Vol 2 No. 6 November 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 193 - 199 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/41qm08 PENGARUH TOTAL ASSET TURNOVER DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP NET PROFIT MARGIN PADA PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL TBK PERIODE Sindi Pebiyania*. Hendri Prasetyob a Ekonomi & Bisnis / Manajemen, pebiyanisindi123@gmail. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten / Manajemen, dosen00806@unpam. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten Penulis Korespondensi: Sindi Pebiyani b Ekonomi & Bisnis ABSTRACT The purpose of this study is to examine the effect of Total Asset Turnover (TATO) and Debt to Equity Ratio (DER) on Net Profit Margin (NPM) at PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk for the period 2014Ae 2024, both partially and simultaneously. This study employs a quantitative approach using secondary data in the form of balance sheet and income statement reports. The analytical methods applied include multiple linear regression, t-test, and F-test with the assistance of SPSS version 25. The results indicate that TATO and DER each have a positive and significant effect on NPM, with a significance value of 0. 001 < 0. Simultaneously, both variables are also found to have a significant effect on NPM, with an F-value of 77. > F-table 4. 46 and a significance level of 0. 000 < 0. These findings demonstrate that TATO and DER contribute positively to NPM. Keywords: Total Asset Turnover. Debt to Equity Ratio and Net Profit Margin Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh Total Asset Turnover (TATO) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Net Profit Margin (NPM) pada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk periode 2014Ae2024, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan neraca dan laporan laba-rugi. Teknik analisis yang diterapkan meliputi regresi linier berganda, uji t, serta uji F dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil analisis mengindikasikan bahwa TATO dan DER secara parsial berpengaruh positif serta signifikan terhadap NPM dengan signifikansi keduanya 0,001 < 0,05. Secara simultan, kedua variabel juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap NPM dengan Fhitung sebesar 77,214 > Ftabel 4,46 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa TATO dan DER memberikan kontribusi positif terhadap NPM. Kata Kunci: Total Asset Turnover. Debt to Equity Ratio dan Net Profit Margin. PENDAHULUAN Perkembangan globalisasi yang disertai dengan integrasi pasar internasional telah melahirkan intensitas persaingan yang semakin ketat di berbagai sektor industri, termasuk industri farmasi di Indonesia. Industri ini memegang peranan strategis karena tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian nasional, tetapi juga berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat. Kementerian Perindustrian . menyatakan bahwa subsektor farmasi, obat tradisional, dan kosmetik mengalami pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan penerapan gaya hidup preventif. Kondisi tersebut menuntut setiap perusahaan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan serta pengoptimalan kinerja keuangan, guna menjamin keberlangsungan usaha sekaligus memperkuat daya saing dalam iklim industri yang semakin kompetitif. Kinerja keuangan menjadi indikator utama keberhasilan perusahaan, khususnya melalui rasio keuangan yaitu Net Profit Margin (NPM). Menurut Kasmir . Net Profit Margin (NPM) merupakan rasio yang Naskah Masuk 24 September, 2025. Revisi 26 September, 2025. Diterima 1 Oktober, 2025. Tersedia 3 Oktober, 2025 Sindi Pebiyani dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 193 Ae 199 menunjukkan persentase laba bersih yang diperoleh perusahaan dari setiap penjualan yang dilakukan. NPM menjadi salah satu tolok ukur utama dalam menilai profitabilitas perusahaan, karena semakin tinggi NPM, maka semakin besar pula laba bersih yang dapat dihasilkan dari setiap rupiah penjualan. NPM 0,40 0,19 0,20 0,19 0,21 0,24 0,26 0,28 0,31 0,29 0,27 0,30 0,20 0,00 Gambar 1. Grafik Perkembangan Net Profit Margin (NPM) 2014-2024 Berlandaskan penelaahan terhadap Gambar 1. 