Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) Volume 6. Nomor 2. September 2025 ISSN 2721 - 4311 http://jurnal. id/index. php/JISP Analisis Framing Konflik Sosial pada Media Online terhadap Isu Sosial dari Elon Musk dengan Twitter Dicky Aditya Abdullah1. Siti Nursanti2. Eka Yusup3 1,2,. Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Singaperbangsa Karawang. Indonesia *E-mail: 2010631190043@student. Abstrak Pada tahun 2022 media dihebohkan dengan drama konflik yang terjadi antara tim Elon Musk dengan Twitter yang menjadi sorotan media online pada saat itu dalam proses akuisisi media sosial berlogo burung biru tersebut. Konflik ini memuncak ketika Elon Musk selaku CEO Tesla dan Space X memutuskan untuk membatalkan perjanjian akuisisi yang telah disepakati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberitaan mengenai konflik yang terjadi antara Elon musk dengan Twitter dengan menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan M. Gerald Kosicki yang dimuat pada media online CNBC Indonesia dan KOMPAS. COM . disi 09 Juli-10 Oktober 2. Hasil penelitian menunjukkan dalam pembingkaian berita tentang konflik Elon Musk dengan Twitter yang ada di media online CNBC Indonesia cenderung lebih memandang Elon Musk sebagai pihak yang dirugikan. Sedangkan isi berita yang terdapat di KOPMAS. COM cenderung berbanding terbalik dengan CNBC Indonesia, berita yang dipublikasikan cenderung memandang Twitter sebagai pihak yang dikhianati dan dirugikan atas perjanjian yang telah disepakati sebelumnyaa. Kata Kunci: Analisis Framing. Elon Musk. Twitter. CNBC Indonesia Abstract In 2022 the media was shocked by the drama of the conflict that occurred between Elon Musk's team and Twitter, which was in the spotlight of online media at that time in the process of acquiring social media with the blue bird logo. This conflict culminated when Elon Musk as CEO of Tesla and Space X decided to cancel the agreed acquisition agreement. This study aims to analyze the news about the conflict that occurred between Elon Musk and Twitter using the Zhongdang Pan and M. Gerald Kosicki framing analysis model published on the online media CNBC Indonesia and KOMPAS. COM . dition 09 July-10 October 2. The results showed that in the framing of news about Elon Musk's conflict with Twitter in the online media CNBC Indonesia tends to view Elon Musk as the injured party. While the news content contained in KOPMAS. COM tends to be inversely proportional to CNBC Indonesia, the news published tends to view Twitter as the party that was betrayed and disadvantaged by the previously agreed agreement. Keywords: Framing Analysis. Elon Musk. Twitter. CNBC Indonesia. Cara citasi : Abdullah. Dicky Aditya. Nursanti. Siti. Yusup. Eka. Analisis Framing Konflik Sosial pada Media Online terhadap Isu Sosial dari Elon Musk dengan Twitter. Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) Vol 6 No 2 September 2025, 159-171. DOI: https://doi. org/10. 30596/jisp. Naskah diterima : 09-10-2024 Revisi akhir : 28-06-2025 Disetujui : 25-08-2025 Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Abdullah. Dicky Aditya. Nursanti. Siti. Yusup. Eka. Analisis Framing Konflik Sosial pada Media Online PENDAHULUAN Kisah kontrovesrial antara Elon Musk dengan Twitter menciptakan gelombang pembicaraan yang luas pada dunia media online. Konflik ini menyoroti dinamika kekuasaan serta dampaknya terhadap seorang tokoh publik publik Bernama Elon Musk dalam pengakuisisian platform media sosial tersebut. Pada tahun 2022 media online dihebohkan oleh perseteruan publik, yang dimana dalam perseteruan ini melibatkan tokoh terkenal sekaligus CEO dari Perusahaan Tesla dan Space X yaitu Elon Musk yang menjadi sorotan utama dalam pemberitaan