IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Penentuan Karyawan Produksi Voucher Pada PT . XYZ Dengan Metode WLA dan Stopwatch Diah Andrianingsari1. Dimas Saputra2. Adhi Dharma Suriyanto3*. Miwan Kurniawan Hidayat4 Bayu Nur Kuncoro5 1,2,3,4,5 Universitas Bina Sarana Informatika e-mail: diah. dhn@bsi. id, 2dimasaputra0008@gmail. com, 3adhi. ais@bsi. id, 4miwan@bsi. bnk@bsi. Diterima 28-10-2025 Direvisi 10-01-2026 Disetujui 27-01-2026 Abstrak - PT. XYZ merupakan perusahaan yang beroperasi di sektor teknologi, media, dan informasi dengan fokus utama pada penyediaan produk voucher digital. Salah satu unit kerja yang dimiliki perusahaan ini adalah departemen produksi voucher digital. Namun, dalam pelaksanaannya, departemen tersebut menghadapi beberapa permasalahan, khususnya terkait penentuan jumlah tenaga kerja yang belum optimal, tingkat beban kerja karyawan, serta ketidaktepatan dalam perhitungan waktu kerja pada proses produksi voucher. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan analisis menggunakan metode Workload Analysis (WLA) dan metode Stopwatch. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa berdasarkan metode WLA terdapat kelebihan sebanyak lima orang tenaga kerja, sedangkan metode Stopwatch menunjukkan kelebihan dua orang tenaga Selain itu, hasil perhitungan tingkat beban kerja menggunakan pendekatan Full Time Equivalent (FTE) memperoleh nilai sebesar 0,761, yang mengindikasikan kondisi underload karena nilai FTE berada di bawah Waktu kerja produksi voucher digital tercatat sebesar 23. 639 detik atau sekitar 6,5 jam. Berdasarkan temuan tersebut, perusahaan disarankan melakukan pengurangan tenaga kerja agar beban kerja menjadi optimal, produktivitas meningkat, serta biaya operasional dapat ditekan. Kata Kunci: Analisa Beban Kerja. Jam Henti. Tenaga Kerja. Kupon Abstract - PT. XYZ is a company operating in the technology, media, and information sector with a primary focus on providing digital voucher products. One of the company's work units is the digital voucher production However, in its implementation, the department faces several problems, particularly related to the suboptimal workforce, employee workload levels, and inaccuracies in calculating working hours in the voucher production process. To address these issues, an analysis was conducted using the Workload Analysis (WLA) and Stopwatch methods. The calculation results indicate that based on the WLA method, there is an excess of five workers, while the Stopwatch method indicates an excess of two workers. In addition, the results of the workload level calculation using the Full Time Equivalent (FTE) approach obtained a value of 0. 761, which indicates an underload condition because the FTE value is below one. The working time for digital voucher production was recorded at 23,639 seconds or approximately 6. 5 hours. Based on these findings, the company is advised to reduce the workforce to optimize the workload, increase productivity, and reduce operational costs. Keywords: Workload Analysis. Stopwatch. Labor. Voucher PENDAHULUAN Sumber daya manusia yang baik sangat penting bagi perusahaan untuk memenuhi visi dan tujuan mereka (Rani. , dkk, 2. Sumber daya manusia (SDM) adalah aset organisasi yang paling berharga karena mereka adalah kekuatan utama di balik operasi organisasi (Aula. , dkk, 2. Dengan menggunakan kekuatan tersebut, perusahaan dapat melihat penggunaan sumber daya yang optimal serta pencapaian tujuan yang Faktor tenaga