JURNAL PENGABDIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 4. Nomor 3. Oktober 2024 SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI PENGGUNAAN GILL NET DASAR DAN BUBU LIPAT DALAM MENDUKUNG DAN MENINGKATKAN PERAN PRODUKTIF NELAYAN DI DESA TESABELA KABUPATEN KUPANG NTT Sugiono Soepardi*1. Yesaya Mau. Rasdam1. Jhon SM. Siregar1. Edizul Wijaya Sadir1. Irandha C. M Siahaan1 Program Studi Teknik Penangkapan Ikan. Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang. Jalan Kampung Baru. Pelabuhan Ferry Bolok. Kec. Kupang Barat. Kabupaten Kupang. NTT1 *Korespondensi email : soegi1135@gmail. Kata kunci: Sosialisasi. Gill Nelayan. Tesabela Abstrak: Desa Tesabela merupakan salah satu daerah pantai yang memiliki potensi perikanan cukup besar di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kabupaten Kupang Barat. Penduduk Desa Tesabela terdiri dari 1. 170 orang, dengan persentase penduduk berdasarkan mata pencaharian tertinggi berasal dari sektor laut yaitu pembudidaya rumput laut dan nelayan yang belum sepenuhnya tersentuh teknologi penangkapan dan mekanisasi pendukungnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 September 2023 bertujuan untuk memberikan informasi, melatih dan membuat alat tangkap gill net dasar modifikasi dan bubu guna mendukung perubahan status menjadi sambilan utama guna meningkatkan taraf hidup ekonominya. Kegiatan diawali pengenalan bahan alat tangkap, dilanjutkan dengan cara pembuatan serta pengoperasian alat tangkap sekaligus mengenali jenis ikan yang tertangkap dan nilai ekonomisnya. Peserta yang mengikuti pelatihan sejumlah 15 orang yang terdiri dari nelayan sambilan yang kegiatan usahanya membantu dalam budidaya rumput laut sedangkan Kegiatan monitoring dilaksanakan dua bulan setelah kegiatan pelatihan. Hasil monitoring menunjukkan adanya kesungguhan dan minat yang besar dikalangan nelayan yang merasakan adanya peningkatan hasil tangkapan dengan modal yang tidak terlalu besar, dan mengharapkan adanya peningkatan sarana perahu dengan mekanisasi permesinan kapal guna menjangkau daerah operasi penangkapan yang lebih luas. Panduan Sitasi (APPA 7th editio. Soepardi. Mau. Rasdam. Siregar. Sadir. Siahaan. M . Sosialisasi Dan Implementasi Penggunaan Gill Net Dasar Dan Bubu Lipat Dalam Mendukung Dan Meningkatkan Peran Produktif Nelayan Di Desa Tesabela Kabupaten Kupang NTT. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 4. , 366-373. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2024. Soepardi et a Pendahuluan Provinsi Nusa Tenggara Timur terletak di bagian selatan wilayah Indonesia. Provinsi ini merupakan daerah kepulauan dengan panjang garis pantai A5. 700 Km dan luas wilayah laut A200. 000 Km2 . i luar ZEE). Kondisi ini menyimpan kekayaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang cukup besar, namun yang dikelola masih rendah sekitar 40% dari potensi lestari (MSY) sumberdaya perikanan tangkap sebesar 388,7 Ton/Tahun, yang terdiri dari: Ikan Ekonomis: . Ikan Pelagis (Tuna. Cakalang. Tenggiri. Layang. Selar. Kembun. Ikan Demersal (Kerapu. Ekor Kuning. Kakap. Bambangan, dl. Komoditi Lainnya (Lobster. Cumi-cumi. Kerang Darah, dl. (Leba, 2. Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 1. 192 pulau. Secara administratif provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari 21 kabupaten dan 1 kota madya, dengan 285 kecamatan dan 2. 468 desa serta 300 kelurahan, dengan luas wilayah 349,90 km2 atau 2,49% dari luas wilayah Indonesia, dan luas wilayah perairan 200. 