JURNAL IKHTIBAR NUSANTARA E-ISSN: 2964-5255 Editorial Address: Jl. Nyak Arief No. 333 Jeulingke Kota Banda Aceh Provinsi Aceh Received: Filled 27-5-2. Accepted: 01-05-2. Published: 09-06-2024 PERAN KELUARGA DALAM MENDIDIK ANAK DI ERA MILLENIAL Ilham Email: ilham_ppkn@abulyatama. Dosen Prodi PPKN Universitas Albulyatama ABSTRAK Mendidik dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk mengantarkan anak didik ke arah kedewasaan baik secara jasmani maupun rohani. Anak adalah amanat yang dibebankan oleh Allah SWT kepada orang tuanya, karena itu orang tua harus menjaga dan memelihara serta menyampaikan amanah itu kepada yang berhak menerima. Karena manusia adalah milik Allah SWT, mereka harus mengantarkan anaknya untuk mengenal dan menghadapkan diri kepada Allah SWT. Generasi milenial adalah generasi zaman sekarang yang akan banyak menghadapi berbagai pengaruh budaya dari luar negeri. Setiap keluarga mendambakan anak-anaknya menjadi anak-anak yang sholeh dan Anak merupakan amanat Allah SWT kepada orang tuanya untuk diasuh, dipelihara, dan dididik dengan sebaik-baiknya. Orang tua dalam pandangan agama Islam mempunyai peran serta tugas utama dan pertama dalam kelangsungan pendidikan anak-anaknya, baik itu sebagai guru, pedagang, atau dia seorang petani. Tugas orang tua untuk mendidik keluarga khusus anak-anaknya. Keluarga muslim adalah lingkungan pertama dalam pendidikan karena dalam keluarga inilah anak pertama kalinya mendapatkan pendidikan dan bimbingan. Dan keluarga disebut sebagai lingkungan pendidikan yang utama karena sebagian besar hidup anak berada dalam keluarga, maka pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga. Pendidikan dasar agama yang diberikan sejak dini menuntut peran serta keluarga, karena keluarga merupakan institusi pendidikan yang pertama dan utama yang dapat memberikan pengaruh kepada anak. Pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga di pengaruhi oleh adanya dorongan dari anak itu sendiri dan juga adanya dorongan keluarga. Setiap orang mengharapkan rumah tangga yang aman, tentram dan Kata Kunci: Mendidik Anak. Era Millenial PENDAHULUAN Keluarga adalah wadah pertama dan utama bagi pertumbuhan dan pengembangan anak. Jika suasana dalam keluarga itu baik dan menyenangkan, maka anak akan tumbuh dengan baik pula. Jika tidak, tentu akan terhambatlah pertumbuhan anak tersebut. Peranan orang tua dalam keluarga amat penting, terutama ibu. Dia lah yang mengatur, membuat rumah tangganya menjadi surga bagi anggota keluarga, menjadi mitra sejajar yang saling menyayangi dengan Dalam hal ini peranan seorang ibu sangat besar dalam menentukan keberhasilan karier anaknya sebagai anak yang berguna bagi keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak mulai menerima pendidikan. Ilham Peran Keluarga dalam Mendidik anak Dengan demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan Dalam hal ini faktor penting yang memegang peranan dalam menentukan kehidupan anak selain pendidikan, yang selanjutnya digabungkan menjadi pendidikan agama. Dalam pendidikan yang modern saat ini, kedua orang tua harus sering berjumpa dan berdialog dengan anak-anaknya. Pergaulan dalam keluarga harus terjalin secara mesra dan harmonis. Kekurangan kerabaan kedua orang tua dengan anak-anaknya dapat menimbulkan kerenggangan kejiwaan yang dapat menjerumus kepada kerenggangan secara jasmaniah misalnya akan kurang betah dirumah dan lebih senang berada di luar rumah dengan teman-temannya. Keadaan pergaulan yang kurang terkontrol ini akan member pengaruh yang kurang baik bagi perkembangan kepribadiannya, karena kedua orang tuanya jarang memberi pengarahan dan nasehat. Oleh karena itu orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya. Apa saja yang didengarnya dan dilihat selalu ditirunya tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya. Dalam hal ini sangat diharapkan kewaspadaan serta perhatian yang besar dari orang tua. Karena masa meniru ini secara tidak langsung turut membentuk watak anak di kemudian Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : AuDari Abu Hurairah R. A sesungguhnya Rasullullah SAW bersabda, tiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi. Nasrani, atau Majusi. Ay. (HR. Bukhar. Hadits ini menjelaskan tentang peran, tugas dan kewajiban orang tua dalam membimbing aqidah seorang anak. Disamping itu juga menjelaskan bahwa perkembangan mental dan kepribadian anak dipengaruhi oleh suasana kehidupan . egala yang mereka dengar dan mereka perhatika. dirumah tempat tinggal. Dengan demikian dirumah yang tidak henti-hentinya disemarakan dengan dzikir, maka aktifitas tersebut akan sangat membantu dalam membimbing bacaan kalimat tauhid. Dalam pandangan Islam, anak adalah amanat yang dibebankan oleh Allah SWT kepada orang tuanya, karena itu orang tua harus menjaga dan memelihara serta menyampaikan amanah itu kepada yang berhak menerima. Karena manusia adalah milik Allah SWT, mereka harus mengantarkan anaknya untuk mengenal dan menghadapkan diri kepada Allah SWT. Mengingat strategisnya jalur pendidikan keluarga, dalam Undangundang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN, ps. juga disebutkan arah yang seharusnya ditempuh yakni, pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga, dan memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan. Pendidikan agama yang diberikan sejak dini menuntut peran serta keluarga, karena telah diketahui sebelumnya bahwa keluarga merupakan institusi pendidikan yang pertama dan utama yang dapat memberikan pengaruh kepada anak. Pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga di pengaruhi oleh adanya dorongan dari anak itu sendiri dan juga adanya dorongan keluarga. Setiap orang mengharapkan rumah tangga yang aman, tentram dan sejahtera. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. ilham Peran Keluarga dalam mendidik anak Dalam kehidupan keluarga, setiap keluarga mendambakan anak-anaknya menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah. Anak merupakan amanat Allah SWT kepada orang tuanya untuk diasuh, dipelihara, dan dididik dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian orang tua dalam pandangan agama Islam mempunyai peran serta tugas utama dan pertama dalam kelangsungan pendidikan anakanaknya, baik itu sebagai guru, pedagang, atau dia seorang petani. Tugas orang tua untuk mendidik keluarga khusus anak-anaknya, secara umum Allah SWT tegaskan dalam al-Quran surat At Tahrim . AuHai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. penjaganya malaikatmalaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang Ay (QS. Al-Tahrim: . Jadi, keluarga muslim adalah lingkungan pertama dalam pendidikan karena dalam keluarga inilah anak pertama kalinya mendapatkan pendidikan dan Dan keluarga disebut sebagai lingkungan pendidikan yang utama karena sebagian besar hidup anak berada dalam keluarga, maka pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga. Dengan demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga. Dalam hal ini faktor penting yang memegang peranan dalam menentukan kehidupan anak selain pendidikan, yang selanjutnya digabungkan menjadi pendidikan agama. Karena sangat pentingnya pendidikan agama, maka para orang tua harus berusaha memberikan pendidikan agama kepada anak-anak Maka, pendidikan dalam lingkungan keluarga sangat memberikan pengaruh dalam pembentukan keagamaan watak serta kepribadian anak. METODE Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami fenomena pendidikan anak di era milenial, khususnya peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama dan moral. Menggunakan