kerja adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kemungkinan pesanan akan diselesaikan atau dipenuhi sesuai dengan jadwal (Darsini, dkk, 2. Secara optimal, keseimbangan antara jumlah tenaga kerja dan target produksi dapat mengurangi biaya ketenagakerjaan dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target produksi (Candra Mukti. , 2. Peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam suatu sistem kerja mutlak berhubungan dengan waktu kerja yang digunakan dalam Pengukuran waktu, juga dikenal sebagai studi waktu, pada dasarnya adalah upaya untuk menghitung jumlah waktu yang dibutuhkan oleh seorang operator untuk menyelesaikan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X tertentu dengan kecepatan normal dan dalam lingkungan kerja terbaik (Saputra. , dkk, 2. Terdapat beberapa metode analisis untuk melakukan pengukuran efisiensi terhadap tenaga kerja salah satunya adalah metode Workload Analysis (WLA) (Anggraini. , & MasAoud, 2. Perhitungan Workload Analysis akan memperoleh beberapa aktivitas yang dilakukan pekerja dengan frekuensi aktivitas tersebut dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan aktifitas (Aldiansyah. , & Kusnadi, 2. sedangkan metode Stopwatch Time Study, pengukuran waktu kerja menggunakan jam henti diperkenalkan Frederick W. Taylor. Metode ini baik untuk diaplikasikan pada pekerjaan yang singkat dan berulang (Wahid. , & Chumaidi, 2. Menrut Sutalaksana dan Iftikar, 2006, pengukuran waktu dengan membaca dan mencatat waktu kerja dari pekerjaan secara berulang-ulang dilakukan dengan mengembalikan jarum pada angka Hasil pengukuran kerja dapat digunakan untuk melakukan perencanaan produksi dengan perolehan waktu baku serta out- put standart pekerjaan (Pradana. , & Pulansari, 2. Dalam hal ini akan dibahas mengenai PT. XYZ, perusahaan start up yang bergerak di bidang teknologi, media, dan informasi yang menjual beraneka ragam digital voucher kupon merchant FnB atau non FnB. Laporan ini fokus terhadap penentuan tenaga kerja untuk memproduksi voucher digital. Menurut narasumber yang merupakan salah satu pegawai di PT. XYZ, masih terdapat permasalahan pada Tingkat beban kerja dan waktu kerja untuk memproduksi voucher digital. Oleh karena itu, di laporan ini akan dibahas mengenai permasalahan tersebut berikut dengan solusi penyelesaiannya. Penelitian kuantitatif yang dalam pelaksanannya dilakukan secara langsung di lapangan/Perusahaan dengan melakukan wawancara kepada pihak yang ketidakefisienan dalam menentukan tenaga kerja di Perusahaan tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Workload Analysis (WLA) dan metode Jam henti (Stopwatc. Metode Workload Analysis (WLA), adalah metode yang memperhitungkan tingkat beban tenaga kerja, yang hasil akhirnya atau outputnya dapat berupa FTE (Full Time Equivalen. , dengan indicator jika nilai FTE <1 digolongkan sebagai underload atau tingkat beban kerja yang kurang, =1 digolongkan fit/sesuai, dan jika nilai FTE >1 digolongkan sebagai overload atau tingkat beban kerja yang berlebih. Pengukuran waktu kerja menggunakan metode Stopwatch Time Study guna memperoleh data yang akurat, menghitung berapa lama waktu kerja yang dihasilkan untuk memproduksi barang/jasa mengenai durasi kerja aktual, menetapkan standar waktu kerja, serta memberikan rekomendasi perbaikan terhadap aktivitas kerja yang tidak efisien (Mauludi . , & Putri. , 2. http://jurnal. id/index. php/imtechno (Sumber . Penelit. Gambar 1. Alur Proses Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Masalah Berikut ketidakefisienan tenaga kerja di PT. XYZ dalam bentuk diagram tulang ikan (Fishbon. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X TOTAL (Sumber : PT. XYZ) 38 orang Data diatas merupakan data jumlah karyawan unit produksi voucher digital di PT. XYZ (Sumber : Penelit. Gambar 2. Diagram Fishbone Penentuan Jumlah Karyawan yang belum efisien Pada gambar diagram tulang ikan (Fishbon. diatas terdapat 4 faktor yang karyawan/tenaga kerja di PT. XYZ. Man, yakni adanya waktu kerja karyawan yang kurang dari 8 jam Machine, yaitu adanya beberapa server/host voucher tidak terpakai Method. Perusahaan memperhitungkan kebutuhan karyawan. Resource, yaitu adanya tenaga kerja yang berlebih Tabel 3. Perhitungan Kelonggaran . Faktor Kelonggaran (%) Tenaga yang Sikap Kerja Analisa Metode Workload Analysis (WLA) Setelah mengidentifikasi permasalahan ketidakefisienan tenaga kerja/karyawan di PT. XYZ, selanjutnya adalah melakukan perhitungan dengan metode Workload Analysis (WLA). Tabel 1. Data jumlah jam kerja efektif di tahun 2025 Faktor rata-rata Total jam/bulan jam/minggu jam/hari menit/hari (Sumber : Penelit. Data pada tabel diatas merupakan data jam kerja efektif tahun 2025 di PT. XYZ, fungsi data tersebut adalah nantinya akan diperlukan untuk melakukan perhitungan nilai FTE (Full Time Equivalen. Tabel 2. Jumlah Karyawan unit produksi PT. XYZ Bagian Jumlah Server host 10 orang Qr code/barcode 6 orang Voucher maintenance 12 orang Graphic design 10 orang http://jurnal. id/index. php/imtechno Kelelahan Mata Keadaan Temperatur tempat Kerja Keadaan Atmosfer Kondisi lingkungan yang baik Total Data diatas menunjukan nilai kelonggaran kerja unit produksi pada PT. XYZ sebesar 21%. jam/tahun (Sumber : Penelit. Gerakan Kerja Tabel 4. Perhitungan FTE Uraian Tugas FTE RUTIN Mengatur . isal : diskon, potongan harga atau cashbac. Membuat nominal voucher banyak voucher yang akan dibuat Membuat desain 0. Membuat qr code 0. dan barcode kode unik di setiap masing-masing Membuat desain 0. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Melakukan generate voucher Menyimpan dan 0. sudah di generate di dalam database Melakukan distribusi voucher Melakukan data 0. expired voucher Memaintenance Kegiatan rapat dan laporan Membuat laporan 0. Rapat bulanan dengan Supervisor dan Kadiv Rapat mingguan 0. dengan tim Penilaian Rapat penilaian 0. Membuat laporan 0. Rapat Meeting . iluar meeting kinerja bulana. dengan Total (Sumber : Penelit. Menyimpan dan memaintenance voucher Berdasarkan nilai FTE tabel diatas, diperoleh nilai FTE sebesar 0,761 pada unit produksi di PT. XYZ. Perhitungan jumlah karyawan berdasarkan metode WLA, sebagai berikut. Maintenance Server Host 1 Oe yaycNya ycu 100% 1 Oe 0. 216 ycu 100% = 7. Membuat qr code 1 Oe yaycNya ycu 100% 1 Oe 0. 096ycu 100% = 9. http://jurnal. id/index. php/imtechno 1 Oe yaycNya ycu 100% 1 Oe 0. 226 ycu 100% = 7. Membuat design 1 Oe yaycNya ycu 100% 1 Oe 0. 052ycu 100% = 9. Tabel 5. Perhitungan jumlah karyawan metode WLA Bagian Mainten Server Membu at qr Menyim pan dan Membu at desain Kebutuhan Berdasarkan WLA 8 orang Jumlah saat ini 5 A orang 6 orang 1/2 10 orang 9 A orang 33 orang Tot Selisih Pada tabel diatas didapatkan hasil perhitungan tenaga kerja/karyawan pada metode WLA dengan total 33 orang. Analisa Metode Stopwatch Tahap berikutnya adalah melakukan pengukuran waktu tenaga kerja dengan metode jam henti (Stopwatc. Perhitungan faktor penyesuaian dan kelonggaran Berikut data penyesuaian kerja metode Schumard Tabel 6. Metode Schumard Metode Schumard fast = 85 normal = 60 (Sumber : Penelit. Dari data tabel diatas dapat dihitung untuk nilai P, waktu tercepat dibagi dengan waktu terlambat, yaitu: = 1. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Maintenance Server Host Perhitungan pengelompokan sub grup Sub grup maintenance server host Tabel 7. Sub grup maintenance server host Harga rataSub Waktu penyelesaian Grup berturut-turut rata . 3921 3785 3616 Total STD DEV (Sumber: Penelit. Gambar 3. Grafik keseragaman data Berdasarkan gambar grafik keseragaman tersebut, data dinyatakan seragam karena berada diambang batas BKA dan BKB. Uji Kenormalan Data Kolmogorov Smirnov (Sumber : Penelit. Berdasarkan data tabel diatas, didapatkan 9 kali pengukuran waktu kerja pada elemen kerja Aumaintenance server hostAy. Dalam data 9 kali pengukuran waktu tersebut. dibagi ke dalam 3 sub grup, diantaranya dengan rata-rata sub grup 1 sebesar 3774 detik, sub grup 2 3858 detik, dan sub grup 3 sebesar 3750 detik, lalu didapatkan total rata- rata Uji Keseragaman data Menghitung rata-rata observasi, dengan ycUI = Ocycu ycu Keterangan : ycUI= Rata-rata observasi x = Total harga rata-rata n = jumlah sub grup data ycUI = ycUI = 3793. Menentukan batas kontrol atas (BKA) dan batas kontrol bawah (BKB) (Sumber : Penelit. Gambar 4. Uji Kenormalan Data Berdasarkan gambar uji kenormalan data Kolmogorov Smirnov tersebut data data dinyatakan normal karena nilai sig . 915 yang dimana sig >. Uji Kecukupan Data yco a OoycAOcycUI2 Oe OcycUI )2a yc ycn ycn au ycAA = a OcycUIycn a au Keterangan : N = Jumlah pengamatan aktual yang dilakukan NAo = Jumlah pengamatan teoritis yang diperlukan Xi = Waktu penyelesaian k = Tingkat kepercayaan s = Derajat ketelitian ycAA = [ 5% yaAyaya = ycUI 3yuaycUI yaAyayaA = ycUI Oe 3yuaycUI Keterangan : BKA = Batas kontrol atas BKB = Batas kontrol bawah ycUI = Nilai rata-rata dari waktu pengamatan E = std deviasi BKA = 4004. BKB = 3583. Oo9Oc1166947551 Oe (O. 21165881025 Oc34145 NAo= 1. NAo= 1. Data dinyatakan cukup karena nilai N1. Uji Kecukupan Data Oo9Oc371851632 Oe (O. 2368793616 A ycA =[ Oc19204 N= 1. Data dinyatakan cukup karena nilai N1. Uji Kecukupan Data Oo9Oc1371005460 Oe (O. 21367076676 ycAA = [ Oc36974 STD DEV (Sumber : Penelit. Berdasarkan data tabel diatas, didapatkan 9 kali pengukuran waktu kerja pada elemen kerja Aumaintenance server hostAy. Dalam data 9 kali pengukuran waktu tersebut. dibagi ke dalam 3 sub grup, diantaranya dengan rata-rata sub grup 1 sebesar 00 detik, sub grup 2 4160. 00 detik, dan sub grup 3 sebesar 3941. 67 detik, lalu didapatkan total rata-rata dari 3 sub grup sebesar 12325 detik. Uji Keseragaman Data . Rata- Rata observasi ycUI= ycUI = 4108. BKA dan BKB BKA = 4512. BKB = 3703. N= 4. Data dinyatakan cukup karena nilai N1. Uji Kecukupan Data ycAA = [ Oo9Oc1144040184 Oe (O. 211142304804 Oc33798 STD DEV (Sumber : Penelit. Berdasarkan data tabel diatas, didapatkan 9 kali pengukuran waktu kerja pada elemen kerja Aumaintenance server hostAy. Dalam data 9 kali pengukuran waktu tersebut. dibagi ke dalam 3 sub grup, diantaranya dengan rata-rata sub grup 1 sebesar 00 detik, sub grup 2 3722. 67 detik, dan sub grup 3 sebesar 3755. 33 detik, lalu didapatkan total rata-rata dari 3 sub grup sebesar 11266 detik. Uji Keseragaman Data . Rata- Rata observasi ycUI = ycUI = 3755. BKA dan BKB BKA = 4024. BKB = 3486. Membuat Desain VC N= 2. Data dinyatakan cukup karena nilai N1