JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : ANALISIS DESKRIPTIF KITAB SHAHIH AL-BUKHARI Evan Hamzah Muchtar STAI Asy-Syukriyyah m@gmail. Abstract: This article discusses the Book of Sahih al-Bukhari which includes writing about the Biography of Imam al-Bukhari, the full name of the book of hadith, the number of traditions, the assessment of scholars on the Book of Sahih al-Bukhari, the Book of Sahih al-Bukhari and the systematics of discussion in the Book of Sahih al-Bukhari. This study uses qualitative research methods with the type of literature review research. Based on the results of the study, it can be concluded that the book of Sahih al-Bukhari is the first book of hadith that contains only authentic traditions. Sahih al-Bukhari is the most authentic book after the Qur'an. Through his work, al-Bukhari earned the title of Amirul Mu'minin in the field of hadith. Keywords: Analysis. Sahih. Bukhari. Kitab. PENDAHULUAN Hadis adalah segala perkataan . , perbuatan . iAol. dan persetujuan . Rasulullah yang merupakan sumber syariat kedua setelah al-QurAoan. Fungsi hadis secara umum adalah untuk menjelaskan . makna kandungan al-QurAoan dan menerangkan hukumhukum baik berupa perintah-perintah, larangan-larangan, aturan-aturan dan lainnya yang tidak terdapat dalam al-QurAoan. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surah an-Nahl ayat 44: a eaa aa a a aa a a a a a aa a a a a a a AEE E aOaI E aEIA A I I aE uaEO aNI OEENI OAEOIA a A OIEI uaEOEA. AuA dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. Ay Periode tabiAo tabiAoin, yaitu abad ke-3 H, merupakan Masa Kejayaan Sunnah (Min AoUshur al-Izdiha. atau disebut Masa Keemasan Sunnah (Min AoUshur adz-Dzahabiya. , karena pada masa ini kegiatan rihlah mencari ilmu dan sunnah serta pembukuannya mengalami puncak keberhasilan yang luar biasa. Seolah-olah pada periode ini seluruh hadis telah terhimpun semuanya dan pada abad berikutnya tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Pada masa ini lahirlah Buku Induk Hadis Enam (Ummahat Kutub as-Sitta. Pada periode ini ulama hadis telah berhasil memisahkan hadis Nabi dari yang bukan hadis atau dari hadis Nabi dari perkataan sahabat dan fatwanya. Serta berhasil pula mengadakan Abdul Majid Khon. Ulumul Hadis. Jakarta: Amzah, 2015, hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 19 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : yang sangat teliti apa saja yang dikatan Nabi sehingga telah dapat dipisahkan hadis yang shahih dengan yang bukan shahih. Dan yang pertama kali berhasil membukukan hadis shahih adalah Imam al-Bukhari, kemudian disusul Imam Muslim. Oleh karena itu pada periode ini juga disebut sebagai masa Kodifikasi dan Filterisasi (Ashr al-JamiAo wa at-Tashhi. Al-Hafizh Abu al-Hajjaj al-Mizzi . H) berkata AuDiantara kitab yang terbagus penulisan dan penyusunannya, paling banyak benarnya dan sedikit kesalahannya, paling meluas umum manfaatnya dan paling banyak faidahnya, paling besar barakahnya, paling mudah kesukarannya, paling baik penerimaannya di sisi orang yang pro dan yang kontra dan paling penting posisinya di kalangan semua orang, adalah Shahih Abu Abdullah Muhammad bin IsmaAoil al-Bukhari. Shahih Abu Husain Muslim bin Hajjaj an-Naisaburi, kemudian disusul kitab as-Sunan karya Abu Dawud Sulaiman bin al-AsyAoats as-Sijistani, kitab al-JamiAo karya Abu AoIsa Muhammad bin AoIsa at-Tirmidzi, kitab as-Sunan karya Abu Abdurrahman Ahmad bin SyuAoaib an-NasaAoI, dan kitab as-Sunan karya Abu Abdullah Muhammad bin Yazid yang dikenal dengan Ibnu Majah al-Qazwini, walaupun dia tidak sampai kepada derajat mereka . ang di ata. Ay. Masing-masing kitab enam tersebut memiliki ciri khas yang hanya diketahui oleh orang yang ahli di bidang ini, sehingga kitab-kitab tersebut dikenal oleh manusia dan tersebar di seloroh pelosok negeri Islam dan pemanfaatannya menjadi besar serta para penuntut ilmu berusaha keras untuk mendapatkan dan memahaminya. Banyak sekali karya tulis berupa syarah dan taAoliq terhadap kitab-kitab tersebut. Sebagiannya mengkaji tentang mengenal isi kandungan dari matan-matan hadis yang termuat di dalamnya dan sebagian yang lain mengkaji tentang mengenal kandungan sanad-sanadnya dan sebagian yang lainnya mengkaji tentang gabungan semua itu. Pembahasan artikel ini akan difokuskan pada Kitab Shahih al-Bukhari, yang meliputi penulisan tentang Biografi Imam al-Bukhari, nama lengkap kitab hadis, jumlah hadis, penilaian ulama terhadap Kitab Shahih al-Bukhari. Kitab Sharah Shahih Bukhari dan sitematika pembahasan dalam Kitab Shahih al-Bukhari. Abdul Majid Khon. Ulumul A, hlm. Muhammad bin Mathar az-Zahrani. Ensiklopedia Kitab-kitab Rujukan Hadits Lengkap dengan Biografi Ulama Hadits dan Sejarah Pembukuannya. Jakarta: Darul Haq, 