wawancara mendalam dapat dilakukan dengan orang tua dari berbagai latar belakang untuk menggali pengalaman, persepsi, dan strategi mereka dalam mendidik anak di era milenial. Observasi partisipan atau non-partisipan dapat dilakukan untuk mengamati interaksi antara orang tua dan anak dalam konteks pendidikan agama di rumah. Dismamping iti menggunakan Studi Dokumentasi: Dokumen terkait pendidikan anak di era milenial, seperti artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian, dapat dikaji untuk memperkaya data penelitian. Analisis Tematik: Data yang diperoleh dari Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Ilham Peran Keluarga dalam Mendidik anak wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, kategori, dan makna yang muncul terkait peran orang tua dalam mendidik anak di era milenial. HASIL DAN PEMBAHASAN Fungsi dan Tanggung Jawab Keluarga Secara sosiologis keluarga dituntut berperan dan berfungsi untuk menciptakan suatu masyarakat yang aman, tenteram, bahagia dan sejahtera, yang semua itu harus dijalankan oleh keluarga sebagai lembaga sosial terkecil. Dalam buku Keluarga Muslim dalam Masyarakat Moderen, dijelaskan bahwa berdasarkan pendekatan budaya keluarga sekurangnya mempunyai tujuh fungsi. yaitu, fungsi biologis, edukatif, religius, protektif, sosialisasi, rekreatif dan Semua fungsi ini penting, adapun yang paling penting adalah: Fungsi edukatif, keluarga merupakan tempat pendidikan bagi semua anggotanya dimana orang tua memiliki peran yang cukup penting untuk membawa anak menuju kedewasaan jasmani dan rohani dalam dimensi kognisi, afektif maupun skill, dengan tujuan untuk mengembangkan aspek mental, spiritual, moral, intelektual, dan profesioanal. Fungsi relegius, keluarga merupakan tempat penanaman nilai moral agama melalui pemahaman, penyadaran dan praktek dalam kehidupan sehari-hari sehingga mencipta iklim keagamaan didalamnya dengan demikian keluarga merupakan awal mula seseorang mengenal siapa dirinya dan siapa Tuhannya. Melihat beragamnya fungsi keluarga tersebut, dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah institusi sentral penerus nilai-nilai budaya dan agama. Artinya keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi seorang anak mulai belajar mengenal nilai-nilai yang berlaku di lingkungannya, dari hal-hal yang sepele seperti menerima sesuatu dengan tangan kanan sampai dengan hal-hal yang rumit seperti intepretasi yang kompleks tentang ajaran agama atau tentang berbagai interaksi manusia. Dasar-dasar Tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anaknya meliputi hal-hal berikut: Adanya motivasi atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dan anak. Pemberian motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya. Adanya tanggung jawab moral ini meliputi nilainilai agama atau nilai-nilai spiritual. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. ilham Peran Keluarga dalam mendidik anak Tanggung jawab sosial adalah bagian dari keluarga pada gilirannya akan menjadi tanggung jawab masyarakat, bangsa dan negara. Memelihara dan membesarkan anaknya. Tanggung jawab ini merupakan dorongan alami untuk dilaksanakan, karena ia dapat hidup secara Disamping itu juga ia bertanggung jawab dalam hal melindungi dan menjamin kesehatan anaknya baik secara jasmaniah maupun Memberikan pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan anak kelak, sehingga bila ia telah dewasa akan mampu mandiri. Demikanlah beberapa hal yang perlu diperhatikan sabagai tanggung jawab orang tua terhadap anak, terutama dalam konteks pendidikan. Kesadaran akan tanggung jawab mendidik dan membina anak secara terus menerus perlu dikembangkan kepada setiap orang tua, sehingga pendidikan yang dilakukan tidak lagi berdasarkan kebiasaan yang dilihat dari orang tua, tapi telah