1 mengenai Net Profit Margin (NPM) pada kurun waktu 2014Ae 2024, dapat diketahui bahwa kinerja profitabilitas perusahaan secara umum menunjukkan kecenderungan Pada tahun 2014. NPM tercatat sebesar 0,19 dan mengalami perbaikan secara bertahap hingga mencapai titik tertinggi sebesar 0,31 pada tahun 2021. Meskipun pada tahun 2022 dan 2023 sempat mengalami penurunan, pada tahun 2024 nilai NPM kembali meningkat menjadi 0,30. Kondisi ini menegaskan bahwa perusahaan relatif berhasil menjaga efisiensi dalam menghasilkan laba bersih dengan pola pertumbuhan yang positif, walaupun terdapat fase penurunan sementara. Selanjutnya, dinamika NPM sepanjang periode 2014Ae2024 juga memperlihatkan adanya fluktuasi yang cukup signifikan dan memiliki keterkaitan dengan Total Asset Turnover (TATO). Rasio TATO merepresentasikan tingkat efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan seluruh aset yang dimiliki untuk mendukung aktivitas penjualan (Kasmir, 2016: . TATO 1,50 1,00 0,78 0,79 0,86 0,81 0,83 0,87 0,87 0,99 0,95 0,92 0,99 0,50 0,00 Gambar 1. Grafik Perkembangan Total Asset Turnover (TATO) Kajian terhadap Gambar 1. 2 mengenai dinamika Total Asset Turnover (TATO) pada rentang waktu 2014Ae 2024 menunjukkan pola yang relatif stabil dengan kecenderungan meningkat. Nilai terendah tercatat pada tahun 2014 sebesar 0,78, kemudian mengalami perbaikan hingga mencapai puncak pada tahun 2020 sebesar 0,99, serta kembali berada pada tingkat yang sama pada tahun 2024. Meskipun pada periode 2022Ae2023 sempat mengalami penurunan, secara keseluruhan perusahaan tetap mampu mempertahankan efektivitas dalam pemanfaatan aset untuk menunjang kegiatan penjualan. Tingginya nilai TATO merepresentasikan kemampuan entitas dalam mengoptimalkan aset yang dimiliki guna menghasilkan penjualan, yang pada akhirnya berimplikasi pada peningkatan laba bersih dan Net Profit Margin (NPM). Sebaliknya, nilai TATO yang rendah menandakan adanya ketidakefisienan dalam pengelolaan aset, sehingga berpotensi memberikan konsekuensi negatif terhadap profitabilitas perusahaan (Kasmir, 2016:. Selain itu, variabel lain yang memiliki hubungan erat dengan pencapaian Net Profit Margin (NPM) adalah Debt to Equity Ratio (DER). Rasio ini menggambarkan perbandingan antara total utang dengan ekuitas yang dimiliki perusahaan, sehingga mencerminkan struktur permodalan yang digunakan dalam mendanai aktivitas DER berfungsi untuk menilai sejauh mana perusahaan mengandalkan sumber pembiayaan eksternal berupa pinjaman dibandingkan dengan modal sendiri. Proporsi DER yang tinggi menunjukkan ketergantungan yang besar terhadap pendanaan berbasis utang, yang berpotensi meningkatkan beban JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 193 - 199 Sindi Pebiyani dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 193 Ae 199 keuangan dan menekan profitabilitas. Sebaliknya. DER yang seimbang atau terkendali dapat memberikan sinyal positif terhadap kinerja perusahaan, karena menunjukkan adanya kehati-hatian dalam pengelolaan struktur modal yang pada gilirannya dapat memperkuat tingkat profitabilitas (Kasmir, 2016: . DER 0,15 0,15 0,20 0,10 0,19 0,17 0,16 0,15 0,13 0,09 0,07 0,08 0,08 0,00 Gambar 1. Grafik Perkembangan Debt to Equity Ratio (DER) 2014-2024 Merujuk pada Gambar 1. 3, rasio Debt to Equity Ratio (DER) memperlihatkan kecenderungan peningkatan sejak tahun 2014 dengan nilai 0,07 hingga mencapai titik puncak pada tahun 2020 sebesar 0,19. Setelah periode tersebut, rasio mengalami penurunan secara bertahap, yakni sebesar 0,17 pada tahun 2021 hingga mencapai 0,13 pada tahun 2024. Pergerakan tersebut merepresentasikan adanya intensifikasi struktur pendanaan berbasis utang hingga tahun 2020, yang kemudian diikuti oleh proses koreksi struktural melalui penurunan proporsi utang terhadap ekuitas pada periode berikutnya. Dalam kurun waktu 2014Ae2024. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. menunjukkan dinamika yang kompleks dalam pengelolaan aset maupun struktur modal. Pertumbuhan aset berlangsung secara signifikan seiring ekspansi aktivitas usaha, namun tingkat efektivitas pemanfaatan aset tidak senantiasa stabil, yang tercermin dari fluktuasi rasio Total Asset Turnover (TATO). Di sisi lain, perusahaan juga melakukan penyesuaian pada struktur pendanaan dengan meningkatkan porsi utang pada tahun-tahun tertentu, yang tercermin dari kenaikan Debt to Equity Ratio (DER). Kondisi demikian berpotensi menambah beban keuangan serta menimbulkan implikasi terhadap tingkat Net Profit Margin (NPM) perusahaan. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk merupakan salah satu entitas terkemuka dalam industri farmasi dan jamu yang memiliki reputasi kokoh, konsistensi dalam inovasi produk, serta rekam jejak kinerja keuangan yang menunjukkan pola fluktuatif. Dalam kondisi ideal, perusahaan diharapkan mampu mengelola aset serta struktur modal secara efektif guna memperoleh laba bersih yang optimal. Namun, realitas menunjukkan adanya fluktuasi dan tantangan dalam pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, diperlukan langkah yang logis dan berbasis kajian empiris. Salah satu alternatif adalah dengan menelaah pengaruh TATO dan DER terhadap NPM, sehingga manajemen dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengatur aset maupun struktur modal. Pendekatan ini berpotensi meningkatkan efisiensi operasional, menekan risiko finansial, serta mendorong peningkatan profitabilitas. Meninjau uraian tersebut, penelitian mengenai pengaruh Total Asset Turnover dan Debt to Equity Ratio terhadap Net Profit Margin pada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. periode 2014Ae2024 dinilai sangat relevan untuk dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan memperkaya ilmu manajemen keuangan melalui pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas perusahaan di sektor farmasi dan jamu. Diharapkan, temuan penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi manajemen dalam merumuskan strategi keuangan yang lebih proaktif, sehingga meningkatkan daya saing serta keberlanjutan perusahaan. Sehubungan dengan hal tersebut, penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul AuPengaruh Total Asset Turnover dan Debt to Equity Ratio terhadap Net Profit Margin pada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Periode 2014Ae2024. TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Keuangan Manajemen pada hakikatnya merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengintegrasian, serta pengarahan seluruh sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Irfani A. , manajemen keuangan didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan pengelolaan keuangan yang Pengaruh Total Asset Turnover dan Debt to Equity Ratio Terhadap Net Profit Margin Pada PT In dustri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Periode 2014-2024 (Sindi Pebiyan. Sindi Pebiyani dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 193 Ae 199 dilaksanakan oleh perusahaan guna mencapai tujuan, termasuk mekanisme perolehan dan pemanfaatan dana secara efisien dan efektif. Sejalan dengan ha l tersebut. Jaya dkk . menyatakan bahwa manajemen keuangan mencakup proses perolehan, penggunaan, dan pengelolaan dana untuk menunjang kesejahteraan perusahaan serta meningkatkan Laporan Keuangan Fitriana . menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan puncak dari rangkaian proses yang dirancang untuk mendokumentasikan dan meringkas seluruh transaksi dalam aktivitas operasional Dengan demikian, laporan keuangan menjadi instrumen strategis yang menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, serta dinamika perubahan kondisi keuangan suatu organisasi sepanjang periode tertentu. Informasi tersebut berperan sebagai sumber krusial bagi pihak internal maupun eksternal dalam menilai kesehatan finansial perusahaan, menelaah efektivitas manajemen, serta menjadi dasar bagi pengambilan keputusan ekonomi yang tepat. 