000 km2 diluar peraiaran Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI). Potensi perikanan tangkap di provinsi Nusa Tenggara Timur cikup besar, namun yang dikelola masih rendah, baru sekitar 40 % dari potensi lestari yaitu sebesar 388,7 ton per tahun dengan tangkapan utama berupa ikan pelagis, yaitu ikan Tuna. Cakalang. Tenggiri. Selar. Kembung dan ikan domersil yaitu berupa ikan Kerapu. Kakap. Lobster. Cumi. Kerang dll. (DJP2HP, 2. Salah satu daerah yang memiliki potensi perikanan di Nusa Tenggara Timur yaitu Desa Tesabela. Desa tesabela berada di Kabupaten Kupang Barat. Penduduk desa Tesabela terdiri dari 1. 170 orang, dengan persentase penduduk berdasarkan mata pencaharian tertinggi berasal dari laut yaitu pembudidaya rumput laut dan nelayan gill net dasar Monofilamen. Desa Tesabela juga mempunyai lahan budidaya rumput laut yang cukup luas. Adapun produk yang dihasilkan di Desa Tesabela yaitu rumput laut kering. Pemanfaatan mangrove di desa Tesabela masih terbatas. Sedangkan nelayan Desa Tesabela merupakan neayan sambilan yang memiliki profesi utama membantu pembudidayan rumput laut. Dengan keberadaan inilah maka penulis melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tentang Sosialisasi dan Implementasi Penggunaan jenis alat tangkap Gill Net Dasar Monofilamen dan Bubu lipat (Tra. , kegiatan ini dimaksudkan untuk menstimulasi Nelayan sambilan menjadi nelayan Produktif dan mampu mandiri sebagai profesi yang dapat memperbaiki taraf hidup secara berkesinambungan. Pelaksanaan kegiatan PkM ini adalah sebagai berikut : Memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pengenalan bahan alat tangkap, cara pembuatan dan perakitan alat tangkap Gill Net Dasar monofilamen dan Bubu lipat Mengaplikasikan pengoperasian alat tangkap gill net dasar monofilament dan bubu lipat secara langsung di laut serta mengenali jenis ikan hasil tangkapan dan nilai METODE KEGIATAN Kegiatan PkM dilaksanakan pada bulan Oktober Ae Desember 2023 dengan melibatkan Dosen Program Studi Teknik Penangkapan Ikan. Taruna Pemenang Kompetisi Wirausaha. Perangkat Desa Tesabela, dan Ibu Rumah Tangga di Desa Tesabela. Metode pelaksanaan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2024. Soepardi et a kegiatan PkM Sosialisasi dan Implementasi pembuatan dan pengoperasian alat tangkap pada Nelayan di Desa Tesabela - Kabupaten Kupang Barat. NTT adalah sebagai berikut : Sosialisasi Sosialisasi dilakukan dengan tujuan menyalurkan informasi berupa proses pengenalan bahan alat tangkap gill net dasar monofilament dan BubuLipat dan rencana perakitan bahan alat tangkap menjadi alat tangkap siap dioperasikan. Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat yang saat ini sebagai nelayan sambilan menjadi nelayan sambilan utama yang produktif guna memulai usaha yang ditekuni lebih serius lagi guna peningkatan taraf hidup ekonominya. Pelatihan dan Implementasi Pelatihan dan implementasi dimaksudkan untuk melakukan secara langsung pengoperasian alat tangkap di laut sesuai peruntukannya, yakni Gill net dasar Monofilemen di perairan laut dengan kedalaman tertentu, sedangkan Alat tangkap Bubu lipat dapat dioperasikan di kawasan Mangrove karena bersifat statis produktif. Pelatihan dilaksanakan dengan cara demo secara langsung dilokasi PKM, didampingi oleh 5 orang taruna Program Studi Teknik Penangkapan Ikan Poltek KP Kupang. Monitoring Monitoring merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan PKM, karena monitoring memberikan gambaran terhadap apa yang telah disalurkan saat sosialisasi dan Kegiatan ini dilakukan sebanyak 2 kali. HASIL Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan melalui Tahap Persiapan. Pelaksanaan, dan Monitoring. Kegaitan persiapan yang dilakukan yaitu studi literatur dan survey lokasi. Dari tahapan persiapan penetapan lokasi telah melalui beberapa kajian dan survey sebagai berikut : Komparasi