Pengaruh Kinerja Rentabilitas dan Risiko Usaha terhadap Skor Kesehatan Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Indonesia JBB 8, 2 Dinda Krisna Dewiyanti, 2Herizon STIE Perbanas Surabaya, . Jl. Nginden Semolo Surabaya 60118 Jawa Timur. Indonesia AB S TRACT The purpose of this research is to analyze the effect of ROA. ROE. NIM. CKPN Credit. NPL. IRR. PDN. BOPO. FBIR, and LDR either simultaneously or partially on BankAos Determining Soundness Score. It used National Private Foreign Commercial Banks in Indonesia as the population. The sample was taken by means of purposive sampling. The secondary data were collected documentation method. They were analyzed using Multiple Regression Analysis (MRA). It was found that ROA. ROE NIM. CKPN Credit. NPL. IRR. PDN. BOPO. FBIR and LDR have significant effects on Determining Soundness Score of National Private Foreign Commercial Bank in Indonesia. Partially. ROA has no positive significant effect but ROE neither has a positive significant effect. NIM has no negative significant effect, and CKPN Credit neither has no positive significant effect. NPL has a negative significant effect, and IRR neither has no positive significant effect. PDN has no positive significant effect. BOPO has no negative significant effect. FBIR has no negative significant effect and finally neither LDR has no negative significant effect. Among all of the variables in this research. NPL is the most dominant variable affecting the Determining Soundness Score of National Private Foreign Commercial Bank in Indonesia with 11,7 percent higher than the other variables. Received 9 Januari 2019 Revised 26 April 2019 Accepted 29 April 2019 JEL Classification: G21 DOI: 14414/jbb. AB S TRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh ROA. ROE. NIM. CKPN Credit. NPL. IRR. PDN. BOPO. FBIR, and LDR baik secara simultam maupun parsial terhadap Skor kesehatan bank. Penelitian ini menggunakan Bank Umum Devisa di Indonesia sebagai populasinya. Sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling. Data sekunder diamabil dengan cara domentary kemudian datanya dianalsis dengan Multiple Regression Analysis (MRA). Ditemukan bahwa ROA. ROE NIM. CKPN Credit. NPL. IRR. PDN. BOPO. FBIR and LDR ber. ngaruh signifikan terhadap penentuan sekor kesehatan bank Score Umum nasional swasta Devisa di Indonesia. Secara parsial ROA tidak berpengaruh secara positif, tetapi ROE berpengaruh secara positif. NIM tidak berpengaruh signifikan secara negatif , dan CKPN Credit juga tidak berpengaruh secara positif signifikan. Namun. NPL berpengaruh signifkan negatif begitu juga IRR tidak berpegaruh signifikan positif. PDN juga tidak berpengaruh secara positif signifikan begitu juga BOPO juga tidak berpengaruh negatif signifikan. FBIR tidak berpengaruh Journal of sevara negatif signifikan dan akhirnya. LDR juga tidak berpengaruh negatif signifikan. Business and Banking D antar semua variabel. NPL yang paling dominant berpengaruh terhadap penentuan skor kesehatan bank umum swasta asing devisa di Indonesia dengan 11,7 persen lebih ISSN 2088-7841 tinggi daripada variabel lainnya. Keywords: Profitability Performance. Business Risk. Soundness Score Volume 8 Number 2 November 2018 - April PENDAHULUAN 289 Ae 306 Secara umum. Bank dapat didefinisikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa A STIE Perbanas Press Kesehatan Bank bank lainnya (Kasmir, 2012:. Oleh karena itu, bank memainkan peran penting dalam memelihara kepercayaan masyarakat Sejalan dengan perannya yang merupakan penghimpun dan penyalur dana dan karakteristik usahanya dapat, maka dikatakan bank merupakan suatu usaha yang kegiatannya banyak diatur oleh pemerintah. Selain dengan adanya fungsi bank tersebut, bank juga harus memperhatikan tingkat persaingan semakin ketat antar bank. Agar bank dapat menjalankan fungisnya dengan baik dan dapat mengahadapi persaingan yang semakin ketat, maka sangat penting bagi bank agar mereka tetap sehat. Penilaian kesahatan bank dilakukan setiap tahun, agar dapat diketahui bahwa mereka mengalami peningkatan maupun penurunan. Untuk mengukur tingkat kesehatan suatu bank mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 4/POJK. 03/2016 yang bertujuan untuk menentukan bank dalam kondisi sangat sehat, sehat, cukup sehat kurang sehat, dan tidak sehat. Penilaian kesehatan bank sangatlah penting bagi suatu bank karena mempunyai tanggung jawab untuk mengelola dana yang dimiliki masyarakat dan jika suatu saat masyarakat ingin menarik dananya sewaktu-waktu bank harus mengembalikkan dana tersebut agar tetap dipercaya oleh masyarakat. Skor kesehatan bank seharusnya selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu dan tidak mengalami penurunan kembali, namun hal itu tidak terjadi pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Indonesia seperti ditunjukkan pada Lampiran 1. Berdasarkan Lampiran 1, diketahui bahwa perkembangan skor kesehatan Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Indonesia pada 2011 sampai dengan tahun 2015 cenderung mengalami penurunan dengan ratarata tren sebesar negatif 0,16. Dari 53 Bank Swasta Nasional Devisa, terdapat 25 bank yang negatif dengan persentase 47,16 persen, sedangkan 28 bank positif dengan persentase 52,83 persen. Hal inilah yang menunjukkan bahwa masih adanya masalah pada skor kesehatan bank umum swasta nasional devisa dan setiap bank pernah mengalami penurunan skor atau tren negatif dalam periode 2012 sampai dengan 2015. Kenyataan inilah yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian tentang skor kesehatan bank umum swasta nasional devisa dan sekaligus mencari tahu faktorfaktor apa yang menjadi penyebab terjadinya penurunan skor kesehatan bank umum swasta nasional devisa. RERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS Earnings (Rentabilita. Rasio rentabilitas bertujuan untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba selama periode tertentu. Return On Assets (ROA) Rasio ROA digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam memperoleh laba secara keseluruhan. Rumus yang digunakan: ROA = Laba sebelum Pajak x100% Rata-rata Total Aset ROA berpengaruh positif terhadap skor kesehatan, karena apabila ROA meningkat berarti telah terjadi peningkatan laba sebelum pajak dengan prosentase lebih besar dibandingkan prosentase peningkatan ratarata aset. Akibatnya, skor kesehatan pada aspek rentabilitas mengalami peningkatan, dan dengan asumsi tidak ada pengaruh pada aspek lain terhadap skor kesehatan, maka total skor kesehatan akan mengalami Dengan demikian dapat disimpulkan pengaruh ROA terhadap skor kesehatan bank adalah positif. ROA merupakan salah satu rasio yang digunakan pada penelitian ini. skor kesehatan akan mengalami Dengan demikian dapat disimpulkan pengaruh ROA terhadap skor kesehatan bank adalah positif. ROA merupakan salah satu rasio yang digunakan pada penelitian ini. Pengaruh positif ROA terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Beata Dinda Permatasari . yang menemukan bahwa ROA memiliki pengaruh positif signifikan. H1: ROA mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap skor kesehatan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Return on Equity (ROE) Rasio ini sebagai perbandingan antara laba sebelum pajak dengan rata-rata ekuitas. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus: ROE = Laba setelah Pajak x100% Rata-rata Ekuitas ROE berpengaruh positif terhadap skor kesehatan, karena apabila ROE meningkat berarti telah terjadi peningkatan laba setelah pajak dengan prosentase lebih besar dibandingkan persentase peningkatan modal sendiri bank, sehingga skor kesehatan pada aspek rentabilitas mengalami peningkatan, dan dengan asumsi tidak ada pengaruh pada aspek lain terhadap skor kesehatan, maka total skor kesehatan akan mengalami Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ROE memiliki pengaruh positif terhadap skor kesahatan. ROE merupakan salah satu rasio yang digunakan pada penelitian ini. Pengaruh positif ROE terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian oleh Beata Dinda Permatasari . yang menemukan bahwa ROE memiliki pengaruh positif signifikan. H2: ROE mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap skor kesehatan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Net Interest Margin (NIM) Rasio NIM digunakan untuk melihat kemampuan bank dalam menghasilkan pendapatan bunga bersih. Rasio ini dihitung dengan rumus: NIM = Pendapatan Bunga Bersih x 100% Rata-rata Aset Produktif NIM berpengaruh positif terhadap skor kesehatan, karena apabila NIM meningkat berarti telah terjadi peningkatan pendapatan bunga bersih dengan prosentase lebih besar dibandingkan prosentase peningkatan peningkatan aktiva produktif bank, sehingga skor kesehatan pada aspek rentabilitas mengalami peningkatan, dan dengan asumsi tidak ada pengaruh pada aspek lain terhadap skor kesehatan, maka total skor kesehatan akan mengalami peningkatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa NIM memiliki pengaruh positif terhadap skor kesehatan. NIM merupakan salah satu rasio yang digunakan pada penelitian ini. Pengaruh positif NIM terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Beata Dinda Permatasari . JBB 8, 2 Kesehatan Bank yang menemukan bahwa NIM memiliki pengaruh positif signifikan. H3: NIM mempunyai pengaruh positif signifi kan terhadap skor kesehatan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Risiko Usaha Bank Risiko kredit adalah Risiko akibat kegagalan pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada Bank, termasuk Risiko Kredit akibat kegagalan debitur. Risiko konsentrasi kredit, counterparty credit risk, dan settlement risk (POJK No. 18/POJK/03 /2. Risiko kredit diukur dengan rasio-rasio sebagai berikut: (Taswan 2010, 164-. CKPN atas Kredit Rasio ini menunjukkan besarnya presentase rasio cadangan penyisihan terhadap total kredit yang diberikan oleh bank. Rumus yang CKPN = CKPN atas Kredit x 100% Total Kredit CKPN atas kredit berpengaruh positif terhadap risiko kredit. Hal ini terjadi apabila CKPN atas kredit meningkat berarti telah terjadi peningkatan cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit dengan prosentase peningkatan lebih bear dibanding prosentase peningkatan total kredit yang disalurkan. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan kredit bermasalah, sehingga risiko kredit mengalami peningkatan. Peningkatan risiko kredit yang dialami bank akan mengakibatkan skor kesehatan pada aspek profil resiko mengalami penurunan dan dengan asumsi skor kesehatan pada aspek yang lain tetap, maka total skor kesehatan pada aspek profil risiko mengalami penurunan, yang berarti CKPN atas kredit berpengaruh negatif terhadap skor kesehatan bank. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh risiko kredit yang diukur dengan CKPN atas kredit terhadap skor kesehatan adalah negatif, karena dengan meningkatnya cadangan kerugian atas kredit menyebabakan risiko kredit pada bank meningkat dan skor kesehatan bank menurun. CKPN atas kredit merupakan salah satu rasio yang digunakan pada penelitian ini. Pengaruh positif CKPN atas kredit terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Dhita Dhora D & Herizon C . yang menemukan bahwa NIM memiliki pengaruh positif tidaksignifikan. H4: CKPN atas kredit mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap skor kesehatan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Non Perfoming Loan (NPL) Rasio ini untuk membandingkan antara kredit bermasalah dengan total kredit. Rumus yang digunakan: NPL= Total Kredit Bermasalah x 100% Total Kredit NPL berpengaruh positif terhadap risiko kredit, karena apabila NPL meningkat berarti telah terjadi peningkatan total kredit bermasalah lebih besar dibandingkan persentase peningkatan total kredit yang disalurkan, sehingga menyebabkan peningkatan risiko kredit. Peningkatan risiko kredit menyebabkan terjadinya penurunan skor kesehatan pada aspek profil risiko, dan dengan asumsi tidak ada perubahan skor kesehatan dari aspek yang lain, maka total skor kesehatan akan mengalami penurunan. Dengan demikian, dapat disimpulkan pengaruh NPL terhadap risiko kredit adalah positif, pengaruh NPL terhadap skor kesehatan adalah negatif, dan pengaruh risiko kredit terhadap skor kesehatan adalah negatif. NPL merupakan salah satu rasio yang digunakan pada penelitian ini. Pengaruh negatif NPL terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Dhita Dhora D & Herizon C . yang menemukan bahwa NPL memiliki pengaruh negatif tidak signifikan, sedangan pengaruh negatif NPL terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Agung Y & Wiwit Apit S . dan Niken Pratiwi . yang menemukan bahwa NPL memiliki pengaruh negatif signifikan. H5: NPL mempunyai pengaruh negatif yang signifi kan terhadap skor kesehatan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Risiko Pasar adalah Risiko pada posisi neraca dan rekening administratif, termasuk