2012, hlm. Jamaludin al-Mizzi. Tahdzib al-Kamal, 1/47, dalam Muhammad bin Mathar az-Zahrani. Ensiklopedia A, hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 20 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : PEMBAHASAN Biografi Imam al-Bukhari Nama lengkap Imam al-Bukhari adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah al-JaAofi bin Bardzibah. Lahir pada hari Jumat 13 Syawal 194 H . M) di kota Bukhara5. Imam al-Bukhari merupakan salah seorang dari perawi dan ahli hadis yang terkenal. Lebih dikenal dengan nama al-Bukhari, hal ini disandarkan pada tempat Ayahnya yang bernama Ismail terkenal sebagai seorang ulama shaleh. Ayah imam al-Bukhari sempat belajar dari Imam Malik dan berjumpa Hammad bin Zaid dan Ibnul Mubarak. Namun Allah berkehendak mewafatkannya saat Imam al-Bukhari masih kanak-kanak. Karena itu, beliau tumbuh dan berkembang dalam tarbiyah dan asuhan sang 6 Sementara kakek buyutnya ialah al-Mughirah yang diislamkan oleh al-Yaman al-JaAofi. Gubernur Bukhara. Oleh karena itu beliau dikatakan al-JaAofi. Imam al-Bukhari memulai perjalanan ilmiahnya sejak dini. Beliau telah menghafalkan al-Qur'an semenjak kecil juga. Inilah salah satu faktor Allah mengilhamkan pada Muhammad bin Isma'il kecil untuk menyenangi menghafal hadis-hadis Nabi. Pada usia 16 tahun. Imam Bukhari sudah menghafal kitab karangan Imam Waki' dan Ibnul Mubarak. Kemudian pada usia 17 tahun telah dipercaya oleh salah seorang gurunya Muhammad bin Salam al-Bikandi untuk mengoreksi karangan-karangannya. Bersama Ibu dan saudaranya, pada usia 18 tahun. Imam al-Bukhari melaksanakan ibadah Haji. Sementara keluarganya pulang. Imam al-Bukhari tetap bertahan untuk meneruskan mendalami hadis bersama para Ulama di sana. Pada waktu remaja, al-Bukhari bermukim di Madinah dan menyusun kitab Tarikh alKabir. Beliau mempelajari hadis dari para guru hadis di berbagai negeri, diantaranya Khurasan. Irak. Mesir. Mekah. Asqala dan Syam. 9 Al-Bukhari belajar dari 1. 000 orang guru Bukhara merupakan salah satu diantara beberapa daerah yang dalam sejarah Islam dikenal dengan sebutan Ma Wara an-Nahr. Yang dimaksud dengan sebutan ini adalah daerah-daerah yang terletak di sekitar Sungai Jihun di Uzbekistan. Asia Tengah. Bukhara menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan pada masa Dinasti Samanid. Hal ini berlangsung selama kurang lebih 150 tahun. Lihat Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. Ensiklopedi Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1994, hlm. Abu Minhal. Imam al-Bukhari Satu Tanda Kekuasaan Allah, w. com, diakses pada 10-11-2016 Endang Soetari. Ilmu Hadits. Bandung: Amal Bakti Press, 1997, hlm. Abu Minhal. Imam A Abdul Majid Khon. UlumulA, hlm. Untuk mendapat keterangan yang lengkap tentang suatu hadis, baik mengenai hadis itu sendiri maupun mengenai orang yang meriwayatkannya, al-Bukhari melawat ke daerah Syam (Suria. Mesir dan al-Jazair masing-masing dua kali, ke Basra empat kali, menetap di Hedjaz (Mekah dan Madina. selama enam tahun, dan berulang kali ke Kufah dan Baghdad. Dari pertemuannya dengan para ahli hadis tersebut, al-Bukhari berhasil memperoleh hadis JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 21 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : dan mengumpulkan sekitar 600. 000 hadis. 10 Ulama besar yang menjadi guru beliau diantaranya: Imam Ishaq bin Rahuyah. Imam Muhammad bin Yusuf al-Firyabi. Imam Abu Nu'aim Fadhl bin Dukain. Imam Ahmad bin Hanbal. Imam Ali bin al-Madini. Imam Yahya bin Ma'in. Imam Makki bin Ibrahim al-Balkhi. Abdan bin Utsman. Imam Abu Ashim anNabil. Muhammad bin Isa ath-Thabba'. Khalid bin Yazid al-Muqri" murid Imam Hamzah. Perjalanan Imam al-Bukhari dalam rangka mencari ilmu ditampilkan dalam peta dibawah ini:12 Gambar 1: Peta Perjalanan Imam al-Bukhari Mencari Ilmu Al-Bukhari merupakan seorang yang sangat kuat daya hafalannya. Sebagian riwayat menjelaskan bahwa diantara kecerdasan beliau adalah sekali melihat dapat mengingat atau menghafal dengan sempurna. Beliau seorang yang zahid, waraAo, pemberani, pemurah dan sebagai mujtahid dalam fikih. 000, 300. 000 diantaranya dihafalnya. Hadis-hadis yang dihafalnya itu terdiri atas 200. 000 hadis yang tidak shahih dan 100. 