang. Berdasarkan tabel 1 mengindikasikan bahwa pemberian ekstrak bengkuang dapat menurunkan kadar kolesterol pada setiap pemberian perlakuan dan mengalami penurunan paling tinggi pada perlakuan 3 (P. yang diberikan selama 7 hari. Penurunan yang tidak terlalu jauh antara kadar kolesterol pada kelompok perlakuan disebabkan kandungan antioksidan yang terdapat pada bengkuang tergolong antioksidan Ektrak bengkuang dengan dosis paling tinggi yaitu 300 mg/gBB menyebabkan org/10. 55681/saintekes. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapa disimpulkan bahwa ekstrak bengkuang (Pachyrhizus erosu. dapat ditarik (Pachyrhizus erosu. dengan dosis paling tinggi yakni 300mg/gBB dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi pada UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah memberi dukungan Terimakasih kami ucapkan kepada Politeknik Medica Farma Husada Mataram yang telah mendukung proses penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA