JIK: Jurnal Ilmu Komputer Vol. No. Juni 2025, pp. DOI: 10. 47007/komp. p-ISSN: 2527-9653 e-ISSN: 2797-8389 IMPLEMENTASI LARAVEL PADA APLIKASI MONITORING DOKUMEN BERBASIS WEBSITE DENGAN METODE EXTREM PROGRAMMING Khusnul Rizka1 . Nizirwan Anwar2 FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS ESA UNGGUL Email: khusnul120601@gmail. com1 , nizirwan. anwar@esaunggul. Abstrak Dalam menghadapi tuntutan era teknologi informasi yang terus berkembang, sistem manajemen dokumen berbasis web menjadi elemen krusial untuk mendukung berbagai sektor, termasuk pendidikan, bisnis, dan Kurangnya aplikasi yang memenuhi kebutuhan pengguna menjadi tantangan utama yang dihadapi, dengan aplikasi yang sudah ada seringkali tidak sepenuhnya memenuhi harapan dan kebutuhan Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem monitoring dokumen berbasis website dengan menggunakan kerangka kerja Laravel dan menerapkan Metode Extreme Programming (XP) dalam pengembangannya. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi kebutuhan akan tingkat keamanan yang tinggi, performa aplikasi yang optimal, partisipasi aktif pengguna selama pengembangan, integrasi dengan sistem lain, pengujian dan debugging yang efektif, serta skalabilitas aplikasi. Dengan fokus pada penggunaan Laravel sebagai kerangka kerja yang efisien, penelitian ini berusaha membangun solusi yang dapat mengatasi tantangan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan XP, pengguna terlibat secara aktif dalam pengembangan aplikasi, memastikan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna dan menerima umpan balik secara Integrasi dengan sistem lain diatasi untuk memastikan kelancaran operasional, sementara pengujian dan debugging menjadi komponen kunci dalam pengembangan aplikasi yang kompleks. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mengatasi kurangnya aplikasi monitoring dokumen berbasis website yang memenuhi kebutuhan pengguna dengan baik. Dengan implementasi Laravel dan penerapan XP, diharapkan aplikasi ini tidak hanya efektif dan handal, tetapi juga responsif terhadap perubahan dan kebutuhan pengguna. Penelitian ini berkontribusi pada pengelolaan dokumen yang lebih efisien dan dapat diandalkan di berbagai sektor industri. Kata kunci : Laravel. Sistem Monitoring Dokumen. Metode Extreme Programming (XP). Pengembangan Perangkat Lunak IMPLEMENTATION OF LARAVEL IN A WEBSITE-BASED DOCUMENT MONITORING APPLICATION USING EXTREME PROGRAMMING METHODOLOGY Abstract In response to the demands of the ever-evolving information technology era, web-based document management systems have become crucial elements to support various sectors, including education, business, and The lack of applications that meet user needs is a major challenge, with existing applications often falling short of user expectations and requirements. Therefore, this research aims to implement a web-based document monitoring system using the Laravel framework and applying the Extreme Programming (XP) method in its development. The main identified issues include the need for a high level of security, optimal application performance, active user participation during development, integration with other systems, effective testing and debugging, and application scalability. With a focus on using Laravel as an efficient framework, this research seeks to build solutions to address these challenges. Using the XP approach, users actively engage in the application development process, ensuring a deep understanding of user needs and receiving regular feedback. Integration with other systems is addressed to ensure smooth operation, while testing and debugging are key components in developing a complex application. The results of this research are expected to overcome the lack of web-based