Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara https://jurnalannur. id/index. php/musala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIQ An-Nur Yogyakarta Pos-el: musala@jurnalannur. Review - Edisi 1 vol. 1 2022 (Januari-Jun. REVIEW BUKU TRADISI PESANTREN STUDI TENTANG PANDANGAN HIDUP KYAI PENULIS ZAMAKSYARI DHOFIER Munjahid IIQ An-Nur Yogyakarta Munjahid86@gmail. Buku Tradisi Pesantren merupakan terjemahan dari disertasi Zamakhsyari Dhofier yang disusun untuk memperoleh gelar doktor Anthropologi Sosial di Australian National University (A. U). Canberra. Australia pada tahun 1980, dan merupakan hasil penelitian lapangan atas dua buah pesantren, yaitu Pesantren Tebuireng di Jombang dan Pesantren Tegalsari di Salatiga yang dilakukan dari bulan September 1977 sampai dengan Agustus 1978 dan dibiayai oleh The Australian Development Assistance Bureau (ADAB). Zamakhsyari adalah seorang Staf Peneliti Pada Badan Litbang Departemen Agama . ekarang Kemena. , yang lahir di Salatiga tanggal 25 Juli Dia menyelesaikan studinya di Perguruan Tinggi Publistik tahun 1971, kemudian melanjutkan studinya dalam bidang Sosiologi dan Antropologi Sosial di Australian National University. Canberra, ia meraih gelar MA . dan Ph. D . Beberapa karangannya pernah dimuat majalah Prisma dan majalah Indonesia yang diterbitkan oleh Cornell University. Tulisannya mengenai pesantren dimuat dalam bunga rampai Indonesia: Australian Perspective yang diterbitkan oleh Research School of Pacific Studies . Buku ini ditulis dengan merujuk pada data lapangan dan bukubuku/referensi yang jumlahnya tidak kurang dari 137. Kebanyakan buku rujukannya didominasi oleh buku-buku berbahasa Inggris, kemudian berbahasa Indonesia dan berbahasa Arab. Kemampuan penulis buku ini mengungkap referensi penting tentang Islam tradisional, kedekatan penulis dengan para kiai dan dunia pesantren dan kemampuannya mengungkap buku-buku para orientalis serta pengamat dan penulis Islam dari golongan Islam modernis menambah serunya pertarungan ide dan data dalam buku ini. Tentang Islam Tradisional "Islam tradisional" dalam buku ini ialah Islam yang masih terikat kuat dengan pikiran-pikiran para "UlamaAy ahli figh . ukum Isla. , hadits, tafsir, tauhid . eologi Isla. dan tasawuf yang hidup antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-13. Tradisi Pesantren Munjahid . Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara https://jurnalannur. id/index. php/musala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIQ An-Nur Yogyakarta Pos-el: musala@jurnalannur. Review - Edisi 1 vol. 1 2022 (Januari-Jun. Dipilihnya kedua Pesantren itu dengan alasan. Pertama: Pesantren Tebuireng telah memainkan peranan yang dominan dalam pelestarian dan pengembangan tradisi Pesantren di abad ke-20 dan telah pula menjadi sumber penyedia . yang paling penting untuk kepentingan Pesantren di seluruh Jawa dan Madura. sejak tahun 1910-an. Kedua. Pesantren Tebuireng telah memainkan peranan yang menentukan dalam pembentukan dan pengembangan JamiAoyyah Nahdlatul `Ulama', yang sejak didirikannya pada tahun 1926, telah turut mengambil bagian yang cukup penting dalam kehidupan politik di Indonesia. Sedangkan dipilihnya pesantren Tegalsari, tujuannya adalah untuk memahami bagaimana pesantren-pesantren kecil memainkan peranannya sebagai agen di tingkat paling lokal bagi penyebaran Islam di tingkat pedesaan di Jawa. Di samping itu, pesantren Tegalsari didirikan di suatu daerah yang jauh dari kota dan dari pesantren-pesantren lain, dan pada waktu pesantren ini didirikan penduduk di sekitar Tegalsari juga belum banyak mengenal Islam. Latar Belakang Penulisan Pada umumnya