PENERAPAN MODEL INQUIRY BASED LEARNING (IBL) PADA MATA PELAJARAN FIQH KELAS X MA MIFTAHUL ULUM ALISLAMY KEDUNGDUNG BANGKALAN Nur Fitriana. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Miftahul Ulum Bangkalan Moh Fanani. Fil. Nurur Rohman. nurfitrinana03@gmail. Abstract The Inquiry based learning (IBL) model is a series of learning activities that emphasize the process of critical and analytical thinking to find and find answers to a problem in a given problem, so the Inquiry based learning (IBL) model needs to be applied in Fiqh subjects. Seeing students of MA Miftahul Ulum Al-Islamy Kedungdung Bangkalan who are accustomed to an environment that is so harsh on juvenile delinquency. Therefore, students are trained to be active and think critically through the application of the Inquiry based learning (IBL) Model. This study aims to describe the Inquiry Based Learning Model. This type of research is descriptive research with qualitative research methods. The location of the research is at the Miftahul Ulum Al-Islamy Kedungdung Bangkalan Islamic Boarding School. The data collection techniques are observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the Implementation of the Inquiry Based Learning (IBL) Model in the Fiqh Subject of Class X MA Miftahul Ulum Al-Islamy Kedungdung Bangkalan. with the implementation stages consisting of initial activities, core activities according to the stages of the Inquiry Based Learning (IBL) Model, namely . roup formation, curriculum materials, assumption stage, question stage, research stage, and presentation and finally closing. Student responses after the Inquiry Based Learning (IBL) Model was implemented in the Fiqh Subject of Class X MA Miftahul Ulum Al-Islamy Kedungdung Bangkalan. Students are freer to express their opinions. Keywords ModelInquiry Based Learning (IBL),jurisprudence. PENGANTAR Seorang guru dituntut mampu memilih sebuah model pembelajaran yang efektif dan efisien agar bisa mengubah hasil belajar peserta didik yang sesuai. Salah satu model yang cocok dan sesuai dengan permasalahan ini yaitu Model Inquiry Based Learning (IBL) adalah model pembelajaran dimana peserta didik harus mampu berpikir secara kritis dan informatif untuk menemukan jawaban dari sebuah permasalahan (Hamdayana, 2. Model ini merancangkan pembelajaran yang menjadikan siswa terlibat secara aktif selama pembelajaran berlangsung. Siswa dituntun untuk menemukan solusi atau memecahkan permasalahan yang muncul. Boruch menyatakan model inkuiri merupakan pembelajaran dengan basis mencari pengetahuan, informasi dan kebenaran akan permasalahan yang Siswa akan lebih mengeksplor keterampilan yang ada pada diri mereka dan dapat mereka pakai untuk memahami segala sesuatu yang ada di dunia ini serta lebih banyak bertanya kepada guru yang memiliki peran sebagai fasilitator saja di dalam (Nurmayani J. Said and Dkk, 2. Selain itu Wilson menyatakan bahwa Model Inquiry based learning (IBL) adalah sebuah model proses pengajaran yang berdasarkan atas teori belajar dan perilaku. Model Inquiry based learning (IBL) merupakan suatu cara mengajar murid-murid bagaimana belajar dengan menggunakan keterampilan, proses, sikap, dan pengetahuan berpikir rasional (Farid Wajdi 2. Dengan adanya fokus penelitian tersebut, maka peneliti merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut: Bagaimana persiapan penerapan Model Inquiry Based Learning (IBL) pada mata pelajaran Fiqh di kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy tahun ajaran 2023/2024? Bagaimana pelaksanaan Model Inquiry Based Learning (IBL) pada mata pelajaran Fiqh di kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy tahun ajaran 2023/2024? Bagaimana penilaian hasil penerapan Model Inquiry Based Learning (IBL) pada mata pelajaran Fiqh di kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy tahun ajaran 2023/2024? Apa saja faktor pendukung dan penghambat penerapan Model Inquiry Based Learning (IBL) pada mata pelajaran Fiqh di kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy tahun ajaran 2023/2024? Penelitian terdahulu menjadi salah satu acuan penulis dalam melakukan Aapenelitian, sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam Aamengkaji penelitian yang Dari penelitian terdahulu, penulis menemukan Aapenelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian penulis. Dalam Aapenulisan ini, peneliti menggali informasi dari penelitian-penelitian sebelumnya Aasebagai bahan perbandingan, baik mengenai kelemahan atau kelebihan yang sudah ada. Selain itu, peneliti juga menggali informasi dari jurnal atau skripsi dalam Aarangka mendapatkan suatu informasi yang ada sebelumnya tentang teori yang Aaberkaitan dengan judul yang digunakan untuk memperoleh landasan teori ilmiah Annis Susilawati yang berjudul. Pelaksanaan Model Pembelajaran Inkuiri Aapada Mata Pelajaran PAI Materi Ayat-ayat Al-QurAoan Tentang Toleransi AaKelas XI Mipa 5 di SMA Negeri 2 Mukaramah yang berjudul AuPenerapan metode diskusi Mata Pelajaran Fiqih Materi Jinayah Kelas XI di MA Raudhatul Jannah Palangka RayaAy Indah Khoirrul Mutakin yang berjudul AuEfektivitas Penerapan AaMetode Pembelajaran Inkuiri Pada Mata Pelajaran Fiqh Kelas IV AaMadrasah Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri YogyakartaAy METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif maksudnya Dalam penelitian kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan data tersebut berasal dari wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya. Seperti yang dikatan oleh (Lexy j Meleong, 2. bahwa metode kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Sehingga yang menjadi tujuan dalam penelitian kualitatif ini adalah ingin menggambarkan realitas empiris dibalik fenomena yang ada secara mendalam, rinci dan tuntas. Oleh karena itu pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mencocokkan antara realitas empirik dengan teori yang berlaku. Nur Fitriana kejadian yang terjadi saat sekarang dan memusatkan perhatian pada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena- fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia (Borahima, 2. Fenomena itu dapat berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya. Maka penelitian ini diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dan gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual tentang Model Inquiry based learning (IBL) dengan memusatkan pada penerapan Model Inquiry based learning (IBL) pada Mata Pelajaran Fiqih. Dalam metode ini dilakukan perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal yang dikerjakan orang dalam menangani situasi atau masalah yang serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa mendatang (Sugiyono, 2. Dalam pengumpulan data pada teknik penelitian kualitatif dikelompokkan dengan adanya data utama . dan data pendukung . Data primer Data primer yaitu data-data yang diperoleh dari sumber pertama. AaDalam hal ini data primer di peroleh langsung dari wawancara dengan Aapihak Yayasan, kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan guru-Aaguru. Pemilihan informan tersebut di atas, disebabkan karena Aaketerkaitan mereka dengan obyek penelitian, selain itu karena mereka Aadianggap yang paling berperan dalam pengembangan madrasah. Aa Data sekunder Data sekunder adalah data yang dikumpulkan, diolah dan disajikan Aaoleh pihak lain, tidak langsung diperoleh oleh peneliti dan subyek Aapenelitian. Data sekunder antara lain mencakup dokumen-dokumen Aaresmi, buku-buku, dan hasil penelitian yang berwujud laporan dan Aasebagainya. Adapun data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari Aabuku-buku, dokumen-dokumen, literatur yang sesusai dengan Aapembahasan Aa Analisis data merupakan sebuah upaya