000 hadis shahih. Lihat Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. EnsiklopediA, hlm. Syauqi Abu Halil. Atlas Hadits Uraian Lengkap Seputar Nama. Tempat, dan Kaum yang Disabdakan Rasulullah. Jakarta: Almahira, 2012, hlm. Abu Minhal. Imam A Syauqi Abu Halil. Atlas A, hlm. Abdul Majid Khon. Ulumul A, hlm. Al-Bukhari tidak hanya menghafal hadis-hadis dan karya para ulama terdahulu saja, tetapi juga mempelajari dan mengusai biografi dari seluruf perawi yang terlibat dalam periwayatan hadis yang dihafalnya, mulai dari tanggal dan tempat lahir mereka, juga tanggal dan tempat mereka meninggal dunia, dan sebagainya. Lihat Nawir Yuslem. Ulumul Hadis. Jakarta: Mutiara Sumber Widya, 2001, hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 22 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : Diantara kelebihan daya ingat . dan kecerdasan Imam al-Bukhari yaitu mampu mengembalikan dan menerapkan kembali seratus pasangan sanad hadis pada matan yang sengaja diacak . adis maqlu. oleh sepuluh ulama Baghdad dalam rangka menguji kapabilitas daya ingat dan intelektual al-Bukhari dalam hal periwayatan hadis. Para ulama Baghdad tersebut mempersiapkan seratus hadis dan kemudian menukar dan merubah matan dan sanadnya. Mereka menukar matan satu sanad dengan teks hadis yang lain, dan begitu sebaliknya. Setiap orang memegangi sepuluh hadis yang nantinya akan dilontarkan kepada Abu Abdillah sebagai bahan ujian kekuatan hafalannya. Orang-orang pun berkumpul di dalam majlis. Orang pertama menanyakan kepada Imam al-Bukhari sepuluh hadis yang ia miliki satu persatu. Setiap kali ditanya. Imam al-Bukhari menjawab, sampai hadis yang kesepuluh, "Saya tidak mengenalnya . adis itu dengan sanad yang disebutka. Para Ulama yang hadir pun saling menoleh kepada yang lain dan berkata, "Orang ini . enar-bena. Sementara orang yang tidak tahu tujuan majlis itu diadakan menilai Imam al-Bukhari sebagai orang yang lemah hafalannya. Kemudian tampillah orang kedua, melakukan hal yang sama. Dan setiap kali mendengarkan satu hadis, beliau berkomentar sama, "Aku tidak mengenalnya". Selanjutnya tampil orang ketiga sampai orang terakhir. Dan komentar beliau pun" tidak lebih dari ucapan, 'Aku tidak Setelah semua selesai menyampaikan hadis-hadisnya. Imam al-Bukhari menoleh ke arah orang pertama seraya meluruskan, "Hadismu yang pertama mestinya demikian, yang kedua mestinya demikian, yang ketiga mestinya demikian, sampai membenarkan hadis yang kesepuluh. Setiap hadis beliau satukan dengan matan-matannya yang benar. Beliau melakukan hal yang sama kepada para 'penguji' lainnya sampai pada orang yang terakhir. Akhirnya, orang-orang pun betul-betul mengakui akan kehebatan hafalan beliau. Di Samarkand, beliau pun menghadapi hal yang sama. Empat ratus ulama hadis menguji beliau dengan hadis-hadis yang sanad-sanad dan nama rijal . ara peraw. yang telah dicampuradukkan, menempatkan sanad penduduk Syam ke dalam sanad penduduk Irak, meletakkan matan hadis bukan pada sanadnya. Lantas, mereka membacakan hadis-hadis dan sanad-sanadnya yang sudah campur-aduk ini ke hadapan Imam al-Bukhari. Dengan Izzat Athiyah et al. Al-Muhadditsin wa Manahijuhum fi Ar-Riwayah wa Al-Adab wa Ad-Dirayah. Cairo: tp. 2000, hlm. 337 dalam Abdul Majid Khon. Ulumul A, hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 23 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : sigap, beliau mengoreksi semua hadis dan sanad itu dan menyatukan setiap hadis dengan sanadnya yang benar. Para Ulama yang menyaksikan itu, tidak mampu menjumpai satu kesalahan dalam peletakan matan maupun penempatan posisi para perawi. Dikarenakan kecerdasannya Al-Bukhari mendapatkan beberapa gelar penghormatan, yaitu: Syaikhul Islam. Imam para huffazh, dan Amirul Mukminin dalam bidang hadis, serta pemilik banyak karya ilmiah. 15 Gelar Amirul Mukminin dalam bidang hadis yang melekat pada Imam al-Bukhari sudah tentu berlatar belakang akan kedalaman penguasaannyaAi yang mengungguli lainnyaAiterhadap hadis dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya. pemahaman, hafalan dan seluk-beluk terkait derajat rijalul hadis . ara perawi hadi. Kedalaman ilmu Imam al-Bukhari dalam bidang hadis yang didukung oleh intelegensi dan daya ingat yang luar biasa, serta pemahaman tentang kandungan hadis dan penguasan rijaalul hadis dan illah-illah-nya membentuk beliau menjadi seorang pakar hadis terkemuka sepanjang zaman. Kelebihan-kelebihan ini jelas menarik minat para penuntut ilmu untuk menghadiri majlis ilmunya. Para ulama yang mengambil hadis dari al-Bukhari diantaranya adalah at-Tirmidzi. Muslim16, an-Nasai. Ibrahim bin Ishak al-Hurri. Muhammad bin Ahmad ad-Daulabi, dan Manshur bin Muhamma al-Bazdawi. Imam al-Bukhari meninggal dunia dalam usia 62 tahun di Samarkand pada 1 Syawal 256 H / 31 Agustus 870 M bertepatan dengan malam Hari Raya Idul Fitri. Jenazah beliau ditutup dengan tiga lembar kain putih, tanpa mengenakan qamis. maupun imamah, sebagaimana isi wasiat yang beliau sampaikan sebelum meninggal. Saat proses pemakaman jenazah, tersebar aroma wangi yang lebih harum dari minyak misk dari kuburnya dan sempat bau harum itu bertahan selama beberapa hari. Banyak ilmu bermanfaat yang diwariskan Imam al-Bukhari bagi seluruh kaum muslimin melalui kitab-kitab yang telah dibuatnya. Kitab-kitab tersebut diantaranya Shahih al-Bukhari, al-Adabul