JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 ISSN : 2985-4768 ANALISIS LINGKUNGAN KERJA DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR POS INDONESIA KOTA TANGERANG SELATAN Nurul Rahmadhania1. Putri Roni Fadli2 rahmadhania@gmail. com1 dosen02328@unpam. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis1,2 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara mendalam lingkungan kerja dan kepuasan kerja serta seberapa efektif lingkungan kerja dalam meningkatkan kepuasan kerja pegawai pada Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan. Lingkungan kerja yang kondusif diyakini mampu meningkatkan motivasi, produktivitas, serta kesejahteraan pegawai sehingga berdampak positif terhadap kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pegawai Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan menghadapi kendala seperti fasilitas fisik yang kurang memadai, kebisingan, dan sirkulasi udara yang tidak optimal, yang berdampak pada kenyamanan dan produktivitas Meskipun hubungan antar pegawai dan atasan baik, kepuasan kerja pegawai belum optimal akibat beban kerja yang belum sesuai minat dan keterlambatan pembayaran lembur. Namun, lingkungan kerja dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kepuasan kerja berkat hubungan kerja yang harmonis dan dukungan manajemen. Untuk memaksimalkan kepuasan kerja, perusahaan perlu memperbaiki fasilitas fisik dan mengatasi masalah terkait pembayaran lembur serta beban kerja. Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan kerja secara berkelanjutan dan mendorong loyalitas serta kinerja pegawai. Penelitian ini merekomendasikan agar manajemen Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap aspek-aspek lingkungan kerja guna menciptakan suasana kerja yang lebih baik dan meningkatkan kepuasan kerja pegawai secara berkelanjutan demi kesejahteraan pegawai dan keberhasilan organisasi. Kata Kunci: Lingkungan Kerja. Kepuasan Kerja. Pegawai ABSTRACT This study aims to find out and analyze in depth the work environment and job satisfaction as well as how effective the work environment is in increasing employee job satisfaction at the Indonesian Post Office in South Tangerang City. A conducive work environment is believed to be able to increase employee motivation, productivity, and welfare so that it has a positive impact on job satisfaction. This study uses a qualitative approach with a case study method, where data is collected through in-depth interviews, observations, and documentation of employees of the Indonesian Post Office in South Tangerang City. The results of the study show that the work environment at the Indonesian Post Office in South Tangerang City faces obstacles such as inadequate physical facilities, noise, and suboptimal air circulation, which has an impact on employee comfort and productivity. Although the relationship between employees and superiors is good, employee job satisfaction is not optimal due to the workload that is not in accordance with interests and late overtime payments. However, the work environment is considered quite effective in increasing job satisfaction thanks to harmonious working relationships and management support. To maximize job satisfaction, companies need to improve physical facilities and address issues related to overtime pay and This improvement is expected to increase job satisfaction in a sustainable manner and encourage employee loyalty and performance. This study recommends that the management of the Indonesian Post Office in South Tangerang City continue to evaluate and improve aspects of the work environment to create https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 ISSN : 2985-4768 a better working atmosphere and increase employee job satisfaction in a sustainable manner for the welfare of employees and organizational success. Keywords: Work Environment. Job Satisfaction. Employees PENDAHULUAN Kantor Pos Indonesia yang terletak di Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu cabang meningkatnya persaingan dalam dunia bisnis, dari Perusahaan Umum Pos Indonesia, yang kepuasan kerja telah menjadi salah satu elemen merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) krusial yang dapat memengaruhi kinerja suatu yang berfokus pada layanan pos dan logistik. Untuk meraih kesuksesan dalam Dengan lebih dari 4. 000 kantor yang tersebar di sebuah organisasi, sangat penting untuk memiliki seluruh penjuru Indonesia. Kantor Pos didirikan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber untuk memberikan berbagai layanan, termasuk daya manusia memegang peranan vital dalam pengiriman surat, paket, dokumen, pembayaran mendorong kemajuan perusahaan. Oleh karena tagihan, pengiriman uang, dan layanan lainnya. itu, para pegawai harus dipandang sebagai aset Di wilayah Tangerang Selatan. Kantor Pos berharga yang perlu dikelola dan dikembangkan Indonesia berperan sebagai pusat layanan pos secara optimal. Dengan pengelolaan yang baik, yang vital bagi masyarakat setempat. pegawai dapat mencapai kinerja yang tinggi dan Dalam beberapa tahun terakhir. Kota memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Tangerang Selatan pencapaian tujuan perusahaan. pertumbuhan yang sangat pesat. Perkembangan Salah satu aspek penting yang perlu ini telah menyebabkan peningkatan permintaan diperhatikan untuk mempertahankan kualitas terhadap layanan pos dan logistik, sehingga kinerja pegawai adalah kondisi lingkungan kerja. Kantor Pos Indonesia di daerah ini dituntut untuk Menciptakan lingkungan kerja yang baik berinovasi dan beradaptasi guna memenuhi bertujuan untuk menghasilkan suasana yang kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. nyaman dan mendukung, sehingga pegawai dapat Meskipun Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang beroperasi dengan lebih efisien dan efektif. Oleh Selatan memiliki potensi yang sangat besar, hasil karena itu, sangat krusial bagi perusahaan untuk observasi menunjukkan bahwa terdapat sejumlah membangun lingkungan kerja yang kondusif bagi tantangan yang harus dihadapi, terutama yang para pegawai. Dengan demikian, pegawai akan berkaitan dengan kondisi lingkungan kerja. merasa lebih termotivasi, yang pada gilirannya Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, terdapat beberapa aspek lingkungan kerja di produktivitas mereka. Menciptakan suasana kerja Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan yang positif tidak hanya bermanfaat bagi yang perlu mendapatkan perhatian lebih, yang individu, tetapi juga bagi keseluruhan kinerja dapat dilihat pada tabel 1. 1 berikut: Tabel 1. Lingkungan Kerja Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan No. Indikator Item Keterangan Fasilitas Pendingin Ruangan Fasilitas di Kantor Pos Indonesia Lampu Lahan Parkir Kota Tangerang Selatan masih dikatakan kurang memadai. Meskipun dilengkapi dengan sistem pendingin ruangan, namun tidak semua unit berfungsi dengan baik. Penerangan di kantor juga menjadi perhatian di mana hanya beberapa lampu yang menyala dengan baik. Fasilitas parkir yang tersedia juga terbatas sehingga menggunakan kendaraan pribadi. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 No. Indikator Kebisingan ISSN : 2985-4768 Item Pukul 07. Keterangan Kebisingan yang terjadi di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan dapat dikatakan cukup baik namun masih terdapat gangguan yang disebabkan oleh lalu lintas di sekitar kantor. Kebisingan meningkat antara pukul 07. 00 yang disebabkan oleh kemacetan lalu lintas yang menyebabkan suara bising dari klakson dan knalpot kendaraan baik itu motor, mobil, bis maupun truk di sekitar area kantor. Sirkulasi Udara Ventilasi Udara Sirkulasi udara di Kantor Pos Pendingin Ruangan Indonesia Kota Tangerang Selatan sudah cukup baik namun ventilasi udara di kantor masih terbatas sehingga aliran udara segar dari luar tidak dapat masuk dengan optimal. Pendingin ruangan juga tidak berfungsi optimal sehingga suhu di dalam kantor menjadi tidak nyaman terutama saat musim kemarau dan padat pengunjung. Hubungan Kerja Hubungan kerja antar atasan dan bawahan di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan sudah terjalin dengan Sumber: Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan (Data hasil observasi peneliti, 2. Berdasarkan informasi yang terdapat dalam tabel 1. 1 mengenai kondisi lingkungan kerja, dapat disimpulkan bahwa fasilitas yang tersedia di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan saat ini masih belum memadai. Meskipun tingkat kebisingan di area tersebut dapat dikatakan cukup baik, masih terdapat gangguan yang disebabkan oleh lalu lintas di sekitar kantor. Hal ini disebabkan oleh pemotongan jalan yang dilakukan untuk memberikan akses ke jalan tol, yang mengakibatkan peningkatan tingkat kebisingan secara signifikan. Selain isu kebisingan, sirkulasi udara di kantor sudah cukup baik, namun masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Salah satunya adalah ventilasi udara yang terbatas, serta sistem pendingin ruangan yang tidak berfungsi secara optimal. Mengingat saat ini kita sudah memasuki musim panas, perbaikan pada aspek-aspek tersebut menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan kerja di Kantor Pos https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Indonesia Kota Tangerang Selatan masih memerlukan perhatian yang serius. Fasilitas yang tidak memadai, kebisingan yang mengganggu, serta sirkulasi udara yang belum optimal dapat berdampak negatif terhadap kenyamanan Hal ini sejalan dengan pendapat yang diungkapkan oleh Supit dalam penelitian yang dikutip oleh Juanda . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja yang baik merupakan salah satu elemen krusial yang dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kepuasan kerja pegawai. Oleh karena itu, penting bagi manajemen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap aspek-aspek tersebut demi menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif. Kepuasan kerja sejatinya merupakan suatu hal yang bersifat subjektif, di mana setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda, tergantung pada pengalaman dan penilaian masing-masing pegawai terhadap pekerjaan yang mereka lakukan. Hasil wawancara yang dilakukan dengan 2 pegawai di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan mengindikasikan bahwa kepuasan kerja pegawai JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 masih menjadi isu yang perlu diperhatikan. Dengan demikian, penting bagi manajemen untuk memahami dan mengatasi faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan kerja agar dapat ISSN : 2985-4768 meningkatkan kesejahteraan pegawai dan kinerja organisasi secara keseluruhan. Hal ini dapat dilihat lebih jelas pada tabel 1. 2 yang disajikan Tabel 1. Kepuasan Kerja Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan No. Indikator Keterangan Pekerjaan Sebagian pegawai di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan merasa bahwa pekerjaan yang diterima terlalu banyak. Pengawas Pengawasan kerja di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan sudah baik. Gaji Meskipun gaji yang diterima pegawai di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan sudah cukup baik, masih ada keluhan mengenai ketidakcocokan antara gaji dan beban kerja yang dihadapi. Rekan Kerja Kerjasama antar rekan kerja di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan terjalin dengan baik meskipun terdapat beberapa kendala dalam bekerja. Promosi Kesempatan promosi bagi pegawai di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan sudah baik. Sumber: Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan (Data hasil observasi peneliti, 2. Berdasarkan hasil wawancara yang saya lakukan dengan 2 pegawai di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan, seperti yang tercantum dalam tabel 1. 