AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Fatkhiyatur Rizkiyah IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM PROGRAM BAHASA INGGRIS DI SECONDARY SCHOOL MUSLIM SUKSA SCHOOL SATUN THAILAND Fatkhiyatur Rizkiyah UIN Sunan Ampel Surabaya rizkiyahrifaaul@gmail. Abstract: Manajemen pengorganisasian, penerapan serta evaluasi sebagai bentuk pedoman pembelajaran oleh tenaga pendidik dan siswa. Dari beberapa fungsinya dapat memberikan gambaran khusus terkait metode pembelajaran pada perkembangan peserta didik secondary school terhadap Bahasa Inggris. Muslim Suksa School Satun Thailand merupakan Lembaga pendidikan islam yang menyelenggarakan program Bahasa Inggris sebagai tolak ukur kemajuan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman. Program Bahasa Inggris dikemas dalam sebuah bentuk manajemen kurikulum yang berbentuk edukatif, konstruktif, dan produktif. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yaitu data yang diambil melalui tahapan wawancara, observasi, dan dokumentasi dapat membantu memberikan gambaran obyektif Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman positif peserta didik akan pentingnya menguasai Bahasa Inggris sebagai sarana untuk menjalin relasi, bertukar fikiran, bertukan informasi, bekerja sama dalam dunia kerja maupun pendidikan, serta dapat memberikan edukasi tenaga pendidik dalam membuat kurikumun program Bahasa Inggris secara efektif dan efisien. Keywords: manajemen, kurikulum, bahasa inggris PENDAHULUAN Thailand, atau Muangthai, adalah negara dari Asia Tenggara dan termasuk anggota dari ASEAN (Association of Southeast Asian Natio. Sistem pemerintahannya berbentuk Kerajaan, terdiri dari 76 propinsi, sekitar 57 juta Mayoritas penduduk Thailand beragama buddha, namun Thailand bagian Selatan dengan jumlah penduduk 2,3 juta atau 4% dari penduduk Thailand Halaman 328 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM PROGRAM BAHASA INGGRIS DI SECONDARY SCHOOL MUSLIM SUKSA SCHOOL SATUN THAILAND Fatkhiyatur Rizkiyah beragama islam. Empat provinsi Thailand1yang memiliki populasi muslim terbanyak berada di provinsi: Patani. Yala. Narathiwat, dan Satun. Kurikulum Pendidikan di Thailand menggunakan Kurikulum Nasional Thailand yang terus diperbaharui secara berkala. Kurikulum ini dibuat oleh kementrian Pendidikan Thailand yang memiliki beberapa aspek, diantaranya: pendekatan berbasis kompetensi, integrasi kurikulum, pengembangan karakter, serta teknologi dan Kebutuhan Bahasa Inggris kini telah meninggkat hingga popularitas Bahasa Inggris di dunia juga semakin tinggi, hal ini mengakibatkan perubahan dalam kurikulum Bahasa inggris, yang awalnya pelajaran Bahasa Inggris ini hanya untuk pendidikan sekolah tinggat perguruan tinggi, kini pemerintah mengganti kurikulum tersebut menjadi pengenalan Bahasa Inggris pada peserta didik dimulai dari Pendidikan Dasar. 2 pada era globalisasi, terdapat banyak media yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris soswa seperti musik, video, film, games, dan lainya. Terlebih condong kepada music sebgai sarana pembelajaran Bahasa Inggris, dikarenakan lagu membantu siswa menjadi peka terhadapan pengucapan kata-kata, di tambah generasi millenial ini sangat sengang dengan pembelajaran visual yang tidak terlihat monoton. Di Thailand sejak tahun 1957 pemerintah Thailand telah mengizinkan pembukaan internasional dengan nama sekolah internasional melalui kurikulum seperti International Baccalaureate (IB) dan International General Certificate of Secondary Education (IGCSE). Pada tahun 1970-an masih belum dimasukkan ke dalam kurikulum Bahasa Inggris sampai tahun 1996. Meningkatknya ekonomi pasca jatuhnya Baht Thailand pada tahun 1998 dan perubahan paradigma pendidikan memperkenalkan reformasi pendidikan melalui Undang-Undang Pendidikan (NEA) tahun 1999. Sehingga