Mufrad, at-Tarikh ash-Shaghir, at-Tarikh al-Kabir, at-Tarikh alAusath. Khalqu Af'ali al-'Ibad, juz fi al-QiraAoah khalfal Imam. Muhammad bin Mathar az-Zahrani. Ensiklopedia A, hlm. Muslim mengambil keuntungan dari Shahih al-Bukhari, kemudian menyusun karyanya sendiri dan beliau dipengaruhi oleh metodologi yang diterapkan al-Bukhari. Lihat Munzier Suparta. Ilmu Hadis. Jakarta: Rajawali Pers, 2014, hlm. Abu Minhal. Imam A Abu Minhal. Imam A JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 24 P-ISSN : E-ISSN : DOI : JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 Nama Lengkap Kitab Hadis Kitab ini dikenal di kalangan ulama dengan nama Shahih al-Bukhari. Nama asli yang yang dikatakan oleh Imam an-Nawawi adalah al-JamiAo al-Musnad ash-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah wa Ayyamihi. 19 AlHafizh Ibnu Hajar berkata. Aubeliau . l-Bukhar. memberinya nama dengan Al-JamiAo ashShahih al-Musnad min haditsi Rasulillah wa Sunanihi wa Ayyamihi. Ay20 Terkait dengan faktor pendorong penyusunan Shahih al-Bukhari. Ibnu Hajar berkata. AuKetika Imam al-Bukhari memperhatikan kitab-kitab hadis yang ditulis pada saat sebelum masanya, maka dia mendapatkannya sesuai dengan penyusunannya yang mencakup hadis yang shahih, hasan, dan banyak sekali dari hadis dhaif, sehingga yang kurus tidak bisa dikatakan gemuk. Maka beliau menggerakkan himmah-nya untuk mengumpulkan hadis shahih yang tidak diragukan lagi oleh orang yang amanah. Ay Ibnu Hajar juga mengatakan. AuTekadnya semakin kuat setelah mendengar gurunyaAi Amirul Mukminin dalam hadis dan fikihAiIshaq bin Rahawaih dimana dia berpesan. AoAlangkah baiknya seandainya kamu mengumpulkan kitab yang memuat hadis-hadis Rasulullah yang shahihAo. Imam al-Bukhari berkata. AoPesan itu menancap di hatiku, maka aku mulai mengumpulkan . adis-hadis shahi. dalam al-JamiAo ash-ShahihAo. Ay Al-Bukhari memasukkannya ke dalam kitab JamiAo-nya tersebut. Hal ini terlihat dari pernyataan Bukhari sendiri sebagai berikut: Ibrahim menceritakan. Ausaya mendengar dia . l-Bukhar. Saya tidak masukkan ke dalam kitab shahihku kecuali hadis yang shahih. Ay Muhammad bin IsmaAoil al-Bukhari berkata. AuAku tidak akan memasukkan satu hadis pun ke dalam kitabku al-Shahih, kecuali setelah aku mandi dan shalat dua rakaat sebelumnya. Ay21 Jumlah Hadis Al-Hafizh Abu Amr Utsman bin ash-Shalah (W. 643 H) berkata. AuJumlah hadits dalam Shahih al-Bukhari adalah 7275 hadits termasuk hadits-hadits yang diulang-ulang. Diriwayatkan bahwa Shahih al-Bukhari berjumlah 4000 hadits tanpa pengulangan, hanya Abu Minhal. Imam A Ibnu Hajar. Hadyu as-Sari. Pasal pertama, dalam Muhammad bin Mathar az-Zahrani. EnsiklopediaA, hlm. Nawir Yuslem. UlumulA, hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 25 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : saja dalam ungkapan iniAimenurut merekaAitelah tercakup Atsar sahabat dan tabiAoin, dan terkadang satu hadits yang diriwayatkan dengan dua sanad dihitung dua hadits. Ay 22 Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh pemakalah dapat diketahui jumlah nomor hadis pada Kitab Shahih al-Bukhari sebanyak 7008 nomor hadis. Terdiri dari 77 Bab tema pembahasan, dimulai tentang Bab Permulaan Wahyu dan diakhiri dengan Bab Tauhid. Hadis Nomor 1 Kitab Shahih Bukhari: ca A e a EEac aN aeIA a aA eAOA A aO sA a AEaO ae Ca aE aacaIaA a AOA a AI Ca aE aacaIa Oa eOaO e aIA ca acaIa eE a aIOe aA AOA s caA eECa aIa eIa aOCA a A aI aA a aAO aIacNA a eAeEaIA ca AA a a ca AA EEac eO aA ca AOI EacO aeIA a AO Ca aE a ea a aIO aI a acI a e aI au ae aNA ca A aI ea a aI a eIa eEA AO aE EEac aNA a A aI ea aA a aA eINA a a AO EEacNA a a a AEaO eE aIIea a Ca aEA a A aA a AOaCaO aEA a AA e aA aI I aaOO Aa aI eI aEIA a AEac aI OaCaO aE uaIac aI e a e aI aE aEIaOacA a aEacO EEacNA s A aOuaIac aI aE aE aE eI aA a AEa eO aN aOA AeaNa auEaO aI Na a a auEa eO aNA e AAO a aN eO uaEaOA a aAeaNa auEaO aIeOa OA a AI as OaIe aE a aN Aa aNA a AaNA Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair dia berkata. Telah menceritakan kepada kami Sufyan yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id Al Anshari berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim At Taimi, bahwa dia pernah mendengar Alqamah bin Waqash Al Laitsi saya pernah mendengar Umar bin Al Khaththab diatas mimbar berkata. mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan . bagi tiap-tiap orang . apa yang Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia Hadis Nomor 7008 Kitab Shahih al-Bukhari: a a A eIA s acaIaO ae aI a aeI au e aEA a A eI a aO a eA a AA a A eO sEA a aA aacaIa aI a acI a aeI AA a A aIA a aA a aeI ECa eCA AIA a aEacO EEacNA a a AO EEacNA a AEa eO aN aOA a A eI aaO Na aO ae a aA a AOA a a AEac aI aE aE aIa aI aaOaA ca aA eINa Ca aE Ca aE