2 mengenai kepuasan kerja, terungkap bahwa secara keseluruhan terdapat beberapa masalah yang perlu Sebagian pegawai mengungkapkan bahwa pekerjaan yang mereka terima belum sepenuhnya memenuhi harapan mereka. Selain itu, ada juga pegawai yang merasa bahwa upah yang diberikan tidak sebanding dengan tanggung jawab yang harus mereka emban. Meskipun kerjasama antar rekan kerja telah terjalin dengan baik, masih terdapat beberapa kendala yang muncul dalam proses bekerja. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi lebih lanjut faktor-faktor meningkatkan kepuasan kerja pegawai secara Fenomena yang teramati di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan kerja belum sepenuhnya terwujud dengan baik. Peneliti menemukan bahwa gedung yang digunakan belum mengalami modernisasi, sistem pendingin ruangan yang ada perlu diperbarui, serta fasilitas https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index kerja yang tidak memadai. Sebagai di bagian Antaran, terdapat perangkat komputer dan printer yang sudah ketinggalan zaman, yang berdampak negatif terhadap kelancaran aktivitas kerja Hal ini berpotensi menghambat produktivitas dan menurunkan tingkat kepuasan pegawai dalam menjalankan tugas mereka. Oleh karena itu, perhatian terhadap perbaikan fasilitas dan lingkungan kerja menjadi sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan dan kinerja Dampak dari rendahnya kepuasan kerja tidak hanya dirasakan oleh pegawai secara individu, tetapi juga dapat memiliki konsekuensi yang signifikan bagi kinerja keseluruhan Ketidakpuasan yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan peningkatan tingkat stres di tempat kerja, yang pada gilirannya dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental. Selain itu, tingginya angka turnover yang disebabkan oleh kondisi lingkungan kerja yang tidak memadai akan menambah beban biaya rekrutmen dan pelatihan bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan yang mengabaikan perhatian terhadap kondisi lingkungan kerja JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 berisiko mengalami kerugian dalam aspek produktivitas, inovasi, dan efisiensi operasional. Dengan demikian, penting bagi manajemen untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung agar dapat meminimalkan dampak negatif tersebut. Dari pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa sangat penting bagi perusahaan untuk memberikan perhatian yang serius terhadap kepuasan kerja pegawai demi memastikan keberlangsungan dan kesuksesan organisasi. Seperti yang diungkapkan oleh Salim dalam penelitian yang dikutip oleh Maulidah dkk berlangsung dalam jangka waktu lama dapat memengaruhi niat pegawai untuk meninggalkan posisi mereka. Pegawai yang merasa tidak puas cenderung menunjukkan komitmen yang rendah terhadap pekerjaan yang mereka jalani, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan dalam produktivitas serta kualitas hasil kerja yang dihasilkan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kepuasan kerja agar dapat mempertahankan pegawai yang berkualitas dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan kerja di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan memerlukan perhatian yang lebih. Hal ini terlihat dari beberapa aspek yang masih membutuhkan perbaikan, yang pada gilirannya berdampak negatif terhadap kepuasan kerja Mengingat bahwa kepuasan kerja adalah elemen yang sangat penting dalam suatu organisasi, karena dapat memengaruhi kinerja, produktivitas, dan keberhasilan perusahaan secara keseluruhan, maka perhatian terhadap aspek-aspek ini menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, langkah-langkah perbaikan yang tepat perlu diambil untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan mendukung bagi METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Menurut Margono dalam Seta dkk . Aumetodologi penelitian adalah suatu kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 alamiah dalam bidang tertentu untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu secara teknologiAy. Menurut Sugiyono dalam Safarudin dkk . 3:9. Aumetode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . , analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasiAy. Metode penelitian kualitatif ini bertujuan untuk melakukan analisis dan mendeskripsikan mengenai fenomena atau objek penelitian yang diperoleh di lapangan melalui aktivitas sosial, sikap dan persepsi seseorang baik secara individual atau kelompok mengenai Analisis Lingkungan Kerja Dalam Meningkatkan Kepuasan Kerja Pegawai Pada Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan. Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah mencari, mencatat, dan mengumpulkan semua secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan yaitu pencatatan data dan berbagai bentuk data yang ada di lapangan. Langkah ini adalah mengkonversi hasil wawancara suara menjadi sebuah teks . , menscanning materi, mengetik data lapangan atau memilah-milah dan menyusun data tersebut ke dalam jenis-jenis yang berbeda tergantung pada sumber informasi. Reduksi Data Reduksi data diartikan sebagai bentuk mengarahkan, membuang hal-hal yang dianggap tidak diperlukan dalam penelitian dan mengorganisasikan data-data yang telah direduksi, memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan menjadi Dalam mereduksi data akan dipandu oleh tujuan yang akan dicapai dan telah ditentukan sebelumnya. Reduksi data juga merupakan suatu proses berfikir kritis yang memerlukan kecerdasan dan kedalaman wawasan yang tinggi. Penyajian Data JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 Dalam penelitian kualitatif penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Namun yang sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, dan tersusun sehingga akan semakin mudah Menurut Miles & Huberman membatasi suatu penyajian sebagai sekumpulan informasi tersusun yang penarikan kesimpulan dan pengambilan Data yang disajikan benar-benar Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan menurut Miles & Huberman hanyalah sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Kesimpulan yang disajikan merupakan hasil Kesimpulan kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih belum jelas sehingga setelah diteliti menjadi jelas. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh informasi dari topik yang diteliti. Wawancara dilakukan secara langsung dengan beberapa narasumber yang memiliki pengalaman dan pengetahuan di bidang terkait. Peneliti mengumpulkan data melalui percakapan terbuka untuk mendapatkan perspektif yang beragam. Dari hasil wawancara, peneliti juga melakukan observasi secara langsung terhadap lingkungan kerja dan fasilitas yang ada di kantor untuk melihat secara nyata kondisi fisik dan interaksi antar karyawan yang sering kali tidak terungkap dalam wawancara. Peneliti juga mengumpulkan dokumentasi sebagai bukti tambahan yang memperkuat analisis peneliti. Berdasarkan indikator lingkungan kerja yang diuraikan oleh Fachrezi & Khair dalam https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Susanti . , terdapat 4 aspek utama yang perlu diperhatikan, yaitu . Fasilitas, . Kebisingan, . Sirkulasi Udara, dan . Hubungan Kerja. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa pada indikator fasilitas di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan, sebagian besar pegawai menyatakan bahwa fasilitas yang ada sudah cukup memadai. Namun, masih terdapat beberapa isu yang perlu mendapatkan perhatian lebih, seperti kebutuhan untuk memodernisasi komputer, pendingin ruangan yang belum berfungsi secara optimal, serta beberapa lampu yang sudah mati dan perlu Selain itu, terdapat juga masalah lain yang berkaitan dengan kondisi fisik bangunan yang terlihat tua dan memerlukan renovasi. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun fasilitas yang ada sudah cukup mendukung, masih ada perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pegawai dalam bekerja. Dalam hal indikator kebisingan di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan, sebagian besar pegawai merasa bahwa suara lalu lintas dari luar tidak terlalu mengganggu konsentrasi Namun, terdapat dua pegawai yang bekerja di area loket yang mengakui bahwa suara bising dari kendaraan bermotor, terutama pada jam-jam sibuk, masih terdengar dan cukup mengganggu fokus mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa lokasi tempat kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kebisingan yang dirasakan oleh pegawai. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan tata letak ruang kerja dengan cermat guna meminimalkan dampak negatif dari kebisingan yang dapat mengganggu produktivitas dan konsentrasi pegawai. Pada aspek sirkulasi udara di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan, terdapat beragam pendapat. Meskipun banyak yang merasa bahwa kualitas udara di dalam kantor cukup baik, satu pegawai mengungkapkan keluhan mengenai ventilasi yang kurang optimal dan adanya asap rokok yang mencemari udara. Selain itu, beberapa unit pendingin ruangan dilaporkan tidak berfungsi dengan baik, yang menyebabkan ketidaknyamanan di ruangan. Temuan ini menunjukkan meskipun secara umum sirkulasi udara dianggap memadai, masih JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 terdapat peluang untuk melakukan perbaikan agar pegawai dapat merasakan kenyamanan yang lebih baik. Dalam hal indikator hubungan kerja di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan, peneliti menemukan bahwa interaksi antara pegawai dan atasan berlangsung dengan baik dan saling mendukung. Para pegawai merasa bahwa mereka menerima dukungan yang memadai dari atasan serta manajemen dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diemban. Hal ini mencerminkan adanya lingkungan kerja yang positif, di mana komunikasi dan kolaborasi antara pegawai dan pimpinan berjalan dengan lancar, sehingga menciptakan suasana kerja yang kondusif untuk mencapai tujuan bersama. Jika kondisi fasilitas, kebisingan, dan sirkulasi udara di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan dibiarkan dalam keadaan yang kurang baik, maka hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap kinerja, kepuasan, dan produktivitas pegawai. Lingkungan kerja adalah tempat di mana pegawai menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diemban. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa lingkungan tersebut tidak hanya nyaman, tetapi juga dirancang dan dikelola dengan baik agar dapat mendukung produktivitas pegawai serta menghasilkan kinerja yang optimal. Penelitian yang dilakukan oleh Napitu dkk . menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang baik tidak hanya menciptakan suasana yang sehat dan ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi tingkat stres serta meningkatkan kepuasan dan motivasi kerja. Dengan demikian, karyawan akan lebih mampu menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan efektif dan efisien. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sanggarwati dkk . semakin memperkuat argumen bahwa perbaikan dalam lingkungan kerja yang lebih baik sangat penting. Lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk lebih berkonsentrasi, mengurangi gangguan yang mungkin terjadi, serta meningkatkan efisiensi dan kinerja mereka. Dengan demikian, menciptakan suasana kerja yang mendukung tidak hanya bermanfaat bagi kesejahteraan https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 pegawai, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian hasil kerja yang lebih baik. Berdasarkan hasil wawancara diatas mengenai kepuasan kerja pada Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan, maka peneliti melakukan analisis dan merangkumnya sebagai Menurut indikator kepuasan kerja yang diungkapkan oleh Affandi dalam penelitian Santoso dan Yuliantika . 2:1. , terdapat 5 aspek utama yang perlu diperhatikan, yaitu . Pekerjaan, . Pengawas, . Gaji, . Rekan Kerja, dan . Promosi. Dalam penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan, 2 dari 5 pegawai merasa bahwa beban kerja yang mereka terima belum sesuai dengan minat dan keahlian yang dimiliki. Pegawai tersebut juga mengungkapkan bahwa mereka harus berusaha untuk mengelola tugas-tugas yang tidak sejalan dengan kemampuan mereka. Temuan ini mengevaluasi kembali pembagian tugas agar lebih merata dan sesuai dengan kapasitas masingmasing pegawai. Di sisi lain, pada indikator pengawasan, mayoritas pegawai di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan merasa puas dengan tingkat pengawasan yang diberikan oleh atasan mereka. Mereka merasakan adanya dukungan yang kuat mendapatkan umpan balik yang konstruktif. Hal ini mencerminkan bahwa pengawasan yang baik dapat berkontribusi positif terhadap kinerja pegawai dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif. Dalam hal indikator gaji di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan, terdapat sejumlah pegawai yang merasa bahwa kompensasi yang mereka terima sudah sesuai dengan harapan. Namun, masih terdapat ketidaksesuaian yang antara gaji yang diberikan dan beban kerja yang harus mereka jalani. Beberapa pegawai mengungkapkan keinginan untuk adanya peningkatan dalam hal ketepatan waktu pembayaran gaji, khususnya terkait dengan uang lembur yang sering kali dibayarkan Temuan mencerminkan adanya ketidakcocokan antara imbalan yang diterima dan tanggung jawab yang JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 ISSN : 2985-4768 harus dipikul oleh pegawai. Oleh karena itu. Penelitian lain yang dilakukan oleh sangat penting untuk melakukan perbaikan dalam Pramartha & Satrya . menyatakan sistem penggajian yang ada, serta memastikan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh besar ketepatan waktu dalam pembayaran, terutama dalam meningkatkan kepuasan, di mana untuk kompensasi lembur. Dengan demikian, lingkungan kerja yang sehat dapat mengurangi diharapkan agar keseimbangan antara beban stres dan meningkatkan loyalitas serta kerja dan imbalan yang diterima dapat tercapai produktivitas karyawan. dengan lebih baik. Tabel 4. Hasil Triangulasi Metode LINGKUNGAN KERJA WAWANCARA Dari hasil wawancara dengan pegawai di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan, peneliti menemukan bahwa lingkungan kerja di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan sudah cukup menunjang pekerjaan. Akan tetapi, masih terdapat masalah yang perlu diperbaiki, terutama terkait fasilitas yang perlu perbaikan, kebisingan dari lalu lintas sekitar, serta kualitas sirkulasi udara yang masih perlu perhatian. OBSERVASI Dari hasil observasi peneliti dengan meninjau langsung lingkungan kerja di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan, peneliti menemukan fasilitas yang kurang memadai dan diperlukan pembaharuan, seperti: pendingin ruangan, komputer, penerangan lampu, dan kondisi bangunan. Selain itu kebisingan yang terjadi akibat lalu lintas di sekitar kantor khususnya pada jam DOKUMENTASI Koridor Kantor: KEPUASAN KERJA WAWANCARA Dari hasil wawancara dengan pegawai di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan, peneliti menemukan bahwa pegawai dinyatakan kurang puas terhadap kondisi diemban, di mana beberapa pegawai merasa pekerjaan yang dilakukan belum sesuai sehingga menyulitkan untuk dengan baik. Selain itu, upah lembur yang diberikan kepada pegawai seringkali terlambat sehingga sistem pengelolaan OBSERVASI Dari hasil observasi peneliti kepuasan kerja di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan menunjukkan bahwa pegawai kurang puas dengan kondisi pekerjaan yang saat ini dijalani, di mana tugas yang diberikan belum sesuai dengan minat dan kemampuan mereka pegawai kesulitan beradaptasi dengan tanggung jawabnya. Selain itu, kebutuhan untuk lembur menjadi lebih sering, dan pembayaran upah lembur menambah ketidakpuasan. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index DOKUMENTASI Kondisi Pekerjaan: JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 pembayaran lembur ISSN : 2985-4768 EFEKTIVITAS LINGKUNGAN KERJA DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA WAWANCARA Melihat dari hasil wawancara peneliti dengan pegawai di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan menyatakan bahwa lingkungan kerja sangat efektif dalam meningkatkan kepuasan kerja pegawai. OBSERVASI Berdasarkan hasil observasi perbaikan pada kondisi kantor terutama fasilitas kerja menjadi lebih baik maka dapat membuat pegawai nyaman DOKUMENTASI Kondisi Penelitian: Sumber: Hasil Triangulasi Metode, 2025 Pembahasan Penelitian Setelah melakukan analisis mendalam terhadap data yang terkumpul, pada bagian ini akan dijelaskan secara detail mengenai hasil temuan penelitian beserta implikasi yang dapat Tujuan utama dari pembahasan ini penelitian dengan mengaitkannya pada teori-teori yang relevan serta penelitian terdahulu yang Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji permasalahan yang ditemukan selama proses observasi dan wawancara terkait lingkungan kerja, kepuasan kerja, serta efektivitas lingkungan kerja dalam meningkatkan kepuasan pegawai di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan 5 informan yaitu Manajer Post Trans. Supervisor Pelayanan. HRD, dan 2 Staf Loket Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan menujukkan bahwa lingkungan kerja di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan dinilai cukup baik dari segi hubungan kerja dan dukungan manajemen. Namun, beberapa masalah fisik seperti fasilitas yang kurang memadai, kebisingan dari lalu lintas sekitar, dan sirkulasi udara yang belum optimal menjadi faktor penghambat kenyamanan kerja. Fasilitas seperti pendingin ruangan, komputer, dan Kebisingan dari lalu lintas, terutama pada jam https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index sibuk, juga menjadi masalah yang sering dikeluhkan oleh pegawai, khususnya mereka yang bekerja di area loket. Gangguan ini tidak hanya mengurangi konsentrasi tetapi juga meningkatkan stres. Selain itu, sirkulasi udara yang kurang baik, ditambah dengan asap rokok di beberapa area, menciptakan suasana kerja yang tidak sehat. Ketidaknyamanan ini dapat menyebabkan penurunan semangat dan kinerja karyawan jika situasi ini tidak segera diperbaiki. Hal ini sejalan dengan teori Nitisemito dalam Muhammad & Hamdani . yang menyatakan bahwa kondisi fisik tempat kerja seperti fasilitas, pencahayaan, ventilasi, dan tingkat kebisingan sangat memengaruhi kenyamanan karyawan. Kepuasan kerja pegawai di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan secara umum berada pada tingkat yang kurang baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara peneliti dengan 5 informan yang 2 diantaranya menyatakan bahwa pekerjaan yang diberikan belum sepenuhnya sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Sehingga kondisi ini dapat menimbulkan kesulitan dalam adaptasi, terutama bagi pegawai yang baru saja menempati posisi Selain itu, ketidaksesuaian antara upah dan tanggung jawab pekerjaan juga menjadi keluhan yang sering muncul, terutama terkait keterlambatan pembayaran uang lembur. Selanjutnya, pada aspek rekan kerja mayoritas informan memberikan tanggapan positif, satu JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 informan mengungkapkan adanya kendala dalam kerjasama antar lintas tim, di mana komunikasi antar tim terkadang tidak berjalan dengan baik, sehingga sering terjadi kesalahpahaman. Pada aspek pengawasan dinilai sangat memuaskan. Pegawai merasa didukung oleh atasan, sehingga mereka dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Kesempatan promosi yang adil dan transparan juga menjadi faktor pendorong kepuasan kerja, karena pegawai melihat adanya peluang untuk berkembang secara profesional. Sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Anwar dalam Sutoro . 4:1. yang menyatakan bahwa karyawan yang merasa puas dengan pekerjaannya cenderung lebih berkomitmen, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, dan dapat berkontribusi lebih dalam mencapai tujuan Selain itu, hal ini juga sejalan dengan teori Herzberg dalam Yasah dkk . yang mengemukakan bahwa faktor hygiene, seperti upah yang adil, dan faktor motivator, seperti pengakuan dan kesempatan promosi sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang memuaskan. Oleh karena itu, manajemen perlu memperhatikan kedua aspek ini untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih memuaskan bagi pegawai. Efektivitas lingkungan kerja dalam meningkatkan kepuasan pegawai juga mendapat penilaian yang sangat baik. Berdasarkan hasil wawancara, kelima informan sepakat bahwa lingkungan kerja yang kondusif, terutama dari aspek non-fisik seperti hubungan kerja yang peningkatan kepuasan kerja pegawai. Pegawai yang merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya cenderung menunjukkan produktivitas yang lebih tinggi, loyalitas yang kuat, serta ISSN : 2985-4768 komitmen yang tinggi terhadap perusahaan. Hal ini dikuatkan oleh penelitian yang telah dilakukan oleh Supit dalam Juanda . yang menegaskan bahwa lingkungan kerja yang baik tidak hanya mendorong produktivitas, tetapi juga meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Oleh karena itu, penting bagi manajemen untuk terus meningkatkan lingkungan kerja yang positif yang dapat menciptakan suasana yang mendukung bagi seluruh pegawai. Analisis SWOT Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis SWOT. Analisis SWOT adalah suatu alat manajerial yang digunakan untuk mengevaluasi posisi strategis suatu organisasi dengan mempertimbangkan faktor-faktor internal dan eksternal. Metode ini membantu manajer dan pemimpin organisasi dalam memahami kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman lingkungan eksternal. Menurut Freddy Rangkuiti dalam Hasanah dkk . Auanalisis SWOT adalah analisis yang menggunakan logika untuk mengidentifikasi . seseorang dan memaksimalkan peluang . sambil meminimalkan ancaman . Ay. Pada penelitian ini kekuatan . dan kelemahan . sebagai faktor internal dari Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan. Sedangkan . dan ancaman . sebagai faktor eksternal dari Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan. Tabel analisis SWOT yang disajikan menunjukkan berbagai komponen yang mempengaruhi posisi strategis perusahaan. Masing-masing komponen diberi penjelasan pada tabel 4. 