3 Rasio Keuangan Fahmi . menyatakan bahwa rasio adalah ukuran kuantitatif yang diperoleh dari perbandingan antara dua angka. Rasio berfungsi sebagai instrumen analisis untuk menafsirkan hubungan kuantitatif antarpos, sehingga memberikan pemahaman yang lebih sistematis. Selaras dengan itu. Kasmir . menjelaskan bahwa rasio keuangan merupakan metode evaluatif yang membandingkan angka-angka dalam laporan keuangan, umumnya dengan membagi satu besaran terhadap besaran lain yang relevan, guna menilai kondisi serta kinerja keuangan perusahaan secara komprehensif. 4 Net Profit Margin Khoiruzaid dkk . menyatakan bahwa Net Profit Margin (NPM) merupakan salah satu rasio dalam kelompok profitabilitas, yang berfungsi untuk menghitung laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari setiap unit penjualan setelah dikurangi seluruh kewajiban pajak. NPM merepresentasikan persentase laba bersih yang mampu diperoleh perusahaan dari transaksi penjualan setelah seluruh beban pajak dipenuhi. Rasio ini menjadi indikator kritis dalam menilai efisiensi perusahaan dalam pemanfaatan sumber daya dan pencapaian kinerja keuangan yang optimal. 5 Total Asset Turnover Nafisah dkk . menyatakan bahwa Total Asset Turnover (TATO) merupakan ukuran efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan keseluruhan aset yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan. Rasio ini mencerminkan sejauh mana aset baik lancar maupun tetap dikerahkan secara optimal untuk mendukung operasional bisnis dan pencapaian target penjualan, sehingga menjadi indikator penting pengelolaan sumber daya perusahaan. 6 Debt to Equity Ratio Widarti dkk . mengemukakan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan yang menilai proporsi pembiayaan aset perusahaan melalui sumber eksternal berupa utang dibandingkan modal Rasio ini secara eksplisit merepresentasikan perbedaan antara kontribusi dana pemegang saham dan kewajiban kepada kreditor. Oleh karena itu. DER berfungsi sebagai indikator esensial dalam memahami struktur modal perusahaan, khususnya dalam menilai tingkat risiko keuangan yang dihadapi oleh pemilik dan pemberi pinjaman eksternal. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif, yang bertujuan untuk menguji hubungan empiris antara variabel independen dan variabel dependen. Fokus penelitian diarahkan pada pengaruh Total Asset Turnover (TATO) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Net Profit Margin (NPM) pada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. dalam periode 2014Ae2024. Data penelitian diperoleh dari laporan keuangan perusahaan, khususnya neraca dan laporan laba rugi, yang dikumpulkan melalui studi pustaka serta penelusuran sumber daring yang relevan. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel dan SPSS versi 27 melalui metode regresi linier berganda. Pemilihan metode ini didasarkan pada tujuan penelitian yang hendak mengidentifikasi pengaruh lebih dari satu variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan maupun parsial. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data, uji F untuk menilai pengaruh simultan, uji t untuk mengukur pengaruh parsial, serta JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 193 - 199 Sindi Pebiyani dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 193 Ae 199 koefisien determinasi (RA) guna mengevaluasi kemampuan model dalam menjelaskan variasi perubahan NPM. Rentang waktu penelitian 2014Ae2024 dipilih dengan pertimbangan bahwa periode tersebut mencerminkan kondisi kinerja keuangan perusahaan dalam satu dekade terakhir, sehingga mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika TATO. DER, dan NPM secara berkesinambungan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil 4,1,1 Uji Asumsi Klasik Hasil pengujian asumsi klasik memperlihatkan bahwa keseluruhan data telah memenuhi kriteria kelayakan model regresi. Distribusi data terkonfirmasi normal, sebagaimana dibuktikan melalui uji KolmogorovSmirnov dengan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,142, yang melampaui ambang signifikansi 0,05. Uji multikolinearitas mengindikasikan tidak adanya masalah korelasi antarvariabel bebas, ditunjukkan oleh nilai toleransi sebesar 0,606 (>0,. dan Variance Inflation Factor (VIF) sebesar 1,651 (<. Uji heteroskedastisitas menggunakan metode scatter plot menunjukkan bahwa sebaran titik bersifat acak tanpa pola yang teratur, sehingga dapat disimpulkan bahwa model bebas dari gejala heteroskedastisitas. Lebih lanjut, pengujian autokorelasi dengan statistik Durbin-Watson menghasilkan nilai 2,573, dengan batas bawah . sebesar 0,7580 dan batas atas . sebesar 1,6044. Karena nilai DW berada di antara du dan 4Aedu yaitu 1,6044 < 2,573 < 3,3956, maka model regresi ini dinyatakan bebas dari autokorelasi. 