Volume 4 No 2. November 2025 NAVAL DEDICATION Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL Pembinaan Pramuka Pandega Melalui Latihan Dayung dan Kursus Pembina Mahir Guna Membangun Generasi Bahari dan Pembina yang Menginspirasi Kakung Priyambodo1. Evi Martiningsih2*. Endang Soelistyowati3 Akademi Angkatan Laut. Surabaya. Politeknik Kesehatan Kemenkes. Surabaya *Penulis korespondensi. Surel: evimarti1@akademitnial. Abstract Community service activities through Scouting training for the Pandega Scouts of Poltekkes Kemenkes Surabaya and Racana Universitas Brawijaya aim to equip the younger generation with leadership skills, character development, and social-ecological awareness. This program involved two main activities, namely the Basic Scout Leader Course (KMD) organized by Universitas Brawijaya at Pusdiklatcab Kota Malang and a canoeing training held in Jung Kwatu. Mojokerto. The methods employed combined theory and practice, using an interactive, participatory, and experiential approach. The evaluation of the training results showed a significant improvement in participants' understanding of scouting concepts, leadership skills, and environmental conservation awareness. Furthermore, the program successfully strengthened inter-institutional collaboration and empowered the local community through ecotourism potential. This program is expected to contribute to the development of a generation that is more socially and environmentally conscious and to strengthen the position of Scouting as a key institution in characterbuilding for the nation. Keywordsi: 1. Scout Leaders, 2. scouting activities 2. character education 3. maritime generation Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan Kepramukaan bagi Pramuka Pandega Poltekkes Kemenkes Surabaya dan Racana Universitas Brawijaya bertujuan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan kepemimpinan, karakter, dan kesadaran sosial-ekologis. Program ini melibatkan dua kegiatan utama, yaitu Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya di Pusdiklatcab Kota Malang dan pelatihan dayung di Jung Kwatu. Mojokerto. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggabungkan teori dan praktik, dengan pendekatan interaktif, partisipatif, dan berbasis pengalaman. Evaluasi hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep kepramukaan, keterampilan kepemimpinan, serta kesadaran terhadap pelestarian lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil mempererat hubungan antar lembaga, serta memberdayakan masyarakat lokal melalui potensi ekowisata. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan karakter generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan dan sosial serta memperkuat posisi Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter bangsa. Keywords: 1. Pramuka Pandega, 2. kegiatan kepramukaan 2. pendidikan karakter 3. generasi bahari Pendahuluan Pendidikan kepramukaan memiliki peranan yang sangat penting dalam pembinaan karakter generasi muda di Indonesia. Sejalan dengan tujuan Gerakan Pramuka, pendidikan kepramukaan tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan keterampilan teknis peserta didik, tetapi juga untuk membentuk sikap, perilaku, dan nilai-nilai karakter yang mendalam. Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam Gerakan Pramuka, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan potensi diri Volume 4 No 2. Nopember 2025 NAVAL DEDICATION Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL mereka untuk menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berjiwa nasionalisme (Rafiqi & Hijrah, 2. Namun, potensi ini belum tergali optimal tanpa pembina yang kompeten dan metode pelatihan partisipatif, menciptakan kesenjangan antara teori dan praktik lapangan. Kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan membangun kepemimpinan yang berbasis pada penguatan karakter, baik di lingkungan pendidikan formal maupun non-formal (Wahyuni, 2. Aktivitas pramuka tidak hanya menyasar aspek intelektual, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik, termasuk pengembangan keterampilan hidup . ife skill. Woro dan Marzuki meneliti bahwa partisipasi dalam kepramukaan dapat meningkatkan tanggung jawab peserta didik, dengan syarat keberadaan pembina yang kompeten dan lingkungan yang mendukung (Woro & Marzuki, 2. Pembina berfungsi sebagai pendidik yang membimbing dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, yang terbukti efektif dalam meningkatkan disiplin dan sikap mandiri siswa (Fitriyani & MuthaliAoin, 2. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan nyata untuk meningkatkan kualitas pembina, sekaligus menciptakan model pembinaan karakter yang terintegrasi dan melibatkan kolaborasi antar berbagai lembaga. Dua kegiatan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang serupa, yaitu Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya di Pusdiklatcab Kota Malang, serta Latihan Dayung Pramuka yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya di Jung Kwatu. Mojokerto, keduanya menekankan pentingnya pendidikan yang mengarah pada pengembangan karakter dan kepemimpinan di kalangan generasi muda. KMD, yang merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pembina Pramuka, menekankan pada metode pengajaran yang aktif, partisipatif, dan kolaboratif untuk mempersiapkan para calon pembina dengan keterampilan yang diperlukan dalam membina peserta didik secara efektif. Sebagai contoh, dalam KMD Universitas Brawijaya, berbagai teknik kepramukaan, seperti manajemen kelompok, perkemahan, dan kepemimpinan, diajarkan secara langsung dalam bentuk teori dan praktik lapangan (Margunaji & Sugiyanto, 2. Gambar 1. Pramuka Pandega Poltekkes Kemenkes Surabaya sedang mendapatkan pengarahan dari Kolonel Marinir Kakung Priyambodo Sementara itu. Latihan Dayung Pramuka di Poltekkes Kemenkes Surabaya mengintegrasikan kegiatan olahraga air dengan penguatan karakter, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan, yang sesuai dengan konsep pembinaan generasi muda yang berkarakter bahari. Latihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai maritim kepada generasi muda, serta meningkatkan rasa cinta terhadap lingkungan laut Indonesia. Selain itu, latihan dayung juga memberikan pengalaman langsung dalam pengelolaan tim, disiplin, dan kolaborasi, yang semuanya merupakan keterampilan Volume 4 No 2. Nopember 2025 NAVAL DEDICATION Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL dasar yang dibutuhkan dalam membentuk karakter kepemimpinan yang kuat (Sin, 2. Latihan dayung yang dilaksanakan dalam kegiatan kepramukaan mengadopsi metode yang terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial (Indriani & Utami, 2. Program Latihan Dayung Pramuka Poltekkes Kemenkes Surabaya di Jung Kwatu menjadi model pembinaan terpadu yang melibatkan berbagai elemen, termasuk TNI AL, akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini menciptakan sinergi yang kuat dalam mencapai tujuan bersama, meski sinergi strategis semacam ini masih perlu didokumentasikan untuk dampak yang lebih berkelanjutan. Gambar 2 Memberikan materi Fundamental Gerakan Pramuka kepada peserta KMD Universitas Brawijaya & Menjadi konsultan pelatih Pusdiklatcab Kota Malang Kedua kegiatan ini memiliki relevansi yang sangat besar dalam konteks penguatan karakter generasi bahari Indonesia dan pembinaan pembina yang menginspirasi. Melalui kursus seperti KMD, di mana peserta diberi kesempatan untuk menjadi pembina yang kompeten dan profesional, serta melalui latihan dayung yang mengajarkan disiplin, kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air, keduanya saling melengkapi dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berwawasan luas (AIR. Rudi, 2020. Sukiyat, 2. Keterlibatan civitas akademika, pemerintah, dan masyarakat dalam kedua kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi untuk menciptakan pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan di era globalisasi, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kebangsaan yang luhur. Tujuan penulisan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendokumentasikan dan menganalisis kontribusi Dosen Akademi Angkatan Laut (AAL) dalam pembinaan generasi muda melalui KMD bagi Pramuka Pandega Racana Universitas Brawijaya dan latihan dayung Pramuka Pandega Poltekkes Kemenkes Surabaya, sekaligus mengidentifikasi sinergi yang terbangun. Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memiliki peran strategis dalam mencetak kader pemimpin masa depan. AAL berkomitmen untuk memberikan dampak positif tidak hanya dalam dunia militer, tetapi juga dalam pengembangan masyarakat secara lebih luas. Lebih lanjut, penulisan ini menganalisis dampak kegiatan dalam membentuk karakter dan kepemimpinan, serta merumuskan rekomendasi strategis bagi Pimpinan AAL dan lembaga terkait untuk pengembangan dan perluasan jangkauan program pengabdian masyarakat ini agar manfaatnya bagi negara dan masyarakat dapat ditingkatkan. Metode Volume 4 No 2. Nopember 2025 NAVAL DEDICATION Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan dua program utama, yaitu Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya di Pusdiklatcab Kota Malang dan Latihan Dayung Pramuka yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya di Jung Kwatu. Mojokerto. Kedua program ini dirancang dengan pendekatan yang terstruktur, partisipatif, dan berbasis pada pembelajaran praktis yang bertujuan untuk membangun karakter, keterampilan kepemimpinan, dan kesadaran lingkungan maritim pada generasi muda. Kegiatan KMD Universitas Brawijaya mengadopsi pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi Metode utama yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, praktik lapangan, dan evaluasi berkelanjutan. Ceramah interaktif dan metode kepramukaan digunakan sebagai sarana utama dalam penyampaian materi, yang mencakup prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan, serta aspek hukum yang relevan, seperti Undang-Undang No. 12 Tahun 2010 yang mengatur Gerakan Pramuka. Ceramah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dasar-dasar kepramukaan, sehingga peserta dapat memahami prinsip dan tujuan Gerakan Pramuka yang menjadi landasan dalam pembinaan generasi muda (Indonesi. Selain ceramah, kegiatan ini juga melibatkan diskusi kelompok dan simulasi untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap konsep-konsep yang diajarkan. Diskusi kelompok dilakukan untuk mendorong interaksi antar peserta, memperkuat keterampilan komunikasi, dan meningkatkan pemahaman secara kolektif. Simulasi dan dinamika kelompok memainkan peran penting dalam membentuk keterampilan kepemimpinan yang efektif, yang merupakan salah satu tujuan utama dalam pendidikan kepramukaan yang komprehensif. Melalui simulasi, peserta dapat mengasah kemampuan mereka dalam menghadapi situasi yang membutuhkan keputusan cepat dan kerja sama tim yang solid, sesuai dengan prinsip pendidikan yang berbasis pengalaman dan pengembangan karakter (Akbar et al. , 2. Praktik lapangan juga menjadi bagian integral dari kursus ini, yang memungkinkan peserta untuk menerapkan teori yang telah dipelajari dalam situasi nyata. Kegiatan ini melibatkan perkemahan yang tidak hanya berfungsi sebagai ajang praktik kepramukaan, tetapi juga sebagai wadah untuk mengasah keterampilan manajemen dan kepemimpinan yang sangat penting. Melalui kegiatan perkemahan, peserta dapat mengelola berbagai aspek praktis dalam kegiatan Pramuka, seperti pengorganisasian acara, koordinasi tim, serta penanganan situasi lapangan. Praktik lapangan ini memberikan pengalaman langsung yang memperkuat keterampilan kepemimpinan dan mempersiapkan peserta untuk menjadi pembina Pramuka yang kompeten dan siap diterjunkan dalam dunia Pendidikan (Lahagu et al. , 2. Pelaksanaan dan Pembahasan 1 Pelatihan Dayung di Jung Kwatu. Mojokerto . -27 Juli 2. Pelaksanaan pelatihan dayung di Jung Kwatu. Mojokerto, yang diadakan pada tanggal 26 hingga 27 Juli 2025, menjadi sebuah langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi anggota Pramuka Pandega dari Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam berbagai aspek. Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan teknis dayung, tetapi juga memperkenalkan peserta pada nilai-nilai kebaharian dan pentingnya pelestarian lingkungan maritim. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Kolonel Marinir Kakung Priyambodo. Kadepiptek AAL. Kak Evi Volume 4 No 2. Nopember 2025 NAVAL DEDICATION Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL selaku dosen AAL sekaligus Pelatih Pembina Pramuka, dan Dosen sekaligus pembina Pramuka dari Poltekkes Kemenkes Surabaya. Kak Endang Soelistyowati (Kak Oeli. Jung Kwatu dipilih sebagai lokasi pelatihan karena faktor geografis dan ekologisnya yang mendukung pelaksanaan aktivitas dayung. Selain fasilitas pendukung seperti perahu dayung dan pelampung keselamatan, lokasi ini juga dikelola sebagai ekosistem ekowisata pendidikan bahari, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk langsung terlibat dalam pelestarian lingkungan. Hal ini menciptakan peluang untuk belajar sambil merasakan pengalaman nyata dalam menjaga kelestarian