Penilaian Pemilihan Lokasi berdasarkan Kajian Literatur Potensi Sumberdaya Rumput Laut Tesabela Tinggi Desa Sulamu Tinggi Aktivitas Perikanan Tangkap Cukup Tinggi Jarak/Akses Lokasi dari Kampus A16 km Waktu temput ke lokasi dari A 32 menit A 74 km (A A 1 jam 58 Lantamal VII Apakah sudah dilakukan Klaim Kupang Belum Ada atas Lokasi sebagai Binaan (Kampung Bahar. Ada . erjarak Ada (Namun dekat dengan berjarak jauh Potensi Wisata Mangrove Pusat Perikanan dan Aktivitas Pemukima. Perikana. Lifuleo Cukup Sangat Kurang A 21 km A 48 menit BKKPN Kupang Tidak (Namun Wisata Pantai telah ad. Setidaknya terdapat 6 . yang menjadi penilaian awal untuk dilakukan survey lokasi. Berdasarkan Tabel diatas. Desa Tesabela belum dilakukan klaim oleh siapapun dan juga memiliki potensi sumberdaya rumput laut serta wisata. Namun demikian, potensi perikanan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2024. Soepardi et a tangkap masih kurang karena dominasi aktivitas skala tradisional. Dengan demikian, maka dilakukan survey ke Lokasi Desa Tesabela yang paling memungkinkan. Kegiatan survei ini dengan melakukan observasi secara langsung ke lapang terhadap beberapa potensi. Beberapa hasil kegiatan . dilapangan antara lain: Desa Tesabela berlokasi di Kecamatan Kupang Barat. Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur dengan koordinat 121A30Ao - 124A11Ao BT, 9A19Ao - 10A57Ao LS dengan jarak temput 16 km dari Kampus Politeknik KP Kupang. Desa Tesabela merupakan salah satu Desa yang memiliki potensi rumput laut tinggi dengan produksi per panen per pembudidaya rata-rata mencapai 2 Ae 10 ton. Adapun jenis rumput laut yaitu Euchema cottonii sakul. Desa Tesabela juga memiliki potensi beberapa komoditas perikanan penting salah satunya ikan baronang. Sedangkan teknologi penangkapan ikan masih skala tradisional dan hanya menggunakan jenis alat tangkap Gill Net Dasar Monofilamen yang dirangkai seadanya. Desa Tesabela memiliki hutan mangrove jenis R. stylosa dimana dari seluruh Kabupaten Kupang, hanya ditemukan di Desa Tesabela. Dengan demikian juga memiliki potensi dijadikan eco-mangrove tourism park dan pengoperasian alat tangkap statis produktif seperti Bubu lipat sekaligus untuk pembesaran kepiting bakau. Desa Tesabela juga memiliki potensi terkait Timun Laut (Teripan. Hasil wawancara kepada masyarakat bahwasanya menyetujui atas diversifikasi produk sebagai bentuk upaya penambahan pendapatan. Dokumentasi Kegiatan Survey Tahap I Sosialisasi Pembuatan dan Penggunaan Alat Penangkap Ikan Sosialisasi dan implemantasi penggunaan Bubu Lipat dan Gill Net dasar dimaksudkan untuk memperkaya perbendaharaan alat tangkap yang digunakan oleh nelayan Desa Tesabela. Karateristik nelayan Desa Tesabela dapat dikategorikan nelayan sambilan atau nelayan paruh waktu yang bersifat mengisi kekosongan pekerjaan dengan melakukan pekerjaan sebagai nelayan. Adapun profesi parih waktu ini dilakukan ditengah-tengah kegiatan embudidayaan rumput laut, disamping untuk kebutuhan makan bergizi bagi Secara geografis dan potensi laut Desa Tesabela membutuhkan pengusahaan lebih, terutama oleh nelayan setempat, yakni penggunaan alat tangkap yang mereka gunakan sehari-hari. Jeni salat tangkap yang mereka gunakan adalah Jenis Alat tangkap untuk menangkap ikan dasar, yakni jenis Gill Net dasar, sedangkan jenis alat tangkap lain belum banyak digunakan guna menagkap ikan dasar lainnya. Setelah kegiatan ini diharapkan dapat Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2024. Soepardi et a meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait dengan penggunaan ragam alat tangkap yang dikategorikan produktif dan ramah lingkungan. Alat tangkap yang disosialisasikan dalam kegiatan