yang dilakukan dengan cara Aabekerja dengan data, mengorganisir data, meyeleksi data agar menjadi satuan Aayang dapat di olah, mensintesiskannya, mencarinya dan menemukan pola. AaMenemukan antara yang penting dan layak dipelajari untuk memutuskan apa Aayang bisa diceritakan kepada orang lain. penelitian pendekatan kualitatif Aabiasanya dengan menggunakan analisis yang sifatnya naratif-kualitatif. Aa Data Collection ( Pengumpulan Dat. Aa Pengumpulan data adalah kegiatan utama dalam tiap penelitian. Data-Aadata dalam penelitian kualitatif dapat dikumpulkan dan diperoleh melalui Aaobservasi, wawancara dan dokumentasi. Aa Dalam hal ini peneliti akan mengumpulkan data terkait Model Inquiry based learning (IBL) pada mata pelajaran fiqih kelas X melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Aa Data Reduction (Reduksi Dat. Aa Nur Fitriana Banyaknya data yang diperoleh menjadikan di perlukannya reduksi data. Aayakni merangkun data dengan cara memilih hal yang pokok dan memfokuskan Aapada hal yang penting terkait dengan penelitian. Dalam hal ini peneliti akan Aamengumpulkan data terkait Model Inquiry based learning (IBL) pada mata pelajaran fiqh kelas X melalui observasi, wawancara Aadan dokumentasi. Aa AaDisplay Data ( Penyajian Data )Aa Langkah setelahnya adalah dalam proses analisis data ialah Aamendisplaykan data. Penyajian data dalam hal ini berbentuk uraian singkat. Aahubungan antar kategori, bagan dan semacamnya. Mendisplaykan data akan Aamemudahkan untuk memahami apa yang terjadi dan memudahkan untuk Aamerencanakan langkah kerja. Selanjutnya Peneliti akan menyajikan data dalam berupa laporan yang berisi uraian Aadan penjelasan lengkap dan terperinci. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan temuan penelitian menjelaskan bahwa persiapan merupakan suatu tindakan yang sangat menentukan dalam proses belajar dan pembelajaran, mulai dari apa yang harus disiapkan, siapa yang perlu menyiapkan dan bagaimana proses belajar akan Persiapan merupakan rancangan yang penting bagi seorang pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan serta memudahkan seorang pendidik dalam kegitan pelajar dan pembelajaran karena di dalam persiapan terdapat beberapa hal yang dapat mewujudkan tujuan pembelajaran. pendekatan yang terstruktur namun tetap berpusat pada siswa dalam persiapan dan pelaksanaan pembelajaran. Ia mempertimbangkan kebutuhan individual siswa sambil tetap mengikuti pedoman kurikulum yang ada. Pendekatan yang digunakan oleh Anti Niswatun selagu guru fiqih mencerminkan komitmennya untuk memberikan pengajaran yang efektif dan bermakna bagi para siswanya. Dengan memadukan perencanaan yang terstruktur, fokus pada pemahaman siswa, dan akomodasi terhadap keragaman kemampuan, ia berupaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif dalam konteks pembelajaran Fiqih Menurut (Suharsimi Arikunto, 2. Pendekatan pembelajaran yang efektif harus memadukan struktur dan fleksibilitas. Beliau menekankan pentingnya perencanaan yang sistematis, namun tetap berpusat pada kebutuhan siswa. Arikunto berpendapat bahwa guru perlu menyusun rencana pembelajaran yang terorganisir dengan baik, sambil tetap memberikan ruang untuk penyesuaian berdasarkan respon dan perkembangan siswa selama proses belajar. sesuai dengan teori yang disampaiakn oleh buku terbitan kementrian pendidikan dan kebudayan dengan judul Disquiry inquiry learning Yaitu sebagai berikut : Guru memberikan pengenalan ke siswa. Guru mengidentifikasi topik pada konten sumber belajar dan pembelajaran yang dapat dikemas dengan model pembelajaran discovery-inquiry learning. Guru merumuskan stimulus untuk diberikan kepada siswa dalam mengawali/ mengantar siswa mengikuti pembelajaran. Guru menentukan aneka sumber belajar yang tersedia di sekolah yang bisa dimanfaatkan siswa. Nur Fitriana Guru mengidentifikasi ketersediaan sarana