3 berikut: Tabel 4. Analisis SWOT Kekuatan (Faktor-Faktor Interna. Kelemahan (Faktor-Faktor Interna. Hubungan harmonis antara pegawai dan atasan a. Fasilitas yang ada belum optimal, mengganggu menciptakan suasana kerja kondusif. kenyamanan dan produktivitas pegawai. Manajemen memberikan dukungan yang baik, b. Kebisingan lalu lintas dan sirkulasi udara yang meningkatkan motivasi dan produktivitas buruk memengaruhi konsentrasi dan kesehatan Kondisi fisik lingkungan kerja mendukung c. Masalah dalam sistem pengupahan, terutama kenyamanan pegawai, meskipun masih memerlukan perbaikan. menurunkan kepuasan kerja pegawai. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 Peluang (Faktor-Faktor Eksterna. Peluang untuk memperbaiki fasilitas fisik guna meningkatkan kenyamanan dan produktivitas Mengadakan program pelatihan agar pegawai dapat menyesuaikan beban kerja dengan minat dan kemampuan. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pegawai melalui pengelolaan sirkulasi udara dan pengurangan kebisingan. Sumber: Hasil Olah Data Peneliti, 2025 Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung, dari sisi kekuatan internal Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan memiliki fondasi yang solid dalam hubungan Hubungan harmonis antara pegawai dan atasan menjadi pilar utama, menciptakan suasana kerja yang kondusif dan suportif. Hal ini terkonfirmasi dari pernyataan Bapak Yiyi Agus Muslihin selaku Manajer Post Trans yang menegaskan, "Kami selalu kompak dalam menjalankan tugas sehari-hari, dan kalau ada pekerjaan yang perlu diselesaikan, kami saling membantu dan mendukung satu sama lain. Dukungan manajemen yang baik juga secara konsisten diakui oleh para pegawai, yang merasa didukung dalam menyelesaikan tugas dan mendapatkan umpan balik konstruktif. Kondisi ini menekankan pentingnya interaksi positif antar individu dalam menciptakan kepuasan dan motivasi kerja. Terdapat kelemahan internal yang signifikan, seperti fasilitas kantor yang belum Ibu Syarifah Rika selaku Supervisor Pelayanan, menyatakan bahwa "beberapa komputer yang kami gunakan sekarang sudah mulai ketinggalan zaman," dan observasi menunjukkan pendingin ruangan yang tidak berfungsi serta penerangan yang kurang. Kebisingan lalu lintas pada jam sibuk mengganggu konsentrasi pegawai, seperti yang diungkapkan oleh Ibu Saskia dan Ibu Khoirunnisa, sementara sirkulasi udara yang buruk dan kebiasaan merokok menciptakan lingkungan tidak sehat. Masalah dalam sistem https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Beban kerja yang tidak sesuai dengan minat dan kemampuan pegawai mengurangi motivasi dan kepuasan kerja. Ancaman (Faktor-Faktor Eksterna. Persaingan dari perusahaan lain dengan lingkungan kerja yang lebih baik dapat menyebabkan kehilangan pegawai berbakat. Jika masalah tidak segera diatasi, kepuasan kerja pegawai dapat menurun, meningkatkan tingkat turnover. Perubahan regulasi ketenagakerjaan dapat mempengaruhi sistem pengupahan dan kesejahteraan pegawai. pembayaran uang lembur, menjadi keluhan berulang, meskipun gaji pokok dinilai cukup. Bapak Yiyi Agus Muslihin selaku Manajer Post Trans merasa pekerjaannya "masih di luar zona nyaman saya. " Kelemahan-kelemahan ini berpotensi menghambat pencapaian kepuasan kerja yang optimal. Meskipun demikian. Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan memiliki beberapa peluang eksternal yang dapat Adanya kesadaran internal akan kebutuhan modernisasi fasilitas membuka peluang untuk pengajuan dan implementasi perbaikan infrastruktur. Selain itu, program pelatihan dan pengembangan yang terarah dapat menjadi solusi untuk menyesuaikan beban kerja dengan minat dan kemampuan pegawai, sehingga meningkatkan efisiensi dan Peningkatan kesejahteraan pegawai melalui perbaikan sirkulasi udara dan pengurangan kebisingan juga lingkungan kerja yang lebih kondusif, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi ancaman eksternal. Persaingan yang ketat dari perusahaan lain, terutama yang menawarkan lingkungan kerja dan kompensasi yang lebih menarik, dapat menyebabkan kehilangan pegawai berbakat. Jika masalah internal, seperti fasilitas yang kurang memadai dan keterlambatan pembayaran lembur, tidak segera diatasi, kepuasan kerja pegawai dapat terus menurun, yang pada gilirannya akan meningkatkan tingkat JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 ISSN : 2985-4768 Perubahan regulasi ketenagakerjaan di internal dan eksternal. Dari data yang ada masa depan juga berpotensi memengaruhi sistem dimasukkan ke dalam rincian faktor internal pengupahan dan kesejahteraan pegawai, . ekuatan dan kelemaha. dan faktor eksternal menuntut adaptasi yang cepat dari perusahaan. eluang dan ancama. , yang merupakan faktor Matriks SWOT penting untuk menemukan indikasi yang ada di Matriks SWOT adalah alat analisis Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan. strategis yang digunakan untuk mengevaluasi Data ini kemudian dianalisis dan dievaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman sebelum diintegrasikan untuk menentukan yang dihadapi oleh suatu organisasi atau proyek. strategi atau solusi terbaik. Data dapat dilihat Matriks membantu dalam merumuskan strategi pada tabel 4. 