EIacA a AA A e aIa EEac aNA a AEaOA a A e aIa EEac aN aO a a eI a aNA a AIA ca AauEaOA a AIA a AEEA a aAI AaO E aIOA a a AI a aCOEaA a AA a a AEe aI aI a aAOa AeEa a aOIA Telah menceritakan kepadaku Ahmad bin Isykab telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlail dari 'Umarah bin Alqa'qa' dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada dua kalimat yang disukai Ar Rahman, ringan di lisan dan berat di timbangan, yaitu Subhanallah Wabihamdihi dan Subhaanallaahil'azhiim. Ibnu ash-Shalah. Ulum al-Hadits, hlm. 16-17 dalam Muhammad bin Mathar az-Zahrani. EnsiklopediaA, hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 26 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : Penilaian Ulama Terhadap Kitab Shahih al-Bukhari Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata. AuAl-Farabi menyatakan bahwa sebanyak Sembilan puluh ribu orang telah mendengarkan shahih al-Bukhari dari beliauAy. Al-Hafizh juga mengatakan bahwa diantara para perawi kitab al-jamiAo (Shahih al-Bukhar. adalah: Abu Thalhah Manshur bin Muhammad bin Ali bin Qaribah al-Bazdawi. Ibrahim bin MaAoqil an-Nasafi dan Hammad bin Syakir al-Fasawi. Sedangkan riwayat yang sampai pada masa-masa ini dan sebelumnya dengan cara pendengaran langsung . s-SimaA. adalah riwayat Muhammad bin Yusuf bin Mathar bin Shalih Bin Bisyr al-Farabi. Ay23 Muhammad Muhsin Khan dalam bagian introduction dari buku Sahih al-Bukhari ArabicAeEnglish menulis AuIt has been unanimously agreed that Imam BukhariAos work is the most authentic of all the other works in Hadith literature put together. The authenticity of al-Bukhari work is such that the religious learned scholars of Islam said concerning him: The most authentic book after the Book of Allah . al-QurAoa. is Shahih al-Bukhari. Ay24 Kitab al-Bukari diterima oleh para ulama secara aklamasi di setiap masa dan banyak sekali keistimewaan Kitab al-Bukhari yang diungkapkan oleh para ulama, diantaranya sebagai berikut:25 At-Tirmidzi berkata: AuAku tidak melihat dalam ilmu AoIlalAo . acat yang tersembunyi dalam hadi. dan para tokoh hadis seorang yang lebih mengetahui dari al-Bukhari. Ay Ibnu Khuzaimah berkata: AuAku tidak melihat di bawah kolong langit seorang yang lebih mengetahui hadis Rasulullah dan yang lebih hafal daripada Muhammad bin Ismail alBukhari. Ay Al-Hafizh adz-Dzahabi berkata: AuDia adalah kitab islam yang paling agung setelah kitab Allah. Ay Lebih lanjut Yazid bin Abdul Qadir Jawas menyampaikan pujian dari para ulama terhadap Imam al-Bukhari dan kitab shahihnya sebagai berikut:26 Nu'aim bin Hammad al-Khuza'i . afat th. 229 H) berkata, "Muhammad bin Isma'il . l-Bukhar. adalah orang yang faqih . aham ilmu agam. dari umat ini. (Siyar A'lamin Nubala'. XII/. Ibnu Hajar. Hadyu as-Sari, hlm. 491-492, dalam Muhammad bin Mathar az-Zahrani. EnsiklopediaA, hlm. Muhammad Muhsin Khan. Shahih Al-Bukhari ArabicAeEnglish. Ankara: Hilal Yayinlari, hlm. Abdul Majid Khon. Ulumul A, hlm. Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Pujian Ulama Terhadap Imam al-Bukhari dan Kitab Shahihnya, com, diakses pada 10-11-2016 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 27 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : Imam Ahmad bin Hanbal . afat th. 241 H) berkata, "Belum pernah ada di Khurasan orang yang melahirkan anak seperti Muhammad bin Isma'il al-Bukhari. (Siyar AAolamin NubalaAo. XII/. Abu Hatim ar-Razi . afat th. 277 H) berkata, "Tidak ada orang yang keluar dari Khurasan yang lebih hafal dari Muhammad bin Isma'il . l-Bukhar. dan tidak ada yang datang ke Iraq yang lebih 'alim dari al-Bukhari . (Muqaddimah Fat-hil Bari, hlm. Darul Fik. Abdullah bin Abdurrahman bin Fadhl bin Bahram ad-Darimi . afat th. 255 H) berkata, "Saya melihat Ulama di Haramain. Hijaz. Syam, dan Iraq. Dan tidak ada yang lebih sempurna . jma') daripada Muhammad bin Isma'il. Beliau . l-Bukhar. adalah orang yang paling 'alim diantara kami dan paling faqih serta paling banyak muridnya. (Muqaddimah Fat-hul Bari, hlm. Imamnya para Imam yaitu Abu Bakr Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah . afat th. 311 H) berkata, "Tidak ada di bawah langit ini orang yang lebih 'alim tentang hadis daripada Muhammad bin Isma'il. (Muqaddimah Fat-hil Bari, hlm. 485 dan Syarah Ilal at-Tirmidzi. I/494. Karya Ibnu Rajab al-Hanbal. Muhammad bin 'Isa bin Saurah at-Tirmidzi . afat th. 279 H) berkata, "Saya tidak melihat di Iraq dan Khurasan orang yang lebih 'alim tentang 'illat-'illat hadis, tarikh dan sanad-sanad daripada Muhammad bin Isma'il al-Bukhari. (Syarah Syarah Ilal atTirmidzi. I/494, karya Ibnu Rajab al-Hanbali dan Muqaddimah Fat-hul Bari, hlm. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani . afat th. 852 H) berkata dalam awal muqaddimahnya di Fat-hul Bari, "Sungguh aku telah melihat bahwa Abu Abdillah alBukhari dalam Jami' Shahihnya telah mengambil penetapan dan pengambilan hukum dari cahaya yang indah -yakni al-QurAoan dan as-Sunnah-, mengambil dan menukil dari sumbernya, dan beliau dikaruniai niat yang baik dalam mengumpulkan hadis-hadis, sehingga orang-orang yang menyelisihi dan menyetujui mengakuinya, juga menerima pembicaraannya dalam Shahihnya . " (Muqaddimah Fathul Bari, hlm. Al-Hafizh Ibnu Katsir . afat th. 774 H) berkata, "Para Ulama telah bersepakat menerimanya -yakni Shahih al-Bukhari- dan keshahihan semua yang ada di dalamnya, begitu juga semua umat Islam. " . l-Biddyah wan Nihayah (XI/250. Cet. II, th. 1431 H, Daar Ibnu Katsi. Imam Tajuddin Abu Nashr Abdul Wahhab bin Ali bin Abdul Kafi as-Subky . afat th. 771 H) berkata, "Adapun kitabnya . l-Bukhar. al-Jami' as-Shahih adalah kitab Islam yang paling mulia setelah Kitabullah. " (Thabaqatus SyafiAoiyyah Kubra, 1/424. Cet. Daarul Kutub al-Imiyyah. 1420 H) Abu 'Amr bin Shalah . afat th. 643 H) berkata setelah beliau menyebutkan bahwa yang pertama kali menyusun kitab Shahih adalah Abu 'Abdillah Muhammad bin Isma'il al-'Bukhari al-Ju'fi, kemudian sesudahnya adalah Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj anNaisaburi al-Qusyairiy. Muslim mengambil riwayat hadis dari al-Bukhari dan mengambil manfaat darinya dan juga banyak meriwayatkan dari syuyakh . ara gur. Imam al-Bukhari. "Kitab mereka berdua adalah kitab yang paling Shahih setelah Kitabullah yang mulia. " Kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya kitab al-Bukhari JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 28 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : adalah kitab yang paling Shahih di antara keduanya dan yang paling banyak faedahnya. (Muqaddimah Ibnus Shalah fii 'Ulumil Hadits, hlm. 19, cet. Daarul Kutub alIlmiyyah, th. 1416 H) Nu'aim bin Hammad al-Khuza'i . afat th. 229 H) berkata, "Muhammad bin Isma'il . l-Bukhar. adalah orang yang faqih . aham ilmu agam. dari umat ini. (Siyar A'lamin Nubala'. XII/. Imam Ahmad bin Hanbal . afat th. 241 H) berkata, "Belum pernah ada di Khurasan orang yang melahirkan anak seperti Muhammad bin Isma'il al-Bukhari. (Siyar AAolamin NubalaAo. XII/. Abu Hatim ar-Razi . afat th. 277 H) berkata, "Tidak ada orang yang keluar dari Khurasan yang lebih hafal dari Muhammad bin Isma'il . l-Bukhar. dan tidak ada yang datang ke Iraq yang lebih 'alim dari al-Bukhari . (Muqaddimah Fat-hil Bari, hlm. Darul Fik. Abdullah bin Abdurrahman bin Fadhl bin Bahram ad-Darimi . afat th. 255 H) berkata, "Saya melihat Ulama di Haramain. Hijaz. Syam, dan Iraq. Dan tidak ada yang lebih sempurna . jma') daripada Muhammad bin Isma'il. Beliau . l-Bukhar. adalah orang yang paling 'alim diantara kami dan paling faqih serta paling banyak muridnya. (Muqaddimah Fat-hul Bari, hlm. Imamnya para Imam yaitu Abu Bakr Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah . afat th. 311 H) berkata, "Tidak ada di bawah langit ini orang yang lebih 'alim tentang hadits daripada Muhammad bin Isma'il. (Muqaddimah Fat-hil Bari, hlm. 485 dan Syarah Ilal at-Tirmidzi. I/494. Karya Ibnu Rajab al-Hanbal. Muhammad bin 'Isa bin Saurah at-Tirmidzi . afat th. 279 H) berkata, "Saya tidak melihat di Iraq dan Khurasan orang yang lebih 'alim tentang 'illat-'illat hadis, tarikh dan sanad-sanad daripada Muhammad bin Isma'il al-Bukhari. (Syarah Syarah Ilal atTirmidzi. I/494, karya Ibnu Rajab al-Hanbali dan Muqaddimah Fat-hul Bari, hlm. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani . afat th. 852 H) berkata dalam awal muqaddimahnya di Fat-hul Bari, "Sungguh aku telah melihat bahwa Abu Abdillah alBukhari dalam Jami' Shahihnya telah mengambil penetapan dan pengambilan hukum dari cahaya yang indah -yakni al-QurAoan dan as-Sunnah-, mengambil dan menukil dari sumbernya, dan beliau dikaruniai niat yang baik dalam mengumpulkan hadis-hadis, sehingga orang-orang yang menyelisihi dan menyetujui mengakuinya, juga menerima pembicaraannya dalam Shahihnya . " (Muqaddimah Fathul Bari, hlm. Al-Hafizh Ibnu Katsir . afat th. 774 H) berkata, "Para Ulama telah bersepakat menerimanya -yakni Shahih al-Bukhari- dan keshahihan semua yang ada di dalamnya, begitu juga semua umat Islam. " . l-Biddyah wan Nihayah (XI/250. Cet. II, th. 1431 H, Daar Ibnu Katsi. Imam Tajuddin Abu Nashr Abdul Wahhab bin Ali bin Abdul Kafi as-Subky . afat 771 H) berkata, "Adapun kitabnya . l-Bukhar. al-Jami' as-Shahih adalah kitab Islam yang paling mulia setelah Kitabullah. " (Thabaqatus SyafiAoiyyah Kubra, 1/424. Cet. Daarul Kutub al-Imiyyah. 