dan prasarana. Guru mengintegrasikan langkah-langkah . model pembelajaran discoveryinquiry lerning. Guru membagi kelompok siswa dengan menggabungkan semua level kognitif . endah, sedang dan tinggi ) . Berdasarkan analisis data penelitian melalui wawancara, observasi dan dokumentasi di MA Miftahul Ulum Al Islamy yang menjadi patokan dalam persiapan pembelajaran yang dilakukan oleh guru Fiqih pada materi Qurban dan Akikah sebagai berikut : Memberikan penguatan pada siswa. Mengidentifikasi topik. Merumuskan stimulasi untuk diberikan kepada siswa. Menentukan aneka sumber belajar yang ada disekolah. Mengidentifikasi sarana prasarana. Mengintegrasikan langkah-langkah . model inquiry dalam rpp. Tahap pelaksanaan adalah melaksanakan kegiatan proses belajar dan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan interaksi dalam proses belajar dan pembelajaran antara pendidik dan peserta didik. Dalam penerapan Model Inquiry based learning (IBL) hal ini berpengaruh dalam proses belajar dan pembelajaran. Ketika model pembelajaran tepat maka peserta didik akan lebih antusias dan semangat dalam proses Pelaksanaan adalah suatu tindakan atau pelaksaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci, implementasi biasannya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap siap. Pelaksanaan pembelajaran (RPP), yang meliputi kegiatan inti dan penutup (Akramunnisa, 2. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi di MA Miftahul Ulum AlIslamy, penerapan Model Inquiry based learning (IBL) pada mata pelajaran fiqih materi qurban dan akikah sebagai berikut : Kegiatan Pendahuluan Kegiatan pendahuluan dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada peserta didik, memusatkan perhatian, dan mengetahui apa yang telah dikuasai siswa berkaitan dengan bahan yang akan dipelajari pada kegiatan pendahuluan guru MA Miftahul Ulum Al-Islamy melaksanakan beberapa upaya yaitu : Mengucapkan salam pembuka Mengecek kebersihan kelas Berdoa bersama. Kemudia guru menanyakan kabar siswa sambil mengabsensi siswa. Guru mengulas kembali materi yang telah diajarkan, dan mengaitkan dengan materi yang akan dipelajari. Guru menyiapkan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai serta menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti Nur Fitriana Kegiatan inti merupakan kegiatan yang paling banyak menentukan kualitas pembelajaran dan berpengaruh langsung dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan proses belajar dan pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang kegiatan inti juga kegiatan penting dalam hal menentukan aspek tingkat keberhasilan siswa. Langkah langkah model Model Inquiry Based Learning (IBL) sebagai berikut : Pembentukan kelompok Pendidik membagi siswi menjadi 4 kelompok masingmasing kelompok terdiri dari 5-6 peserta Pendidik menjelaskan kegiatan pembelajaran yang harus di lakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi. Siswa mengamati penjelasan guru tentang qurban dan aqiqah Cerita Pembuka,Guru akan memberikan penjelasan materi secara singkat dengan konsep cerita pembuka. Materi tidak akan dijelaskan secara gamblang, melainkan lebih banyak dihadirkan pertanyaan- pertanyaan yang dapat memicu rasa penasaran dari peserta didik Berandai andai. Peserta didik diminta untuk menjawab membayangkan hal-hal yang menarik dari materi yang di pelajari hal ini akan membuat siswa menemukan jawaban sendiri Menguji Hipotesis. Peserta didik diminta oleh pendidik untuk menyampaikan hasil diskusi dari pertanyaan yang telah terkumpul di masingmasing siswa. Dan peserta didik lain berhak untuk mengkritisi tentang jawaban yang telah disampaikan oleh temannya, karena peserta didik berhak untuk mengutarakan jawaban yang mereka anggap benar dengan bersumber pada reverensi yang telah mereka Merumuskan kesimpulan,Pendidik meminta peserta didik untuk menyimpulakan hasil