Copyright A 2021 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. 2, 2021 Pemanfaatan Limbah Kain Perca Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Bagi Ormas PKK Desa Bugel Muhammad Misbahul Munir 1. Dzurriyatin Thoyyibah 2. Lathifatun NiAomah 3 1, 2, 3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara misbahulmunir@unisnu. 2 diyajeng4@gmail. 3 latifnikma6@gmail. Abstrak Limbah kain perca merupakan limbah anorganik yang sulit diurai oleh Limbah kain perca ini kerap kali menjadi permasalahan karena banyakanya industri konveksi yang hanya membiarkan limbah kain perca menumpuk untuk kemudian dibakar dan menjadi pencemaran lingkungan karena menimbulkan asap dan gas yang tidak baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan adanya pemanfaatan kembali limbah kain perca tersebut menjadi produk-produk yang memiliki daya jual dan nilai estetika. Kegiatan pengabdian ini menggandeng Ormas PKK di desa Bugel kecamatan Kedung kabupaten Jepara untuk mendaur ulang limbah kain perca menjadi produk yang memiliki daya jual dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, seperti masker, tempat tisu dan konektor masker yang sangat dibutuhkan dalam masa pandemi yang diakibatkan oleh virus Covid-19 seperti sekarang ini. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini dimulai dari kunjungan lapangan/observasi awal mengenai keadaan dan permasalahan mitra, penawaran solusi dan sosialisasi program, pelaksanaan program yang diawali dengan ceramah mengenai pentingnya pemanfaatan limbah kain perca dan demonstrasi serta praktek pembuatan ketiga produk terebut. Adapun kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menggugah kesadaran dan kepedulian Ormas PKK terhadap keberadaan sampah anorganik di sekitar lingkungan khususnya kain perca serta membekali ibu-ibu kreatifitas pengolahan limbah kain perca menjadi barang yang memiliki daya jual sehingga dapat membantu perekonomian keluarga. Kata Kunci: Limbah Kain Perca. Ormas PKK. Kerajinan Pendahuluan Sampah dan limbah anorganik seperti plastik dan kain merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang tidak bisa dinafikan adanya. Hal ini dikarenakan bahan-bahan tersebut sulit untuk diurai oleh mikroba dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (US EPA) melansir bahwasanya 5% daratan di dunia ini tertutupi oleh limbah textile yang tidak dapat didaur ulang dan diuraikan dengan peningkatan 3% sampai 5% setiap tahunnya (Devanti, 2. Data tersebut juga menunjukkan kurang optimalnya pengolahan limbah anorganik. Pengolahan untuk limbah anorganik pada umumnya dalah dengan cara pembakaran, namun hal ini membahayakan bagi lingkungan karena akan menimbulkan asap serta gas yang beracun (Susilo, 2. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia gencar untuk mengkampanyekan gerakan 3R yaitu Reduce . Reuse . enggunakan kembal. , dan Recycle . endaur ulan. guna https://jurnal. id/index. php/singkerru Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. mengurangi pencemaran lingkungan yang diakiatkan oleh sampah (Sulistianingsih. Kain perca merupakan salah satu contoh limbah anorganik yang sulit untuk diurai oleh lingkungan, padahal intensitasnya cukup tinggi (Rosdiana et al. , 2. Limbah jenis kain perca ini cukup banyak ditemukan karena banyaknya industri konveksi yang mulai menjamur akhir-akhir ini baik dalam skala kecil maupun skala besar (Purwasih et al. , 2. Salah satu alternatif solusi untuk mengurangi limbah kain perca tersebut sekaligus cara untuk mendukung program 3R dari pemerintah adalah dengan memanfaatkan limbah kain perca menjadi suatu kerajinan tangan yang berguna dan mempunyai daya jual, seperti bros, masker, scrunchie, konektor, tempat tisu, bonek dan lain-lain. Namun, pada kenyataannya masih sedikit sekali warga yang memiliki kesadaran akan hal tersebut. Selama ini limbah kain perca hanya dibiarkan menumpuk untuk kemudian dibakar oleh industri konveksi tanpa dimanfaatkan kembali. Hal ini juga terjadi di desa Bugel dengan jumlah industri konveksi yang cukup banyak. Bugel adalah salah satu desa yang ada di kecamatan Kedung kabupaten Jepara. Desa ini memiliki luas sekitar 1. 197,00 Ha/Km2, yang meliputi perkampungan warga, persawahan, tegalan, kuburan, pasar dan prasarana umum lainnya. Adapun jumlah populasi penduduknya sebanyak 7. 523 jiwa, dimana terdapat 3. 714 penduduk lakilaki dan 3. 829 penduduk perempuan dengan jumlah 2. 