Volume: 22 Nomor 2. September 2024 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 IMPLEMENTASAI KEBIJAKAN PARIWISATA DESA: TANTANGAN DAN PELUANG DI DESA ENSAID PANJANG Nikodimus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Kapuas Sintang. Jl. Oevang Oeray Sintang No. 92 Sintang. Indonesia, email: nangabayan@gmail. Abstract: This research aims to examine the implementation of village tourism policies in Ensaid Panjang Village. Sintang Regency. West Kalimantan, with a focus on the challenges and opportunities faced. qualitative approach was used in this research, which involved literature study, in-depth interviews with stakeholders, and participant observation in the field. The research results identified several main challenges, including limited infrastructure such as road access and basic facilities, limited skilled human resources in the tourism sector, and inadequate funding for village tourism development. The proposed development strategy includes improving basic infrastructure, providing tourism training and education for local communities, developing tourism packages that highlight cultural and natural riches, increasing promotion through digital media, and increasing community participation in tourism management. It is hoped that the implementation of these strategies can encourage sustainable tourism development in Ensaid Panjang Village, providing equitable economic, social and environmental benefits for the entire The research conclusion emphasizes the importance of collaboration between government, local communities, academics and tourism industry players to achieve inclusive and sustainable tourism development goals. Keywords: Implementation. Policy. Village Tourism. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kebijakan pariwisata desa di Desa Ensaid Panjang. Kabupaten Sintang. Kalimantan Barat, dengan fokus pada tantangan dan peluang yang dihadapi. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan studi literatur, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, dan observasi partisipatif di lapangan. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa tantangan utama, termasuk keterbatasan infrastruktur seperti akses jalan dan fasilitas dasar, keterbatasan sumber daya manusia yang terampil dalam bidang pariwisata, dan pendanaan yang kurang memadai untuk pengembangan pariwisata desa. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi peningkatan infrastruktur dasar, penyediaan pelatihan dan pendidikan pariwisata bagi masyarakat lokal, pengembangan paket wisata yang menonjolkan kekayaan budaya dan alam, peningkatan promosi melalui media digital, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata. Implementasi strategi-strategi ini diharapkan dapat mendorong perkembangan pariwisata yang berkelanjutan di Desa Ensaid Panjang, memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang merata bagi seluruh masyarakat. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, akademisi, dan pelaku industri pariwisata untuk mencapai tujuan pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Implementasi. Kebijakan. Pariwisata Desa. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 PENDAHULUAN Pariwisata desa telah menjadi Indonesia. Desa Ensaid Panjang, yang Kabupaten Sintang. Kalimantan Barat, menawarkan potensi pariwisata yang unik melalui budaya dan tradisi masyarakat Dayak, serta keindahan alam yang melimpah. Kebijakan pariwisata desa diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal, melestarikan budaya, dan menjaga kelestarian lingkungan setempat. Namun, implementasi kebijakan pariwisata di Desa Ensaid Panjang menghadapi berbagai tantangan. Salah memadai, seperti akses jalan dan fasilitas dasar bagi wisatawan. Keterbatasan ini menghambat upaya untuk menarik lebih banyak wisatawan dan mengembangkan potensi pariwisata secara optimal1. Selain itu, kurangnya sumber daya manajemen pariwisata dan perhotelan juga menjadi kendala dalam pengelolaan destinasi pariwisata ini. Di sisi lain, terdapat peluang besar dalam pengembangan pariwisata desa di Ensaid Panjang. Potensi budaya dan alam yang belum terjamah dapat menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan domestik dan internasional. Melalui pemberdayaan masyarakat lokal dan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, akademisi, berkelanjutan dapat dicapai. Selain itu. P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 peningkatan promosi dan penggunaan teknologi informasi dapat membantu memperkenalkan Desa Ensaid Panjang ke pasar yang lebih luas. Implementasi kebijakan pariwisata desa yang efektif di Desa Ensaid Panjang memerlukan pendekatan yang holistik, menggabungkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan mengatasi tantangan yang ada dan memanfaatkan peluang yang tersedia. Desa Ensaid Panjang memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi masyarakat lokal. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk menggali secara mendalam implementasi kebijakan pariwisata desa di Desa Ensaid Panjang. Metode penelitian yang digunakan meliputi: Studi Literatur Studi literatur dilakukan untuk memahami kerangka teori dan konteks terkait kebijakan pariwisata desa serta praktik terbaik yang telah diterapkan di berbagai daerah. Sumber literatur meliputi buku, jurnal ilmiah, laporan pemerintah, dan publikasi terkait pariwisata desa. Studi literatur ini membantu dalam menyusun kerangka analisis dan identifikasi variabel-variabel penting dalam penelitian ini1. Wawancara Wawancara mendalam dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan di Desa Ensaid Panjang, termasuk aparat desa, tokoh masyarakat, pengelola FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 pariwisata, dan wisatawan. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan yang dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman relevan terhadap topik penelitian. Wawancara komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam implementasi kebijakan pariwisata desa. Observasi Partisipatif Observasi partisipatif dilakukan lokasi-lokasi pariwisata di Desa Ensaid Panjang dan masyarakat serta wisatawan. Observasi ini membantu peneliti dalam memahami kondisi lapangan, aktivitas pariwisata, dan interaksi antara pelaku pariwisata dengan lingkungan sekitar. Analisis Data Analisis Data yang diperoleh dari wawancara dan observasi dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Langkah-langkah meliputi transkripsi data, pengkodean, identifikasi tema, dan interpretasi data. Analisis mengidentifikasi pola-pola penting, tantangan utama, dan peluang yang pengembangan pariwisata HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian berbagai tantangan dan peluang dalam implementasi kebijakan pariwisata desa di Desa Ensaid Panjang. Hasil penelitian dijabarkan sebagai berikut: Tantangan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Infrastruktur Salah satu tantangan Akses jalan yang sulit dan kurang memadai menjadi hambatan utama bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Desa Ensaid Panjang. Selain itu, fasilitas dasar seperti akomodasi, sanitasi, dan pusat informasi wisata belum berkembang dengan baik6. Sumber Daya Manusia Keterbatasan sumber daya manusia yang terampil dalam bidang pariwisata dan perhotelan juga menjadi kendala. Masyarakat lokal umumnya belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam mengelola pariwisata secara profesional. Pelatihan dan pendidikan pariwisata masih sangat diperlukan. Pendanaan Pendanaan untuk pengembangan Anggaran dari pemerintah daerah belum mencukupi untuk mendukung berbagai program dan proyek pengembangan pariwisata desa. Keterbatasan ini pembangunan infrastruktur dan fasilitas Peluang Potensi Budaya dan Alam Desa Ensaid Panjang memiliki kekayaan budaya dan alam yang dapat menjadi Tradisi kebudayaan Dayak, termasuk rumah panjang tradisional, seni tari, dan pengalaman wisata yang unik. Selain itu, keindahan alam seperti hutan hujan tropis dan sungai juga menambah daya tarik wisata. Pemberdayaan Masyarakat FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 Pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi Melalui homestay, pemandu wisata, dan usaha Hal ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dukungan Pemerintah dan Kerjasama Pihak Lain Pemerintah daerah dan berbagai pihak lain seperti akademisi. LSM, dan pelaku industri pariwisata menunjukkan dukungan yang positif. Kerjasama ini dapat membantu dalam penyediaan dana, pelatihan, dan promosi pariwisata Dukungan ini juga penting dalam menyusun kebijakan yang mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan Strategi Pengembangan Berdasarkan diusulkan untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada, antara lain: Peningkatan dan perbaikan infrastruktur dasar melalui kerjasama Penyediaan pelatihan dan pendidikan pariwisata bagi masyarakat lokal untuk pengetahuan mereka. Pengembangan kekayaan budaya dan alam Desa Ensaid Panjang. Peningkatan promosi melalui media digital untuk menjangkau pasar wisata yang lebih luas. Peningkatan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 memastikan manfaat ekonomi yang Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan peluang besar yang dapat dimanfaatkan, seperti kekayaan budaya dan alam yang unik, serta potensi pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata. Tradisi dan kebudayaan Dayak, serta keindahan alam Desa Ensaid Panjang, menawarkan daya tarik yang kuat bagi wisatawan. Selain itu, dukungan dari pemerintah daerah dan kerjasama dengan berbagai pihak seperti akademisi dan pelaku peluang untuk mengatasi tantangan yang ada. Dengan strategi-strategi ini. Desa Ensaid Panjang berkembang menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat lokal. KESIMPULAN DAN SARAN Studi kebijakan pariwisata desa di Desa Ensaid Panjang. Tantangan-tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia yang terbatas, dan pendanaan yang kurang memadai menghadirkan mengoptimalkan potensi pariwisata Namun demikian. Desa Ensaid Panjang juga dipenuhi dengan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong perkembangan pariwisata yang berkelanjutan. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 Kekayaan budaya dan alam yang unik, pemberdayaan masyarakat lokal, serta dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait, menjadi mengembangkan pariwisata desa ini. Dengan mengadopsi strategi-strategi infrastruktur, pelatihan sumber daya manusia, pengembangan paket wisata promosi. Desa Ensaid Panjang memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi pariwisata yang sukses. Kunci mengoptimalkan potensi pariwisata desa ini adalah kolaborasi yang erat antara termasuk pemerintah, masyarakat lokal. Hanya dengan kerjasama yang kokoh dan berkelanjutan. Desa Ensaid Panjang memanfaatkan peluang yang ada untuk memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang merata bagi seluruh masyarakatnya. Dengan demikian, perlu adanya komitmen yang kuat dan tindakan konkret dari semua pihak terkait untuk berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi Desa Ensaid Panjang dan generasi mendatang. P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 DAFTAR PUSTAKA