JIEP: Journal of Islamic Education Papua DOI: 10. 53491/jiep. Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024, pp. 18 Ae 30 ISSN 3021-7180 (Onlin. Metode Pendidikan Berdiferensiasi Bagi Generasi Z dalam Perspektif Hadis Andi Eki Dwi Wahyuni1. Muhammad Yahya2. Ambo Asse3 1,2,3 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Indonesia aedw@gmail. com1, yahya_uinmks@yahoo. id2, amboasse@yahoo. Abstrak. Pendekatan yang efektif dalam mendidik Generasi Z, tidak dapat diabaikan bahwa nilai-nilai keagamaan dan spiritual memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter dan perilaku mereka. Dalam Islam, hadis, sebagai sumber ajaran kedua setelah al-Quran, menyajikan pedoman etika, moralitas, dan pedagogi yang berpotensi menjadi landasan bagi metode pendidikan yang efektif bagi Generasi Z. Penelitian ini mengeksplorasi konsep dalam hadis yang relevan dengan pendidikan, meninjau aplikasinya tersebut dalam pendidikan Generasi Z, serta menganalisis dampaknya terhadap pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan generasi Metode penelitian yang digunakan studi kepustakaan . iteratur revie. Hasil penelitian ini bahwa hadis yang ditakhrij merupakan hadis yang berkaitan dengan metode mendidik generasi Z secara efektif dengan cara pendidikan berdiferensiasi yakni memperhatikan karakteristik peserta didik serta memberikan pengajaran sesuai kadar kemampuannya dalam menerima pembelajaran. Kajian ayat al-QurAoan dan pandangan beberapa ulama terdahulu dan kontemporer dapat dilihat bahwa, hadis tersebut tidak bertentangan dengan ajaran pokok Islam bahkan sesuai dan dapat dijadikan rujukan dalam mendidik generasi Z. Perlunya pendidikan berdiferensiasi untuk agar pembelajaran yang diajarkan bisa tersampaikan dan dipahami sampai pada pengamalan yang baik bagi generasi Z. Sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang membawanya perubahan ke arah yang lebih baik dan menjadikannya sebagai insan kamil. Kata Kunci: Metode. Mendidik. Generasi Z Abstract. An effective approach in educating Generation Z, cannot be ignored that religious and spiritual values have an important role in shaping their character and In Islam, hadith, as the second source of teaching after Al-Quran, presents ethical, morality, and pedagogy guidelines that have the potential to become the foundation for effective educational methods for Generation Z. This research explores concepts in hadith that are relevant to education, reviews its application in Generation Z education, as well as analyzes its impact on character formation and development of generation Z skills. The research method used is literatur review. The result of this research is that the hadith that is taught is a hadith related to the method of educating the Z generation effectively by means of differentiated education, namely paying attention to the characteristics of students and providing teaching according to the level of ability to receive learning. The study of the verses of the Qur'an and the views of several previous and contemporary scholars can be seen that the hadith is not contrary to the main teachings of Islam even appropriate and can be used as a reference in educating the Z http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 The need for differentiated education so that the learning taught can be conveyed and understood to good practice for generation Z. So that students get a learning experience that brings them a change towards a better direction and makes them a kamil person. Keywords: Method. Educating. Generation Z A2024 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. http://e-journal. id/index. php/jiep Andi Eki Dwi Wahyuni, et. Metode Pendidikan Berdiferensiasi bagi. Pendahuluan Generasi Z, yang merupakan kelompok individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, telah menjadi fokus perhatian dunia pendidikan dan sosial dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai penerus generasi sebelumnya. Generasi Z menghadapi tantangan yang unik dan dinamis dalam memperoleh pengetahuan, nilainilai, dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi dunia modern yang terus Dalam konteks ini, metode pendidikan yang efektif menjadi sangat penting untuk memastikan perkembangan holistik dan kesejahteraan generasi ini. Dalam mencari pendekatan yang efektif dalam mendidik Generasi Z, tidak dapat diabaikan bahwa nilai-nilai keagamaan dan spiritual memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter dan perilaku mereka. Dalam Islam, hadis, sebagai sumber ajaran kedua setelah al-Quran, menyajikan pedoman etika, moralitas, dan pedagogi yang berpotensi menjadi landasan bagi metode pendidikan yang efektif bagi Generasi Z. Dengan memahami relevansi nilai-nilai Islam, khususnya yang terdapat dalam hadis, terhadap kebutuhan pendidikan Generasi Z, makalah ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas metode-metode pendidikan yang didasarkan pada perspektif Pendekatan ini tidak hanya memberikan wawasan yang dalam terhadap esensi pendidikan Islam, tetapi juga menawarkan kerangka kerja praktis untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam konteks pendidikan modern. Dengan menyusun landasan yang kokoh dari perspektif teoritis dan praktis, makalah ini akan mengeksplorasi beberapa konsep kunci dalam hadis yang relevan dengan pendidikan, meninjau aplikasi praktis dari konsep-konsep tersebut dalam pendidikan Generasi Z, serta menganalisis dampaknya terhadap pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan generasi muda. Melalui tulisan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berharga dalam pemikiran dan praktik pendidikan yang berorientasi nilai bagi Generasi Z, sekaligus memperkaya pemahaman kita tentang relevansi dan aplikasi nilai-nilai keagamaan dalam konteks pendidikan kontemporer. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode literatur review . tudi kepustakaa. yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis hadis-hadis, kitab-kitab, serta buku dan jurnal yang berkaitan dengan metode pendidikan berdiferensiasi dan berkaitan http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 denga generasi Z. Setelah data terkumpul, peneliti kemudian menganalisisnya dengan menginterpretasikan data dan memberikan penjelasan yang memadai. Hasil dan Pembahasan Hadis Metode Mendidik bagi Generasi Z Kata Takhrij berarti mengeluarkan . , melatih . , menghadapakan . Dalam memahami hadis diperlukan takrij untuk memahami hadis tentang cara mendidik Rasulullah. Adapun hadis yang ditakhrij adalah: caAcEEac aEa eO aNac aO acEac aO NIac a aO NANac a acEac E e aEac CaEac Oac NI aac eIac a aEac CaEac Ea eOEac OA Aa acI EI aac aAcEac NA a caAcEEac aO a ea OeEac CaEac Oac NI a Nac CaEac Ea eOEac Oac a NOEA a ca NOEA AcEEac aO a ea OeEac a aaE Uac CaEac aIac aI eIac a aac O eaN NacaA a caAcEEac a acEac EI aac Ca aEac Oac a NO aEA a caAcEEac aO a acI NI aIU a NO NEA caAcEEA AcEEac aAe CU aI eIac CaEe a aNac Eac a aINac NA Aa eacI aEac aEac Eac NA a a caO Ca aEac U Oa a NaEO aO a aeac aa a NI aac a eIac aI eOa aNac aa ac UIA ca a a aaEac a a Neac a aNac EIA A AaOa e ae a NA Artinya: "Wahai Mu'adz bin Jabal!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi " Beliau memanggil kembali, "Wahai Mu'adz!