Volume 9 No. Page 76-84 e-ISSN: 2598-2095 DOI: https://doi. org/10. https://journal. id/index. php/jcps/index Intervensi Apoteker terhadap Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis: Scoping Review Kharina Anisya1* Sri Rahmat Molidia2 Kathina Deswi Aqsa3 Salsabela4 Ade Wirastuti5 Fortunata Saesarria Deisberanda6 Fakhruddin7 Rommy8 Muhammad Nur Ajwad9 AbdurraafiAo Maududi Dermawan10 1-10Universitas Tanjungpura. Pontianak. Indonesia *email: kharinaanis@pharm. Kata kunci: Pharmacist-led interventions Medication adherence Chronic kidney disease Medication therapy Chronic kidney disease (CKD) is a progressive condition requiring long-term pharmacotherapy, often complicated by complex medication regimens and a high risk of drug-related problems (DRP. Medication non-adherence in this population is linked to disease progression, increased hospitalization, and reduced quality of life. Pharmacists play a strategic role in improving adherence through educational interventions, counseling, and medication therapy management (MTM). This narrative review aimed to identify scientific evidence regarding the impact of pharmacist-led interventions on medication adherence in CKD patients. A systematic search was conducted across PubMed. ProQuest, and Google Scholar for articles published between 2015 and 2025, with ten eligible studies analyzed qualitatively. The findings show that interventions such as MTM, structured counseling, and digital educational applications significantly improved adherence scores, reduced DRPs, and enhanced patientsAo quality of life. Reported outcomes included reductions in non-adherence rates from 38. 9% to 21. 6%, improvements in laboratory parameters, and increases in adherence and quality of life scores. Factors influencing effectiveness included intervention intensity, patient understanding, medication burden, and interprofessional collaboration. Overall, pharmacist-led interventions have been proven effective in strengthening adherence, reducing therapyrelated risks, and supporting long-term therapeutic success. Prioritizing structured, adaptive, and sustainable pharmacist involvement is essential to optimize outcomes in CKD management. Received: Agustus 2025 Accepted: September 2025 Published: September 2025 A 2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). yang tinggi. PGK peringkat ke-10 penyebab kematian LATAR BELAKANG Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan masalah meningkat tiap tahun. Prevalensi PGK secara global sekitar 8-13%. PGK didefinisikan sebagai penurunan progresivitas fungsi gunjal, yang ditandai dengan penurunan LFG kurang dari 60 ml/menit/1,73m2 selama lebih dari tiga bulan. Kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit ginjal stadium akhir . nd stage renal disease/ESRD) yang memerlukan terapi pengganti ginjal seperti dialisis atau transplantasi ginjal dengan mortalitas tertinggi di dunia menurut Global Burden of Disease tahun Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 menyebutkan prevalensi PGK di Indonesia sebesar 0,38%. Tingkat . on-adherence medicatio. pada pasien PGK dapat mencapai 67% yang berkontribusi terhadap progresivitas penyakit dan meningkatnya biaya perawatan kesehatan. Pengaruh intervensi apoteker terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien geriatri dengan penyakit ginjal kronis (PGK) sangat mempengaruhi manajemen terapi pada PGK Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 76-84 e-ISSN: 2598-2095 karena tingginya prevalensi PGK dan kompleksitas