AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . p-ISSN 2685-4139 e-ISSN 2656-4327 PERAN PESANTREN DALAM MENUMBUHKAN MINAT WIRAUSAHA (Studi Di Pesantren Al Mawaddah Kudu. Ridwan Institut Agama Islam Negeri Kudus Rafaezza17@gmail. Abstrak Salah satu cara untuk membedayaka potensi ekonomi yaitu dengan meahirkan wirausahawan baru,seiring perkembangan zaman serta kemajuatn iptek,dunia kerja semakit bersaing ketat,dan tidak sediki yang menjadi pengangguran diusia produktif,dunia pendidikan formal maupun non formal mulai berbenah untuk meubah konsep pendidkan tidak hanya belajar tetapi harus di praktekan,untuk bekal di masa depan atau di masyrakat Cara yang di lakukan pesantren adalah memberikan pelatihan wirausaha,dalam penelitian ini merumusakan bagaimana konsep pelatihan kewirusahaan di pesantrn dan kegiatan apa yang di lakukan untuk menumbuhkan minat kewirausahaan santri di pesantran,yangnota bene hanya bisa Penelitian ini menggunakan metode kualitatif meimlih lokas di pesanten interpreuner al mawaddah di kudus jawa tengah,yang telah berdiri lama dan banyak melahirkan interpreuner muda. Hasil penelitian ini ponpes almawaddah sangat berperan dalam menumbuhkan minat wirasuaha santri, pesantren ini tidak hanya di latih mengaji tetapi juga di lati wirausaha dan di prwktekan langsung di tempat usaha,jadi bisa belajar agama dan belajer kewirausahaan. dan dapat gaji,sehingga membuat santri semangat belajar dan mengaji dan berwirausaha. Kata kunci : pesantren, kewirausahaan Abstract: One of the ways to make economic potential available is by updating new entrepreneurs, along with the development of the times and the progress of science and technology, the world of work is increasingly competing, and not a few are unemployed at the productive age, the world of formal and non-formal education has begun to improve to change the concept of education, not only learning. but it must be practiced, for provision in the future or in society The way that the pesantren does is to provide entrepreneurial training, in this study the concept of entrepreneurship training in Islamic boarding schools is broken down and what activities are carried out to foster the entrepreneurial interest of santri in pesantran, who can only recite the Qur'an. This study uses a qualitative method of choosing a location in the Al Mawaddah entrepreneurship boarding school in Kudus. Central Java, which has been around for a long time and has produced many young interpreuner. The results of this research that the almawaddah boarding school plays a very important role in fostering the interest in entrepreneurship of the students, this pesantren is not only trained in the Koran but also in entrepreneurship training and in direct practice in the place of business, so they can study religion and study entrepreneurship and get a salary, thus making the students enthusiastic about and Koran and entrepreneurship. Key words: pesantren, entrepreneurship Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 71 Ridwan. Pendahuluan Negara Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang cukup Banyaknya jumlah sumber daya alam di Indonesia, apabila tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang berkualitas, akan menemui masalah pengangguran. karena tidak bisa memanfaatkan sumber daya alam,1 Pengangguran merupakan permasalahan di seluruh dunia pertambahan penduduk jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi maka akan bermasalah dengan kesematan kerjaKondisi seperti ini sangat memprihatinkan, khususnya pada lulusan yang berasal dari kalangan sarjana terbilang cukup besar dalam mendonasikan jumlah pengangguran di Indonesia. 2 Hal tersebut memberikan gambaran yang cukup memprihatinkan, karena semakin tinggi pendidikan seseorang bukan berarti jaminan untuk mendapatkan pekerjaan akan semakin mudah. Oleh karena itu, perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan sarjana-sarjana muda yang mampu menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan mumpuni serta mampu meningkatkan kondisi perekonomian di Indonesia. Pandemic covid-19 telah memberikan dampak perekonomian di seluruh dunia baik Negara maju maupun berkembang. Covid-19 telah menjadi problema serius yang dihadapi oleh bangsa Indonesia karena menyebabkan hilangnya sejumlah lapangan pekerjaan dan banyaknya kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain adanya Program Kartu Pra Kerja, upaya yang dapat dilakukan untuk menekan angka pengangguran yang ada di Indonesia diantaranya adalah menuntut jiwa, pikiran dan tindakan kreatif serta inovatif yaitu dengan menumbuhkan semangat berwirausaha semuda mungkin. 4 Hal ini merupakan suatu tantangan bagi para sarjana saat ini, yaitu di tengah-tengah terbatasnya lapangan pekerjaan dan sulitnya mencari pekerjaan, terdapat peluang usaha yang sangat besar untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri maupun orang lain. 5 Sehingga dengan berwirausaha, seseorang akan mendapatkan kepuasan tersendiri atas prestasi yang telah dicapainya sebab ia telah menciptakan sebuah inovasi baru Dalam alquran di jelaskan mannusia untuk selalu berusaha mencari sebagian rezeki yang disediakan-Nya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 6 Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Mulk ayat 15 : Artinya: Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu. Maka segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezkiNya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu . embali setela. (QS. Al-Mulk : . Wirausahawan memiliki pemahaman sendiri akan kebutuhan masyarakat dan dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Wirausahawan akan memengaruhi masyarakat untuk membuka usaha baru dan pada waktu yang bersamaan ia juga dipengaruhi masyarakat untuk mengenali kebutuhan dan memenuhinya melalui ketajaman manajemen sumber daya. 8Dewasa ini, banyak kesempatan bagi setiap orang untuk berwirausaha dengan melihat berbagai peluang bisnis yang ada. Achmad Syaifuddin. AuPengaruh Kepribadian. Lingkungan Keluarga, dan Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa AkuntansiAy. Jurnal Profita edisi 8 . : 2. Achmad Syaifuddin. AuPengaruh Kepribadian. Lingkungan Keluarga, dan Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa AkuntansiAy, 2. Sofaria Ayuni, dkk. Laporan Perekonomian Indonesia 2020, (Jakarta. Badan Pusat Statistik : 2. , 196. Herwin Mopangga. AuFaktor Determinan Minat Wirausaha Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri GorontaloAy. Trikonomika 13, no. : 79. Suharyadi, dkk. Kewirausahaan : Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda, (Jakarta. Salemba Empat : , 5. 