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu. " Hal itu hingga terulang tiga kali, beliau lantas bersabda, "Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, tulus dari dalam hatinya, kecuali Allah akan mengharamkan baginya neraka. " Mu'adz lalu bertanya, "Apakah boleh aku memberitahukan hal itu kepada orang, sehingga mereka bergembira dengannya?" Beliau menjawab, "Nanti mereka jadi malas . ntuk berama. " Mu'adz lalu menyampaikan hadits itu ketika dirinya akan meninggal karena takut dari dosa. " (HR. Bukhari: . Untuk menemukan hadis tersebut maka peneliti menggunakan aplikasi Ensiklopedi hadis dengan mencari kalimat, caOA ca a a aaEac a a Neac a aNac EIA A AaOa e a e a NA Dalam pencarian tersebut maka penulis menemukan dua hadis yaitu: Hadis Riwayat Bukhari (Kitab Ilmu . caIa ee NaCac e NIac e a aNOac Ca aEac aaIa NI a Nac e NIac aNa Iac Ca aEac aa aIac a aac a eIac Caa aac Ca aEac aaIA caAcEEac aEa eO aNac aO acEac aO NIac a aO NANac a acEac E e aEac Ca aEac Oac NI a aac eIac a aEA AaI a Nac e NIac aI aEac aIac EI aac aAcEac NA a caAcEEac aO a ea OeEac CaEac Oac NI a Nac CaEac Ea eOEac Oac a NOEA a caACaEac Ea eOEac Oac a NOEA AcEEac aO a ea OeEac a aaE Uac CaEac aIA a caAcEEac aO a acI NI aI Uac a NO NEA caAcEEac a acEac EI aA AcEEac aAe CUac aI eIac CaEe a aNac Eac a aINac NA AaI eIac a aac O eaN Naac a eacI aEac aEac Eac NA a a caACa aEA http://e-journal. id/index. php/jiep Andi Eki Dwi Wahyuni, et. Metode Pendidikan Berdiferensiasi bagi. a caAOac a NOEA caO CaEac U Oa NaEOac aO a aeac aa a NI aac a eIac aI eOa aNac aa ac UIA AcEEac a aaEac a a Neac a aNac EI aac AaOa e a e a NA Artinya: AuTelah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Qatadah berkata, telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik bahwa Nabi A Amenunggang kendaraan sementara Mu'adz membonceng di belakangnya. Beliau lalu bersabda, "Wahai Mu'adz bin Jabal!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu. " Beliau memanggil kembali, "Wahai Mu'adz!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu. " Hal itu hingga terulang tiga kali, beliau lantas bersabda, "Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, tulus dari dalam hatinya, kecuali Allah akan mengharamkan baginya neraka. " Mu'adz lalu bertanya, "Apakah boleh aku memberitahukan hal itu kepada orang, sehingga mereka bergembira dengannya?" Beliau menjawab, "Nanti mereka jadi malas . ntuk berama. " Mu'adz lalu menyampaikan hadits itu ketika dirinya akan meninggal karena takut dari dosaAy. Adapun silsilah sanad hadis yang disebutkan sebagai berikut: No. Nama Kalangan Hidup Wafat Anas bin Malik Sahabat Basrah Sahabat Nabi Qatadah bin DaAoamah bin Qadatad Tabiian Kalangan Biasa Basrah Ibnu Hajar: Tsiqah Hisyam bin Abi Abdullah Sanbar Tabiin Kalangan Pertengahan Basrah Ibnu Hajar. Ibnu SaAoad: Tsiqah tsabat. Adzahabi: Hafiz MuAoadz bin Hisyam bin Abi Abdullah Tabiul AtbaAo Kalangan Tua Basrah Ibnu Hibban: atstsiqaat. Ibnu Hajar: Shaduq tapi punya keraguan. Yahya bin MaAoin: Shaduq Ishaq bin Ibrahim bin Makhlad Tabiul AtbaAo Kalangan Pertengahan Hims Ahmad bin Hambal: Imam kamu muslimin. Ibnu Hibban: atstsiqaat. Ibnu Hajar: Tsiqah. Hafiz. Mujtahid. Adz-zahabi: imam Komentar Ulama Hadis Riwayat Muslim (Kitab Iman:. caAO a a aeIac NI a Nac e NIac aNa Iac CaEac aa aIac a aac a eIac Caa aac CaEac aa aI aI a Nac e NIac aI aEA ca Aa aI ee NaCac e NIac aIIe NAA a a caAcEEac aEa eO aNac aO acEac aO NI a Nac e NIac a aEac a aO NANac a acEac E e aEac CaEac Oac NI a Nac CaEac Ea eOEac a NOEA AcEA a AcEEA a ca ANA a A acI IA a caAcEEac aO a ea Oe aEac Ca aEac Oac NI a Nac Ca aEac Ea eO aEac a NO aEA a caAcEEac aO a ea Oe aEac Ca aEac Oac NI a Nac Ca aEac Ea eO aEac a NO aEA caAcEEA http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 caAcEEac a acEA AcEEac aO a acI NI aIU a eN Nac aO a N N NA AOEac Eac a aINac NA AaO a ea OeEac CaEac aI aI eIac a eac O eaN Naac a eacI aEac aEac Eac NA a a a caAEI aac Ca aEac Oac a NO aEA caO Ca aEac Uac Oa a NaEO a aeac aa ac NI aac a eIA ca a AcEEac a aaEac a a Neac aa ac EIA A AaOa e ae a NA caI eOa aNac aa ac UIA Artinya: AuTelah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur, telah mengabarkan kepada kami Mu'adz bin Hisyam dia berkata, telah menceritakan kepada kami bapakku dari Qatadah dia berkata, telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik bahwa Nabi Allah . alam satu perjalana. , sedangkan Mu'adz bin Jabal dibonceng di atas kendaraan beliau. Rasulullah A Alalu memanggil, "Wahai Mu'adz!" Mu'adz menyahut, "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah. " Rasulullah memanggil lagi, "Wahai Mu'adz!" Aku menyahut lagi, "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah. " Rasulullah memanggil, "Wahai Mu'adz!" Aku menyahut lagi, "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah. Rasulullah kemudian bersabda, "Barang siapa yang mengucap dua Kalimah Syahadat yaitu: tidak ada Tuhan . ang berhak disemba. selain Allah dan bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya niscaya dia selamat dari api Neraka. " Kemudian Mu'adz berkata, "Bolehkah aku memberitahu perkara ini kepada manusia agar mereka sebarkan berita gembira ini?" Rasulullah bersabda, "Kalau . begitu, maka mereka akan bersandar dengannya. " Lalu Mu'adz menyebarkan kabar tersebut menjelang kematiannya khawatir menanggung salah . arena menyembunyikan hadit. Adapun silsilah sanad hadis yang disebutkan sebagai berikut: No. Nama Anas bin Malik Kalangan Hidup Wafat Sahabat Basrah Sahabat Nabi Qatadah bin DaAoamah bin Qatadah Tabiian Kalangan Biasa Basrah Ibnu Hajar: Tsiqah Hisyam bin Abi Abdullah Sanbar Tabiin Kalangan Pertengahan Basrah Ibnu Hajar. Ibnu SaAoad: Tsiqah tsabat. Adzahabi: Hafiz MuAoadz bin Hisyam bin Abi Abdullah Tabiul AtbaAo Kalangan Tua Basrah Ibnu Hibban: atstsiqaat. Ibnu Hajar: Shaduq tapi punya keraguan. Yahya bin MaAoin: Shaduq Ishaq bin Mansur bin Bahram Tabiul AtbaAo Kalangan Pertengahan Hims Muslim: Tsiqah maAomun. An-nasai dan Ibnu Hajar: Tsiqah Tsabat. Abu hatim: Shaduq, adzahabi: AlHafiz Komentar Ulama Berdasar hasil penelitian sanad, yaitu riwayat Bukhari dan Muslim, dari periwayatannya bersambung antara guru dan murid, adapun sanadnya semuanya http://e-journal. id/index. php/jiep Andi Eki Dwi Wahyuni, et. Metode Pendidikan Berdiferensiasi bagi. bersambung, dengan menggunakan bentuk haddasana, dan akhbarana yang menunjukkan ketersambungan sanad. Selain itu pula berdasarakn komentar para ulama hadis, bahwa hadis diriwayatkan oleh rawi yang tsiqah, tidak ada 'illat, dan tidak syadz. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sanad hadis oleh Bukhari dan Muslim memiliki kualitas sahih karena semua rawinya bersambung antara guru dengan murid dan tidak memiliki Dari aspek kuantitas hadis, maka peneliti menemukan hadis ini termasuk hadis ahad, karena dalam periwayatannya hanya diriwayatkan secara sendiri di setiap Hadis ahad merupakan hadis yang diriwayatkan orang-seorang atau dua orang, atau lebih, namun belum cukup syarat untuk hadis itu dimasukkan pada kategori sebagai mutawatir. Klasifikasi Hadis Hadis tersebut dapat diklasifikasikan sebagai hadis yang berkaitan dengan metode pendidikan berdiferensiasi, dimana setiap guru memperhatikan perbedaan karakter dan jenjang peserta didik yang diajarkan ilmu sehingga dapat disesuaikan dengan kadar dan kemampuannya. Pada kalimat larangan Rasulullah menyebarkan kabar gembira yang disampaikan kepada MuAoadz karena nantinya orang awam akan mengandalkan kalimat itu saja dan enggan melakukan amal-amal kebaikan. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan proses belajar mengajar di mana peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai, dan kebutuhannya masing-masing sehingga mereka tidak frustasi dan merasa gagal dalam pengalaman belajarnya. (Teuku Husni, 2. Pembelajaran berdiferensiasi memberikan kesempatan bagi siswa agar mampu belajar secara natural dan efiisien dengan guru yang mampu mengolaborasikan metode dan pendekatan yang dibutuhkan. (Fitriyah, 2. Dengan demikian hadis yang teliti ini diklasifikasikan sebagai metode mendidik dengan melakukan pendidikan berdiferensiasi bagi generasi Z sesuai tuntunan Rasulullah saw. sehingga bisa diterapkan pada setiap jenjang yang ada di setiap lembaga pendidikan. Selain itu menjadi pedoman untuk mendidik generasi Z secara efektif dan efesien sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 Kajian Matan Hadis Dari hadis tentang menyampaikan ilmu dengan memperhatikan karakteristik generasi Z dapat ditemukan relevansinya dalam al-Quran pada QS. An-NisaAo . : 5 Allah (NU Online, 2. AcEEac Ea N eEac aC O UI O e NCN eO N eNac aAeOe a aO eE N eO N eNac aOCN eOEN eO Ea N eIac Ca eO UEac I e N eOAUA AE aANa ac a eI aOEa N NEac E a eac a aEac NA ca AaO aEac eNNOA Terjemahannya: AuJanganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta . ereka yang ada dalam kekuasaa. -mu yang Allah jadikan sebagai pokok kehidupanmu. Berilah mereka belanja dan pakaian dari . asil hart. itu dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. Ay Ayat tersebut menjelaskan tentang larangan untuk memberikan harta mereka apabila belum mampu untuk mengurusnya. Dan jangan kalian memberikan harta kepada yang belum sempurna akalnya, yang dimaksud adalah orang dewasa ataupun anak yatim yang belum bisa mengurus harta mereka yang dititipkan kepada engkau yang mana harta itu dijadikan Allah untuk menopang urusan, memenuhi kebutuhan pokok, dan menunjang kehidupan dan aktivitas yang ada di dunia. Karena dalam kondisi jika diberikan lebih awal kemungkinan besar harta itu terbuang sia-sia karena belum mampu menjaga atau mengelolanya dengan baik. Berilah mereka pakaian dari harta itu artinya tetap diberikan harta itu dalam bentuk pakaian yang bisa menutup aurat serta memenuhi kebutuhan estetikanya. Bersikaplah lembut dan berkata baik artinya anjuran untuk mengusapkan perkataan yang baik kepada mereka sehingga membuatnya nyaman dan merasa aman. (Depag RI, 2. Pada tafsir tahlili disebut bahwa para wali serta pelaksana wasiat . yang merawat anak yatim agar memberikan harta anak yatim yang disimpan itu ketikan anak yatim tersebut sudah dewasa dan sempurna akalnya untuk menjaga hartanya. Namun, jika anak yatim tersebut belum mampu menjaga dan mengelola hartanya maka harta tersebut sebaiknya dijaga atau disimpan oleh walinya sebagai modal kehidupan anak yatim tersebut. Apapun kebutuhan dari anak yatim seperti makanan, pakaian, pengobatan, pendidikan, dan lainnya dapat digunakan dari harta itu apalagi kalau harta itu diinvestasikan. Hendaknya berlemah lembut pada anak yatim memberikan kasih sayang serta memperlakukan seperti anak sendiri. Pada ayat tersebut memberikan peringatan keutamaan untuk selalu menjaga ilmu dari yang dirasa berpotensi untuk merusak atau memberikan dampak negatif dari http://e-journal. id/index. php/jiep Andi Eki Dwi Wahyuni, et. Metode Pendidikan Berdiferensiasi bagi. ilmu itu. Maka memberikan sesuatu untuk orang yang berhak adalah kezaliman yang lebih parah dibandingkan membatasi haknya. Abu Thalib al-Makki mengatakan kita harus mengetahui kualitas akal serta pemahaman dari tiap orang agar kita selamat dari nya dan orang tersebut dapat mengambil ilmu dari kita jika tidak memahami itu dia akan ingkar sebab selisih Sebagai tambahan bahwa bagi peserta didik yang Pemahamannya masih dangkal maka harus diberikan materi yang betul-betul jelas dan disesuaikan dengan kadar intelektualnya. Pada hadis yang terdapat kalimat Aunanti mereka jadi malas . ntuk berama. Ay. AlBadr al-AoAini memiliki perspektif bahwa Nabi melarang MuAoadz untuk mengabarkan hal itu adanya kekhawatiran orang akan malas untuk melaksanakan amal baik disebabkan pemahamannya terhadap kalimat tersebut yang dangkal. Hadis tersebut menjelaskan