studi tentang Islam di Jawa selama ini menitikberatkan analisanya dengan pendekatan Intelektual dan Pendekatan teologi, hingga sering kali memberikan kesimpulan yang meleset. Para kyai dianggap telah mengamalkan Islam yang salah karena sangat terikat oleh ajaran-ajaran kaum sufi dan mengamalkan tarekat yang hanya mementingkan hidup akhirat dengan melupakan kehidupan duniawi. Yang lebih ekstrim lagi dari kaum "Intelektualis" ialah bahwa, pengamal tarekat membenci kehidupan Disamping itu selama ini studi tentang Islam tradisional di Jawa menurut Zamakhsyari terlalu menekankan aspek-aspek tradisional dan konservativisme, dan meremehkan kemampuannya untuk mengembangkan diri dalam kehidupan modern. Ada kelemahan lain, dari kebanyakan penulis tentang Islam di Jawa kata Zamakhsyari, mereka memberikan bobot yang terlalu besar kepada "Islam Modern dan meremehkan kekuatan Islam tradisionalAy. Zamakhsyari juga menyayangkan pada kebanyakan studi tentang Islam di Jawa yang terpaku oleh pola pendekatan dikotomi tradisionalisme dan modernisme yang tak dapat dipertemukan, yang kemudian menghasilkan penyederhanaan dan penyifatan yang kasar sebagai dua kutub yang saling berlawanan. Tradisi Pesantren Munjahid . Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara https://jurnalannur. id/index. php/musala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIQ An-Nur Yogyakarta Pos-el: musala@jurnalannur. Review - Edisi 1 vol. 1 2022 (Januari-Jun. Metode dan Pendekatan Buku ini bersifat AuetnografisAy baik metodenya maupun fokus pembahasannya, penulis juga menyoroti AusejarahAy kedua pesantren yang diteliti terutama mengenai perannya dalam pelestarian dan pengembangan Islam tradisional di Jawa antara kira-kira 1875 sampai dengan 1978. Data primer dari lapangan mampu diungkap secara detail oleh penulis . ecuali data tentang tarekat yang diakuinya masih bersifat sementar. Data skunder dan tertier dari buku-buku dan referensi lain yang mendukung terutama buku-buku tentang Islam tradisional, pesantren, dan NU juga memperkuat data penelitian. Nampaknya penulis juga memiliki hubungan emosional dengan kyai, pesantren, dan NU, sehingga mampu mengungkap data secara detail. Apalagi dengan pesantren Tegalsari Salatiga yang merupakan daerah kelahiran penulis tentunya mengetahui banyak tentang tradisi masyarakat dan peran pesantren Tegalsari. Dalam penelitian ini. Zamakhasyari menggunakan pendekatan sosiologis dalam usaha untuk memahami Islam di Jawa secara lebih tepat. Pendekatan sosiologi menurutnya, akan mengurangi kecenderungan menarik kesimpulan yang terlalu cepat. Dengan pendekatan ini. Zamakhsyari berusaha mengungkap pandangan hidup kyai yang ada di dua pesantren tersebut kemudian menunjukkannya bahwa ternyata kyia-kyai pada dua pesantren itu memiliki pandangan hidup yang maju dan memiliki peran sosial masyarakat yang besar. Misalnya KH. Wahid Hasyim pengasuh pesantren Tebuireng Jombang selain sebagai salah satu tim perumus pancasila juga pernah menjadi Menteri Agama pertama di ndonesia. Sedangkan para pengikut tarekat yang dituduh oleh golongan Islam modernis hanya membicarakan masalah-masalah akherat, ternyata pada umumnya mereka adalah golongan lanjut usia . yang sudah tidak banyak disibukkan dengan urusan duniawi. Selain itu pengikut tarekat rata-rata adalah golongan orang yang tengah mengalami masalah psikologis karena kegagalannya dalam masalah ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Untuk memudahkan dalam memahami buku ini. Zamakhsyari membagi menjadi tujuh bab, dengan perincian sebagai berikut: Bab I membahas sifat-sifat umum dari sistem dan struktur pendidikan Islam tradisional Jawa yaitu pengajian di rumah-rumah kyai, di langgar, masjid, dan pesantren-pesantren. Bab II membahas elemen-elemen pesantren yang paling pokok yaitu: Pondok atau tempat tinggal para santri, masjid, kitab-kitab Islam klasik, para santri dan Bab i membahas luasnya jaring-jaring aliansi perkawinan yang endogamous dan tradisi transmisi intelektual dari pengetahuan Islam antara sesama anggota kerabat kyai. Bab IV membahas dan meneliti pesantren Tradisi Pesantren Munjahid . Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara https://jurnalannur. id/index. php/musala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIQ An-Nur Yogyakarta Pos-el: musala@jurnalannur. Review - Edisi 1 vol. 1 2022 (Januari-Jun. Tebuireng di Jombang sebagai suatu studi kasus tentang sebuah pesantren besar dalam abad ke-20 dan pesantren Tegalsari Salatiga yang kontras dengan pesantren Tebuireng, karena pesantren Tegalsari merupakana pesantren kecil yang terletak jauh dari kota memainkan peranan sebagai agen penyebaran Islam di pelosok pedesaan. Bab V membahas bentuk tarekat yang diamalkan oleh para Bab ini menyajikan gambaran dari organisasi tarekat yang dikembangkan oleh para kyai sebagai sarana untuk mengembangkan ajaran-ajaran Islam dan memberikan kepemimpinan keagamaan bagi orang tua. Bab VI membahas tentang faham ahlussunnah wal jama'ah dengan menyajikan koreksi atas kesalah-pengertian para akademisi selama ini tentang Islam tradisional di Jawa. Selain itu disajikan pula perbedaan antara Islam tradisional dan Islam moderen tidak dalam pola dikotomi. Bab VII merupakan kesimpulan dari studi tentang pesantren ini. Sebuah kajian yang sistematis dan integral tentang pesantren. Kritik Penelitian tentang Pesantren Sebelumnya Zamakhsyari menilai, bahwa kebanyakan tentang karya-karya pesantren yang pernah ditulis oleh para ahli tentang Islam di Indonesia tidak memuaskan sama sekali. Karya Geertz dalam beberapa tulisannya tentang pesantren, tidak tegas dan saling bertentangan satu sama lain. Di satu pihak ia menyatakan bahwa kehidupan pesantren ditandai oleh suatu tipe etika dan tingkah laku ekonomi yang bersifat agresif, penuh watak kewiraswastaan dan menganut faham Aukebebasan berusahaAy. Dari watak ekonomi semacam itulah, menurut pengamatan Geertz banyak sekali para lulusan pesantren yang menjadi pengusaha. prosentase mereka cukup besar dalam lingkungan kelompok pengusaha. Tetapi sebaliknya. Geertz juga menggambarkan kehidupan keagamaan pesantren hanya berkisar kepada kepentingan akherat yang bertujuan untuk memperoleh pahala dan lebih banyak berpikir tentang nasib mereka setelah dikubur. Dengan kata lain, menurut Geertz kehidupan keagamaan pesantren hanya berkisar kepada Aukuburan dan ganjaranAy Cap Aukuburan dan ganjaranAy yang ditujukan kepada pesantren oleh pihak luar ini sangat bertentangan dengan watak yang sebenarnya dari kehidupan pesantren. (Zamakhsyari: 1994, . Kata Zamakhsyari, memang pesantren menganggap kehidupan akherat sebagai tujuan kehidupan yang sebenarnya, tetapi menurutnya, mereka juga tidak mau berpaling dengan kehidupan dunia. Menurutnya, kehidupan dunia bagi mereka sangat penting sebagai AupersiapanAy yang baik termasuk memiliki kekayaan yang dapat dipakai untuk membayar zakat, memberi amal jariyah dan naik haji. Geerzt menggolongkan orang-orang pesantren sebagai orang Islam AukolotAy. Salah satu sifat kekolotan itu ialah penerimaan mereka terhadap Tradisi Pesantren Munjahid . Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara https://jurnalannur. id/index. php/musala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIQ An-Nur Yogyakarta Pos-el: musala@jurnalannur. Review - Edisi 1 vol. 1 2022 (Januari-Jun. elemen-elemen sinkretis yang bertentangan dengan Islam. Tetapi lucunya menurut Zamakhsyari, identifikasi tentang Islam kolot ini sama dengan apa yang Geertz simpulkan tentang ciri-ciri abangan yang merupakan campuran dari kehidupan keagamaan yang bersifat animistis. Hindu Budistis dan Islam. (Zamakhsyari: 1994, . Dalam bukunya Islam Oriented. Geerzt membandingkan dengan Islam di India dengan Islam di Indonsia. Menurutnya Islam di Indonesia demikian lemah tak berakar dan bersifat sementara, sinkretis dan berwajah majemuk. Terhadap pernyatan tersebut. Zamakhsyari berkomentar bahwa Geertz dalam Islam Observed hanya membahas Islam di kraton-kraton Jawa yang ada pada masa penjajahan Belanda yang terlepas sama sekali dari sumbernya tanpa memiliki lembaga-lembaga pendidikan yang oleh Geertz sendiri diakui sebagai syarat bagi pengembangannya. Dalam buku Islam Observed tersebut Geertz juga tidak menyebut tentang Islam dalam lingkungan pesantren. Zamakhsyari juga mengkritik karya Deliar Noer yang berjudul The Modernist Muslim Movement in Indonesia, yang dianggap tidak kalah seriusnya dalam menumbuhkan kesalahpahaman tentang Islam tradisional di Jawa. Menurutnya. Deliar Noer tanpa melakukan penelitian yang cukup tentang lembaga-lembaga pesantren, anehnya dia menyimpulkan bahwa para penganut Islam tradisional pada umumnya mengaku sebagai pengikut madzhab empat terutama madzhab Syafi'i, akan tetapi sebenarnya mereka adalah penganut para imam yang berikutnya yang dalam banyak hal telah menyeleweng dari ajaranajaran para pendidri madzhab. Bahkan menurutnya, para penganut Islam tradisional di Indonesia mengikuti fatwa-fatwa yang ada. Dalam bidang tasawuf, kata Deliar Noer banyak para penganut Islam tradisional yang seringkali tergelincir ke dalam praktek-praktek yang dapat dianggap syirik karena menghubung-hubungkan Tuhan dengan makhluk-makhluk atau benda-benda Pernyataan-pernyataan tersebut dinilai Zamakhsyari terlalu berlebihlebihan dan sangat subyektif yang dilancarkan tanpa didukung oleh bukti-bukti yang cukup. Menurut Dhofier, bahkan kita tidak tahu siapa yang ia maksudkan sebagai orang-orang Islam tradisional, apakah orang abangan yang memang tidak tahu banyak tentang Islam, atau kyai-kyai pemimpin pesantren. Andaikatapun yang ia maksudkan para kyai pimpinan pesantren, menurut Dhofier, ia kurang memahami tentang kewajiban yang sebenarnya dari seorang `Alim'. Tradisi Pesantren Munjahid . Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara https://jurnalannur. id/index. php/musala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIQ An-Nur Yogyakarta Pos-el: musala@jurnalannur. Review - Edisi 1 vol. 1 2022 (Januari-Jun. Hasil Penelitian Zamakhsyari tentang Pesantren Dalam bukunya ini. Zamakhasyari menggambarkan semangat Islam dari pesantren yang dikenal sebagai benteng pertahanan umat Islam dan pusat penyebaran Islam sebagai suatu studi intensif tentang pesantren sebagai lembaga-lembaga keagamaan, pendidikan kemasyarakatan. Reformasi pendidikan yang dijalankan oleh Tebuireng tidak dicapai dengan meninggalkan sistem tradisional, dan tidak pula perlu dihubungkan dengan atau dimaksudkan sebagai suatu perumusan kembali . Islam abad pertengahan yang sudah ketinggalan zaman agar supaya lebih mudah diterima oleh masyaakat masa kini. Sebagai contoh, para santri mukim yang belajar di SMP dan SMA pesantren Tebuireng . urang lebih 39%) selain mengikuti pelajaran dan sistem yang diterapkan di sekolah, mereka juga dianjurkan untuk tetap mengikuti aktivitas ritual harian, jamAoiyyah dan kelas Tebuireng melakukan perubahan dengan perlahan-lahan, dan itu lebih banyak mengenai pengorganisasian