1420 H) JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 29 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : Abu 'Amr bin Shalah . afat th. 643 H) berkata setelah beliau menyebutkan bahwa yang pertama kali menyusun kitab Shahih adalah Abu 'Abdillah Muhammad bin Isma'il al-'Bukhari al-Ju'fi, kemudian sesudahnya adalah Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj anNaisaburi al-Qusyairiy. Muslim mengambil riwayat hadis dari al-Bukhari dan mengambil manfaat darinya dan juga banyak meriwayatkan dari syuyakh . ara gur. Imam al-Bukhari. "Kitab mereka berdua adalah kitab yang paling Shahih setelah Kitabullah yang mulia. " Kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya kitab al-Bukhari adalah kitab yang paling Shahih di antara keduanya dan yang paling banyak faedahnya. (Muqaddimah Ibnus Shalah fii 'Ulumil Hadits, hlm. 19, cet. Daarul Kutub alIlmiyyah, th. 1416 H) Kitab Sharah Shahih Bukhari Jumlah kitab Syarah Shahih al-Bukhari dalam bentuk makhthuthah . dan yang telah dicetak mencapai tujuh puluh satu kitab sesuai perhitungan Prof. Abdul Ghani bin Abdul Khaliq. Dan menurut perhitungannya juga, julah taAoliq, ringkasan, dan yang serupa dengannya mencapai empat puluh empat kitab antara yang belum dicetak atau Adapun kitab-kitab Syarah Shahih al-Bukhari yang telah dicetak diantaranya sebagai berikut:28 . AAolam as-Sunan, karya Imam al-Khaththabi Abu Sulaiman Hamd bin Muhammad alBusti yang wafat pada 388 H. Al-Kaukab ad-Darari fi Syarh Shahih al-Bukhari, karya al-Hafizh Syamsuddin Muhammad bin Yusuf yang dikenal dengan nama al-Karmani yang wafat pada . Fath al-Bari, karya al-Hafizh Ibnu Hajar yang wafat pada 852 H. Termasuk Syarah Shahih al-Bukhari terpenting dan terbaik. Umdah al-Qari, karya al-Hafizh Badruddin Abu Muhammad Mahmud bin Ahmad alHanafi yang terkenal dengan nama al-AoAini yang wafat pada 855 H. Irsyad as-Sari, karya Syihabuddin Ahmad bin Muhammad yang dikenal dengan nama al-Qasthalani yang wafat pada 923 H. Faidh al-Bari, karya Syaikh Muhammad Anwar al-Kasymiri al-Hanafi yang wafat pada 1352 H. LamiAo ad-Darari, karya al-Hajj Rasyid Ahmad al-Kankuhi. Abdul Ghani Abdul Khaliq. Al-Imam Al-Bukhari wa Shahihuhu, hlm 228-245, dalam Muhammad bin Mathar az-Zahrani. EnsiklopediaA, hlm. Muhammad bin Mathar az-Zahrani. EnsiklopediaA, hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 30 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : Para ulama sejak dahulu memberikan perhatian besar terhadap kitab Shahih al-Bukhari. Hal ini terbukti dengan banyaknya karya tulis seputar kitab Shahih al-Bukhari, diantaranya adalah:29 . Mereka yang meringkas kitab Shahih al-Bukhari: Jamaluddin Ahmad bin Umar al-Anshari al-Qurthubi, wafat tahun 656 H dalam kitab Mukhtashar Shahih al-Bukhari Zainuddin Ahmad bin Ahmad bin Abdillathif asy-Syarji az-Zabidi, wafat tahun 894 H dalam kitab at-Tajrid ash-Sharih li Ahadits al-Jami' ash-Shahih Abdullah bin Sa'ad bin Abi Jamrah al-Azdi, wafat tahun 675 H dalam kitab anNihayah fi Bad'i al-Khair wal Ghayah . Mereka yang mensyarah judul bab (Tarajum al-Ba. Diantaranya : Imam Nashiruddin Ahmad bin al-Munayyir dalam kitab al-Mutawari 'ala Tarajum al-Bukhari. Muhammad bin Manshur bin al-Hamamah al-Maghribi dalam kitab Fakku Aghradhi al-Bukhari al-Mubhamah fil Jam'i bainal Hadits wat Tarjamah Abu Abdillah ibnu Rasyid as-Sibti dalam kitab Turjaman at-Tarajum Asy-Syah Waliyullahi ad-Dahlawi dalam kitab Syarah Tarajum Abwab Shahih alBukhari. Mereka yang mensyarah kitab Shahih al-Bukhari, diantaranya : Abu Sulaiman Hamd bin Muhammad al-Busti al-Khathabi . afat tahun 308 H) dalam kitab IAolam as-Sunan Muhallab bin Abi Shafrah al-Azdi . afat tahun 435 H) dalam kitab Syarh alMuhallab Abu Abdillah Muhammad bin Khalaf al-Murabith . afat tahun 485 H) dalal kitab Mukhtashar Syarh al-Muhallab Ibnu Abdilbarr Abu Umar Yusuf bin Abdillah bin Muhammad bin Abdilbarr (Wafat tahun 463 H) dalam kitab al-Ajwibah 'ala al-Masa'il al-Musta'ribah Minal Bukhari Abul Hasan Ali bin Khalaf bin AbdilmalikIbnu Bathal . afat tahun 449 H) dalam Syarah Ibnu Bathal Abu Hafsh Umar bin al-Hasan bin Umar al-Auzi al-Isybili . afat tahun 460 H) dalam kitab Syarh Shahih al-Bukhari. Syamsuddin Muhammad bin Yusuf bin Ali al-Karmani wafat tahun 786 H dalam kitab al-Kawakib ad-Darari. Sirajuddin Umar bin Ali bin Ahmad Ibnu al-Mulaqqin wafat tahun 804 H dalam kitab Syawahidut Taudhih. Burhanuddin Ibrahim bin Muhammad al-Halabi Sibthi ibni lAoAjmi wafat tahun 837 H dalam kitab at-Talqih li Fahmil Qari ash-Shahih. al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani wafat tahun 852 H dalam Fathul Bari Syarhu Shahih al-Bukhari. Abul Hasan Ali bin Husein bin 'Urwah al-Mushili wafat tahun 837 H dalam kitab al-Kawakib as-Sari fi Syarhil Jami' ash-Shahih lil Bukhari. Badruddin Abu Muhammad Mahmud bin Ahmad al-Aini wafat tahun 855 H dalam kitab 'Umdatul Qari. Kholid Syamhudi. Shahih Bukhari dalam Pandangan Ulama, w. com, diakses pada 10-11-2016 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 31 P-ISSN : E-ISSN : DOI : JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 Syihabudin Ahmad bin Muhammad al-Khathib al-Qusthalani wafat tahun 923 H dalam kitab Irsyadus Sari. Sistematika Pembahasan Kitab Shahih al-Bukhari Kitab Shahih al-Bukhari termasuk kedalam kitab hadis al-jawamiAo30, yaitu kitab yang disusun dan dibukukan oleh pengarangnya berdasarkan semua bab pembahasan agama. Kitab Shahih al-Bukhari disusun berdasarkan urutan bab, diawali dengan bab Permulaan wahyu hingga bab Tauhid. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Bab Tema Pembahasan Permulaan Wahyu Iman Ilmu Wudhu Mandi Haidh Tayamum Shalat Waktu-waktu Shalat Adzan JumAoat Jenazah Zakat Haji Shaum Sholat Tarawih IAotikaf Jual Beli Jual Beli as-Salam Asy-SyufiAoah Al-Ijarah Al-Hawalah Al-Wakalah Al-MuzaraAoah Al-Musaqah Mencari pinjaman dan melunasi hutang Persengketaan Barang temuan Perbuatan zhalim dan Asy-Syirkah Gadai Membebaskan budak Hibah Kesaksian Nomor Hadis Bab Tema Pembahasan Nomor Hadis 1Ae6 7 Ae 56 57 Ae 131 2951 Ae 3078 3079 Ae 3229 3230 Ae 3654 132 Ae 239 240 Ae 284 285 Ae 321 322 Ae 335 336 Ae 490 491 Ae 567 568 Ae 826 827 Ae 1160 1161 Ae 1307 1308 Ae 1416 1417 Ae 1757 1758 Ae 1868 1869 Ae 1884 1885 Ae 1905 1906 Ae 2084 2085 Ae 2096 2097 Ae 2099 2100 Ae 2124 2125 Ae 2134 2135 Ae 2151 2152 Ae 2179 2180 Ae 2209 2210 - 2232 Permulaan penciptaan Makhluk Hadis-hadis tentang Para Nabi Perilaku Budi Pekerti yang Terpuji Peperangan Tafsir al-QurAoan Keutaman al-QurAoan Nikah Talaq Nafkah Makanan Aqiqah Penyembelihan dan Perburuan Kurban Minuman Sakit Pengobatan Pakaian Adab Meminta izin Doa Hal-hal yang melunakkan hati Qadar Sumpah dan Nadzar Kafarat sumpah FaraAoidh Hukum hudud 2233 Ae 2247 2248 Ae 2259 2260 Ae 2302 Diyat Meminta taubat orang murtad Keterpaksaan 6354 Ae 6406 6407 Ae 6426 6427 Ae 6438 2303 Ae 2324 2325 Ae 2332 2333 Ae 2377 2378 Ae 2442 2443 Ae 2492 Siasat mengelak TaAobir Fitnah Hukum-hukum Mengharap mengandai-andai 6439 Ae 6466 6467 Ae 6525 6526 Ae 6601 6604 Ae 6684 6685 Ae 6704 3655 Ae 4113 4114 Ae 4595 4596 Ae 4674 4675 Ae 4849 4850 Ae 4931 4932 Ae 4953 4954 Ae 5044 5045 Ae 5052 5053 Ae 5118 5119 Ae 5146 5147 Ae 5208 5209 Ae 5245 5246 Ae 5336 5337 Ae 5512 5513 Ae 5758 5759 Ae 5828 5829 Ae 5932 5933 Ae 6104 6105 Ae 6130 6131 Ae 6213 6214 Ae 6227 6228 Ae 6271 6274 Ae 6353 Al-JawamiAo dalam karya hadis adalah apa yang disusun dan dibukukan oleh pengarangnya terhadap semua permasalahan agama. Lihat Muhammad Husain Mahasnah. Pengantar Studi Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2016, hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 32 P-ISSN : E-ISSN : DOI : JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 Perdamaian Syarat - syarat 2493 Ae 2511 2512 Ae 2532 Wasiat Jihad dan Penjelajahan Bagian seperlima Jizyah 2533 Ae 2573 2574 Ae 2860 2861 Ae 2922 2923 Ae 2950 Khabar ahad Berpegang teguh Kitabullah dan Sunnah Tauhid 6705 Ae 6725 6726 Ae 6822 6823 Ae 7008 Tabel 1: Bab Pembahasan pada Kitab Shahih al-Bukhari KESIMPULAN Kitab yang memiliki nama lengkap Al-JamiAo ash-Shahih al-Musnad min haditsi Rasulillah wa Sunanihi wa Ayyamihi karya Imam al-Bukhari atau yang lebih dikenal dengan Shahih al-Bukhari adalah kitab hadis yang pertama kali memuat hanya hadis-hadis shahih. Kitab Shahih al-Bukhari merupakan kitab yang paling shahih setelah al-QurAoan. Melalui karyanya tersebut al-Bukhari mendapatkan gelar Amirul Mukminin dalam bidang hadis. DAFTAR PUSATAKA Abdul Majid Khom. Ulumul Hadis. Jakarta: Amzah, 2015 Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. Ensiklopedi Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1994 Endang Soetari. Ilmu Hadits. Bandung: Amal Bakti Press, 1997 Ibnu Hajar al-Asqalani. Fathul Baari Syarah Shahih al-Bukhari. Jakarta: Pustaka Azzam, 1997 Muhammad bin Mathar az-Zahrani. Ensiklopedia Kitab-kitab Rujukan Hadits Lengkap dengan Biografi Ulama Hadits dan Sejarah Pembukuannya. Jakarta: Darul Haq, 2012 Muhammad Husain Mahasnah. Pengantar Studi Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2016 Muhammad Muhsin Khan. Sahih Al-Bukhari ArabicAeEnglish. Ankara: Hilal Yayinlari Munzier Suparta. Ilmu Hadis. Jakarta: Rajawali Pers, 2014 Nawir Yuslem. Ulumul Hadis. Jakarta: Mutiara Sumber Widya, 2001 Syauqi Abu Khalil. Atlas Hadits Uraian Lengkap Seputar Nama. Tempat, dan Kaum yang Disabdakan Rasulullah. Jakarta: Almahira, 2012 Syaikh MannaAo Al-Qathan. Pengantar Studi Ilmu Hadits. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2004 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 33 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 P-ISSN : E-ISSN : DOI : _____. Ensiklopedi 9 Hadis. Jakarta: Lidwa Pusaka, 2016 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 1 | Januari - Juni 2022 | 34