bahwa mengajarkan ilmu yang mendetail secara khusus untuk orang yang telah kuat pikirannya dan matang pemahamannya, sehingga tidak boleh menyampaikan ilmu kepada orang yang belum siap atau dikhawatirkan akan meremehkannya seperti akan malas melakukan ibadah lainnya karena akibat dari kedangkalan pemahaman terhadap kalimat yang disampaikan. (Badruddin, 1. Ibnu Rajab menjelaskan tentang pendapat ulama bahwa larangan Rasulullah kepada MuAoadz dalam menyampaikan kabar gembira tersebut supaya orang-orang tidak hanya mengandalkan dua kalimat syahadat saja menghasilkan kesimpulan bahwa hadis hadis yang menyatakan keringan . tidak boleh disampaikan kepada orang orang awam agar mereka tidak salah paham terhadap maksud yang disampaikan. (Ahmad, 2. Selain itu dalam kitab Fath al-Mulhim disebutkan pula bahwa MuAoadz telah mendengar hadis tersebut yang menjadikannya semakin bersungguh-sungguh dalam melakukan amal kebaikan dan ketakutannya kepada Allah swt. sementara orang yang belum sampai pada derajat seperti itu dikhawatirkan akan membatasi diri dan mengandalkan kalimat itu saja. (Al- Uthmani, 2. Dengan demikian berdasarkan kajian terhadap ayat al-QurAoan dan pandangan dari beberapa ulama terdahulu dan ulama kontemporer dapat dilihat bahwa, hadis tersebut tidak bertentangan dengan ajaran pokok Islam bahkan sesuai dan dapat dijadikan rujukan dalam mendidik generasi Z. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 Hadist ini sangat urgen untuk dibahas karena berkaitan dengan metode pembelajaran yang efektif untuk generasi Z. Teori generasi diperkenalkan oleh Karl Manheim dalam bukunya yang berjudul The Problem of Generation, dalam buku tersebut dijelaskan mengenai karakter setiap generasi dibentuk oleh adanya faktor sosial dan sejarah yang dilalui atau di alami oleh setiap generasi seperti halnya generasi Z yang lekat dengan internet. (Wahyuni, 2. Hal ini sama dengan pengajaran masa Rasulullah, ketika Umar bin Khattab radliyallahu Aoanh menuliskan pada penduduk Himsh: caAEIO OEIE E OEIOac OEAO OA Artinya: AuAjarilah anak-anak kalian berenang, memanah, dan menunggang kudaAy (Abdullah al-Qayrawyni, al-Nawydir wa al-Ziyydyt. Dyr el-Garb al-Islymy, juz 3, hal. Hadis tersebut tidak bisa diamalkan hanya harfiah. Nash tersebut memiliki makna pentingnya mempelajari keterampilan tersebut zaman itu, seperti memanah, berenang, dan menunggang kuda. Memang pada saat itu keterampilan itu sangat diperlukan dalam berperang jadinya anjuran untuk mengajarkannya agar dapat menguasai medan dengan berkuda sambil memanah. Nilai dari hadis tesebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekarang, misalkan berkuda adalah alat transportasi yang memudahkan untuk ketujuan dan melakukan aktivitas yang jauh jaraknya dari tempat tinggal. sama halnya dengan berenang yang dimaksud agar bisa melatih kekuatan dan pernapasan serta melatih ketenangan agar bisa menjadi muslim yang kuat, selain itu dengan menembak atau memanah dapat pelajari untuk mempertahankan diri dan melatih fokus, jadi hal itu sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. (Nurhakim, 2. Selain itu Socrates mengatakan AuJangan paksakan anak-anakmu mengikuti jejakmu, mereka diciptakan untuk kehidupan di zaman mereka, bukan zamanmuAy. (Muhammad, 2. Bahkan Ali Bin Abi Thalib sendiri mengatakan AuDidiklah anakanakmu, sebab mereka akan mengalami zaman yang berbeda dengan zamanmuAy. (Nurhakim, 2. Saat melakukan telaah dalam kitab kuning bagi mubtadi`in . ingkatan pemula pada masany. , selalu ditemukan redaksi yang menyebutkan bahwa teks kitab diperuntukkan untuk pemula supaya mereka dapat dengan mudah menyerap isinya. http://e-journal. id/index. php/jiep Andi Eki Dwi Wahyuni, et. Metode Pendidikan Berdiferensiasi bagi. (Nurhakim, 2. Kitab Matn al-Taqrib karya al-Qadhi Abu SyujaAo. (SyujaAo, t. A