Jurnal Manajemen dan Teknik Volume 2. Nomor 1 Oktober 2024. ISSN: 3047-3853 https://jurnal. Pengaruh Motivasi dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Oleh : Abdul Chatim Pramono1. Faula Arina2 Politeknik Krakatau Universitas Sultan Ageng Tirtayasa chatim@polka. id, arina@untirta. Abstract Human resources are the company's main asset, because they increase efficiency and company productivity, this really depends on the performance of its human resources. Human resource performance can be influenced by internal and external factors. For this reason, a leader is needed who to be able to provide motivation and organizational culture. This research is a quantitative research using a survey method with a questionnaire as a data collection tool carried out at a Steel Company in Cilegon. The sample taken was 66 respondents based on a saturated sampling technique. The variables were measured using a questionnaire with a Likert Scale and tested using the T test and F test. The results of the research showed that work motivation had an effect on employee performance, organizational culture had an effect on employee performance, and organizational culture and work motivation together had an effect on employee Keywords: organizational culture, motivation, employee performance Abstrak Sumber daya manusia merupakan aset utama perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas Hal ini sangat bergantung pada kinerja sumber daya manusianya. Kinerja sumber daya manusia dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Untuk itu diperlukan seorang pemimpin yang mampu memberikan motivasi dan budaya organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang dilakukan di Perusahaan Baja di Cilegon. Sampel yang diambil sebanyak 66 orang responden berdasarkan teknik sampel jenuh. Pengukuran variabel menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan di uji menggunakan Uji t dan Uji F. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, budaya organisasi berpengaruh terhadap terhadap kinerja karyawan, serta budaya organisasi dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci: budaya organisasi, motivasi, kinerja karyawan PENDAHULUAN Parameter keberhasilan suatu organisasi adalah dengan tercapainya sasaran atau tujuan dari organisasi. Dalam upaya mencapai sasaran atau tujuan tersebut tentunya dibutuhkan dukungan dari semua Kendala yang ada dan berpotensi menghambat kinerja karyawan antara lain: masih kurangnya pengetahuan sumber daya Dalam hal ini aspek yang paling penting adalah kinerja dari sumber daya manusia sebagai bagian vital dari sebuah Apabila suatu organisasi memiliki kinerja yang baik, diharapkan keberhasilan organisasi secara umum dapat tercapai dengan baik. manusia sebagai subyek atau pelaksana kegiatan maupun obyek dalam melaksanakan kegiatan, masih kurang dalam pemahaman Jurnal Manajemen dan Teknik Volume 2. Nomor 1 Oktober 2024. ISSN: 3047-3853 https://jurnal. memunculkan kesamaan persepsi dan apresiasi terhadap peraturan Perusahaan. Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa sering ditemui perilaku karyawan, yang bekerja tidak secara sungguh-sungguh, datang tidak tepat waktu dan belum terlaksananya pelayanan yang prima. Kenyataan sehari-hari menunjukkan gejala adanya pengaruh budaya organisasi yang bersifat eksternal, seperti kebiasaankebiasaan menghadiri acara-acara keluarga pada jam kerja yang dapat mengganggu jam Peneliti mengasumsikan bahwa dari perilaku demikian adalah gambaran bahwa karyawan dalam melaksanakan aktivitas pekerjaan di lingkungannya mengalami berbagai kendala baik itu berkaitan dengan dirinya sendiri, rekan kerja maupun organisasi yang berkaitan dengan motivasi, budaya organisasi maupun kinerja karyawan itu sendiri. Berdasarkan penelitian yang telah sebelumnya menunjukkan mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja seseorang seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Motulo dkk . , hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan nyata antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan. Hal tersebut didukung penelitian oleh Jaya & Ningsih . , namun sebaliknya hasil penelitian Salawangi dkk . menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan. Budaya berpengaruh penting dalam kemajuan Budaya yang tumbuh menjadi kuat mampu memacu organisasi kearah perkembangan yang lebih baik. Budaya kuat mempunyai pengaruh terhadap strategi yang dijalankan dalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Budaya organisasi Syaibani R . dalam motivasi kerja merupakan dorongan atau semangat kerja yang berasal dari dalam diri maupun dari luar diri untuk melakukan