pengajaran, dan bukan dalam hal semangat dan hakekat pesantren. Suatu lembaga pendidikan yang mendasarkan kepada suatu tradisi yang telah lama mapan dan kuat berakar di masyarakat, dan di samping itu meletakkan dirinya sebagai pembela sistem pesantren dan Islam tradisional, tidak bisa membiarkan dirinya, megikuti arus perubahan. Namun demikian, perubahan telah dilakukan, dan bukan tanpa tantangan. Sebagian ulama melancarkan kritik-kritik pedas atas perubahan yang terjadi di Tebuireng, sebagian lagi masih AuengganAy menerima perubahan-perubahan tersebut. Sebagai contoh kiai di pesantren Tebuireng dalam mengadakan perubahan adalah sebagaimana yang dilakukan oleh KH. Wahid Hasyim . utra Hadratusy Syaikh Hasyim Asy'ar. adalah: Sekemablinya ke Tebuireng tahun 1929 beliau mempelajari bahasa Belanda dan Inggris dan berlangganan majalah Penyebar Semangat. Daulat Ra'ya. Pandji Pustaka. Ummul Qura'. Sautul Hijaz alLataif al-Musyawarah. Kullu Syain wal-Dunya. Istitsna. etiga majalah tersebut diterbitkan oleh kelompok nasionalis, sedangkan kelima majalah Arab di atas diterbitkan di Timur Tenga. Tahun 1933 beliau mengusulkan untuk mengganti sistem bandongan dengan sistem tutorial. Beliau juga mendirikan perpustakaan dengan 1000 judul buku. Perpustakaan tersebut juga berlangganan majalah dan surat kabar dan menganjurkan para santri untuk membacanya sebanyak Selain itu juga mulai diperkenalkannya kursus-kursus pidato bahasa Belanda. Inggris, dan mengetik. (Zamakhsyari,:1994, 105-. Namun demikian, pesantren Tebuireng, juga tidak menyingkirkan praktik-praktik tarekat. Kasus perubahan dan peran pesantren Tegalsari Salatiga. Pesantren ini didirikan oleh Kyai Muhammad Razi dan iparnya Kyai Ali Munawar. Pengaruhnya Tradisi Pesantren Munjahid . Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara https://jurnalannur. id/index. php/musala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIQ An-Nur Yogyakarta Pos-el: musala@jurnalannur. Review - Edisi 1 vol. 1 2022 (Januari-Jun. baru nampak ketika menantu Kyai Muhammad Razi yaitu Kyai Abdul Jalil mendirikan tarekat Naqsyabandiyah. Beliau juga mengirimkan keenam anak laki-lakinya ke Makkah. Pesantren ini mampu mendirikan madrasah sewaktu kepemimpinannya dipegang oleh putranya kyai Hisyam yang pernah belajar dari Makkah. Sekarang pesantren Tegalsari hampir punah. Tetapi dalam masa hampir satu abad, pesantren ini telah berhasil membentuk kelompok-kelompok yang sangat taat kepada Islam di 4 dari 15 kelurahan di kecamatan Susukan, yaitu Sidoarjo. Ketapang. Bakalrejo dan Gentan. (Zamakhsyari: 1994, 131-. Hasil penelitiannya dalam masalah tarekat, bahwa dalam kaitannya dengan pesantren terdapat dua tarekat, yaitu tarekat yang dipraktekkan menurut cara-cara yang dilakukan oleh organisasi-organisasi tarekat dan tarekat yang dipraktekkan menurut cara di luar ketentuan organisasi-organisasi tarekat. (Zamakhsyari: 1994, . Menurutnya juga, tarekat yang diamalkan oleh kyai di Jawa sepenuhnya bersumber dari al-Qur'an dan Hadis. Tetapi di Jawa juga ada tarekat yang tidak memiliki kaitan yang cukup kuat dengan al-Qur'an dan Hadis. (Zamakhsyari: 1994, 136-. Kebanyakan anggota perkumpulan tarekat dewasa ini adalah orang-orang yang sudah lanjut usia yang sudah tidak lagi didorong oleh keinginan mengejar kehidupan duniawi sebagai dasar utama untuk memperoleh kebahagiaan. Di samping itu ada pula beberapa perkumpulan tarekat yang menarik pengikutnya dari kalangan orang-orang yang menderita penyakit kronis, seperti bekas pecandu minuman keras dan mereka yang dibebani perasaan dosa atau frustasi karena kegagalan-kegagalan dalam bidang politik dan aktifitas perdagangan. (Zamakhsyari: 