alam. Pada tahap persiapan, koordinasi yang intens antara berbagai pihak terlibat memastikan bahwa pelatihan dapat berjalan dengan lancar. Aspek logistik, seperti ketersediaan perahu dayung, pelampung, dan perlengkapan keselamatan lainnya, telah diperhatikan secara matang, mengingat pentingnya aspek keselamatan dan manajemen risiko. Pelaksanaan program dimulai dengan sesi pembekalan teori yang mencakup materi teknik dasar dayung, keselamatan di perairan, navigasi sungai, dan pengenalan lebih dalam tentang lingkungan maritim. Sesi ini dilaksanakan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi langsung, yang memungkinkan peserta untuk tidak hanya menguasai teori tetapi juga mengaplikasikan pengetahuan secara praktis. Setelah pembekalan teori, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk melakukan praktek langsung di lapangan. Di sini, mereka dilatih dalam teknik mendayung, menjaga keseimbangan perahu, serta membaca arah angin dan arus air. Aktivitas ini menjadi kunci dalam mengasah keterampilan peserta dalam menghadapi situasi nyata di perairan. Simulasi pencarian dan penyelamatan (SAR) juga dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi situasi darurat. Simulasi ini memberikan pengalaman penting dalam penggunaan perlengkapan keselamatan dan pengelolaan koordinasi di lapangan. Sesi refleksi setelah pelatihan menjadi bagian yang sangat penting untuk mengevaluasi proses pembelajaran. Melalui diskusi kelompok, peserta bisa menyampaikan pengalaman mereka dan memberikan masukan yang berguna untuk pengembangan program pelatihan di masa Dampak dari program ini sangat signifikan, terutama dalam pengembangan karakter dan kepemimpinan peserta. Peserta menunjukkan peningkatan yang jelas dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi efektif, dan semangat kerja sama. Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya kebaharian dan pelestarian lingkungan, yang diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari mereka serta menjadi agen perubahan di komunitas mereka. Volume 4 No 2. Nopember 2025 NAVAL DEDICATION Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL Gambar 3. Latihan teknik mendayung dan praktek mendayung Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) di Pusdiklatcab Kota Malang Kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang diselenggarakan oleh Racana Universitas Brawijaya dilaksanakan pada tanggal 20 hingga 22 Juni 2025. Kegiatan ini bertempat di Pusat Pendidikan dan Latihan Cabang (Pusdiklatca. Kota Malang. Total peserta sebanyak 37 orang, terdiri dari 15 peserta putra dan 22 peserta putri, yang merupakan mahasiswa dari Universitas Brawijaya dan beberapa perguruan tinggi lain di wilayah Malang Raya. Selama tiga hari kursus, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah dirancang secara sistematis untuk meningkatkan kompetensi mereka sebagai calon pembina Pramuka di gugusdepan. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang dihadiri oleh Ketua Kwarcab dan Kepala Pusdiklatcab Kota Malang. Setelah pembukaan, peserta langsung diarahkan untuk mengikuti sesi pengenalan dan pembentukan kelompok belajar. Materi yang diberikan dalam kursus ini mencakup beberapa tema utama, antara lain: . Fundamental Gerakan Pramuka, . Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan, . Teknik Kepramukaan, . Dinamika dan Manajemen Kelompok, . Kehidupan Berkemah, dan . Ujian Praktik Membina. Dalam pelaksanaan kursus, salah satu dosen di AAL berperan sebagai pelatih sekaligus konsultan. Tugas utama mencakup penyampaian materi, memberikan contoh praktik langsung, serta melakukan supervisi terhadap pelatih muda. Materi tentang fundamental Gerakan Pramuka disampaikan secara mendalam, mencakup pemahaman filosofi Gerakan Pramuka, sejarah kepramukaan nasional dan internasional, struktur organisasi, serta kerangka hukum yang menjadi dasar keberadaan dan pelaksanaan Gerakan Pramuka, yaitu Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Peserta juga mendapatkan penugasan untuk membuat presentasi kelompok mengenai sejarah dan prinsip dasar dan metode kepramukaan, yang kemudian mereka tampilkan dalam forum Kursus tidak hanya bersifat klasikal, tetapi juga banyak dilakukan di luar ruangan untuk mempraktikkan langsung berbagai teknik kepramukaan, termasuk kegiatan berkemah. Dalam kegiatan ini, peserta belajar menyusun rencana program kerja semester, bulan dan mingguan, membuat pionering sederhana. Teknik kepramukaan, administrasi dan menyiapkan upacara, serta memimpin kegiatan kecil dalam kelompoknya. Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam mengelola peserta didik di lapangan secara mandiri dan kreatif. Penilaian terhadap kegiatan praktik dilakukan oleh pelatih melalui observasi langsung dan umpan balik lisan secara berkala. Salah satu bagian penting dalam pelaksanaan KMD adalah praktik membina. Dalam sesi ini, peserta diminta untuk merancang dan melaksanakan sebuah sesi pembinaan Pramuka yang disimulasikan seolah-olah mereka berada di gugusdepan. Peserta mempraktikkan keterampilan komunikasi, penggunaan metode kepramukaan, serta kemampuan mengelola dinamika kelompok. Hasil dari ujian praktik ini menjadi indikator utama untuk mengukur kesiapan peserta dalam menjalankan peran sebagai pembina Pramuka yang sesungguhnya. Pembahasan dari hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan metode pembelajaran aktif dan partisipatif seperti metode kepramukaan sangat efektif dalam membangun pemahaman Volume 4 No 2. Nopember 2025 NAVAL DEDICATION Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL dan keterampilan peserta. Peserta menunjukkan perubahan positif dalam sikap, semangat, dan keterampilan membina. Mereka memahami perbedaan mendasar antara "mengajar" dan "membina," di mana proses membina dalam konteks kepramukaan mengutamakan pendekatan edukatif yang menyenangkan, eksploratif, dan berbasis pengalaman (REVOLUSI). Selain itu, pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi pelatih untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola peserta dan menyampaikan materi secara efektif. Hasil positif yang tercapai dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kursus Pramuka tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga sebagai sarana pengembangan profesional bagi para pelatih. Gambar 4 . Tata laksana perkemahan giat KMD Racana Brawijaya sekaligus sebagai kegiatan praktek seluruh materi kursus 3 Analisis Komparatif Dampak dan Peningkatan Keterampilan Kedua program ini, baik pelatihan dayung di Jung Kwatu maupun Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD), menunjukkan dampak yang positif dalam peningkatan kompetensi teknis dan karakter peserta. Hasil evaluasi terhadap kedua kegiatan tersebut dapat divisualisasikan untuk menunjukkan peningkatan keterampilan yang dicapai peserta, seperti terlihat pada Tabel 1. Tabel 1. Peningkatan Keterampilan Peserta pada Pelatihan Dayung dan Kursus Pembina Pramuka Mahir (KMD) Kegiatan Pelatihan Dayung Aspek Keterampilan yang Ditingkatkan Keterampilan Teknis & Keselamatan Keterampilan Manajemen & Kerja Sama Tim Karakter & Kepemimpinan Bentuk Peningkatan Kutipan dalam Pembahasan Penguasaan teknik dayung, navigasi. Peningkatan komunikasi, dan Peningkatan disiplin, tanggung jawab, "peserta dilatih dalam teknik mendayung, menjaga keseimbangan perahu, serta membaca arah angin dan arus air. " . "Simulasi ini memberikan pengalaman penting dalam . pengelolaan koordinasi di lapangan. "Peserta menunjukkan peningkatan yang jelas dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi efektif, dan semangat kerja sama. " . Volume 4 No 2. Nopember 2025 Kegiatan KMD NAVAL DEDICATION Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL Keterampilan Teknis Kepramukaan Penguasaan administrasi, upacara, teknik kepramukaan. Keterampilan Pedagogik & Manajerial Kemampuan memimpin, dan mengelola kegiatan Pemahaman Konseptual & Sikap Perubahan paradigma dari "mengajar" menjadi "membina". "peserta belajar menyusun rencana program kerja. membuat pionering sederhana. Teknik kepramukaan, administrasi dan menyiapkan " . "Peserta mempraktikkan keterampilan komunikasi, penggunaan metode kepramukaan, serta kemampuan mengelola dinamika kelompok. " . "Peserta memahami perbedaan mendasar antara "mengajar" dan "membina,". pendekatan edukatif yang menyenangkan, eksploratif, dan berbasis pengalaman. " . Berdasarkan temuan pada Tabel 1. Sin . mengonfirmasi bahwa aktivitas berbasis pengalaman langsung seperti latihan dayung efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan yang Sementara itu. Fitriyani and MuthaliAoin . menegaskan bahwa peran pembina dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan terbukti efektif, sebagaimana terlihat dalam peningkatan keterampilan pedagogik peserta KMD. Keduanya