ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 E-ISSN 2987-9175 | P-ISSN 2987-9183 Website: https://ejurnal-unisap. id/index. php/abdiunisap/index Email: ejurnal. abdiunisap@gmail. WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN IDENTIFIKASI PRODUK UNGGULAN JURUSAN AGRIBISNIS PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN SMKN 1 BORONG Nicolaus Noywuli1. Antonia Paulina Bao2. Ignoisa Taus3. Victoria Ayu Puspita4. Maria Arnoldiana Dadjan Uran5. David Januarias D. Patty6. Victoria Coo Lea7. Maria Yoandarta I. Maun8 Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa Email Korespondensi: nicolausnoywuli@gmail. comuO Info Artikel Histori Artikel: Masuk: 23 Maret 2025 Diterima: 09 Juni 2025 Diterbitkan: 10 Juni 2025 Kata Kunci: Workshop. Pendampingan. Produk Unggulan. Teaching Factory. Kurikulum BMW. ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Borong. Kabupaten Manggarai Timur, sebagai bagian dari implementasi kurikulum BMW (Bekerja. Melanjutkan. Wirausah. pada jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dalam mengidentifikasi produk unggulan berbasis mata pelajaran penciri melalui pendekatan teaching factory yang selaras dengan standar Metode yang digunakan adalah observasi dan pendampingan. Observasi dilakukan untuk mengkaji potensi produk lokal yang dimiliki sekolah, dilanjutkan dengan pelaksanaan workshop dan pendampingan kepada para guru guna mengarahkan proses identifikasi dan pengembangan produk unggulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman yang lebih baik dalam merancang pembelajaran berbasis produk unggulan, baik produk utama maupun produk hasil olahan limbah. Produk-produk tersebut meliputi pengolahan kopi, kakao, nanas, singkong, dan tomat yang disesuaikan dengan mata pelajaran di masing-masing tingkat kelas. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya perangkat pembelajaran yang relevan dan berorientasi industri serta memperkuat hubungan antara sekolah dan dunia usaha/dunia industri. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi terhadap penguatan kapasitas guru dan peningkatan mutu pembelajaran di SMK berbasis kebutuhan lokal dan industri. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Borong merupakan sekolah menengah atas kejuruan di Kabupaten Manggarai Timur yang menjadi sekolah sasaran penerapan kegiatan pengembangan pendidikan khususnya penyelarasan kurikulum merdeka belajar SMK dan SKKNI pada jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian. Kegiatan tersebut diselenggarakan atas dasar kerjasama antara ASTRA sebagai penyelenggara dan Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa sebagai fasilitator Hasil penyelarasan kurikulum merdeka belajar SMK dan SKKNI membuahkan sebuah kurikulum baru yang diterapkan di SMKN 1 Borong yakni Kurikulum BMW (Bekerja. Melanjutkan. Wirausah. Kurikulum merdeka mendorong tumbuhnya karakter, potensi, dan kualitas peserta didik serta menawarkan kerangka kurikulum yang fleksibel yang berfokus pada materi-materi utama. Terdapat beberapa hal yang menjadi kekuatan utama dari kurikulum merdeka yakni pembelajaran berbasis proyek untuk peningkatan karakter dan soft skill sesuai dengan profil pelajaran, berkonsentrasi pada hal-hal penting untuk menyisakan waktu untuk studi mendalam tentang keterampilan dasar, selain itu memberikan fleksibilitas bagi para pendidik untuk menyesuaikan konten dan situasi secara lokal dan ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 memberikan instruksi yang disesuaikan berdasarkan kemampuan siswa (Lutfiana, 2. Pendidikan pada SMK menekankan pembentukan sumber daya manusia yang ahli dan profesional. Oleh sebab itu dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM pemerintah telah merumuskan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). SKKNI berlaku secara nasional dan dijadikan sebagai bahan acuan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan profesi, uji kompetensi dan sertifikasi profesi di bidang SDM (Mahdane dkk, 2. Menjawab hal tersebut. STIPER FB bekerja sama dengan ASTRA berusaha mengaplikasikan kurikulum penyelarasan baru yang menjadi penyelarasan antara kurikulum merdeka belajar dan SKKNI yakni Kurikulum BMW (Bekerja. Melanjutkan. Wirausah. sehingga dapat diterapkan oleh SMKN 1 Borong sebagai sekolah sasaran penerapan kegiatan pengembangan pendidikan. Model