transaksi derivatif, akibat perubahan keseluruhan dari kondisi pasar, termasuk risiko perubahan harga option (POJK No. 18/POJK/03/2. Risiko pasar dapat diukur dengan rasio-rasio sebagai berikut (Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono, 2012:273-. Interest Rate Risk (IRR) Rasio IRR atau biasa dikenal risiko suku bunga merupakan risiko yang timbul akibat perubahan tingkat suku bunga acuan. Rumus yang IRR= Interest Rate Sensitivity Assets Interest Rate Sensitivity Liabilities x 100% IRR berpengaruh positif atau negatif terhadap risiko pasar . uku Hal ini terjadi apabila IRR meningkat berarti telah terjadi peningkatan Interest Rate Sensitivity Assets (IRSA) dengan persentase lebih besar dibandingkan persentase peningkatan Interest Rate Sensitivity Liability (IRSL). IRR berpengaruh positif atau negatif terhadap risiko pasar . uku bung. Hal ini terjadi apabila IRR meningkat berarti telah terjadi peningkatan Interest Rate Sensitivity Assets (IRSA) dengan persentase lebih besar dibandingkan persentase peningkatanInterest Rate Sensitivity Liability (IRSL). Apabila suku bunga cenderung meningkat, maka akan terjadi kenaikan pendapatan bunga lebih besar dibandingkan dengan kenaikan biaya bunga, sehingga risiko pasar . uku bung. Apabila suku bunga cenderung menurun, maka akan terjadi penurunan juga pada pendapatan bunga lebih besar dibandingkan dengan penurunan biaya bunga, sehingga risiko pasar . uku bung. Meningkatnya atau menurunnya risiko pasar . uku bung. yang dialami bank menyebabkan terjadinya peningkatan atau penurunan skor kesehatan pada aspek profil risiko, dan dengan asumsi tidak ada perubahan skor kesehatan dari aspek yang lain, maka total skor kesehatan akan mengalami peningkatan atau penurunan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh risiko pasar yang diukur dengan IRR berpengaruh positif atau negatif terhadap skor kesehatan, tergantung pada tinggi rendahnya nilai tingkat suku bunga pasar yang dapat JBB 8, 2 Kesehatan Bank mempengaruhi tinggi rendahnya risiko pasar dan pengaruhnya terhadap skor kesehatan apakah meningkat atau menurun. IRR merupakan salah satu rasio yang digunakan pada penelitian ini Pengaruh positif atau negatif IRR terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Beata Dinda P . yang menemukan bahwa IRR memiliki pengaruh positif atau negatif signifikan, sedangan pengaruh positif IRR terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Niken Pratiwi . yang menemukan bahwa IRR memiliki pengaruh positif tidak signifikan dan pengaruh positif IRR terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Agung Y & Wiwit A . dan Dhita Dhora D & Herizon C yang menemukan bahwa IRR memiliki pengaruh negatif tidak signifikan. H6: IRR mempunyai pengaruh positif atau negatif yang signifi kan terhadap skor kesehatan pada Bank Umum SwastaNasional Devisa. Posisi Devisa Netto (PDN) Rasio PDN merupakan selisih bersih aktiva dan pasiva valas dalam neraca untuk setiap valuta asing ditambah dengan selisih bersih tagihan dan kewajiban. Rumus yang digunakan: PDN= (Aset Valas - Liabilitias Vala. Selisih off Balance Sheet x 100% Modal PDN dapat berpengaruh positif . juga bisa negatif . erlawanan ara. terhadap risiko pasar. Hal ini dapat terjadi apabila PDN meningkat, berarti lebih terjadi peningkatan aktiva valas dengan prosentase peningkatan lebih besar dibandingkan prosentase peningkatan pasiva valas. Apabila nilai tukar cenderung meningkat, maka akan terjadi kenaikan pendapatan valas lebih besar dari pasiva valas, sehingga risiko pasar . ilai tuka. Apabila suku bunga cenderung menurun, maka akan terjadi penurunan pada pendapatan aktiva lebih besar dibandingkan dengan penurunan pasiva valas, sehingga risiko pasar . ilai tuka. Peningkatan atau penurunan risiko pasar . ilai tuka. yang dialami bank menyebabkan terjadinya peningkatan atau penurunan skor kesehatan pada aspek profil risiko, dan dengan asumsi tidak ada perubahan skor kesehatan dari aspek yang lain, maka total skor kesehatan akan mengalami peningkatan atau penurunan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengaruh risiko pasar yang diukur dengan PDN berpengaruh positif atau negatif terhadap skor kesehatan, tergantung pada tinggi rendahnya nilai tukar yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya risiko pasar dan pengaruhnya terhadap skor kesehatan apakah meningkat atau PDN merupakan salah satu rasio yang digunakan pada penelitian Pengaruh positif atau negatif PDN terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Dhita Dhora D & Herizon C . yang menemukan bahwa PDN memiliki pengaruh negatif tidak signifikan. H7: PDN mempunyai pengaruh positif atau negatif yang signifi kan terhadap skor kesehatan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Risiko Operasional ialah risiko akibat ketidakcukupan dan/ atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem dan/atau adanya kejadian-kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional Bank (POJK No. 18/POJK/03/2. Risiko operasional dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (Veithzal Rivai, dkk 2013:. Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Rasio BOPO digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasional. Rumus yang digunakan: BOPO= Beban Operasional x 100% Pendapatan Operasional BOPO berpengaruh positif terhadap risiko operasional, karena apabila BOPO meningkat berarti telah terjadi peningkatan biaya operasional dengan persentase lebih besar dibandingkan persentase peningkatan pendapatan operasional. Akibatnya terjadi peningkatan biaya operasional yang berarti terjadi peningkatan risiko operasional. Peningkatan risiko operasional yang dialami bank akan mengakibatkan skor kesehatan pada aspek profil resiko mengalami penurunan dan dengan asumsi skor kesehatan pada aspek yang lain tetap, maka total skor kesehatan pada aspek profil risiko mengalami penurunan, yang berarti BOPO berpengaruh negatif terhadap skor kesehatan bank. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh risiko operasional yang diukur dengan BOPO terhadap skor kesehatan adalah negatif, karena dengan meningkatnya biaya operasional menyebabakan risiko operasional pada meningkat dan skor kesehatan bank menurun. BOPO merupakan salah satu rasio yang digunakan pada penelitian ini. Pengaruh negatif BOPO terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Beata Dinda P . dan Agung Y & Wiwit Apit S . yang menemukan bahwa BOPO memiliki pengaruh negatif tidak signifikan, sedangkan Pengaruh negatif BOPO terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Dhita Dhora D & Herizon C . yang menemukan bahwa BOPO memiliki pengaruh negatif signifikan. H8: BOPO mempunyai pengaruh negatif yang signifi kan terhadap skor kesehatan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Fee Based Income Ratio (FBIR) Pendapatan operasional di luar bunga. Rumus yang digunakan: FBIR= Pendapatan Operasional diluar Bunga x 100% Pendapatan Operasional FBIR berpengaruh negatif terhadap risiko operasional, hal ini terjadi apabila FBIR meningkat maka telah terjadi peningkatan pendapatan operasional selain bunga dengan prosentase yang lebih besar daripada prosentase peningkatan pendapatan operasional. Akibatnya, tingkat efisiensi bank dalam hal menghasilkan pendapatan operasional selain bunga meningkat, sehingga risiko operasional bank menurun. Penurunan risiko operasional yang dialami bank akan mengakibatkan skor kesehatan pada aspek profil resiko mengalami penurunan, dan dengan asumsi skor kesehatan pada aspek yang lain tetap, maka total skor kesehatan pada aspek profil risiko mengalami peningkatan, yang berarti FBIR berpengaruh positif terhadap skor kesehatan bank. Dengan demikian JBB 8, 2 Kesehatan Bank dapat disimpulkan bahwa pengaruh risiko operasional yang diukur dengan FBIR terhadap skor kesehatan adalah positif, karena dengan meningkatnya pendapatan operasional selain bunga menyebabkan risiko operasional pada bank menurun dan skor kesehatan bank meningkat. FBIR merupakan salah satu rasio yang digunakan pada penelitian ini. Pengaruh positifFBIR terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Dhita Dhora D & Herizon C . yang menemukan bahwa FBIR memiliki pengaruh positif signifikan, sedangkan pengaruh negatif FBIR terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Niken Pratiwi . yang menemukan bahwa FBIR memiliki pengaruh negatif tidak signifikan H9: FBIR mempunyai pengaruh positif yang signifi kan terhadap skor kesehatan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Risiko Likuiditas, risiko akibat kegagalan pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada Bank, termasuk risiko kredit akibat kegagalan debitur (POJK No. 18/POJK/03/2. Risiko Likuiditas diukur dengan rasio-rasio sebagai berikut (Veithzal Rivai, dkk 2013, 483-. Loan to Deposit Ratio (LDR) Rasio ini adalah rasio yang mengukur perbandingan jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana yang diterima oleh bank. Rumus yang LDR= Kredit x 100% Dana Pihak Ketiga RISIKO LIKUIDITAS LDR LDR berpengaruh negatif terhadap risiko likuiditas, karena apabila LDR meningkat berarti telah terjadi peningkatan total kredit dengan persentase lebih besar dibandingkan persentase peningkatan total DPK, sehingga kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga dengan menyalurkan kredit meningkat atau mengalami peningkatan likuiditas, yang berarti risiko likuiditas yang dihadapi oleh bank menurun. Penurunan risiko likuiditas yang dialami bank, akan mengakibatkan skor kesehatan pada aspek profil risiko mengalami peningkatan, dan dengan asumsi skor kesehatan pada aspek yang lain tetap, maka total skor kesehatan padaaspek profil risiko mengalami peningkatan, yang berarti LDR berpengaruh positif terhadap skor kesehatan bank. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh risiko likuiditas yang diukur dengan LDR berpengaruh positif terhadap skor kesehatan, karena dengan meningkatnya total kredit yang disalurkan akan menyebabkan risiko likuiditas menurun dan skor kesehatan bank meningkat. LDR merupakan salah satu rasio yang digunakan pada penelitian ini. Pengaruh positif LDR terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Beata Dinda P . dan Dhita Dhora D & Herizon C . yang menemukan bahwa LDR memiliki pengaruh positif signifikan, sedangkan pengaruh positif LDR terhadap skor kesehatan telah dibuktikan di dalam penelitian yang dilakukan oleh Niken Pratiwi . yang menemukan bahwa LDR memiliki pengaruh positif tidak signifikan. H10: LDR mempunyai pengaruh positif yang signifi kan terhadap skor kesehatan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Rerangka pemikiran penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1. JBB 8, 2 Gambar 1 Kerangka Penelitian METODE PENELITIAN Populasi. Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Penelitian ini peneliti tidak meneliti semua anggota populasi, tetapi hanya meneliti anggota sampel yang terpilih sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sampel yang bersifat tidak acak berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang disesuaikan dengan tujuan Kriteria yang digunakan untuk menentukan anggota sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Mempunyai total modal inti dari Rp. 8 Triliun sampai dengan Rp. Triliun periode akhir tahun 2015. Bank-bank yang pernah mengalami penurunan skor kesehatan dengan dibuktikannya hasil tren dan rata rata tren negatif periode 2011 sampai dengan 2015 dan mempunyai laporan publikasi lengkap. Data dan Metode Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data data yang diperoleh dan dikumpulkan dari laporan keuangan bank tahunan dari periode 2011 sampai dengan 2015 melalui biro riset majalah Infobank. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi yang merupakan metode dengan cara mengumpulkan data atau dokumen dari laporan keuangan Bank Umum Swasta Nasional Devisa Tahun 2011 sampai Tahun 2015. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dengan rumusan model sebagai berikut: Analisis Regresi Kesehatan Bank Y = 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 6X6 7X7 8X8 9X9 ei Keterangan : = Skor Kesehatan Bank = Konstanta 1-9 = Koefisien Regresi X1 ROA. X2 ROE. X3 NIM. X4 CKPN atas kredit. X5 NPL. X6 IRR. PDN. X8 BOPO. X9 FBIR. X10 LDR = Faktor Penganggu di luar model Uji Simultan (Uji F),digunakan untuk menguji signifikansi variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat Uji Individu (Uji . , digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Analisis deskriptif Hasil analisis deskriptif seperti Tabel 2. Selama periode penelitian, ratarata Skor Kesehatan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebesar 77,73 persen. Rata-rata ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebesar 1,22 persen. Rata-rata ROE pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebear 4,04 persen. Rata-rata NIM pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebear 4,12 persen. Rata-rata CKPN atas kredit pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebear 2,35 persen. Rata-rata NPL pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebesar 2,59 persen. Rata-rata IRR pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebear 99,43 persen. Ratarata PDN pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebear 3,01 persen. Rata-rata BOPO pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebear 89,13 Rata-rata FBIR pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebear 14,71 persen. Rata-rata LDR pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebesar 89,12 persen. Analisis Statistik Hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Uji F (Simulta. memperoleh Fhitung sebesar 12,101 dengan signifikan 0,000. Fhitung . > Ftabel . , artinya variabel ROA. ROE. NIM. CKPN atas kredit. NPL. IRR. PDN. BOPO. FBIR, dan LDR secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap Skor Kesehatan. Koefisien determinasi (RSquar. sebesar 0,756, menunjukkan perubahan yang terjadi pada Skor Kesehatan sebesar75,6 persen. Hasil Uji F yang diperoleh dari pengujian ini ditunjukkan pada Tabel 3. Uji t dalam regresi linier berganda digunakan untuk menguji kesepuluh variabel bebas (ROA. ROE. NIM. CKPN atas kredit. NPL. IRR. PDN. BOPO. FBIR dan LDR) secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap Skor Kesehatan. Hasil uji t yang diperoleh dari pengujian ini seperti pada Tabel 4. Pengaruh ROA terhadap Skor Kesehatan ROA berpengaruh terhadap skor kesehatan sebesar 1,04 persen, dengan demikian hipotesis 1 penelitian ini yang menyatakan bahwa ROA mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap skor kesehatan Hasil penelitian ini sesuai dengan teori dikarenakan berdasarkan teori apabila ROA meningkatberarti telah terjadi peningkatan laba sebelum pajak dengan presentase lebih besar dibandingkan presentase peningkatan rata-rata aset. Akibatnya bank yang memiliki ROA semakin besar maka semakin besar juga tingkat keuntungan yang diperoleh oleh Hal tersebut menunjukkan skor kesehatan pada aspek rentabilitas mengalami peningkatan, dan dengan asumsi tidak ada pengaruh pada aspek lain terhadap skor kesehatan, maka total skor kesehatan mengalami Selama periode penelitian tahun 2011 sampai dengan 2015 skor kesehatan bank cenderung meningkat yang dibuktikan dengan ratarata tren sebesar 0,18. Hasil ini tidak signifikan karena meskipun telah terjadi perubahan ROA pada bank sampel penelitian yang relatif besar dengan dibuktikan rata-rata tren secara keseluruhan sebesar negative 0,37 persen namun hanya menyebabkan perubahan pada skor kesehatan bank yang relatif kecil yaitu sebesar 0,18. Hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Beata Dinda Permatasari pada tahun 2013, yang menemukan bahwa variabel ROA memiliki pengaruh positif signifikan terhadap skor kesehatan, dan Agung Yuliato dan Wiwit Apit S pada tahun 2013 memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap skor Pengaruh ROE terhadap Skor Kesehatan ROE memiliki pengaruh positif yang signifikan. ROE berpengaruh terhadap skor kesehatan sebesar 11,09 persen dengan demikian hipotesis 2 penelitian ini yang menyatakan bahwa ROE mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap skor kesehatan diterima. Tabel 2 Descriptive Statistics Mean Std. Deviation SKOR_KESEHATAN ROA ROE NIM CKPN NPL IRR PDN BOPO FBIR LDR Sumber: Data Diolah Tabel 3 Hasil Analisis Uji F Model Sum of Squares df Mean Square Sig. Regression Residual Total Sumber: Data Diolah JBB 8, 2 Kesehatan Bank Tabel 4 Koefisien Regresi dan Hasil Uji t Variabel Penelitian H 0 Kesimpulan H 1 ROA 0,643 1,685 0,102 0,0104 Diterima Ditolak ROE 2,207 1,685 0,333 0,1109 Ditolak Diterima NIM -0,664 1,685 -0,106 0,0112 Diterima Ditolak CKPN 0,815 -1,685 0,129 0,0166 Diterima Ditolak NPL -2,270 -1,685 -0,342 0,117 Ditolak Diterima IRR 1,350 A2,020 0,211 0,0445 Diterima Ditolak PDN 0,240 A2,020 0,038 0,0014 Diterima Ditolak BOPO -0,427 -1,685 -0,068 0,0046 Diterima Ditolak FBIR -0,151 1,685 -0,024 0,0006 Diterima Ditolak LDR -0,354 1,685 -0,057 0,0032 Diterima Ditolak R Square= 0,756 Konstanta= 70,867 Sig F= 0,000 F hitung= 12,101 Sumber: Data Diolah Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori dikarenakan berdasarkan teori apabila ROE meningkat berarti telah terjadi peningkatan laba setelah pajak dengan persentase lebih besar dibandingkan persentase peningkatan modal sendiri bank, sehingga mampu dalam mengelola modal yang ada untuk mendapatkan laba bersih. Hal tersebut menunjukkan skor kesehatan pada aspek rentabilitas mengalami peningkatan, dan dengan asumsi tidak ada pengaruh pada aspek lain terhadap skor kesehatan, maka total skor kesehatan mengalami peningkatan. Selama periode penelitian tahun 2011 sampai dengan 2015 skor kesehatan bank cenderung meningkat yang dibuktikan dengan rata-rata tren sebesar 0,18. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Beata Dinda P pada tahun 2013, yang menemukan bahwa variabel ROE memiliki pengaruh positif signifikan terhadap skor Pengaruh NIM terhadap Skor Kesehatan NIM memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan. NIM berpengaruh terhadap skor kesehatan sebesar 1,12 persen, dengan demikian hipotesis 3 penelitian ini yang menyatakan bahwa NIM mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap skor kesehatan Hasilpenelitianinitidaksesuaidenganteoridikarenakanberdasarkan teori apabila NIM menurun berarti telah terjadi peningkatan pendapatan bunga bersih dengan persentase lebih kecil dibandingkan persentase peningkatan aktiva produktif bank, sehingga bank tidak mampu dalam menghasilkan pendapatan bunga bersih. Hal tersebut menunjukkan skor kesehatan pada aspek rentabilitas mengalami penurunan dan dengan asumsi tidak ada pengaruh pada aspek lain terhadap skor kesehatan, maka total skor kesehatan mengalami penurunan namun kenyataannya rata Ae rata tren skor kesehatan mengalami peningkatan selama periode penelitian tahun 2011 sampai dengan 2015 skor sebesar 0,18. Hasil ini tidak signifikan karena meskipun telah terjadi perubahan NIM pada bank sampel penelitian yang relatif besar dengan dibuktikan rata-rata tren secara keseluruhan sebesar negatif 0,26 persen namun hanya menyebabkan perubahan pada skor kesehatan bank yang relatif kecil yaitu sebesar 0,18. Hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Beata Dinda P pada tahun 2014, yang menemukan bahwa variabel NIM memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap skor kesehatan. Pengaruh CKPN atas kredit terhadap Skor Kesehatan CKPN atas kredit memiliki pengaruh negatif yang signifikan. CKPN atas kredit berpengaruh terhadap skor kesehatan sebesar 1,66 persen, dengan demikian hipotesis 4 penelitian ini yang menyatakan bahwa CKPN atas kredit mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap skor kesehatan ditolak. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori dikarenakan berdasarkan teori apabila CKPN atas kredit meningkat berarti telah terjadi peningkatan cadangan kerugian penurunan nilai kredit atas kredit dengan presentase peningkatan lebih besar dibandingkan presentase peningkatan total kredit yang disalurkan, sehingga risiko kredit yang diukur dengan CKPN atas kredit meningkat. Peningkatan risiko kredit yang dialami bank akan mengakibatkan skor kesehatan pada aspek profil risiko mengalami penurunan, dan dengan asumsi skor kesehatan pada aspek yang lain tetap, maka total skor kesehatan mengalam penurunan namun selama periode penelitian tahun 2011 sampai dengan 2015 skor kesehatan bank cenderung meningkat yang dibuktikan dengan rata-rata tren sebesar 0,18. Hasil ini tidak signifikan karena terjadi penurunan CKPN atas kredit bank sampel penelitian sebesar negatif 0,11, namun terjadi kenaikan NPL yang dibuktikan dengan ratarata tren sebesar 0,02 persen dan diikuti dengan meningkatnya BOPO yang dibuktikan dengan rata-rata tren sebesar 3,88 persen yang menyebabkan Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dhita Dhora D dan Herizon Chaniago pada tahun 2014, yang menemukan bahwa variabel CKPN atas kredit memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap skor kesehatan. Pengaruh NPL terhadap Skor Kesehatan NPL memiliki pengaruh negatif yang signifikan. NPL berpengaruh terhadap skor kesehatan sebesar 11,7 persen, dengan demikian hipotesis 5 penelitian ini yang menyatakan bahwa NPL mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap skor kesehatan diterima Hasil penelitian ini sesuai dengan teori dikarenakan berdasarkan teori apabila NPL menurun berarti telah terjadipeningkatantotalkreditbermasalah dengan persentase lebih kecil dibandingkan persentase peningkatan total kredit yang disalurkan. Akibatnya terjadi penurunan potensi kredit macet yang berarti terjadi penurunan risiko kredit. Penurunan risiko kredit menyebabkan terjadinya peningkatan skor kesehatan pada aspek profil risiko, dan dengan asumsi tidak ada perubahan skor kesehatan dari aspek yang lain, maka total skor kesehatan akan mengalami peningkatan. Selama periode penelitian tahun 2011 sampai dengan 2015 skor kesehatan bank cenderung meningkat yang JBB 8, 2 Kesehatan Bank dibuktikan dengan rata-rata tren sebesar 0,18. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Niken Pratiwi pada tahun 2014, yang menemukan bahwa variabel NPL memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap skor kesehatan, namun penelitian yang dilakukan Beata Dinda Permatasari pada tahun 2013. Dhita Dhora Damayanti dan Herizon Chaniago pada tahun 2014 dan Agung Yulianto dan Wiwit Apit S pada tahun 2013 tidak mendukung dalam penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa variabel NPL memiliki pengaruh negatif tidak signifikan. Pengaruh IRR terhadap Skor Kesehatan IRR memiliki pengaruh positif yang tidak signiAkan. IRR berpengaruh terhadap skor kesehatan sebesar 4,45 persen, dengan demikian hipotesis 6 penelitian ini yang menyatakan bahwa IRR mempunyai pengaruh positif atau negatif yang signiAkan terhadap skor kesehatan Hasil penelitian ini sesuai dengan teori dikarenakan berdasarkan teori, apabila IRR meningkat suku bunga cenderung meningkat, artinya telah terjadi peningkatan pendapatan bunga lebih besar daripada peningkatan biaya bunga sehingga risiko pasar . uku bung. Pada sisi lain dengan menurunnya risiko pasar . uku bung. saat suku bunga cenderung naik maka akan meningkatkan skor kesehatan bank dengan asumsi tidak ada perubahan dari aspek lainnya sehingga secara keseluruhan skor kesehatan bank akan meningkat. Selama periode penelitian pada 2011 sampai dengan 2015 skor kesehatan bank cenderung meningkat yang dibuktikan dengan rata-rata tren sebesar Hasil ini tidak signiAkan karena meskipun telah terjadi perubahan IRR pada bank sampel penelitian yang relatif besar dengan dibuktikan rata-rata tren keseluruhan sebesar 2,36 persen namun hanya menyebabkan perubahan pada skor kesehatan yang relatif kecil yaitu sebesar 0,18. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Niken P pada 2014, yang menemukan bahwa variabel IRR memiliki pengaruh positif tidak signiAkan terhadap skor kesehatan, namun penelitian yang dilakukan Beata Dinda P pada 2013 tidak mendukung hasil penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa variabel IRR memiliki pengaruh positif/negatif signiAkan terhadap skor kesehatan, dan Agung Y dan Wiwit Apit S pada 2013 dan Dhita Dhora D dan Herizon C pada tahun 2014 memilki pengaruh negatif tidak signiAkan Pengaruh BOPO terhadap Skor Kesehatan BOPO memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan. BOPO berpengaruh terhadap skor kesehatan sebesar 0,46 persen, dengan demikian hipotesis 8 penelitian ini yang menyatakan bahwa BOPO mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap skor kesehatan ditolak. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori dikarenakan apabila BOPO menurun berarti telah terjadi peningkatan biaya operasional dengan presentase lebih kecil dibandingkan persentase peningkatan pendapatan Akibatnya terjadi penurunan biaya operasional, yang menyebabkan penurunan risiko operasional. Penurunan risiko operasional yang dialami bank akanmengakibatkan skor kesehatan pada aspek profil risiko mengalami peningkatan,dan dengan asumsi tidak ada perubahan skor kesehatan dari aspek yang lain, maka total skor kesehatan akan mengalami peningkatan. Selama periode penelitian pada 2011 sampai dengan 2015 skor kesehatan bank cenderung meningkat yang dibuktikan dengan rata-rata tren sebesar 0,18. Hasil ini tidak signifikan disebabkan karena meskipun telah terjadi perubahan BOPO bank sampel penelitian yang relatif besar dengan dibuktikan rata-rata tren keseluruhan 3,88 persen namun hanya menyebabkan perubahan pada skor kesehatan yang relatif kecil yaitu sebesar 0,18. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Beata Dinda P pada 2013 dan Agung Y dan Wiwit Apit S pada tahun 2013, yang menemukan bahwa variabel BOPO memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap skor kesehatan, namun Niken P pada tahun 2014 tidak mendukung hasil penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa variabel BOPO memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap skor kesehatan, dan Dhita Dhora D idan Herizon Chaniago pada tahun 2014 memilki pengaruh negatif signifikan. Pengaruh FBIR terhadap Skor Kesehatan FBIR memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan. FBIR berpengaruh terhadap skor kesehatan sebesar 0,6 persen, dengan demikian hipotesis 9 penelitian ini yang menyatakan bahwa FBIR mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap skor kesehatan Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori dikarenakan secara teoritis apabila FBIR menurun berarti telah terjadi peningkatan pendapatan operasional selain bunga dengan persentase lebih kecil dibandingkan persentase peningkatan pendapatan operasional. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan pendapatan operasional selain bunga, sehingga risiko operasional meningkat. Peningkatan risikooperasional yangdialamibankakanmengakibatkan skor kesehatan pada aspek profil resiko mengalami penurunan, dan dengan asumsi skor kesehatan pada aspek yang lain tetap, maka total skor kesehatan mengalami penurunan namun selama periode penelitian pada 2011 sampai dengan 2015 skor kesehatan bank cenderung meningkat yang dibuktikan dengan rata-rata tren sebesar 0,18. Hasil ini tidak signifikan disebabkan karena meskipun telah terjadi perubahan FBIR bank sampel penelitian yang relatif besar dengan dibuktikan rata-rata secara keseluruhan sebesar negatif 0,67 persen namun hanya menyebabkan perubahan pada skor kesehatan yang relatif kecil yaitu hanya 0,18. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Niken P pada tahun 2014, yang menemukan bahwa variabel FBIR memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap skor kesehatan, namun Dhita Dhora D dan Herizon Chaniago pada 2014 tidak mendukung hasil penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa variabel FBIR memiliki pengaruh positif signifikan terhadap skor Pengaruh LDR terhadap Skor Kesehatan LDR memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan. LDR berpengaruh terhadap skor kesehatan sebesar 0,32 persen, dengan demikian JBB 8, 2 Kesehatan Bank hipotesis 10 penelitian ini yang menyatakan bahwa LDR mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap skor kesehatan ditolak. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori dikarenakan secara teoritis apabila LDR menurun berarti telah terjadi peningkatan total kredit dengan persentase lebih kecil dibandingkan persentase peningkatan total DPK, sehingga kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga dengan mengandalkan kredit menurun atau mengalami penurunan likuiditas, yang berarti risiko likuiditas yang dihadapi oleh bank meningkat. Peningkatan risiko likuiditas yang dialami bank, akan mengakibatkan skor kesehatan pada aspek profil risiko mengalami penurunan, dan dengan asumsi skor kesehatan pada aspek yang lain tetap, maka total skor kesehatan mengalami penurunan namun selama periode penelitian pada 2011 sampai dengan 2015 skor kesehatan bank cenderung meningkat yang dibuktikan dengan rata-rata tren sebesar 0,18. Hasil ini tidak signifikan disebabkan karena meskipun telah terjadi perubahan LDR bank sampel penelitian yang relatif besar dengan dibuktikan dengan rata-rata tren keseluruhan 1,81 persen namun hanya menyebabkan perubahan pada skor kesehatan yang relatif kecil yaitu sebesar 0,18. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Beata Dinda P pada 2013 dan Dhita Dhora D dan Herizon Chaniago pada tahun 2014 tidak mendukung hasil penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa variabel LDR memiliki pengaruh positif signifikan terhadap skor kesehatan, dan Niken Pratiwi pada 2013 menemukan bahwa variabel LDR memiliki pengaruh positif tidak SIMPULAN. IMPLIKASI. SARAN DAN KETERBATASAN Variabel ROA. ROE. NIM. CKPN atas kredit. NPL. IRR. PDN. BOPO. FBIR, dan LDR secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Skor Kesehatan BUSN Devisa Variabel ROA. CKPN atas kredit. IRR. PDN secara parsial mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap skor Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Variabel NIM. BOPO. FBIR. LDR, sacara parsial mempunyai pengaruh negatif tidak signifikan terhadap skor kesehatan Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Variabel ROE secara parsial mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap skor kesehatan Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Variabel NPL secara parsial mempunyai pengaruh negatif yang signifikan dan mempunyai pengaruh paling dominan terhadap skor kesehatan Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Berdasarkan pada kesimpulan, dan keterbatasan maka saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah untuk variabel terikat skor kesehatan Bank Umum Swasta Nasional Devisa pada bank sampel penelitian yang rata-rata skornya masih di bawah 59 O 90 diharapkan mampu meningkatkan skor kesehatan bank dengan baik dengan cara menekan kriteria biroriset Infobank khususnya NPL yang memiliki kontibusinya tertinggi sebesar 11,7 persen sebaiknya meminimalisir kredit bermasalah dan untuk ROE yang memiliki kontirubusi sebesar 11,09 persen sebaiknya meningkatkan laba setelah pajak lebih besar Disarankan bagi peneliti selanjutnya yang mengambil tema sama, sebaiknya menambahkan periode penelitian, variabel bebas yang belum digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu: Periode penelitian yang digunakan dalam penelitian kali ini mulai tahun 2011 sampai dengan tahun 2015, jumlah variabel yang diteliti terbatas, yaitu hanya variabel ROA. ROE. NIM. CKPN atas kredit. NPL. IRR. PDN. BOPO. FBIR, dan LDR dan tidak menggunakan variabel lain yang ada pada kriteria biro riset InfoBank subyek penelitian hanya terbatas pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. JBB 8, 2 DAFTAR RUJUKAN Agung Yulianto dan Wiwit Apit S. Analisis Camels dalam Memprediksi Tingkat Kesehatan Bank Yang Terdaftar Di BEI Periode Tahun 2009 Ae 2011. Jurnal Media Ekonomi dan Teknologi Informasi. Vol. No. Beata Dinda Permatasari. AuPengaruh Rasio Keuangan Terhadap Skor Kesehatan Bank Umum Swasta Nasional Go PublicAy. Skripsi Sarjana tak diterbitkan. STIE Perbanas Surabaya Biro Riset InfoBank. AuRating 120 Bank Versi InfoBank Edisi JuniNo. 