media online. Dilansir dari media online KOMPAS. COM . /08/2. konflik antara pemilik Tesla Space X dengan Twitter memanas akibat Elon menggugat Twitter setelah dirinya membatalkan akuisisi senilai 44 miliar US Dollar atau setara dengan Rp. 653 triliun. Gugatan Elon Musk masuk setelah Kathaleen McCormick selaku Hakim dari pengadilan Delware memerintahkan untuk digelarnya pengadilan yang berlangsung selama lima hari terhitung dari 17 oktober. Sidang tersebut bertujuan untuk menentukan apakah Elon Musk bisa meninggalkan kesepakatan yang telah dia buat dengan Twitter. Elon sendiri telah membatalkan pembelian Twitter pada tanggal 8 Juli dengan alasan Perusahaan microblog (Twitte. telah melanggar perjanjian dengan memberikan data yang tidak akurat tentang jumlah akun spam bot di dalam platformnya. Tak hanya itu. Twitter pun menggugat balik Elon Musk beberapa hari kemudian setelah gugatan Musk masuk, pihak Twitter mengklaim bahwa terkait akun palsu yang diujarkan Elon Musk adalah sebuah upaya pengalihan. Elon juga masih terikat kontrak sebesar 54,20 US Dollar atau Rp. 000 untuk per saham nya. Adapun motif keinginan Elon Musk untuk membeli saham Twitter yaitu Elon Musk berkeinginan untuk membasmi segala aktivitas akun-akun spam bot yang ada pada platform media sosial Twitter dan membuat algoritma yang menentukan bagaimana konten yang disajikan kepada penggunanya bisa tersedia untuk umum sekaligus mencegah platform Twitter menjadi corong kebencian dan perpecahan. Namun, akibat pihak Twitter tidak memberikan data yang transparan mengenai jumlah akun spam bot di Twitter Elon membatalkan niat nya tersebut untuk melanjutkan negosiasi tersebut. Sempat merasa bimbang hingga terancam kalah di persidangan, namun pada akhirnya tepat pada hari Kamis . /10/2. Elon Musk berhasil mengambil alih kepemilikan Twitter dengan total akuisisi senilai US$ 44 miliar atau sekitar Rp. 682 triliun. Tidak lama setelah kepemilikan Twitter berpindah tangan kepada Elon Musk, pria miliarder tersebut mengambil kebijakan yang begitu kontroversial dan mengejutkan jagat Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 6. Nomor 2. September 2025: 159-171 maya dengan memecat para karyawan beserta para eksekutif puncak Twitter sebesar 75% yang hanya menyisakan 7. 500 karyawan tersisa. Musk sendiri belum memberikan keterangan rinci bagaimana dia akan mencapai visi dan misi nya itu, dan siapa yang akan menjalankan Perusahaan ini. Akan tetapi Elon Musk sendiri mengatakan urgensi dia mengambil kepemilikan Twitter bukanlah untuk menghasilkan uang yang berlipat ganda, melainkan untuk mencoba membantu umat manusia yang dicintai, imbuhnya KOMPAS. COM . /10/2. Dari fenomena yang terjadi terdapat perbedaan diantara kedua media online ini, yaitu KOMPAS. COM dan CNBC Indonesia dalam memuat berita mengenai konflik antara Elon Musk dengan pihak Twitter. KOMPAS. COM sendiri dalam memuat peristiwa ini lebih megarah kepada pembahasan mengenai pemecatan yang terjadi setelah platform media sosial tersebut diakuisisi oleh Musk dan kekacauan yang terjadi. Sedangkan dalam media online CNBC Indonesia dalam pemberitaanya lebih mendalami mengenai gugatan hukum yang terjadi diantara kedua belah pihak, yaitu Elon Musk sendiri dan pihak Twitter, serta sedikit membahas mengenai kerugian yang dialami oleh Elon Musk setelah pengakuisisian burung biru tersebut. Pada setiap penyampaian berita, masing-masing media tentunya memiliki sudut pandang yang berbeda, hal ini tentunya berdasarkan bagaimana suatu media melihat suatu peristiwa itu terjadi. Setiap media mempunyai ideologi serta caranya tersendiri dalam mengemas sudut pandang sebuah berita yang berlandaskan kode etik jurnalistik. Dengan dasar inilah penulis ingin mengetahui lebih