document monitoring applications that effectively meet user needs. With the implementation of Laravel and the application of XP, it is anticipated that this application will not only be effective and reliable but Rizka, dkk. Implementasi A 2 also responsive to changes and user needs. This research contributes to more efficient and reliable document management across various industrial sectors. Keyword : Laravel. Document Monitoring System. Web-Based Application. Extreme Programming (XP). Software Development PENDAHULUAN Di era teknologi informasi yang semakin berkembang, sistem manajemen dokumen menjadi semakin penting untuk berbagai bidang, termasuk pendidikan, bisnis, dan pemerintahan. Untuk mengelola, menyimpan, dan mengakses dokumen dengan mudah dan efisien, aplikasi pengawasan dokumen berbasis web telah menjadi pilihan yang Salah satu masalah utama yang perlu ditangani dalam penelitian ini adalah kurangnya aplikasi yang memenuhi kebutuhan pengguna. Aplikasi yang sudah ada seringkali tidak memenuhi harapan pengguna dan tidak memenuhi kebutuhan mereka. Akibatnya, tujuan penelitian ini adalah untuk membangun sistem yang lebih sesuai dan menawarkan solusi yang tepat bagi pengguna. Penelitian ini perlu memastikan bahwa tingkat keamanan yang tinggi diterapkan untuk melindungi dokumen dari akses yang tidak sah, khususnya ketika data sensitif harus disimpan dan diakses oleh berbagai pihak. Performa dan kinerja aplikasi monitoring dokumen juga menjadi fokus penting dalam penelitian ini. Dengan jumlah data yang besar dan pengguna yang simultan, aplikasi harus dapat menangani beban kerja dengan baik dan memberikan performa yang optimal. Dalam konteks ini, penerapan Laravel sebagai kerangka kerja PHP yang efisien dan handal menjadi pilihan untuk memastikan kinerja yang baik. Metode Extreme Programming (XP) dalam pengembangan perangkat lunak mengharuskan pengguna terlibat secara aktif selama proses Oleh karena itu, masalah lain yang harus diselesaikan adalah memastikan partisipasi pengguna yang tepat untuk memahami secara menyeluruh kebutuhan pengguna dan menerima umpan balik secara teratur. Selain itu, dalam lingkungan organisasi atau perusahaan, aplikasi monitoring dokumen mungkin memerlukan integrasi dengan sistem lain, seperti basis data, aplikasi lain, atau sistem manajemen Tantangan dalam integrasi ini harus diatasi untuk memastikan kesesuaian dan kelancaran Dalam pengembangan aplikasi yang kompleks, pengujian dan debugging juga merupakan komponen penting yang harus diperhatikan. Metode pengujian yang efektif harus dikembangkan untuk menemukan dan mengatasi kesalahan kode secara menyeluruh. Terakhir, skalabilitas aplikasi sangat penting untuk memastikan bahwa aplikasi dapat dengan mudah berkembang sesuai dengan kebutuhan bisnis atau organisasi. Penelitian ini harus mencari solusi untuk merancang arsitektur yang skalabel agar aplikasi tetap efisien meskipun ada peningkatan data dan pengguna. Penelitian ini berharap dapat menyelesaikan masalah-masalah di atas dan membuat aplikasi pengawasan dokumen berbasis web yang efektif dan dapat diandalkan yang menggunakan metode Extreme Programming. Aplikasi ini harus memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna dan memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan dokumen di berbagai industri. METODE PENELITIAN Dalam suatu studi, perhatian utama difokuskan pada subjek penelitian karena berperan sebagai tujuan yang ingin dicapai guna mendapatkan respons dan resolusi terhadap tantangan yang tengah dihadapi (Hamdani, 2. Dalam konteks riset ini, entitas yang menjadi sorotan adalah sistem yang dipakai untuk mengelola dokumen di salah satu 1 Analisis Fishbone Analisis mengidentifikasi berbagai faktor yang menyebabkan timbulnya masalah dalam suatu