dalam reformasi pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan standar pendidikan di Thailand pada tahun 2002. Kebanyakan orang menganggap bahwa konsep bilingual school diperkenalkan pada tahun 1960-an. Tapi sebenarnya, konsep bilingual school ini sudah mulai diterapkan pada tahun 1839 di Amerika. Amerika menjadi negara pertama yang menerapkan konsep billingual school ke dalam peraturan pendidikan mereka3. Sedangkan di Thailand, sejak tahun 1995 sebuah inovasi program Bahasa Inggris di sekolah negeri maupun swassta Thailand. Dan memperkerjakan guru asing untuk mengajar kelas billingual dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Undang-Undang Pendidikan terkait pengajaran Bahasa Inggris di sahkan pada tahun 1996 oleh pemerintah Thailand. Zulhamdan. AuKebijakan Dan Potret Pendidikan Islam Awal Abad 21 Di Thailand Selatan,Ay Journal Of Social Science Research 3, no. : 2. Mega Febriani and Fachari Helmanto. AuPemerataan Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa Inggris Sekolah Dasar Indonesia,Ay Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7, no. : 4, https://doi. org/10. 30997/dt. Dr. Munawir. MA. Model Pendidikan Antar Negara (Kanzum Books, 2. , 121. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 329 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Fatkhiyatur Rizkiyah Tingkat akumulasi persentase penggunaan kurikulum nasional dan internasional di Indonesia maupun Thailand menduduki persentasi yang sama yaitu: kurikulum Internasional 70-80% menggunakan kurikulum nasional 2030%. Sama halnya penggunaan kurikulum berbasis Internasional di kedua negara ini juga sama, yaitu menggunakan lima komponen: International Baccalaureate. Cambridge Assessment International Education. British Curriculum. American Curriculum. Australian Curriculum. Indonesia menempati posisi ke-4 kategori sistem pendidikan terbaik di Asia Tenggara setelah Thailand yang menenmpati ke-3 sistem pendidikan terbaik di Asia Tenggara. Dari perpaduan kurikulum pendidikan Indonesia dengan Thailand, samasama memiliki kurikulum nasional yang bertujuan untuk menjadi acuan atau pegangan Lembaga sekolah dalam meningkatkan prestasi siswa. Dan yang menjadi tantangan Lembaga pendidikan saat ini adalah internasionalisasi school5 dengan program student exchange6 antar negara. Program ini adalah bentuk Kerjasama antara Lembaga pendidikan Indonesia dengan institusi pendidikan dari berbagai negeri. Tujuan diadakanya program student exchange adalah untuk mengukur efektivitas kurikulum yang telah dibuat oleh Lembaga pendidikan dalam mengembangkan potensi peserta didik. Faktanya, dalam beberapa kali program student exchange masih banyak peserta didik yang masih kesulitan dalam berkomunikasi dengan siswa asing. Muslim Suksa School Satun Thailand adalah yayasan sekolah yang memiliki tiga tahap pendidikan yaitu Kinder Garten (Taman Kanak-Kana. Primary School (Sekolah Dasa. , dan Secondary School (SMP SMA), berlokasi di Provinsi Satun. Thailand Selatan. Dengan motto AuMendidik yang baik, berakhlak mulia, menggunakan bahasa untuk membangun masyarakatAy Sekolah Muslim Suksa Satun merupakan sekolah berbasis Agama Islam yang mempunyai pendidikan yang baik dan akhlak yang tinggi, serta berupaya mengembangkan bahasa dan kehidupan bermasyarakat. Dengan motto yayasan yang ingin menjadikan semua siswa bisa berbicara menggunakan bahasa asing yaitu bahasa arab dan juga bahasa Inggris. Muslim Suksa School Satun Thailand menerima segenap Mahasiswa dari Indonesia yang hendak melakukan student exchange. Melalui program tersebut nyatanya juga membangkitkan semangat siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Dari program student exchange inilah peneliti ingin melakukan Study Manajemen Kurikulum Program Bahasa Inggris di Secondary School Muslim Suksa School Satun Thailand dan