dari diskusinya, untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik dan mengarahkan peserta didik yang jawabannya tidak sesuai, akan diluruskan oleh pendidik. Kegiatan penutup Pada kegiatan penutup guru fiqih di MA Miftahul Ulum Al-Islamy melakukan upaya sebagai berikut : Peserta didik bersama dengan pendidik bersama-sama mengambil kesimpulan dari apa yang telah disampaikan oleh guru. Pendidik memberikan tugas tambahan agar peserta didik lebih memahmi materi yang telah disampaikan oleh guru Pendidik menegaskan tentang sholat agar para peserta didik tidak lalai akan kewajiban mereka. Pendidik menyampaiakn materi yang akan di bahas di pertemuan minggu depan. Sebelum mengahiri pembelajaran guru meminta kepada peserta didik untuk berdoa Guru mengucapkan salam. Penilaian Hasil Penerapan Model Inquiry Based Learning (IBL) Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy Kedungdung Bangkalan tentang Penilaian formatif membahas aspek penting dalam pembelajaran fiqih, khususnya untuk materi Nur Fitriana qurban dan akikah. Pertama, menekankan pentingnya penilaian formatif dalam pembelajaran fiqih. Penilaian ini dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan umpan balik yang tepat waktu kepada siswa. Tujuannya adalah untuk memantau kemajuan belajar siswa secara terus-menerus. Hal ini sejalan dengan pendapat (Black dan Wiliam, dalam jurnalnya yang berjudul AuFormative assessment and optimistic but incomplete visionAy yang menyatakan bahwa penilaian formatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa secara signifikan. Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Model Inquiry based learning (IBL) Pada Pembelajaran Fiqih di MA Miftahul Ulum al-Islamy Kedungdung Bangkalan yakni : Faktor Pendukung Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh para siswi di Madrasah Aliyah adalah latar belakang mereka sebagai santri. Pengalaman ini memberikan mereka fondasi pengetahuan yang kuat, terutama dalam mata pelajaran yang serupa dengan yang dipelajari di pesantren. Kesamaan latar belakang ini menciptakan suatu kondisi yang kondusif untuk pembelajaran yang lebih mendalam. Para siswi dapat dengan lebih mudah memahami dan mengikuti materi pelajaran baru, karena mereka telah memiliki pengetahuan dasar yang relevan. Faktor Penghambat Namun, di balik keunggulan tersebut, terdapat pula tantangan yang cukup Salah satu hambatan utama dalam pembelajaran fiqih di lingkungan pesantren adalah terbatasnya alokasi waktu belajar. Hal ini terjadi sebagai konsekuensi dari padatnya kegiatan pesantren yang harus diikuti oleh para santri. Rutinitas pesantren yang intensif, mulai dari kegiatan ibadah, hafalan Al-Qur'an, hingga berbagai program pengembangan diri, menyebabkan waktu yang tersedia untuk belajar secara mendalam menjadi sangat terbatas. Akibatnya, para pengajar sering kali menghadapi dilema. Mereka dituntut untuk menyampaikan materi pembelajaran yang kompleks dan luas dalam waktu yang semakin sempit. Situasi ini tentu berdampak pada kualitas pemahaman santri terhadap ilmu fiqih, yang notabene merupakan salah satu pondasi penting dalam pendidikan Islam di Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa proses pembelajaran di Madrasah Aliyah merupakan suatu keseimbangan yang rumit. Di satu sisi, latar belakang santri menjadi kekuatan yang memudahkan penyerapan ilmu. Namun di sisi lain, keterbatasan waktu akibat padatnya kegiatan pesantren menjadi tantangan besar dalam mewujudkan pembelajaran yang optimal, khususnya untuk mata pelajaran penting seperti fiqih. Berdasarkan wawancara peneliti, guru telah melaksanakan Teknik- teknik model Inkuiri Based Learning (IBL) seperti: Mengundang siswi ke dalam pembelajaran inkuiri, misalnya guru melibatkan peserta didik dalam tim-tim yang masing-masing terdiri dari beberapa orang dalam setiap Merangsang siswi menemukan permasalahan