pengebdian masyarakat ini antara lain. Gill Net PA Monofilamen yang dioperasikan di dasar perairan, alat tangkap lainnya adalah jenis bubu lipat yang dioperasikan di dasar perairan dan dapat dioperasikan juga di Kawasan mangrove dengan sasaran kepiting bakau dan jenis-jenis ikan di sekitar Kawasan mangrove. Pelaksanaan sosialisasi dan implementasi alat tangkap Sosialisasi pembuatan dan perangkaian alat tangkap Gill Net dasar dan Bubu Lipat Kegiatan sosialisasi alat tangkap jenis gill net dasar dan bubu lipat diawali dengan pengenalan bahan pendukung alat gill net dasar, yakni Janis bahan jarring berupa webbing atau lembaran jarring dengan jenis bahan Poliamide (PA) monofilament, pelampung berupa potongan karet, dengan pemberat timah serta pelampung utama berupa jenis pelampung bola diameter 20 cm dengan bahan PVC. budidaya rumput laut yang diikuti dengan pengembangan industri pengolahannya. Adapun tahapan pembuatan alat Gill Net dasar dan bubu lipat dapat diuraikan sebagai berikut : Tahapan pembuatan dan penyiapan Gill Net dasar Lembaran webbing . ahan jarin. dengan bahan PA monofilament dipotong menjadi 3 bagian arah horizontal, sehingga pada akhirnya didapatkan 3 . unit lembaran webing dengan ukuran 100 meter kali 50 mata kearah vertical. Lembaran webbing dan akan menjadi 3 unit alat tangkap. Menyiapkan potongan tali-tali Polyethelene (PE) dipotong sesuai ukuran kebutuhan Panjang jarring yang direncanakan, yakni Panjang 50 meter setiap Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2024. Soepardi et a Potongan tali-tali ini dibagi sesuai peruntukannya, yakni sebagai tali pelampung, dengan posisi dibagian atas lembaran jarring, sekaligus tempat mengikatkan pelampung karet sesuai kebutuhan. Potongan tali yang lain dengan ukuran sama diperuntukkan sebagai tali pemberat dengan posisi dibagian bawah alat tangkap yang berfungsi juga untuk mengikat pemberat disepanjang tali. Gambar Bahan dan Material pendukung Gill Net Dasar Monofilament Gambar. Perakitan Alat tangkap Gill Net Dasar Monofilament Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2024. Soepardi et a Gambar lengkap Gill net Monofilament setelah dirangkai lengkap Tahap Penyiapan dan Pembuatan Alat Bubu Lipat Membuat kerangka bubu lipat dari kawat besi berdiameter 2 mm, dibentuk sesuai dengan ukuran yang kita sudah tentukan Membentuk kernagka dengan bentuk ruangan empat persegi Panjang dana memungkinkan untuk dilipat Memasangkan jaring disekeliling kerangka sehingga menutup seluruh permukaan kerangka yang sudah terbentuk Membuat pintu masuk untuk ikan sasaran tangkapan yang tidak bisa keluar lagi di bagian sisi samping Kubus bubu lipat Menyiapkan tali pelampung dan tali utama guna mengantisipasi system pengoperasian terangkai . ong lin. Gambar alat tangkap bubu lipat siap operasi Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2024. Soepardi et a Sketsa bubu lipat yang disosialisasi kepada nelayan Desa Tesabela sebagaimana gambar berik KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan PkM ini adalah kegiatan PkM merupakan bagian dari Program Smart Fisheries Village Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang. Kegiatan Sosialisasi dan Implementasi Penggunaan Alat tangkap Gill Net Dasar Monofilamen dan alat tangkap Bubu Lipat di Desa Tesabela dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat di Desa Tesabela. Dengan adanya pelatihan tersebut nelayan sambilan diharapkan dapat menjadi nelayan sambilan utama yang produktif dan dapat memiliki peluang penghasilan UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang. Perangkat Desa Tesabela, serta Masyarakat Desa Tesabela yang telah turut serta dalam program PkM. DAFTAR PUSTAKA