1994, . Apresiasi dan Kritik Buku ini menarik untuk dibaca, karena penelitian ini adalah penelitian sosiologi antropologi dan ditulis oleh seorang yang memiliki kapabilitas dan kompetensi yang memadai, sehingga akan tepat dalam memotret pesantren dari sisi sosiologi dan antropologi, dengan merujuk pada data lapangan di dua pesantren . esantren besar dan pesantren kecil di pedesaa. Selain itu buku ini juga ditulis oleh seorang staf peneliti pada badan litbang Depatemen Agama, dengan demikian hasil penelitiannya akan memiliki dampak yang besar bagi dunia pesantren terutama pada saat pengambilan kebijakan terhadap masalah Hal yang menarik lagi, buku tersebut membahas tradisi pesantren dengan fokus utama pada peranan kiai dalam memelihara dan mengembangkan paham Islam tradisional di Jawa. Tidak diragukan lagi bahwa kiai selama berabad-abad dapat menunjukkan perannya yang dominan dalam perkembangan Islam, sosial, kultural, dan politik. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kebanyakan kyai itu dekat dengan penguasa atau akrab dengan dunia politik, sehingga kyai memiliki peran sentral dalam pengembangan budaya. Tradisi Pesantren Munjahid . Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara https://jurnalannur. id/index. php/musala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIQ An-Nur Yogyakarta Pos-el: musala@jurnalannur. Review - Edisi 1 vol. 1 2022 (Januari-Jun. sosial dan politik. Martin Van Bruinessen berpendapat bahwa ada kecenderungan syeikh tarekat itu mendekati penguasa dan sebaliknya penguasa meminta dukungan moral dan spiritual pada syeikh tarekat. (Martin Van Bruinessenm, 1994: . Terlepas dari kelebihannya, buku ini juga tidak luput dari kekurangan. Misalnya, permasalahan yang muncul dari hasil penelitian Deliar Noer tentang Islam tradisionalis adalah masalah teologi yang kemudian dikritik oleh penulis buku ini, akan tetapi masalah yang diangkat belum sepenuhnya terjawab, karena penulis melihat pesantren dari sisi sosiologi dan antropologi sedangkan masalah yang menjadi kegelisahan adalah masalah teologi. Selain itu Zamakhsyari juga tampak kurang objektif dan sangat apologis terhadap Islam tradisional. Bahkan menampakan dirinya sebagai seorang peneliti yang sekaligus dirinya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Islam tradisional yang sedang ia teliti. Hal ini akan mempengaruhi tingkat keilmiahannya, akibatnya semua apa yang ada pada Islam tradisional dianggap baik, yang mestinya Islam tradisional juga memiliki sisi kekurangan, sebagaimana pendapat Manfred Ziemik bahwa pesantren sama sekali tidak menggambarkan suatu lingkungan yang terisolasi untuk belajar secara tradisional, tetapi di sisi lain Ziemik juga berpendapat bahwa sebagian besar kyai diduga berserah diri kepada nasib atau merupakan "pelarian ke dalam kebatinan yang mistis". (Manfred Ziemik: 1986, . Seorang peneliti mestinya tidak memihak dan berani menyatakan apa adanya secara jujur dan obyektif (Ihsanuddin, 2. Kekurangobyektifan Zamakhsyari ini dapat dilihat pada pernyataannya sebagai berikut: "Mereka tidak mendambakan apalagi melindungi pandangan hidup mereka yang tradisional tersebut menjadi suatu sistem yang tertutup dan memalingkan diri dari proses modernisasi. Sesungguhnya mereka telah berhasil memperbaharui penafsiran mereka terhadap Islam tradisional untuk disesuaikan dengan dimensi kehidupan yang baru. (Zamakhsyari: 1994, . Selain itu, yang diteliti oleh penulis adalah pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur yang merupakan pesantren besar bahkan dapat dikatakan sebagai elit Perubahan memang sangat nampak tetapi di pesantren-pesantren lainnya masih banyak pesantren yang sangat lambat perubahannya kalau tidak mau dikatakan tidak berubah sama sekali. Bahkan penulis nampak malu-malu untuk mengatakan perubahan pesantren itu tanpa diikuti apalagi didasari konseptualisasi (Munir Mulkhan: 2. Teknik penulisan buku ini juga ada yang kurang tepat terutama pada penggunaan kata "daripada" yang mestinya digunakan untuk membandingkan Tradisi Pesantren Munjahid . Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara https://jurnalannur. id/index. php/musala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIQ An-Nur Yogyakarta Pos-el: musala@jurnalannur. Review - Edisi 1 vol. 1 2022 (Januari-Jun. antara dua hal (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah: 2007, . Kekurang tepatan itu, misalnya dapat dilihat pada kutipan berikut: "Salah satu sifat kekolotan itu ialah penerimaan mereka terhadap elemen-elemen sinkretis yang bertentangan dengan Islam. Tetapi lucunya, identifikasi tentang Islam kolot ini sama dengan apa yang Geertz simpulkan tentang ciri-ciri abangan yang merupakan campuran daripada kehidupan keagamaan yang bersifat animistis. Hindu Budistis dan Islam. " (Zamakhsyari, 1994, hlm. Terlepas dari aspek kekurangan, buku ini tetap merupakan karya yang baik dan memiliki pengaruh yang besar dalam dunia Islam terutama dunia pendidikan Islam. Salah satu dampak yang muncul adalah bahwa syaratsyarat pesantren sebagaimana yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI sekarang ada lima mengacu pada hasil penelitian Zamakhsyari dalam buku ini, yaitu: Pondok atau tempat tinggal para santri, masjid, kitab-kitab Islam klasik, para santri dan kyiainya (Kemenag: 2. Aspek-aspek pesantren tersebut dijadikan standard oleh Kemenag RI untuk menilai apakah pesantren itu memenuhi syarat ataukah tidak. Penelitian tentang pesantren belumlah berakhir, pesantren Tebuireng Jombang dan Tegalsari Salatiga adalah dua dari sekian banyaknya pesantren di Indonesia yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga apa yang menjadi hasil penelitian Zamakhsyari tersebut bisa tidak benar jika dilakukan pada pesantren-pesantren yang lain. Barangkali masih banyak pesantren yang jauh lebih tradisional dari pada pesantren Tebuireng dan Tegalsari atau sebaliknya masih banyak pesantren yang lebih moderen dari pada kedua pesantren tersebut. Misalnya: Pesantren-pesantren yang memiliki lembaga pendidikan formal hingga perguruan tinggi, cenderung lebih cepat perubahannya ke arah moderen dari pada pesantren yang tidak memiliki lembaga pendidikan Begitu pula, dilihat dari tenaga pengajarnya/ustaz, pesantren-pesantren yang memiliki lembaga pendidikan formal memiliki tenaga pengajar/ustaz yang memiliki keilmuan yang komplek yang integratif-interkonektif dibanding dengan Pesantren-pesantren yang tidak memiliki lembaga pendidikan formal. Oleh karenanya masih dibutuhkan penelitian lagi terhadap tipe/jenis pesantren. Apalagi akhir-akhir ini banyak bermunculan pesantren yang memiliki karakteristik khusus, seperti: Pesantren Anak-anak, pesantren Tahfiz al-Qur'an, pesantren tarekat, pesantren manula, pesantren salaf, pesantren khalaf, pesantren tempat rehabilitasi para pecandu narkoba, bahkan ada pesantren waria. Apa yang benar pada pesantren Tebuireng dan Tegalsari bisa salah jika diadakan penelitian Tradisi Pesantren Munjahid . Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara https://jurnalannur. id/index. php/musala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIQ An-Nur Yogyakarta Pos-el: musala@jurnalannur. Review - Edisi 1 vol. 1 2022 (Januari-Jun. pada pesantren yang lain, oleh peneliti yang lain walaupun dengan metode dan pendekatan yang sama. DAFTAR PUSTAKA