Hasil tinjauan ini diharapkan dapat menjadi regimen pengobatannya . dasar penguatan peran apoteker dalam manajemen terapi Manajemen PGK yang optimal memerlukan kepatuhan penyakit ginjal kronis di layanan kesehatan, serta pasien terhadap regimen pengobatan yang kompleks . mendorong implementasi program intervensi farmasi Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa tingkat yang lebih terstruktur untuk meningkatkan kualitas kepatuhan pengobatan pada pasien PGK masih rendah. hidup pasien. Rendahnya METODE progresivitas penyakit, meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular, serta menurunkan kualitas hidup pasien . Dengan adanya keterlibatan aktif apoteker dalam PGK peningkatan kepatuhan pengobatan dan menurunkan risiko terjadinya drug related problems (DRP. serta meningkatkan kualitas hidup pasien . Kepatuhan kesesuaian pasien dalam mengonsumsi obat sesuai dengan resep yang dipengaruhi oleh berbagai faktor pengetahuan pasien . Peningkatan kepatuhan ini secara langsung berkaitan dengan penurunan masalah terkait obat (DRP. serta perbaikan outcome terapi, sehingga menjadi indikator penting dalam mengevaluasi efektivitas intervensi yang dilakukan oleh apoteker . Berbagai intervensi farmasi seperti konseling, edukasi obat, medication review, dan monitoring terapi rasional terbukti mampu meningkatkan kepatuhan dan luaran klinis pasien . Namun, hingga saat ini belum banyak tinjauan yang merangkum secara khusus pengaruh intervensi apoteker terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien penyakit ginjal kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mengintegrasikan berbagai bukti terbaru terkait dampak intervensi apoteker terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien penyakit ginjal kronik. Menelaah tentang efektivitas ragam strategi yang dilakukan oleh apoteker, sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan maupun Studi ini merupakan scoping review yang disusun secara sistematis untuk memberikan gambaran komprehensif terhadap intervensi farmasi yang telah dilakukan dalam manajemen pengobatan PGK. Tinjauan ini bertujuan kepatuhan pengobatan pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK). Pertanyaan menggunakan kerangka PICO untuk memastikan fokus dan relevansi kajian. Population (P): pasien dewasa yang didiagnosis dengan chronic kidney disease (CKD/PGK). Intervention (I): Intervensi apoteker seperti edukasi pasien, konseling, medication therapy management (MTM), aplikasi digital dan medication review. Comparison (C): pada pasien PGK yang mendapatkan intervensi apoteker atau mendapatkan perawatan standar tanpa keterlibatan Outcome (O): Peningkatan pengobatan, penurunan masalah terkait obat (DRP. dan perbaikan luaran klinis serta kualitas hidup. Pemilihan Artikel Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui penelusuran database elektronik yaitu PubMed. ProQuest, dan Google Scholar. Penelusuran jurnal internasional yang dilakukan oleh peneliti melalui PubMed dan ProQuest dengan kata kunci pharmacist intervention" AND "chronic kidney disease" AND "elderly", "drug related problems" AND "older adults" AND "pharmacy services", "potentially inappropriate medication" . Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 76-84 e-ISSN: 2598-2095 Penelusuran jurnal nasional dilakukan melalui google Studi oleh Alam et al. menunjukkan adanya scholar dengan kata kunci Aupengaruh intervensi apoteker penurunan masalah terkait obat (DRP. akibat interaksi terhadapa pasien penyakit ginjal kronisAy dan tahun obat dari 45,1% menjadi 20,5%, serta DRPs akibat pencarian dibatasi dari tahun 2015 hingga 2025. ketidakpatuhan dari 38,9% menjadi 21,6% setelah Kriteria Inklusi dan Eksklusi intervensi . <0,. Selain itu, edukasi berkala oleh Kriteria inklusi yang digunakan dalam pencarian: . Artikel yang mengevaluasi intervensi apoteker terhadap meningkatkan skor kepatuhan dan hasil laboratorium pasien PGK . Pasien yang didiagnosis penyakit ginjal sekaligus menurunkan angka rawat inap, sebagaimana kronis (PGK) . Studi klinis . cak, observasional, atau penelitian yang dilakukan oleh Alshogran et al. dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir . Penggunaan aplikasi edukatif yang dikembangkan . Artikel yang ditulis dalam bahasa Inggris apoteker dalam penelitian Gamal et al. juga atau Indonesia . Artikel dengan teks lengkap. Kriteria memperlihatkan peningkatan signifikan kepatuhan pada eksklusi artikel adalah pasien penyakit ginjal akut. <0,. Konseling dan edukasi langsung oleh HASIL DAN PEMBAHASAN apoteker mampu memperbaiki perilaku pengobatan Hasil pencarian literatur didapatkan 243 artikel pada data pasien, sesuai yang dikemukakan oleh Chandrasekhar et PubMed. ProQuest dan Google Scholar. Setelah dilakukan . dan Khokhar et al. Intervensi seleksi judul dan abstrak dari artikel maka didapatkan berbasis klinik yang dilakukan Mohammadnezhad et al. 185 artikel. Dari penelitian tersebut dikeluarkan sebanyak . menunjukkan peningkatan kepatuhan, serta aspek 133 artikel. Sehingga tersisa 52 artikel dipilih untuk pengetahuan, sikap, dan perilaku perawatan diri pasien dilakukan penelaahan teks lengkap . ull-text revie. <0,. Selain itu. Zhang et al. menyatakan Setelah evaluasi menyeluruh terhadap isi artikel dan penurunan signifikan insiden DRPs pasca intervensi, kesesuaiannya dengan kriteria inklusi diperoleh 10 dengan hanya 7,8% pasien mengalami DRPs setelah artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih intervensi dilakukan . Penelitian oleh Kim et al. lanjut dalam tinjauan ini. Tahapan seleksi jurnal dapat menyatakan hubungan antara kepatuhan rendah dengan dilihat pada Gambar 1. komplikasi serius, sehingga menegaskan pentingnya Tinjauan ini memperlihatkan bahwa intervensi apoteker intervensi apoteker untuk meningkatkan kepatuhan dan meningkatkan kepatuhan mengurangi risiko komplikasi . Daifi et al. pengobatan serta menurunkan kejadian drug-related menyatakan hasil serupa yang menguatkan peran problems (DRP. pada pasien penyakit ginjal kronis intervensi apoteker dalam memperbaiki kepatuhan (PGK). Pendekatan yang diterapkan mencakup edukasi, (MTM). Sedangkan Zafar et al. dalam uji coba teracak pada pasien penyakit ginjal kronis menunjukkan bahwa . apoteker dalam tim multidisipliner. intervensi apoteker secara signifikan mengurangi jumlah Dampak Intervensi Apoteker dan tingkat keparahan masalah terkait obat (DRP. serta Intervensi yang dilakukan oleh apoteker terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup pasien dengan peningkatan meningkatkan kepatuhan pengobatan secara signifikan. Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 76-84 e-ISSN: 2598-2095 skor QoL yang signifikan dibanding kelompok kontrol . penggabungan pendekatan edukasi dan konseling lebih < 0,. disukai dan lebih berdampak dibanding intervensi Faktor-Faktor Mempengaruhi Keberhasilan Intervensi Beberapa tunggal . Selain itu, integrasi apoteker ke dalam tim klinis terbukti meningkatkan efektivitas intervensi, seperti yang terlihat keberhasilan intervensi farmasis. Tingkat pendidikan dan pemahaman pasien terhadap penyakit dan terapinya hemodialisis . Penggunaan aplikasi seluler yang menjadi faktor utama yang memengaruhi efektivitas dikembangkan oleh apoteker juga menjadi alternatif yang edukasi . Kompleksitas regimen terapi, jumlah obat, efektif dan efisien, terutama pada populasi yang memiliki serta adanya polifarmasi atau penggunaan obat yang akses terhadap teknologi digital . tidak sesuai pada pasien usia lanjut menjadi tantangan Lingkungan pelayanan kesehatan yang mendukung utama dalam meningkatkan kepatuhan . Selain itu, praktik kolaboratif, alokasi waktu yang memadai, dan durasi dan intensitas intervensi juga memengaruhi hasil. sistem dokumentasi yang transparan juga diperlukan Studi yang melibatkan pendekatan berkelanjutan seperti intervensi dilakukan secara berulang dan disesuaikan (Alshogran Ketika penggunaan teknologi yang bersifat aksesibel setiap saat (Gamal et al. , 2. menunjukkan hasil yang lebih kepatuhan menjadi lebih optimal . Di sisi lain, keterbatasan dalam Pemanfaatan teknologi berupa aplikasi edukatif berbasis penerimaan rekomendasi oleh dokter, seperti yang seluler yang dikembangkan oleh apoteker berhasil dikemukakan oleh Zafar et al. di mana hanya 37% meningkatkan kepatuhan secara bermakna . <0,. rekomendasi diterima, menunjukkan bahwa kolaborasi pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok antarprofesi masih menjadi aspek yang perlu diperkuat kontrol, sebagaimana dilaporkan oleh Gamal et al. Studi oleh Khokhar et al. menegaskan bahwa Faktor berkontribusi, seperti usia lanjut dan lama terapi yang memengaruhi keberhasilan intervensi . Selain itu, tingkat keparahan penyakit dan jumlah komorbiditas signifikan dibanding kelompok kontrol . < 0,. turut meningkatkan risiko DRPs dan menurunkan Studi yang melibatkan berbagai aspek terbukti efektif efektivitas intervensi jika tidak disesuaikan secara dalam mengubah perilaku pengobatan pasien. Dampak individual . positif terhadap rasionalisasi terapi juga terlihat dalam Preferensi dan Kondisi yang Mendukung Keberhasilan studi oleh Kim dan Kang . prevalensi penggunaan Intervensi obat yang berpotensi tidak sesuai . otentially inappropriate Keberhasilan medications/PIM. menurun dari 58% menjadi 41% pendekatan yang bersifat personal, komunikatif, dan . =0,. setelah implementasi MTM berbasis apoteker Pasien menunjukkan preferensi terhadap . intervensi yang diberikan secara langsung dan intensif, seperti sesi konseling rutin, serta dukungan informasi tertulis atau digital yang mudah dipahami. Studi oleh Khokhar Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 76-84 e-ISSN: 2598-2095 Gambar 1. Tahapan Seleksi Jurnal Tabel 1. Karakteristik Penelitian Tujuan Penelitian Desain Penelitian Jumlah Sampel Pakistan Menilai prevalensi DRPs pada pasien CKD dan DRPs. Studi Kohort Setiap pasien mengalami rata-rata 2,9 DRPs (DDI 45,1%, non-kepatuhan 38,9%). Setelah intervensi. DRPs DDI turun ke 20,5% . =0,. 21,6% . =0,. Intervensi apoteker secara signifikan menurunkan DRPs dan memperbaiki manajemen obat. Yordania Mengevaluasi edukasi apoteker kepatuhan dan hasil klinis pada pasien cuci RCT endidikan apoteker vs CKD Intervensi . dukasi bulanan selama 3 bula. secara signifikan kepatuhan total . 