Billingual School Junwangi Krian. Yang mana nantinya dapat menuahkan hasil, motivasi dan semangat bagi pelajar Indonesia untuk terus belajar dan berani berbicara menggunakan bahasa Inggris. Stefanie Marla and Ari Metalin. AuStudi Komparasi Metode Pengajaran Di Sekolah Dasar Indonesia Dan Sekolah Dasar Thailand,Ay Journal on Education 6, no. : 2. Ima Widyastuti and Nanang Bagus. AuPerbandingan Perolehan Bahasa Inggris Di Indonesia. Thailand Dan Filipina,Ay Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kepandidikan 5, no. : 4. Nasly Perosyah. AuPotensi Perluasan Kemitraan Internasional Universitas Hasanuddin Dengan Universitas Dalam Lingkungan ASEAN,Ay Hasanuddin Journal of International Affairs 2, no. : 2. Halaman 330 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM PROGRAM BAHASA INGGRIS DI SECONDARY SCHOOL MUSLIM SUKSA SCHOOL SATUN THAILAND Fatkhiyatur Rizkiyah METODE Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif yang berfungsi sebagai pendekatan untuk mengeksplorasi faktor Penelitian ini juga menggunakan pendekatan intrapersonal kepada siswa Muslim Suksa School Satun Thailand, untuk memahami kondisi objektif kemampuan berbicara Bahasa Inggris mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian dengan metode deskriptif kualitatif merupakan pendekatan yang efektif dalam perspektif subjek berdasarkan pengalaman yang kompleks. Melalui Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dam dokumentasi. Penulis juga memanfaatkan beberapa metode ilmiah7 dan analisis deskriptif, penilitian ini dapat menuahkan hasil terkait fenomena atau permasalahan yang ada dalam konteks sosial. Tujuan dari metode penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hasil Study Implementasi Manajemen Kurikulum Program Bahasa Inggris oleh siswa Muslim suksa School Satun Thailand dalam penerapan berbicara menggunakan Bahasa Inggris. PEMBAHASAN Perencanaan Dalam program Bahasa Inggris di ASEAN termasuk Indonesia dan Thailand sama- sama menggunakan metode pengajaran English Foregin Languange (EFL)8 mempraktikkan bahasa inggris di lapangan dengan menggunakan tiga acuan, meliputi: Pertama, fungsi interpretative, fungsi manajerial, fungsi interaktif. Serta metode Chartered Accountant (CA)9 dan Communicative Languange Teaching (CLT)10. Berbeda dengan kelas EFL pada umumnya, siswa dalam kelas yang diajarkan CA akan diperkenalkan dengan pembelajaran interaktif. sumber daya seperti mekanisme pergantian dan perbaikan beserta dengan budaya sosialnorma-norma interaksi budaya. Perencanaan kurikulum program Bahasa Inggris di Muslim Suksa School Satun Thailand, juga memiliki Langkah dan komponen penting untuk memastikan pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan sekolah dapat berjalan dengan efektif. Berikut adalah komponen dalam strategi penyusunan kurikulum program Bahasa Inggris di Muslim Suksa School Satun Thailand: Analisis Kebutuhan Siswa Melakukan survey dan evaluasi untuk memahami Tingkat kemampuan Bahasa Inggris siswa dan Mengidentifikasi kebutuhan peserta didik secara Feny Rita Fiantika. Mohammad Wasil, and Sri Jumiyati. Metodologi Penelitian Kualitatif . 2, n. Setia Bangun. AuPengajaran ESP DI STKIP Muhammadiyah Sindereng Rappang,Ay Jurnal Bahasa. Sastra Dan Budaya Fakultas Sastra UKI 8, no. : 55. Dr. Rupam Mishara. AuA Comprehensive Exploration of Chartered AccountantsAo Views on Integrating Blockchain in Accounting Practices,Ay Educational Administration: Theory and Practice 30, no. Novi Lesiana. Mulyadi, and Aswadi Jaya. AuClassroom Interaction in Communicative Languange Teaching of Secondary School,Ay ESTEEM: Journal Og English Study Programme 7, no. : 62. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 331 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Fatkhiyatur Rizkiyah spesifik dalam belajar Bahasa Inggris, baik dalam konteks akademik maupun non akademik. Pengembangan Kurikulum yang Komprehensif Menyusun kurikulum yang mencangkup empat keterampilan utama: mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Menetapkan penyusunan kurikulum yang telah dibuat, dan mengembangkannya sesuai perkembangan zaman serta kebutuhan peserta didik, serta Mencangkup materi yang relevan dan kontekstual, dengan mempertimbangkan budaya local dan nilai-nilai islam. Pemanfaatan Metode Pembelajaran yang Beragam Menggunakan berbagai macam metode pengajaran, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, dan penggunaan teknologi informasi dan Menerapkan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan mendengar. Pembelajaran Program yang Berkaitan Dengan Nilai-Nilai Islam Mengintegrasikan nilai-nilai islam dalam materi pembelajaran untuk memberikan pemahaman kepada siswa, pentingnya norma-norma yang terkandung dalam agama islam dan Menggunakan contoh pembelajaran fenomena alam yang sedang terjadi, dapat memperkaya pemahaman siswa mengenai Bahasa Inggris dalam konteks budaya Thailand. Pelatihan dan Pengembangan Profesional Guru Memberikan pelatihan bagi guru program Bahasa Inggris secara berkelanjutan untuk meningkatkan metode pengajaran dan strategi pembelajaran dan Mendorong guru untuk mengikuri workshop, seminar, dan kursus yang relevan dalam pengajaran Bahasa Inggris. Penilaian dan Umpan Balik yang Efektif Membangun sistem penilaian yang berfokus pada proses hasil belajar, sehingga siswa mendapatkan umpan balik yang konstruktif dan Menggunakan penilaian formatif untuk mengidentifikasi kemajuan siswa dan melakukan penyesuaian dalam pengajaran. Keterlibatan Orang Tua Mendorong keterlibatan orang tua dalam membantu belajar dirumah serta Mengadakan proses pengajaran penggunaan Bahasa Inggris di luar Seperti acara budaya atau pertunjukan. Pemantauan dan Evaluasi Kurikulum Melakukan evaluasi secara berkala untuk menilai relevansi dan efektivitasnya, serta Mengumpulkan masukan dari guru, siswa, dan orang tua untuk perbaikan berkelanjutan. Penanggung jawab program serta guru program Bahasa inggris, selalu mengadakan rapat perkumpulan perkembangan peserta didik sebanyak dua kali, yakni pasca tes Ujian Tengah Semester dan setelah Ujian Akhir Semester. Dengan strategi-strategi ini, program Bahasa Inggris di Muslim Suksa School diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat serta Halaman 332 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM PROGRAM BAHASA INGGRIS DI SECONDARY SCHOOL MUSLIM SUKSA SCHOOL SATUN THAILAND Fatkhiyatur Rizkiyah relevan bagi siswa. Diharapkan pserta didik juga dapat menghormati dan mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan agama mereka. Pengorganisasian Disamping itu, pentingnya Pendidikan Bahasa Inggris ditingkat sekolah menengah atas (SMA) terletak pada pengembangan kemampuan untuk Speaking. Listening. Reading, and Writing Skill. 11 Sama halnya dengan Program Bahasa Inggris di Muslim Suksa School Satu Thailand membagi pengorganisasian kurikulum program Bahasa Inggrisnya dengan empat bagian: Speaking12 Speaking merupakan keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris. Menjadi alat komunikasi yang efektif, memudahkan siswa dalam pengembangan bahasa, meningkatkan rasa kepercayaan diri, serta memperbanyak pemahaman mengenai budaya. Agar hasil bisa maksimal, siswa bisa lebih giat lagi dalam praktik dan interaksi dengan sesama teman sebaya untuk melancarkan kosa kata bahasa inggris dengan konteks yang beragam. Reading13 Reading merupakan keterampilan fundamental dalam bahasa Inggris. Menjadi alat untuk mengetahui segala informasi, memperbanyak kosa kata, serta meningkatkan keterampilan bahasa secara keseluruhan. Ketika para siswa giat membaca mereka bukan hanya belajar tentang bahasa, tetapi juga budaya, dan menambah