821 Kepala Keluarga. Penduduk di desa Bugel merupakan penduduk yang heterogen yang terdiri dari petani, buruh tani. PNS, wirausaha, pedagang, tukang kayu dan lain-lain. Adapun kondisi perekonomian di desa Bugel ada pada tingkat menengah. Dengan mengolah dan memanfaatkan limbah kain perca menjadi suatu kerajinan yang memiliki daya jual maka akan dapat membantu perekonomian warga desa Bugel. Selain itu, pengolahan dan pemanfaatan limbah kain perca juga dapat mengurangi dampak globalisasi dan pemanasan global. Pengolahan dan pemanfaatan limbah kain perca menjadi kerajinan tangan juga dapat meningkatkan kreativitas dan mempunyai nilai estetika (Purnengsih et al. Dalam kegiatan pengabdian ini limbah kain perca akan diolah dan dimanfaatkan menjadi masker, konektor masker dan tempat tisu. Ketiga produk tersebut dipilih karena produk-produk tersebut merupakan Aokebutuhan pokokAo di masa pandemi yang diakibatkan oleh virus Covid-19 sekarang ini. Kegiatan pengabdian ini menggandeng Ormas PKK desa Bugel kecamatan Kedung kabupaten Jepara sebagai mitranya. Ormas PKK ini dipilih karena perlu adanya pemberdayaan dan pembinaan untuk mengembangakan potensi ibu-ibu yang masih tergolong dalam usia produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menggugah kesadaran dan kepedulian Ormas PKK terhadap keberadaan sampah anorganik di sekitar lingkungan khususnya kain perca. Selain itu, kegiatan pengabdian ini juga bertujuan untuk membekali ibu-ibu kreatifitas pengolahan limbah kain perca menjadi barang yang memiliki daya jual yang dapat membantu perekonomian untuk mencapai keluarga yang bahagia dan sejahtera. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan yang digunakan dalam program pengabdian ini antara lain meliputi: . Kunjungan Lapangan, kunjungan atau survei lapangan ini dilakukan ke lokasi mitra sebelum pelaksanaan kegiatan guna mengetahui permasalahan mitra Vol. No. 2, 2021 ISSN 2776-7477 (Onlin. serta mengkomunikasikan tawaran solusi pada mitra yang dalam hal ini adalah ormas PKK yang ada di desa Bugel Kedung Jepara. Sosialisasi program, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memaparkan rencana pelaksanaan program pengabdian kepada perwakilan mitra. Pemberian motivasi, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengedukasi peserta mengenai pentingnya mengolah limbah kain perca, pemberian motivasi ini dilakukan di awal acara dengan metode ceramah. Demonstrasi dan tutorial pembuatan produk, tahapan ini merupakan tahap pengolahan limbah kain perca menjadi masker, konektor masker dan tempat tisu. Praktek, setelah di demonstrasikan tata cara pembuatan produk oleh tim pengabdi, selanjutnya adalah tahap pembuatan limbah kain perca menjadi masker, konektor masker dan tempat tisu dari kain perca yang dilakukan dengan pendampingan dari tim pengabdi. Evaluasi, tahap ini dilakukan untuk me-review perkembangan pelaksanaan kegiatan, memberikan saran untuk mengembangkan pemanfaatan limbah kain perca menjadi kerajinan tangan yang kreatif dan yang tidak berguna menjadi nilai guna. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada tanggal 16 Maret 2021 yang diikuti oleh ormas PKK desa Bugel kecamatan Kedung kabupaten Jepara sebanyak 34 peserta dan diselenggarakan di balai desa Bugel yang terletak di RT 03 RW 01. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan penyampaian materi sekaligus pemberian motivasi mengenai kesadaran akan limbah dan pengelolaannya, khususnya limbah kain perca yang apabila diolah dengan baik akan menjadi barang yang memliki daya jual. Penjelasan materi tersebut disampaikan oleh narasumber yang berasal dari tim dosen dan tim pengabdi yang ahli pada bidangnya, sehingga para peserta merasa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Setelah pemberian motivasi sekaligus penyuluhan mengenai pentingnya pengolahan limbah kain perca, acara dilanjutkan dengan praktek pembuatan produk secara bersama. Menumbuhkan kesadaran pengelolaan limbah kain perca Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran pemanfaatan limbah kain perca, ormas PKK desa Bugel diberikan penyuluhan dan motivasi untuk dapat mengelola sampah atau limbah yang ada di sekitar lingkungan terutama kain perca, dimana limbah kain perca ini sangat mudah didapatkan di beberapa usaha konveksi yang ada di desa Bugel. Limbah kain perca merupakan salah satu sampah anorganik yang tidak bisa diurai dan menyatu dengan alam, sehingga perlu adanya kesadaran untuk mengolahnya kembali dan mendaur ulangnya agar tidak semakin banyak limbah yang ada di lingkungan. Dengan adanya penyuluhan dan pemberian motivasi ini menjadikan Ormas PKK menjadi lebih sadar lingkungan dan dapat memangfaatkan limbah menjadi sesuatu yang lebih berguna dan bernilai ekonomis. Berbekal kegemaran dan keahlian Ormas