pembelajaran teaching factory (TeF. adalah suatu gabungan dari pendekatan pembelajaran yang berbasis kompetensi dan berbasis produksi, dimana proses pembelajaran praktik yang dilakukan menyerupai proses praktik yang dilakukan di dunia kerja yang sesungguhnya dengan mengadakan kegiatan produksi atau jasa di lingkungan sekolah (Nurtanto dkk, 2. Tujuan umum model pembelajaran teaching factory yakni untuk melatih siswa-siswi dalam mencapai ketepatan waktu, kualitas yang dituntut oleh industri, mempersiapkan siswa-siswi sesuai dengan kompetensi keahliannya, menanamkan mental kerja melalui adaptasi secara langsung dengan kondisi dan situasi industri, serta menguasai kemampuan manajerial dan menghasilkan produk jadi yang memiliki standar mutu industri (Hidayat, 2. Identifikasi produk unggulan merupakan salah satu langkah dalam produksi olahan hasil nabati meliputi melakukan penyiapan hasil pertanian, menetapkan produk primer dan produk tambahan, menentukan karakteristik hasil pertanian, penyiapan sarana produksi, melaksanakan sortasi, melakukan proses produksi, menerapkan higiene dan sanitasi, dan penilaian mutu produk yang menjadi salah satu capaian pembelajaran dalam mata pelajaran penciri jurusan agribisnis pengolahan hasil pertanian dengan model pembelajaran teaching factory. Penerapan model pembelajaran Teaching factory diharapkan membawakan dampak positif bagi sekolah dan siswa agar dapat mengikuti perkembangan yang terjadi di industri dengan pembelajaran yang diajarkan di sekolah serta meningkatkan hubungan dan kerja sama antara sekolah dan industri (Hendra dkk, 2. Oleh sebab itu, tujuan dari dilaksanakannya workshop dan pendampingan adalah untuk membantu memberikan pemahaman a guru dalam mengidentifikasi produk unggulan dari setiap mata pelajaran penciri yang dilaksanakan pada jurusan agribisnis pengolahan hasil pertanian SMKN 1 Borong sehingga dapat menciptakan produk yang sesuai dengan standar dan kualitas industri. METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yakni metode observasi dan pendampingan. Observasi dilakukan dengan mengamati potensi unggulan yang dimiliki oleh SMKN 1 Borong pada jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian. Penerapan dari hasil observasi dilakukan workshop dan pendampingan bagi guru-guru. Workshop dan pendampingan yang dilakukan yakni dalam mengidentifikasi potensi produk unggulan yang dapat diciptakan dan dikembangkan oleh siswa-siswi SMKN 1 Borong. HASIL DAN PEMBAHASAN Workshop Identifikasi Produk Unggulan Sebelum melakukan workshop identifikasi produk unggulan, dilakukan terlebih dahulu penyelarasan kurikulum yang akan digunakan oleh SMKN 1 Borong khususnya untuk mata pelajaran penciri bagi jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian. Penyelarasan kurikulum tersebut menghasilkan kurikulum BMW yang merupakan campuran antara kurikulum merdeka dan SKKNI. Kurikulum BMW merupakan kurikulum penyelarasan dan optimalisasi Link and Match pada kurikulum ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 SMK (SMKN 1 Boron. dan DUDI (SKKNI) dengan model pembelajaran teaching factory (TeF. sehingga menghasilkan output . yang mandiri, kompeten, dan memiliki keterampilan serta mampu bersaing baik dalam bekerja, atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi atau menjadi Selaras dengan kurikulum merdeka belajar yang memberikan fleksibilitas bagi pendidik untuk menyesuaikan konten dan situasi secara lokal, kurikulum BMW memiliki tujuan sebagai acuan pembelajaran berbasis komoditi lokal. Selain itu, tujuan BMW lainnya yakni sebagai acuan pembelajaran berbasis kompetensi industri dan menghasilkan output sesuai standar DUDI, kedua tujuan ini selaras dengan SKKNI yang berlaku. Dalam penyelarasan yang dilakukan, telah disusun silabus, rpp . encana pelaksanaan pembelajara. dan jobsheet sesuai dengan kurikulum BMW pada mata pelajaran penciri yakni agroindustri pengolahan kopi, agroindustri pengolahan kakao, agroindustri pengolahan nanas, agroindustri pengolahan singkong dan agroindustri pengolahan tomat. Gambar 1. Penyelarasan Kurikulum BMW di SMKN 1 Borong Workshop identifikasi produk unggulan dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada guru dalam menyusun kebijakan pengembangan keahlian materi ajar yang disesuaikan dengan produk unggulan yang ada di wilayah Borong, sebagai acuan dalam upaya prioritas pembangunan ekonomi berbasis pembelajaran praktik di SMK, sebagai upaya peningkatan kualitas SMK berstandar dan bermodel mini industri yang selanjutnya menjadi SMK unggulan, serta pengembangan sumber daya manusia tenaga kerja bermental pekerja dan berkeahlian profesional. Adapun beberapa guru dari jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian SMKN 1 Borong yang mengikuti kegiatan workshop dan pendampingan identifikasi produk unggulan tertera dalam tabel 1 di bawah ini. Tabel 1. Daftar Guru Jurusan APHP SMKN 1 Borong No. Nama Bernadeta Mamas. Tp. Margareta Pawarrangan. Sofia Meneng. Tr. Veronika Venkurnia. ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 Gambar 2. Pelaksanaan workshop identifikasi produk unggulan SMKN 1 Borong Terdapat beberapa output yang dihasilkan dari workshop yang telah diselenggarakan yakni: Mewujudnyatakan tujuan penyelarasan atau link and match kurikulum SMK dan industri sesuai dengan produk unggulan yang dimiliki Menghasilkan mata pelajaran kejuruan dan penciri SMK sebagai keunggulan Menghasilkan perangkat pembelajaran . ilabus, rpp, dan jobshee. berbasis teacing factory Menghasilkan praktek-praktek pembelajaran berstandar industri Membangun mini industri di SMK Terdapat beberapa alasan pentingnya dilakukan workshop identifikasi produk unggulan kepada guruguru SMKN 1 Borong, yakni: Berkaitan erat dengan pemahaman mendalam mengenai pasar dan kebutuhan pasar, mengenai trend dan peluang yang ada serta kemampuan mengubah ide menjadi produk yang unggul dan sesuai permintaan pasar Menumbuhkan inovasi dan kreativitas guru SMKN 1 Borong mengenai metode pengajaran baru, teknologi terbaru, dan pendekatan terbaik dalam mengembangkan produk atau proyek yang relevan dengan bidang studi Menciptakan guru yang memiliki pemahaman yang kuat tentang identifikasi produk sehingga menjadi lebih efektif dalam membimbing siswa dalam proyek-proyek penelitian atau pengembangan produk di sekolah Guru dapat mengeksplorasi cara baru untuk melibatkan siswa-siswi dalam pengembangan produk atau proyek-proyek inovatif dan membngun kemitraan dengan DUDI Pendampingan Identifikasi Produk Unggulan Mata Pelajaran Penciri Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian SMKN 1 Borong Identifikasi potensi produk SMK merupakan proses pengenalan, analisis dan penilaian terhadap produk atau ide-ide baru yang mungkin dapat dikembangkan atau diadopsi oleh siswa atau lembaga SMK sesuai aspek kelayakan produk. Identifikasi menjadi langkah awal dalam menciptakan atau memilih produk yang dapat memberikan manfaat bagi siswa-siswi dalam meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan pengalaman mereka dalam konteks pendidikan kejuruan. Dalam melakukan identifikasi produk unggulan, terdapat beberapa tahapan yang dilakukan Pemahaman kebutuhan dan tren industri Harus adanya pemahaman mendalam mengenai kebutuhan dan tren industri terjait dengan program kejuruan yang ditawarkan oleh SMK khususnya oleh SMKN 1 Borong, termasuk pemahaman mengenai keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh para profesional. ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 Evaluasi keterampilan dan minat jurusan Guru dan staf sekolah melakukan evaluasi terhadap keterampilan, minat dan kebutuhan siswa, hal ini membantu dalam mengidentifikasi produk atau proyek yang relevan dan sesuai dengan minat serta bakat siswa. Penjajakan ide dan inovasi Mencari ide-ide baru atau inovasi yang dapat menjadikan produk atau proyek, dapat melibatkan brainstorming, survey, ataupun penelitian pasar untuk mengidentifikasi peluang yang mungkin. Analisis potensi dan kelayakan Setelah mengidentifikasi ide produk, dilakukan analisis untuk mengevaluasi potensi dan kelayakan masing-masing produk, yang meliputi pertimbangan tentang pasar, kebutuhan siswa, sumber daya yang tersedia dan dampak potensial terhadap pembelajaran. Pemilihan produk unggulan Setelah melakukan analisis, dipilih produk yang memiliki potensi untuk memberikan manfaat secara signifikan bagi siswa dan sesuai dengan visi misi sekolah. Pengembangan rencana dan strategi Langkah terakhir yakni mengembangkan rencana dan strategi dalam mengimplementasikan produk meliputi pengembangan kurikulum, pengadaan sumber daya, pelatihan bagi guru dan penentuan metode evaluasi. Identifikasi produk unggulan dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal atau aspek yakni: Keterkaitan tingkatan pembangunan dan SMK Harus adanya keterkaitan antara tingkatan pembangunan yang ingin diutamakan atau ditingkatkan dengan jenis potensi unggulan daerah yang akan dijadikan sebagai produk unggulan SMK. Jenis potensi unggulan daerah yang dikembangkan dan model perkembangan yang akan dilakukan oleh SMK tentunya akan mempengaruhi perkembangan pembangunan yang dialami masyarakat, oleh sebab itu harus ada keterkaitan antara kedua hal tersebut dalam melakukan identifikasi produk. Keterkaitan antar sektor Potensi unggulan yang akan dikembangkan harus mampu menjadi pendorong bagi perkembangan sektor lainnya di daerah yang masih terkait. Misalnya keterkaitan dengan sektor penyedia input dalam hal ini sektor penyedia bahan produk unggulan seperti pertanian dan sektor pengguna output dalam hal ini sektor penjualan produk unggulan misalnya masyarakat sebagai agen penjual. Kontribusi terhadap sektor/struktur ekonomi Potensi unggulan daerah yang digunakan untuk menghasilkan produk unggulan tentu saja akan memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomia daerah, oleh sebab itu produk unggulan yang dipilih harus yang dapat membawa dampak secara nyata bagi perekonomian Penyerapan tenaga kerja dari SMK Dengan adanya peningkatan ekonomi daerah akibat peningkatan produk potensi unggulan daerah maka penyerapan tenaga kerja akan semakin meningkat pula khususnya penyerapan tenaga kerja dari SMK, peningkatan ini akan mempengaruhi jumlah kebutuhan lulusan SMK sehingga ketersediaan lulusan meningkat sesuai dengan perkembangan industri yang dengan sendirinya akan berdampak positif bagi perekonomian daerah. Daya dukung sumber daya manusia lulusan SMK dan teknologi Pengembangan potensi unggulan daerah memperhatikan daya dukung sumber daya manusia dan teknologi yang dimiliki oleh daerah, sehingga potensi produk unggulan daerah yang ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 menjadi andalan bagi perekonomian membutuhkan sumber daya manusia dan teknologi yang memadai agar dapat dikelola. Pertimbangan strategis non ekonomi Pertimbangan strategis non ekonomi juga perlu diperhatikan terkait pengembangan potensi atau produk unggulan daerah, hal ini karena adanya peran penting sektor-sektor ekonomi untuk mendukung aspek sosial politik lainnya seperti stabilitas daerah, lestarinya budaya lokal dan lain sebagainya. Berdasarkan identifikasi yang telah dilakukan, dibawah ini merupakan tabel beberapa produk unggulan yang dihasilkan sesuai dengan mata pelajaran penciri jurusan agribisnis pengolahan hasil pertanian SMKN 1 Borong. Tabel 2. Tabel Identifikasi Produk Unggulan Jurusan APHP SMKN 1 Borong Kelas Produk Unggulan Semester 1 (Pengolahan Hasil Pane. Tepung Singkong Mochi Singkong Abon Singkong Kerupuk Singkong Keripik Singkong Produk Unggulan Semester 2 (Pengolahan Limbah Hasil Pane. Pakan Fermentasi Obat Nyamuk Agroindustri Pengolahan Tomat Jelly Drink Tomato Saos Tomat Permen Jelly Tomat Selai Tomat Tomakur Manisan Tomat Agroindustri Pengolahan Kakao Dark Chocolate White Chocolate Bubuk Coklat Instan Milk Chocolate Selai Coklat Nata De Cocoa dari Kulit Kopi Agroindustri Pengolahan Nanas Sari Nanas Keripik Nanas Selai Nanas Nanas Kaleng Dodol Nanas Eco Enzyme Silase Kulit Nanas Agroindustri Pengolahan Kopi Kopi Powder Pasta Kopi Masker Kopi Lulur Kopi Ekstrak Kopi Briker Kulit Kopi Mata Pelajaran Penciri Agroindustri Pengolahan Singkong XII ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 Gambar 3. Pendampingan Identifikasi Potensi Produk Unggulan SMKN 1 Borong PENUTUP Berdasarkan kegiatan workshop dan pendampingan identifikasi potensi produk unggulan di SMKN 1 Borong, kesimpulan yang dapat diambil yakni workshop identifikasi produk unggulan dilaksanakan memberikan pemahaman kepada guru dalam menyusun kebijakan pengembangan keahlian materi ajar yang disesuaikan dengan produk unggulan yang ada di SMKN 1 Borong khususnya bagi jurusan APHP. Workshop dan pendampingan memberikan pemahaman kepada guru dalam mengidentifikasi produk unggulan yang ada di SMKN 1 Borong. Terdapat beberapa produk unggulan yang telah diidentifikasi sesuai dengan mata pelajaran penciri SMKN 1 Borong yakni produk utama dan produk pengolahan limbah dari agroindustri pengolahan kopi, kakao, nanas, singkong dan tomat. DAFTAR PUSTAKA