AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1190-1196 Sosialisasi Penerapan SAK EMKM Pada Penyusunan Laporan Keuangan UMKM Yang Terdaftar Pada Dinas Ketenagakerjaan. Koperasi. Dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Majalengka Eva Fauziah Ahmad 1. Rizal Sukma Aliyudin 1 1Ekonomika dan bisnis. Akuntansi. Universitas Majalengka. Majalengka. Indonesia Email: 1evafauziahahmad@unma. id , 2*rizalsukmaa@unma. (* : coressponding autho. AbstrakOe Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting dalam perekonomian dan pembangunan nasional. Akan tetapi, peran besar itu juga diimbangi dengan kendala yang dimilikinya, yakni para pelaku UMKM masih memiliki kesulitan dalam penyusunan laporan keuangan. Melihat pentingnya penerapan akuntansi bagi UMKM dan hal ini juga disesuaikan dengan memperhatikan karekteristik transaksi UMKM, maka Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dibawah naungan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menerbitkan SAK- EMKM (Standar Akuntansi Keuagan Ekonomi Mikro Kecil Menenga. dan sejak tanggal 1 Januari 2018. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk pembuatan dan pemberian pemahaman mengenai laporan keuangan agar memiliki informasi yang berkualitas sesuai dengan standar yang Diharapkan dengan dilakukannya pengabdian ini adalah semakin meningkatnya pemahaman pelaku UMKM akan penerapan SAK EMKM dalam penyusunan laporan keuangan. Kata Kunci: UMKM. Laporan Keuangan. SAK EMKM AbstractOe Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) is an important part of the national economy and However, this big role is also balanced with the obstacles it has, namely the UMKM actors still have difficulties in preparing financial reports. Seeing the importance of applying accounting for UMKM and this is also adjusted by taking into account the characteristics of UMKM transactions, the Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) under the auspices of the Indonesian Institute of Accountants (IAI) has issued SAK-EMKM (Micro. Small and Medium Financial Accounting Standard. and since 1 January 2018. This community service aims to create and provide an understanding of financial statements in order to have quality information in accordance with applicable standards. It is hoped that this service will increase the understanding of MSME actors on the application of SAK EMKM in the preparation of financial reports. Keywords: UMKM. Financial Report. SAK EMKM PENDAHULUAN Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting dalam perekonomian dan pembangunan nasional. Pertumbuhan sektor UMKM saat ini nampak Pertumbuhan UMKM di Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya. Tingginya pertumbuhan UKM memberikan angin segar bagi perekonomian di Indonesia, salah satunya dengan berhasil membuka banyak lapangan kerja baru. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga tahun 2019 mencapai 64 juta. Angka tersebut mencapai 99,9% dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia. Sebagai garda terdepan UMKM memiliki peranan di Indonesia bahkan ASEAN. Penyerapan tenaga kerja cukup Oleh karena itu, kerjasama untuk pengembangan dan ketahanan UMKM perlu diutamakan. UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian nasional, terutam sekarang di kala Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sekalipun terdampak oleh pandemic, namun geliatnya masih terlihat terutama bagi pemulihan ekonomi. Akan tetapi, peran besar itu juga diimbangi dengan kendala yang dimilikinya, yakni para pelaku UMKM masih memiliki kesulitan dalam penyusunan laporan keuangan. Hal ini terlihat Ketika memang para pelaku UMKM membutuhkan laporan keuangan tersebut untuk keperluan permodalan dan pelaporan pajaknya. Penyusunan laporan keuangan yang baik dimana sesuai dengan SAK EMKM bukan hanya dibutuhkan saat berhubungan dengan mitra usaha atau lembaga keuangan, tetapi juga dibutuhkan untuk pendataan aset dan omzet para pelaku UMKM (Dimyati, 2. Eva Fauziah Ahmad | https://journal. id/index. php/amma | Page 1190 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1190-1196 Melihat fenomena penyusunana pelaporan keuangan yang sering terjadi pada UMKM, hal tersebut juga berlaku pada UMKM di Kabupaten Majalengka. Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Ketengakerjaan. Koperasi. Usaha Kecil dan Menengah (Dinas K2UKM) kabupaten Majalengka, jumlah UMKM yang tercatat sebanyak 150. 000 UMKM hingga tahun 2019. Dan ratarata UMKM tersebut hanya memiliki catatan keuangan berupa buku kas saja, mereka belum memiliki laporan keuangan yang baku. Sesuai dengan pendahuluan dan fenomena di atas maka tujuan dari riset ini adalah pembuatan dan pemberian pemahaman mengenai laporan keuangan agar memiliki informasi yang berkualitas. Laporan keuangan dapat didefinisikan sebagai laporan yang pada umumnya terdiri dari neraca dan perhitungan laba rugi serta perubahan ekuitas, dimana neraca menggambarkan jumlah aset, kewajiban, dan ekuitas dari suatu perusahaan pada periode tertentu. Sedangkan laba rugi menunjukkan hasil-hasil dan beban perusahaan yang telah dicapai (Munawir, 2. Sistem Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) Tujuan Laporan Keuangan itu sendiri menurut SAK EMKM . adalah untuk menyediakan informasi posisi keuangan dan kinerja suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomik oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut. SAK EMKM disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah. Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah dapat digunakan sebagai acuan dalam mendefinisikan dan memberikan rentang kuantitatif EMKM. Standar ini ditujukan untuk digunakan oleh entitas yang tidak atau belum mampu memnuhi persyaratan akuntansi yang diatur dalam SAK ETAP. SAK EMKM berlaku efektif tanggal 1 Januari 2018 dan penerapan dini dianjurkan. Berdasarkan SAK EMKM dari Ikatan Akuntan Indonesia . bahwa laporan keuangan minimum SAK EMKM terdiri dari laporan posisi keuangan akhir periode, laporan laba rugi selama periode berjalan, dan catatan atas laporan keuangan yang berisi rincian atau tambahan akun-akun tertentu yang relevan. Asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM Dasar akrual Kelangsungan usaha Konsep entitas bisnis Secara garis besar permasalahan yang dialami UMKM di Kabupaten Majalengka tergambar dari bagan diabwah ini: Gambar 1. Alur permasalahan UMKM terkait ]embukuan Eva Fauziah Ahmad | https://journal. id/index. php/amma | Page 1191 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1190-1196 METODE PELAKSANAAN 1 Metode Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari sklus akuntansi yang kemudian akan digunakan oleh pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. Begitupun juga dengan laporan keuangan UMKM harus memuat informasi yang dibutuhkan oleh pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan. Berdasarkan SAK EKM, laporan keuangan UMKM terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan CALK. Laporan keuangan tersebut berisikan informasi mengenai asset, utang, pendapatan,beban dan informasi lainnya yang terkait kekayaan UMKM yang kemudian disusun secara sistematis yang kemudian akan diimplementasikan pada laporan keuangan UMKM untuk pelaporan per tanggal 31 Proses Pengumpulan Data Objek pengabdiannya adalah Karyawan pada Dinas Ketenagkerjaan. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Majalengka. Pemilihan sampel tersebut diambil agar adanya pemahaman karyawan terkait dengan pembukuan pada UMKM yang sesuai dengan SAK EMKM. Data yang dibutuh kan meliputi : Buku kas 2021, daftar asset dan hutang. Gambaran Umum dari masing-masing UMKM Alat analisis yang diunakan dalam pengabdian ini adalah sesuai dengan SAK EMKM, seperti: Perhitungan neraca, menurut PSAK EMKM Perhitungan L/R menurut PSAK EMKM CALK menurut PSAK EMKM HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini berisi hasil dari kegiatan PKM yang sudah dilaksanakan, sisipkan foto kegiatan