situasi tertentu . Dalam konteks proses bisnis yang berjalan, fokus analisis ditujukan pada akibat dari ketiadaan sistem pemantauan dokumen yang bisa mendukung kegiatan operasional administrasi dokumen. Untuk menemukan solusi yang optimal terhadap masalah ini, langkah awalnya adalah mengidentifikasi akar Setelah teridentifikasi, solusi dapat ditemukan dengan mengatasi akar permasalahan tersebut. Pelbagai faktor yang berkontribusi pada masalah ini akan diuraikan melalui diagram Fishbone. Penyebab masalah akan dikelompokkan dalam beberapa kategori penyebab utama, yakni Tools. Metode. Pelaku, dan Lingkungan. Kategori Tools faktor-faktor penyebab berdasarkan metrik umum seperti alat Kategori Metode faktor-faktor berdasarkan prosedur-prosedur yang diterapkan. Kategori Pelaku akan mengelompokkan faktorfaktor penyebab berdasarkan individu-individu yang Rizka, dkk. Implementasi A 3 Kategori Lingkungan faktor-faktor berdasarkan kondisi lingkungan terkait. Gambar 1 Analisis Fishbone pada Sistem Monitoring Dokumen Gambar diatas akan dijelaskan didalam tabel, tabel tersebut juga akan menentukan seberapa besar prioritas dari penyebab-penyebab yang Berikut adalah tabel penjelasan diagram fishbone tersebut : Cause People Tidak mengetahui Environment Dokumenmasih di proses manual Methods Informasi dokumen terlalu Tools Perkembangan Effect Priority Karena tidak mengetahui lainnya menjadi lebih lama Medium Pihak dokumen harus Medium Informasi dan berdampak High Kemungkinan terjadi kesalahan High Pada pembuatan AuAplikasi Monitoring Berbasis WebsiteAy metode pengembangan aplikasi ini menggunakan metode Extreme Programming, dimana tahap ini terdapat 4 tahapan utama. Tahapan tersebut sebagai berikut : Tahap Planning Tahap Design Tahap Coding Tahap Testing Tahap Release 1 Tahap Planning (Perencanaa. Tahap perencanaan merupakan langkah awal dalam pengembangan aplikasi menggunakan metode Extreme Programming (XP) pada implementasi Laravel. Pada tahap ini, peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara. Wawancara dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dialami saat melakukan monitoring dokumen dan untuk mendapatkan data yang di perlukan dalam penelitian No Pertanyaan Bagaimana Anda mengidentifikasi kebutuhan khusus perusahaan dalam hal monitoring dokumen dan bagaimana rencana Anda untuk mengintegrasikan kebutuhan tersebut ke dalam Apa tantangan utama yang dihadapi perusahaan terkait monitoring dokumen saat ini, dan bagaimana aplikasi yang Anda rencanakan akan mengatasi atau meningkatkan proses tersebut? Bagaimana Anda merencanakan antarmuka pengguna aplikasi monitoring dokumen agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pengguna di perusahaan ini? Apakah ada integrasi atau keterkaitan yang perlu dipertimbangkan dengan sistem atau aplikasi lain yang sudah ada di perusahaan dalam proses pembuatan aplikasi monitoring Bagaimana pelatihan pengguna akan diatur untuk memastikan adopsi yang efektif dari aplikasi monitoring dokumen di seluruh departemen atau tim di perusahaan? 1 Analisa Kebutuhan 2 Alur Metode Extreme Programming Setelah tahap planning yang menggunakan metode wawancara telah dilakukan maka berikutnya adalah menganalisa kebutuhan aplikasi monitoring dokumen yang akan di bangun. Analisa kebutuhan meliputi 2 hal yaitu analisa fungsional dan analisa non fungsional yang sebelumnya diperlukan sistem yang berjalan dan sistem yang di usulkan. Sistem Berjalan Rizka, dkk. Implementasi A 4 Sistem berjalan yang dilakukan oleh bagian administrasi dokumen akan di jelaskan melalui activity diagram sebagai berikut : adalah merancang struktur aplikasi secara Peneliti akan membuat desain arsitektur sistem, merinci struktur database, dan merancang antarmuka pengguna. Dalam konteks MVC, desain juga mencakup pemilihan model, view, dan controller yang akan digunakan untuk setiap fitur yang telah direncanakan sebelumnya. 