berhasil membentuk generasi muda yang tidak hanya handal secara teknis tetapi juga memiliki nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme, dan cinta tanah air. Sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan instansi terkait dapat memberikan dampak yang luas, mengembangkan pemuda yang tidak hanya mampu dalam bidang kepramukaan tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan budaya bangsa. Kesimpulan dan Saran 1 Simpulan Pelaksanaan kedua program pengabdian masyarakat, yaitu pelatihan dayung di Jung Kwatu. Mojokerto, dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Universitas Brawijaya, memberikan dampak yang signifikan dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendekatan yang terstruktur dan berbasis pengalaman. Kegiatan pelatihan dayung mengintegrasikan teknik dayung, keselamatan di air, serta nilai-nilai kepemimpinan dan kebangsaan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga memperkuat kerja sama tim, kesadaran ekologis, dan pengamalan kode kehormatan Gerakan Pramuka. Evaluasi menunjukkan peningkatan dalam berbagai aspek, termasuk keterampilan teknis, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan, yang berpotensi memberi dampak positif pada pemberdayaan masyarakat lokal dan pengembangan Di sisi lain. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya di Pusdiklatcab Kota Malang berhasil membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar kepramukaan, serta membentuk karakter kepemimpinan yang Metode kombinasi teori dan praktik memungkinkan peserta untuk mengembangkan kemampuan dalam merancang dan melaksanakan kegiatan kepramukaan, serta memperkuat semangat pengabdian sosial. Evaluasi berkelanjutan menunjukkan bahwa peserta KMD siap untuk menjalankan peran sebagai pembina Pramuka yang kompeten. Volume 4 No 2. Nopember 2025 NAVAL DEDICATION Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL Secara keseluruhan, kedua kegiatan ini menciptakan sinergi yang positif antara pendidikan formal dan non-formal, serta menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan peduli terhadap lingkungan serta nilai-nilai kebangsaan. Keberlanjutan program ini, dengan peningkatan kapasitas instruktur dan pemanfaatan teknologi evaluasi, akan memperkuat dampaknya dan membuka peluang untuk replikasi di wilayah lain. Saran Berdasarkan hasil pelaksanaan kedua program pengabdian masyarakat yang melibatkan pelatihan dayung di Jung Kwatu. Mojokerto, dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Universitas Brawijaya, sejumlah pencapaian positif telah terlihat, baik dari peningkatan keterampilan peserta maupun dampak sosial yang dihasilkan. Namun, agar kegiatan ini dapat terus memberikan manfaat yang berkelanjutan dan lebih maksimal, diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan efektivitas dan dampak jangka panjang dari kedua program tersebut. Dalam rangka itu, beberapa saran yang berfokus pada aspek peningkatan kolaborasi antar lembaga, pengembangan program berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta pemberdayaan masyarakat lokal melalui ekowisata, telah dikemukakan. Saran-saran ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan lebih lanjut dari kegiatan pengabdian masyarakat serupa, guna menciptakan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat serta lingkungan. Peningkatan Kolaborasi Antar Lembaga Untuk memperluas jangkauan dan dampak kegiatan pengabdian masyarakat, sangat penting untuk memperkuat kemitraan antara berbagai pihak terkait, seperti lembaga pendidikan, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat setempat. Kolaborasi yang lebih intensif ini dapat memperkaya pengalaman peserta pelatihan, serta memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat luas. Dalam konteks pelatihan dayung dan KMD, sinergi antara institusi pendidikan seperti Universitas Brawijaya. Poltekkes Kemenkes Surabaya, serta lembaga lainnya seperti TNI AL dan Kwarcab Pramuka, dapat membantu menyelaraskan tujuan dan memastikan kelancaran pelaksanaan program. Dengan melibatkan lebih banyak pihak, kegiatan ini juga berpotensi memberikan dampak yang lebih luas, termasuk dalam pemberdayaan ekonomi lokal dan pelestarian Pengembangan Program Berkelanjutan Agar manfaat yang dihasilkan oleh program pengabdian masyarakat tetap berkelanjutan, sangat penting untuk mengembangkan program lanjutan setelah pelatihan. Untuk