acI IE IA OA EACN cE IN EuIIac EAOAUAEI EAC ANI NEE OEA A OAac Oac EA ONIO EuOEOC cE IEcEac N OONE cEAUAI NEEac EONac OOINA AIO OA EAEA ca A O acI E II ECAU AIE ANA Artinya: AuAku diminta oleh sebagian teman untuk menyusun ringkasan fiqih mazhab Syafi'i yang sangat ringkas dan sederhana, dan memperbanyak pembagian yang sistematis agar mudah dipelajari dan dihafal oleh mubtadiynAy (Qadhi Abu SyujaAo. Matan al-Ghayah wa at-Taqrib. AoAlam al-kutub, h. Selain semakin maju dari generasi sebelumnya dan Generasi Z lebih bisa beradaptasi dengan dunia luar karena kelekatannya terhadap teknologi maka hal tersebut menjadi tantangan untuk memberikan pembelajaran yang mesti disesuaikan dengan karakter generasi. Maka dari itu diperlukan pendekatan khusus yang disesuaikan dengan karakterna dan itu tentu berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya dalam pemberian pembelajaran. (Wahyuni, 2. Ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan oleh guru/pendidik dalam mengajarkan materi kepada generasi Z ini, seperti pembelajaran berbasi pada masalah, pemberian umpan balik yang mengedukasi dan membangkitkan semangat belajar, penggunaan teknologi sebagai media belajar, serta mengajak generasi Z untuk berpikir kritis dengan memberikan pertanyaan. (Gazali, 2. Perlunya pendidikan berdiferensiasi untuk generasi Z agar pembelajaran atau materi yang diajarkan bisa tersampaikan dan dipahami sampai pada pengamalan yang baik bagi generasi Z. Sehingga dalam setiap jenjang pendidikan, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang membawanya perubahan ke arah yang lebih baik dan menjadikannya sebagai insan kamil. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil bahwa hadis yang ditakhrij merupakan hadis yang beraiktan dengan metode mendidik generasi Z secara efektif dengan cara pendidikan berdiferensiasi yakni memperhatikan karakteristik tiap peserta didik serta memberikan pengajaran sesuai kadar kemampuannya dalam menerima pembelajaran. Dalam pencarian tersebut maka penulis menemukan dua hadis yaitu pada Hadis Riwayat Bukhari (Kitab Ilmu . dan Hadis Riwayat Muslim (Kitab Iman:. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 Berdasar hasil penelitian sanad, yaitu riwayat Bukhari dan Muslim, dari periwayatannya bersambung antara guru dan murid, adapun sanadnya semuanya bersambung, dengan menggunakan bentuk haddasana, dan akhbarana yang menunjukkan ketersambungan sanad. Selain itu pula berdasarakn komentar para ulama hadis, bahwa hadis diriwayatkan oleh rawi yang tsiqah, tidak ada 'illat, dan tidak syadz. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sanad hadis oleh Bukhari dan Muslim memiliki kualitas sahih karena semua rawinya bersambung antara guru dengan murid dan tidak memiliki Dari aspek kuantitas hadis, maka peneliti menemukan hadis ini termasuk hadis ahad, karena dalam periwayatannya hanya diriwayatkan secara sendiri di setiap Dari aspek matan, kajian terhadap ayat al-QurAoan dan pandangan dari beberapa ulama terdahulu dan ulama kontemporer dapat dilihat bahwa, hadis tersebut tidak bertentangan dengan ajaran pokok Islam bahkan sesuai dan dapat dijadikan rujukan dalam mendidik generasi Z. Hadis ini sangat urgen untuk dibahas karena berkaitan dengan metode pembelajaran yang efektif untuk generasi Z. Perlunya pendidikan berdiferensiasi untuk generasi Z agar pembelajaran atau materi yang diajarkan bisa tersampaikan dan dipahami sampai pada pengamalan yang baik bagi generasi Z. Sehingga dalam setiap jenjang pendidikan, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang membawanya perubahan ke arah yang lebih baik dan menjadikannya sebagai insan kamil. Implikasi dari takhrij hadis ini mencakup pemahaman yang lebih baik tentang cara-cara mengajar yang dapat menginspirasi dan memotivasi generasi Z. Daftar Pustaka