didasari oleh teori-teori pendidikan Islam, sesuai dengan perkembangan zaman. Upaya Orang tua Dalam Menumbuhkan Pendidikan Agama Islam Pada Anak Adapun upaya-upaya yang dilakukan keluarga dalam hal menanamkan pendidikan keagamaan bagi anak, diantaranya sebagai berikut: Menanamkan Nilai-Nilai Aqidah Pada Anak. Anak yang baik merupakan harapan bagi setiap orang tuanya. Untuk menjadi anak yang baik. Islam memiliki tuntunan tersendiri dengan berdasarkan Al-Quran. Hadits, atau Sunnah Rasulullah SAW, dan Ijtihat para ulama. Diantara tuntunan yang ada hanya memilih beberapa hal yang paling esensi, antara Nilai Tauhid Nilai tauhid merupakan nilai yang sangat utama dalam pendidikan Islam, nilai ini mutlak di miliki oleh setiap umat Islam dan di jadiakan landasan keimanan untuk mengakui keesaan sang maha pencipta, karena utamanya Allah menurunkan ayat nya dalam surat Al-Ikhlas untuk melihat keberadaan Allah SWT. Rasulullah SAW menganjurkan agar setiap anak yang baru saja dilahirkan, hendaklah di perdengarkan kalimat tauhid dengan suara azan dan Iqamat. Dengan demikian bagi para keluarga muslim, diberbagai kesempatan . ersama anak-ana. harus terus mengupayakan membaca dan menanamkan kalimat tauhid kepada anak-anaknya, disamping berupaya untuk menciptakan semacam keterikatan antara mereka dengan penciptanya. Dengan semangat dan upaya tersebut pelan-pelan namun pasti, mereka akan melebur dengan kalimat tersebut sehingga mereka mudah mengamalkan lainnya. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Ilham Peran Keluarga dalam Mendidik anak Membina rasa cinta kepada Allah Setiap anak mempunyai permasalahan sendiri-sendiri baik yang berkaitan dengan masalah psikologi, sosial, ekonomi, maupun masalah pendidikan. Yaitu seperti masalah dalam perkembangan jiwa anak atau mental, masalah dalam lingkungan bermain yang terkadang anak sulit untuk membuka diri untuk bersosialisasi, masalah dalam ekonomi keluarga yang kurang ketika ia ingin memperoleh sesuatu anak sulit untuk mendapatnya karna faktor keluarga yang kurang akan ekonomi. Dan terakhir masalah dalam pendidikan berkaitan dengan masalah ekonomi yang kurang banyak anak yang ingin bersekolah tapi karena faktor ekonomi membuat anak putus dalam pendidikannya Permasalahanpermasalahan tersebut berbeda antara anak dengan yang satu dengan yang lainnya. Seorang anak terkadang ada yang dapat mengungkapkan Permasalahanpermasalahannya dengan penuh perasaan, namun sebagian yang lain tidak Dengan menyadari bahwa Allah adalah zat yang maha halus dan maha mengetahui segala sesuatu, manusia akan menyadari bahwa dirinya selalu dalam pengawasan Allah. Kecerdasan seperti ini perlu ditanamkan sejak dini kepada anak sehingga ia memiliki etika otonom, yaitu etika yang berangkat dari kesadaran bahwa dirinya selalu dalam pengawasan Allah. Mengajarkan sesuatu yang Halal dan menghindari yang Haram Orang tua diwajibkan mengajarkan yang halal kepada anak. Seperti halnya memakan makanan yang halal yang dibolehkan untuk dimakan oleh anak dalam syariat Islam. Dan cara memberikan makanan yang halal juga berdampak dari bagaimana keluarga memberikan makanan yang halal dari hasil uang yang halal Jadi, orang tua pula harus bisa memberikan suatu yang terbaik dalam keluarga yaitu terutama kepada anak. Dan mengajarkan yang haram yaitu tidak boleh memakan dan meminum makanan yang dilarang dalam agama seperti, anjing, babi, minuman-minuman keras yang dapat memabukan dan semua yang dilarang dalam Dan bukan hanya makanan dan minuman yang haram yag tidak boleh dilakukan oleh seorang anak tetapi perbuatan yang tidak baik seperti mencuri dan mengambil barang bukan hak si pemilik, ini pula diharamkan untuk Pembinaan Ibadah Pada Anak Membiasakan Shalat Sejak dini seorang anak sudah harus dilatih ibadah, diperintah melakukannya, dan diajarkan hal-hal yang haram serta yang halal. Dengan membiasakan shalat sejak anak balita, kelak besar ia akan rajin. Cahaya shalatpun akan lekat di hatinya. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. ilham Peran Keluarga dalam mendidik anak sehingga shalat selain menjadi kewajiban juga menjadi kebutuhan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT demi memperoleh kebahagiaan diakhirat. Islam menekankan kepada kaum muslimin untuk memerintahkan anak-anak mereka menjalankan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun. Jadi, mengingat shalat adalah penyangga tegaknya agama, maka setidaknya anak-anak terlatih dan terbiasa mengerjakan shalat. Yaitu menyuruh mengerjakan Langkah ini bisa dengan mengajak mereka agar ikut berdiri di samping ayah dan ibunya, ketika keduanya sedang shalat dirumah. Tahap ini dimulai pada usia sekitar dua tahun yaitu saat mereka sudah mulai mengenal arah kiri dan kanan atau pada saat mereka sudah mulai mengenal sesuatu yang ada di sekeliling mereka. Hal ini tergantung kepada potendi intelektual masing-masing. Mengajari Membaca Al-Quran Islam menaruh perhatian khusus dan istimewa terhadap pendidikan AlQuran untuk anak-anak, melalui membaca hingga menghafalkannya. Dengan AlQuran lidah mereka akan menjadi lincah, jiwa-jiwa mereka akan berkembang dengan subur, hati mereka akan memiliki daya konsentrasi . yang tinggi dan pada akhirnya kualitas keimanan yang tinggi akan benar-benar mengakar dalam jiwa mereka sejak mereka masih dalam jiwa kanak-kanak. Melatih berpuasa Puasa termaksud rangkaian ibadah wajib. Melatih anak-anak berpuasa berarti mengajak mereka melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh Allah, sehingga ketika mereka sampai pada usia taklif, mereka sanggup mengerjakan ibadah puasa. Sebaliknya apabila mereka tidak dilatih dan dibiasakan mengerjakan ibadah puasa maka ketika mereka memasuki usia taklif akan merasakan kesulitan untuk melaksanakannya. Menanamkan Nilai Moral Pada Anak Sebagaimana dijelaskan oleh Prof. Dr. Zakiah Daradjat bahwa: Aupembinaan moral terjadi melalui pengalaman-pengalaman dan kebiasaan-kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil oleh orang tua yang mulai dengan pembiasaan hidup sesuai dengan nilai-nilai moral yang ditirunya oleh orang tua dan mendapat latihan-latihan untuk ituAy. Segala sesuatu yang dilakukan keluarga atau orang tua kepada anak merupakan pembinaan kebiasaan pada anak yang akan tumbuh menjadi tindakan moral di kemudian hari (Moral Behavio. Dengan kata lain, setiap pengalaman anak baik yang diterima melalui penglihatan, pendengaran, atau perlakuan terhadap anak pada waktu kecil akan merupakan pembinaan kebiasaan yang tumbuh menjadi tindakan moral di kemudian hari. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Ilham Peran Keluarga dalam Mendidik anak Oleh karena itu agama mempunyai peranan penting dalam mengendalikan moral seseorang, sehingga ia dapat melakukan sesuatu atau bertingkah laku dan berbudi pekerti yang baik yang sesuai dengan lingkungan masyarakat setempat, dengan kata lain sesuai dengan kelompok sosial yang ada di sekeliling mereka. Membina Kepribadian Anak Kepribadian itu adalah ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan, misalnya, keluarga pada masa kecil, dan juga bawaan seseorang sejak Sedangkan perbedaannya dengan moral itu adalah tingkah laku anak itu sendiri untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau norma. Dalam hal menanamkan kepribadian yang baik kepada anak, keluarga merupakan salah satu wadah untuk anak dapat memiliki kepribadian yang baik Di mana suasana dan iklim keluarga sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak. Seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang harmonis dan agamis, dalam arti orang tua