6 Nana Herdiana Abdurrahman. Manajemen Bisnis Syariah & Kewirausahaan, 145. 7 Departemen Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahannya, 563. 8 Suharyadi, dkk. Kewirausahaan : Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda, 7. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 72 Ridwan Kewirausahaan memberikan pengembangan softskill dalam diri seseorang yang nantinya dapat memberikan kesejahteraan masyarakat berupa lapangan pekerjaan baru. Lembaga pendidikan yang berdiri di Indonesia sangat beragam, diantaranya adalah Pondok Pesantren. Pondok Pesantren adalah suatu lembaga pendidikan islam yang dipimpin oleh kyai dimana para santrinya tinggal di pondok. Para santri mempelajari, memahami, mendalami, dan mengamalkan ajaran agama islam dengan menekankan pentingnya moral keberagamaan sebagai pedoman perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. 10 Dengan demikian. Pondok Pesantren merupakan salah satu lembaga yang turut berkontribusi dalam melahirkan generasi masa depan yang spiritualis, intelektualis dan mandiri. Seperti hal nya Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah yang didirikan oleh KH. Sofiyan Hadi. Lc. ,MA dan Hj. Khodijah Al-Hafidzah ini merupakan satu-satunya Pondok Pesantren di Kudus yang berbasic entrepreneur. Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah Kudus berada di bawah naungan Yayasan Al-Mawaddah. Selain faktor motivasi, juga dipengaruhi oleh adanya entrepreneurship learning atau pendidikan kewirausahaan. Pendidikan kewirausahaan juga dapat diartikan sebagai proses menggali potensi individu yang berkaitan semua aspek kewirausahaan melalui manajemen, implementasi kurikulum, pedagogi dan penilaian dalam satu lingkungan yang terstruktur. Salah satu program pendidikan kewirausahan yang diterapkan di Pesantren Entrepreneur AlMawaddah adalah mengadakan pelatihan kewirausahaan. Pelatihan kewirausahaan merupakan suatu usaha yang diterapkan dalam mengembangkan ketrampilan berwirausaha santri. Pelatihan kewirausahaan memberikan pemahaman terhadap santri mengenai kewirausahaan sehingga dapat membekali santri dalam berwirausaha semuda mungkin. Berwirausaha dapat dilakukan semasa masih menjadi santri . tak perlu menunggu selesai kuliah baru memulai berwirausaha. Penelitian ini memilih santri Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah Kudus pada objeknya karena peneliti ingin mengetahui sejauh mana Peran Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah. menubuhkan jiwa wirausaha Berdasarkan hasil dari pra penelitian yang dilakukan oleh peneliti, meskipun basic dari Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah adalah wirausaha, akan tetapi masih ditemukan sejumlah santri yang masih memiliki minat wirausaha rendah. Adapun kontribusi yang diharapkan peneliti dalam penelitian ini adalah memberitahu pembaca mengenai Peran Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah. dalam menubuhkan jiwa wirausaha dapat dijadikan pelajaran dan pengaplikasian ilmu pengetahuan di bidang kewirausahaan. penelitian terdahulu oleh Hendrawan dan Sirine . menunjukkan bahwa sikap mandiri dan motivasi yang dimiliki oleh mahasiswa FEB UKSW konsentrasi kewirausahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Akan tetapi yang berpengaruh utama terhadap minat berwirausaha mahasiswa adalah pengetahuan tentang kewirausahaan yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut. Selanjutnya pada penelitian Achmad Syaifudin . yang terkait dengan pengaruh kepribadian, lingkungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan juga menunjukkan hubungan pengaruh secara signifikan dan positif. Selain itu penelitian yang dilakukan Farida dan Nurkhin . yang terkait dengan pengaruh pendidikan kewirausahaan, lingkungan keluarga, self efficacy menunjukkan hubungan pengaruh secara positif terhadap minat berwirausaha. Sedangkan penelitian Yunus Mustaqim. AuMembangun Entrepreneurship dalam Perspektif Ekonomi SyariahAy. Business Management Analysis Journal 2, no. : 58. Kompri. Manajemen & Kepemimpinan Pondok Pesantren, (Jakarta : Prenadamedia Group, 2. , 3. Nadhira Ulfa dan Maftukhatusolikhah. AuMinat Wirausaha Kaum Santri dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya )Studi pada Pondok Pesantren Ar-Riyadh PalembangAy. Economic Journal 1, no. , 2. Ganefri dan Hendra Hidayat. Perspektif Pedagogi Entrepreneurship di Pendidikan Tinggi, (Depok : Prenada Media Group, 2. , 42 Wawancara peneliti kepada Eva Nafisatun Nurul Hidayah Ketua Pondok Pesantren Entrepreneur AlMawaddah, pada tanggal 30 Agustus 2020. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 73 Ridwan, yang dilakukan oleh Vera Firdaus dan Hisbiyatul Hasanah . menunjukkan bahwa pelatihan dan pendidikan kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi berwirausaha. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut a. Bagaimana Peran Pesantren Entrepreneur AlMawaddah. dalam menubuhkan jiwa wirausaha? b. Apakegiatan Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah. dalam menubuhkan jiwa wirausaha ? Sejarah pesantren Pada mulanya, proses terjadinya pondok pesantren sangat sederhana. Orang yang menguasai beberapa bidang ilmu agama Islam, misalnya: ilmu fiqih, ilmu hadist, ilmu tauhid, ilmu akhlak, dan ilmu tasawuf yang biasanya dalam bentuk pengusaan beberapa kitab klasik . itab kunin. mulai mengajarkan ilmunya di surau-surau, majlis majlis taAolim, rumah guru atau masjid kepada masyrakat sekitarnya. Lama kelamaan sang kyai makin terkenal dan pengaruhnya makin luas, kemudian para santri dari berbagai daerah datang untuk berguru kepada kyai tersebut. PondokAy secara etimologis berarti bangunan untuk sementara. bangunan tempat tinggal yang berpetak-petak yang berdinding bilik dan beratap rumbia madrasah dan asrama . empat mengaji atau belajar agama Isla. AuPondokAy yang biasa di pakai dalam tradisi Pasundan dan Jawa (Aceh: Rangkong meunasah. Sumatera Utara: Makro Maktab. Minangkabau: Sura. Untuk menyebutkan asrama tempat belajar agama Islam, sebenarnya tidak sama sekali asli nusantara, tetapi merupakan hasil penyerapan dari bahasa Arab al-funduq yang berarti hotel. tempat penginapan. atau penginapan bagi orang yang bepergian. Hal yang terahir ini beralasan karena tempat belajar para siswa dalam tradisi Hindu-Budha hanya dikenal dengan istilah asyrama dan mandala, bukan podok . l-fundu. pengertian AupesantrenAy secara etimologis berasal dari pe- santrian yang berarti tempat santri. asrama tempat santri belajar agama. atau pondok. Sedangkan terminology AusantriAy sendiri, menurut Zamakhsyari Dhofier, berasal dari ikatan kata AusanAy . anusia bai. dan kata AutriAy . uka menolon. sehingga santri berarti manusia baik yang suka menolong dan bekerja sama secara kolektif. Menurut Prof. John, sebagaimana dikutip Dhofier, kata AusantriAy berasal dari bahasa Tamil yang berarti Auguru mengajiAy. Berbeda dengan Dhofier dan John. Clifford Geertz berpendapat bahwa AusantriAy berasal dari bahasa India atau Sansekerta AushastriAy yang berarti ilmuan Hindu yang pandai menulis, melek huruf . aum literas. atau kaum terpelajar 16 Elemen- Elemen Pesantren Sekarang di Indonesia ada ribuan lembaga pendidikan Islam terletak di seluruh nusantara dan dikenal sebagai dayah dan rangkang di Aceh, surau di Sumatra Barat, dan pondok pesantren di Jawa. 9Perbedaan jenis-jenis pondok pesantren khususnya di 14 1Binti Maunah. Tradisi Intelektual santri (Yogyakarta: TERAS, 2. , 16 15 4Abdul Mughits. Kritik Nalar Fiqh Pesantren (Kencana Prenada Media Group: Jakarta, 2. , 16 4Abdul Mughits. Kritik Nalar Fiqh Pesantren 120 Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 74 Ridwan Jawa dapat dilihat dari segi ilmu yang diajarkan, jumlah santri serta pola kepemimpinan atau perkembangan ilmu teknologi. Namun demikian, apapun bentuk dan model pendidikan pesantren setidaknya di pondok pesantren harus memiliki beberapa elemen pokok. Elemen-elemen pondok pesanren tersebut antara lain sebagai A,Kyai Peran penting kyai dalam pendirian, pertumbuhan, perkembangan dan pengurusan sebuah pesantren berarti dia merupakan unsure yang paling esensial. Sebagai pemimpin pesantren, watak dan keberhasilan pesantren banyak bergantung pada keahlian dan kedalaman ilmu, karismatik dan wibawa, serta keterampilan kyai. Dalam konteks ini pribadi kyai sangat menentukan, sebab beliau adalah tokoh sentral dalam pesantren. 10 Dalam bahasa Jawa, perkataan kyai dipakai untuk tiga jenis gelar yang berbeda, yaitu: a,Sebagai gelar kehormatan bagi barang-barang yang dianggap keramat, contohnya Aukyai garuda kencanaAy dipakai untuk sebutan kereta emas yang ada di Kraton Yogyakarta. Gelar kehormatan bagi orang-orang tua pada umumnya Gelar yang diberikan pada msyarakat kepada orang ahli agama Islam yang memiliki atau menjadi pemimpin pesantren dan mengajar kitab-kitab Islam klasik kepada para B,Masjid Sangkut paut pendidikan Islam dengan masjid sangat dekat dan erat dalam tradisi Islam di seluruh dunia. Dahulu kaum muslimin selalu memanfaatkan masjid untuk tempat ibadah dan juga untuk lembaga pendidikan Islam. Sebagai pusat kehidupan rohani, sosial, politik dan pendidikan islam, masjid merupakan aspek kehidupan sehari-hari yang sangat penting bagi masyarakat. Dalam pesantren, masjid dianggap sebagai tempat yang paling tepat untuk mendidik para santri, terutama dalam praktek sholat lima waktu, khutbah, sholat jumat dan pengajaran kitab-kitab Islam klasik. 12Dalam hal ini masjid juga difungsikan sebagai tempat berlangsungnya madrasah diniyah yang merupakan salah satu manifestasi dari berbagai kegiatan pondok pesantren. C,Santri Santri merupakan unsur yang penting sekali dalam perkembangan sebuah pesantren karena langkah pertama dalam tahap-tahap membangun pesantren adalah harus ada murid yang datang untuk belajar kepada seorang alim. Kalau murid itu sudah menetap di rumah seorang alim, baru seorang alim itu bisa disebut kyai dan mulai membangun fasilitas yang lebih lengkap untuk kesempurnaan pondoknya. Santri biasanya terdiri dari dua kelompok, yaitu santri kalong dan santri Santri kalong merupakan bagian santri yang tidak menetap dalam pondok tetapi pulang ke rumah masing-masing sesudah mengikuti suatu pelajaran di Santri kalong biasanya berasal dari daerah-daerah sekitar pesantren, jadi mereka tidak keberatan kalau sering pulang pergi. Makna santri mukim ialah santri yang menetap dalam pondok pesantren dan biasanya berasal dari daerah jauh. Pada 17 Zamakhsyari Dhofier. Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai(Jakarta: LP3ES, 1. , 41. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 75 Ridwan, masa lalu, kesempatan untuk pergi dan menetap di sebuah pesantren yang jauh merupakan suatu keistimewaan untuk santri karena dia harus penuh cita-cita, memiliki keberanian yang cukup dan siap menghadapi sendiri tantangan yang akan dialaminya di D,Pondok Definisi singkat istilah pondok adalah tempat sederhana yang merupakan tempat tinggal kyai bersama para santrinya. 19Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia, pondok adalah bangunan untuk tempat sementara atau madrasah dan asrama . empat mengaji dan belajar agama isla. 20 Di Jawa, besarnya pondok tergantung pada jumlah santrinya. Ada pondok yang sangat kecil dengan jumlah santri kurang dari seratus sampai pondok yang memiliki tanah yang luas dengan jumlah santri lebih dari tiga ribu santri. Tanpa memperhatikan berapa jumlah santri, asrama santri putri selalu dipisahkan dengan asrama santri laki- laki. Sebagai penunjang, biasanya pesantren memiliki gedung- gedung selain dari asrama santri dan rumah kyai, termasuk perumahan ustadz, gedung madrasah, lapangan olahraga, kantin, koperasi, lahan pertanian dan lahan peternakan. Kadangkadang bangunan pondok didirikan sendiri oleh kyai dan kadang-kadang oleh penduduk desa yang bekerjasama untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan. Salah satu niat pondok selain dari yang dimaksudkan sebagai tempat asrama para santri adalah sebagai tempat latihan bagi santri untuk mengembangkan ketrampilan kemandiriannya agar mereka siap hidup mandiri dalam masyarakat sesudah tamat dari pesantren. Santri harus memasak sendiri, mencuci pakaian sendiri dan diberi tugas seperti memelihara lingkungan pondok. E,Kitab-kitab Islam Klasik Kitab-kitab Islam klasik yang dikarang para ulama terdahulu, termasuk pelajaran mengenai macam-macam ilmu pengetahuan agama Islam dan Bahasa Arab. Dalam karangan pesantren, kitab-kitab Islam klasik sering disebut kitab kuning oleh karena warna kertas edisi-edisi kitab kebanyakan berwarna kuning. Fungsi dan Tujuan Pondok Pesantren Fungsi pondok pesantren dari waktu ke waktu berjalan secara dinamis, berubah dan berkembang mengikuti dinamika sosial masyarakat. Walaupun fungsi awal pondok pesantren hanya sebatas sebagai lembaga sosial dan penyiaran keagamaan, namun seiring perkembangan tuntutan masyarakat, maka semakin lama fungsi pesantren akan mengikuti tuntutan masyarakat pula. Menurut Azyumardi Azra dalam bukunya yang berjudul esai- esai intelektual muslim dan pendidikan islam, fungsi pondok pesantren itu ada tiga, yaitu:21 18 Zamakhsyari Dhofier. Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai(Jakarta: LP3ES, 1. , 41 19 Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia: Lintasan Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan(Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1. , 144 20 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1. ,781. 21 Azyumardi Azra. Esai-esai Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam(Jakarta: Logos, 1. , 89. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 76 Ridwan Transmisi ilmu pengetahuan islam . ransmission of Islamic knowledg. Pemeliharaan tradisi islam . aintenance of Islamic traditio. Reproduksi ulama . eproduction of ulam. Adapun menurut M. Bahri Ghozali, pondok pesantren memiliki fungsi sebagai Pesantren sebagai lembaga pendidikan, artinya pesantren memberi pelajaran secara material dan immaterial, yakni mengajarkan bacaan kitab-kitab yang ditulis para Ulama abad pertengahan dalam wujud kitab kuning Pesantren sebagai lembaga dakwah, dalam arti kata melakukan suatu aktifitas menumbuhkan kesadaran beragama atau melaksanakan ajaran-ajaran agama secara konsekuen sebagai pemeluk agama islam. Wujud riil dari dakwah yang dikembangkan oleh pesantren antara lain berupa pembentukan kelompok-kelompok pengajian bagi masyarakat dan memadukan kegiatan dakwah melalui kegiatan Pesantren sebagai lembaga sosial, yaitu pesantren menunjukkan keterlibatannya dalam menanggapi masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam, yang penyelenggaraan pendidikannya secara umum dengan cara non klasikal, yaitu seorang kiai mengajarakan ilmu agama islam kepada santri-santri Kewirausahaan Kewirausahaan adalah semangat, sikap perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produksi baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperoleh keuntnan yang lebih besar. Sedangkan menurut Peter F. Drucker sebagaimana dikutip oleh Kasmir, mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Artinya bahwa seorang wirausahawan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru berbeda dengan yang lain atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. Jadi, seorang wirausaha adalah seorang usahawan yang di samping mampu berusaha dalam bidang ekonomi umumnya dan niaga khususnya secara tepat guna . epat dan berguna, efektif, dan efisie. , juga berwatak merdeka lahir batin serta berbudi Upaya Menumbuhkan Minat Wirausaha Wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Sekarang ini kita menghadapi kenyataan bahwa jumlah wirausahawan Indonesia masih sedikit dan mutunya belum bisa 22 M. Bahri Ghozali. Pesantren Berwawasan Lingkungan(Jakarta: CV. Prasasti, 2. , 36-39 23 Suryana, kewirausahaan, (Jakarta: Salemba Empat, 2011 ), 2. 24 24Erman suherman business entrepreneur . andung :Alfabeta, 2. , 11. 25 Buchari Alma. Panduan Kuliah Kewirausahaan. (Bandung: CV Alvabeta, 2. ,70. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 77 Ridwan, dikatakan hebat, sehingga persoalan pembangunan wirausaha Indonesia merupakan potensi pembangunan . Melalui pendidikan formal. Kini berbagai lembaga pendidikan baik menengah maupun tinggi yang memiliki kurikulum kewirausahaan Melalui seminar-seminar kewirausahaan. Berbagai seminar kewirausahaan seringkali mengundang pakar dan praktisi kewirausahaan sehingga melalui media ini kita akan membangun jiwa wirausaha di diri kita Melalui pelatihan. Berbagai simulasi usaha biasanya diberikan melalui pelatihan, baik yang dilakukan dalam ruangan . maupun di luar ruangan . Melalui pelatihan ini, kita bisa belajar menjadi wirausaha dari para ahlinya langsung yang akan mengajari kita cara berwirausaha. Otodidak. Dengan belajar sendiri, membaca biografi orang Aeorang yang sudah sukses berwirausaha, kita pelajari tekniknya dan kita terapkan lalu belajar langsung dari pengalaman yang kita lakukan maka lama-kelamaan kita akan bisa menjadi seorang wirausaha yang tangguh. Kewirausahaan dalam Pandangan Islam Kewirausahaan merupakan salah satu cara yang dilakukan seorang muslim untuk memperoleh rezeki serta kebahagiaan dan keberhasilan di dunia dan akhirat. Agama islam mengajarkan tata cara dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mengenai bisnis dan kewirausahaan. Agama Islam memberikan pemahaman bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia harus sesuai dengan syariAoat Islam yang bersumber dari AlQurAoan dan al-Hadits. Dalam bidang ekonomi, segala bentuk kegiatan ekonomi yang berlandaskan ajaran agama Islam disebut sebagai ekonomi Islam. Ekonomi Islam menjelaskan segala bentuk implementasi aturan dalam Al-QurAoan. Hadits, maupun sumber lainnya yang diakui secara syariAoat yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, kewirausahaan dalam pandangan agama Islam secara sempit adalah segala bentuk bisnis yang halal atau diperbolehkan sesuai syariAoat Islam, dan tidak melanggar aturan syariAoat. Selain itu, kewirausahaan dalam ajaran Islam juga dijelaskan dalam ayat Al-QurAoan surat Al-JumuAoah: 10. Allah SWT berfirman: Artinya: Apabila shalat telah ditunaikan maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia . Allah. (Q. S Al-JumuAoah: . Berdasarkan ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa berwirausaha merupakan tindakan yang dianjurkan bagi setiap muslim di seluruh dunia. Keberhasilan dalam berwirausaha akan datang pada seseorang yang melaksanakan ajaran agama Islam pada kegiatannya, serta selalu berusaha dan tidak menyerah dalam menjalankannya. Islam berlandasan Al-QurAoan dan al-Hadits dalam seluruh bentuk kegiatan usaha manusia. Sehingga kewirausahaan Islami yang baik adalah bentuk kewirausahaan dengan pemahaman agama Islam yang baik. Kegiatan berwirausaha juga menjauhi sifat maupun 26 Hendro. Dasar-dasar kewirausahaan(Jakarta: erlangga. , 61. 27 Basrowi. Kewirausahaan (Ciawi Bogor:Ghalita Indonesia, 2011 ), 27 Dwi Prasetyani. Kewirausahaan Islami, (Surakarta : Djiwa Amarta Press, 2. , 71. Departemen Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahannya, 553. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 78 Ridwan perilaku negatif, serta senantiasa melaksanakan ibadah dan berserah diri kepada Allah SWT dalam keberlangsungannya. Kewirausahaan dalam agama Islam juga dilandasi nilainilai seperti aqidah, ibadah, dan muaAomalat. Ketiga nilai ini juga menjadi dasar pelaksanaan kegiatan kewirausahaan, sekaligus menjadi dasar seorang muslim dalam segala perbuatan memenuhi kebutuhannya. Karena Islam mewajibkan seseorang untuk bekerja keras memperoleh ridho Allah SWT melalui bentuk perbuatan-perbuatan terpuji, termasuk dalam kegiatan kewirausahaan. Hal ini semata-mata adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT, serta dalam usaha memperoleh kebahagiaan materi maupun rohani. Minat Berwirausaha Secara sederhana, minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan, kegairahan atau keinginan seseorang terhadap sesuatu. 31 Minat merupakan suatu rasa lebih suka dan dan rasa ketertarikan seorang individu pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang Pada dasarnya minat merupakan penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Sehingga semakin dekat hubungan tersebut maka akan semakin besar minat seseorang. 32 Dalam hal lain, minat bisa diartikan sebagai suatu kecenderungan yang menetap pada diri seseorang untuk merasa senang dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan bidang itu sendiri. 33 Minat sering dihubungkan dengan keinginan atau ketertarikan terhadap sesuatu yang datang dari dalam diri seseorang tanpa ada paksaan dari luar. Pengertian lain menjelaskan bahwa minat adalah suatu keadaan dimana seseorang menaruh perhatian pada sesuatu disertai dengan keinginannya untuk mengetahui dan mempelajari serta membuktikan lebih lanjut mengenai hal tersebut. 35 Selain itu, minat merupakan suatu perbuatan atau tindakan yang fokus pada suatu tujuan dan merupakan suatu dorongan bagi tindakan itu sendiri. Dalam diri manusia terdapat motif yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Minat merupakan kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa senang dan tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang tersebut. Minat seseorang dapat ditumbuhkan dengan memberikan kesempatan belajar mengenai hal yang diinginkannya. Minat berkaitan dengan aspek kognitif, afektif, psikomotorik dan merupakan sumber motivasi untuk melakukan sesuatu yang diinginkan. Semakin sering mengekspresikan minat dalam suatu kegiatan maka akan semakin kuat minat tersebut, sebaliknya minat akan semakin menurun apabila tidak ada kesempatan untuk mengekspresikannya. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat dideskripsikan bahwa minat merupakan kesadaran seseorang yang dapat menimbulkan adanya keinginan atau kegairahan dalam melakukan kegiatan sesuai objek yang disukainya. Minat dapat ditumbuhkan dan dikembangkan karena adanya pengaruh lingkungan sekitar. Munculnya minat dalam diri seseorang dapat ditandai dengan adanya dorongan atau Dwi Prasetyani. Kewirausahaan Islami,73. Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2. , 133. Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 180. Winkel. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, ( Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2. Edy Syahputra. Snowball Throwing Tingkatkan Minat dan Hasil Belajar, (Sukabumi : Haura Publishing, 2. , 12. Walgito Bimo. Pengantar Psikologi Umum, (Jakarta : Andi, 2. , 51. Ngalim Purwanto. Psikologi Pendidikan, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2. , 56. Yudrik Jahja. Psikologi Perkembangan, (Jakarta : Prenada Media Group, 2. , 63. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 79 Ridwan, motif, perasaan senang, perhatian, dan kecocokan terhadap objek yang disukainya. Minat tidak dibawa sejak lahir melainkan dapat diperoleh kemudian. Beberapa indikator yang dapat diunakan untuk mengukur minat seseorang, yaitu . Ketertarikan, dalam hal ini menunjukkan adanya pemusatan perhatian dan perasaan . Keinginan, ditunjukkan dengan adanya dorongan untuk memiliki. Keyakinan, ditunjukkan dengan adanya rasa percaya diri individu terhadap kualitas, daya guna dan keuntungan. Minat memiliki sifat dan karakter khusus, diantaranya sebagai berikut: Minat bersifat pribadi, ada perbedaan antara minat seseorang dengan minat orang lain. Minat menimbulkan efek diskriminatif. Erat hubungannya dengan motivasi, mempengaruhi dan dipengaruhi motivasi. Minat merupakan sesuatu yang dipelajari, bukan bawaan dari lahir dan dapat berubah tergantung pengalaman, kebutuhan dan mode. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat diantaranya adalah sebagai berikut: Factor inner urge Yaitu rangsangan yang datang dari lingkuangan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan seseorang akan mudah menimbulkan suatu minat. Factor of social motive Minat seseorang terhadap obyek atau sesuatu hal serta dipengaruhi oleh faktor dalam diri seseorang dan oleh motif sosial. Definisi minat dalam penelitian ini dikaitkan dengan berwirausaha Oleh karena itu, pengertian berwirausaha . merupakan segala sesuatu yang berkaitan sikap, tindakan, dan proses yang dilakukan oleh para entrepreneur dalam merintis, menjalankan dan mengembangkan suatu bisnis atau usaha. Entrepreneurship adalah gabungan dari kreativitas, inovasi, dan keberanian dalam menghadapi suatu risiko yang dilakukan dengan kerja keras untuk membentuk dan mengembangkan usaha baru. Jadi minat berwirausaha adalah etersediaan untuk bekerja keras dan tekun untuk mencapai tujuan usahanya. Ketersediaan untuk menanggung bermacam macam resiko berkaitan dengan tindakan berwirausaha yang dilakukannya serta berkemauan keras untuk berdikari atau berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa merasa takut dengan resiko yang akan terjadi serta belajar dari kegagalan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa minat berwirausaha adalah kecenderungan seseorang yang mempunyai rasa tertarik dan perhatian terhadap pekerjaan yang mampu merencanakan, mengambil resiko, keputusan dan tindakan untuk mencapai tujuan dilakukan secara kreatif dan inovatif. Dan terdorong yang bersangkutan ingin melaksanakan pekerjaan tersebut. Yudrik Jahja. Psikologi Perkembangan, 63. Yudrik Jahja. Psikologi Perkembangan, 64. Makmun Khairani. Psikologi Belajar, (Yogyakarta : Aswaja Pressindo, 2. , 136. Fajrillah, et. Smart Entrepreneuship : Peluang Bisnis Kreatif dan Inovatif di Era Digital, ( Yayasan Kita Menulis, 2. , 23. Helga Nurul Amalia dan Syamsu Hadi. AuPengaruh Prestasi dan Lingkungan Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Jurusan PemasaranAy. Economic Education Analysis Journal 5, no. , 764. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 80 Ridwan Hal tersebut menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki minat berwirausaha kemungkinan besar ia akan melakukan tindakan yang dapat mencapai keinginan mereka untuk berwirausaha, seperti mengikuti pelatihan dan seminar mengenai wirausaha. Minat berwirausaha tidak dibawa sejak lahir namun berkembang sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha meliputi karakteristik . enis kelamin dan usi. , lingkungan . ingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan masyaraka. , kepribadian . erani mengambil resiko, kebutuhan berprestasi dan independen, evaluasi diri serta kepercayaan diri yang lebi. dan motif berwirausaha . ekerja dan penyaluran ide kreati. Faktor yang mempengaruhi minat kewirausahaan dapat dibedakan menjadi 3 yakni : Faktor internal Faktor ini dibagi menjadi dua, yaitu aspek fisiologis terdiri dari kondisi jasmani dan aspek psikologis terdiri dari intelegensia, sikap, bakat, dan kreativitas. Faktor ini dipengaruhi oleh sifat pembawaan dari dalam diri individu yang meliputi perasaan tertarik atau senang terhadap kegiatan dan adanya aktivitas dari rasa senang tersebut. Faktor eksternal Faktor ini terdiri dari aspek lingkungan sosial . eman dan masyaraka. dan non-sosial . ingkungan keluarg. Faktor pendekatan belajar Yaitu metode dan strategi yang digunakan siswa untuk mempelajari ilmu yang berkaitan tentang kewirausahaan. Minat berwirausaha dapat diukur melalui indikator berikut ini : Kognisi, meliputi pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha. Emosi, meliputi perasaan senang, ketertarikan dan perhatian terhadap minat . Konasi, meliputi keinginan, usaha dan keyakinan terhadap minat berwirausaha. Minat Berwirausaha dalam Pandangan Islam Islam mengajarkan agar manusia memiliki kemauan bekerja keras46 salah satunya dengan berwirausaha. Sifat-sifat dasar dalam berwirausaha terdapat dalam ayat-ayat alqurAoan serta hadis-hadis Rasulullah Saw. Dalam mempraktekkan jiwa kewirausahaan ini perlu adanya etos kerja yang kuat. Seorang wirausaha perlu bekerja penuh kegigihan, kerja keras, dan kerja cerdas. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Q. S al- AnAoam ayat 135: a a AA a eEa aIO aI aI eI a aEO aI EaNa aCa Eac a n uaIacNa aE Oa eAEa a EacEa aIO aIA a A eOA a aACa eE Oa Ca eOI e aIEaO aEa O aI aEIa aE eI uIacO aI UE n AA Artinya: katakanlah: Auhai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat . Kelak kamu akan mengetahui, siapakah . iantara kit. yang akan memperoleh hasil yang baik di Afif Nur Rahmadi dan Budi Heryanto. AuAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas KadiriAy. Jurnal Ekonomi Universitas Kadiri 1, no. , 154. 44 Djoko Setyo Widodo. Membangun Startup Entrepreneur yang Unggul, (Yogyakarta : Penebar Media Pustaka, 2. , 117. Djoko Setyo Widodo. Membangun Startup Entrepreneur yang Unggul, 118. Dwi Prasetyani. Kewirausahaan Islami, 118. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 81 Ridwan, dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keburuntungan. (Qs. Al-AnAoam: . Ayat ini mengandung indikasi tentang keharusan bekerja keras dalam meraih kesuksesan hidup di dunia. Artinya mendorong umat muslim secara khusus dan umat manusia secara umum untuk memiliki etos kerja yang tinggi. Dari keterangan ini maka tidak diragukan lagi bahwa setiap umat muslim baik secara personal ataupun kolektif agar dapat bekerja keras dalam meraih apapun yang menjadi tujuan utamanya. Tak terkecuali yang berada dalam lingkup keorganisasian. Metode Penelitian Penelitian kulaitatif dg melakukan obsersavi langsung untuk memperoleh sumber data. Sumber data dalam penelitian adalah subyek dimana data diperoleh. 4Sumber data utama dari penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah kata tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Oleh karena itu sumber data diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: Data primer Sumber data primer atau data tangan pertama, adalah data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan mengenakan alat pengukur atau alat pengambilan data langsung dari subyek sebagai informasi yang dicari. 