PKK dalam jahit-menjahit, maka tim pengabdian memafaatkan limbah kain perca untuk diolah menjadi kerajinan tangan yang berupa masker, tempat tisu dan konektor masker. Dimana ketiga produk tersebut akan sangat berguna dan merupakan kebutuhan pokok yang diperlukan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Pembuatan ketiga Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. produk tersebut dilakukan dengan cara jahit manual atau menjahit dengan tangan. Pengolahan limbah kain perca menjadi kerajinan tangan ini memiliki beberapa manfaat, antara lain adalah: . dapat menjadi bisnis sampingan yang menambah penghasilan, . dapat mengurangi tumpukan sampah yang ada di sekitar lingkungan, . dapat mengasah kreatifitas, dan . dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembakaran limbah anorganik terutama kain perca. Beberapa manfaat tersebut disampaikan oleh narasumber di awal kegiatan untuk menggugah minat dan antusiasme peserta Ormas PKK dalam mengikuti kegiatan seperti gambar di bawah Gambar 1. Penyampaian Materi Oleh Tim Pengabdi Pemanfaatan limbah kain perca menjadi sebuah produk (Tempat tisu, masker, konekto. Pelaksanaan kegiatan selanjutnya yaitu pelatihan pemanfaatan limbah kain perca oleh tim pengabdi. Dalam kegiatan pelatihan ini tim pengabdi menyiapkan semua kebutuhan peralatan dan perlengkapan yang akan dibutuhkan seperti kain perca berbagai bentuk dan motif, jarum, benang, karet elastik, serta berbagai macam bentuk pola untuk membuat masker, tempat tisu ataupun konektor masker. Selanjutnya dalam praktek pembuatannya, peserta berkumpul secara berkelompok dengan tetap mematuhi protokol kesehatan . enjaga jara. dan mengikuti penyampaian materi dari tim mengenai pentingnya pemanfaatan limbah kain perca. Peserta sejumlah 34 orang ini dibagi menjadi tiga kelompok besar yang didampingi tim pengabdi sebagai tutor. Masing-masing kelompok diajari secara langsung tahap pemilihan bentuk yang diinginkan, mulai dari pembuatan pola dasar yang dilakukan dengan menggambar di kertas, menggunting bahan mengikuti pola, sampai dengan proses menjahit dan merapikan sehingga menjadi produk yang diinginkan. Tahaptahap pelatihan pembuatan masker, konektor masker dan tempat tisu serta hasil produk pemanfaatan kain perca tersebut sebagaimana terlihat pada Gambar 2 dan Gambar 3. Vol. No. 2, 2021 ISSN 2776-7477 (Onlin. Gambar 2. Proses Pembuatan Kerajinan Dari Kain Perca Gambar 3. Hasil Produk Pengolahan Kain Perca Berbagai macam produk seperti yang disajikan pada gambar 3 menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil mengembangkan keterampilan mitra dalam memanfaatkan limbah kain perca. Dimana keterampilan ini dapat menjadi modal awal bagi para peserta untuk mengembangkan diri dalam mengolah limbah kain perca menjadi produk yang bernilai ekonomis sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian karena acara ini dikemas dalam bentuk kompetisi dan bagi peserta yang paling bagus dalam pembuatan produk akan mendapat hadiah dari tim Pemberian penghargaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi mitra dalam mengikuti kegiatan dan mengolah limbah kain perca menjadi produk yang memiliki manfaat dan bernilai ekonomis. Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. Gambar 4. Penyerahan Penghargaan bagi Peserta Terbaik Kesimpulan Limbah kain perca kerap kali menjadi permasalahan lingkungan di desa Bugel kecamatan Kedung kabupaten Jepara. Hal ini karena banyakanya industri konveksi yang hanya membiarkan limbah kain perca menumpuk untuk kemudian dibakar, menjadi pencemaran lingkungan karena menimbulkan asap dan gas yang tidak baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan agar bisa mengedukasi Ormas PKK mengenai pentingnya pengolahan limbah kain perca agar menjadi produk yang bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu. Penyuluhan mengenai pentingnya pengolahan limbah kain perca, . Tutorial mengolah limbah kain perca tersebut menjadi produk yang lebih bermanfaat yaitu masker, konektor masker dan tempat tisu. Sehingga melalui kegiatan pengabdian ini Ormas PKK desa Bugel dapat memahami pentingnya pengelolan limbah kain perca dan memiliki keterampilan untuk mengolah limbah tersebut menjadi produk yang bernilai ekonomis. Ucapan Terimakasih Tim pengabdian mengucapkan terimakasih kepada Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara yang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi kegiatan pengabdian ini sehingga kegiatan pengabdian ini dapat berjalan dengan lancar dan memperoleh hasil yang maksimal. Vol. No. 2, 2021 ISSN 2776-7477 (Onlin. Referensi