memberikan curahan kasih sayang, perhatian dan bimbingan dalam kehidupan berkeluarga, maka perkembangan kepribadian anak tersebut cenderung positif. Dalam hal ini, pembinaan kepribadian itu tidak terlepas dari pendidikan agama, karena Agama adalah sebagai landasan untuk membentuk Setiap orang tua tentunya ingin anaknya agar menjadi orang yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat dan sikap mental yang sehat dan akhlak yang Semuanya itu dapat diusahakan melalui pendidikan baik formal maupun Setiap pengalaman yang dilalui anak baik melalui pengliatan, pendengaran, maupun perlakuan yang diterimanya akan ikut menentukan pembinaan kepribadiannya. Orang tua terutama ibu adalah pembina pribadi yang pertama dalam hidup anak. Kepribadian, sikap, dan cara hidup orang tua merupakan unsur-unsur pendidikan yang secara tidak langsung akan dapat menentukan dalam pribadi anak yang sedang berkembang tersebut. Konsumsi Makanan Halal dan Thoyyib Dalam kehidupan keluarga, bapak diposisikan sebagai pemimpin Para ahli fiqih berpendapat bahwa bapak wajib memberikan nafkah kepada anaknya. Beberapa ulama menentukan jenis belanja rumah tangga yang terdiri dari : nafkah penyusunan, pemeliharaan, dan nafkah kebutuhan hidup. Sampai-sampai juga tempat khusus bagi pelayan pengasuh dan pelayan jika Juga rumah bagi istri yang merawat dan melayani, termasuk juga zakat fitrah bagi para pelayan. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. ilham Peran Keluarga dalam mendidik anak Jadi, dapat di simpulkan bahwa sangat besar pengaruh mengkonsumsi makanan terhadap kehidupan seseorang, selain berpengaruh terhadap pertumbuhan secara fisik, juga berpengaruh terhadap perilaku seseorang. Jika makanan yang di konsumsi adalah halal dan thoyyib, maka sikap dan perilaku yang terbentuk juga akan cenderung ke arah yang baik. Jika, makanan yang di konsumsi adalah makanan yang haram, maka sikap dan perilaku yang terbentuk juga akan cenderung tidak baik/tercela. Bahkan, dampaknya akan terus terwariskan kepada keturunannya baik anak maupun cucunya. Pembentukan Kepribadian Merujuk kepada tuntunan dan bimbingan Rasul Allah SAW, rangkaian tahapan pembentukan kepribadian Muslim pada anak mencakup: Mengazankan Tahnik Aqiqah Mengkhitankan Keteladanan Orangtua Jadi, dapat disimpulkan 5 cara pembentukan kepribadian di atas sangat berpengaruh pada kepribadian dan perubahan prilaku yang baik pada anak-anak ketika mereka dewasa nantinya. Peran Orangtua dalam Keluarga Muslim Adapun peranan orang tua dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: . Orang tua berfungsi sebagai pendidik keluarga . Orang tua berfungsi sebagai pemelihara serta pelindung keluarga. Orang tua sebagai pendidik keluarga Dari orang tualah anak-anak menerima pendidikan, dan bentuk pertama dari pendidikan itu terdapat dalam keluarga, oleh karena itu orang tua memegang peranan penting dan sangat berpengaruh atas pendidikan anak. Agar pendidikan anak dapat berhasil dengan baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua dalam mendidik antara lain: Mendidik dengan ketauladanan . Ketauladanan dalam pendidikan merupakan bagian dari sejumlah metode yang paling efektif dalam mempersiapkan dan membentuk anak secara moral, spritual dan sosial. Seorang pendidik merupakan contoh ideal dalam pandangan anak yang tingkah laku dan sopan santunnya akan ditiru, bahkan semua keteladanan itu akan melekat pada diri dan perasaannya. Apabila kita perhatikan cara Luqman mendidik anaknya yang terdapat dalam surat Luqman ayat 15 bahwa nilai-nilai agama mulai dari penampilan pribadi Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Ilham Peran Keluarga dalam Mendidik anak luqman yang beriman, beramal saleh, bersyukur kepada Allah SWT dan bijaksana dalam segala hal, kemudian yang di didik dan di