misalnya saja masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan materi pelajaran yang dipelajari saat itu juga. Nur Fitriana c. Kejelasan nilai-nilai, guru selalu melakukan evaluasi untuk melihat seberapa jauh perubahan yang dihasilkan oleh siswi melalui strategi ini, baik itu aspek kognitif, afektif amupun psikomotoriknya. Berdasarkan ciri-ciri yang terkandung di dalam Model Inkuiri Based Learning (IBL), guru sudah menerapkannya di kelas. Guru mampu menempatkan siswi sebagai subjek belajar untuk menemukan inti materi pelajaran, guru mampui membimbing siswi mencari dan menemukan jawaban sendiri atas sesuatu yang dipertanyakan sehingga membentuk sikap percaya diri siswi melatih untuk berpikir secara kritis dan logis. Guru merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subjek dan objek belajar, bagaimanapun bagus dan idealnya kurikulum pendidikan, bagaimanapun lengkapnya sarana dan prasarana pendidikan, tanpa diimbangi dengan kemampuan guru dalam menerapkannya maka semuanya akan kurang bermakna. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang AuPenerapan Model Inquiry Based Learning (IBL) dalam Pembelajaran Fikih Kelas X di MA Miftahul Ulum Al-IslamyAy menunjukkan bahwa Persiapan penerapan Model Inquiry based learning (IBL) pada mata pelajaran Fiqh di kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy tahun ajaran 2023/2024 diawali dengan menyusun program pembelajaran diantaranya membuat RPP/Modul materi pelajaran Qurban dan aqiqah dengan menggunakan sintaks yang sesuai untuk diterapkan model inquiry based learning, memberikan penguatan pada siswa, mengidentifikasi topic, merumuskan stimulasi yang diberikan kepada siswa, menentukan aneka sumber belajar yang ada di sekolah, mengidentifikasi sarana dan prasarana, mengintraksikan langkah-langkah . model Inquiry based learning. Disamping itu guru menyiapkan buku referensi dan media pembejaran yang relevan. Pelaksanaan Model Inquiry based learning (IBL) pada mata pelajaran Fiqh di kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy tahun ajaran 2023/2024 dilaksanakan oleh guru mata materi pelajaran Qurban dan aqiqah. Guru melaksanakan sesuai dengan sintaks IBL dan siswa mengikuti pembelajaran secara aktif dan Penilaian hasil penerapan Model Inquiry based learning (IBL) pada mata pelajaran Fiqh di kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy tahun ajaran 2023/2024 yang dilaksanakan melalui Asesmen formatif menunjukkan bahwa penerapan Model Inquiry based learning (IBL) telah berhasil meningkatkan minat belajar siswa. Adapun faktor pendukung dan penghambat penerapan Model Inquiry based learning (IBL) pada mata pelajaran Fiqh di kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy tahun ajaran 2023/2024. Faktor Pendukung yaitu siswi notabeni santri yang belajar di Madrasah Diniyah dengan mapel yang sama. Faktor penghambat yaitu alokasi waktu belajar mapel fiqih dikurangi dikarenakan padatnya kegiatan pesantren. Berdasarkan kesimpulan di atas, saran kepada Peserta didik sebagai generasi penerus mampu meningkatkan belajarnya demi mencapai hasil belajar yang lebih baik serta selalu aktif dan disiplin dalam belajar agar dapat dimengerti dan dikuasai dengan baik. Bagi guru Hendaknya selalu berupaya untuk memperkaya wawasan terkait dengan pembelajaran Inkuiri seperti dengan mengikuti seminar-seminar pendidikan. DIKLAT dan membaca buku-buku pendidikan sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif. Nur Fitriana kreatif, efektif, dan menyenangkan serta mampu mengaplikasikannya dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Bagi sekolah Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pijakan untuk menentukan kebijakan dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik sehingga sekolah mampu mengoptimalkan Model Inkuiri Based Learning (IBL), pada mata pelajaran Fikih. Daftar Pustaka