Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 2 No. Oktober 2022 IMPLEMENTASI DAN OPTIMALISASI MITIGASI BENCANA GUNA MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DESA MEKAR SARI KECAMATAN PRAYA BARAT. KABUPATEN LOMBOK TENGAH Farah Najwasyah1. I Wayan Joniarta2. Lalu Banu Samudera3. Tiara Dwi Astuti4. Nabilla Mandalika5 1Program Studi Sosiologi. Universitas Mataram, 2 Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Mataram, 3Ilmu Hukum. Universitas Mataram, 4Manajemen. Universitas Mataram Jalan Pendidikan Nomor 37 Kota Mataram *Alamat korespondensi: wayanjoniarta@unram. ABSTRAK Lembaga pendidikan seperti universitas turut mengambil peran dalam upaya mitigasi Universitas yang memiliki Tridharma Perguruan Tinggi berperan merumuskan problem solving terkait permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat terutama yang berhubungan dengan bencana alam. Sebagai salah satu desa yang berada di wilayah dengan tingkat risiko ancaman bencana yang tinggi. Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat berpotensi mengalami bencana gempa bumi, tsunami, tanah longsor, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan. Kehadiran mahasiswa KKN Tematik bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terkait bencana yang sewaktu- waktu dapat terjadi dalam bentuk penguasaan dan pengetahuan untuk mengurangi risiko bencana. Serangkain kegiatan yang telah dilakukan yaitu sosialisasi mitigasi bencana yang dilaksanakan di kantor desa, sosialisasi door to door, dan sosialisasi sekaligus simulasi tanggap bencana di sekolah. Kegiatan sosialisasi yang dijalankan selama pelaksanaan KKN ini telah menambah pengetahuan masyarakat Desa Mekar Sari terkait mitigasi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapinyaAy. Kata Kunci : kesiapsiagaan, sosialisasi, mitigasi bencana PENDAHULUAN Kondisi dan letak geografis Indonesia membuat potensi terjadinya bencana alam terbilang Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia. Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik . olcanic ar. yang memanjang dari Pulau Sumatera. Jawa. Nusa Tenggara, hingga Sulawesi. Sementara sisinya berupapegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa. Sehingga Indonesia sangat rawan akan bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2. Bencana- bencana tersebut menyebabkan kerugian yang terbilang besar, baik Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 2 No. Oktober 2022 itu harta, bangunan, hingga nyawa. Dengan kondisi yang dimiliki oleh Indonesia ini, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selalu siaga dalam penanggulangan bencana (BNPB, 2. Dalam penanggulangan bencana ini, lembaga pendidikan seperti universitas turut mengambil peran di dalamnya. Universitas yang memiliki Tridharma Perguruan Tinggi berperan merumuskan problem solving terkait permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat terutama yang berhubungan dengan bencana alam. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa dapat menunjukkan kepeduliannya dan bisa mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh untuk diterapkan dan menjadi solusi dalam setiap masalah yang muncul di Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana disebut dengan mitigasi bencana. Menurut Rahman . , bahwa upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan efektivitas mitigasi bencana adalah dengan pembentukan masyarakat tangguh serta desa tanggap bencana. Desa Tanggap Bencana (DESTANA) merupakan salah satu kegiatan yang mengedukasi masyarakat khususnya pemuda tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang sewaktu waktu bisa saja terjadi (Hamid et al. , 2. Berdasarkan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Tengah 2015- 2019 Provinsi Nusa Tenggara Barat, bencana yang kemungkinan dapat mengancam Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah diantaranya gempa bumi, tsunami, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Tengah, 2. Selain itu, wilayah Desa Mekar Sari termasuk dataran rendah yang dikelilingi banyak bukit berlereng curam, masyarakat bercocok tanam tanaman musiman, dan sebagian wilayahnya berdekatan dengan laut lepas. Oleh karena itu, hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi dampak yang diakibatkan oleh bencana tersebut dengan mengedukasi masyarakat terkait mitigasi bencana. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan mitigasi bencana dan simulasi tanggap bencana. Risiko ancaman bencana di Desa Mekar Sari termasuk tinggi, tetapi tingkat pendidikan penduduk Desa Mekar Sari terbilang rendah berdasarkan Data Desa dalam Daftar Isian Tingkat Perkembangan Desa dan Kelurahan Tahun 2021 Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat. Hal ini berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat terkait mitigasi dan penanggulangan Oleh karena itu, melalui program Desa Tanggap Bencana ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian masyarakat dalam bertindak, sehingga dapat melakukan evakuasi atau pertolongan pertama tanpa harus menunggu bantuan pemerintah untuk penanganan bencana sampai di lokasi bencana. Hal ini dapat menghindari atau meminimalisasi kerugian atau dampak bencana yang terjadi. METODE PELAKSANAAN Waktu dan tempat pelaksanaan Sosialisasi Mitigasi Bencana Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 5 Juli 2022 di Kantor Desa Mekar Sari. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah tentang kebijakan sistem Pemateri menyampaikan bahwa subjek yang berperan dalam upaya Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 2 No. Oktober 2022 penanggulangan bencana adalah pemerintah, masyarakat, dan pelaku dalam dunia usaha. Dalam melaksanakan kegiatan mitigasi bencana dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam mendukung kegiatan atau program mitigasi yang dilakukan pemerintah. Selain adanya kerangka hukum yang kuat untuk dijadikan pedoman dalam melakukan kegiatan mitigasi, serta tersedianya forum atau lembaga yang bertanggungjawab atas kegiatan penanggulangan bencana juga dibutuhkan kesadaran masyarakat terhadap upaya penanggulangan bencana (Nursyabani, et al. , 2. Kegiatan dalam penanggulangan bencana dapat dilakukan pada saat pra bencana, saat terjadi bencana, dan pasca bencana. Terdapat pula sesi diskusi . anya jawa. setelah sesi penyampaian materi. Salah satu kepala dusun yang hadir yaitu Kepala Dusun Tampah dan Kepala Dusun Pedasan meminta bantuan kepada Mahasiswa KKN untuk turut membantu dalam memberikan pemahaman terkait mitigasi bencana kepada masyarakat sebagai bagian dari kegiatan pra bencana. Gambar 1. Sosialisasi Mitigasi Bencana Bersama BPBD Lombok Tengah Sosialisasi Door to Door Kegiatan ini dilaksanakan di 4 dusun diantaranya Dusun Bile Tengak (Kamis, 30 Juni Dusun Pedasan (Jumat, 01 Juli 2. Dusun Rujak Ngalun (Senin, 04 Juli 2. Dusun Lancing (Rabu, 06 Juli 2. Adapun 2 dusun yang tidak didatangi dalam kegiatan Sosialisasi Door to Door yaitu Dusun Lendak Waru, dan Dusun Bangket Molo. Kedua dusun tersebut tidak kami datangi dikarenakan wilayah kedua dusun tersebut berada di atas bukit yang akses jalannya menanjak dan penuh bebatuan. Dalam melaksanakan Sosialisasi Door to Door ini, kami menggunakan beberapa brosur/selebaran tentang mitigasi bencana terkait bencana gempa bumi dan tanah longsor sebagai media pendukung dalam penyampaian informasi. Sosialisasi Door to Door merupakan kegiatan yang dilakukan dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga dengan tujuan untuk melihat kondisi lingkungan pemukiman sekaligus menyampaikan informasi mengenai mitigasi bencana yang sudah diperoleh sebelumnya dari kegiatan sosialisasi di kantor desa. Informasi yang disampaikan terkait dengan daerah yang rawan bencana dan mitigasi bencana yang perlu dilakukan pada saat pra bencana, saat terjadi bencana, dan setelah terjadi bencana. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan agar silaturrahmi antara warga dan mahasiswa KKN dapat terjalin dengan baik. Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 2 No. Oktober 2022 Gambar 2. Sosialisasi Door to Door Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Bencana di Sekolah Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 Juli 2022 di SD Bangket Molo. Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Bencana di Sekolah merupakan salah satu upaya mengedukasi sejak dini terkait mitigasi bencana. Informasi yang diberikan kepada anak-anak SD diharapkan mampu diserap dan diingat sebagai antisipasti terhadap potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Selain itu, diharapkan informasi yang diperoleh juga dapat disampaikan kepada keluarga mereka. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 Juli 2022 di SD Bangket Molo 8 Kecamatan Praya Barat dengan peserta dari kelas 5-6 SD. Alasan sekolah ini dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena lokasinya yang berdekatan dengan bukit-bukit dan juga laut lepas, sehingga anak-anak dapat mengetahui akan potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi di lingkungan mereka. Adapun sekolah ini memiliki ruangan yang cukup luas untuk dijadikan lokasi simulasi tanggap bencana. Dalam penyampaian Materi Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Bencana Mahasiswa KKN Tematik Unram memaparkan materi mengenai bencana-bencana yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar dan cara bertindak menyelamatkan diri dari