nasehatkan kepada anaknya adalah kebulatan iman kepada Allah Swt semata, akhlak dan sopan santun terhadap kedua orang tua, kepada manusia dan taat beribadah. Sehubungan dengan hal tersebut, hendaklah orang tua selaku memberikan contoh yang ideal kepada anak-anaknya, sering terlihat oleh anak melaksanakan sholat, bergaul dengan sopan santun. Berbicara dengan lemah lembut dan lain- lainnya. Dan semua itu akan ditiru dan dijadikan contoh oleh anak Mendidik dengan adab pembiasaan dan latihan. Setiap anak lahir dalam keadaan suci, artinya ia dilahirkan di atas fitrah . bertauhid dan beriman kepada Allah Swt. Oleh karena itu menjadi kewajiban orang tua untuk memulai dan menerapkan kebiasaan, pengajaran dan pendidikan serta menumbuhkan dan mengajak anak kedalam tauhid murni dan akhlak mulia. Hendaknya setiap orangtua menyadari bahwa dalam pembinaan pribadi anak sangat diperlukan pembiasaan-pembiasaan dan latihanlatihan yang cocok dan sesuai dengan perkembangan jiwanya. Karena pembiasaan dan latihan itu akan membentuk sikap tertentu pada anak, yang lambat laun sikap itu akan terlihat jelas dan kuat, sehingga telah masuk menjadi bagian dari pribadinya. Abdullah Nashih Ulwan mengemukakan bahwa. Pendidikan dengan pembiasaan dan latihan merupakan salah satu penunjang pokok pendidikan dan merupakan salah satu pilar terkuat dalam pendidikan dan motode paling efektif dalam membentuk iman anak serta meluruskan akhlaknya. Di sinilah bahwa pembiasaan dan latihan sebagai suatu cara atau metode mempunyai peranan yang sangat besar sekali dalam menanamkan pendidikan pada anak sebagai upaya membina akhlaknya. Peranan pembiasaan dan latihan ini bertujuan agar ketika anak tumbuh besar dan dewasa, ia akan terbiasa melaksanakan ajaran-ajaran agama dan tidak merasa berat melakukannya. Pembiasaan dan latihan jika dilakukan berulang-ulang maka akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan itulah yang nantinya membuat anak cenderung melakukan yang baik dan meninggalkan yang buruk dengan mudah. Mendidik dengan nasehat Di antara mendidik yang efektif di dalam usaha membentuk keimanan anak, mempersiapkan moral, psikis dan sosial, adalah mendidik dengan nasehat. Sebab nasehat ini dapat membukakan mata anak-anak tentang hakikat sesuatu dan mendorongnya menuju situasi luhur, menghiasinya dengan akhlak mulia, serta membekalinya dengan prinsip-prinsip Islam. Nasehat yang tulus berbekas dan berpengaruh jika memasuki jiwa yang bening, hati terbuka, akal yang bijak dan Nasehat tersebut akan mendapat tanggapan secepatnya dan meninggalkan bekas yang dalam. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. ilham Peran Keluarga dalam mendidik anak Nasehat sangat berperan dalam menjelaskan kepada anak tentang segala hakekat serta menghiasinya dengan akhlak mulia. Nasehat orang tua jauh lebih baik dari pada orang lain, karena orang tualah yang selalu memberikan kasih sayang serta contoh perilaku yang baik kepada anaknya. Disamping memberikan bimbingan serta dukungan ketika anak mendapat kesulitan atau masalah, begitupun sebaliknya ketika anak mendapatkan prestasi. Mendidik dengan pengawasan Pendidikan yang disertai pengawasan yaitu mendampingi anak dalam upaya membentuk akidah dan moral, mengasihinya dan mempersiapkan secara psikis dan sosial, memantau secara terus menerus tentang keadaannya baik dalam pendidikan jasmani maupun dalam hal belajarnya. Mendidik yang disertai pengawasan bertujuan untuk melihat langsung tentang bagaimana keadaan tingkah laku anak sehari-harinya baik dilingkungan keluarga maupun sekolah. Dilingkungan keluarga hendaknya anak tidak selalu di marahi apabila ia berbuat salah, tetapi ditegur dan dinasehati dengan baik. Sedangkan dilingkungan sekolah, pertama-tama anak hendaknya diantar apabila ia ingin pergi kesekolah. Supaya ia