e-ISSN: 2827 - 9883 e-journal.unmuhkupang.ac.id/index.php/talim fai@unmuhkupang.ac.id Volume 1, No. 2 ANALISIS INTERAKSI SOSIAL ANTARA SISWA MUSLIM DAN NON MUSLIM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGRI 2 SULAMU Baruna Kamiring, Yahya Nikmad Nobisa, Ilfiana Iffah Jihada Jl. Ketapang, Kampung Baru Sulamu, Kec. Sulamu Universitas Muhammadiyah Kupang iffahjihada02@gmail.com//Baruna.farid@gmail.com Abstract This study aims to analyze the social interaction between Muslim and non-Muslim students at SMP Negeri II Sulamu, in this study the author uses descriptive qualitative methods and refers to data collection in the field, data collection is carried out by observation, documentation and interviews. conducted by the researcher shows that the social interactions that occur in the SMPN II Sulamu environment occur quite well, both individually with individuals, individuals with groups or groups with groups, both interactions are carried out in the classroom and outside the classroom. This study uses qualitative approach, where the qualitative approach is understood as a procedure. research that produces descriptive data in the form of written or spoken words from people and actors that can be observed. The data that will be collected in this study is data and information about the Analysis of Social Interaction between Muslim and Non-Muslim students from the Perspective of Islamic Education at SMP Negeri 2 Sulamu. Thus, the researcher wants new findings from this research which can later be described and can also be described regarding Social Interaction between Muslim and Non-Muslim Students from the Perspective of Islamic Religious Education at SMP Negeri 2 Sulamu. Social interaction is a meaningful matter in living together in society. Meeting someone with other people or other groups, then they talk to each other, work together, and so on to achieve social goals that form the basis of social processes. Thus, it can be stated that social interactions are relationships between individuals, between groups of people. If two people meet, social interaction begins at that time. They greeted each other, shook hands, and talked to each other. So such activity is a form of interaction. Based on the results of direct observations of several students outside class hours in terms of speech and behavior, the researchers found several things, including students who are Muslim and non-Muslim in speaking or interacting with their fellow Muslims and nonMuslims. They are always polite, use language that doesn't hurt or offend their friends, they always use nice and polite language. Keywords: Social Interaction, Muslim and Non-Muslim Students 1 TA’LIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1, No. 2 Bulan Agustus 2022 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi sosial antara siswa muslim dan non muslim di SMP Negeri II Sulamu,dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dan mengacu pada pengumpulan data di lapangan,pengumpulan data dilakukan secara observasi,pengamatan, dokumentasi dan wawancara.hasil dari penelitian yang di lakukan oleh peneliti menunjukan bahwa interaksi sosial yang terjadi di lingkungan SMPN II Sulamu terjadi cukup baik,baik itu secara individu dengan individu,individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok baik itu interaksi di lakukan di dalam kelas mapun di luar kelas.penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif, dimana pendekatan kualitatif di fahami sebagai prosedur Penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat di amati. Data yang nantinya akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data dan informasi tentang Analisis Interaksi Sosial antara siswa Muslim dan Non Muslim Perspektif Pendidikan Islam di SMP Negeri 2 Sulamu. Dengan begitu peneliti menghendaki adanya temuan-temuan baru dari penelitian ini yang nantinya dapat dideskripsikan dan juga dapat digambarkan mengenai Interaksi Sosial antara Siswa Muslim dan Non Muslim Perspektif Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Sulamu. Interaksi sosial ialah perihal berarti dalam kehidupan bersama di dalam masyarakat. Bertemunya seseorang dengan orang lain atau kelompok lainnya, kemudian mereka saling berbicara, bekerja sama, dan seterusnya untuk mencapai tujuan sosial yang menjadi dasar proses sosial. Dengan demikia dapat disebutkan bahwa interaksi sosial adalah hubunganhubungan antara orang perorangan, antara kelompok manusia. Jika dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai saat itu. Mereka bertegur sapa, berjabat tangan, dan saling berbicara. Maka aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi. Berdasarkan hasil observasi/pengamatan secara langsung terhadap beberapa siswa di luar jam kelas dalam hal bertutur kata dan bersikap, peneliti mendapatkan beberapa hal di antaranya siswa dan siswi yang muslim maupun Non muslim mereka dalam bertutur kata atau berinteraksi dengan teman mereka yang sesama muslim maupun bukan sesama muslim, mereka selalu sopan, menggunakan bahasa yang tidak meyakiti atau menyinggung teman mereka, mereka selalu menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Kata Kunci: Interaksi Sosial,Siswa Muslim dan Non Muslim Pendahuluan Manusia merupakan makhluk individu sekaligus makhluk sosial, yang selama hidupnya akan selalu membutuhkan orang lain. Ketika individu hidup dengan individu lain, akan terjadi hubungan timbal balik atau yang disebut dengan interaksi sosial. Interaksi sosial terjadi apabila satu individu melakukan tindakan sehingga menimbulkan reaksi dari individu lain.Dalam kehidupan sehari-hari manusia sebagai mahluk sosial tentu saja tidak akan lepas dari pendidikan, mulai dari pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Pendidikan formal merupakan pendidikan yang sistematis, berstruktur yang berjenjang dari 2 TA’LIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1, No. 2 Bulan Agustus 2022 pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh sekolah-sekolah yang dikelolah oleh negeri atau swasta.Sedangkan pendidikan non formal adalah pendidikan yang berlangsung diluar sekolah, pendidikan berlangsung pada lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.1 Pendidikan formal adalah persekolahan yang sistematis, terstruktur, stabil, pendidikan menengah dan tinggi yang diselenggarakan oleh lembaga negara atau swasta. Sedangkan pendidikan Non formal adalah pendidikan di luar kelas, pendidikan berlangsung dalam keluarga dan masyarakat. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang di dalamnya terdapat kegiatan belajar mengajar antara guru dengan siswa. Di sekolah,siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan saja tetapi juga berlatih dan berinteraksi dengan orang lain seperti dengan guru atau teman sebaya mereka sesama siswa. Norma-norma agama mengatur hubungan-hubungan individu dengan individu lainnya sehingga tingkah laku sosial individu semakin terkendali ke arah tingkah laku sosial yang baik.2 SMP N 2 SULAMU merupakan lembaga pendidikan yang didalamnya terdapat siswa Muslim dan Non Muslim, dan mayoritas siswanya Non Muslim, kontak antara siswa Muslim dan Non Muslim tidak hanya terjadi di dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga di luar kelas dan lingkungan masyarakat. Berkenaan dengan ciri-ciri keagamaan siswa SMP N 2 SULAMU yang mayoritasnya Non Muslim, adanya perbedaan agama atau kepercayaan mayoritas di SMP N 2 SULAMU namun tidak adanya diskriminasi akan tetapi dalam pergaulan siswa- siswi masih adanya beberapa yang melakukan perundungan sesama teman walaupun itu dengan teman-teman yang Non muslim atau Muslim. Berdasarkan pengamatan penulis di SMP N 2 SULAMU, hubungan atau interaksi yang dilakukan oleh siswa dengan siswa lainnya harus mendapatkan perhatian yang cukup. Karena siswa -siswi masih melakukan perundungan terhadap teman- teman yang lainnya, sehingga perlu adanya perhatian lebih dari para guru- guru dan orang tua sehingga anakanak tidak melakukan tindakan seperti itu. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang di bahas pada penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui pola interaksi sosial siswa muslim dan non muslim di SMPN 2 Sulamu 2)Untuk mengetahui perpesktif pendidikan islam terhadap pola interaksi di SMPN 2 Sulamu Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berupaya menganalisis kehidupan sosial dengan menggambarkan dunia sosial dari sudut pandang atau interpretasi individu (informan) 1 Deden, Yohanes Bahari, Imran, “INTERAKSI SOSIAL ANTAR SISWA MUSLIM DENGAN NON MUSLIM DI KELAS XI IPS”. 2 Slamet Santoso, Teori-Teori Psikologi Sosial, (Bandung: Refika Aditama, 2010), hal. 159. 3 TA’LIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1, No. 2 Bulan Agustus 2022 dalam latar alamiah.3 Dan yang ditunjang oleh data- data yang diperoleh melalui penelitian lapangan (field research) yaitu mengumpulkan data dari objek yang diteliti. Bogdan dan Taylor mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang dan perilaku yang dapat diamati.4 Masalah penelitian yang dikaji bersifat deskriptif kualitatif, karena penelitian ini mengeksplor fenomena proses menumbuhkan karakter Islami peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di MAN Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Selain itu, penelitian ini bermaksud untuk membuat pencandraan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Sumer yang didapatkan adalah data primer dan data sekundder. Data Primer adalah sejumlah keterangan atau fakta yang secara langsung diperoleh dalam penelitian. Kata-kata dan tindakan orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama.5 Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari literatur buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan topik penelitian, dalam hal ini adalah buku-buku dan jurnal yang menyangkut dengan topik yang diteliti. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data observasi yaitu suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung pada objek penelitian dan catatan semua data yang sangat diperlukan. Wawancara (interview) adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Wawancara ini digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit.6 Dan Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bias berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. 7 Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Sebelum di Lapangan dan Analisis di Lapangan. Analisis sebelum dilapangan atau bisa juga disebut data sekunder ini dilakukan dengan berkunjung ke MAN Kota Kupang Nusa Tenggara Timur untuk melihat kondisi sosial sekolah, lalu membaca hasil penelitian yang telah dilakukan, bertujuan untuk menentukan fokus penelitian. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif, fokus yang dirumuskan masih bersifat sementara dan berkembang saat penelitian di lapangan. Analisis data di lapangan mulai dilakukan pada saat observasi, yang dilanjutkan dengan wawancara dan dokumentasi. Berikut adalah aktifitas yang dilakukan pada saat analisis data: a Reduksi Data Menurut Sangadji, reduksi data dapat diartikan sebaai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data 3 Sudaryono, Metodologi Penelitian (Depok: Rajawali Pers, 2018): Cet. 2, hal, 91. Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011): hal, 4. 5 Moleong lexy. J, Metodelogi Pendidikan Kualitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002) 4 6 7 Sudaryono, Metodologi Penelitian (Depok: Rajawali Pers, 2018): Cet. 2, hal, 216. Sugiyono, Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D (Bandung: ALFABETA, 2013) 4 TA’LIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1, No. 2 Bulan Agustus 2022 kasar yang muncul dari catatan lapangan.8 Dikarenakan data yang dapat di lapangan cukup banyak, maka peneliti menggunakan alat bantu untuk menyimpan ataupun mencatat data-data yang diperoleh selama penelitian. b Penyajian Data