JSIM JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI Vol. No. Juni-November 2024, pp. P- ISSN: 2657-0637. E-ISSN: 2656-5668 Cegah Dini Stunting Pada Anak Dengan Pemeriksaan Rutin Antropometri Dan Pemberian Nutrisi Di Desa Manarap Baru Early Prevention of Stunting in Children with Routine Anthropometric Examinations and Providing Nutrition in Manarap Baru Village Agustria Vista Dewi1. Paul Joae Brett Nito2. Erna Sari3. Hilma Aulia4. Husnul Khotimah5. Ilhamsyah6. Imro Atussholikha7. Jihan Fahira8. Karen Ardana Putri9. Laila Kotdriah Fitriani10. Mohammad Basit11. Rian Tasalim12 1,3,4,5,6,7,8,9,10 Health Nursing Students. Faculty of Health. Nursing Science Study Program. Sari Mulia University. Banjarmasin City. Indonesia Department of Pediatric in Nursing. Faculty of Health. Nursing Science Study Program. Sari Mulia University. Banjarmasin City. Indonesia 2,11,12 Article Info Article history: Received September, 2024 Accepted Oktober, 2024 Publised November, 2024 Corresponding Author: Paul Joae Brett Nito Faculty of Health. Nursing Sciences Study Program. Sari Mulia University Pramuka Street. No. Banjarmasin City, 70238. South Kalimantan. Indonesia Email: pauljbn91@yahoo. ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that is often found in children in Indonesia. The prevalence of stunting in Indonesia is 32,18%, is still quite high. Even though there was a decrease in the prevalence of stunting in 2018, it still has not reached the expected target. Stunting can affect a child's physical and mental development, including intelligence and learning ability. To prevent stunting, comprehensive treatment is needed for all parties related to children's growth and development, namely parents, especially mothers, families, the environment and health workers in monitoring children's growth and Therefore, early prevention of stunting is very important to prevent and overcome this problem. One way to prevent premature stunting is through anthropometric measurements. In babies and early childhood, body weight can be used to see the rate of physical growth and nutritional status. Anthropometric indices commonly used to assess nutritional status are weight for age (WW/U), height for age (TB/U), and weight for height (WW/TB). The aim of this community service is to provide outreach to mothers of children in Manarap Baru village regarding early prevention of stunting in children by anthropometric examinations such as the child's weight and height according to ABSTRAK Stunting adalah masalah gizi kronis yang banyak ditemukan pada anak di Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu mencapai 32,8%. Meski terjadi penurunan prevalensi stunting tahun 2018, namun masih belum mencapai target yang diharapkan. Stunting dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anak, termasuk kecerdasan dan kemampuan Untuk mencegah terjadinya stunting diperlukan penanganan yang komprehensif terhadap semua pihak yang terkait dengan pertumbuhan anak yaitu orang tua terutama ibu, keluarga, lingkungan serta tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan pertumbuhan anak. Oleh karena itu, cegah dini stunting sangat penting dilakukan untuk mencegah dan mengatasi masalah ini. Salah satu cara untuk melakukan cegah dini stuntingadalah melalui pengukuran Antropometri. Pada bayi dan anak usia dini, berat badan dapat digunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik dan status gizi . Indeks antropometri yang umum, digunakan dalam menilai status gizi adalah berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Adapun tujuan pengabdian masyarakat dilakukan adalah untuk memberikan sosialisasi kepada Ibu anak di desa Manarap Baru terkait Pencegahan dini Stunting pada anak dengan Pemeriksaan Antropometri seperti Berat badan dan tinggi Anak sesuai usia. Keywords: Stunting. Antropometri . Pemberian Nutrisi This is an open-access article under the CC BY 4. 0 license. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Dewi. Agustria Vista. , et al. Cegah Dini Stunting Pada AnakAA. JSIM. Vol. No. Juni-November 2024, pp 23-31 PENDAHULUAN Stunting merupakan tinggi badan menurut usia di bawah -2 standar median kurva pertumbuhan anak disebabkan masalah kurang gizi kronis sejak 1. 000 HPK. Ibu hamil dengan kekurangan asupan gizi pada masa kehamilan beresiko melahirkan anak dengan tumbuh kembang stunting. Pemerintah telah memberikan regulasi tentang pencegahan stunting dengan Gerakan Nasional Sadar Gizi dengan tujuan menurunkan masalah gizi sejak 1. 000 HPK dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun. Jumlah stunting secara global sekitar 165 juta yang terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun. Sekitar 36% berada di wilayah Afrika dan 56% berada di Asia. World Health Organization (WHO) menyatakan prevalensi balita stunting menjadi masalah kesehatan masyarakat jika prevalensinya 20% atau lebih . Indonesia berada urutan kelima stunting tertinggi di dunia dengan prevalensi 37,2% dibandingkan dengan negara tetangga yaitu Myanmar . %). Vietnam . %). Malaysia . %). Thailand . %) dan Singapura . %). Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2018 prevalensi Stunting secara nasional sebesar 30,8% yang sebelumnya adalah sebesar 37,2% pada Riskesdas 2013, sebesar 35,6% pada Riskesdas 2010 dan sebesar 36,8% pada Riskesdas 2007, proporsi tersebut mengindikasikan adanya penurunan kejadian stunting pada balita di IndonesiaI masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Permasalahan gizi yang dimaksud antara lain kegagalan pertumbuhan pada awal kehidupan seperti berat badan lahir rendah, pendek, kurus dan gemuk yang akan berdampak pada pertumbuhan selanjutnya. Anak yang kekurangan gizi nantinya bisa mengalami hambatan kognitif dan kegagalan pendidikan, sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas di masa dewasa. Kurang gizi yang dialami pada awal kehidupan juga berdampak pada peningkatan risiko gangguan metabolik yang berujung pada kejadian penyakit tidak menular pada usia dewasa, seperti Diabetes 1 type II. Stroke. Penyakit Jantung dan lainnya. Salah satu kebijakan nasional dalam upaya perbaikan gizi masyarakat tertuang dalam Undang Undang nomor 36 tahun 2009, bahwa upaya perbaikan gizi ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perorangan dan masyarakat (Pusdatin Kemenkes RI, 2. Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit. Anak stunting berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Bahkan, stunting dan berbagai bentuk masalah gizi diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2-3% Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya (Bappenas, 2. Berdasarkan RPJMN tahun 2015- 2019 menyebutkan bahwa pembangunan kesehatan dalam periode tahun 2015-2019 difokuskan pada empat program prioritas yaitu penurunan angka kematian ibu dan bayi, penurunan prevalensi balita pendek . , pengendalian penyakit menular dan pengendalian penyakit tidak menular. Upaya peningkatan status gizi masyarakat termasuk penurunan prevalensi balita pendek menjadi salah satu prioritas pembangunan Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Dewi. Agustria Vista. , et al. Cegah Dini Stunting Pada AnakAA. JSIM. Vol. No. Juni-November 2024, pp 23-31 nasional yang tercantum di dalam sasaran pokok Rencana Pembangunan jangka Menengah tahun 2015-2019. Target penurunan prevalensi stunting . endek dan sangat pende. pada anak baduta . ibawah 2 tahu. adalah menjadi 28% (Batubara & Rangkuti 2. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia dibawah 5 tahun akibat kekurangan gizi kronis. Stunting memiliki dampak yang cukup serius bagi jangka pendek dan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pengukuran antropometri bayi dan balita serta memberikan pendidikan mengenai stunting kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu balita mengenai Pengertian Stunting. Penyebab Stunting. Ciri-Ciri stunting. Dampak Stunting, dan Cara Pencegahan Stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan diskusi yang bertujuan supaya ibu balita mendapatkan informasi mengenai stunting dengan jelas dan tepat. Solusi yang ditawarkan adalah edukasi kepada Ibu dan Anak tentang Pencegahan Dini Stunting pada Anak dengan Pemeriksaan Antropometri. Adapun tujuan pengabdian masyarakat dilakukan adalah untuk memberikan sosialisasi kepada Ibu anak di desa Manarap Baru terkait Pencegahan dini Stunting pada anak dengan Pemeriksaan Antropometri seperti Berat badan dan tinggi Anak sesuai usia. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan di wilayah Jl. Km 8. 200 Jl. Manarap desa Manarap Baru Rt. 01 Rw. Kec. Kertak Hanyar. Kab. Banjar. Kegiatan PKM ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan . encana jadwal kegiatan PKM), pembagian kerja tim, penyusunan Satuan Acara Penyuluhan (SAP), pembuatan poster, pembuatan spanduk, tahap persiapan (Breafing menentukan hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan PKM, tahap pelaksanaan . elaksanakan kegiatan PKM) dan tahap evaluasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pertama panitia membagikan pre-test untuk disisi oleh Masyarakat atau lembaran pre-test dibagikan sebelum dilakukanya penyampaian materi. Setelah responden mengisi lembar pre-test maka panitia langsung melanjutkan kegiatan penyampaian materi. Panitia melakukan Pendidikan Cegah dini Stunting pada Anak dengan Pemeriksaan Rutin Antropometri dan Pemberian Nutrisi dengan materi pembahasan mulai dari definisi Stunting. Penyebab Stunting. Ciri-ciri Anak Stunting. Dampak stunting serta Bagaimana cara mencegah Stunting. Setelah pemaparan materi, pemateri melakukan evaluasi secara lisan dengan sesi tanya jawab, dengan meminta kepada peserta untuk bertanya tentang apa yang tidak mereka ketahui dan mengerti sehingga mereka akan memberikan jawaban dan pengertian terhadap pertanyaan yang Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Dewi. Agustria Vista. , et al. Cegah Dini Stunting Pada AnakAA. JSIM. Vol. No. Juni-November 2024, pp 23-31 diberikan oleh peserta. Sesudah penjelasan mengenai materi dan proses tanya jawab selesai, panitia memberikan selembaran post-test kepada peserta untuk dijawab setelah selesai dilakukannya pemberian materi mengenai Stunting. Hasil dari pelaksanaan PkM ini ada peningkatan pengetahuan setelah kegiatan, yang diuraikan pada tabel berikut : NO. NAMA Rata-rata PRE Ae POST 65,71 POST TEST 81,42 Berdasarkan hasil dari pre-test dan pos-test telah dijawab oleh peserta, didapatkan adanya peningkatan pengetahuan tentang Cegah Dini Stunting pada Anak dengan Pemeriksaan Rutin Antropometri dan Pemberian Nutrisi. Sebelum dilakukan penyampaian materi didapatkan total pre-test dari 14 responden rata-rata skor pre-test adalah 65,71. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan dasar tentang cegah dini stunting pada anak dengan pemeriksaan rutin Antropometri dan pemberian nutrisi. Rata-rata skor post-test meningkat menjadi 81,42. Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman responden tentang cegah dini stunting pada anak dengan pemeriksaan rutin Antropometri dan pemberian nutrisi. Stunting adalah kekurangan Gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama akibat pemberian makan kurang sesuai kebutuhan gizi. Stunting dapat di mulai sejak janin dalam kandungan dan baru mulai nampak saat anak 2 tahun (Triwahyuniastuti,2. Dua faktor penyebab langsung stunting yaitu tidak terpenuhinya asupan nutrisi dan adanya penyakit Faktor resiko lain diantaranya ketahanan pangan keluarga, pola asuh keluarga. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Dewi. Agustria Vista. , et al. Cegah Dini Stunting Pada AnakAA. JSIM. Vol. No. Juni-November 2024, pp 23-31 pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan yang tidak memadai. Selain itu stunting dihubungkan dengan pendidikan, kemiskinan, sosial budaya, kebijakan pemerintah dan politik (Djulianus Tes Mau, dkk 2. Ciri-ciri Anak Mengalami Stunting biasanya akan mengalami tumbuh kembangnya lambat, wajah tampak lebih muda dari anak seusianya, berat badan tidak naik bahkan akan cenderung menurun, kemampuan fokus dan memori belajarnya tidak baik, anak cenderung lebih pendiam, fase Pertumbuhan gigi pada anak melambat. Stunting dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anak, termasuk kecerdasan dan kemampuan belajar. Untuk mencegah terjadinya stunting diperlukan penanganan yang komprehensif terhadap semua pihak yang terkait dengan pertumbuhan anak yaitu orang tua terutama ibu, keluarga, lingkungan serta tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan pertumbuhan anak. Stunting juga dapat memengaruhi produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, deteksi dini stunting sangat penting dilakukan untuk mencegah dan mengatasi masalah ini. Stunting yang tidak segera tertangani memiliki resiko perlambatan perkembangan otak dengan dampak jangka panjang yaitu keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar,dan resiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi sehingga obesitas. Dampak Stunting terbagi menjadi dampak jangka pendek yaitu dampak yang di rasakan anak langsung setelah mengalami stunting dan dampak jangka panjang yang di dapatkan oleh anak setelah dewasa (Triwahyuniastuti, 2. Salah satu cara untuk melakukan deteksi dini stunting adalah melalui pengukuran antropometri deteksi dini cegah stunting dengan pengukuran berkala berat badan dan tinggi badan sesuai umur, dapat membantu upaya pencegahan stunting dan harus dilaksanakan dengan sungguhsungguh (Mikawati dkk. , 2. Antropometri merupakan metode penilaian ukuran, proporsi, dan komposisi tubuh manusia, sementara standar antropometri anak merupakan kumpulan data tentang ukuran, proporsi, dan komposisi tubuh sebagai rujukan penilaian status gizi dan tren pertumbuhan anak. Berat badan adalah ukuran antropometri yang penting dan digunakan pada bayi dan anak kecil. Pada bayi dan anak usia dini, berat badan dapat digunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik dan status gizi. Indeks antropometri yang umum digunakan dalam menilai status gizi adalah berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) (Hendra Dwi Kurnian, dkk 2. Kementerian kesehatan Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Dewi. Agustria Vista. , et al. Cegah Dini Stunting Pada AnakAA. JSIM. Vol. No. Juni-November 2024, pp 23-31 (Kemenkes RI,2. menyebutkan bahwa terdapat beberapa hal yang mampu dilakukan untuk mencegah kejadian stunting, salah satunya dengan pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan secara optimal. Tindakan tersebut dinilai efektif dalam mencegah stunting pada anak, selain itu Kemenkes juga menyarankan agar perempuan yang sedang hamil sebaiknya secara rutin melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan. Pemberian ASI secara eksklusif disertai makanan pendamping (MPASI) yang sehat dimulai sejak usia 6 bulan ke atas juga dapat mencegah kejadian stunting. MPASI yang diberikan pada bayi memasuki usia 6 bulan adalah bagian dari pemenuhan gizi optimal dimasa 1. 000 Hari Pertama Kehidupan Anak. Pada minggu pertama kami terlibat dalam kegiatan survey yang bertujuan untuk meminta ijin kepada ketua RT untuk melakukan edukasi. Pada minggu kedua dan minggu ketiga kami meminta ijin untuk menyusun materi, dan kuesioner yang nantinya akan kami gunakan dalam melakukan pengabdian kepada Masyarakat di desa Manarap Baru. Pada minggu ke empat kami melakukan PKM Edukasi cegah dini stunting pada anak dengan pemeriksaan rutin antropometri dan pemberian nutrisi, serta membagikan kuesioner pre-test kepada peserta sebelum diberikannya materi setelah itu panitia melakukan pendidikan kesehatan dengan materi pembahasan mulai dari pengertian apa itu Antropometri, faktor penyebab stunting, ciriciri stunting, dampak dan pencegahan stunting. Selesai pemaparan materi pemateri melakukan evaluasi secara