Journal of Midwifery Tiara Bunda E-ISSN : 3025-9754 Volume 1 . Nomor 1 . Februari 2024 . Page 00-00 Doi : https://doi. org/xx. x/jmtb. Website : https://jurnal. id/index. php/jmtb PENGARUH PIJAT OKSITOSIN DENGAN MENGGUNAKAN MASSASE EFFLEURAGE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DI PMB N Ermeida Nelli,1 Politeknik Tiara Bunda ABSTRACT The inhibiting factor in breastfeeding is the lack of milk production and the slow release can cause the mother not to give her baby enough. A small amount of breast milk production in the first days of childbirth is an obstacle in breastfeeding. This problem can be solved by doing oxytocin massage. Oxytocin massage serves to stimulate the secretion of oxytocin which stimulates the secretion of breast milk. Breastfeeding is one of the pillars that are important for babyAos health because breast milk is the most appropriate nutrition for newborn babies to a minimum of 6 months old babies. This study aims to determine the effect of oxytocin massage on breast milk production in postpartum mothers in the working area of independent practice of midwives AuXAy in Bekasi City. West Java in 2024. This type of research was quantitative with a Quasy experimental design. The population in this study were all postpartum mothers who experienced unsustainable breastfeeding in the Working area of independent practice of midwives AuXAy in Bekasi City. West java 2024 a total of 27 mothers. The sample consisted of 25 mothers with the Wilcoxon Test. The independent variable is fluency before oxytocin massage. The dependent variable is the fluency of breastfeeding after oxytocin massage in postpartum mothers. Collecting data using observation sheets and questionnaires. Data processing techniques used editing, coding, scoring, tabulating and statistical tests using the Wilcoxont statistical test. The results of this study were obtained from 25 respondents, the average fluency of breastfeeding in postpartum mothers before the oxytocin massage in the working area of independent practice of midwives AuXAy in Bekasi City. West Java in 2024 was 17 mothers . %) . ess fluen. , while the average fluency of breastfeeding in postpartum mothers after the oxytocin massage in The working area of independent practice of midwives AuXAy in Bekasi City, west Java in 2024 is 25 mothers . %)(Curren. Wilcoxon shows that the p value = o, o Keywords : Oxytocin Massage. Breast Milk Production Page - 1 Journal of Midwifery Tiara Bunda Pendahuluan Pelayanan kesehatan ibu nifas sebagai pelayanan kesehatan pada ibu nifas sesuai standar,yang dilakukan sekurang-kurangnya tiga kali sesuai jadwal yang dianjurkan, yaitu pada enam jam sampai dengan tiga hari pasca persalinan, pada hari ke empat sampai dengan hari ke-28 pasca persalinan, dan pada hari ke29 sampai dengan hari ke-42 pasca Masa nifas dimulai dari enam jam sampai dengan 42 hari pasca persalinan Pelayanan yang diberikan diantaranya adalah pemberian Inisasi Menyusu Dini dan pemberian ASI sampai umur 6 bulan secara eksklusif (Kemenkes, 2. Masalah target program pemberian ASI (Air Susu Ib. eksklusif masih belum mencapai target global dengan sebab sebagian besar oleh faktor ibu bersalin menganggap ASI belum lancar atau ASI kurang karena bayi sering menangis. Selain itu, alasan ibu bekerja dan tidak menyimpan ASI karena tidak memerah ASI. Akibatnya , bayi diberi susu formula sebelum bayi berumur 6 bulan atau tidak diberikan ASI eksklusif (Ernawati, 2. Dampak global maupun Nasional masalah pemberian ASI ekslusif tidak mencapai target sasaran kurang dari 40 %, bahkan Neonatus yang tidak diberikan ASI pada 1 jam pertama secara fakta statistik