dalam bagaimana media online KOMPAS. COM dan CNBC Indonesia mengemas pemberitaan dari konflik Elon Musk dengan Twitter. Adapun dalam fenomena yang terjadi, hal ini menunjukkan kompleksitas interaksi antara tokoh publik dan media sosial, serta dampaknya terhadap citra dan reputasi. Pemberitaan yang cermat tentunya akan merinci berbagai sudut pandang, naratif, dan penekanan dalam mempresentasikan konflik yang terjadi kepada pembaca. Maka dari itu, fokus penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana media online mengonstruksi kronologis tentang konflik yang terjadi antara Elon Musk dengan pihak Twitter. Konflik pada hakikatnya adalah segala sesuatu interaksi pertentangan antara dua pihak atau lebih. Menurut Lambert . dalam (Riinawati, 2019:. menyatakan bahwa konflik merupakan situasi yang terjadi Ketika ada perbedaan pendapat atau perbedaan cara pandang diantara beberapa orang, kelompok, atau organisasi. Abdullah. Dicky Aditya. Nursanti. Siti. Yusup. Eka. Analisis Framing Konflik Sosial pada Media Online Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konflik adalah percekokan, ketegangan atau perselisihan dalam sebuah jalan cerita atau drama yang melibatkan pertentangan antar dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, maupun pertentangan antara dua tokoh, dan sebagainya. Framing sendiri adalah proses penentuan sudut pandang atau cara presentasi suatu informasi agar memberikan arti atau interpretasi tertentu kepada audiens. Analisis framing merupakan pendekatan analisis wacana versi terbaru, khususnya dalam analisis teks media. Framing dapat diartikan sebagai mengemas informasi dengan menciptakan opini yang mengarah pada persepsi masyarakat terhadap suatu peristiwa. Dengan kata lain, framing merupakan suatu metode atau strategi komunikasi media. Tapi pembingkaian itu tidak bohong. Framing hanya menyeleksi fakta atau menekankan aspek Selain itu, framing juga bisa diartikan sebagai cara media mengemas berita (Kusumaastuti & Setiawan, 2. Menurut Eriyanto . dalam (Kurniawan & Muktiyo, 2. Pada dasarnya framing adalah metode untuk melihat cara media bercerita atas peristiwa. Cara bercerita itu tergambar pada cara media melihat terhadap realitas yang dijadikan berita. Di dalam konteks media, framing melibatkan pemilihan aspek-aspek tertentu dari suatu isu ataupun peristiwa serta penekanan pada aspek-aspek tersebut untuk membentuk pandangan tertentu. Framing sendiri dapat mempengaruhi bagaimana orang lain dalam memahami serta merespons berita atau informasi, hal ini dikarenakan dapat memberikan penekanan dalam aspek positif maupun negatif, mengarahkan perhatian pada aspek tertentu, ataupun menggambarkan suatu isu dalam sebuah konteks. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki untuk mengetahui perbedaan dari kedua media tersebut. Model analisis Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki adalah pendekatan teknik yang digunakan oleh media untuk menonjolkan kandungan suatu berita sehingga menarik untuk dikonsumsi oleh audiens. Menurut Zhongdang Pan dan M. Kosicki, unsur di dalam berita terdapat sisi psikologis dan sosiologis yang Dimana berita merupakan sebuah hasil dari pemahaman Masyarakat dalam diri yang kemudian akan terkonstruksi dalam memori khalayak Eriyanto. Dalam pendekatan ini, perangkat framing dibagi menjadi beberapa struktur diantaranya sintaksis, skrip tematik, dan retoris. Hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kedua media ini membingkai isu pemberitaan yang viral ini sehingga menuai Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 6. Nomor 2. September 2025: 159-171 kontroversi di dunia maya dengan unsur-unsur yang terdapat pada pendekatan tersebut, apakah kedua media ini berpihak kepada salah satu pihak atau netral (S et al. , 2. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis framing Zhongdang Pan Gerald M. Kosicki. Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki . , dalam (Yuliyanti M. Dinar Pratiwi, and Nurhasanah 2021. mendefinisikan struktur berita sebagai perangkat framing menjadi empat bagian yaitu, struktur sintaksis, struktur naskah atau skrip, struktur tematik, dan struktur retoris. Pada penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara internet searching melalui media online CNBC Indonesia dan KOMPAS. COM, didukung dengan studi pustaka penelitian terdahulu serta dokumen-dokumen pendukung tentang Analisis Framing Konflik Sosial pada Media Online terhadap Isu Sosial dari Elon Musk dengan Twitter. HASIL DAN PEMBAHASAN Subjek penelitian adalah segala sesuatu baik itu orang, barang. Lembaga . , dan lain sebagainya yang ciri-ciri pokoknya berkaitan dengan objek Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa subjek penelitian adalah sesuatu yang mencakup atau sesuatu yang berkaitan dengan objek penelitian. Pada subjek penelitian, penulis mendapatkan dua sumber informasi dari media online KOMPAS. COM dan CNBC Indonesia. berikut adalah profil dari kedua Perusahaan media online tersebut. Objek penelitian adalah suatu hal yang akan dianalisis, diriset, dan diteliti. Objek penelitian dapat berupa suatu peristiwa maupun karya yang ada, bisa juga berupa hasil wawancara atau survei. Adapun objek yang menjadi penelitian disini adalah jenis berita yang tergolong kedalam . traight new. berita langsung yaitu teks-teks yang ada pada media online mengenai konflik Elon musk dengan Twitter edisi 01 Agustus 2022 sampai dengan 04 Februari 2023. Table 1 Berita yang di Analisis Berita Judul Elon Musk Batal Beli Twitter. Semua Gegara Bot!Ay Elon Musk Tolak Permintaan Twitter untuk Percepat Sidang Makin Panas! Elon Musk Serang Balik Twitter Elon Musk Sebut 33% Akun Twitter Adalah Bot & Spam. Benarkah? Penuh Drama! Ini Perjalanan Elon Musk Merebut Kendali Twitter Batal Dibeli. Twitter Bakal Gugat Elon Musk Sumber CNBC Indonesia CNBC Indonesia CNBC Indonesia CNBC Indonesia CNBC Indonesia KOMPAS. COM Abdullah. Dicky Aditya. Nursanti. Siti. Yusup. Eka. Analisis Framing Konflik Sosial pada Media Online Elon Musk Batal Beli Twitter. Kini Terancam Dituntut Twitter Resmi Gugat Elon Musk ke Pengadilan Masih Saling Serang. Twitter Tanggapi Gugatan Elon Musk Elon Musk Selamat Dari Gugatan Twitter jika Beli Twitter Sebelum Deadline KOMPAS. COM KOMPAS. COM KOMPAS. COM KOMPAS. COM Sumber: Hasil Analisis Peneliti Berikut adalah hasil analisis yang dibuat secara berurutan sesuai pada Table 1: Table 2 Hasil Analisis Berita Berita Sintakis Skrip Tematik Retoris Artikel kronologi alasan Elon Musk membatalkan Twitter, yang memicu perselisihan terkait dari Twitter. Lead artikel merangkum inti masalah: Musk pembelian senilai US$ 44 miliar karena Twitter menyesatkan terkait jumlah bot spam di Latar keputusan Musk. CEO Tesla. Gaya artikel ini sudah memenuhi unsur 5W 1H. Unsur "what" perselisihan terkait Twitter yang merugikan Elon Musk. Unsur "why" menyatakan bahwa kurangnya informasi valid dari Twitter Unsur "how" menjelaskan Twitter dianggap melanggar dan belum memenuhi Gambar dalam artikel ini mewakili dua pihak utama. Elon Musk dan Twitter, yang menjadi pusat Kata "spam" merujuk pada keinginan penerima, yang dalam konteks ini berbentuk bot di Twitter. "Twitter" digunakan media sosial yang sementara "saham" mengacu pada hak seseorang terhadap sesuai definisi KBBI. Menginformasikan alasan Elon Musk menolak permintaan Twitter mempercepat sidang terkait pembatalan Lead menjelaskan bahwa Musk meminta lebih banyak waktu untuk Latar pihak Musk. Informasi ini