2 Uji Regresi Linier Berganda Persamaan tersebut diperoleh dengan menggunakan hasil analisis regresi linier berganda: NPM = -0,120 0,338 X1 0,560 X2 e Persamaan diatas ini dapat diterjemahkan sebagai berikut: Konstanta () bernilai -0,120, yang mengimplikasikan bahwa apabila variabel Total Asset Turnover (TATO) dan Debt to Equity Ratio (DER) berada pada titik nol, maka Net Profit Margin (NPM) akan berada pada posisi -0,120. Dengan mengasumsikan seluruh variabel lain berada dalam kondisi konstan, setiap peningkatan TATO sebesar 1% berkontribusi pada kenaikan NPM sebesar 0,338. Hal ini merepresentasikan bahwa koefisien regresi TATO (X. bersifat positif dengan nilai 0,338, sehingga TATO memiliki peran konstruktif dalam memengaruhi NPM. Koefisien regresi DER (X. menunjukkan nilai positif sebesar 0,560. Artinya, apabila DER meningkat 1%, maka NPM akan mengalami peningkatan sebesar 0,560, dengan asumsi bahwa variabel lainnya tetap tidak berubah. Temuan ini mengindikasikan bahwa DER berfungsi sebagai determinan signifikan yang berdampak positif terhadap profitabilitas perusahaan sebagaimana diukur dengan NPM. 3 Uji Parsial Hasil analisis parsial menunjukkan bahwa variabel Total Asset Turnover (TATO) memperoleh nilai t sebesar 5,584 dengan tingkat signifikansi 0,001. Temuan ini mengindikasikan bahwa TATO berpengaruh positif dan signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM), sebab nilai t lebih besar dibandingkan t-tabel . ,584 > 2,3. serta nilai signifikansi berada di bawah ambang batas 0,05. Dengan demikian. TATO dapat dinyatakan sebagai determinan penting dalam peningkatan profitabilitas perusahaan. Sementara itu, variabel Debt to Equity Ratio (DER) menghasilkan nilai t sebesar 5,136 dengan tingkat signifikansi 0,016. Kondisi ini menegaskan bahwa DER juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPM, karena nilai t melebihi t-tabel . ,136 > 2,3. dan tingkat signifikansi lebih kecil daripada 0,05. Hal ini memperlihatkan bahwa pengelolaan struktur modal yang ditunjukkan oleh DER memiliki kontribusi nyata terhadap capaian profitabilitas. 4 Uji Simultan Secara simultan. Total Asset Turnover (TATO) dan Debt to Equity Ratio (DER) terbukti memengaruhi Net Profit Margin (NPM). Nilai F yang diperoleh sebesar 77,214 melampaui nilai F-tabel . dengan signifikansi 0,000, yang lebih rendah dari 0,05. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kedua variabel independen tersebut secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Pengaruh Total Asset Turnover dan Debt to Equity Ratio Terhadap Net Profit Margin Pada PT In dustri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Periode 2014-2024 (Sindi Pebiyan. Sindi Pebiyani dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 193 Ae 199 5 Uji Koefisien Determinasi Pengujian koefisien determinasi memperlihatkan nilai RA sebesar 0,951, yang berarti bahwa 95,1% variasi NPM dapat dijelaskan oleh variasi TATO dan DER. Adapun sisanya, yakni 4,9%, dipengaruhi oleh faktorfaktor lain yang berada di luar model penelitian ini. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan memiliki kemampuan penjelasan yang sangat kuat terhadap variabel dependen. 2 Pembahasan Pengaruh Total Asset Turn Over terhadap Net Profit Margin Hasil uji parsial memperlihatkan bahwa variabel Total Asset Turnover (TATO) menghasilkan nilai t sebesar 5,584 dengan tingkat signifikansi 0,001. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan t-tabel sebesar 2,3060 dan berada di bawah ambang signifikansi 0,05, sehingga dapat dipastikan bahwa TATO berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM). Kondisi ini mengimplikasikan bahwa peningkatan efektivitas perputaran aset akan memperbesar laba bersih perusahaan. Secara konseptual. TATO menggambarkan tingkat efisiensi aset dalam mendukung pencapaian penjualan. semakin tinggi perputaran aset, semakin besar kontribusi terhadap profitabilitas perusahaan. Sejalan dengan hal tersebut. Stema . mengonfirmasi bahwa TATO berperan penting dalam menentukan NPM. Sementara itu, penelitian Firdiana dan Nugroho . juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara TATO dengan NPM, yang menegaskan relevansi hasil penelitian ini. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Net Profit Margin Berdasarkan hasil pengujian parsial. Debt to Equity Ratio (DER) memperoleh nilai t sebesar 5,136 dengan tingkat signifikansi 0,016. Karena nilai t lebih besar dari t-tabel . ,136 > 2,3. dan signifikansi < 0,05, dapat dinyatakan bahwa DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM). Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan dalam struktur modal yang tercermin melalui rasio utang terhadap ekuitas berdampak langsung terhadap profitabilitas perusahaan. Rasio DER yang terlalu tinggi berpotensi meningkatkan risiko keuangan melalui beban bunga, sedangkan pengelolaan yang optimal dapat memanfaatkan leverage positif untuk memperbesar tingkat keuntungan bersih. Temuan ini konsisten dengan penelitian Singgih . yang menegaskan pengaruh signifikan DER terhadap NPM. Selanjutnya, kajian Nafisah dkk. memperkuat kesimpulan serupa, bahwa struktur modal yang diukur dengan DER berkontribusi nyata terhadap kiner NPM. Pengaruh Total Asset Turnover dan Debt to Equity Ratio terhadap Net Profit Margin Hasil pengujian simultan melalui uji F menunjukkan bahwa variabel Total Asset Turnover (TATO) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara bersamaan memiliki pengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM). Nilai F hitung yang diperoleh sebesar 77,214, melebihi nilai F tabel 4,46, dengan taraf signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari ambang batas 0,05. Kondisi ini menegaskan bahwa efektivitas penggunaan aset melalui TATO serta pengelolaan struktur modal yang tercermin pada DER mampu memberikan kontribusi kolektif dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan. Dengan demikian, sinergi antara efisiensi aset dan kebijakan pembiayaan eksternal menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan laba bersih. Kesesuaian temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Putri dkk . serta Octavia dan Janudin . yang secara konsisten menegaskan bahwa Total Asset Turnover (TATO) dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Net Profit Margin (NPM). Relevansi tersebut semakin diperkuat oleh dinamika eksternal, antara lain intensifikasi persaingan dalam industri farmasi nasional yang kian kompetitif, kebijakan pemerintah terkait ketergantungan terhadap impor bahan baku farmasi (Badan POM, 2. , serta peningkatan permintaan masyarakat terhadap produk kesehatan pascapandemi COVID19 (BPS, 2. Keseluruhan faktor eksternal tersebut berfungsi sebagai variabel kontekstual yang tidak hanya mempertegas, tetapi juga memperjelas keterkaitan simultan antara TATO. DER, dan NPM dalam lingkup perusahaan farmasi, sehingga memperkuat validitas empiris hasil penelitian ini. KESIMPULAN Secara parsial, penelitian ini menegaskan bahwa Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM), demikian pula Debt to Equity Ratio (DER) terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap NPM. Uji simultan memperlihatkan bahwa kedua variabel tersebut secara kolektif berperan menentukan tingkat NPM perusahaan. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 193 - 199 Sindi Pebiyani dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 193 Ae 199 Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar ruang lingkup diperluas dengan menambahkan indikator keuangan lain, seperti Return on Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS), serta melibatkan objek kajian pada berbagai perusahaan lintas subsektor maupun lintas industri. Upaya ini akan menghasilkan analisis yang lebih menyeluruh dan meningkatkan kepekaan dalam mengungkap dinamika profitabilitas perusahaan. DAFTAR PUSTAKA