Volume 1 Issue 2 (2024) Pages 45-55 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IMPLEMENTASI MODEL PICTURE AND PICTURE DALAM MENINGKATKAN CREATIVE THINKING PADA SISWA TINGKAT MADRASAH IBTIDAIYAH Miftakhur Rizki1, Fiki Dzakiyyatul Aula2, Bunga Karenina3 Miftakhur Rizki(1) (Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, STIT Muhammadiyah Bojonegoro) Fiki Dzakiyyatul Aula(2) (Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, STIT Muhammadiyah Bojonegoro) (3) Bunga Karenina (Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, STIT Muhammadiyah Bojonegoro) risqi.dikdas@gmail.com1 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan creative thinking pada siswa tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas dengan analisis deskriptif kuantitatif. Adapun tahapan penelitiannya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan aktivitas siswa berkategori baik. Hal ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I dengan rata-rata 67,5 dikategorikan kurang. Pada siklus II dengan rata-rata 79,17 dikategorikan cukup dan siklus III dengan rata-rata 88,33 dikategorikan baik. Aktivitas guru kategori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis aktivitas guru pada siklus I dengan rata-rata 67,5%, siklus II rata-rata 76%, dan siklus III rata-rata 82,5%. Hasil dari tes analisis tingkat kreativitas siswa untuk siklus I dengan ratarata sebesar 66 dikategorikan kurang. Pada siklus II dengan rata-rata sebesar 78 dikategorikan cukup dan pada siklus III dengan rata-rata sebesar 86 dikategorikan baik. Untuk respon siswa menunjukkan hasil pembelajaran yang lebih efektif dan menarik minat belajar siswa, sehingga siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran didalam kelas. Kata Kunci: Picture and Picture, Creative Thinking, Madrasah Ibtidaiyah Abstract This study aims to improve creative thinking in students at the Madrasah Ibtidaiyah. This research is a type of classroom action research with quantitative descriptive analysis. The stages of research consist of planning, implementing, observing, and reflecting. The results of this study show that student activity is categorized as good. This can be obtained from the results of observations of student activity in the first cycle with an average of 67.5 categorized as less. In cycle II with an average of 79.17 categorized as sufficient and cycle III with an average of 88.33 categorized as good. The activity of the category teacher is good. This can be seen from the results of the analysis of teacher activity in cycle I with an average of 67.5%, cycle II with an average of 76%, and cycle III with an average of 82.5%. The results of the student creativity level analysis test for the first cycle with an average of 66 were categorized as lacking. In cycle II with an average of 78 categorized as sufficient and in cycle III with an average of 86 categorized as good. For student responses, it shows more effective learning outcomes and attracts students' interest in learning, so students are very enthusiastic about participating in learning in the classroom. Keywords: ,critical thinking, Madrasah Ibtidaiyah Implementasi Model Picture and Picture dalam Meningkatkan Creative Thinking pada Siswa Tingkat Madarasah Ibtidaiyah PENDAHULUAN Salah satu tujuan dari pendidikan yakni untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Depdiknas, 2006). Melalui pendidikan manusia akan mengembangkan potensi yang dimilikinya dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki potensi yang baik maka siswa dapat memiliki keterampilan guna menyelesaikan tantangan-tantangan nyata yang semakin berkembang. Aktivitas belajar tidak lepas dari peran guru dan peserta didik yang terlibat aktif selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Penggunaan model pembelajaran yang inovatif dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih berantusias dalam mengikuti proses pembelajaran (Ahmad Kharis, 2019). Terlibat aktifnya peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung akan mempermudah tercapainya capaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Mengacu pada kurikulum 2013 menyatakan bahwa semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan (Kemendikbud, 2013). Ketiga bagian tersebut memberikan siswa kemampuan dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki kemampuan yang mumpuni inilah peserta didik akan selalu berkembang dengan baik dalam segala bidang yang ada. Akan tetapi pada data tahun 2019 menunjukkan creative thinking siswa tingkat kelas III di MI Plus Al-Fatimah masih berkategori rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil survei pada siswa kelas III yang menunjukkan masih kurang dalam aktif dalam memberikan tanggapan selama aktivitas pembelajaran