5Selanjutnya dalam penelitian ini yang termasuk data primer yaitu data langsung dari hasil wawancara dengan Kyai/Ustadz, penguruspondok dan Santri. Data sekunder Sumber data sekunder adalah sumber data kedua sesudah sumber data primer, karena sesuatu dan lain hal, peneliti tidak atau suka rmemperoleh dari sumber data primer, dan mungkin juga karena menyangkut hal-hal yang sangat pribadi sehingga, sukar data itu di dapat langsung dari sumber data primer. Data sekunder biasanya berwujud data dokumentasi atau data laporan yang telah tersedia. Oleh karena itu, sumber data sekunder diharapkan dapat berperan membantu mengungkap data yang diharapkan. Begitu pula pada keadaan semestinya yaitu data primer dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan, sumber data sekunder dapat membantu member keterangan, atau data pelengkap sebagai bahan pembanding. Untuk memperoleh kajian yang relevan dengan tema pokok bahasan serta untuk mempermudah pengertian serta arah penulisan yang sesuai permasalahan pada judul penelitian ini, maka penulis mengumpulkan data dalam suatu daftar dengan menggunakan perangkat-perangkat metodologi dan mengatas semua data yang Adapun pengumpulan data yang hendak peneliti gunakan dalam penelitian ini, antara lain sebagai berikut Observasi Departemen Agama RI. Al-Qur'an dan Terjemahnya, 153. Sudradjat Rasyid, dkk. Kewirausahaan Santri Bimbingan Santri Mandiri (Jakarta: PT. Citrayudha Alamanda Perdana, 2. , 7. 49 6SaifuddinAzwar. MetodePenelitian(Yogyakarta :PustakaPelajar 2. , 91 Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 82 Ridwan Observasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomenafenomena yang diteliti. 50 Dengan metode observasi, peneliti dapat mengamati secara langsung dan jelas terhadap apa yang terdapat di lapangan. Pengamatan secara langsung dilakukan terhadap lokasi penelitian yaitu Pondok Pesantren al mawaddah kudus dalam menumbuhkan minat wirausaha santri. Wawancara Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka . ace to fac. Data yang diperoleh dari teknik ini yakni wawancara untuk melengkapi data yang di perlukan. wawancara di tujukan kepadaKyai/Ustadz, pengurus pondok dan Santri. dengan wawancara kepada bpk KH sofwan Hadi dan dengan pengurus pondok Metode Dokumentasi Dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber non lisan yaitu benda-benda tertulis, buku-buku, majalah, catatan harian, dan 52Metodeini di gunakan untuk memperoleh data tentang:Analisis DataAnalisis data disini merupakan upaya mencari data dan menata catatan hasil obserfasi dan wawancara serta hasil lainnya, untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagaitemuan bagi orang lain. Untuk meningkatkan pemahaman tersebut analisis perlu dilanjutkan dengan mencari makna. Tehnik analisa data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tekhnik deskriptif dengan membuat gambaran sistematis danaktual. Analisanya dilakukan dengan tiga cara: Reduksi Data atau Penyederhanaan Reduksi data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data mentah atau data yang kasar yang muncul dari catatan-catatan di lapangan dan reduksi data dapat dilakukan dengan membuat ringkasan, mengembangkan system pengkodean, menelusuri tema, membuat gugus dan menuliskan memo. Paparan dan Sajian Data Penyajian data adalah proses penyusunan informasi yang kompleks kedalam bentuk-bentuk sistematis, sehingga lebih sederhana dan selektif, serta dapat dipahami Hal ini akan membantu peneliti untuk melihat gambaran keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari data hasil penelitian. Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan adalah kegiatan penyimpulan makna yang muncul dari data yang diuji kebenarannya, kekokohan dan kecocokannya. 10Penarikan kesimpulan 50 7Ida Bagus Mantra. FilsafatPenelitiandanMetodePenelitianSosial(Yokyakarta: PustakaPelajar, 2. , 82. 51 8Prof. Dr. Sugiyono. MetodePenelitianKuantitatifKualitatifdan R&D (Bandung :Alfabeta 2. , 52 9SuharsimiArikunto. ProsedurPenelitian: SuatuPendekatanPraktik, 149. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 83 Ridwan, adalah langkah terakhir yang dilakukan peneliti dalam menganalisis data secara terus menerus baik saat pengumpulan data atau setelah pengumpulan data. Pada awalnya kesimpulan bisa dibuat terbuka kemudaian lebih rinci dan meruncing pada pokok Kesimpulan akhir dirumuskan setelah pengumpulan data dimana semua itu tergantung pada kesimpulan- kesimpulan catatan lapangan, pengkodean, penyimpanan data dan metode pencarian ulang yang dilakukan. Pembahasan A,Profil Pondok Pesatren. Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah yang didirikan oleh KH. Sofiyan Hadi. Lc. ,MA dan Hj. Khodijah Al-Hafidzah ini merupakan satu-satunya Pondok Pesantren di Kudus yang berbasic entrepreneur. Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah Kudus berada di bawah naungan Yayasan Al-Mawaddah. Pondok Pesantren ini memegang teguh tiga prinsip utama, yakni leadership, entrepreneurship, dan spiritual. Di Pesantren ini santri tidak hanya dibekali penguasaan ilmu agama, tetapi juga skills yang dibutuhkan dalam berwirausaha. Pengasuh senantiasa membimbing dan membekali para santri dengan ilmu kewirausahaan. Sudah saatnya santri tampil di tengah-tengah masyarakat dengan ketrampilan, semangat kemandirian dan modal spiritualitas, santri bisa menjadi pelopor dan pemimpin di masyarakat. Program entrepreneurship yang diterapkan di Pondok Pesantren Entrepreneur AlMawaddah diharapkan mampu mencetak santri menjadi wirausahawan muslim semuda mungkin yang bersuri tauladan seperti halnya Rasulullah SAW. B,Bentuk Pelatihan Di Pondok Pesantren. Dalam hal ini, pengasuh berperan sebagai fasilitator dalam memotivasi, mengarahkan, dan mempersiapkan para santri agar mempunyai motivasi kuat, keberanian, kemampuan, serta karakter pendukung lainnya dalam mendirikan usaha 55 Oleh karena itu, pengasuh senantiasa memotivasi santri untuk menumbuhkan kesadaran akan berwirausaha. Menumbuhkan kesadaran berwirausaha salah satunya dengan menumbuhkan minat berwirausaha. Minat berwirausaha adalah kecenderungan hati pada diri seseorang untuk tertarik dalam menciptakan suatu usaha yang kemudian mengorganisir, memanajemen, menanggung risiko dan mengembangkan usaha yang telah 56 Minat berwirausaha muncul karena didahului oleh suatu pengetahuan dan informasi mengenai wirausaha dan kemudian dapat dilanjutkan pada suatu kegiatan berpartisipasi untuk memperoleh pengalaman sehingga muncul keinginan untuk melakukan wirausaha. Minat berwirausaha tidaklah dimiliki begitu saja oleh diri seseorang, melainkan dapat dipupuk, diasah dan dikembangkan. Wawancara peneliti kepada Eva Nafisatun Nurul Hidayah Ketua Pondok Pesantren Entrepreneur AlMawaddah, pada tanggal 30 Agustus 2020. 