Sebelum melakukan pembahasan penelitian, peneliti mencoba menjabarkan data hasil dari wawancara dan observasi dengan teks naratif, agar lebih mudah dipahami dan dikaitkan dengan teori yang dijadikan landasan berpikir c Kesimpulan Kesimpulan dalam penelitian ini merupakan gambaran umum yang didapat dari penelitian yang telah dilakukan, sebuah temuan baru yang menjawab rumusan masalah yang telah diuraikan dimuka. Dalam menentukan kesimpulan penelitian digunakan check and recheck dari berbagai sudut pandang yang diperoleh dari beberapa informan.9 Hasil dan Pembahasan Penelitian 1. Pola Interaksi Sosial Antara Siswa Muslim dan Non Muslim di SMPN Sulamu. Interaksi sosial ialah perihal berarti dalam kehidupan bersama di dalam masyarakat. Bertemunya seseorang dengan orang lain atau kelompok lainnya, kemudian mereka saling berbicara, bekerja sama, dan seterusnya untuk mencapai tujuan sosial yang menjadi dasar proses sosial. Dengan demikia dapat disebutkan bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang perorangan, antara kelompok manusia. Jika dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai saat itu. Mereka bertegur sapa, berjabat tangan, dan saling berbicara. Maka aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi.10 Interaksi antara siswa muslim dan non muslim yang terjadi di SMP Negeri 2 Sulamu terjalin sangat dekat, bahkan ada di antaranya sudah berteman sudah lama sebelum masuk ke sekolah SMP Negeri 2 Sulamu sampai masuk SMP Negeri 2 Sulamu. Mereka juga sering main diluar sekolah, mereka juga sering mengerjakan tugas bersama dirumah teman-teman. Memang benar bahwa hubungan antara siswa Muslim dan non-Muslim dekat, dan peneliti menemukan, memang benar, bahwa siswa Muslim dan non-Muslim berteman dan kedekatan mereka tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Secara keseluruhan, kewajiban kita kepada sesama manusia hampir identik dengan kewajiban kita kepada sesama Muslim; bedanya hanya kewajiban kita terhadap sesama muslim terikat oleh akidah dan agama kita bersama, sedangkan kewajiban kita terhadap sesama manusia diikat oleh status kita bersama sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Akibatnya, tanggung jawab hampir identik, dan mereka adalah sebagai berikut: 8 Sudaryono, Metodologi Penelitian (Depok: Rajawali Pers, 2018): Cet. 2, hal, 347. Fathur Rozi, ‘’ Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Melalui Ekstrakurikuler Keagamaan Untuk Menumbuhkan Karakter Islami Di Smk Negeri 51 Jakarta ‘’ (Skripsi, Universitas Islam Negeri (Uin) Syarif Hidayatullah (Jakarta) 2019) 9 10 Sudariyanto, Interaksi Sosial, (Semarang: CV ALPRIN, 2010), h. 21. 5 TA’LIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1, No. 2 Bulan Agustus 2022 Menghormati dan Memenuhi hak-haknya Ada lima hak dasar manusia yang harus dihormati, yaitu: a. Hak untuk hidup b. Hak untuk beragama c. Hak untuk mendapat pendidikan d. Hak untuk bekerja e. Hak untuk berpendapat/ menentukan pilihan11 Interaksi antara siswa muslim dan non muslim di luar kelas jga terjadi di dalam kegiatan ekstrakulikuler yang di adakan oleh sekolah, siswa muslim dan non muslim terlibat dalam kegiatan ekstrakulikuler yang juga di dampingi oleh pembina sehingga interaksi siswa masih dalam pengawasan guru,ekstrakulikuler yang di ikuti oleh siswasiswi seperti volly, bola kaki, paskibraka dan pramuka. Pola interaksi sosial antara siswa muslim dan non muslim lainnya juga tergambar ketika mereka menjalin hubungan persahabatan, apabila ada temannya yang mengalami musibah atau kedukaan maka dengan inisiatif mereka sendirlah akan melakukan pengalangan dana untuk membantu atau meringankan beban temannya walaupun mereka tau itu tak seberapa yang penting mereka melakukan itu dengan keikhlasan tanpa paksaan. Interaksi antara siswa muslim dan non muslim di luar kelas jga terjadi di dalam kegiatan ekstrakulikuler yang di adakan oleh sekolah, siswa muslim dan non muslim terlibat dalam kegiatan ekstrakulikuler yang juga di dampingi oleh pembina sehingga interaksi siswa masih dalam pengawasan guru,ekstrakulikuler yang di ikuti oleh siswasiswi seperti volly, bola kaki, paskibraka dan pramuka. 