mempunyai risiko mortalitas 1,77 kali, terlambat diberikan ASI > 24 jam berisiko 1,41 kali setelah dikontrol oleh berat lahir rendah, kelahiran prematur, dan kovariat lainnya (Mullany et al. cit Sudi, et al. Permasalahan program pemberian ASI eksklusif dapat dilihat dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2018 baru dicapai secara Nasional 37,3% ASI eksklusif (Kemenkes RI, 2. Namun, terdapat peningkatan dibandingkan hasil Riskesdas tahun 2013 berjumlah 30,2% (Kemenkes RI. Sedangkan. ASI ekslusif secara Nasional tahun 2019 meningkat menjadi 67,74% (Kemenkes RI, 2. , dan tahun 2020 turun menjadi 66,1% (Kemenkes RI, 2. Sementara. ASI Indonesia dibandingkan target WHO masih belum mencapai target 70% pada tahun 2030 (WHO & UNICEF, 2. Kendala pemberian ASI eksklusif karena produksi ASI lebih sedikit pada hari pertama setelah melahirkan. Ibu yang tidak menyusui bayinya pada hari CC Attribution-ShareAlike 4. 0 License. kecemasan dan ketakutan ibu akan kurangnya pengetahuan ibu tentang proses menyusui. Ibu-ibu berhenti menyusui bayinya pada bulan pertama post partum disebabkan puting susu lecet, payudara bengkak, kesulitan dalam melakukan perlekatan yang benar dan persepsi mereka tentang ketidak cukupan produksi ASI. Sehingga, ibu tidak yakin bisa memberikan ASI pada bayinya (Rinjani Margareta 2021 & Arniyanti, 2020. Solusi produksi ASI kurang karena ibu cemas atau penyebab lain dapat dilakukan dengan terapi nonfarmakologi pijat oksitosin massage effleurage dengan melibatkan dan Berbagai sebelumnya telah dilakukan terkait pijat oksitosin untuk mengatasi ASI kurang atau meningkatkan produksi ASI oleh Doko, et al. Susanti. Ruspita, & Rahmi . Asih . & Yanti . Namun, penelitian yang melibatkan suami melakukan pijat oksitosin kepada ibu menyusui . pada penelitian tersebut belum dilakukan. Penelitian ini menjadikan suami sebagai enumerator pada hari kedua dengan dilatih sebelumnya, sehingga masalah kecemasan pada ibu menyusui yang menjadi penyebab ASI sedikit atau tidak lancar dapat dikurangi bahkan diatasi dan produksi ASI bertambah. Pijat oksitosin adalah dilakukan dengan cara memijat pada daerah punggung sepanjang kedua sisi tulang belakang sehingga diharapkan dengan dilakukan pemijatan ini, akan merasa rileks dan kelelahan setalh melahirkan akan hilang. Jika rileks dan tidak kelelahan setelah melahirkan dapat membantu merangsang pengeluaran hormone oksitosin (Rinjani Margareta 2. Sehingga, secara fisiologis pijatan oksitosin mampu meningkatkan sekresi hormon oksitosin yang berfungsi menenangkan ibu serta dapat memperlancar ASI keluar (Suwondo & Wahyuni, 2. Survei pendahuluan yang dilakukan di Situraja Kabuapten Sumedang Jawa Barat tahun 2024 terdapat 16 ibu bersalin dan ibu nifas sebanyak 20 ibu tahun 2024 Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti dengan mengambil data ibu post partum di Situraja Sumedang Jawa Barat 2024, dengan wawancara langsung kepada ibu post partum, dari hasil wawancara langsung kepada ibu post partum hanya 4 orang ibu Asi nya tidak keluar dan mengatakan mengatakan sudah memberikan Page - 2 Journal of Midwifery Tiara Bunda susu formula kepada bayinya sejak lahir karena pengeluaran asinya masih sedikit dan ibu merasa bahwa asinya tidak cukup, maka untuk mengatasi masalah tersebut perlu diberikan intervensi pijat oksitosin agar dapat melancaran produksi Air Susu Ibu (ASI). orang ibu mengatakan ASI keluar lancar dan mengatakan tidak memberikan susu formula Berdasarkan uraian diatas maka bagaiamana pengaruh pijat oksitosin dengan menggunakan massae effleurage Mampu Meningkatkan Produksi ASI pada ibu post partum di Situraja Sumedang Jawa Barat. Metode Desain