berlangsung. Selain itu pada pemberian soal tes dalam kemampuan creative thinking menunjukkan hasil yang kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan klasikal mata pelajaran tematik hanya mencapai 45%. Dalam kurikulum 2013 pelaksanan pembelajaran menekankan pada aktivitas scientific. Bersifat scientific, ini berarti bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas siswa berperan sebagai tokoh utama dalam proses belajar mengajar. Dari sini dapat diketahui bahwa peran siswa menjadi lebih diutamakan dalam menggali pemahaman terhadap konsep baru yang akan dipelajari. Melibatkan peran aktif siswa selama pembelajaran dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung sehingga memberikan kebermaknaan dari suatu materi yang dipelajarinya. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1(2), 2024 | 46 Implementasi Model Picture and Picture dalam Meningkatkan Creative Thinking pada Siswa Tingkat Madarasah Ibtidaiyah Aktivitas pelaksanaan pembelajaran memberikan siswa kesempatan dalam mengembangkan kemampuannya. Dengan begitu siswa akan menjadi manusia yang terbiasa dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya untuk menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Model merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Djamarah, 2006). Selain itu model pembelajaran yang dipilih seyogyanya relevan dan mendukung tujuan pengajaran (Hamzah Uno, 2008). Melalui pemilihian model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dari pembelajaran maka guru harus selektif dalam menerapakan model pembelajaran yang akan digunakan. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur dalam mengorganisasikan pengalaman pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Suprihatiningrum, 2013). Pengunanaan model pembelajaran dalam proses pembelajaran dikelas berfungsi sebagai pedoman guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal itulah yang memudahkan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan bermakna. Pembelajaran berbasis model picture and picture menjadi salah satu pembelajaran inovatif dimana model pembelajaran picture and picture merupakan contoh salah satu model pembelajaran yang kooperatif dengan mementingkan kelompok belajar (Wiyati, 2018). Dalam hal ini melalui model picture and picture siswa akan memberikan siswa mudahan dalam menemukan dan memahami suatu konsep yang baru jika mereka saling berdiskusi dengan temannya dalam menemukan konsep yang sulit. Melalui model picture and picture inilah peserta didik akan lebih fokus dalam proses pembelajaran dan menggali informasi-informasi baru. Model pembelajaran Picture and Picture ini merupakan metode pembelajaran memanfaatkan gambar yang dipasangkan atau diklasifikasikan ke dalam rangkaian logis (Hamdani, 2011). Berpikir adalah proses umum untuk menentukan sebuah isu dalam pikiran (Solso, 2007). Siswa yang terbiasa dalam berpikir membentuk kepekaan adanya keterbaharuan dalam keilmuan. Melalui aktivitas berpikir inilah siswa lebih matang dalam sebuah konsep baru. Aktivitas berpikir kreatif adalah kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah (Munandar Utami, 2009). Berpikir kreatif mengajari siswa untuk terbiasa dalam menemukan alternatif solusi dari sebuah permasalahan. Metode picture and picture digunakan di MI al-Fatimah pada mata pelajara tematik kelas III. Metode picture and picture dipilih karena peserta didik tingkat Madrasah Ibtidaiyah pada kelas III masih berada pada usia 7≤11 tahun berada pada tahap Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1(2), 2024 | 47 Implementasi Model Picture and Picture dalam Meningkatkan Creative Thinking pada Siswa Tingkat Madarasah Ibtidaiyah perasional konkret (Jean Piaget, 2002). Peserta didik pada usia tersebut akan belajar membangun kemampuan dalam berpikir yang lebih kompleks. Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan creative thinking pada siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah. METODOLOGI Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dimana penelitian ini digunakan untuk mengetahui peningkatan creative thinking pada siswa tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 26 siswa terdiri dari 8 laki-laki dan 18 perempuan. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Sedangkan teknik pengumpulan data ini terdiri dari observasi, tes, angket, dan dokumentasi. Adapun tahapan pada penelitian ini meliputi perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflecting) (Suharsimi Arikunto, 2014). Bagan pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada bagan dibawah ini. Gambar 1 Tahap-tahap Pelaksanaan Penelitian (Suharsimi Arikunto, 2016) Adapun tahap dalam pelaksanaan penelitia ini adalah sebagai berikut: 1. Perencanaan Pada tahap ini peneliti menerapkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan model picture and picture. Sehubungan dengan hal itu peneliti merancang perangkat pembelajaran seperti silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media, lembar kerja siswa, dan lembar evaluasi. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1(2), 2024 | 48 Implementasi Model Picture and Picture dalam Meningkatkan Creative Thinking pada Siswa Tingkat Madarasah Ibtidaiyah 2. Tindakan Pada tahap ini peneliti melaksanakan tindakan dengan menerapkan model picture and picture. Selama proses pembelajaran didalam kelas, menyesesuaikan dengan model picture and picture. 3. Observasi Observasi berfungsi untuk melihat dan mendokumentasikan pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh tindakan didalam kelas. Hasil observasi merupakan dasar dilakukannya refleksi sehingga yang dilakukan harus dapat menceritakan keadaan yang sesungguhnya. 4. Refleksi Refleksi dilakukan setelah tindakan tiap siklus berakhir. Refleksi ini merupakan renungan bagi guru atau peneliti terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Hasil dari refleksi dapat dijadikan langkah untuk merencanakan tindakan baru pada pelaksanaan pembelajaran selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian implementasi model picture and picture dalam meningkatkan creative thinking pada siswa tingkat Madrasah Ibtidaiyah, adalah sebagai berikut: Hasil Aktivitas Siswa Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada aktifitas siswa selama pembelajaran di tahap siklus I ada beberapa temuan yang diperoleh. Ada beberapa kegiatan siswa yang dirasa kurang maksimal, yaitu Siswa kurang merespon/ memberi tanggapan/ gagasan/ ide baru selama proses pembelajaran, siswa kurang memperhatikan guru saat menjelaskan materi, ketika mengerjakan lembar kerja kelompok banyak siswa yang tidak ikut berdiskusi dikarenakan terlalu banyaknya siswa dalam satu kelompok, dan siswa kurang maksimal dalam menyimpulkan pembelajaran disebabkan karena waktu pembelajaran sudah habis dan guru hanya menyimpulkan dengan singkat. Hasil temuan di siklus II yang dilakukan pada aktivitas siswa, yaitu Siswa termotivasi dan percaya diri dalam mempresentasikan hasil kerjanya dan sudah bisa menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini. Untuk hasil pada temuan di siklus III yakni Siswa sudah mampu dalam menganalisis makna sebuah gambar. Siswa sudah mampu dalam menciptakan cerita berdasarkan gambar gambar yang di lihat.Siswa sudah berani Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1(2), 2024 | 49 Implementasi Model Picture and Picture dalam Meningkatkan Creative Thinking pada Siswa Tingkat Madarasah Ibtidaiyah dalam menyampaikan pendapatnya. Berdasarkan hasil penelitan yang dipeoleh, aktivitas siswa pada siklus II dan siklus III sudah menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini dapat diperoleh dari analisis pengamatan aktivitas siswa pada siklus I dengan rata-rata 67,5 dikategorikan kurang. Pada siklus II dengan rata-rata 79,17 dikategorikan cukup dan siklus III dengan rata-rata 88,33 dikategorikan baik. Aktivitas siswa dinyatakan mengalami peningkatan pada proses pembelajaran melalui model picture and picture. Untuk rata-rata setiap siklus dapat dilihat pada bagan berikut ini: 100 80 60 40 20 0 siklus I siklus II siklus III Bagan 1 Rata-Rata Hasil Aktivitas Siswa Dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam belajar dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture dalam kategori baik. Hal ini disebabkan oleh aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran pada kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup sudah sesuai dengan langkah-langkah rencana yang disusun dalam RPP I, RPP II dan RPP III. Hasil Aktivitas Guru Aktivitas guru adalah kegiatan yang dilakukan guru selama proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar yang terjadi di dalam kelas, guru adalah orang yang paling berhak untuk bertanggung jawab terhadap kreativitas siswa. Dengan demikian guru sudah sepantasnya dibekali dengan suatu ilmu yang dapat mendukung tugasnya sebagai guru yakni membuat suatu pembelajaran menjadi lebih menarik, sehingga dapat meningkatkan kreativitas siswa. Hasil temuan dari siklus I pada aktivitas guru adalah ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh guru kurang maksimal yaitu, guru memberikan apersepsi hanya menggunakan pertanyaan sederhana sehingga siswa kurang tertarik guru masih kurang menarik perhatian siswa pada saat memberikan penjelasan materi karena guru hanya ceramah dan melihat buku saat menjelaskan materi, dan guru masih belum bisa Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1(2), 2024 | 50 Implementasi Model Picture and Picture dalam Meningkatkan Creative Thinking