0,6 vs 665,8 pada kontrol, p<0,. dan meningkatkan QOL . Penulis (Tahu. Negara Alam et al. Alshogran et al. Hasil/Kesimpulan Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 76-84 e-ISSN: 2598-2095 Chandrasekhar et India Menilai dampak minum obat pasien CKD. Studi Prospektif CKD Kepatuhan signifikan setelah intervensi apoteker . engan konseling Faktor yang memengaruhi kepatuhan: usia lanjut, lama terapi. Konseling rutin meningkatkan kepatuhan pasien CKD . <0. Daifi et al. USA Mengevaluasi apoteker di fasilitas HD terhadap MRPs Studi N=157 CKD Ketidakpatuhan sebanyak 31%. Intervensi apoteker di fasilitas HD medication related problems (MRP. Gamal et al. Mesir Menguji aplikasi mobile buatan apoteker dapat kepatuhan CKD. RCT (Randomized Controlled Tria. Setelah 3 bulan, kelompok kepatuhan lebih tinggi secara signifikan (SMAQ. p<0,. dibanding kontrol. Aplikasi edukasi apoteker CKD. Khokhar et al. Pakistan Menilai model . dukasi CKD kepatuha. pada CKD tahap awal. Studi . re-pos. CKD Skor kepatuhan (GMAS) kontrol . <0. Kim et al. Korea Menilai dampak manajemen obat . otentially medication. pada lansia CKD. Studi CKD Rata-rata jumlah obat per pasien turun dari 12,9 menjadi 11,5 . <0,. pasien dengan Ou1 PIM turun dari 58% menjadi 41% . =0,. apoteker (MTM geriatr. dan PIM, meningkatkan kualitas manajemen obat pada lansia CKD . Mohammadnezhad et al. Iran Menilai medication therapy (MTM) apoteker berbasis klinik awancara dan Studi CKD Skor pengetahuan pasien 3,38 menjadi 7,59. sikap dari 54,53 59,24. elf-car. dari 30,15 menjadi 34,54. Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 76-84 e-ISSN: 2598-2095 edukas. pada CKD predialisis sikap, perilaku, dan kepatuhan. (Morisky Medication Adherence Scale/MMAS) dari 4,86 menjadi 6,22 . <0,. setelah intervensi Intervensi apoteker secara signifikan perilaku perawatan diri. CKD. Zafar et al. Pakistan Menilai efek apoteker pada DRPs dan QOL pasien CKD . RCT terbuka . potek vs CKD Total DRPs apoteker mengurangi ratarata DRPs sebesar 46,5% dan meningkatkan QOL secara signifikan . <0,. Nilai lab CKD (Hb. Ca. P) juga membaik. Intervensi menurunkan DRPs dan hidup pasien . Zhang et al. Tiongkok Mengidentifikasi DRPs pada pasien CKD rawat inap dan layanan apoteker dalam mengatasi DRPs. Prospektif CKD Sebanyak DRPs terdeteksi pada 420 pasien . ,9%) dengan rata-rata 0,51 DRPs/pasien sebelum Sesudah intervensi apoteker, 84,2% DRPs terselesaikan dan hanya 7,8% pasien masih mengalami DRPs . ata-rata 0,08 DRPs/pasie. Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 76-84 e-ISSN: 2598-2095 Peningkatan kepatuhan juga dilaporkan dalam studi oleh intervensi yang adaptif, serta pemanfaatan teknologi. Mohammadnezhad et al. , yang mengamati bahwa Studi lanjut pada populasi PGK di layanan primer skor pengetahuan, sikap, perilaku perawatan diri, dan dengan desain longitudinal atau uji coba terkontrol kepatuhan pasien meningkat secara signifikan setelah direkomendasikan untuk menilai dampak jangka dilakukan edukasi dan wawancara oleh apoteker . < 0,. pada seluruh variabe. Zafar et al. mengurangi DRPs sebesar 46,5% dan meningkatkan kualitas hidup serta hasil laboratorium . Penelitian yang dilakukan oleh Zhang et al. menunjukkan bahwa dari 914 pasien rawat inap, 84,2% dari 463 DRPs yang teridentifikasi dapat diselesaikan setelah intervensi. Jumlah rata-rata DRPs per pasien juga turun drastis, dan hanya 7,8% pasien yang masih mengalami DRPs setelah intervensi . Seluruh temuan UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses penyusunan artikel ini. Secara khusus, apresiasi ditujukan kepada sivitas akademika Program Studi Sarjana Farmasi Universitas Tanjungpura atas kontribusi berupa masukan ilmiah dan dukungan akademik yang bernilai konstruktif. ini memperlihatkan konsistensi manfaat intervensi menurunkan DRPs pada pasien PGK. Intervensi yang DAFTAR PUSTAKA