penelitian adalah sesuatu yang vital dalam penelitian yang memungkinkan, memaksimalkan suatu kontrol beberapa faktor yang bisa mempengaruhi validity suatu hasil (Nursalam, 2. Berdasarkan jenisnya, peneliti ini adalah pra experiment . egiatan percobaan yang bertujuan untuk mengetahui suatu pengaruh yang timbul sebagaiakibat menggunakan one groups pretest-post test design, yaitu desain eksperimen yang menggunakan satu kelompok subyek serta melakukan pengukuran sebelum dan sesudah pemeberian perlakuan pada subyek (Latipun. Populasi pada penelitian ini semua Ibu Post Partum atau ibu nifas di Situraja sejumlah 20 orang. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian ibu Postpartum yang ASI nya tidak Lancar dan Ibu Post partum yang ASI nya lancar untuk dilakukanya pijat oksitosin dengan menggunakan Maasase Effleurage. CC Attribution-ShareAlike 4. 0 License. Mengetahui adanya Pengaruh Pijat Oksitosin dengan menggunakan Massae Effleurage untuk meningkatkan produksi ASI pada Ibu Post Partum Primipara 14 hari di Situraja Sumedang Jawa Barat Tabel 4. Berdasarkan Tabel di atas menunjukan bahwa ASI hanya menetes sebanyak 10 responden ( 95 %). Analisa bivariate Tabel 4. Berdasarkan Tabel di atas menunjukan 10 orang ibu Asi Hanya < 005 menggunakan uji Coba Wilchoxon Uji Normalitas Distribusi frekuensi dan mean rata rata peningkatan ASI pada ibu post partum Primipara 14 hari di Situraja Sumedang Jawa Barat. di berikan dengan pijat oksitosin. Dengan menggunakan hasil Shapiro Wilk < 0 Tabel 4. Hasil dan Pembahasan Pada Bab ini dilakukan pembahasan tentang asuhan kebidanan pada peningkatan produksi ASI ekslusif pada ibu post partum tindakannya penerapan massase effeleurage dan pemijatan oksitosin di desa Situraja Sumedang Jawa Barat. peneliian dilakukan dengan memberikan terapi nonfarmakologi yaitu pijat oksitosin dan pijat oksitosin sebanyak 2 kali selama 5-15 menit. Analisa Univariat Pembahasan Pembahasan studi ini akan membahas mengenai perbandingan 10 responden sebelum dan sesudah di berikan Pijat oksitosin dengan menggunakan massage effleurage pada ibu post partum di situraja. Proses pengumpulan data dengan cara mencari ibu post partum seseuai. dengan kriteria , kemudai menemui, setelah itu memberikan lembar persetujuan menjadi responden dan peneliti menjelaskan tujuan dari penelitian. Page - 3 Journal of Midwifery Tiara Bunda Menurut studi pustaka pijat oksitosin adalah pijat oksitosin yang dilakukan di sepanjang tulang belakang ( vertebr. sampai costae ke lima atau ke enam. Melalui neurutransmiter akan merangsang ke medulla oblongata langsung mengirim pesan ke hipotalamus untuk mengeluarkan oksitosin (Indrasari 2. Kesimpulan Dari hasil penelitian AuPengaruh Pijat Okstosin dengan menggunakan massase effleurage untuk meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Di Situraja Sumedang Jawa BaratAy maka dapat disimpulkan sebagai berikut :. Distribusi frekuensi produksi ASI sebelum dilakukan pijat oksitosin menunjukkan bahwa dari 10 responden penelitian adalah 067 dengan standar deviasi 6,973 Distribusi frekuensi produksi ASI sesudah dilakukan pijat oksitosin menunjukkan bahwa dari 10 responden penelitian ada Ada perbedaan produksi ASI yang signifikan antara seblum dan sesudah pijat oksitosin di peroleh bahwa nilai p = 0,025 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa adanya Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produsi ASI Pada Ibu Post Partum Di Situraja Sumedang Jawa Barat Tahun 2024. Ucapan Terima Kasih Ucapan ditujukan kepada pemberi dana penelitian atau Ucapan terima kasih dapat juga disampaikan kepada pihak-pihak yang membantu pelaksanaan penelitian. Daftar Pustaka