bencana. Kegiatan diawali dengan pemberian materi seputar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dirancang sebagai wadah pencegahan edukasi kepada stake holder yang ada di lembaga pendidikan. Satuan pendidikan memiliki tanggung jawab dalam mewujudkan satuan pendidikan yang aman terhadap bencana bagi peserta didik dan seluruh warga sekolah yang terdapat di dalamnya. pelaksanaan manajemen bencana yang dilakukan untuk memastikan terlaksananya hak-hak belajar siswa sebagaimana mestinya (Ariani, 2. Selain itu, diberikan pemahaman tentang kegiatan yang dilakukan saat pra bencana untuk anak-anak dan dilanjutkan dengan memberikan quiz untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa siswi SD Bangket Molo terkait materi yang disampaikan Selanjutnya, diakhiri dengan kegiatan dilakukan simulasi bencana gempa bumi dan longsor sebagai bagian dari upaya penanggulangan risiko bencana. Anak-anak sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan ini. Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 2 No. Oktober 2022 Gambar 3. Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Bencana di Sekolah Pembuatan Rambu-Rambu Bencana Berdasarkan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Tengah 2015-2019 Provinsi Nusa Tenggara Barat, bencana yang kemungkinan dapat mengancam Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah diantaranya gempa bumi, tsunami, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (BPBD Lombok Tengah, 2. Di beberapa Dusun yang berada di Desa Mekar Sari seperti di Dusun Pedasan. Bangket Molo, dan Lendak Waru memiliki potensi terjadinya bencana tanah longsor dikarenakan daerah yang berbukut-bukit. Hal tersebut melatarbelakangi adanya program kerja pembuatan rambu-rambu bencana tanah longsor yang di pasang di Dusun Pedasan. Dengan mengenal rambu rawan longsor ini, membantu kita dalam mengenali kondisi ketika kita akan beraktivitas dan melewati daerah dengan kontur bukit dan tebing agar lebih berhati-hati dan waspada, terlebih pada musim hujan dimana bencana longsor, gerakan tanah, dan banjir bandang rawan terjadi. Gambar 4. Pembuatan Rambu-Rambu Bencana Pembuatan Peta Rencana Evakuasi Setiap daerah pasti memiliki titik rawan bencana masing-masing, begitu juga dengan Desa Mekar Sari Kabupaten Lombok Tengah. Di desa Mekar Sari belum ada peta rencana evakuasi yang tersedia untuk mencegah terjadinya korban jika terjadi apapun yang tidak Hal tersebut melatarbelakangi pembutan peta rencana evakuasi oleh kelompok KKN Tematik Mekar Sari 2022. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberi tahu Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 2 No. Oktober 2022 seseorang tentang jalur evakuasi jika terjadi bencana secara tiba-tiba. Kegiatan ini dilakukan di Posko KKN Tematik Desa Mekar Sari 2022. Sebelum kegiatan ini berjalan, tim melakukan survei lokasi bencana. Setelah itu, tim melakukan tahap desain poster dan tanda jalur evakuasi. Harapannya, warga Desa Mekar Sari memiliki peta rencana evakuasi untuk memberi pentunjuk bagi masyarakat ketika terjadi bencana yang tidak terduga. Gambar 5. Pembuatan Peta Rencana Evakuasi Metode Analisis Data Metode Penelitian yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari Pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, tabel, grafik atau tampilan lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Abdullah bahwa penelitian dengan format deskriptif ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan penyuluhan mitigasi bencana dengan mengambil tema "Implementasi dan Optimalisasi Mitigasi Bencana Guna Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat. Kabupaten Lombok Tengah" dengan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah sebagai pemateri. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 05 Juli 2022 di Kantor Desa Mekar Sari yang dihadiri oleh staff kantor desa, seluruh kepala dusun, beberapa perwakilan warga, dan perwakilan Mahasiswa KKN Selong Belanak dan juga Tampah. Sambutan acara ini disampaikan langsung oleh Bapak Halidi. Pd. selaku Sekretaris Desa Mekar Sari. Pihak Desa mengucapkan terima kasih kepada Mahasiswa KKN Tematik karena sudah menginisiasi kegiatan ini. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini dapat terwujudnya masyarakat yang sesuai dengan tema yang kita angkat. Tujuan utama dari program sosialisasi Implementasi dan Optimalisasi Mitigasi Bencana Guna Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat. Kabupaten Lombok Tengah yang diadakan di Kantor Desa, yang dihadiri oleh setiap Kadus, staf Desa. Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 2 No. Oktober 2022 perwakilan KKN Desa Selong Belanak dan Tampah, yang berada di desa Mekar Sari, kegiatan ini diadakan untuk dapat mengetahui akan potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi di lingkungan mereka. Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang ditempuh dan alat-alat yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan datanya. Oleh karena itu, dalam penelitian ini Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara menyebarkan Angket/kuesioner campuran yang berisi gabungan dari jawaban yang telah tersedia dan ada pula titik angket atau kuosioner ini tujukan yaitu kepada sebagaian warga Desa Mekar Sari. Kecamatan Praya Barat. Kabupaten Lombok Tengah. Gambar 6. Data Usia Masyarakat Desa Mekar Sari Gambar 7. Data Kesiapsiagaan Masyarakat Mekar Sari Sebelum Mengadakan Sosialisasi Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 2 No. Oktober 2022 Diagram diatas merupakan pernyataan masyarakat Desa Mekar Sari terkait dengan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat saat terjadinya bencana khususnya bencana alam gempa bumi dan tanah longsor. Dari jawaban-jawaban tersebut rata-rata masyarakat menyatakan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam tidak perlu dilakukan, karena kurangnya pengetahuan masyarakat terkait dengan bencana. Tuliskan angka yang paling maks dan minimal. Gambar 3. Data Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Mekar Sari Setelah Mengadakan Sosialisasi Sesuai dengan diagram diatas yang responden nya sebanyak 23 responden. Menampilkan data sebanyak 87% responden menyatakan pentingnya tindakan kesiapsiagaan masyarakat di Desa Mekar Sari terkait bencana alam, salah satunya gempa bumi dan tanah longsor. Data ini diambil setelah pelaksanaan sosialisasi mitigasi bencana terkait kesiapsiagaan masyarakat. Dengan cara membagikan kuesioner yang berbentuk google form. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan KKN Tematik Desa Tanggap Bencana yang merupakan bentuk dari pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah dengan berfokus pada mitigasi bencana telah berjalan dengan baik dan lancar. Dapat disimpulkan bahwa serangakain kegiatan yang telah dilakukan yaitu sosialisasi mitigasi bencana yang dilaksanakan di kantor desa, sosialisasi door to door. Pembuatan Peta Mitigasi Bencana. Pemasangan Rambu Evakuasi, dan Sosialisasi sekaligus simulasi tanggap bencana di sekolah mampu meningkatkan pengetahuan terkait mitigasi bencana. Dan pada saat melakukan kegiatan Sosialisasi mitigasi bencana, dalam penelitian ini diadakan pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara Angket/kuesioner campuran yang berisi gabungan dari jawaban yang telah tersedia dan ada pula titik angket atau kuosioner ini tujukan yaitu kepada sebagaian warga Desa Mekar Sari. Kecamatan Praya Barat. Kabupaten Lombok Tengah. Berdasarkan pengumpulan data dengan cara menyebarkan Angket/kuusioner terdapat beberapa data yaitu sebelum mengadakan Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 2 No. Oktober 2022 Sosialisasi dan Setelah mengadakan Sosialisasi. Pernyataan masyarakat Desa Mekar Sari sebelum mengadakan sosialisasi terkait dengan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat saat terjadinya bencana khususnya bencana alam gempa bumi dan tanah longsor. Dari jawabanjawaban tersebut rata-rata masyarakat menyatakan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam tidak perlu dilakukan, karena kurangnya pengetahuan masyarakat terkait dengan Tuliskan angka yang paling maksimum dan minimal, dan selanjutkan terdapat pernyatan Masyarakat Desa Mekar Sari Setelah mengadakan sosialisasi yang responden nya sebanyak 23 responden. Menampilkan data sebanyak 87% responden menyatakan pentingnya tindakan kesiapsiagaan masyarakat di Desa Mekar Sari terkait bencana alam, salah satunya gempa bumi dan tanah longsor. Sisanya untuk yang 13% responden menyatakan bahwa tidak perlunya tindakan kesiapsiagaan masyarakat Desa Mekar Sari terkait bencana alam. Data ini diambil setelah pelaksanaan sosialisasi mitigasi bencana terkait kesiapsiagaan masyarakat. Dengan cara membagikan kuesioner yang berbentuk google form. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Bapak Azhar. Pd. selaku Kepala Desa Mekar Sari dan Bapak Halidi. Pd. selaku Sekretaris Desa Mekar Sari yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan membantu kami dalam menyelesaikan kegiatan ini dengan baik dari awal hingga akhir. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada BPBD Kabupaten Lombok Tengah dan Kepala SD Bangket Molo Kecamatan Praya Barat. Kabupaten Lombok Tengah yang turut membantu kami dalam melaksanakan kegiatan ini. Terima kasih juga kepada para staff desa, kepala dusun, dan mayarakat yang telah membantu kami selama kegiatan KKN. DAFTAR PUSTAKA