suatu pekerjaan dengan maksimalagar mendapatkan hasil kinerja yang lebih optimal. Di dalam penelitian yang dilakukan oleh Ricky dkk . dikatakan bahwa ada empat alasan utama yang menjadi motivasi seseorang untuk bekerja yaitu, gaji bulanan, karir, berkarya dan mencari pengalaman. Kinerja merupakan hasil keseluruhan dari proses kerja selama periode tertentu, berdasarkan hasil penelitian terdahulu baik atau tidaknya kinerja karyawan diantaranya motivasi (Prabasari & Netra, 2. , dan budaya organisasi (Asfar Halim, 2009. Prihayanto, 2012. Robbins, adalah suatu karakteristik yang terdapat pada suatu organisasi dan dijadikan sebagai tuntunan organisasi atau Menurut Jepkorir, et al. adaptasi budaya organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Dalam jangka panjang, budaya merupakan salah satu hal sangat penting yang dapat membantu lingkungan yang terkait dengan kinerja tinggi untuk memenangkan persaingan (Denison. Kotter & Heskett dalam penelitian Rahayu et al. , 2. Berdasarkan penelitian yang telah sebelumnya menunjukkan mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja seseorang seperti pada penelitian yang Jurnal Manajemen dan Teknik Volume 2. Nomor 1 Oktober 2024. ISSN: 3047-3853 https://jurnal. dilakukan oleh Maryani et al . , hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara budaya organisasi dengan kinerja . Hal tersebut didukung penelitian oleh Soomro & Naimatullah . Sihombing et al. Okta et,al. , namun sebaliknya hasil penelitian Rahayu et al . Pawirosumarto et al . Harwiki, . , menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dengan kinerja karyawan. menguasai keterampilan/keahlian yang memungkinkan seorang pekerja mencapai suatu prestasi. Sementara itu. Nawawi . menjelaskan bahwa implementasi orang orang yang kuat memiliki motivasi berprestasi di lingkungan organisasi / perusahaan, antara lain sebagai berikut. Para pekerja terutama manajer dan tenaga kerja kunci produk ini, menyukai memikul tanggung jawab dalam bekerja, karena kemampuan melaksanakannya merupakan prestasi bagi yang bersangkutan. Dalam bekerja yang memiliki risiko kerja, para pekerja menyukai pekerjaan yang beresiko lunak . Pekerjaan yang beresiko tinggi dapat mengecewakannya, karena jika gagal berarti tidak atau kurang Sebaliknya menyukai pekerjaan yang beresiko rendah atau tanpa resiko, yang dapat mengakibatkan tidak/kurang berprestasi, baik berhasil maupun gagal melaksanakannya. Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik, karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekerja. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih Kelemahan yang dapat merugikan adalah pekerja yang berprestasi lebih menyukai bekerja mandiri, sehingga kurang positif Kemandirian prestasinya, yang mungkin lebih baik dari pekerja lain. Beradasarkan pemaparan diatas oleh peneliti sebelumnya didapatkan bahwa adanya perbedaan hasil dari penelitian sebelumnya baik korelasi positif ataupun tidak terdapat kolrelasi, yang signifikan ataupun tidak signifikan, maka peneliti tertarik dan bermaksud untuk lebih mendalami dengan mengkaji hubungan motivasi dan budaya organisasi dengan kinerja karyawan. TINJAUAN TEORITIS Motivasi Kerja Menurut Gitosudarmo dan Sudita merupakan gabungan dari konsep kebutuhan, dorongan, tujuan, dan imbalan. Selanjutnya Hasibuan . menyampaikan bahwa motivasi dapat dikatakan sebagai pemberian kegairahan kerja seseorang agar mau bekerjasama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Dalam hubungannya dengan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, menurut Nawawi . : Motivasi berprestasi terkait dengan kebutuhan pada tingkat tinggi, terutama kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan akan status kekuasaan. Kebutuhan ini memerlukan dan mengharuskan seseorang pekerja melakukan kegiatan belajar, agar Budaya Organisasi Wibowo . menyatakan budaya organisasi merupakan perekat yang mempersatukan organisasi dengan manajemen kinerja dan mempunyai komponen berupa nilai, norma, dan gaya Budaya organisasi adalah suatu karakteristik yang terdapat pada suatu organisasi dan dijadikan sebagai tuntunan organisasi atau perusahaan. Menurut Jepkorir, et al. adaptasi budaya Jurnal Manajemen dan Teknik Volume 2. Nomor 1 Oktober 2024. ISSN: 3047-3853 https://jurnal. organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Dalam jangka panjang, budaya merupakan salah satu hal sangat penting yang dapat membantu organisasi mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang terkait dengan kinerja tinggi untuk memenangkan persaingan (Denison. Kotter & Heskett dalam penelitian Rahayu et al. , 2. tidak tercapai dari target yang direncanakan dalam pekerjaanya. Selanjutnya, dengan rekonstruksi teori dan rekonseptualisasi variabel-variabel penelitian disusun kerangka pemikiran untuk menggambarkan konsep gagasan sebagai Budaya organisasi yang kuat diharapkan dapat memperkuat individu-individu dalam organisasi untuk membentuk sikap dan perilaku yang dapat menghasilkan kinerja yang maksimal untuk meningkatkan kualitas kinerja melalui budaya organisasi (Faizal dan Isa 2016. Nanda Novziransyah 2017. Sagita 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono . metode ini sebagai metode ilmiah/scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah, yaitu konkret/empiris, objektif terukur, rasional dan sistematis. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan statistik. sampel yang di peroleh adalah sebanyak 66 Analisis data merupakan kegiatan mengubah data hasil penelitian menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil simpulan dalam suatu penelitian. Adapun cara mengambil simpulan bisa dengan hipotesis maupun dengan estimasi Untuk mengestimasi data-data tersebut, dalam penelitian ini, di gunakan beberapa rumus statistik, yaitu: uji t dan uji F. Kinerja Karyawan Kinerja karyawan memainkan peran penting bagi sebuah organisasi karena merupakan sumbangan terhadap masing-masing bagian organisasi yang pada akhirnya kinerja fungsi tersebut memberikan kontribusi atas perolehan kinerja Menurut Anwar Prabu Mangkunegara . , istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance . restasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseoran. Kinerja karyawan yang rendah akan organisasi (Sedarmayanti, 2. Kellie . menyatakan bahwa sektor pelatihan dan pengembangan. Sedangkan kinerja menurut Ketut et al. , . adalah sebuah hasil nyata dari sebuah pekerjaan yang diamati berdasarkan kewajiban yang sudah diberikan dan selaras dengan tujuan Kinerja pegawai didapat setelah pegawai menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya baik secara kualitas maupun kuantitas, apakah targetnya tercapai atau HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun rincian golongan dan jabatan pada populasi tersebut adalah sebagai berikut: Jurnal Manajemen dan Teknik Volume 2. Nomor 1 Oktober 2024. ISSN: 3047-3853 https://jurnal. Tabel Golongan dan Jabatan Populasi Golongan Total Jabatan Superintendent Supervisor Foreman Operator kinerja karyawan didapat thitung sebesar sebesar 3,200 > t tabel. ,025, . sebesar 1,998 dengan tingkat signifikan 0,002. Artinya motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai, dengan demikian Hipotesis pertama Motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT X. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Armiaty Arifin et. dan Pardiman . yang menyatakan bahwa motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan karakteristik jawaban responden hasil menunjukkan bahwa motivasi pada PT X secara dominan termasuk dalam kategori motivasi dengan kriteria AuCukup BaikAy. Kondisi ini perlu ditingkatkan lagi agar dapat mencapai motivasi dalam kategori yang baik. Motivasi memberi peran langsung terhadap kinerja karyawan. artinya motivasi yang ada dalam diri seseorang akan semakin meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi terbentuk karena adanya kebutuhan, keinginan, dan dorongan untuk bertindak demi tercapainya kebutuhan atau tujuan. Sebagai individu, seorang pegawai akan berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya salah satunya dengan bekerja. Dalam bekerja secara sadar ia akan menetapkan tujuan bekerja dan berusaha untuk memenuhinya sehingga pada gilirannya berupaya untuk menjadikan dirinya bermanfaat bagi organisasi dengan menghasilkan kinerja yang Total Teknik sampling yang digunakan adalah sensus atau sampling jenuh. Dalam bukunya Harmoko et. al 2022, pengertian dari sampling jenuh adalah penentuan sampel bila populasi dijadikan sampel. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Uji t . engaruh secara parsia. Pengujian mengetahui signifikasi dari variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Mode Const Moti Buda Org Unstandar Coefficient Std Err 21,1 3,5 0,32 02 0,00 75 Standar Beta 0,343 0,003 Budaya kinerja karyawan. Berdasarkan Uji t atau t test bahwa variabel budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai diperoleh t hitung sebesar 2,886 > t tabel . ,025, . sebesar 1,998 dengan tingkat signifikansi 0,006. Maka Ho ditolak. Artinya budaya organisasi secara statistik berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dengan demikian Hipotesis kedua: Budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wardani . dan Brahmasari . yang menyatakan bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan regresinya Y=21,146 0,325 X1 0,002 X2 Motivasi Kerja mempengaruhi kinerja Berdasarkan Uji t atau t tes bahwa variabel motivasi berpengaruh terhadap Jurnal Manajemen dan Teknik Volume 2. Nomor 1 Oktober 2024. ISSN: 3047-3853 https://jurnal. Semakin baik budaya organisasi, maka kinerja akan meningkat. Sebaliknya semakin tidak baik budaya organisasi, maka kinerja yang dihasilkan semakin rendah. Budaya organisasi berperan dalam menentukan kinerja karyawan. Berdasarkan karakteristik jawaban responden menunjukkan bahwa budaya organisasi secara dominan termasuk dalam kategori budaya organisasi dengan kriteria AuKurang BaikAy. Kondisi ini perlu ditingkatkan lagi agar dapat mencapai budaya organisasi dalam kategori yang baik. Adanya keterkaitan hubungan antara budaya organisasi dengan kinerja yang dijelaskan dalam model diagnosis budaya organisasi bahwa semakin baik kualitas faktor faktor yang terdapat dalam budaya organisasi semakin baik kinerja organisasi tersebut (Djokosantoso, 2. Karyawan yang sudah memahami keseluruhan nilai-nilai organisasi akan menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai suatu kepribadian organisasi. Budaya organisasi merupakan suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi Budaya organisasi yang baik merupakan keberhasilan kerja karyawan, sebaliknya budaya organisasi yang kurang baik, akan dapat mempengaruhi kinerja karyawan sehingga akan mengganggu terwujudnya pencapaian tujuan organisasi yang telah Budaya organisasi dan motivasi secara bersama-sama mempengaruhi kinerja Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F). Uji F digunakan untuk mengetahui signifikansi dari motivasi dan budaya mempengaruhi kinerja karyawan. Cara yang digunakan adalah dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel pada taraf signifikansi ()=5% . Dari Uji Anova regresi atau uji F didapat Fhitung sebesar 5,149 > Ftabel sebesar 3,14 dengan tingkat signifikan 0,008 maka Ho ditolak. Artinya budaya organisasi dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai, dengan demikian Hipotesis ketiga: AuBudaya organisasi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja Model Regres Residu Total 242,99 23,59 5,14 0,00 Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Pranoto . didukung juga oleh hasil penelitian Armiati & Arifin . dan Effendi . yang menyatakan bahwa motivasi dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Semakin baik motivasi kerja dan budaya organisasi yang ada pada karyawan PT X maka kinerja karyawan yang dihasilkan akan semakin baik. Sebaliknya semakin tidak baik motivasi dan budaya organisasi yang ada pada PT X maka kinerja karyawan yang dihasilkan akan semakin tidak baik. Nilai koefisien variabel motivasi kerja sebesar lebih besar dibandingkan nilai koefisien variabel budaya organisasi. Hal ini menunjukan bahwa motivasi kerja lebih besar pengaruhnya terhadap kinerja karyawan dibandingkan budaya organisasi. Maka titik berat peningkatan kinerja karyawan adalah pada penerapan motivasi dibandingkan penerapan budaya organisasi. PENUTUP Variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Variabel budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan, serta Variabel motivasi dan budaya organisasi secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Baja di Cilegon. Jurnal Manajemen dan Teknik Volume 2. Nomor 1 Oktober 2024. ISSN: 3047-3853 https://jurnal. Hasibuan. Malayu S. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara. Jaya. Indra, and Surya Ningsih. Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja. Karyawan Pada PT. KAO Indonesia. JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonom. , 2. , https://doi. org/10. 34203/jimfe. Effect Organizational culture on job Performance in commercial bank in International journal of Economics. Commerce Management. Vol. No. Hal. Kuswati. The Influence of Organizational Culture on Employee Performance. Vol. No 1 . Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journa. Humanities. Mangkunegara. Anwar Prabu. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Nawawi. Hadari. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis Kompetitif. Yogyakarta: Gajah Mada University Press Nanda Novziransyah. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan PT. PLN (Perser. Kantor Wilayah Sumatera Utara Medan. Jurnal Jumantik 2. : 13Ae25. Okta Karneli. The Influence of Organizational Culture Entrepreneurial Orientation on the Job Satisfaction. Organizational Commitment. EmployeeAs Performance. European Journal of Business and Management. ISSN 2222-1905 (Pape. ISSN 2222-2839 DAFTAR PUSTAKA