telah 5W 1H. Unsur "what" penolakan Elon Musk terhadap percepatan "Who" mengacu pada Elon Musk sebagai pihak yang terlibat. "Why" menjelaskan alasan Musk permintaan tersebut, "when" mengacu pada waktu "Where" sidang, dan "how" Paragraf permasalahan utama yakni keputusan Elon Musk kesepakatan akuisisi Twitter senilai $44 Musk Twitter transparan mengenai jumlah bot spam di Paragraf berikutnya dilanjutkan dengan Musk. Mike Ringler, yang menyatakan bahwa Twitter melanggar perjanjian informasi yang tidak akurat terkait kondisi platform tersebut. Teks tersebut dimulai dengan alasan Musk menolak percepatan proses karena ia banyak waktu untuk Selain itu, disebutkan merugikan Musk dan taktik Twitter untuk menghindari tuduhan terkait akun palsu. Kata "burung biru" dalam berita ini merujuk pada media sosial Twitter yang menjadi sorotan. Kata "mosi" di paragraf kedua, menurut KBBI, berarti pendapat atau keputusan, dan di sini mengacu pada mosi Elon Musk yang ditolak oleh Twitter Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 6. Nomor 2. September 2025: 159-171 Menggiring audiens dari judul ke lead Elon Musk Twitter, pengadilan Delaware. AS. Lead permasalahan: Elon Musk balik Twitter setelah memutuskan untuk kesepakatan akuisisi senilai $44 miliar. Pembahasan utama adalah klaim Elon Musk bahwa 33% Twitter merupakan bot atau Berita validitas penentuan jumlah bot, sehingga perdebatan tentang Musk. Tersusun beberapa bagian dari menguraikan alasan didukung pernyataan dari pihak Musk. Berita 5W 1H. Unsur "what" menjelaskan antara Elon Musk dan Twitter. Unsur "where" menunjukkan lokasi pengadilan Delaware. AS. Unsur "who" pihak-pihak terlibat, yakni Elon Musk dan Twitter. Unsur "why" menjelaskan alasan di balik masalah ini, yaitu Elon Musk mengajukan gugatan Twitter. Terakhir, "how" Artikel ini memuat unsur 5W 1H secara Elon Musk 33% akun Twitter adalah bot . di AS . pada Jumat, 19 Agustus 2022 . Pihak terlibat adalah Elon Musk dan Kaicheng, pencipta Botometer . Alasan klaim ini . karena Musk membatalkan Twitter Twitter memverifikasi jumlah akun manusia. Artikel berita ini telah tersusun rapi dan 5W 1H. dari unsur- Teks ini terdiri dari paragraf-paragraf secara logis. Paragraf topik utama tentang Elon Musk, diikuti dibatalkan dan akar Kutipan Paragraf komentar tambahan dan menutup dengan Twitter memberikan akses terhadap informasi yang relevan. Paragraf Elon Musk bahwa 33% akun Twitter adalah bot atau spam, yang menjadi tema Kaicheng Yang. Botometer, meragukan validitas metode tim Musk. Kemudian dijelaskan Musk Twitter serta gugatannya. Penggunaan katakata spesifik seperti "rahasia" di paragraf pertama menekankan sifat sensitif dari kasus yang diajukan, "spam dan bot" di adalah kedok bagi Twitter. Artikel ini diketahui yang menjadi tema Elon Terdapat beberapa kata yang ditemukan pada berita tersebut Berdasarkan struktur retoris, kata "akun" merujuk pada jumlah aktivitas akun spam dan bot di Twitter. "Botometer" mengacu pada alat yang digunakan tim Elon Musk untuk "platform" merujuk pada media sosial Twitter. Abdullah. Dicky Aditya. Nursanti. Siti. Yusup. Eka. Analisis Framing Konflik Sosial pada Media Online elemen penting isi Dimulai latar belakang pembelian saham Twitter oleh Elon Musk. Musk Twitter, konflik yang terjadi antara kedua belah informasi dan akun menjadi dalih. Lead Elon Musk membatalkan akuisisi Twitter Twitter berencana menuntut Musk. CEO Twitter. Brett Taylor. Gugatan rahasia diajukan tim hukum Musk. Taylor menegaskan dewan Twitter Musk menyatakan alasan adalah jumlah akun spam dan bot yang dianggap lebih besar dari klaim Twitter. Artikel ini membahas keputusan Elon Musk tawaran pembelian Twitter senilai $44 Latar belakang menyebut diketahui mengenai skenario