2. Interaksi Sosial Siswa Muslim dan Non Muslim Perspektif Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Sulamu Dalam Islam, interaksi sosial disebut dengan istilah hablum minannaasi (hubungan sesama manusia), yang pengertiannya juga tidak berbeda dengan pengertian interaksi sosial diatas, yaitu hubungan antar individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok. Contohnya saling sapa, berjabat tangan, silaturrahim, ukhwah (persaudaraan) Islamiah dan lain sebagainya. Secara umum, proses interaksi sosial dimulai dengan kontak atau komunikasi sosial. Kontak ini kemudian dilanjutkan dengan proses-proses yang asosiatif (assosiative processes) atau pun yang disosiatif atau oposisional (dissociative processes). Proses-proses asosiatif dimulai dengan kerja sama (cooperation) kemudian dilanjutkan dengan akomodasi (accommodation) asimilasi (assimilation), dan akulturasi (acculturation). Adapun proses-proses disosiasi dimulai dari persaingan (competition), kontravensi (contravention) dan konflik (conflict).12 11 Heri Jauhari Muchtar, Fikih Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), hal.39 Zainal Abidin dan Agus Ahmad Safe’I, Sosiosophologi Sosiologi Islam Berbasis Hikmah, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2002), Hal 108. 12 6 TA’LIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1, No. 2 Bulan Agustus 2022 Ada tiga macam ukhuwah, yaitu Ukhuwah Islamiah yang artinya persaudaraan umat islam, sedangkan ukhuwah Wathaniah yaitu persaudaraan berbangsa atau bernegara, dan ukhuwah Insaniah dikenal sebagai persaudaraan umat manusia. Dalam hal tolong menolong siswa siswi SMP N 2 Sulamu juga di ajarkan untuk saling tolong menolong tanpa memandang siapa saja yang di tolong selagi itu berdampak untuk hal yang positif dan demi kebaikan. Selaras dengan ini peneliti melakukan wawancara dengan beberapa siswa di kala jam istirahat mereka, peneliti duduk dan cerita cerita dengan siswa siswi mereka mengatakan jikalau ada teman meraka yang mendapat kedukaan mereka akan bantu dengan cara melakukan pengumpulan uang secara suka rela, maksud dan tujuan setidaknya dapat menghibur teman mereka walaupun apa yang mereka berikan itu tak seberapa namun keikhlasan itu yang paling penting di tambah dengan cinta kasih yang selalu di ajarkan oleh guru-guru mera dan begitupun juga di agama mana pun akan mengajarkan tentang kasih sayang dan tolong menolong dalam ajaran agama islam sendiri ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad melarang untuk tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan akan tetapi tolong menolong dalam berbuat kebaikan itu yang selalu di anjurkan, bagi mereka hidup yang damai dan tentram lebih bagus dan baik daripada adanya keributan. Toleransi dimana toleransi merupakan salah satu nilai akhlak yang tinggi (Akhlakul karimah) yang harus dimiliki setiap muslim adalah salah satu bentuk sikap saling menghargai dan menghormati yang dimiliki siswa di SMP Negeri 2 Sulamu. Kehidupan masyarakat menjadi tenang dan sukses dengan menjaga sikap toleransi terhadap keberagaman ini. Berdasarkan hasil observasi/pengamatan secara langsung terhadap beberapa siswa di luar jam kelas dalam hal bertutur kata dan bersikap, peneliti mendapatkan beberapa hal di antaranya siswa dan siswi yang muslim maupun Non muslim mereka dalam bertutur kata atau berinteraksi dengan teman mereka yang sesama muslim maupun bukan sesama muslim, mereka selalu sopan, menggunakan bahasa yang tidak meyakiti atau menyinggung teman mereka, mereka selalu menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah di lakukan oleh penulis di SMPN II Sulamu yang penulis kaji tentang Analisis Interaksi Sosial antara Siswa Muslim dan Non Muslim dalam perspektif Pendidikan Islam dapat penulis simpulkan: 1. Pola interaksi siswa muslim dan non muslim