1 Usecase Diagram Usecase Diagram merupakan salah satu gambaran untuk fungsionalitas dari sistem yang Fungsi utama dari usecase ini adalah untuk mengetahui fungsi apa saja yang terdapat didalam sistem yang akan dibangun dan siapa saja yang berhak untuk menggunakan fungsi-fungsi Berikut ini adalah tampilan Usecase Diagram yang terdiri dari tiga aktor yaitu admin, petugas dan user pada Aplikasi Monitoring Dokumen Gambar 2. Activity Diagram Sistem Berjalan Pada activity diagram diatas aktifitas pertama adalah user mengunjungi petugas yang menangani dokumen berikutnya menyerahkan dokumen kepada petugas, petugas menerima dokumen tersebut tersebut dan memprosesnya. Sistem Usulan Pada sistem yang diusulkan ada tiga aktor yang terlibat yaitu aktor admin, petugas dan user. Penjelasan dari aktor tersebut di jelaskan pada table di bawah ini : User Pengunjung mampu mencari dan memantau perkembangan dokumen yang telah diserahkan Petugas Dapat melakukan login Dapat menginput data berkas Dapat merubah status perkembangan Admin Admin dapat melakukan login Admin dapat mengolah data petugas Admin Admin dapat mengolah data laporan 2 Tahap Design (Perancanga. Setelah tahap perencanaan, peneliti akan memasuki tahap desain. Pada tahap ini, fokus utama Gambar 3 Use Case Diagram Pada usecase diagram diatas terdapat 3 aktor, yaitu user, petugas dan admin. User adalah aktor yang bisa menyerahkan dan memantau dokumen yang telah diserahkan. Selanjutnya adalah admin yang mempunyai use case untuk mengolah data dokumen dan juga data petugas. Terakhir adalah actor petugas yang mana actor ini adalah pihak yang bertugas untuk menerima dokumen dan 2 Activity Diagram Bagian perancangan ditahap pembuatan activity diagram menggambarkan alur dari setiap aktivitas yang ada pada sistem yang telah dirancang. Berikut ini merupakan perancangan activity diagram pada pengembangan aplikasi monitoring dokumen, adalah sebagai berikut : Activity Diagram Penyerahan Dokumen Rizka, dkk. Implementasi A 5 Gambar 4 Activity Diagram Penyerahan Dokumen Activity diagram diatas menggambarkan runtutan aktifitas yang terjadi saat user menyerahkan dokumen dan diterima oleh petugas. Setelah petugas menerima dokumen dari user, petugas menginputkan informasi dokumen ke melalui form yang di berikan oleh sistem dan submit form yang telah di isi, berikutnya sistem akan menyimpan data dokumen tersebut dan menampilkan data dokumen ke petugas. Activity Diagram Monitoring Dokumen Gambar 6 Activity Diagram Kelola Data Dokumen Activity Diagram diatas menggambarkan urutan aktifitas ketika petugas atau admin melakukan pengelolaan dokumen. Aktifitas dimulai dari admin atau petugas melakukan login ke dalam sistem dan memilih menu dokumen. Berikutnya sistem akan mengambil data dokumen dan petugas memilih data dokumen mana yang akan di Kelola, seperti melakukan update atau pun delete data Activity Diagram Kelola Data Petugas Gambar 5 Activity Diagram Monitoring Dokumen Activity Diagram diatas menggambarkan runtutan aktifitas yang terjadi saat user melakukan monitoring dokumen. Aktifitas dimulai dari user menginputkan ID dokumen dan men-submitnya, berikutnya sistem akan mencari data dokumen berdasarkan ID yang telah di inputkan oleh user tersebut dan menampilkannya ke user. Activity Diagram Kelola Data Dokumen Rizka, dkk. Implementasi A 6 yang dikirim oleh pengguna, apabila tervalidasi makan akan di arahkan ke halaman dashboard. 