drama dan konflik yang terjadi, hingga penyelesaian kedua belah pihak hingga pada akhirnya Twitter berpindah tangan ke Elon Musk. Musk menghadapi drama dan konflik yang terjadi dalam proses akuisisi mulai dari hukum, dan proses negosiasi yang rumit antara kedua belah pihak hingga pada akhirnya kepemilikan saham Twitter resmi berpindah tangan ke pihak Elon Musk. Aualgoritme sourceAy fitur-fitur media sosial Twitter. AuplatformAy media sosial Twitter. Aubak sinetronAy kepada drama hukum yang terjadi antara Elon Musk dan pihak Twitter. Berita ini merinci pembatalan akuisisi Twitter oleh Elon Musk Twitter . Musk membatalkan kesepakatan karena Twitter yang diminta . Peristiwa ini terjadi di AS, diumumkan melalui Twitter dan SEC . , pembatalan pada 9 Juli 2022 setelah niat akuisisi disampaikan pada 26 April 2022 . Pengumuman dibuat melalui SEC dan akun CEO Twitter Brett Taylor . Twitter berencana meminta Musk menyelesaikan membayar $1 miliar biaya pembatalan. Berita 5W 1H. Elon Musk Twitter senilai $44 miliar pada 8 Juli Peristiwa ini terjadi di Pengadilan Delaware. AS, karena Artikel ini membahas Elon Musk mengakuisisi Twitter senilai $44 miliar pada 25 April 2022, dan rencana Twitter Musk Pernyataan dari CEO Twitter. Brett Taylor, melalui Twitter-nya, kredibilitas laporan Artikel merinci alasan Musk Twitter akun bot dan spam. Twitter menegaskan komitmennya untuk langkah hukum untuk Secara terdapat pada artikel secara singkat bahwa Twitter memvalidasi permasalahan antara kedua belah pihak dan Twitter secara melalui jalur hukum. Paragraf Elon Musk Twitter dengan klaim bahwa perusahaan tersebut melakukan pelanggaran material Kata "spekulasi" merujuk pada dugaan Elon Musk terkait transaksi, "material" memengaruhi aspek Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 6. Nomor 2. September 2025: 159-171 pelanggaran material Musk, menyebabkan Kutipan dari pengacara Musk. SEC, dan CEO Twitter Brett Taylor Opini pandangan Twitter dan pengacara Musk hukum dan finansial. Kesimpulan terbaru serta potensi litigasi mendatang. Artikel berita disusun perkembangan awal Twitter, sebagai pihak yang dirugikan, berupaya Elon Musk kewajibannya sesuai kesepakatan akuisisi. Artikel menjelaskan harapan Twitter melalui jalur hukum sebelum batas waktu akuisisi tercapai. Tersusun perkembangan kasus awal hingga respon terbaru antara kedua belah pihak. Musk Twitter terkait informasi bot akun spam. Musk pembatalan melalui Namun. Musk harus pelanggaran tersebut atau membayar biaya pembatalan sebesar $1 miliar sesuai Sementara Twitter jalur hukum. "menyesatkan" merujuk pada klaim Musk pernyataan Twitter tidak akurat, dan "drama" antara Musk dan Twitter. Artikel ini mencakup 5W 1H: Twitter Elon Musk atas penolakan akuisisi senilai $44 miliar, . di pengadilan Delaware. AS, . Elon Musk dan Twitter, . pada 12 Juli 2022, . karena Musk transparansi jumlah bot dan akun spam. Twitter Musk menggunakan alasan menurunkan harga Artikel berita ini telah 5W 1H. Artikel ini belakang perselisihan yang menyebabkan Elon Musk Twitter Musk kesepakatan akuisisi dengan alasan jumlah akun spam yang tidak Twitter Paragraf Twitter Elon Musk ke pengadilan perjanjian akuisisi. Paragraf selanjutnya menjelaskan bahwa Musk tentang keberadaan akun spam di Twitter perjanjian tersebut. Kata "Forbes" Amerika Serikat, "berlogo pada media sosial Twitter, "kontraktual" kewajiban Elon Musk Twitter, sementara "mDAU" daily active user mengacu pada jumlah pengguna aktif harian Paragraf artikel ini menyoroti perselisihan antara Elon Musk Twitter, di mana kedua pihak saling menggugat setelah Musk membatalkan kesepakatan akuisisi. Paragraf selanjutnya Twitter Musk mundur karena Beberapa kata dalam Kata "gugatan" merujuk pada tuntutan hukum "Akuisisi" mengacu Twitter. "Dokumen" merujuk pada isi pengadilan Delaware. "Dimanipulasi" Abdullah. Dicky Aditya. Nursanti. Siti. Yusup. Eka. Analisis Framing Konflik Sosial pada Media Online Artikel ini memiliki struktur sistematis: dimulai dengan latar pihak terkait, dan Elon Musk, membentuk narasi logis tentang konflik antara Elon Musk dan Twitter. klaim Musk tidak Artikel juga mengambil langkah konflik ini. Artikel berita ini telah 5W 1H. Dari unsurunsur tersebut kita bagaimana kondisi awal permasalahan dan perkembangan yang terjadi antara pihak-pihak terkait serta di mana, dan kapan fenomena tersebut terjadi. Artikel ini tampak cenderung berpihak pada Twitter, dengan inkonsistensi dalam klaim Musk. Paragraf menjelaskan alasan konflik dan tuntutan oleh paragraf tentang waktu dan lokasi Paragraf Twitter perjanjian Musk dan penegasan rencana Twitter oleh Musk. adalah bantahan tim kuasa hukum Twitter terhadap klaim Elon Musk "Microblogging" platform media sosial Twitter, "spam/bot" merujuk pada aktivitas akun palsu di platform Beberapa kata dalam berita ini memiliki "Miliarder" merujuk pada Elon Musk sebagai pihak yang mengakuisisi Twitter, "E-mail" pada pesan formal dari hakim kepada kedua belah pihak, "Transaksi" terkait negosiasi pembelian saham Twitter, "SEC" Komisi Sekuritas dan Bursa AS, dan "Dokumen" mengacu pada pesan Musk penutupan transaksi. Sumber: Hasil Analisis Peneliti Berdasarkan keseluruhan berita yang dianalisis terdapat beberapa perbedaan analisis framing yang ditemukan penulis dari kedua media CNBC Indonesia dan KOMPAS. COM dengan menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan M. Gerald Kosicki diantaranya sebagai berikut: Table 3 Perbedaan Hasil Analisis Berita Struktur Sintakis Skrip CNBC Indonesia Berdasarkan kelima berita yang telah dianalisis, media CNBC Indonesia menulis headline berita sesuai berdasarkan isi konten di dalamnya. Pada setiap berita selalu diterangkan mengenai latar informasi permasalahan, dengan kutipan/opini narasumber, serta kutipan dan pernyataan pihak Musk yang sering muncul pada beberapa berita seperti (Mike Ringler, dan Reuter. Dari kelima berita telah memenuhi kelengkapan unsur 5W 1H. Terdapat KOMPAS. COM Sedangkan media KOMPAS. COM juga berdasarkan isi konten berita. Pada setiap beritanya media ini terlihat lebih menunjukkan keberpihakannya kepada Twitter, hal ini dapat dilihat dari struktur sintaksis pada bagian unsur kutipan dan opini pihak Twitter yang menggugat Musk. Media KOMPAS. COM juga memiliki kelengkapan unsur yang sama yaitu 5W 1H, terdapat dua lokasi kejadian pada Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 6. Nomor 2. September 2025: 159-171 Tematik Retoris latar digital AuBotometerAy pada unsur where yaitu pada berita keempat. Berdasarkan unsur tematik cara media CNBC Indonesia mengemas berita yang ada yaitu dengan cara menyisipkan kutipan dan pernyataan narasumber yang terlibat dalam konflik yang terjadi, namun kutipan dan pernyataan tidak dihasilkan secara langsung melainkan dengan mengutip dari media CNBC International. Dari isi berita yang ada media CNBC Indonesia seolah-olah lebih menekankan bahwa Elon Musk sebagai pihak yang dirugikan oleh Twitter. Pada kelima berita yang ada pada media CNBC Indonesia terdapat beberapa penyematan kata atau leksikon yang pendukung dari isi berita tersebut seperti contohnya kata AumDAUAy pada berita satu, kata Auburung biruAy pada berita dua, dan kata Auspam dan botAy pada berita tiga. unsur where pada berita ketujuh (Pengadilan Delaware, dan SEC). Sedangkan pada media KOMPAS. COM penulisan berita dikemas dengan cara mengutip sumber dari media luar seperti The Verge, serta memiliki keterangan latar informasi yang sama pada setiap berita. Dari