55 Suharyadi, dkk. Kewirausahaan (Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Mud. , 7. Agus Kurniawan dkk. AuPengaruh Lingkungan Keluarga. Motivasi dan Kepribadian terhadap Minat Wirausaha Melalui Self EfficacyAy. Journal of Economic Education . : 102. Nadhira Ulfa dan Maftukhatusolikhah. AuMinat Wirausaha Kaum Santri dan Fakto-Faktor yang Mempengaruhinya (Studi pada Pondok Ar-Riyadh Palemban. Ay, 5. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 84 Ridwan Minat berwirausaha . ntrepreneur intentio. dapat disebut sebagai langkah awal dalam proses pendirian sebuah usaha. Menumbuhkan minat berwirausaha santri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya motivasi pengasuh, pelatihan kewirausahaan, dan lingkungan yang mendukung. Motivasi merupakan sesuatu yang dapat mempengaruhi atau mendorong seseorang untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Sedangkan dalam konteks entrepreneur, motivasi berwirausaha merupakan dorongan kuat dalam diri seseorang untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya guna menciptakan suatu usaha 58 Jadi semakin besar motivasi yang dimiliki seseorang, maka akan semakin besar pula tujuan yang akan dicapai. Pengasuh Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah membekali santri melalui program bulanan berupa training motivasi untuk memotivasi santri dalam menumbuhkembangkan minat berwirausaha. Selain itu, dalam forum mengaji setiap hari setelah subuh pengasuh juga senantiasa memotivasi para santri untuk menekuni dunia wirausaha melalui fasilitas yang telah disediakan pesantren. Hal ini secara tidak langsung akan mendorong diri santri untuk menggali potensi yang dimilikinya. Dengan adanya motivasi dari pengasuh, santri akan lebih semangat dalam menjalankan program-program kewirausahaan yang telah menjadi sistem pendidikan pesantren Salah satu program pendidikan kewirausahan yang diterapkan di Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah adalah mengadakan pelatihan kewirausahaan. seminar atau ceramah kewirausahaan merupakan suatu usaha yang diterapkan dalam mengembangkan ketrampilan berwirausaha santri. Pceramah kewirausahaan memberikan pemahaman terhadap santri mengenai kewirausahaan sehingga dapat membekali santri dalam berwirausaha semuda mungkin. Berwirausaha dapat dilakukan semasa masih menjadi santri . tak perlu menunggu selesai kuliah baru memulai berwirausahaPondok Pesantren Entrepreneur AlMawaddah dalam menumbuhkan minat berwirausaha santri mengadakan program pelatihan kewirausahaan atau entrepreneurship training dengan melibatkan santri dalam kegiatan wirausaha Praktek usaha yaitu sebagai pengelola toko sandal dan sepatu, pengelola pom mini, pengelola gerai minuman nyoklat, pengelola dan pelatihan BLKK Al-Mawddah pembuatan kue dan roti, pelatihan eduwisata Al-Mawaddah, pelatihan tour leader, dan pelatihan marketing. Santri yang terlibat dalam kegiatan wirausaha pesantren tersebut diberikan fee, dengan tujuan agar lebih bersemangat untuk menjadi pribadi yang mandiri. Dengan berbagai fasilitas yang telah disediakan oleh pesantren diharapkan mampu mampu menumbuhkan kesadaran para santri untuk berwirausaha sejak dini. Lingkungan usaha Kawasan lingkungan Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah merupakan kawasan yang memiliki banyak kegiatan wirausaha meliputi toko sandal dan sepatu, gerai minuman nyoklat, pom mini, eduwisata Al-Mawaddah, dan sebagainya. Lingkungan wirausaha di Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah secara tidak langsung akan Kurnia Dewi dkk. Manajemen Kewirausahaan, (Sleman. Deepublish: 2. , 28. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 85 Ridwan, memberikan dorongan yang kuat kepada para santri untuk berwirausaha. Dimana para santri yang berada disekitarnya merupakan orang yang terlibat dalam dunia wirausaha, sehingga akan dengan mudah bagi santri tertarik untuk berkarir sebagai pengusaha . Para santri di pesantren ini sudah dilatih ketrampilan untuk melakukan kegiatan wirausaha melalui fasilitas yang telah diberikan pesantren sehingga santri yang tinggal di pesantren bisa hidup mandiri bahkan ketika sudah lulus dan menjadi alumni diharapkan memiliki kemampuan dan ketrampilan yang matang dalam berwirausaha. Ilmu dan skill yang telah diberikan Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah sangat bermanfaat sekali bagi para santri baik ketika masih menjadi santri ataupun sudah menjadi alumni. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti, meskipun basic dari Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah adalah wirausaha, akan tetapi masih ditemukan sejumlah santri yang masih memiliki minat wirausaha rendah tetapi juga banyak lulusan pesantren terswebut yang bisa membuka usaha baru atau membantu usaha orang tuanya. Dari penelitian ini peran pesantran dalam menumbuhkan minat usaha sangat siginifikan dan berperan langsung karena tiadk hanya ceramah atau nagji saja,tetapi langsung di berikan pelatihan terjun langsung ke tempat usaha, 1,peran pesantren tidak hanya melatih santri bisa mengaji tetapi juga melatih santri untuk berdikari,berwirausaha 2,pengasuh pengantren tidak hanya memberi ceramah dan pengajian saja tetapi di latih berwirausaha langsung di terjunkan di dunia usaha, 3,pelatihan wirausaha ini tidak di bayar gratis tetapi santri di gaji sesuai jadwal piket ,karena di bag beberapa,jadi selain bisa ngaji bisa wirausaha juga mendapatkan gaji,walau tidak seberapa. DAFTAR PUSTAKA