3 Class Diagram Diagram diatas menggambarkan kelas yang berinteraksi di dalam sistem monitoring dokumen. Kelas tersebut adalah : Admin Kelas admin merepresentasikan entitas yang mengelola sebgaian besar data yang ada pada sistem, seperti data petugas, dokumen dan laporan. Gambar 7 Activity Diagram Kelola Data Petugas Diagram Aktifitas diatas menggambarkan urutan aktifitas yang terjadi pada saat admin Diagram menggambarkan proses dimana admin harus memilih data petugas yang akan di edit yang berikutnya sistem akan menampilkan data petugas berdasarkan yang dipilih oleh admin. Activity Diagram Login Petugas Kelas petugas merepresentasikan entitas yang melakukan pengelolaan dokumen yang dikirimkan User Kelas user merepresentasikan entitas yang mengirimkan dokumen ke petugas yang selanjutnya akan menjadi objek dari monitoring. Document Kelas dokumen merepresentasikan entitas yang di jadikan objek utama di dalam sistem, dimana entitas ini harus di bawa oleh user dan menyerahkannya ke 4 ERD Gambar 9 Entity Relational Diagram Gambar 8 Activity Diagram Login Diagram aktifitas diatas menggambarkan aktifitas yang terjadi ketika user baik yang memiliki aktor admin, petugas maupun user melakukan login ke dalam sistem. Sistem akan memvalidasi inputan Gambar diatas menunjukan relasi antar entitas yang ada pada aplikasi monitoring dokumen berbasis Terdapat 4 entitas yang berinteraksi di dalam aplikasi. Entitas tersebut adalah : Rizka, dkk. Implementasi A 7 Wireframe Kelola Petugas 5 Design Antar Muka Design Antar muka adalah salah satu tahapan dimana peneliti menrancang antar muka yang akan digunakan oleh aplikasi monitoring dokumen. Antar muka yang akan digunakan meliputi antar muka login, dashboard. Kelola anggota. Kelola dokumen dan monitor dokumen. Wireframe Login Gambar 12 Wireframe Kelola Petugas Wireframe diatas adalah rancangan antar muka yang digunakan untuk membuat halaman Kelola Fitur ini nantinya akan digunakan oleh admin guna mengelola data petugas yang bertanggung jawab untuk mengelola dokumen yang di kirimkan oleh user. Wireframe Kelola Dokumen Gambar 10 Wireframe Login Wireframe diatas adalah rancangan antar muka yang akan digunakan untuk membuat halaman login pada aplikasi monitoring dokumen. Design diatas terdiri dari 2 input yaitu input email dan Selain 2 input terdapat button login yang kredensialnya ke sistem. Wireframe Dashboard Gambar 12 Wireframe Kelola Dokumen Wireframe diatas adalah rancangan antar muka yang digunakan untuk membuat halaman Kelola dokumen. Fitur ini nantinya akan digunakan oleh admin atau petugas guna mengelola data dokumen yang di kirimkan oleh user. 3 Tahap Coding (Penulisan Kode Progra. Gambar 11 Wireframe Dashboard Wireframe diatas menggambarkan rancangan yang akan di gunakan untuk halaman dashoard, dimana pada rancangan tersebut terdapat grafik yang menunjukan data dokumen yang di proses di dalam Tahap pengkodean adalah implementasi nyata dari desain yang telah dibuat sebelumnya. Tim akan mulai menulis kode untuk setiap fitur dan modul aplikasi menggunakan Laravel. Pada tahap ini, penerapan prinsip-prinsip XP. Penggunaan fiturfitur khusus Laravel, seperti Eloquent ORM dan Blade pengembangan pada tahap ini. Tahapan ini akan di jelaskan secara lebih rinci pada bab 4. Rizka, dkk. Implementasi A 8 4 Tahap Testing (Pengujia. Setelah kode telah ditulis, tahap pengujian Tim akan melakukan pengujian unit untuk memastikan bahwa setiap modul berfungsi seperti yang diharapkan. Selain itu, pengujian integrasi akan memastikan bahwa semua bagian aplikasi dapat berinteraksi dengan baik. Metode pengujian manual akan digunakan untuk memastikan kualitas dan keandalan aplikasi. Tahapan ini akan di jelaskan secara lebih rinci pada bab berikutnya. 