pengalaman belajar siswa. Listening14 Listening merupakan keterampilan mendengarkan dalam bahasa Inggris. Dengan menjadi pendengar yang baik, siswa dapat berkomunikasi dengan orang asing mengenai keabsahan bahasa yang didengar. Writing15 Writing merupakan keterampilan menulis dalam bahasa Inggris. Langkah awal untuk siswa yang baru belajar bahasa Inggris adalah membiasakan menulis teks terlebih dahulu sebelum berbicara. Agar pembahasan lebih terarah dan menambah kepercayaan diri siswa. Penerapan Muslim Suksa School Satun Thailand merupakan Madrasah yang memiliki program Bahasa Inggris sebagai bentuk variasi peminatan siswa, dan Putu Lady Nova Kristina and Luh Made Dwi Wedayanthi. AuEksplorasi Strategi Pembelajaran Bahasa Inggris Di Kelas XI SMA Negeri 2 Bangli,Ay Sintaksis : Publikasi Para Ahli Bahasa Dan Sastra Inggris 2, 6 . : 70. Sunarti. AuStrategi Pengajaran Untuk Meningkatkan Kemahiran Berbicara Dalam Pembelajaran Bahasa Asing,Ay Indonesian Research Journal on Education 4, no. : 2. Dra. Hj. Sri Sugiastuti. Pd. Bahasa Inggris Itu Mudah (Andi Publisher, 2. , 5. Haryanto Atmowardoyo and Geminasti Sakkir. Belajar Bahasa Inggris AuPenyesuaian Model Pembelajaran Dalam Perubahan KurikulumAy . 3, n. Henricus W. Ismanthono. Learning English Made Easy For A Brighter Career. 4, n. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 333 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Fatkhiyatur Rizkiyah mengembangkan potensi berbahasa asing bagi siswa. Muslim Suksa School Satun Thailand juga memiliki kurikulum program Bahasa Inggris yang digunakan sebagai acuan pembelajaran bagi guru dan siswa. Seluruh siswa dapat mendengarkan, mengucapkan, membaca, menulis, mengikuti instruksi, dan juga menjelaskan. Prinsip bertukar informasi mengenai informasi pribadi, rutinitas sehari-hari, pengalaman, lingkungan sekitar yang terjadi didalam kelas dan Lembaga pendidikan. Kemudian siswa dapat merangkum gagasan pokok/topik yang diparoleh dari analisis cerita/berita/peristiwa. Para siswa juga diharapkan berbibaca Bahasa inggris dengan menggunakan nada suara yang lantang dan Gerakan tubuh yang sesuai dengan topik pembicaraan. Dalam proses pembelajaran meliputi, pengetahuan, meneliti, mengumpulkan, dan merangkum data/fakta, menyajikan laporan di kelas, menggunakan pertanyaan, dan bermain peran. Kurikulum program Bahasa Inggris di Muslim Suksa School Satun Thailand juga didesain untuk menggunakan permainan simulasi, bertukar fikiran, pecahkan masalah, dan berpartisipasi atas aktivitas Bahasa dan budaya sesuai minat peserta didik. Untuk memperoleh ilmu dan pemahaman yang dapat digunakan untuk study lebih lanjut dan karir. Manfaat dari menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari adalah mencintai negara, agama, dan raja, serta jujur, disiplin, bergairah belajar, dan hidup berkecukupan. Berkomitmen untuk bekerja sama menjadi orang Thailand dan memiliki pemikiran publik. Kurikulum program Bahasa Inggris di Muslim Suksa School Satun Thailand memiliki beberapa Kompetensi Dasar, diantaranya: Kompetensi Dasar 1. 1: Bahasa dan Komunikasi Mathayom mengikuti permintaan, instruksi, dan penjelasan sederhana oleh guru pengajar Bahasa Inggris, sesuai dengan apa yang disosialisasikan oleh guru, kemudian para siswa me-review Kembali informasi apa saja yang telah didengarkan dan dibaca. Kompetensi Dasar 1. Mathayom berbicara dan bertukar informasi mengenai diri pribadi, berbagai hal yang ada disekitar, dan situasi. Mathayom membaca dengan lantang pesan, berita, pengumuman, dan puisi pendek dengan benar. Mathayom menulis kalimat yang berhubungan dengan lingkungan, baik formal maupun non formal. Mathayom berbicara dan menulis untuk meminta dan memberi informasi, menguraikan dan menyatakan pendapat tentang cerita yang didengarkan dan dibaca. Mathayom berbicara dan menulis untuk mengungkapkan persasaan dan pendapat pribadi mengenai berbagai hal. Kompetensi Dasar 1. Mathayom berbicara dan menulis untuk mengungkapkan pendapat mengenai kegiatan berbagai hal didekatnya beserta keterlibatan pengalaman . Kompetensi Dasar 2. 