di SMP Negeri 2 Sulamu terjalin cukup baik dan baik. 2. Perspektif pendidikan islam terhadap pola interaksi di SMP Negeri 2 Sulamu baik guru pendidikan agama Islam dan guru pendidikan agama katholik dan protestan terjalin cukup baik. 7 TA’LIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1, No. 2 Bulan Agustus 2022 Dari hasil penelitian ini penulis merasa terpanggil untuk menyumbangkan pemikiran berupa saran-saran sebagai berikut : 1. Antara siswa/i muslim dan non-muslim menanamkan dan meningkatkan lagi kebersamaan dan toleransi sehingga dapat memberikan nilai yang baik. 2. Hendaknya para Guru dan pegawai yang berada di sekolah agar selalu memberikan wejangan atau nasehat-nasehat kepada siswa/i untuk meningkatkan prestasi, kedisiplinan dalam sekolah, dan minat belajar mereka. 3. Bagi Siswa/i agar selalu taat dan berbakti kepada gurunya, patuh dan disiplin terhadap peraturan disekolah maupun di luar sekolah, lingkungan masyarakat, dan keluarga. 8 TA’LIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1, No. 2 Bulan Agustus 2022 Daftar Pustaka Arifin, Tajul. Metode Penelitian. Bandung: Pustaka Setia, 2008. Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktis Edisi VI. Jakarta: Rineka Cipta, 1998. Ahmad Saebani, Beni. Metode Penelitian. Bandung: Pustaka Setia, 2008. al-Nahlawi, Abdurrahman. Usul al-Tarbiyah al-Islamiyah wa Asalibiha fi al-Madrasat wa al-Mujtama . Damsyik: Darul Fikr, 1917. Asyraf, Ali. Horison Baru Pendidikan Islam. Cet. III, ter. Sori Siregar . Jakarta: Pustaka Firdaus, 1996. Fadhil al-Jamali, Mohammad. Filsafat Pendidikan dalam al-Qur‟an. Surabaya: Bumi Ilmu, 1986. Gerungan, W. A. Psikoligi Sosial. Bandung: Eresco, 1996. IqbalAbu Muhammad, Pemikiran Pendidikan Islam,( Mahasiswa, 2015 Yogyakarta: Perpustakaan Muhammad, Anwar. Pegangan sosiologi SMU jilid 1. Bandung: CV. Armico. 1995. Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Cet. IV. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008 Muhaimin, Rekonstruksi Pendidikan Islam. Jakarta: Raja grafindo Persada, 2008. Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1997 Ma’mun, Sukron. “PLURALISME AGAMA DAN TOLERANSI DALAM ISLAM PERSPEKTIF YUSUF AL-QARADHAWI” . HUMANIORA Vol.4 No.2 Oktober 2013 Miftahul Huda, Model-ModeL Pengajaran dan Pembelajaran, ( Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011). Nata, Abuddin. Perspektif Islam tentang Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2009 Santoso, Slamet.Teori-Teori Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama, 2010. Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2006 Soekanto, Soerjono.Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers, 2009. Samsu, Interaksi Sosial Muslim kepada Nonmuslim. Jurnal : Al-Munzir Vol. 8, No. 2, November 2015 9 TA’LIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1, No. 2 Bulan Agustus 2022 Tafsir, Ahmad. Filsafat Pendidikan Islam, Cet. III. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2008 Zainal Abidin dan Agus Ahmad Safe’I. Sosiosophologi Sosiologi Islam Berbasis Hikmah. Bandung: CV Pustaka Setia, 2002 Wulandari, Dewi . Pandangan Siswa Non Muslim Terhadap Perilaku Keagamaan Siswa Muslim di SMK N 1 Yogyakarta. Yogyakarta : UIN Sunan Kalijaga, 2015. https://www.freedomnesia.id/reduksi/(di akses 21 januari 2022 pukul 18 :04) Wawancara Siswa/i Katolik, di SMPN 2 Sulamu kelas VII B, 14 April 2022, Pukul, 10:00 Wawancara Siswi Protestan, Yeyen, SMPN 2 Sulamu, 28 April 2022, Pukul 11:30 Wawancara Siswi Protestan, Sasa, SMPN 2 Sulamu, 28 April 2022, Pukul 11:30 Wawancara Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sulamu, 13 April 2022, Pukul, 09:15 Wawancara Siswa, Iwan Pratin SMPN 2 Sulamu kelas VIII C, 20 April 2022, Pukul 09:00 Wawancara Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sulamu,18 April, 2022, Pukul 09: 30 Wawancara dengan kepala sekolah SMPN 2 Sulamu, 13 April, Pukul 11: 00 Wawancara Guru Mapel, Martinus Ena Blegur, 29 April 2022, di SMP N 2 Sulamu, 10:00 10