399Ay. Majalah Info Bank. Jakarta. Biro Riset Info Bank. AuRating 120 Bank Versi Info Bank Edisi Juni No. 411Ay. Majalah Info Bank. Jakarta. Biro Riset Info Bank. AuRating 120 Bank Versi Info Bank Edisi Juli No. 423Ay. Majalah Info Bank. Jakarta. Biro Riset Info Bank. AuRating 120 Bank Versi Info Bank Edisi Juli No. 437Ay. Majalah Info Bank. Jakarta. Biro Riset Info Bank. AuRating 118 Bank Versi Info Bank Edisi Juli No. 451Ay. Majalah Info Bank. Jakarta. Biro Riset Info Bank. Dhita Dhora Damayanti. Herizon Chaniago. AuPengaruh Risiko Usaha dan Good Corporate Governance terhadap Skor Kesehatan Bank Umum Swasta Nasional DevisaAy. Journal of Business and Banking. Volume 4. No. Kasmir. Manajemen Perbankan Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers. Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono. Manajemen Perbankan AuTeori dan AplikasiAy. BPFE-YOGYAKARTA. Niken Pratiwi. Pengaruh Risiko Usaha Terhadap Skor Kesehatan Bank Umum Go Public Di Indonesia. Journal of Business and Banking. (Onlin. Vol. 4 No. Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. (Online. Otoritas Jasa Keuangan Republik. Indonesia. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum. (Onlin. Taswan. Manajemen Perbankan Konsep. Teknik, dan Aplikasi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Veithzal R. Syofyan B. Sarwono S, dan Arifiandy. Commercial Bank Management AuManajemen Perbankan Dari Teori ke PraktikAy. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kesehatan Bank Lampiran 1. PERKEMBANGAN SKOR KESEHATAN BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA TAHUN 2011-2015 Rata-rata Rata-rata Nama Bank Bank Agris Bank Antar Daerah Bank Artha Graha Internasional. Tbk Bank Artos Indonesia Bank BNI Syariah Bank BNP Paribas Indonesia Bank Bukopin. Tbk Bank Bumi Arta Bank Capital Indonesia Bank Central Asia. Tbk Bank CIMB Niaga. Tbk Bank China Construction Bank Indonesia Tbk Bank Commonwealth Bank Danamon Indonesia. Tbk Bank Dinar Indonesia Bank Ganesha Bank Harda Internasional Bank Himpunan Saudara 1906. Tbk Bank HSBC Indonesia Bank INA Perdana Bank ICBC Indonesia Bank Index Selindo Bank JTrust Indonesia. TBK Bank Keb Hana Indonesia Bank Maspion Indonesia Bank Mega. Tbk Bank Mestika Dharma Bank Mitraniaga Bank MNC Internasional Bank Muamalat Indonesia Bank Maybank Indonesia. Tbk Bank Maybank Syariah Indonesia Bank Mayapada Internasional. Tbk Bank Nationalnobu Bank Nusantara Parahyangan. Tbk Bank OCBC NISP. Tbk Bank Of India Indonesia. Tbk Pan Indonesia Bank. Tbk Bank Permata. Tbk Bank Pundi Indonesia Bank QNB Indonesia. Tbk Bank Rakyat Indonesia Agroniaga. Tbk Bank Rabobank International Indonesia Bank Resona Perdania Bank SBI Indonesia Bank Shinhan Indonesia Bank Sinarmas. Tbk Bank Syariah Mandiri Bank Syariah Mega Indonesia Bank Tabungan Pensiunan Nasional. Tbk Bank UOB Indonesia Bank Victoria Internasional Bank Yudha Bhakti Rata-rata Tren Tren Tren 79,29 83,17 72,90 67,71 72,90 81,31 90,32 89,21 68,01 93,01 92,68 83,21 77,65 91,40 82,30 73,82 79,21 89,33 79,26 64,31 81,35 90,80 79,79 87,19 92,47 84,39 86,53 79,79 43,29 91,15 73,61 82,67 89,60 83,18 92,05 89,29 95,20 92,62 91,11 50,00 73,61 76,14 68,10 84,41 85,30 73,18 84,31 95,69 85,09 99,59 89,71 82,58 70,53 81,80 72,61 82,46 83,10 64,54 90,12 78,32 88,10 94,70 85,52 92,86 94,68 84,45 74,83 86,85 86,75 65,93 81,69 84,06 76,91 77,03 81,32 93,24 77,70 88,05 80,71 82,74 85,20 77,70 58,88 92,70 90,42 86,93 89,17 74,09 89,99 92,84 91,00 88,65 93,35 70,18 63,84 84,57 56,67 87,67 70,18 76,67 84,47 93,38 82,74 99,57 89,72 97,42 82,70 83,02 -8,42 -0,85 13,99 -4,68 23,62 -3,68 -2,46 6,15 25,75 -0,16 2,16 1,49 -3,63 -4,98 5,41 -10,69 3,13 -5,90 -2,96 19,78 -0,04 2,69 -2,62 0,99 -12,72 -1,96 -1,54 -2,62 36,01 1,70 22,84 5,15 -0,48 -10,93 -2,24 3,98 -4,41 -4,29 2,46 40,36 -13,27 11,07 -16,78 3,86 -17,73 4,77 0,19 -2,41 -2,76 -0,02 0,01 17,97 17,26 2,41 86,51 87,82 78,97 79,20 90,97 78,86 85,12 87,89 92,79 96,51 87,48 88,46 95,31 89,78 92,26 75,57 74,51 93,90 80,53 70,66 90,89 96,33 36,21 90,00 90,59 72,59 94,32 68,17 58,28 94,46 93,66 84,47 96,45 78,51 78,86 94,49 95,62 89,76 91,43 71,30 70,59 95,04 55,45 95,09 86,97 80,25 84,27 84,60 85,71 99,48 88,84 91,42 63,98 84,17 19,14 6,50 -4,97 22,71 0,94 0,69 -3,38 -7,19 8,50 3,93 -7,60 4,75 27,37 3,37 6,35 14,62 -8,79 11,71 4,71 -8,27 11,77 3,31 -53,40 2,21 12,24 -12,27 10,70 -12,27 -1,02 1,90 3,58 -2,83 8,16 5,97 -12,37 1,78 5,08 1,25 -2,06 1,60 10,57 12,38 -2,15 8,46 23,92 4,67 -0,24 -9,40 3,59 -0,09 -0,98 -6,16 -22,64 1,71 70,06 78,05 69,62 90,48 84,96 86,93 83,89 95,11 86,49 77,54 86,15 73,40 65,39 82,71 86,33 67,59 87,80 84,74 90,77 41,66 88,43 76,76 83,35 86,69 72,92 63,52 59,99 77,24 82,40 88,46 77,95 79,34 88,28 92,14 89,46 55,97 85,43 71,26 82,81 69,21 81,78 81,33 65,46 69,76 88,54 74,29 77,22 78,72 -19,02 -1,16 -12,10 -0,54 -0,19 -1,09 -9,59 -1,45 -1,13 -12,34 -4,04 -20,44 -13,47 11,01 -8,06 -16,07 24,26 -6,77 -5,77 15,05 -1,74 -15,27 14,82 -8,09 6,97 8,99 -36,49 -17,53 -2,45 -8,28 -0,71 0,61 -6,57 -3,64 -0,33 -21,50 -10,11 28,51 -12,91 -20,42 1,91 -3,49 -22,62 -18,61 -11,00 -18,74 20,69 -5,13 67,77 71,46 69,80 59,13 89,59 88,16 89,63 85,90 95,70 68,39 82,48 81,72 85,47 71,86 56,22 90,27 66,61 84,13 83,08 91,16 60,21 92,81 87,79 84,20 87,99 76,77 66,39 60,84 84,48 52,28 90,81 75,40 75,81 91,14 57,06 84,30 4,83 47,67 83,24 89,18 46,62 84,28 94,19 78,12 83,35 74,91 65,02 90,44 74,38 75,20 83,69 76,12 Tren -3,27 -10,57 -15,07 -0,98 3,77 3,11 2,40 0,62 -20,93 6,37 -5,14 16,44 9,89 -32,03 4,56 -1,45 -4,18 -1,96 0,43 44,53 4,95 14,37 1,02 1,50 5,28 4,52 1,42 9,37 -36,55 2,66 -3,27 -4,45 3,24 -38,07 -5,77 -14,83 4,39 -34,58 1,78 36,09 -4,48 2,48 14,44 -6,79 2,15 1,22 8,38 -0,70 Tren Skor -2,89 2,82 -0,68 -2,28 5,76 -1,49 -0,57 0,24 6,76 0,73 -6,88 0,07 11,87 -2,70 1,94 0,09 -6,67 0,58 -3,94 7,90 0,75 0,16 0,89 1,60 -0,34 0,41 0,64 -0,66 12,13 -7,87 4,57 -9,17 0,51 -2,24 -4,61 0,61 -10,26 -2,28 0,20 1,41 -1,35 4,43 -6,25 0,30 5,47 1,72 -0,26 -5,00 -6,14 -2,24 -0,48 -1,43 5,92 -0,16 75,25 81,23 76,56 68,04 86,81 79,50 87,33 89,67 83,22 94,64 85,94 83,23 82,60 87,18 84,04 70,51 74,87 88,78 74,18 76,79 84,28 92,46 59,11 89,30 85,66 81,45 88,15 75,07 58,07 79,83 83,88 77,75 90,90 77,83 83,21 91,21 86,20 88,96 70,18 59,02 72,82 86,07 59,62 86,85 81,17 78,00 83,55 82,81 77,66 95,52 85,66 84,18 75,62 80,80 Sumber: Biro Riset Majalah Infobank . Koresponden Penulis Penulis 1 dapat dikontak melalui e-mail: dindakrisna@gmail. Penulis 2 dapat dikontak melalui e-mail: herizon@perbanas.