1: Bahasa dan Budaya Halaman 334 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM PROGRAM BAHASA INGGRIS DI SECONDARY SCHOOL MUSLIM SUKSA SCHOOL SATUN THAILAND Fatkhiyatur Rizkiyah Mathayom menggunakan Bahasa Inggris, dengan nada suara, dan gerak tubuhnya sesuai dengan Masyarakat dan penutur asli, serta sesuai dengan kejadian. Kompetensi Dasar 3. 1: Bahasa dan korelasi dengan mata Pelajaran Mathayom meneliti, merangkum, dan mengumpulkan fakta atau informasi yang berkaitan dengan mata Pelajaran, serta mempresentasikan hasil temuan secara lisan/tulisan. Kompetensi Dasar 4. 1: Bahasa dan korelasi dengan Masyarakat dan dunia Mathayom menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi dalam situasi nyata atau simulasi yang terjadi didalam kelas. Mathayom menggunakan Bahasa Inggris dalam pencarian atau penelitian. Serta mengumpulkan dan merangkum pengetahuan dan informasi beragam dari berbagai media dan sumber belajar. Evaluasi Bahasa Inggris tidak digunakan secara aktif oleh siswa di sekolah, baik di Negara Indonesia maupun Thailand. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa Bahasa Inggris adalah Bahasa asing di kedua negara tersebut. Dan hanya mengajarkan secara resmi di mata Pelajaran Bahasa Inggris. dan penggunaan Bahasa Inggris di dalam kelas seringkali terbatas, dikarenkan masih seringnya menggunkan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Thailand untuk komunikasi di dalam kelas. Muslim Suksa School Thailand juga memiliki evalusi penilaian terkait program Bahasa Inggris terhadap peserta didiknya. Guna sebagai form penilaian perkembangan hasil belajar siswa, berikut adalah indikator penilaian program Bahasa Inggris Muslim Suksa School Satun Thailand. Indikator Format Tanggal Tenggat Skor Penilaian Kerja Tugas Waktu Kosa Kata Tugas Skor Afektif Keterampilan Berbicara Keterampilan Membaca Keterampilan Menulis Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 335 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Fatkhiyatur Rizkiyah Keterampilan Mendengar Pasca Tes Ujian Tengah Semester Tes Akhir Jumlah 100 Penanggung jawab program serta guru program Bahasa inggris, selalu mengadakan rapat perkumpulan perkembangan peserta didik sebanyak dua kali, yakni pasca tes Ujian Tengah Semester dan setelah Ujian Akhir Semester. Dengan strategi-strategi ini, program Bahasa Inggris di Muslim Suksa School diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat serta relevan bagi siswa. Diharapkan pserta didik juga dapat menghormati dan mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan agama mereka. KESIMPULAN Program Bahasa Inggris di Secondary School Muslim Suksa School Satun Thailand telah dikelola dengan baik melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi secara keseluruhan dimonitoring oleh penanggung jawab unggulan bahasa Inggris. Pengontrolan tersebut berjalan dengan baik sehingga berimplikasi pada stabilitas pelaksanaan program Bahasa Inggris dengan pemberian solusi aplikatif dalam setiap kendala. Proses evaluasi yang dilakukan secara berkala terhadap program Bahasa Inggris menunjukkan komitmen madrasah dalam mencapai tujuan program. Hasil evaluasi digunakan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan program secara berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk melibatkan adanya program student exchange, peserta didik dapat berkomunikasi langsung, bertukar fikiran, informasi, dan menjalin relasi antar mahasiswa asing, diharapkan kualitas lulusan secondary school Muslim Suksa School Satun Thailand dapat terus ditingkatkan. DAFTAR PUSTAKA