5 Tahap Release (Peluncura. Setelah berhasil melewati tahap pengujian, aplikasi siap untuk dirilis. Pada tahap ini, tim akan mempublikasikan aplikasi monitoring dokumen berbasis website yang telah diimplementasikan dengan Laravel. Proses rilis melibatkan pemasangan aplikasi di server yang sesuai dan memastikan bahwa semua konfigurasi yang diperlukan telah diatur dengan baik. Gambar 14 Halaman Dashboard Antar muka diatas adalah tampilan dashboard ketika pengguna yang berperan sebagai admin berhasil masuk ke dalam sistem. Pada tampilan diatas terdapat informasi jumlah petugas, user, dokumen dan kategori dari dokumen yang di Kelola. Halaman Kelola Dokumen HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Tahap Design Hasil dari Aplikasi Monitoring Dokumen adalah sebuah aplikasi yang dapat dilakukan untuk memantau dokumen, dan mudahnya admin atau petugas untuk mengelola data yang terkait oleh Aplikasi Monitoring Dokumen dengan menerapkan pengembangan Perangkat Lunak Extreme Programming. 1 Tampilan Admin Halaman Login Gambar 15 Halaman Kelola Dokumen Antar muka diatas adalah tampilan yang digunakan oleh admin untuk mengelola dokumen yang ada. Pada tampilan tersebut terdapat table yang berisi data dokumen, tombol tambah. Pada setiap data dokumen yang ditampilkan terdapat button untuk edit dan hapus. Halaman Kelola User Gambar 13 Halaman Login Antar muka diatas adalah tampilan yang digunakan oleh pengguna untuk melakukan login ke dalam sistem. Pada antar muka tersebut terdapat form dengan dua inputan yaitu email dan password juga terdapat 1 button untuk submit kredensial yang telah di inputkan oleh pengguna. Halaman Dashboard Gambar 16 Halaman Kelola User Antar muka diatas adalah tampilan yang digunakan oleh admin untuk mengelola user yang Pada tampilan tersebut terdapat table yang berisi data user dan tombol tambah. Pada setiap data user yang ditampilkan terdapat button untuk edit dan Halaman Kelola Petugas Rizka, dkk. Implementasi A 9 2 Hasil Tahap Coding Gambar 17 Halaman Kelola Petugas Antar muka diatas adalah tampilan yang digunakan oleh admin untuk mengelola data petugas yang ada. Pada tampilan tersebut terdapat table yang berisi data petugas dan tombol tambah. Pada setiap data petugas yang ditampilkan terdapat button untuk edit dan hapus. 2 Tampilan Petugas Halaman Dashboard Pada tahap ini peneliti akan memaparkan hasil dari tahapan coding untuk fitur lacak document yang dimiliki oleh aktir pengguna atau user dimana hasil ini dilakukan setelah tahap planning dan design yang peneliti jelaskan pada bab 3. Tahapan ini merupakan implementasi dari tahap sebelumnya dan menggunakan framework Laravel sebagai kerangka kerja dalam membangun aplikasi monitoring dokumen ini. DocumentController i. ->get(). Gambar 18 Halaman Dashboard Antar muka diatas adalah tampilan dashboard ketika pengguna yang berperan sebagai petugas berhasil masuk ke dalam sistem. Pada tampilan diatas terdapat informasi jumlah dokumen yang ada pada database. compact(['document'])). view('user. Hasil View Lacak Document Halaman Kelola Dokumen Gambar 20 Halaman Lacak Dokumen 1 Model Gambar 19 Halaman Kelola Dokumen Antar muka diatas adalah tampilan yang digunakan oleh petugas untuk mengelola dokumen yang ada. Pada tampilan tersebut terdapat table yang berisi data dokumen, tombol tambah. Pada setiap data dokumen yang ditampilkan terdapat button untuk edit dan hapus. Model adalah representasi dari entitas data yang di Kelola di dalam sistem. Model mewakili struktur data dan logika aplikasi. Model adalah bagian yang bertanggung jawab untuk mengelola data, serta berisi aturan dan operasi yang berkaitan dengan data Model juga bertanggung jawab untuk memberitahu View ketika terjadi perubahan data. Pada aplikasi monitoring dokumen ini terdapat 1 model utama, yaitu : Document Rizka, dkk. Implementasi A 10 Model ini berfungsi sebagai container dari data dokumen yang ada di dalam sistem. Model ini memiliki 6 attribut yaitu id, user_id, categori_id, nama, keterangan, status. Berikut ini adalah kode dari model dokumen first(). $lastNumber = $latestModel ? intval. ubstr($latestModel->id, . ) : 0. $nextNumber = $lastNumber 1. return 'DOC0' . str_pad($nextNumber, 4, '0'. STR_PAD_LEFT). public function category(){ return $this->belongsTo(Category::class, 'categori_id'). public function user(){ return $this->belongsTo(User::class, 'user_id'). 