lisan dengan sesi tanya jawab, dengan meminta kepada peserta agar berani bertanya tentang apa yang tidak mereka ketahui dan mengerti sehingga nanti pemateri akan memberikan jawaban dan pengertian terhadap pertanyaan yang ditanyakan oleh peserta. Sesudah penjelasan mengenai materi dan proses tanya jawab selesai, panitia memberikan selebaran post test kepada peserta untuk dijawab setelah selesainya dilakukannya pemberian materi pkm. Berdasarkan hasil dari pre-test dan post -test yang telah dijawab oleh peserta didapatkan terjadi nya peningkatan tentang antropometri. Sebelum dilakukan edukasi rata rata pre-test adalah 65,71, untuk nilai terendah nya 60 dan tertinggi 100. Untuk rata rata post-test adalah 81,42, untuk nilai terendah nya 60 dan tertinggi 100. Hasil pre-test dan post-test mengenai tingkat pengetahuan tentang cegah dini stunting menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan yakni nilai post-test lebih tinggi daripada nilai pre-test, hal tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang cegah dini stunting. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Dewi. Agustria Vista. , et al. Cegah Dini Stunting Pada AnakAA. JSIM. Vol. No. Juni-November 2024, pp 23-31 Kegiatan PkM Cegah Dini Stunting pada anak dengan Pemeriksaan Rutin Antropometri dan Pemberian Nutrisi di Desa Manarap Baru dihadiri oleh 14 Masyarakat, pada awal kegiatan diberikan kuesioner terlebih dahulu kepada masyarakat untuk pre-test. Setelah pemaparan materi, diberikan kuesioner post-test. Tujuan dari post-test ini adalah untuk menilai sejauh mana terjadi peningkatan pengetahuan setelah penyampaian edukasi mengenai stunting dan prinsip gizi yang sesuai untuk mencegah stunting pada anak. Dengan pendekatan ini, diharapkan akan tercapai pemahaman yang lebih baik dan pemenuhan nutrisi yang lebih tepat bagi anak-anak dalam upaya mencegah stunting (Juminten, dkk 2. Gambar 2. Menjawab Pertanyaan Peserta Gambar 3. Foto Dokumentasi Kegiatan Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Dewi. Agustria Vista. , et al. Cegah Dini Stunting Pada AnakAA. JSIM. Vol. No. Juni-November 2024, pp 23-31 KESIMPULAN Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Cegah Dini Stunting pada Anak dengan Pemeriksaan Rutin Antropometri dan Pemberian Nutrisi di desa Manarap Baru Rt 01 Rw 01 kegiatan ini berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan dan sasaran mampu memahami tentang pencegahan dini stunting pada anak dengan pemeriksaan rutin Antropometri dan Pemberian Nutrisi dibuktikan dengan kuesioner yang diberikan sebelum pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan PkM, terdapat pre-test rata-rata 65,71 dan setelah pemaparan materi pengetahuan masyarakat menjadi meningkat dibuktikan dengan menjawab kusioner post-test dengan rata rata 81,42. Seseorang yang telah menerima pendidikan kesehatan cenderung memiliki pengetahuan yang luas dan mampu menyerap informasi melalui berbagai pengalaman, baik dari interaksi dengan orang lain maupun dari media, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman mereka. Pemberian ASI secara eksklusif disertai makanan pendamping (MPASI) yang sehat dimulai sejak usia 6 bulan ke atas juga dapat mencegah kejadian stunting. MPASI yang diberikan pada bayi memasuki usia 6 bulan adalah bagian dari pemenuhan gizi optimal dimasa 1. 000 Hari Pertama Kehidupan Anak. Dalam proses pengabdian kepada masyarakat sebanyak 14 responden terjadi interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat dibuktikan dengan 1 orang masyarakat dalam bertanya. Saran yang dapat kami sampaikan setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan Pemeriksaan Rutin Antropometri dan Pemberian Nutrisi di Desa Manarap Baru dapat di sebarluaskan. Acknowledgment Seluruh tim pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat mengucapkan terimakasih atas kerjasama tim yang baik kepada mahasiswa Universitas Sari Mulia, siswa dan masyarakat di Desa Manarap Baru. Daftar Pustaka