peserta KMD, misalnya, dapat disediakan modul lanjutan atau pelatihan tambahan untuk meningkatkan kompetensi mereka sebagai pembina Pramuka yang lebih berpengalaman. Selain itu, alumni program pelatihan dayung juga perlu diberikan kesempatan untuk berkontribusi lebih lanjut dalam kegiatan pengabdian masyarakat lainnya. Dengan mengembangkan program berkelanjutan, tidak hanya pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan oleh peserta, tetapi juga tercipta rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap komunitas dan lingkungan sekitar. Pemanfaatan Teknologi untuk Dokumentasi dan Evaluasi Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan kegiatan pengabdian masyarakat, pemanfaatan ,teknologi digital untuk dokumentasi dan evaluasi hasil pelatihan sangat dianjurkan. Volume 4 No 2. Nopember 2025 NAVAL DEDICATION Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL Teknologi dapat digunakan untuk mencatat perkembangan peserta, hasil evaluasi, serta umpan balik yang lebih terstruktur dan real-time. Misalnya, dengan menggunakan aplikasi atau platform berbasis teknologi, pengelola program dapat memantau kemajuan peserta secara langsung dan memberikan penyesuaian materi atau metode pelatihan yang dibutuhkan. Penggunaan teknologi juga memungkinkan pengumpulan data yang lebih lengkap, yang dapat digunakan untuk merancang program-program pelatihan yang lebih baik di masa depan. Penguatan Aspek Edukasi Lingkungan Mengingat pentingnya kesadaran ekologis dalam kegiatan pengabdian masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pelatihan berbasis alam, aspek edukasi lingkungan perlu lebih diperkuat. Dalam program pelatihan dayung, misalnya, peserta dapat diberikan lebih banyak informasi mengenai konservasi ekosistem pesisir, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dengan memperkenalkan peserta pada isu-isu lingkungan global, mereka dapat lebih peka terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Hal ini akan menjadikan peserta bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga agen perubahan dalam menjaga kelestarian alam. Peningkatan Kapasitas Instruktur dan Mentoring Agar kualitas pelatihan tetap terjaga, sangat penting untuk terus meningkatkan kapasitas instruktur yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Peningkatan ini tidak hanya mencakup pengetahuan teknis, tetapi juga keterampilan dalam mengelola kelompok dan memberikan mentoring yang efektif kepada peserta. Pelatihan instruktur secara berkala dan penggunaan metode mentoring bagi instruktur muda akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang diberikan kepada Dengan instruktur yang lebih berkompeten, proses pembelajaran akan lebih optimal, serta dapat menciptakan dampak yang lebih besar pada peserta, terutama dalam hal keterampilan kepemimpinan dan pengembangan karakter. Pemberdayaan Masyarakat Lokal melalui Ekowisata Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui pelatihan dayung di kawasan seperti Jung Kwatu memiliki potensi untuk diintegrasikan dengan program ekowisata yang melibatkan masyarakat lokal. Dengan memberdayakan masyarakat setempat dalam pengelolaan dan pemeliharaan kawasan ekosistem, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung dalam pelatihan, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian lokal melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis lingkungan. Pemberdayaan ini memungkinkan masyarakat untuk lebih terlibat dalam upaya pelestarian alam dan meningkatkan kesadaran ekologis di komunitas mereka. Dengan demikian, program pelatihan tersebut dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat, sekaligus memperkenalkan mereka pada potensi ekowisata yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Ucapan Terima Kasih Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur AAL yang memberikan kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan kolaborasi sekaligus sebagai kegiatan pengabdian masyarakat civitas academika AAL dengan Politeknisk Kesehatan Kemenkes Surabaya. Racana Universitas Brawijaya Malang. Serta terima kasih kepada Dirpers AAL. Ka PPM dan masyarakat di Desa Kwatu Mojokerto yang memberikan support dan berkonstribusi dalam mendukung pelaksanan kegiatan ini sehingga berjalan dengan lancar dan baik Volume 4 No 2. Nopember 2025 NAVAL DEDICATION Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL Daftar Pustaka