berita yang ada media KOMPAS. COM lebih cenderung menekankan bahwa Twitter sebagai pihak yang dirugikan oleh pihak Elon Musk. Dari kelima berita di KOMPAS. COM, hanya terdapat satu gambar yang disematkan, yaitu gambar tweet Brett Taylor mengenai kesepakatan proses transaksi dengan tim Musk, selebihnya adalah leksikon yang menjadi pendukung dari isi berita seperti kata AudramaAy pada berita tujuh. AukontraktualAy pada berita delapan dan kata AutransaksiAy pada berita sepuluh Sumber: Hasil Analisis Peneliti Berdasarkan hasil keseluruhan analisis framing pemberitaan mengenai peristiwa konflik antara Elon Musk dengan Twitter yang terjadi pada tahun 2022 penulis menemukan sepuluh berita, pada masing-masing media terdapat lima berita. Secara garis besar terdapat perbedaan diantara kedua media dalam pembingkaian berita, pada masing-masing media penulis melihat bahwa media CNBC Indonesia lebih menekankan tim Elon Musk sebagai pihak yang dirugikan dengan dalih informasi yang diberikan pihak Twitter tidak transparan, hal ini bisa dilihat pada berita pertama yang berjudul AuElon Musk Batal Beli Twitter. Semua Gegara Bot!Ay pada struktur sintaksis bagian unit pengamatan lead yang bertuliskan AuElon Musk batal membeli Twitter seharga US$ 44 miliar. CEO Tesla itu menyebut Twitter telah menyesatkan atas jumlah bot spam di platform jejaring sosial tersebutAy. Informasi ini diperkuat dengan kutipan Ringler yang menjelaskan AuTwitter telah gagal atau menolak untuk memberikan informasi. Terkadang Twitter mengabaikan permintaan Musk, terkadang menolaknya karena alasan yang tampaknya tidak dapat dibenarkan, dan terkadang mengklaim untuk mematuhinya sambil memberikan informasi yang tidak lengkap atau tidak dapat digunakan oleh MuskAy. Sedangkan media KOMPAS. COM berbanding terbalik dengan lebih menekankan kepada aspek hukum dan memandang Twitter sebagai pihak yang dirugikan dengan dalih Elon Musk telah melanggar kesepakatan sebelumnya pada proses akuisisi saham Twitter, hal ini bisa dilihat pada latar informasi di berita ke delapan yang menjelaskan Melalui Abdullah. Dicky Aditya. Nursanti. Siti. Yusup. Eka. Analisis Framing Konflik Sosial pada Media Online gugatan yang ada. Twitter berusaha membuat Elon Musk menyelesaikan kesepakatan pembelian jejaring sosial berlogo burung, senilai 44 miliar dollar AS atau sekitar Rp 652,6 Penjelasan lainnya dapat dilihat pada struktur skrip unsur pengamatan what yang menjelaskan AuTwitter menggugat Elon Musk karena menolak menandatangani kesepakatan akuisisi senilai $44 miliar. Gugatan tersebut diajukan untuk memaksa Musk memenuhi kewajiban kontraknya dan menyelesaikan proses akuisisiAy. Hal seperti ini memang lumrah terjadi pada framing, karena secara jurnalistik dalam penulisan berita seorang jurnalis media diharuskan untuk berpedoman pada kode etik jurnalistik dimana seorang jurnalis diwajibkan untuk menyampaikan suatu berita secara aktual. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa framing berita konflik Elon Musk dengan Twitter oleh CNBC Indonesia dan KOMPAS. COM memiliki perbedaan kecenderungan, di mana CNBC Indonesia lebih menonjolkan sudut pandang Elon Musk, sementara KOMPAS. COM cenderung lebih berimbang. Secara struktur skrip, kedua media telah memenuhi unsur 5W 1H, namun memiliki perbedaan dalam penyajian detail lokasi. Pada aspek tematik. CNBC Indonesia banyak mengutip dari CNBC International, sedangkan KOMPAS. COM menggunakan pola latar informasi berulang dengan rujukan dari The Guardian dan The Verge. Sementara itu, pada struktur retoris, kedua media menggunakan pilihan leksikon tertentu seperti Auspam & botAy. AudramaAy, dan AukontraktualAy untuk menekankan narasi dan memperkuat framing berita yang disampaikan. DAFTAR PUSTAKA