minimal 3 dengan keterangannya 1 Subtitle 1 (Indikator keberhasilan Laporan Keuangan Entitas adalah Laporan Keuangan harus memiliki syarat kualitatif seperti : Dapat dipahami. Laporan keuangan yang disusun harus jelas dan mudah dipahami oleh setiap pihak. Maka dari itu, dalam penyusunannya harus sesuai dengan siklus akuntansi yang jelas supaya pihak yang membutuhkan informasi keuangan dari laporan tersebut bisa memahami isinya dengan jelas. Relevan Relevan yang dimaksud yaitu laporan keuangan harus bisa menggambarkan beberapa informasi penting yang sesuai dengan fakta kegiatan perusahaan. Informasi juga harus akurat tentang kondisi perusahaan secara menyeluruh untuk semua aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan memperoleh laba. Andal Laporan keuangan yang disusun harus memiliki keandalan, yaitu sesuai komponen laporan keuangan dengan ukuran dan daya uji kebenaran. Supaya bisa memiliki keandalan, maka diperlukan dasar penetapan aturan tertentu untuk mengukur kebenaran laporan keuangan. Selanjutnya, kendala hanya mungkin jika laporan keuangan disusun bersifat netral atau tidak memihak. Keandalan juga bisa diukur dengan ketepatan waktu dalam menyajikannya, karena akan dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi perusahaan. Dapat dibandingkan Eva Fauziah Ahmad | https://journal. id/index. php/amma | Page 1192 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1190-1196 Laporan keuangan yang dibuat harus mempunyai daya banding atau dapat dibandingkan. Artinya, laporan keuangan harus bisa memberikan informasi sebagai perbandingan dengan laporan periode sebelumnya. Agar bisa dibandingkan dengan benar, maka laporan keuangan harus bersaldo normal sesuai dengan akun atau rekening perkiraan. Semua harus dipastikan telah memenuhi proses yang tepat sesuai dengan ketetapan yang pasti dalam ilmu akuntansi. Menurut Heddy Suprapto . 7, 146-. Analisa data adalah upaya atau cara untuk mengolah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut bias di pahami dan bermanfaat untuk solusi permasalahan, terutama masalah yang berkaitan dengan pengabdian. Langkah-langkah analisi data menurut Heddy Suprapto . 7, 146-. adalah sebagai Berikut: Tahap pengumpulan data. Tahap editing. Tahap koding. Tahap tabulasi. Tahap pengujian. Tahap mendeskripsikan data. Tahap pengujian hipotesis. Analisis data pada pengabdian ini menggunakan metode deskriptif dan bersifat induktif, dimana peneliti menggambarkan langsung keadaan atau permasalahan yang ada pada UMKM yang ada di Kabupaten Majalengka yang mana dalam proses pembukuan keuangannya masih belum sesuai dengan SAK EMKM. Data yang didapatkan berasal dari interaksi dan wawancara langsung dengaan didukung data yang telah diterima, akan dilakukan observasi. Setelah observasi, kemudian Kami menyimpukaan kekurangan atau kelemahan yang terjadi pada UMKM serta memberikan saran perbaikan untuk menyajikan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM . Setelah itu proses penerapan SAK EMKM bisa dilakukan. Diakhir pengabdian, peneliti akan membandingkan laporan keuangan sebelum SAK EMKM dan setelah SAK EMKM. Dari uraian diatas, dapat disimpulkan metode analisis data dalam pengabdian ini adalah sebagai berikut: Melakukan analisis pada penyusunan laporan keuangan dan kewajiban perpajakan Menggambarkan permasalahan yang terjadi Perbaikan laporan keuangan dengan menerapkan SAK EMKM Sosialisasi ini mulai di lakukan pada tanggal 20 Januari Ae 27 Mei 2022 dengan wawancara kepada UMKM dan workshop dengan pihak pegawai Dinas K2UKM. Gambar 2. Sosialisasi penerapan SAK EMKM 1 Penyusunan Laporan Keuangan pada UMKM Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi bagaimana laporan keuangan disusun sesuai dengan Standar Akuntasi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM). Pengabdian ini juga sebagai panduan yang dapat digunakan pihak Dinas K2UKM untuk selanjutnya diterapkan pada UMKM yang ada di Kabupaten Majalengka. Adapun untuk merancang Eva Fauziah Ahmad | https://journal. id/index. php/amma | Page 1193 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1190-1196 laporan keuangan yang sesuai dengan karakteristik dan kondisi UMKM diperlukan beberapa langkah sebagai berikut: Dilakukannya observasi tentang bisnis yang dijalankan UMKM sebelum peneliti menyusun laporan keuangan. Mengenali transaksi-transaksi yang terjadi Menentukan nama akun dan pos dalam laporan keuangan Penyusunan laporan keuangan untuk UMKM. Format laporan keuangan yang dibuat sesuai kondisi dan karakteristik UMKM dan mengacu berdasarkan SAK EMKM adalah sebagai berikut: Neraca Neraca menyajikan aset, kewajiban, dan ekuitas entitas pada suatu saat tertentu. Entitas harus menyajikan pos tambahan, judul dan sub total dalam neraca jika penyajian seperti itu relevan dalam rangka pemahaman terhadap posisi keuangan SAK EMKM tidak menentukan format atau urutan terhadap pos-pos yang di sajikan. Laporan Laba Rugi Laba rugi dan saldo laba ini dibuat untuk menunjukkan kinerja keuangan perusahaan selama suatu periode yaitu dengan menyajikan penghasilan yang didapat dan beban-beban yang dikeluarkan perusahaan. Beban-beban pada laaporan laba rugi ini dikelompokkan berdasarkan fungsinya sehingga memudahkan perusahaan untuk melakukan analisis beban tersebut. Catatan Atas Laporan Keuangan Catatan atas laporan keuangan memberikan informasi tambahan mengenai akun yang bermanfaat terutama bagi pengguna non-akuntansi untuk memahami laporan Laporan Keuangan UMKM Pembukuan yang dilakukan oleh UMKM sejauh ini masih menggunakan pencatatan manual dimana mereka hanya mencatatkan alur uang masuk dan keluar. Gambar 3. Laporan keuangan Eva Fauziah Ahmad | https://journal. id/index. php/amma | Page 1194 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1190-1196 Rancangan Penerapan Laporan Keuangan umkm Berdasarkan SAK EMKM. Berdasarkan data-data yang telah diperoleh di lapangan, untuk tahap selanjutnya adalah pembuatan atau penyusunan laporan keuangan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menentukan periode laporan keuangan yang disusun Dalam menjalankan kegiatan usahanya yaitu dalam satu bulan. Membuat daftar nama akun, pada tahap ini hal yang didapatkan mengenai transaksi-transaksi keuangan apa saja yang telah terjadi untuk memperkirakan saldo masingmasing akun yang akan Berdasarkan data yang diperoleh dan beberapa transaksi yang telah diteliti oleh peneliti, maka peneliti membuat daftar nama akun sesuai dengan kegiatan transaksi keuangan yang sering dilakukan oleh UMKM tersebut. Membuat jurnal Sebelum laporan keuangan disusun, tahapan yang dilakukan adalah melakukan proses akuntansi yang kegiatannya antara lain membuat jurnal. Kegiatan pencatatan dilakukan atas bukti transaksi ke jurnal. Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan dari bukti transaksi yang dilakukan secara kronologis . rutan wakt. dengan menunjukkan rekening yang didebit dan dikredit beserta jumlahnya masing-masing (Sigit Hermawan dkk . 6,5-. Seluruh transaksi yang terjadi didalam peerusahaan, harus dicatat dalam jurnal baru kemudian dibukukan ke buku besar, dengan menggunakan buku besar maka setiap transaksi dicatat secara utuh pada suatu tempat. Berikut contoh alur penyusunan laporan keuangan pada UMKM: Contoh Laporan Keuangan Neraca yang Sesuai dengan EMKM Gambar 4. Laporan Neraca Eva Fauziah Ahmad | https://journal. id/index. php/amma | Page 1195 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1190-1196 KESIMPULAN Tujuan dari pencatatan laporan keuangan adalah untuk memberikan gambaran kepada pemilik usaha dan juga pihak yang terkait sehubungan dengan kondisi keuangan perusahaan. Mereka akan mengambil keputusan untuk keberlangsungan usaha mereka dengan melihat laporan keuangan tersebut. Sudah selayaknya UMKM di Kabupaten Majalengka mulai memerhatikan pencatatan laporan keuangan usaha mereka. Hal tersebut bertujuan agar usaha mereka berjalan dengan baik dan manajemen yang mereka Kelola juga bertumbuh dengan baik. REFERENCES