pada Siswa Tingkat Madarasah Ibtidaiyah mengondisikan kelas ketika mengerjakan lembar kerja kelompok siswa ramai dan banyak siswa yang tidak ikut berdiskusi dikarenakan terlalu banyaknya siswa dalam satu kelompok. Hasil temuan di siklus II pada aktivitas guru adalah guru sudah memotivasi siswa dengan baik dan melaksanakan proses belajar mengajar dengan aktif. Guru sudah mengelola kelas dan waktu dengan baik. Guru belum maksimal saat memunculkan pertanyaan-pertanyaan untuk siswa. Untuk hasil pada siklus III menunjukkan data guru sudah terampil dalam memunculkan pertanyaan pertanyaan yang menjurus kepada materi, menghubungkan materi dengan kehidupan seharihari dan memunculkan belajar melalui pengalaman siswa Berdasarkan penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa guru mempunyai peran penting dalam mensukseskan proses pembelajaran. Untuk itu, guru harus luwes dalam merencanakan, mengolah, mengevaluasi dan menentukan metode, model, strategi yang digunakan dalam pembelajaran yang berupaya meningkatkan kreativitas siswa. Adapun hasil dari aktivitas guru selama proses pembelajaran yang dilakukan menggunakan model picture and picture learning selama tiga siklus menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari bagan dibawah ini 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Siklus I Siklus II siklus III Bagan 2 Rata-Rata Hasil Aktivitas Guru Dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran picture and picture dalam kategori baik. Hal ini disebabkan karena aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran pada kegiatan awal, inti dan penutup sudah terlaksana sesuai dengan langkah-langkah Siklus I, Siklus II, dan Siklus III sesuai dengan rencana yang disusun dalam RPP I, RPP Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1(2), 2024 | 51 Implementasi Model Picture and Picture dalam Meningkatkan Creative Thinking pada Siswa Tingkat Madarasah Ibtidaiyah II dan RPP III. Hasil Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Model Picture And Picture Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan creative thinking siswa menggunakan model pembelajaran picture and picture pada kelas III di Madrasah Ibtidaiyah plus Al-Fatimah Bojonegoro. Proses pembelajaran pada penelitian ini sudah dilaksanakan dengan mengikuti langkahlangkah model pembelajaran picture and picture. Model pembelajaran Picture and Picture ini merupakan metode pembelajaran memanfaatkan gambar yang dipasangkan atau diklasifikasikan ke dalam rangkaian logis (Hamdani, 2011). Model pembelajaran picture and picture ini adalah salah satu model pembelajaran aktif yang menggunakan gambar yang di pasangkan atau di urutkan menjadi urutan yang logis, sistematis, seperti gambar secara berurutan, menunjukkan gambar, memberi keterangan gambar dan menjelaskan gambar (Renni Rama, 2017). Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model picture and picture ini menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kreativitas siswa pada proses pembelajaran tematik kelas III di Madrasah Ibtidaiyah plus Al-Fatimah Bojonegoro. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa karena pada proses pembelajaran siswa dihadapkan dengan penugasan nyata yang membuat siswa aktif dan kratif dalam merancang sebuah proyek yang berkaitan dengan pembelajaran. Jadi, pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri dan guru menjadi fasilitator pembelajaran. Hasil Tes Creative Thinking Siswa Berdasarkan hasil tes creative thinking siswa melalui tiga siklus terdapat beberapa temuan yang peneliti temukan selama proses penelitian berlangsung. Pertama, temuan di silkus I yakni Siswa masih kurang percaya diri dalam mengembangkan ide sesuai gaya dan kreativitasnya dalam menuliskan cerita. Kedua, Siklus II Siswa masih kurang percaya diri dalam mengembangkan ide sesuai gaya dan kreativitasnya dalam merangkai cerita menggunakan model picture and picture. Ketiga, Siklus III Siswa sudah mampu dalam menciptakan dan mengembangkan idenya dalam membuat cerita. Setelah mengetahui hasil penelitian yang telah dijelaskan diatas bahwa adanya peningkatan pada tingkat kreativitas siswa di kelas III dengan diterapkan nya model pembelajaran picture and picture . Hal ini terlihat jelas dari hasil analisis tingkat kreativitas siswa untuk siklus I dengan rata-rata sebesar 66 dikategorikan kurang. Pada siklus II dengan rata-rata sebesar 78 dikategorikan cukup dan pada siklus III dengan rata-rata sebesar Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1(2), 2024 | 52 Implementasi Model Picture and Picture dalam Meningkatkan Creative Thinking pada Siswa Tingkat Madarasah Ibtidaiyah 86 dikategorikan baik. Dengan demikian tingkat kreativitas siswa dapat dilihat perbandingannya dari tiap siklus. Tingkat