2 View View bertanggung jawab untuk menampilkan data dari Model kepada pengguna dan mengumpulkan input dari mereka. View tidak memiliki pengetahuan tentang Model, namun hanya menampilkan informasi yang diberikan oleh Model. Dalam beberapa implementasi. View juga dapat memiliki beberapa logika tampilan sederhana. Pada aplikasi monitoring ini menggunakan view sebagai View document @extends('admin. @section('content')
Tambah Data

@if . ession('success'))
{{ session('success') }}
@endif @if ($errors->any()) @endif

Data Document

@foreach ($document as $index => $ro. Rizka, dkk. Implementasi A 11 class DocumentController extends Controller public function index(){ $document = Document::all(). @endforeach
No ID Name Category User Status Keterangan Aksi
{{ $index }} {{ $row->id }} {{ $row->nama use App\Http\Controllers\Controller. use Illuminate\Http\Request. use App\Models\Category. use App\Models\Document. use App\Models\User. }} {{ $row>category->nama }} {{ $row->user>name }}{{ $row->status }} {{ $row>keterangan }}
@endsection 3 Controller Controller bertindak sebagai perantara antara Model dan View. Controller menerima input dari pengguna melalui View, memproses input tersebut melalui perantara Model dan kemudian memperbarui View dengan informasi yang diperbarui dari Model. Controller memastikan bahwa Model dan View tetap terpisah satu sama DocumentController get(). view('admin. compact(['category', 'user'])). public function create(Request $re. { Document::create([ 'id' => Document::generateDocId(), 'user_id' => $req->user, 'categori_id' => $req->category, 'nama' => $req->nama, 'keterangan' => $req->keterangan, 'status' => $req->status, ]). >route('admin. index'). redirect()- public function edit($i. { $category = Category::all(). $user = User::where('role', 'user')->get(). $document = Document::findOrFail($i. view('admin. compact(['document', 'category', 'user'])). public function update(Request $re. { $document = Document::findOrFail($req>i. $document->user_id = $req->user. $document->categori_id = $req->category. $document->nama = $req->nama. $document->keterangan = $req->keterangan. $document->status = $req->status. $document->save(). >route('admin. index'). redirect()- Rizka, dkk. Implementasi A 12 public function delete($i. { Document::destroy($i. >route('admin. index'). redirect()- KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil dari seluruh kegiatan yang telah peneliti lakukan pada penelitian ini yaitu IMPLEMENTASI LARAVEL PADA APLIKASI MONITORING DOKUMEN BERBASIS WEBSITE DENGAN METODE EXTREM PROGRAMMING, kemudian melakukan perancangan dan implementasi sistem baru dapat ditarik kesimpulan berikut : Aplikasi ini dapat mendukung proses bisnis yang ada pada Perusahaan untuk melakukan monitoring dokumen. Aplikasi ini mampu menerapkan metode extreme programming sehinggan menghasilkan aplikasi yang memenuhi kebutuhan pengguna dalam melacak dokumen. Aplikasi ini mampu membantu banyak bagian pada Perusahaan untuk memantau dan melacak Aplikasi ini dapat menjadi alat manajemen yang baik dan efisien untuk pelacakan dan monitor dokumen. 2 Saran Dari hasil perancangan dan penelitian yang dilakukan oleh penulis, terdapat pula beberapa kekurangan yang harus di kembangkan untuk ke depannya, yaitu berupa: Masih menggunakan aplikasi berbasis website dimana pengguna harus menggunakan browser untuk mengaksesnya. Belum ada fitur notifikasi email ketika terjadi perubahan status dokumen. DAFTAR PUSTAKA