4 berikut: yang efektif dengan mempertimbangkan faktor Tabel 4. Matriks SWOT INTERNAL Kekuatan (Strength. Kelemahan (Weaknesse. EKSTERNAL Peluang (Opportunitie. Memanfaatkan dukungan a. Memanfaatkan manajemen untuk mengakses pemeliharaan untuk perbaikan program pelatihan. fasilitas fisik. Memanfaatkan hubungan kerja b. Membentuk tim khusus untuk harmonis untuk meningkatkan menangani sistem pengupahan kolaborasi tim. yang lebih baik. Membangun budaya kerja kuat a. Membuat program pembinaan untuk menghadapi persaingan Ancaman dengan perusahaan swasta. potensi turnover. (Threat. Memperkuat sistem internal b. Menyusun sistem evaluasi kinerja untuk mengantisipasi perubahan yang lebih adil dan transparan. Membuat rencana darurat untuk mengatasi masalah lingkungan kerja yang mendesak. Sumber: Hasil Olah Data Peneliti, 2025 harmonis antar pegawai dan dukungan kuat dari Berdasarkan analisis yang manajemen. Kantor Pos Indonesia Kota dilakukan, dalam hal ini strategi berikut dapat Tangerang Selatan memiliki fondasi yang kokoh diambil untuk mengoptimalkan potensi, untuk mengimplementasikan program pelatihan mengatasi hambatan, serta memitigasi risiko dan pengembangan. Kekuatan ini memungkinkan demi peningkatan kepuasan kerja pegawai. Pada perusahaan untuk secara proaktif menyesuaikan Strategi Kekuatan-Peluang (SO) berfokus pada beban kerja dengan minat dan kemampuan pemanfaatan kekuatan internal untuk meraih pegawai sekaligus memanfaatkan hubungan peluang eksternal. Dengan adanya hubungan kerja yang harmonis untuk meningkatkan https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 kolaborasi tim. Pada Strategi Kelemahan-Peluang (WO) dirancang untuk mengatasi kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang eksternal. Meskipun fasilitas fisik saat ini masih kurang optimal dan terdapat masalah pada sistem pengupahan lembur, peluang untuk perbaikan dan modernisasi sangat terbuka. Perusahaan dapat memanfaatkan anggaran pemeliharaan yang tersedia atau mengajukan dana khusus untuk perbaikan fasilitas fisik, seperti penggantian AC yang rusak atau modernisasi perangkat komputer yang usang. Selain itu, perusahaan dapat membentuk tim khusus untuk meninjau dan memperbaiki sistem pengupahan lembur juga menjadi langkah krusial untuk mengatasi keluhan pegawai dan meningkatkan Pada Strategi Kekuatan-Ancaman (ST) bertujuan untuk menggunakan kekuatan internal dalam menghadapi atau meminimalkan dampak ancaman eksternal. Hubungan kerja yang harmonis dan dukungan manajemen yang kuat merupakan aset penting dalam menghadapi persaingan dari perusahaan lain yang menawarkan lingkungan kerja lebih baik. Dengan membangun budaya kerja yang kuat dan rasa memiliki di antara pegawai, perusahaan dapat mengurangi turnover dan mempertahankan talenta terbaik. Selain itu, memperkuat sistem internal, termasuk prosedur operasional dan kebijakan SDM, akan membantu perusahaan ketenagakerjaan di masa depan, meminimalkan risiko hukum dan operasional. Terakhir, pada Strategi KelemahanAncaman (WT) merupakan strategi pertahanan dengan memanfaatkan kelemahan internal untuk mengurangi dampak ancaman eksternal. Keterlambatan pembayaran lembur dan beban kerja yang tidak sesuai dapat menyebabkan karyawan beralih ke pesaing. Oleh karena itu, perusahaan harus segera membuat program pembinaan karyawan untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan membuat mereka lebih termotivasi, sehingga mengurangi potensi pegawai untuk meninggalkan perusahaan. Untuk memastikan bahwa kontribusi pegawai dihargai secara proporsional, diperlukan sistem evaluasi kinerja yang lebih jelas dan adil. Selain itu, https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 memiliki rencana darurat untuk mengatasi masalah lingkungan kerja, seperti kerusakan fasilitas atau gangguan operasional, akan membantu mengurangi kerusakan dan menjaga stabilitas lingkungan kerja. KESIMPULAN Berdasarkan seluruh rangkaian penelitian yang telah dilakukan mulai dari perumusan masalah hingga analisis, peneliti menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Lingkungan kerja di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan masih menghadapi beberapa kendala, terutama pada fasilitas fisik yang kurang memadai, kebisingan dari lalu lintas sekitar, serta sirkulasi udara yang belum optimal. Meski hubungan kerja antar pegawai dan dengan atasan berjalan baik dan memberikan dukungan, kondisi fisik lingkungan yang belum ideal ini produktivitas kerja pegawai. Selain itu, kepuasan kerja pegawai belum mencapai tingkat optimal karena beban kerja yang kurang sesuai minat dan kemampuan serta adanya permasalahan dalam sistem pengupahan, khususnya keterlambatan pembayaran lembur. Dengan demikian, lingkungan kerja saat ini belum sepenuhnya mendukung peningkatan kepuasan kerja pegawai secara optimal di kantor tersebut. Lingkungan kerja di Kantor Pos Indonesia Kota Tangerang Selatan dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kepuasan kerja Faktor-faktor seperti kondisi fisik yang nyaman meski masih perlu perbaikan, hubungan kerja yang harmonis antar pegawai dan manajemen yang mendukung, terbukti berkontribusi positif terhadap tingkat kepuasan kerja. Pegawai merasa bahwa suasana kerja yang kondusif, dukungan tim, dan pengelolaan fasilitas yang memadai dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas mereka. Namun, untuk memaksimalkan efektivitasnya, perusahaan perlu memperbaiki fasilitas fisik yang masih kurang memadai serta mengatasi kendala seperti keterlambatan pembayaran uang lembur dan beban kerja yang sesuai minat dan harapan pegawai. Dengan perbaikan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 13-27 tersebut, lingkungan kerja dapat semakin mendukung peningkatan kepuasan kerja secara berkelanjutan dan mendorong loyalitas serta kinerja pegawai secara DAFTAR PUSTAKA