kreativitas siswa pada siklus I, siklus II dan siklus III dapat dilihat pada bagan dibawah ini : 100 80 60 40 20 0 siklus I siklus II siklus III Bagan 3 Hasil Nilai Rata-Rata Creative Thinking Siswa Berdasarkan bagan diatas dapat menunjukkan bahwa tingkat kreativitas siswa melalui model pembelajaran picture and picture di kelas III Madrasah Ibtidaiyah plus Al-Fatimah Bojonegoro telah tercapai pada siklus ke III. Hal ini menggambarkan bahwa adanya upaya guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan yaitu dengan ditunjukkan dari adanya peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa dan tingkat creative thinking siswa, oleh karena itu penelitian tindakan kelas (PTK) ini sampai siklus III. Hasil Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Picture And Picture Pembelajaran yang dilakukan dengan model pembelajaran picture and picture mendapatkan respon yang yang cukup positif dari siswa. Dengan menggunakan model ini, dapat menambah motivasi belajar siswa. Menurut hamailik, motivasi merupakan hal yang sangat menentukan tingkat keberhasilan ataupun gagalnya proses belajar siswa. Yang pada awalnya siswa kurang tertarik dengan suasana belajar yang ada di dalam kelas menjadi sangat tertarik dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru ketika guru menggunakan model pembelajaran picture and picture. Pembelajaran tematik dikelas yang ideal yaitu dapat membuat siswa lebih aktif dan kritis dalam proses belajar mengajar serta membuat guru lebih aktif dalam membuat strategi pembelajaran yang seperti apa yang akan diajarkan agar siswa lebih aktif dan kritis. Sehingga secara spesifik guru memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja tetapi guru harus dapat membuat suatu pembelajaran menjadi lebih efektif dan juga menarik. Dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture menjadikan pembelajaran lebih efektif dan menarik minat belajar siswa, sehingga siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran didalam kelas. SIMPULAN Berdasarkan dari hasil dan pembahasan diatas, penelitian ini dapat diambil kesimpulan Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1(2), 2024 | 53 Implementasi Model Picture and Picture dalam Meningkatkan Creative Thinking pada Siswa Tingkat Madarasah Ibtidaiyah sebagai berikut: a. Hasil dari aktivitas siswa selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture dalam kategori baik. Hal ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I dengan rata-rata 67,5 dikategorikan kurang. Pada siklus II dengan rata-rata 79,17 dikategorikan cukup dan siklus III dengan rata-rata 88,33 dikategorikan baik. b. Hasil dari aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran picture and picture dalam kategori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis aktivitas guru pada siklus I dengan rata-rata 67,5%, siklus II rata-rata 76%, dan siklus III rata-rata 82,5%. c. Hasil dari tes analisis tingkat kreativitas siswa untuk siklus I dengan rata-rata sebesar 66 dikategorikan kurang. Pada siklus II dengan rata-rata sebesar 78 dikategorikan cukup dan pada siklus III dengan rata-rata sebesar 86 dikategorikan baik. d. Hasil dari respon siswa selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture menunjukkan hasil pembelajaran yang lebih efektif dan menarik minat belajar siswa, sehingga siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran didalam kelas. DAFTAR PUSTAKA Ahmad Kharis. (2019). Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Model Pembelajaran Picture and Picture Berbasis IT pada Tematik. 7(3). Depdiknas. (2006). Permendiknas No.22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Sekolah Dasar Dan Menengah. Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Pustaka. Hamzah B. Uno. (2008). Teori Motivasi dan Pengukurannya. PT Bumi Aksara. Jamil Suprihatiningrum. (2013). Strategi Pembelajaran Teori dan Aplikasi. AR-RUZZ MEDIA. Jean Piaget. (2002). Tingkat Perkembangan Kognitif. Gramedia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2023, July 26). Konsep dan Implementasi Kurikulum 2013. Suharsimi Arikunto. (2016). Penelitian Tindakan Kelas. PT Bumi Aksara. Bahri Djamarah. (2006). Strategi Belajar Mengajar. PT. Rineka Cipta. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1(2), 2024 | 54 Implementasi Model Picture and Picture dalam Meningkatkan Creative Thinking pada Siswa Tingkat Madarasah Ibtidaiyah Utami Munandar. (2009). Pengembangan kreativitas anak berbakat. Rineka Cipta. Wiyanti. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Picture And Picture Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I Sekolah Dasar. Jurnal Primary Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, 7(1), 88–95. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1(2), 2024 | 55