nanti terbiasa berangkat kesekolah dengan Begitu pula setelah anak tiba dirumah ketika pulang dari sekolah hendaknya ditanyakan kembali pelajaran yang ia dapat dari gurunya. Orang tua sebagai pemelihara dan pelindung keluarga Selain mendidik, orang tua juga berperan dan bertugas melindungi keluarga dan memelihara keselamatan keluarga, baik dari segi moril maupun materil, dalam hal moril antara lain orang tua berkewajiban memerintahkan anaknya untuk taat kepada segala perintah Allah Swt, seperti sholat, puasa dan lain-lainnya. Sedangkan dalam hal materil bertujuan untuk kelangsungan kehidupan, antara lain berupa mencari nafkah. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa orang tua mempunyai tanggung jawab besar dalam mendidik, khususnya didalam melindungi keluarga dan memelihara keselamatan keluarga. Melindungi keluarga bukan hanya memberikan tempat tinggal saja, tetapi memberikan perlindungan supaya keluarga kita terhindar dari mala petaka baik didunia maupun di akhirat nanti yaitu dengan cara mengajak keluarga kita kepada perbuatan-perbuatan yang di perintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi segala laranganlarangannya. Memelihara keselamatan keluarga yaitu mengajarkan kita supaya taat kepada Allah SWT, agar keluarga kita di berikan keselamatan oleh Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu pelaksanaan pendidikan Agama Islam dalam keluarga harus benar-benar Dan sebagai orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anakanknya, karena anak itu sifatnya menerima semua yang dilakukan, yang dilukiskan dan condong kepada semua yang tertuju kepadanya. Jika anak itu dibiasakan dan diajari berbuat baik maka anak itu akan hidup bahagia di dunia dan di akherat. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Ilham Peran Keluarga dalam Mendidik anak Tetapi jika dibiasakan berbuat jahat dan dibiarkan begitu saja, maka anak itu akan celaka dan binasa. Maka yang menjadi ukuran dari ketinggian anak itu ialah terletak pada yang bertanggung jawab . dan walinya. KESIMPULAN Setiap pengalaman yang di dapat oleh anak baik melalui penglihatan, pendengaran, maupun perlakuan yang diterimanya akan ikut menentukan perkembangan kepribadian mereka. Untuk itu peran orang tua sangat penting dalam memberikan pengaruh yang baik pada anaknya, sehingga anak menjadi sosok pribadi muslim yang bertaqwa, dan semua itu dapat diberikan melalui pembiasaan, latihan, dan bimbingan secara intensif. Adapun konsep pendidikan Islam untuk anak dalam keluarga muslim adalah usaha yang dilakukan oleh orang tua yang diberikan kepada anaknya, yaitu meliputi aspek aqidah, ibadah dan akhlak serta inteluktual anak. Pembinaan atau pendidikan yang diberikan orang tua kepada anak-anak mereka sejak dini merupakan pondasi yang sangat penting bagi kelangsungan pribadinya di masa yang akan datang dalam mengatasi semua tantangan hidup. Karena semua aspek tersebut dapat menimbulkan kepercayaan dalam hatinya, sehingga anak mempunyai keimanan yang kokoh kepada Allah SWT Adapun upaya-upaya yang dilakukan oleh keluarga dalam menumbuhkan pendidikan Agama Islam pada anak yaitu, mengajarkan kepada anak agar tidak mensyarikatkan Allah, mengajari untuk cinta kepada Allah, mengajari anak untuk membiasakan shalat, mengajari membaca Al-QurAoan, mengajari anak untuk berbuat baik kepada orang lain serta mengembangkan daya pikir anak. Jadi,pendidikan dasar di keluarga menurut Islam lebih menitikberatkan pada pembentukan akhlak yang terpuji. Pendidikan dasar ini membentuk perilaku Insan kamil, yang dapat berguna bagi agama, bangsa dan negara ketika anak-anak tersebut dewasa nantinya. Tujuannya juga supaya anak mengerti tugas utamanya yaitu menjadi khalifah fil ardh atau khalifah di muka bumi untuk membawa kebaikan bagi seluruh umat manusia. REFERENSI